cover
Contact Name
Yusmaniarti
Contact Email
yusmaniarti8@gmail.com
Phone
+6281368411554
Journal Mail Official
jurnaljophs@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Asri 1 Blok C2 RT 31 RW 06 Palembang South Sumatra 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Public Health Science (JoPHS)
ISSN : -     EISSN : 30473632     DOI : https://doi.org/10.59407/jophs.v1i1.596
Core Subject : Health,
Journal of Public Health Science (JoPHS) is a national journal for scientific research on public health practices, epidemiology, health promotion, health service effectiveness, disease prevention, and public health evaluation. nutrition, family health, infectious diseases, research health services, gerontology, child health, adolescent health, behavioral medicine, rural health, chronic disease, promotion Health evaluation and intervention, health policies and management of public health, health economics, occupational health and environmental health, environmental health, health and safety at work, health administration and policy, nutrition science, biostatistics, reproductive health, hospital management, and health information systems
Articles 124 Documents
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA Ramadhani, Novia; Adilah, Putri; Zulyati Oktora, Meta; Anggraini, Debie
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i3.1500

Abstract

Latar belakang: Kesehatan mental atau kesehatan jiwa merupakan kondisi yang mana individu bisa mengetahui kemampuan yang dimiliki untuk mencegah tekanan hidup yang normal, produktif dalam bekerja, dan ikut serta dalam berperan pada komunitasnya. Tanpa disadari media sosial dapat menjadi bumerang bagi penggunanya. media sosial dapat menimbulkan masalah pada kesehatan mental pada penggunanya. Tujuan : untuk mengetahui apakah media sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental pada ramaja. Metode: metode yang digunakan dalam systematic literature review ini adalah PRISMA yang diambil dari jurnal nasional dan jurnal internasional. Penelusuran artikel yang direview melalui database Google Scholar dengan kata kunci pencarian yaitu; hubungan, media sosial, kesehatan mental, remaja. Hasil: berdasarkan hasil pencarian didapatkan 20 jurnal yang dilakukan review dengan hasil terdapat dampak media social terhadap Kesehatan mental remaja. Simpulan: Dari data yang didapatkan bahwa memang terdapat hubungan antara bermain media sosial dengan kesehatan mental pada remaja. Semakin lama remaja bermain media sosial, hal itu akan berpengaruh pada kesehatan mental, karena para remaja akan fokus dengan dunianya sendiri dan tidak peduli dengan keadaan sekitar dan ketika sang remaja tidak bermain media sosial, remaja akan merasa stresss karna mereka sudah kecanduan dalam menggunakan media sosial.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: FAKTOR RISIKO PEKERJAAN DENGAN KEJADIAN KATARAK Hanifa, Syarfina; Sari, Vina Yoranza; Zulyati Oktora, Meta
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i3.1501

Abstract

Pendahuluan : Katarak merupakan gangguan pada lensa mata yang terlihat dengan munculnya opasitas di lensa yang menyebabkan menurunnya transparansi lensa. Faktor risiko paling utama dari katarak adalah paparan radiasi matahari jangka panjang. Individu yang memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terpapar sinar matahari dalam jangka waktu lama adalah pekerja, terutama pekerja di luar ruangan, seperti petani, nelayan, buruh, dan lain-lain. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko pekerjaan, terutama pekerjaan di luar ruangan terhadap kejadian katarak. Metode: Artikel ini menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review) dari berbagai jurnal nasional maupun internasional. Hasil: Berdasarkan beberapa penelitian yang ditinjau didapatkan bahwa pekerjaan merupakan faktor risiko dari kejadian katarak. Kesimpulan: Pekerja luar ruangan memiliki kecendrungan lebih tinggi untuk menderita katarak. Hal ini disebabkan oleh paparan dari sinar ultraviolet secara langsung saat bekerja yang menyebabkan akumulasi stress oksidatif pada lensa mata sehingga terjadi katarak.
STUDI EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF DBD DARI ASPEK ORANG DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Khaulani, Meutia Tiara; Irma, Irma; Saktiansyah, La Ode Ahmad
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1531

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) menurut World Health Organization (WHO) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue. Virus Dengue menular ke manusia melalui gigitan vector nyamuk betina yang terinfeksi, terutama dari spesies nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kejadian penyakit DBD terus meningkat dan penyebaran terus meluas terutama pada negara tropis dan subtropis, seperti Indonesia. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Majene Tahun 2020 sebanyak 57 kasus, tahun 2021 turun 16 kasus, dan tahun 2022 meningkat menjadi 62 kasus. Tahun 2023 kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Banggae Timur sebanyak 85 kasus kasus, KecamatanPamboang 10 kasus, Kecamatan Malunda 5 kasus, dan KecamatanSendana 2 kasus. Jadi, total kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2023 di Kabupaten Majene sebanyak 202 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian DBD dari aspek orang dengan pendekatan analisis spasial menggunakan sistem informasi geografi (SIG). Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan system informasi geografi (SIG). Penelitian ini terdiri dari 91 sampel yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis spasial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan yang termasuk dalam kategori sangat tinggi adalah Lingkungan Lembang. Lingkungan kategori tinggi adalahLingkungan Lembang Dhua, sedangkan kategori sedang adalah Lingkungan Leppe, dan kategori rendah adalah Lingkungan Leppe Barat. Dapat disimpulkan Lingkungan dengan kejadian DBD tinggi selama satu tahun yaitu Lingkungan Lembang sedangkan Lingkungan dengan kejadian DBD rendah selama satu tahun yaitu Lingkungan Leppe.
MANFAAT CHIROPRAKTIK DALAM PERAWATAN HOLISTIK UNTUK NYERI DAN POSTUR TUBUH: TINJAUAN LITERATUR Purnama Dewi, Nadia; Ade Teti Vani; Dessy Abdullah; Irwan Triansyah
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i3.1540

