cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 707 Documents
Tingkat Pengetahuan Petani dalam Budidaya Sayuran Dengan Sistem Hidroponik di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Annisa Annisa; Masyhudah Rosni; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8273

Abstract

Budidaya dengan sistem hidroponik memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan budidaya tanaman menggunakan media tanah. Keberhasilan budidaya hidroponik dapat diukur dengan cara mengetahui bagaiamana pengetahuan yang dimiliki oleh petani. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di Kelurahan Cempaka. mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal dengan tingkat pengetahuan petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di Kelurahan Cempaka. Mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di Kelurahan Cempaka. Penelitian ini menggunakan metode survei. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 42 orang dan sampel yang dipilih sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Tingkat pengetahuan petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di Kelurahan Cempaka berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 76,44%. Faktor internal dan eksternal yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat pengetahuan petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di Kelurahan Cempaka adalah pendidikan non formal, pengalaman berusaha tani, intensitas penyuluhan dan keterdadahan media massa. Sedangkan umur dan luas lahan tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat pengetahuan petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik. permasalahan yang dihadapi petani dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik di Kelurahan Cempaka modal usahatani, keterampilan yang dimiliki petani dan pasca panen.
Persepsi Petani Padi terhadap Peran Penyuluh Pertanian di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Milawiyah Milawiyah; Usamah Hanafie; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui persepsi petani padi terhadap peran penyuluh pertanian dan mengetahui permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian di Kecamatan Gambut Kabupeten Banjar. Metode penelitian yaitu dengan menggunakan metode multistage sampling (penentuan sample dengan bertahap) dalam penilitian ini memiliki tiga tahap dalam menentukan sample petani. Pada tahap pertama dalam menentukan tempat penelitian yaitu secara sengaja mengambil Kecamatan Gambut. Pada tahap kedua dalam menentukan Desa yang meliputi dari tiga desa yaitu Desa Malintang, Desa Guntung Papuyu, dan Desa Guntung Ujung dalam pemilihan Desa dalam penelitian ini dengan menggunakan metode acak sederhana, dan pada tahap ketiga dalam menentukan sample petani yaitu dengan mengambil secara acak 2 kelompok tani perdesa. Untuk menentukan jumlah responden keseluruhan dilakukan dengan menggunakan Rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap peran penyuluh pertanian dengan jumlah responden 25 sample petani di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar berada dalam 73,3% sehingga dapat tergolong baik, yang dapat dihitung dengan menggunakan rumus skala likert, dengan jumlah skor pengumpulan data yang di dapat (1.832) yang didapat dari 20 pertanyaan dengan total responden 25 petani. Permasalahan yang di hadapi penyuluh pertanian di Kecamatan Gambut yaitu dalam mendorong keaktifan dan kehadiran petani suatu kegiatan dalam bidang usaha tani yang dapat dilakukan oleh penyuluh pertanian, sulitnya merubah sikap, perilaku, pengetahuan, dan keterampilan dalam menerima informasi atau inovasi, dan kebanyakan petani masih ragu dalam menerapkan suatu inovasi yang diberikan penyuluh, yang menyebabkan penyuluh merasa kesulitan dalam memberi pembelajaran dan inovasi kepada petani mengenai bidang pertanian, sehingga penyuluh harus memberi pendekatan kepada petani secara bertahap agar petani mau menerapkan suatu informasi yang diberikan.
ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Rabiatul Utami; Yusuf Azis; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.631

