cover
Contact Name
Ni Nyoman Tri Sukarsih
Contact Email
litera@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
litera@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali, 80361
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Litera : Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 24426865     EISSN : 25487639     DOI : 10.36002
Core Subject : Education,
Jurnal ini menyajikan hasil-hasil penelitian dan hasil pemikiran yang berada pada ranah bahasa dan sastra. Kajian-kajian ilmiah terdiri atas delapan artikel yang menerapkan teori mikro dan makro linguistik untuk membedah fenomena kebahasaan yang ada pada masyarakat. Peran bahasa dan sastra sangat besar terhadap perkembangan dan pembangunan kebahasaan khususnya, yang diharapkan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa secara umum.
Articles 175 Documents
MODES OF PERSUASION IN PRESIDENT JOKO WIDODO’S SPEECH IN 2018 ASEAN WORLD ECONOMIC FORUM: AN ANALYSIS OF POLITICAL DISCOURSE Juniartha, I Wayan; Pratiwi, Desak Putu Eka
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2020): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v6i1.1192

Abstract

ABSTRACTPolitical discourse means the text and talk that related with political issues or activities. Thepolitical issues always become controversial in society, the way that makes certain issues becomecontroversial is the act of the actor of politics, as well as the statements delivered in the form ofpolitical speech. The existence of political speech is becoming an essential part in noticing theinfluence of particular political figures, placing his significant role in conducting a politicalmovement to the public, citizens, or particular group from various categories. Language strategy inpolitics is different and unique since it is used to gain attention and even change people perspective.Modes of persuasion plays a very important role in political speech which mainly aims at persuadingand convincing people. The modes of persuasion, often referred to as ethical strategies or rhetoricalappeals, are devices in rhetoric that classify the speaker's appeal to the audience. This study aims atidentifying and analyzing modes of persuasion used in President Joko Widodo’s Speech in 2018ASEAN World Economic Forum. The data were collected by using observation method and notetaking technique. Qualitative method was used to analyze the collected data. They were analyzedby using theory about modes of persuasion as proposed by Aristotle (1962) who divided modes ofpersuasion into ethos, pathos and logos. Our preliminary finding shows that modes of persuasionhas crucial role in delivering political speech since it has power to control people’s behavior.Keywords: persuasion, political speech, ethos, pathos, logosABSTRAKWacana politik adalah teks dan pembicaraan yang berkaitan dengan masalah atau kegiatan politik.Isu politik selalu menjadi kontroversi di masyarakat, cara yang membuat isu tertentu menjadikontroversial adalah ulah para aktor politik, serta pernyataan yang disampaikan dalam bentukpidato politik. Keberadaan pidato politik menjadi bagian penting dalam memperhatikan pengaruhtokoh politik tertentu, menempatkan perannya yang signifikan dalam melakukan gerakan politikkepada masyarakat, warga negara, atau kelompok tertentu dari berbagai kategori. Strategi bahasadalam politik berbeda dan unik karena digunakan untuk menarik perhatian bahkan mengubah carapandang orang. Cara persuasi memainkan peran yang sangat penting dalam pidato politik yangterutama bertujuan untuk membujuk dan meyakinkan orang. Cara persuasi, sering disebut sebagaistrategi etis atau retoris, adalah alat retorika yang mengklasifikasikan daya tarik pembicara kepadaaudiens. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis mode persuasi yangdigunakan dalam Pidato Presiden Joko Widodo di ASEAN World Economic Forum 2018.Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan teknik mencatat. Metode kualitatifdigunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan. Mereka dianalisis dengan menggunakanteori tentang mode persuasi seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles (1962) yang membagi modepersuasi menjadi ethos, pathos dan logos. Temuan awal kami menunjukkan bahwa mode persuasiLitera Jurnal Bahasa Dan Sastra 2020memiliki peran penting dalam menyampaikan pidato politik karena memiliki kekuatan untukmengontrol perilaku orang.Kata kunci: persuasi, pidato politik, etos, pathos, logo
VERBAL ABUSE BY PARENT WHEN ASSISTING CHILDREN DURING ONLINE LEARNING AT HOME IN KEROBOKAN BALI Dewi, Si Putu Agung Ayu Pertiwi; Purwaningsih, Ni Komang
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2021): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v7i1.1415