Abstract

Chiropractic adalah metode pengobatan yang berfokus pada penyesuaian tulang belakang untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan postur tubuh. Dalam pendekatan perawatan holistik, chiropractic digunakan untuk memperbaiki keselarasan tubuh secara keseluruhan, mengurangi ketegangan otot, dan meningkatkan sirkulasi darah. Terapi ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik tetapi juga memiliki efek positif pada kesejahteraan mental, karena pengurangan nyeri dapat membantu mengurangi stres. Penelitian menunjukkan bahwa chiropractic efektif dalam mengatasi nyeri kronis, terutama nyeri punggung dan leher, serta membantu memperbaiki postur tubuh yang buruk akibat gaya hidup yang kurang aktif. Kombinasi chiropractic dalam perawatan holistik memberikan alternatif bagi individu yang ingin merawat tubuh secara alami tanpa obat-obatan. Manfaat ini menjadikan chiropractic sebagai solusi yang menjanjikan untuk manajemen nyeri jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup. Kata Kunci: Chiropractic, Perawatan Holistik, Nyeri Kronis, Postur Tubuh, Kualitas Hidup
DIFFERENCES IN PARENTING PATTERNS BETWEEN GENERATIONS X, Y, Z AND ALFA Maribeth, Annisa Lidra; Hamda, Rialta; Widia Sari; Maidarmi Handayani; Ghaniyyatul Khudri; Ramadhani VN; Salsabila R
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1555

Abstract

Parenting styles or other caregivers can have an impact on children's mental health. Every family uses a different approach to parenting, typically carried over from their previous parents, when it comes to raising children. Every parent undoubtedly hails from a diverse range of backgrounds and generations. To maximize children's mental health, it is therefore essential to understand how parenting styles are passed down through generations in order to give suitable interventions. Generations X born between 1965-1980 ; Generation Y or Millennials were born between 1980-1996; Generation Z was born in 1997-2010 and Alpha generation, born in 2010-2025. Finding out how parents apply different parenting philosophies to kids from generations X, Y, Z, and Alpha is the goal of this literature. The systematic review approach is used in this literature. The PRISMA-P protocol (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis protocol) was the methodology employed in 2020. Research was gathered by looking via Google Scholar for the original source data. PICOS (Population Intervention Compare Outcome-Study Design) keyword search method. Out of the 60 studies that were located, eight were used in this analysis. The findings of this literature review highlight the disparities in parenting styles among the generations. Parents of generations X, Y, and Alpha generally apply a democratic parenting approach, which is sometimes referred to as drone parenting. Meanwhile, the application of parenting patterns for generation Z children shows quite large variations. Parents from this generation apply authoritarian, overprotective, permissive, self-disclosure, and narcissistic parenting patterns and give excessive appreciation or praise to children, which has created what is known as the "Strawberry Generation," meaning generation Z children tend to be more vulnerable.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Suryani, Suryani; Wulan, Susilo; Aprianti, Rina; Effendi, Santoso Ujang; Ade, Novi; Syahroni, Febriyan
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kinerja perawat di Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu tahun 2021 sebanyak 72 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 72 orang perawat. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square dan uji Contingency Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kinerja perawat, ada hubungan yang signifikan antara disiplin kerja dengan kinerja perawat dan ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kinerja perawat. Bagi Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu acuan bagi penghambil kebijakan dalam menempatkan perawat yang sesuai dengan latar belakang pendidikan, disiplin kerja dan masa kerja perawat sehingga mampu memberikan pelayanan keperawatan yang baik dan dapat dilihat dari kinerja yang ditunjukkan oleh perawat.
HUBUNGAN KONDISI KESEHATAN FISIK, FUNGSI KOGNITIF, DAN TINGKAT STRESS DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DI MEDAN SUMATERA UTARA Siregar, Rinco; Blessery
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1686

