cover
Contact Name
Yaumal Arbi
Contact Email
yaumalarbi@ft.unp.ac.id
Phone
+628116696300
Journal Mail Official
sipil@ft.unp.ac.id
Editorial Address
Jln Hamka, Padang Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Civil Engineering and Vocational Education
ISSN : 26226774     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.24036/cived
CIVED Is a periodical scientific journal published three times a year, in March, June and September by the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Padang State University. The CIVED journal is a medium for publishing the results of scientific research by students, academics, practitioners and observers in the field of civil engineering including structure, construction management, water resources management, transportation, geotechnical, environmental engineering and learning.
Articles 299 Documents
Rancang Bangun Desain Elemen Struktur Balok pada Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Sandra, Nevy; Sabrina, Mona Indria; Yusmar, Fajri
CIVED Vol. 9 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v9i3.354112

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang berada pertemuan tiga lempeng aktif yaitu, lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik dan juga berada pada jalur cincin api atau ring of fire, menyebabkan sering terjadinya gempa bumi di Indonesia. Dalam perencanaan bangunan seperti Sistem Rangka Pemikul Khusus (SRPMK) yang merupakan bagian dari Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPM) yang memang digunakan pada wilayah dengan resiko tinggi terhadap gempa bumi. Proses perancangan suatu bangunan gedung maupun non gedung menggunkan aplikasi penunjang Teknik Sipil seperti, untuk menganalisis struktur bangunan menggunakan aplikasi SAP 2000 atau ETABS. Adapun tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat sebuah aplikasi komputer untuk perhitungan kebutuhan baja tulangan untuk menahan momen lentur pada SRPMK dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net versi 2013.Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan terhadapap pruduk berupa aplikasi DSB SRPMK didapatkan dari rumus validitas percentages correction nilai persentase dari ahli materi sebesar 80% dengan kategori kelayakan ‘Baik’ dan untuk ahli media didapatkan nilai persentase sebesar 93.4% dengan kategori kelayakan ‘Sangat Baik’. Sedangkan dari hasil perbandingan ketiga software yang digunakan untuk pembanding hasil perhitungan kebutuhan baja tulangan pada elemen stuktur balok SRPMK dengan menggunakan aplikasi SAP 2000, Microsoft Excel, dan aplikasi DSB SRPMK, didapatkan nilai persentase sebesar 95% dengan kategori kelayakan ‘Sangat Baik’.
Desain Peta Irigasi Petak Tersier L1 Ta Sunua Tengah Daerah Irigasi Batang Anai II Arbi, Yaumal; Chandra, Arief
CIVED Vol. 9 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v9i3.355112

Abstract

Penelitian ini membahas tentang desain peta irigasi petak tersier L1 TA Sunua Tengah Daerah Irigasi Batang Anai II yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dokumen perencanaan berupa peta irigasi petak tersier L1 TA Sunua Tengah dan gambar penampang saluran. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data SHP batas desa maret 2020, SHP Kab. Padang Pariaman, data bahan kontur DEM SRTM 30 m Sumatera Barat, citra satelit google earth pro, data GPS dilapangan dan data skema jaringan Irigasi Batang Anai II. Untuk selanjutnya diolah pada program aplikasi global mapper v.20 dan arcgis 10.8 mengikuti standar kriteria perencanaan irigasi KP-07. Berdasarkan data skema jaringan Irigasi Batang Anai II dan standar kriteria perencanaan irigasi KP-05 di dapatkan dimensi saluran tersier L1 TA Sunua Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bangunan sadap tersier berada pada elevasi tertinggi yaitu 16 m, dan elevasi sawah terendah berada pada elevasi 6 m, panjang saluran tersier keseluruhan 422 m, diantaranya saluran tersier (T1-T2) yaitu 172 m, saluran tersier (T2-T3) 170 m dan saluran tersier (T3-K1) yaitu 80 m. Untuk saluran kuarter keseluruhan 1640 m diantaranya kuarter a1 yaitu 290 m, saluran kuarter b1 90 m, saluran kuarter c1 490 m, saluran d1 yaitu 440 m dan saluran kuarter e1 yaitu 330 m. Untuk jarak antara saluran pembuang dan kuarter yaitu antara 167 m hingga 290 m. 5. Untuk luasan persawahan yang tidak bisa diairi yaitu persawahan pada elevasi 17 m dan 18 m, seluas 4 Ha. Sedangkan untuk dimensi saluran tersier L1 TA Sunua Tengah Jaringan Irigasi Batang Anai II yang didapatkan yaitu b = 0.3 m, H = 0.5 m, Q = 0,0668 m3/det, V = 1.23 m/det dan kemiringan dasar saluran 0,00355.
Penilaian Indeks Kerentanan Infrastruktur Sanitasi Kota Padang dalam Menghadapi Skenario Bencana Gempa dan Tsunami Zamzamy, Ary; Helard, Denny; Hidayat, Benny
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.356112