Abstract

ABSTRACTParents' verbal abuse on their children often happens consciously or unconsciously. This occursbecause the impact of verbal abuse is not as direct as physical violence. Children are like plainwhite canvases that are ready to be swept with various colors because children cannot or do nothave sufficient knowledge to distinguish certain things, especially in the things they receivefrom their families such as verbal abuse and also children will easily absorb what he heardwithout having to think about it first. The impact of verbal abuse can cause hurt feelings thatcause children to think as they often say to their parents. This study aims at identifying andclassifying the types of verbal abuse by parents when assisting children in online learning athome in Kerobokan Village, Kuta Utara, Badung, Bali. The method used in this research wasthe qualitative method, the phenomenological approach was chosen because it describes themeaning of the subject's experience of the phenomenon being studied. There are several stepstaken in carrying out the research by searching for data, managing data, and presenting existingdata. In the process of searching for data, researchers used the method of recording, writing,and observing. The study found that the classification of verbal violence that is spoken byparents to children during online learning is a curse, intimidation, words that belittle orembarrassing and criticizing, and the psychological impact on the child. From the results of thisresearch, it can be concluded that verbal violence harms children, parents are more patient inaccompanying their children, are more able to select and sort words and sentences that can buildchildren's self-confidence.Keywords: children, abuse, verbal, violenceABSTRAKPelecehan verbal orang tua kepada anaknya sangat sering terjadi secara sadar atau tidaksadar. Ini terjadi karena dampak pelecehan verbal tidak langsung seperti kekerasan fisik. Anakibarat kanvas putih polos yang siap disapu dengan berbagai warna karena anak tidak dapatatau tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk membedakan hal-hal tertentu, terutamadalam hal-hal yang mereka terima dari keluarganya seperti caci maki dan juga anak akandengan mudah menyerap apa yang ia terima. mendengar tanpa harus memikirkannya terlebihdahulu. Dampak pelecehan verbal dapat menimbulkan rasa sakit hati yang menyebabkan anakberpikir seperti yang sering mereka ucapkan kepada orang tuanya. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi dan mengelompokkan jenis-jenis kekerasan verbal yang dilakukanorang tua saat mendampingi anak dalam pembelajaran online di rumah di Desa Kerobokan,Kuta Utara Badung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif,pendekatan fenomenologi dipilih karena menggambarkan makna pengalaman subjek terhadapfenomena yang diteliti. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam melakukan penelitian yaitu dengan mencari data, mengelola data, dan menyajikan data yang ada. Dalam prosespencarian data, peneliti menggunakan metode pencatatan, penulisan, dan observasi.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa klasifikasi kekerasan verbalyang diucapkan oleh orang tua kepada anak selama pembelajaran online adalah makian,intimidasi, perkataan yang meremehkan atau memalukan dan mengkritik, serta berdampakpsikologis pada anak. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kekerasan verbalmerugikan anak, orang tua lebih sabar dalam mendampingi anaknya, lebih mampu memilihdan mengurutkan kata dan kalimat yang dapat membangun rasa percaya diri anak.Kata kunci: anak, pelcehan, verbal, kekerasan
SPEAKING ABILITY IN ENGLISH PRONUNCIATION IN THE FORM OF A PHONETIC TRANSCRIPTION Lindawati, Ni Putu
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2021): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v7i1.1416