Abstract

Padi adalah tanaman yang banyak ditanam di Indonesia termasuk di Kalimantan Selatan. Berusahatani Padi memberi untung tinggi, tapi risikonya melebihi tanaman lain, dari harga panen atau gangguan alam contoh kemarau ataupun gangguan hama dan penyakit. Berdasarkan hal tersebut maka, penelitian ini bertujuan: mengetahui perbedaan pemakaian faktor Produksi dalam berusaha padi sawah pada sawah tadah hujan dan rawa lebak, menganalisis pengaruh pemakaian faktor produksi pada produksi dalam usahatani padi serta tahu biaya, penerimaan total dan pendapatan padi sawah di Kecamatan Banua Lawas. Penelitian dilaksanakan dari bulan April 2017 sampai bulan Januari 2018 di Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong. Pemilihan lokasi dilakukan secara secara sengaja. Sampel sebanyak 60 orang petani dengan menggunakan random sampling. Faktor produksi bersama-sama secara nyata mempengaruhi jumlah hasil produksi padi sawah yang di usahakan petani, Pada sawah tadah hujan benih, obat-obatan dan tenaga kerja tidak mempengaruhi produksi padi. Sedangkan faktor produksi lahan dan pupuk berpengaruh secara nyata terhadap produksi padi sawah. Adapun untuk sawah rawa lebak penggunaan faktor produksi seperti benih, pupuk dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara nyata terhadap hasil produksi padi. Sedangkan faktor produksi lahan dan obat-obatan berpengaruh secara nyata terhadap hasil produksi padi sawah, Rata – rata total biaya eksplisit yang dikeluarkan petani sawah tadah hujan adalah sebesar Rp 3.362.006,36/ha sedangkan pada sawah rawa lebak sebesar Rp 4.627.734,25/ha, rata-rata penerimaan yang diterima petani sawah tadah hujan adalah sebesar Rp 16.846.047,41/ha dan pada sawah rawa lebak sebesar Rp 16.893.814,25/ha, Rata–rata total pendapatan yang diterima petani sawah tadah hujan sebesar Rp 13.484.041,05/ha dan sawah rawa lebak sebesar Rp 12.266.080/ha. Dengan demikian pendapatan usahatani sawah tadah hujan lebih tinggi dari sawah rawa lebak.Kata kunci: faktor produksi, fungsi Cobb-Douglass, biaya eksplisit, penerimaan, pendapatan
Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Keripik Singkong Borneo Di Desa Cindai Alus Widia Ariyanti; Umi Salawati; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12264

Abstract

Singkong sangat fleksibel diolah menjadi produk makanan, baik secara langsung maupun tidak langsung maka dari itu munculah sebuah ide mengenai pengembangan produk olahan singkong menjadi salah satu bagian kuliner saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal dan menganalisis strategi pengembangan usaha keripik singkong Borneo dengan analisis SWOT. Tempat penelitian berlokasi di Jalan Kebun Raya No,95 RT 05 Rw 02, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, dimulai sejak bulan April 2023. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan matriks posisi yang diperoleh dari perhitugan bobot X rating diketahui posisi kuadran usaha keripik singkong Borneo terletak pada kuadran V dengan strategi mempertahankan dan pelihara dengan rata rata 2,0 – 2,99. Dari hasil penggabungan dan pencocokan matriks IE melalui hasil IFE dan EFE diperoleh divisi sel 5 yaitu melaksanakan strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Dari hasil analisis SWOT diketahui faktor kekuatan adalah terjaganya kualitas serta kuantitas produk, faktor kelemahan adalah kurangnya promosi dan inovasi baik segi rasa maupun produk, faktor peluang adalah permintaan akan produk keripik singkong cukup tinggi dan harga produk lebih murah dibandingkan produk sejenis, faktor ancaman adalah merek dagang yang tidak dicantumkan dan banyaknya perusahaan sejenis
Analisis Finansial Usahatani Padi Sawah Varietas Mekongga di Desa Pugaan, Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong Nor Misbah; Abdurrahman Abdurrahman; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1303