Abstract

As the elderly population grows, there will be a greater need to support their daily activities, since aging can lead to a decline in physical abilities and independence. This study aimed to determine the relationship among physical health, cognitive function, stress levels, and independence of elderly people in Medan Marelan. It was a descriptive study with a cross-sectional approach, involving 92 elderly participants who met certain criteria. This study used Perceived Stress Scale (PSS), Mini Mental State Examination (MMSE), vital signs measurements (blood pressure, stethoscope, thermometer, stopwatch), and the Barthel Index (IB) measurements. The results showed that physical health (p = 0.002), cognitive function (p = 0.026), and stress levels (p = 0.000) were significantly associated with the level of independence of elderly in performing daily activities. The study recommends that public health centers in North Sumatra should provide interventions to improve the health, cognitive function, and stress levels of elderly.
PENGARUH PERCEIVED VALUE DAN SOCIAL CULTURE TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PASIEN PADA LAYANAN KESEHATAN DI RSUD MAJENE Achmad Djalaluddin, Nurgadima; Masniati, Masniati; Hidayat, Laode; Alim, Muh. Chandra
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived value dan social culture terhadap pengambilan keputusan pasien dalam memilih layanan kesehatan di RSUD Majene. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain deskriptif analitik, penelitian ini melibatkan 150 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived value memiliki pengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan pasien (koefisien regresi = 0.45; p < 0.05). Pasien cenderung memilih layanan kesehatan yang memberikan nilai manfaat sebanding dengan biaya dan usaha yang dikeluarkan. Selain itu, social culture juga berpengaruh signifikan (koefisien regresi = 0.30; p < 0.05), di mana norma sosial, keyakinan budaya, dan rekomendasi dari tokoh masyarakat memengaruhi preferensi pasien. Nilai R² sebesar 0.62 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama menjelaskan 62% variansi dalam pengambilan keputusan pasien. Penelitian ini memberikan wawasan bahwa peningkatan kualitas layanan rumah sakit dapat dicapai melalui optimalisasi nilai yang dirasakan pasien dan integrasi budaya lokal dalam strategi pemasaran. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pasien, RSUD Majene dapat meningkatkan daya saing dan kualitas layanan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
KRONOMETRI KLINIS: INVESTIGASI KOMPARATIF DURASI TUNGGU PASIEN DI FASILITAS KESEHATAN DI SULAWESI BARAT Hosni Mubarak, Muhammad; Taufik , M.; febrianti, Erni; batter, Sherly rudianti
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1717

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi dan membandingkan waktu tunggu pasien rawat jalan di berbagai fasilitas kesehatan. Kami menilai beberapa strategi yang telah diterapkan dengan mengidentifikasi faktor-faktor utama seperti sistem manajemen antrian, alur kerja fasilitas kesehatan, dan kebijakan penerimaan pasien. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan petugas kesehatan, dan analisis data rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fasilitas A, yang menggunakan sistem terkomputerisasi, memiliki waktu tunggu rata-rata 12 menit dengan pelayanan yang konsisten. Sebaliknya, Fasilitas B, yang menggunakan sistem manual, memiliki waktu tunggu rata-rata 30 menit atau lebih dengan variasi yang besar. Sistem terkomputerisasi dan kebijakan responsif terbukti signifikan dalam mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kepuasan pasien. Wawancara dan observasi mengungkapkan bahwa Fasilitas A lebih efisien dan tanggap terhadap kebutuhan darurat, sementara Fasilitas B masih menghadapi tantangan koordinasi dan registrasi. Penelitian ini menekankan pentingnya teknologi dan kebijakan yang responsif dalam meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien.
LITERATURE REVIEW: DUKUNGAN ORANG TUA DALAM PROMOSI GAYA HIDUP SEHAT BAGI REMAJA Sukmawati, Sukmawati
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara dukungan orang tua dan promosi gaya hidup sehat pada remaja, dengan fokus pada peran media sosial sebagai faktor pendukung atau penghambat. Penelitian menggunakan metode literature review untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis hasil penelitian sebelumnya. Data dikumpulkan dari basis data terpercaya, seperti PubMed, Scopus, SpringerLink, dan Google Scholar. Kriteria inklusi mencakup penelitian yang berfokus pada dukungan orang tua, gaya hidup sehat remaja, dan pengaruh media sosial, dengan rentang tahun publikasi 2019-2024. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi tema utama terkait peran orang tua, media sosial, dan perilaku sehat remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua memainkan peran penting dalam membentuk kebiasaan sehat remaja, terutama dalam pola makan dan aktivitas fisik. Media sosial memiliki dampak ambivalen; konten positif dapat meningkatkan kesadaran dan motivasi remaja untuk menerapkan gaya hidup sehat, sementara paparan konten negatif berpotensi memengaruhi kesejahteraan mental dan citra tubuh secara negatif. Intervensi berbasis media sosial yang melibatkan orang tua terbukti lebih efektif dalam mendukung perilaku sehat pada remaja. Simpulan, Dukungan orang tua yang konsisten, dikombinasikan dengan strategi pemanfaatan media sosial secara bijak, dapat menjadi pendekatan efektif untuk mempromosikan gaya hidup sehat pada remaja. Edukasi literasi digital dan keterlibatan orang tua dalam memantau penggunaan media sosial remaja direkomendasikan untuk mengurangi dampak negatif dan memperkuat perilaku sehat. Kata Kunci: Dukungan Orang Tua, Remaja, Gaya Hidup Sehat, Media Sosial, Literatur Review

Page 4 of 13 | Total Record : 124