Abstract

ABSTRACTSpeaking is one of the language skills that have a crucial function in performing humanlanguage ability. Together with the other three language skills, the speaking domain could beincreased continuously, and this stage could be done in the classroom learning system. In theEnglish level of pronunciation, the students often face an obstacle in doing it. The difficultpronunciation and the interference of first language, make their performances are not in thebest stage. Sometimes, this could lead the students reluctant to try speaking when they have topractice in class. Increasing speaking skills, it is required specific techniques and strategies.The most important one is they need to have a sustainable practice to increase their skillsgradually and significantly.Keyword: Speaking, pronunciation, first language, a specific strategy, practiceABSTRAKBerbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang memiliki fungsi penting dalammenampilkan kemampuan berbahasa manusia. Bersama dengan ketiga keterampilan bahasalainnya, ranah berbicara dapat ditingkatkan secara terus menerus, dan tahap ini dapatdilakukan dalam sistem pembelajaran di kelas. Dalam pelafalan bahasa Inggris, siswaseringkali menghadapi kendala dalam melakukannya. Pelafalan yang sulit dan gangguanbahasa pertama, membuat penampilan mereka tidak dalam tahap terbaik. Terkadang, hal inidapat menyebabkan siswa enggan mencoba berbicara ketika harus berlatih di kelas. Untukmeningkatkan keterampilan berbicara, diperlukan teknik dan strategi khusus. Yang palingpenting adalah mereka perlu memiliki praktik yang berkelanjutan untuk meningkatkanketerampilan mereka secara bertahap dan signifikan.Kata kunci: Berbicara, pengucapan, bahasa pertama, strategi tertentu, latihan
THE FUNCTION OF SLANG USED IN THE FATE AND FURIOUS MOVIE Utami, Ni Made Verayanti; Ariyaningsih, Ni Nyoman Deni; Nadila, Ni Kadek Sinta Sri
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2021): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v7i1.1417

Abstract

ABSTRACTThe study concerns with the slang words used in the Fate of the Furious movie. The studyaims to analyze the types of slang, the meaning of slang and the function of slang used in Fateof the Furious movie. This study used qualitative approach and the data collection was basedon observation method by downloading the movie and movie script, watching the movie,looking through the scene and taking note. The theoretical framework of the study is based onLeech’s five types of language function (1981) and the theory proposed by Chapman (2007)about two two kind of slangs: primary slang and secondary slang. The meanings of slang weretaken from some online dictionaries that related to slang. This study reveals that there are 25slangs which is found in Fate of the Furious movie. From the data, there are 22 primary slangsand 3 secondary slangs found. The meaning of slang mostly related to informational functionwhich is focused on the speaker tends to inform something to the other characters in the movie.From the analysis of the meaning, it can be concluded that the meanings of slang words vary.Keywords: slang, types, meaning, function, Fate of the Furious movie.ABSTRAKStudi ini berkaitan dengan kata gaul dan yang terjadi dalam film Fate of the Furious. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis bahasa gaul, makna bahasa gaul, dan fungsibahasa gaul yang digunakan dalam film Fate of the Furious. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dan pengumpulan datanya berdasarkan metode observasi denganmengunduh film dan naskah film, menonton film, melihat-lihat adegan dan mencatat. Teoriyang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada Leech (1981) tentang lima jenis fungsibahasa dan juga menggunakan teori yang dikemukakan oleh Chapman (2007) tentang dua jenisbahasa gaul: bahasa gaul primer dan bahasa gaul sekunder. Makna bahasa gaul diambil daribeberapa kamus online yang terkait dengan bahasa gaul. Studi ini mengungkapkan bahwa ada25 bahasa gaul yang ditemukan dalam film Fate of the Furious. Dari data tersebut ditemukan22 bahasa gaul primer dan 3 bahasa gaul sekunder. Makna bahasa gaul yang sebagian besarterkait dengan fungsi informasional yang difokuskan pada pembicara cenderungmenginformasikan sesuatu kepada karakter lain dalam film. Dari analisis makna tersebutdapat disimpulkan bahwa makna bahasa gaul itu bermacam-macam.Kata kunci: gaul, jenis, makna, fungsi, film Fate of the Furious.
THE STUDENTS’ RESPONSES ON THE USE OF VIDEO CONFERENCE IN LEARNING ENGLISH Purnama, I Gusti Agung Vony
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2021): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v7i1.1418