Abstract

Abstrak. Padi merupakan tanaman yang paling banyak ditanam di Indonesia termasuk di Kalimantan Selatan. Berusahatani padi memberikan keuntungan yang tinggi, tetapi risikonya jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman lain, baik dari harga panen maupun gangguan alam seperti kekeringan serta serangan hama dan penyakit. Lahan yang ada di Kabupaten Tabalong ini rata-rata lahan rawa lebak dan tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani padi sawah varietas mekongga, mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani padi varietas mekongga serta mengetahui tingkat kelayakan usahatani padi sawah varietas mekongga di Desa Pugaan Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pugaan Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong pada bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2019. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Sampel yang digunakan berjumlah 30 orang petani padi, diambil dengan menggunakanmetode simple random sampling. Luas lahan per usahatani dalam penelitian ini adalah 0,81 hektar. Rata-rata total biaya usahatani padi sawah varietas mekongga sebesar Rp 10.416.997,- per usahatani atau Rp 12.860.492,- per hektar. Rata-rata penerimaan usahatani padi sawah varietas mekongga sebesar Rp 16.620.450,- per usahatani atau  Rp 20.518.850,- per hektar. Rata-rata pendapatan usahatani padi sawah varietas mekongga sebesar Rp 13.813.436,- per usahatani atau Rp 17.053.399,- per hektar. Sedangkan rata-rata keuntungan usahatani padi sawah varietas mekongga sebesar Rp 6.203.453,- per usahatani atau Rp 7.658.358,- per hektar. Berdasarkan hasil penelitian usahatani padi varietas mekongga layak di usahakan, karena nilai rata-rata Revenue Cost Ratio adalah 1,56.Kata kunci: analisis finansial, biaya, keuntungan, kelayakan
Analisis Usaha Pupuk Organik Bapak Masdarmaji di Kelurahan Loktabat Selatan Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Denny Mandala Putra; Mira Yulianti; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan yang diperoleh serta kelayakan usaha pupuk organik Bapak Masdarmaji. Penelitian dilaksanakan di lokasi Usaha Pupuk Organik Bapak Masdarmaji di Kelurahan Loktabat Selatan Kota Banjarbaru. Berdasarkan hasil penelitian, besarnya biaya yang dikeluarkan selama Tahun 2021 sebesar Rp 39.799.833. Total penerimaan yang didapatkan sebesar Rp 71.650.000. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 31.850.167. Usaha pupuk organik milik Bapak Masdarmaji mengalami keuntungan dengan tingkat R/C sebesar 1,80 artinya layak untuk dikembangkan karena nilai R/C menunjukan lebih dari 1. Artinya, untuk setiap biaya sebesar Rp 100, maka pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 180. Pupuk organik dengan ukuran 15 kg merupakan pupuk organik yang paling banyak terjual yaitu sebesar 57,43% dibandingkan dengan pupuk organik ukuran 25 kg yaitu sebesar 42,57%. Dari sisi konsumen, pembelian pupuk organik ukuran 15 kg lebih menguntungkan dibandingkan pupuk organik 25 kg. Dengan uang Rp 20.000, konsumen bisa mendapatkan 30 kg pupuk organik dengan membeli 2 karung pupuk organik berukuran 15 kg sedangkan jika konsumen membeli pupuk organik berukuran 25 kg, konsumen hanya mendapatkan 1 karung berisi 25 kg pupuk. Permasalahan yang dihadapi berupa turunnya penjualan pupuk organik, turunnya minat masyarakat dalam menanam tanaman hias, tidak seperti saat awal kasus covid-19. Selain itu, tidak adanya pembukuan yang dibuat oleh Bapak Masdarmaji. Saran yang dapat diberikan peneliti kepada pengusaha yaitu: 1.) Memperluas pemasaran pupuk organik dengan cara memperbanyak tempat yang bisa dititipkan pupuk organik dan pemasaran melalui media elektronik. 2.) Membuat pembukuan agar dapat terlihat jelas keuntungan atau kerugian yang didapatkan. 3.) Menurunkan harga pupuk organik ukuran 25 kg sebesar Rp 5.000 untuk menarik minat konsumen membeli pupuk organik berukuran 25 kg. Selain itu, biaya yang dibutuhkan dalam pembelian karung ukuran 15 kg juga akan berkurang 10% dari biaya sebelumnya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Bawang Daun di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Frendi Kurniawan; Hamdani Hamdani; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk dan pestisida terhadap produksi bawang daun di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan dari Bulan Juli 2022 sampai selesai. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sample acak sederhana (Simple Random Sampling). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cobb-Douglas dan menggunakan metode kuadrat terkecil (OLS = Ordinary Least Squares) pada pendugaan parameter dari fungsi produksi. Hasil penelitian menggunakan faktor variabel luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk dan pestisida, secara bersama-sama signifikan mempengaruhi produksi bawang daun. Peningkatan faktor variabel luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk dan pestisida, secara bersama-sama signifikan mempengaruhi produksi bawang daun sedangkan secara parsial peningkatan variabel benih dengan nilai t hitung sebesar 2.156 dan pupuk nilai t hitung sebesar 3.201 berpengaruh secara nyata (signifikan), sedangkan variable luas lahan, tenaga kerja dan pestisida tidak berpengaruh secara nyata (signifikan). Adapun permasalahan yang dihadapi petani bawang daun di Kelurahan Landasan Ulin Utara yaitu hama penyakit dan ketersedian pupuk subsidi., adapun permasalahan yang dihadapi petani bawang daun di Kelurahan Landasan Ulin Utara yaitu hama penyakit dan ketersedian pupuk subsidi.
Analisis Pendapatan dari Usaha Budidaya Sarang Burung Walet di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah Gemilang Gemilang; Hamdani Hamdani; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan per tahun dan payback period dari usaha budidaya sarang burung walet pada usaha rumah tangga di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukan pendapatan usaha pembudidayaan sarang burung walet di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah dalam kurun waktu 10 tahun sebesar Rp4.202.376.999,00. Pendapatan dari usaha ini akan semakin meningkat semakin lama hal ini dibuktikan oleh hasil dari pengolahan data primer yang menyatakan bahwa rata-rata pendapatan pertahun dari usah pembudidayaan sarang burung wallet selalu meningkat. Jangka waktu pengembalian modal atau payback period dari usaha pembudidayaan sarang burung walet di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah memerlukan waktu ± 3 tahun.
Identifikasi Kearifan Budaya Lokal Pada Usahatani Padi Ladang di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Surya Darma; Luthfi Fatah; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.597