Abstract

Kota Padang berada pada jalur Ring of Fire yang memiliki risiko yang cukup besar terhadap ancaman gempa dan tsunami yang juga berdampak terhadap fasilitas infrastruktur sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian kerentanan infrastruktur sanitasi saat menghadapi skenario bencana gempa dan tsunami di Kota Padang. Metode yang dipakai dengan memberikan bobot nilai kerentanan melalui pendekatan & penyesuaian. Nilai kerentanan yang diperoleh berupa 1 untuk tingkat kerentanan rendah dan 3 untuk kerentanan tinggi dengan menghitung setiap parameter fasilitas sanitasi. Hasil penilaian kerentanan fasilitas sanitasi terhadap skenario gempa berada pada tingkat kerentanan rendah. Hasil penilaian kerentanan terhadap skenario tsunami memiliki nilai yang beragam, diantaranya 26,3% sistem drainase primer memiliki kerentanan rendah, 68,4% lainnya memiliki kerentanan tinggi. TPA memiliki kerentanan rendah. 78,7% kontainer sampah memiliki kerentanan tinggi dan 21,2% memiliki kerentanan rendah. IPLT memiliki kerentanan kerentanan tinggi. 44,7% TPST3R memiliki nilai kerentanan tinggi dan sisanya memiliki tingkat kerentanan rendah. 55% IPAL komunal memiliki nilai kerentanan rendah dan 45% memiliki kerentanan tinggi. Rekomendasi yang diberikan kepada Pemkot Padang yaitu mengaplikasikan metode pembangunan sesuai standar dan peraturan terkait cara membangun fasilitas di daerah rawan bencana gempa dan tsunami serta mengaplikasikan teknologi yang diperlukan pada banguunan sanitasi agar mampu bertahan terhadap bencana gempa dan tsunami.
Studi Analisis Dampak Lalu Lintas dari Pengembangan Kawasan Pantai Tiku Kabupaten Agam Prices, Afrizal Putra; Yossyafra, Yossyafra; Purnawan, Purnawan
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.357112

Abstract

Kabupaten Agam merupakan salah satu kabupaten terbesar yang ada di provinsi Sumatera Barat. Didalam Kabupaten Agam tersebut terdapat salah satu kawasan wisata yaitu kawasan wisata Pantai Tiku yang berada di kecamatan Tanjung Mutiara. Berdasarkan tinggi dan pesatnya pengunjung di kawasan Pantai Tiku tersebut maka dilakukan pengembangan kawasan wisata pantai Tiku di Kabupaten Agam tersebut yang nantinya akan berdampak positif terhadap kepuasan pungunjung yang nantinya akan lebih besar menarik minat wisatawan berkunjung ke kawasan wisata Pantai Tiku. Selain berdampak positif pengembangan tersebut juga berdampak negatif seperti teningkatan volume lalulintas akan menimbulkan ketidakseimbangan antara jumlah lalulintas yang di bangkitkan dan kapasitas jalan di sekitar kawasan pantai Tiku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lalulintas disekitar kawasan akibat pengembangan kawasan wisata pantai Tiku. Analisis yang dilakukan meliputi analisis bangkitan dan tarikan, analisis kinerja ruas jalan, dan analisis penanganan dampak lalulintas pada kondisi lalu lintas eksisting, masa konstruksi dan operaional. Hasil penelitian menunjukkan bahw pada kondisi lalu lintas eksisting didapatkan nilai V/C Ratio pada ruas jalan raya Tiku sebesar 0,25 dengan tingkat pelayanan B, kemudian pada kondisi lalu lintas masa konstruksi memiliki nilai V/C ratio sebesar 0,28 dengan tingkat pelayanan B pada tahun 2023 dan 0,29 dengan tingkat pelayanan masih B pada tahun 2024, kemudian selanjutnya pada kondisi lalu lintas masa operasional pada ruas jalan raya Tiku memiliki nilai V/C ratio sebesar 0,30 dengan tingkat pelayanan B pada tahun 2025 dan 0,38 dengan tingkat pelayanan masih B pada tahun 2030 atau 5 tahun setelah pengembangan.
Analisis Tingkat Pelayanan terhadap Kinerja Persimpangan berdasarkan Metode HCM 2000 Tripoli, Bambang; Djamaluddin, Rahmat; Refiyanni, Meidia; Hatta, Heri
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.358112

