Articles
30 Documents
POTENSI PEMANFAATAN SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKAR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOMASSA DI KABUPATEN BANYUASIN
Amalina, Dian;
Khoirunnisa, Khosy;
Putri, Trisna Wahyu Swasdiningrum;
Silvian, Trissa
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 2 No 2 (2024): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jumlah produksi padi berbanding lurus dengan jumlah limbah sekam padi yang dihasilkan. Kabupaten Banyuasin merupakan sentra produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan dan limbah sekam padi yang dihasilkan dari proses penggilingan padi sangat berpotensi bila dikembangkan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung potensi pemanfaatan sekam padi menjadi bahan bakar PLTBm. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data yang digunakan adalah data produksi padi di Kabupaten Banyuasin tahun 2019-2023. Potensi sekam padi yang tersedia di Kabupaten Banyuasin dihitung berdasarkan pada produksi sekam padi dan nilai huskto-grain ratio (HGR), kemudian dikonversikan ke energi potensial listrik yang dapat dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata potensi sekam padi yang dihasilkan di Kabupaten Banyuasin sebesar 181.123,6 ton dan terkandung potensi energi sebesar 2.434.307.560 MJ/tahun. Total potensi produksi listrik yang dapat dihasilkan dari potensi energi yang terkandung dalam sekam padi sebesar 459.813.461 kWh/tahun. Jika dibandingkan dengan total produksi listrik di Kabupaten Banyuasin tahun selama lima tahun terakhir, potensi produksi listrik berbahan bakar sekam padi dapat memenuhi 122% kebutuhan listrik di Kabupaten Banyuasin. Hal ini mengindikasikan bahwa sekam padi sangat berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar PLTBm
ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI TANAMAN HIAS BONSAI ANTING PUTRI (WRIGHTIA RELIGIOSA) DI KOTA PALEMBANG
Saputra, Ari Wibowo;
Susanti, Eti;
Gultom, Nurlaili Fitri;
Ramadini, Khairunnisa
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 2 No 2 (2024): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung besarnya biaya yang dibutuhkan untuk usahatani dan menghitung besarnya pendapatan yang diperoleh dalam usahatani, menghitung besarnya pendapatan yang diperoleh dalam usahatani, dan menganalisis kelayakan RC Ratio usahatani tanaman hias bonsai anting putri. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja yaitu di Kota Palembang dengan metode pengumpulan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling didapat jumlah petani sampel sebanyak 30 orang. Adapun hasil yang diperoleh adalah pendapatan rata-rata petani dari usahatani tanaman hias bonsai anting putri sebesar Rp 7.336.167 yang dihitung dari total penerimaan dikurang dengan total biaya produksi. Kemudian didapatkan hasil RC Rasio sebesa 3,75, ini menunjukkan bahwa RC rasio lebih besar dari 1 yang artinya usahatani tanaman hias bonsai anting putri layak diusahakan.
ANALISA PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI KARET ANTARA ANGGOTA DAN BUKAN ANGGOTA UPPB DI DESA LAIS UTARA KECAMATAN LAIS KABUPATEN MUSI BANYUASIN
Kurniawan, Iwan;
Susanti, Eti;
Gultom, Nurlaili Fitri;
Ramadini, Khairunnisa
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 2 No 2 (2024): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
besar terhadap Provinsi Sumatera Selatan. Komoditas karet di Kabupaten Musi Banyuasin menjadi salah satu pencaharian utama bagi sebagian besar masyarakat disana. Total produksi di Tahun 2015 yaitu mencapai 107.340 ton. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Oktober hingga Desember 2019 di Desa Lais Utara Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin. Metode pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer menggunakan metode acak berlapis tak berimbang (disproportionate random sampling), yang terdiri dari 30 sampel petani karet dari populasi yang ada. Adapun hasil yang didapatkan yaitu rata-rata biaya produksi anggota UPPB lebih besar dibanding bukan anggota yaitu sebesar Rp 17.440.442 per tahun, dan rata-rata pendapatan yang diperoleh oleh anggota UPPB sebesar Rp 43.494.028 per tahun, nilai ini jauh lebih besar dibanding rata-rata pendapatan bukan anggota UPPB yaitu Rp 18.590.296 per tahun
PENGARUH PEMBERIAN KASCING DAN PUPUK ORGANIK CAIR AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.) DI POLYBAG
Hasalsyah, Wiwin;
Midranisiah;
Aryani, Ida
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 2 No 2 (2024): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman tomat dengan penambahan bahan organik dalam tanah yang dapat memelihara dan meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan, dengan menggunakan pupuk kascing dan pupuk organik cair air cucian beras dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah serta berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman tomat. Untuk mengetahui pengaruh pemberian kascing dan pupuk organik cair (POC) air cucian beras terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di polybag. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua perlakukan. Perlakuan pertama adalah dosis kascing yang terdiri dari empat taraf dan perlakuan kedua kosentrasi pupuk organik cair air cucian beras terdiri atas tiga taraf sehingga didapat 12 kombinasi. Dimana setiap perlakukan diulang dalam 3 kali, masing- masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman contoh, sehingga diperoleh 144 tanaman. Pemberian dosis kascing sebanyak 200 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.Kosentrasi pupuk organik cair (POC) air cucian beras 100 ml/liter memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.Interaksi perlakuan dosis kascing 200 g/tanaman dan kosentrasi pupuk organik cair (POC) air cucian beras 100 ml/liter memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat
PENGARUH JARAK TANAMAN DAN DOSIS PUPUK FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)
Ramadhan, Muhammad;
Midranisiah;
Katerin Dewi Ed
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 2 No 2 (2024): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman yang berasal dari benua Asia, khususnya India. Faktor penyebab rendahnya produksi kacang hijau di lahan petani antara lain teknik usaha tani yang belum optimal. Pengaturan jarak tanam bertujuan untuk memberikan ruang tumbuh yang optimal bagi tanaman sehingga tanaman dapat memanfaatkan lingkungan secara maksimal bagi pertumbuhannya. Upaya peningkatan budidaya kacang hijau antara lain dengan pengaturan dosis pupuk fosfor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk fosfor dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi kacang hijau. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak terbagi (Split Plot Design) dengan 12 kombinasi dan 3 kali ulangan. Faktor petak utama yaitu jarak tanam terdiri dari T1 = 40 cm x 15 cm, T2 = 40 cm x 20 cm, T3 = 40 cm x 25 cm dan faktor petak yaitu dosis pupuk fosfor terdiri dari F0 = 0 g/tanaman, F1 = 6 g/tanaman F2 = 9 g/tanaman, F3 = 12 g/tanaman. Untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap variabel yang diamati dilakukan Uji BNJ. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 40 cm x 20 cm dan dosis pupuk fosfor 9 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) TERHADAP JARAK TANAM DAN PEMBERIAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR
Rahman, Arip;
Karneta, Railia;
Meihana
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 2 No 2 (2024): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rendahnya produktivitas kentang disebabkan oleh rendahnya kualitas dan kuantitas benih yang kurang memadai, pengendalian hama penyakit yang tidak efektif, serta terbatasnya varietas kentang yang diminati pasar dan faktor lingkungan pertumbuhan yang belum optimal seperti jarak tanam dan penggunaan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap jarak tanam dan pemberian konsentrasi pupuk organik cair. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok yang disusun secara faktorial (RAKF), yang terdiri dari 2 faktor dengan 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali. Tiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman, jumlah tanaman yang diteliti sebanyak 108. Berdasarkan data hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain sebagai berikut :Jarak tanam 40 cm x 80 cm memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada kentang.Pemberian POC dengan konsentrasi 8 ml/l air memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada kentang.Interaksi antara jarak tanam 40 cm x 80 cm dan konsentrasi POC 8 ml/l air (J3P4) memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada kentang.
PENGARUH SISTEM TANAM DAN KONSENTRASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.)
Subari, Pandi;
Delita, Krisna;
Meihana
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 2 No 2 (2024): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peningkatan produksi tanaman terung dilakukan melalui peningkatan pertumbuhan tanaman, dengan cara mempertahankan vigor tanaman. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan pemupukan yang ramah lingkungan seperti pupuk hayati. Pupuk hayati mendukung dalam menyuburkan tanah dan sekaligus mengkonservasi dan menyehatkan ekosistem tanah sehingga tanaman dapat tumbuh sehat dan berproduksi dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan PGPR (Plant Growth Promothing Rhizobacteria) terhadap pertumbuhan dan produksi terung gelatik (Solanum melongena L.) di polybagPenelitian ini menggunakan Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok yang di susun secara faktorial ( RAKF ) dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Tiap unit percobaan terdiri dari 3 tanaman contoh, jadi jumlah seluruh tanaman yang diteliti sebanyak 108 tanaman. Campuran media tanam yang mengandung top soil, sekam padi dan pupuk kandang kotoran kambing dengan komposisi 2 : 2 : 1 memberikan pengaruh baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung gelatik.Pemberian PGPR pada konsentrasi 30 ml/liter air cenderung memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung gelatik.Interaksi perlakuan media tanam yang mengandung top soil, sekam dan pupuk kandang kotoran kambing komposisi 1 : 2 : 3 dengan konsentrasi PGPR 10 ml/liter air memberikan pengaruh terhadap Umur berbunga, Jumlah buah, dan Berat buah
PENGARUH JAMUR TRICHODERMA SP DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.)