Abstract

ABSTRACTThis study aims to investigate the students’ responses to the use of video conference MicrosoftTeams Meeting as a tool in conducting distance learning for English subject. Some theories onthe students’ responses and the results of the previous studies were used as the literaturereviews. Students' interviews were used as the data source of this study. The sampling methodwas used in this study. The finding shows that there were positive and negative responses onthe use of video conference as a tool in English learning subject. There were positive responsesregarding the use of materials on the online meeting through Microsoft Teams, positiveresponse based on the students' character, and also positive response based on the method usedin Microsoft Teams meeting. Moreover, students felt more comfortable and enjoyed the onlineclass meeting because they can face the lecturer virtually without afraid of being criticized bythe other students. On the other hand, it was also revealed the negative responses on the limitedtime given particularly in practicing writing skill, negative response based on student'scharacter, and negative responses regarding the lack of the internet connection in conductingthe teaching and learning process on the Microsoft Teams meeting.Key words: Students’ responses, Distance learning, Microsoft Team MeetingABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan konferensivideo Microsoft Teams Meeting sebagai alat dalam melakukan pembelajaran jarak jauh untukmata kuliah bahasa Inggris. Beberapa teori tentang tanggapan siswa dan hasil penelitiansebelumnya digunakan sebagai bahan kajian pustaka. Wawancara siswa digunakan sebagaisumber data dan metode pengambilan sampel digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat tanggapan positif dan negatif terhadap penggunaan konferensivideo sebagai alat bantu dalam pembelajaran bahasa Inggris. Terdapat tanggapan positifterkait penggunaan materi pada pertemuan daring melalui Microsoft Teams yaitu tanggapanpositif berdasarkan karakter siswa, serta tanggapan positif berdasarkan metode yangdigunakan dalam pertemuan Microsoft Teams. Selain itu, mahasiswa merasa lebih nyamandan menikmati pertemuan kelas secara daring karena dapat berhadapan langsung dengandosen secara virtual tanpa takut dikritik oleh mahasiswa lain. Di sisi lain, terungkap pulatanggapan negatif mengenai keterbatasan waktu yang diberikan khususnya dalam melatihketerampilan menulis, tanggapan negatif yang didasarkan pada karakter siswa, dantanggapan negatif mengenai kurangnya koneksi internet dalam melaksanakan proses belajarmengajar di Microsoft Teams.Kata kunci: Respon siswa, Pembelajaran jarak jauh, Microsoft Team Meeting
MAKNA DAN GENDER YANG TERCERMIN DALAM PERIBAHASA JEPANG Putri, Putu Zalsa Swandari; Yadnya, Ida Bagus Putra; Purnawati, Ketut Widya
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2021): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v7i1.1419

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan gender yang tercermin dalamperibahasa Jepang. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk menjabarkan mengenai peranangender berdasarkan konsep nature dan nurture (sosial/kultural). Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan makna dan peranangender antara laki-laki dan perempuan dalam peribahasa Jepang. Data dalam penelitian iniyaitu berupa teks yang diambil dari buku dan internet dengan menggunakan percakapan antartokoh. Penelitian ini ditempuh dengan tiga tahap yaitu pengumpulan data, analisis data, danpenyimpulan hasil analisis data. Dari hasil penelitian ini, terdapat lima peribahasa yangmencerminkan peranan gender. Tiga peribahasa menggambarkan peran seorang perempuandan dua peribahasa menggambarkan peran laki-laki di dalam masyarakat. Sedangkan dalamkonsep gender ditemukan masing-masing peribahasa dengan menggunakan konsep nature dannurture baik menggambarkan peranan laki-laki ataupun perempuan.Kata Kunci: Peribahasa Jepang, Makna, GenderABSTRACTThis study aims to determine the meaning reflected in Japanese proverbs. In addition,this study was conducted to describe the gender roles based on the concept nature and nurture(social or cultural). The method used in this study is a descriptive qualitative method, whichdescribes the meaning and gender roles between men and women in Japanese proverb. Thedata in this study consists of text from the book and internet using a daily conversation betweencharacters. This research was conducted in three stages namely; data collection, data analysis,and conclusion of the results of data analysis. The results of this study are five proverbs thatreflect gender roles. Three proverbs describe the role of women and two proverbs describe therole of men in society. Whereas in the gender concept of gender each proverb is found usingthe concept of nature and nurture to both describe the roles of men and women.Keywords: Japanese proverb, meaning, gender
BAHASA WARNA DALAM KONTEKS BUDAYA BALI Mekarini, Ni Wayan
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2021): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v7i1.1420