Abstract

Meulaboh memiliki pertemuan jalan atau simpang, salah satunya Simpang Gunong Kleng tak bersinyal berada di Sta 08+000 lintas jalan nasional arah Barat - Selatan Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Rutinitas simpang di pengaruhi mahasiswa menuju ke kampus Universitas Teuku Umar dan TNI AD menuju ke Batalyon Infanteri 116/Garda Samudera (Yonif 116/GS) Alue Peunyareng, dan sebagainya. Kajian ini meneliti tentang analisis tingkat pelayanan (LoS) terhadap kinerja simpang berdasarkan metode HCM 2000. Permasalahan yang diangkat dan juga menjadi tujuan penelitian berapa besar kinerja simpang terhadap volume arus, critical gap dan follow up time, kapasitas, derajat kejenuhan, panjang antrian dan delay serta pengaruh nilai akhir LoS. Penelitian dilaksanakan pada Simpang Gunong Kleng (tipe 324M) dengan radius setiap lengan 100 meter. Pengamatan 3 hari selama 6 jam per hari. Hasil perhitungan menunjukkan, besaran volume lalu lintas dari pergerakan V1 = 845 veh/h, V2 = 3703 veh/h, V3 = 3464 veh/h, V4 = 252 veh/h, V5 = 281 veh/h, dan V6 = 557 veh/h. Kapasitas yang terjadi, dilihat dari pergerakan 5 = 281 veh/h, 6 = 557 veh/h, 1 = 845 veh/h, dan 4 = 252 veh/h. Derajat kejenuhan, menunjukan pergerakan 5 = 0.05, 6 = 0.09, 1 = 0.10, dan 4 = 0.03. Control delay pada pergerakan 5 = 5.62 s/veh, 6 = 5.65 s/veh, 1 = 5.50 s/veh dan 4 = 5.46 s/veh. Hasil akhir dari LoS simpang tersebut dari pergerakan (1, 4, 5 dan 6), menunjukkan tingkat A.
Analisis Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas (Studi Kasus: Rute Kota Padang-Arosuka-Solok Sitinjau Lauik) Sari, Mesla PutriPermata; Oktavian, Oktavian
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.359112

Abstract

Seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Sitinjau Luik mendorong peneliti untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintasnya Penelitian ini bersifat kuantitatif pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode instrumen penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Accidental Sampling dengan sampel sebanyak 35 sampel, diambil dari populasi tak terhingga pada ruas jalan Sitinjau Lauik. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji korelasi berganda diketahui nilai r hitung ≥. r tabel, artinya antar variabel memiliki hubungan yang kuat. Adapun nilai uji t diketahui bahwa nilai t hitung seluruh variabel ≥ t tabel, artinya seluruh variabel independent berpengaruh terhadap variabel dependent. Sedangkan untuk uji koefisien determinasi nilai Kd adalah 100%. Artinya antara variabel bebas.(X1, X2, X3) dengan variabel terikat (Y) memiliki pengaruh yang kuat sebesar 1 atau tepatnya 100%.
Struktur Bangunan pada Rumah Penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Nagari Kambang Timur Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan Herol, Herol; Putri, Isria Miharti Maherni; Astuti, Retno Fitri
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.360

Abstract

Rumah adalah kebutuhan primer untuk manusia. Dalam Undang-undang nomor 1 tahun 2011 menyatakan negara bertanggung jawab melindungi segenap Indonesia dengan penyelenggaraan perumahan dan kawasan pemungkiman supaya masyarakat mampu bertempat tinggal yang layak dan terjangkau dalam lingkungan yang aman, sehat, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dikenal dengan program bedah rumah dari pemerintah dengan target mengurangi rumah yang tidak layak huni. Rumah tinggal dikatakan layak yang paling utama adalah kekuatan bangunan. Penelitian dilakukan Nagari Kambang Timur Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan penerima bantuan tahun 2022. Metode Penelitian yang digunakan bersifat deskriptif. Penerapan struktur pada rumah penerima bantuan program BSPS di Nagari Kambang Timur Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan telah memenuhi sesuai petunjuk berdasarkan buku Teddy Boen 2010. Dimensi tulangan utama berdiameter 10 mm, sengkang berdiameter 8 mm dengan jarak maksimum 150 mm. sambungan tulangan kolom-balok dan kolom sloof dilebihkan 40D dan bengkokan 90 derajat dan untuk perkuatan dinding pasang jangkar sepanjang 40D dengan diameter tulangan 10 mm dan perbandingan campuran beton yang digunakan adalah 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.
Analisis Level of Service Terhadap Ruas Jalan Sawahan Kota Padang Roza, Angelalia; Wahab, Wilton; Yusnita, Yessy; Putra, Fauzi; Sari, Nadra
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.361112