Abstract

Identifikasi terhadap sistem pengetahuan dan teknologi lokal dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kearifan budaya dalam mendayagunakan sumberdaya alam, ekonomi dan sosial secara bijaksana dengan tetap mengacu pada pemeliharaan keseimbangan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kearifan budaya lokal yang ada pada masyarakat adat Dayak Meratus yang mempunyai keterkaitan terhadap usahatani padi ladang di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan. Data terpusat pada kearifan budaya lokal yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan nilai, pengetahuan, teknologi, aturan, kepercayaan, tabu (larangan), sangsi-sangsi dan upacara tertentu dalam pelaksanaan usahatani padi. Hasil penelitian ini menunjukkan Kearifan budaya lokal pada usahatani padi dilahan tugalan/ladang dayak meratus dicirikan dengan adanya pola perladangan gilir balik yang didalam pola tesebut meliputi beberapa tahapan yaitu, penentuan lahan, penyiapan benih, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan dan panen. Serta peran penyuluh sangat penting dalam meningkatkan produksi pertanian terlebih lagi dalam keadaan masyarakat tani yang pola pertaniannya masih tradisional, peran penyuluh untuk meningkatkan kemampuan masyarakat tani baik dalam bentuk pola pikir dan mampu mempengaruhi petani sasaran untuk mengadopsi teknologi baru dan akhirnya meningkatkan kemampuan masyarakat petani yang ada dipedesaan untuk meningkatkan hasil produksi usahataninya dengan tetap memperhatikan kebudayaan lokal yang ada. Kata kunci: kearifan budaya lokal, identifikasi budaya lokal, padi ladang.
TINGKAT PENGETAHUAN PESERTA PELATIHAN CABAI DI KECAMATAN CINTAPURI DARUSSALAM Ayu Wulandari; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13057

Abstract

Cabai merupakan produk dari komoditas pertanian yang fluktuatif. Pada saat musim tertentu, harganya bisa naik berkali-kali lipat, padamomen lain bisa turun drastis yang mengakibatkan petani merugi. Hal ini menjadikan tantangan tersendiri bagi para petani, disamping fluktuasi harga, budidaya sangat rentan dengan kondisi cuaca juga terserang hama dan penyakit. Untuk meminimalisir semua risiko tersebut, biaya untuk budidaya cabai tidaklah sedikit yang artinya petani berani mengambil risiko besar. Diimbangi dengan tingkat pengetahuan, keterampilan, dan usaha petani dalam mengelola usaha tersebut mendapatkan keuntungan besar. Akan tetapi rendahnya tingkat pengetahuan menyebabkan kemampuan dalam menyerap informasi dan menerima teknologi relatif terbatas dan berakibat pada rendahnya kemampuan dalam mengelola usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta pelatihan cabai di Kecamatan Cintapuri Darussalam dan permasalahan yang dihadapi peserta pelatihan. Metode yang digunakan adalah sensus dimana semua pesertapelatihan sebanyak 30 orang menjadi responden. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata tingkat pengetahuan peserta pelatihan cabai berada pada tahapan ‘Memahami’ dengan nilai 49,44% pada kategori Taksonomi Bloom’s. Permasalahan yang dihadapi antara lain terkendala pada kurangnya atau terbatasnya modal untuk memulai ataupun mengembangkan usaha, pupuk yang terbatas dan mahal, fluktuasi harga cabai, cuaca dan kondisi alam, serangan hama dan penyakit pada tanaman cabai.

Page 7 of 71 | Total Record : 707