Abstract

ABSTRAKManusia adalah makhluk homo sapiens yang mampu berpikir dan menyampaikan pemikirandan gagasannya melalui bahasa baik bahasa verbal maupun nonverbal. Bahasa verbalmenggunakan kata-kata baik disampaikan secara lisan maupun tertulis. Sebaliknya, bahasanonverbal diaplikasikan dengan simbol. Eksistensi kedua jenis bahasa tentu hidup dimasyarakat mengingat tidak semua objek dapat diwakilkan dengan kata-kata secaramenyeluruh. Contoh bahasa nonverbal seperti gerakan mengepalkan jemari yang berartimemberi semangat, membuka tangan berarti tidak tahu, atau melambaikan tangan berartiselamat berpisah. Penggunaan bahasa warna sebagai salah satu bentuk bahasa nonverbalmerujuk pada pilihan warna beserta arti yang diwakilinya, misalnya tampak pada warnabendera, warna dinding, warna pakaian dan cat rambut. Bahasa warna dalam budaya Balimemiliki arti tersendiri direalisasikan dalam persembahan canang, segehan maupun caru.Setiap arah angin diwakili oleh warna tertentu sekaligus merujuk pada dewa penguasa mataangin tersebut. Warna hitam dipakai untuk arah utara dan mengangungkan dewa Wisnu. Warnaputih untuk arah timur sekaligus memuja dewa Iswara. Merah di selatan sebagai bentukpenghormatan kepada Dewa Brahma. Kuning di arah barat untuk pemujaan Dewa Mahadewa,sedangkan warna campuran (brumbun) di tengah sebagai bentuk pemujaaan bagi Dewa Siwa.Komposisi warna tersebut bersumber pada Dewa Pengider-Ider yang menguasai penjuru bumisesuai ajaran Hindu. Dengan demikian, warna tidak saja suatu bias cahaya yang ditangkap mata,melainkan mengandung nilai yang lebih dalam menyangkut keyakinan. Melalui warna tersebutmasyarakat Bali memuja keagungan dewata dan berbakti kepadaNya.Kata Kunci: bahasa nonverbal, simbol, warna, budaya Bali.ABSTRACTHumans are homo sapiens with the capability of thinking and conveying their thoughts andideas through language, both verbal and nonverbal. Verbal language uses words which isdelivered orally or written down. In the other side, nonverbal language is applied with symbols.The existence of these two types of language certainly lives in society since not all objects canbe explained completely by words. Examples of nonverbal language such as put a fist whichmeans encouraging or supporting, opening hands means have no ideas, or waving meanssaying goodbye. The use of color as a form of nonverbal language refers to the choice of colorsand the meanings they represent, for example flag colors, wall, uniform or hair paint. Thelanguage of color in Balinese culture has its own meaning which is realized in the offerings ofcanang, segehan and caru. In Bali, each direction is represented by a certain color and at thesame time refers to the god who rules it. The black color is used for the north and representDeva Vishnu. White color for the east to worship Deva Iswara. Red in the south as a form ofrespect for Deva Brahma. Yellow in the west is for worshiping Deva Mahadeva, while the mixedcolor (brumbun) in the middle is a form of worship for Deva Shiva. The color compositionoriginates from the God of Pengider-Ider who rules over the earth according to Hindu belief. Thus, color is not only a bias of light that is captured by the eyes, but contains a deeper valueregarding belief. Through certain colors, the Balinese people express the greatness of gods andworship Him.Keywords: nonverbal language, symbol, colors, Balinese culture
THE FUNCTIONS OF FLOATING MAXIM THAT UTTERED BY CHARACTERS OF THE HUNGER GAMES MOVIE Adiari, Ni Putu Yuana Jelita; Maharani, Putu Devi; Utami, Ni Made Verayanti
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2021): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v7i1.1421