Abstract

Jalan Sawahan merupakan salah satu ruas jalan yang selalu dipadati arus kendaraan saat mengakses Pusat Kota Padang. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan, ditemui kemacetan di ruas jalan tersebut, terutama pada jam sibuk di pagi dan sore hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruas Jalan Sawahan yang ditinjau dari Level of Service (LOS) dan memprediksi pelayanan ruas jalan tersebut pada 10 tahun yang akan datang. Analisis tingkat pelayanan ruas jalan dilakukan merujuk PKJI 2014. Hasil analisis Level of Service (LOS) ruas jalan Sawahan pada jam puncak tertinggi adalah hari Minggu dengan waktu jam puncak yaitu jam 16.00 – 17.00. Ini menunjukkan LOS pada kategori C yang berarti arus stabil, tetapi kecepatan dan pergerakan kendaraan masih dikendalikan. Akan tetapi menurut hasil analsisa forecasting untuk tahun 2032, nilai volume lalu lintasnya (V) diprediksi sebesar 3381,73 skr/jam, dengan nilai kapasitas 2903,19 skr/jam. Diduga Level Of Service (LOS) pada ruas Jalan Sawahan Kota Padang akan menurun menjadi 1,16 untuk kedua sisi ruas jalan dan berada pada level “F” dengan karakteristik arus yang dipaksakan atau macet, kecepatan rendah, volume diatas kapasitas, antrian panjang dan terjadi hambatan besar. Dengan demikian hasil kajian semoga ini dapat menjadi catatan bagi pihak yang berkepentingan untuk ditindaklanjuti sebagai upaya peningkatkan pelayanan ruas jalan tersebut.
Pengaruh Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) terhadap Perilaku Kuat Geser Tanah Terkontaminasi Batubara Indriani, Andi Marini; Utomo, Gunaedy
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.362112

Abstract

Microbially induced calcite precipitation (MICP) adalah teknik perbaikan tanah dengan menggunakan mikroorganisme yang mampu mengubah dan meningkatkan sifat mekanik dan fisik. Dalam penelitian ini, uji geser langsung dengan mengacu pada standard SNI 03-3420-1994 digunakan untuk mengetahui pengaruh pengendapan calcite terhadap perilaku kuat geser tanah terkontaminasi batubara. Bakteri Bacillus subtilis sebanyak 6% ditambahkan ke dalam tanah yang terkontaminasi 5%, 10% dan 15% batubara. Bakteri yang digunakan menggunakan kultur 3 hari dimana berada pada fase stasioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang cukup baik terhadap nilai kohesi dan sudut geser dalam sebagai parameter kuat geser setelah masa pemeraman. Stabilisasi MICP pada tanah terkontaminasi 5% batubara meningkatkan kuat geser sebesar 3 kali lipat sedangkan pada tanah terkontaminasi 10% dan 15% batubara terjadi peningkatan kuat geser masing-masing sebesar 7 dan 15 kali lipat dibandingkan dengan tanah asli.
Variabel yang Mempengaruhi Pemilihan Moda Angkutan Lanjutan di Bandara Internasional Minangkabau Ismail, Ismail; Purnawan, Purnawan; Yosritzal, Yosritzal
CIVED Vol. 10 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i1.363112

Abstract

Penumpang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) meningkat setiap tahunnya pada tahun 2014 sebanyak 2.791.411 penumpang tahun 2015 naik 13,53%, tahun 2016 naik 13,6%, tahun 2017 naik 9,87% tahun 2018 naik 4.66%. Permasalahannya adalah peningkatan jumlah penumpang tidak didukung dengan peningkatan moda transportasi lanjutan dari bandara. Penelitian ini bertujuan mendapatkan model matematika pemilihan moda angkutan, proporsi pengguna moda di BIM antara mobil pribadi, kereta api, taksi konvensional, taksi online, travel dan mini bus damri serta untuk mendapatkan variabel-variabel yang paling berpengaruh pada pemilihan moda angkutan lanjutan di bandara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data preferensi penumpang dengan mengkombinasikan model logit binomial dan logit multinomial terhadap 14 variabel-variabel yang dianggap mempengaruhi pemilihan transportasi akses dari bandara dengan menggunakan perangkat lunak SPSS untuk medapatkan model logit pemilihan moda. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi pengguna kendaraan pribadi sebesar 0,413, proporsi pengguna kereta api 0,080, proporsi pengguna taksi konvensional 0,032, proporsi pengguna taksi online 0,273, proporsi pengguna jenis travel 0,170 dan proporsi pengguna mini bus damri 0,033. Pemilihan moda angkutan umum dari bandara sangat dipengaruhi oleh beberapa varibel yaitu jarak perjalanan, ketepatan waktu moda kendaraaan, waktu tempuh, kenyamanan, jumlah bagasi, jumlah anggota rombongan, pendapatan dan latar pendidikan.

Page 6 of 30 | Total Record : 299