Wulandari, Firda;
Delita, Krisna;
Karneta, Railia
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 2 No 2 (2024): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kendala yang sering dihadapi dalam budidaya tanaman cabai adalah unsur hara yang kurang optimal dan serangan organisme pengganggu tanaman. Pemupukan merupakan usaha penting untuk meingkatkan produksi, bahkan sampai sekarang dianggap sebagai faktor dominan dalam produksi pertanian. Penggunaan Trichoderma sp sebagai agen pengendali hayati diharapkan dapat mengurangi ketergantungan dan dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia dalam mengendalikan penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamur Trichoderma sp dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan, tiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sehingga jumlah tanaman yang diteliti sebanyak 108 tanaman. Trichoderma sp 15 g memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik tanaman cabai rawit.Dosis pupuk NPK Mutiara 10 g memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik tanaman cabai rawit.Interaksi antara Trichoderma sp 15 g dan dosis pupuk NPK Mutiara 10 g memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik tanaman cabai rawit
PENGARUH UMUR PINDAH BIBIT DAN DOSIS PUPUK KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSITANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) DI POLYBAG
Ramadania, Vebli;
Meihana;
Katerin Dewi Ed
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 2 No 2 (2024): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Produksi selada yang masih rendah perlu untuk ditingkatkan. Peningkatan produksi dilakukan melalui perbaikan dalam teknik budidaya tanaman selada. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya selada adalah masalah pembibitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur pindah bibit dan dosis pupuk kascing terhadap pertumbuhan tanaman selada. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang di susun secara faktorial dengan menggunkan 2 faktor perlakuan, yaitu perlakuan pertama umur pindah bibit yang terdiri dari 3 taraf dan perlakuan kedua dosis pupuk kascing terdiri dari 4 taraf perlakuan, sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan Umur pindah bibit 7 hss memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman selada di polybag.Pemberian dosis pupuk kascing 45 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman selada di polybag.Interaksi antara umur pindah bibit 7 hss dan dosis pupuk kascing 45 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman selada di polybag. Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman selada yang maksimal dianjurkan sebaiknya menggunakan umur pindah bibit 7 hss dan pemberian dosis pupuk kascing 45 g/tanaman
10.54816 ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DAGING AYAM MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA UMKM AYAM CRISPY 99 DI KOTA PALEMBANG
Wahyuni, Reshi;
Malini, Henny;
Jaya, Fitra Mulia;
Zuliansyah, Muhammad Andri;
Novitasari, Serly
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 1 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64528/agriwana.v3i1.53
UMKM Ayam Crispy 99 adalah salah satu usaha mikro yang bergerak dalam bidang makanan cepat saji dan lokasi usaha berada di Kota Palembang. Dalam pengelolaan persediaan UMKM Ayam Crispy 99 masih menggunakan sistem tradisional. Pemilik usaha biasanya mencatat jumlah ayam yang diperoleh dari pemasok lokal serta jumlah yang terjual sehari sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kuantitas pembelian bahan baku ayam yang efisien untuk memenuhi permintaan konsumen pada UMKM Ayam Crispy 99. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling) di UMKM Ayam Crispy 99 karena merupakan sentra kuliner berbasis ayam yang mengalami kendala dalam pengendalian persediaan bahan baku. Responden penelitian adalah pemilik UMKM Ayam Crispy 99. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung (Idata primer), serta telaah pustaka dan data dari instansi terkait (data sekunder). Data diolah secara kualitatif dan secara kuantitatif untuk analisis perhitungan EOQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode Economic Order Quantity (EOQ) didapatkan bahwa jumlah pesanan paling ekonomis adalah 730 kg, yang secara signifikan akan mengurangi frekuensi pemesanan dan berpotensi menekan total biaya persediaan. Selain itu, perhitungan menunjukkan perlunya persediaan pengaman (safety stock) sebesar 22 kg dan titik pemesanan kembali (Reorder Point/ROP) pada 52 kg untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan kelancaran produksi.