Abstract

ABSTRACTBased on Grice's theory (1989), cooperative principle makes communication becomeunderstandable so that the meaning of the utterances can be well received by the interlocutor.However, in daily lives, this principle is often floated by the speaker and interlocutor becausesometimes the speakers want the interlocutor to get the meaning of the utterances that cannotbe expressed explicitly. This violation is known as floating maxim. This study aims to explorethe functions of floating maxims that occurs in conversations between characters in the movieentitled The Hunger Games. The function refers to the speech act theory, in which Searle(1979) states that there are five points of speech acts, namely functioning as representative,directive, commissive, expressive and declarative. The methods used in this research areobservational and qualitative methods, by watching movies and reading the script of themovie’s conversation while taking notes the conversations that contain floating maxim,classifying the functions of floating maxim occurred by Searle's (1979) theory and supportedby theory of context situation by Halliday (1985). The results of this study indicate that thereare 30 floating maxim obtained, 19 data (63%) have function as representatives, five data(17%) have function as directive statements, one data (3%) has function as commissivestatements and 5 data (17%) have functions as expressive utterance.Keywords: Floating maxim, function, movieABSTRAKDalam teori Grice (1989), prinsip kerjasama dalam sebuah komunikasi akan membantukomunikasi menjadi lancar dan dimengerti oleh penutur dan mitra tutur sehingga maksud dariujaran dapat diterima baik. Namun dalam kesehariannya, prinsip ini sering dilanggar olehmitra tutur karena penutur ingin mitra tutur menangkap maksud ujarannya yang tidak bisadiutarakan secara eksplisit. Pelanggaran ini dikenal dengan pelanggaran maksim. Penelitianini bertujuan untuk mencari fungsi pelanggaran maksim yang terjadi dalam percakapan antartokoh pada film berjudul The Hunger Games. Fungsi yang dimaksud mengacu pada teoritindak tutur, yang mana Searle (1979) menyebutkan ada lima poin tindak tutur yakni berfungsisebagai representatif, direktif, komisif, ekspresif dan deklaratif. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode observasi dan kualitatif, dengan cara menonton film danmencatat percakapan yang mengandung pelanggaran maksim, mengklasifikasikan fungsipelanggaran maksim dengan teori Searle (1979) yang didukung dengan teori konteks olehHalliday (1985). Hasil penelitian ini menunjukkan dari 30 pelanggaran maksim yangdiperoleh, terdapat 19 data (63%) berfungsi sebagai representatif, lima data (17%) berfungsisebagai pernyataan direktif, satu data (3%) berfungsi sebagai pernyataan komisif dan 5 data(17%) berfungsi sebaai pernyataan ekspresif.Kata kunci: Pelanggaran maksim, fungsi, film
CODE SWITCHING AMONG YOUNG GENERATION ON INSTAGRAM Nanda, Devana
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v7i2.1469

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to analyze and describe the types and the functions of code switching onInstagram photo captions. The data was taken from Instagram, and was in the form of photo captionsthat fit the criteria of the purposive sampling technique. For the data collection, a qualitative methodwas used. This research applies the theory proposed by Romaine (1995) to classifying the types of codeswitching, and the theory proposed by Appel and Muysken (2005) to describe the function of codeswitching. The results of the study indicate that three types of code switching are found, but of the threetypes of code switching, intra-sentential switching is the most frequently used. The frequent functionsthat occur are referential functions, metalinguistic functions, phatic functions and poetic functions.Keywords: Code switching, The types of Code Switching, The function of Code Switching, InstagramABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis alih kode dan fungsi alih kode dalamketerangan foto Instagram. Data diambil dari Instagram, dan berbentuk keterangan foto yangmemenuhi kualitas dari teknik purposive sampling. Untuk pengumpulan data digunakan metodekualitatif. Penelitian ini menerapkan teori yang diusulkan oleh Romaine (1995) untukmengklasifikasikan jenis alih kode, dan teori yang diusulkan oleh Appel dan Muysken (2005) untukmenggambarkan fungsi alih kode. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tiga jenis alih kode yangditemukan, tetapi dari ketiga jenis alih kode, alih kode intrakalimat yang paling sering digunakan.Fungsi yang sering terjadi adalah fungsi referensial, fungsi metalinguistik, fungsi phatic dan fungsipoetic.Kata kunci: Alih Kode, Jenis Alih Kode, Fungsi Alih Kode, Instagram
PSYCHOLOGICAL ANALYSIS OF HARLEY QUINN’S PERSONALITY IN “BIRDS OF PREY” MOVIE Wirawan, I Putu Andy
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v7i2.1470

Abstract

ABSTRACTThis study analyzies the psychological analysis of Harley Quinn as the main character in “Birdsof Prey” movie. Theory of Human Motivation proposed by Maslow (1970) was used to analyzeHarley’s personality through the fulfillment of five-level needs that can show her personality;namely physiology, safety, love and belongingness, esteem, and self-actualization needs.“Birds of Prey” movie with the scope of limitation of Harley’s speeches, actions, and dialoguesare chosen as the source of data. The data were collected qualitatively and analyzed applyingthe theory of Human Motivation. The findings were presented descriptively with descriptionsin sentences and paragraphs. As the result, Harley shows herself as a kind, dramatic, vicious,realistic, optimistic, trustworthy, and independent woman. The way how Harley fulfilled allneeds and the motivation behind each of them are the overviews of her personality. A desire oflooking for emancipation causes Harley to fulfill the five needs that indirectly show herpersonality.Keywords: psychology, Harley Quinn, personality, human motivation theoryABSTRAKKajian ini membahas tentang analisis psikologis Harley Quinn sebagai pemeran utama dalamfilm “Birds of Prey”. Teori Human Motivation yang dikemukakan oleh Maslow (1970)digunakan untuk menganalisis kepribadian Harley melalui pemenuhan lima tingkat kebutuhanyang dapat menunjukkan kepribadiannya; yaitu kebutuhan fisiologi, keamanan, cinta dankepemilikan, harga diri, dan aktualisasi diri. Film “Birds of Prey” dengan cakupan batasancara bicara, aksi, dan dialog Harley dipilih sebagai sumber data. Data dikumpulkan secarakualitatif dan dianalisis dengan menggunakan teori Human Motivation. Hasil penelitiandisajikan secara deskriptif dengan uraian dalam kalimat dan paragraf. Sebagai hasilnya,Harley menunjukkan dirinya sebagai wanita yang baik hati, dramatis, kejam, realistis, optimis,dapat dipercaya, dan mandiri. Cara Harley memenuhi semua kebutuhan dan motivasi dibaliknya adalah gambaran umum tentang kepribadiannya. Keinginan mencari emansipasimenyebabkan Harley memenuhi lima kebutuhan yang secara tidak langsung menunjukkankepribadiannya.Kata kunci: psikologi, Harley Quinn, kepribadian, teori human motivation

Page 9 of 18 | Total Record : 175