cover
Contact Name
Nurbaity Bustamam
Contact Email
nurbaity.bustamam@gmail.com
Phone
+6282165551099
Journal Mail Official
jurnalsuloh@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tgk Hasan Krueng Kale, Desa Kopelma Darussalam, Kec Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh, Indonesia, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Suloh
ISSN : 24075809     EISSN : 27145484     DOI : 10.24815
Jurnal Suloh is an open access journal by the Department of Guidance and Counseling, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents research and development in the field of Guidance and Counselling In School and Outside School, Psychology Counseling, Career Counseling, Marriage and Family Counseling, Special Needed Child and Mental Health. From the years 2014-2017, Jurnal Suloh published once a year, in Desember. From 2018 onwards, it publishes two times a year in Juni and December.
Articles 104 Documents
KONSELING BERBASIS WAWASAN LINTAS BUDAYA DALAM MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI REMAJA Fadhil Muhammad
Jurnal Suloh Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i1.14303

Abstract

Abstrak: Manusia merupakan makhluk sosial yang seluruh aktivitasnya bertemu dengan manusia lain, perbedaan budaya, ras, etnik dan agama dalam masyarakat menjadi sebuah keberagaman dalam kehidupan barbangsa dan bernegara, namun untuk mencapai kerukunan tersebut perlu adanya pemahaman tentang toleransi pada setiap diri individu untuk dapat menghargai perbedaan. Konseling berbasis wawasan lintas budaya dianggap mampu menjawab persoalan toleransi dalam kehidupan sosial,Kata Kunci: Konseling Berbasis Wawasan Lintas Budaya, Sikap Toleransi.  Abstract: Humans are social creatures whose activities are related to other humans. Cultural, racial, ethnic and religious differences in society become diversity in the life of the nation and state. To achieve harmony there needs to be an understanding of tolerance in each individual to be able to appreciate differences. Cross-cultural insight-based counseling is considered capable of answering the problem of tolerance in social life.Keywords: Multi Cultural Counseling, Tolerance Attitudes.
PROFIL HUBUNGAN INTERPESONAL REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS PADA ERA REVOLUSI INDUSTRI INDUSTRI 4.0 Fitra Marsela
Jurnal Suloh Vol 7, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v7i1.26773

Abstract

Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang perkembangannya tidak luput dari perhatian. Salah satu perkembangan yang menjadi sorotan di era revolusi industri 4.0 adalah kemampuan berhubungan sosial atau lebih dikenal dengan hubungan interpersonal. Studi ini bertujuan untuk memberi profil mengenai hubungan interpersonal siswa pada era revolusi industri 4.0 yang identik dengan persaingan kinerja, kemampuan bekerja dalam tim dan memiliki kemampuan bekerja sama dalam tim. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, Subjek yang menjadi fokus dalam studi ini adalah remaja kelas X SMA Negeri 5 Banda Aceh sebanyak  115 remaja. Pengumpulan data menggunakan skala hubungan interpersonal. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif, yang memiliki terdiri dari: (1) pemeriksaan data; (2) klasifikasi data; (3) tabulasi data; (4) menghitung frekuensi data; (5) menentukan kategori. Studi ini dapat digunakan sebagai referensi untuk bimbingan dan konseling guru di sekolah dalam mengembangkan hubungan interpersonal remaja. Hasil studi menunjukkan bahwa taraf hubungan interpersonal secara umum berada pada kategori sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah frekuensi jawaban remaja yang pada umumnya sebanyak 112 remaja atau sebesar 97% berada dalam dalam kategori  tinggi. Sebanyak 3 remaja atau 3% berada dalam katagori sedang dan tidak ada remaja dalam kategori rendah
PENGGUNAAN SENAM OTAK DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA SD NEGERI ATEUK ACEH BESAR Nurrizki Yanti; Syaiful Bahri; Fajriani .
Jurnal Suloh Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i1.14156

Abstract

Abstract: Concentration in learning is the most important aspect that must be owned by students in achievement. Without concentration, learning will not work optimally. The purpose of this study was analyzed the influence of brain gymnastics on student learning concentration. To obtain the data, researcher applied a quantitative form of pre-experimental teaching with one group pretest and post test design model. The population of this study was the students of Ateuk Elementary School with consist of class IV, V and VI. The sample was selected by using grid concentration exercise (Harris and Bette L. Harris). The result of this exercise was analyzed by using norms of concentration test scores and obtains 30 students with very low concentrations. The selected sample received 12 sessions of treatment for brain gymnastics. Data analysis using paired sample t-test, and then obtained the result of Sig. value (2-tailed) is 0,000 or probability below 0.05 (0.000 0.05), it means that there is a significant differences between the value of pre-test and post-test students after given treatment of brain gymnastics that is 18,933 3,733. In addition, data analysis also done by using effect size and the result there is a large effect (large effect) on increasing student concentration. The result of hypothesis testing shows that H0 is rejected. Finally, based on these results, researchers recommend to teachers that students to brain exercises before learning process begin in class.Keywords: Brain gymnastics, learning concentration Abstrak: Konsentrasi belajar merupakan aspek terpenting yang harus dimiliki siswa dalam meraih prestasi. Tanpa adanya konsentrasi maka belajar tidak akan berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam otak terhadap konsentrasi belajar siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif bentuk pre-eksperiment dengan model one group pre-test and post test design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV, V dan VI di SD Negeri Ateuk Aceh Besar. Penarikan sampel dilakukan dengan tes konsentrasi (grid concentration exercise) oleh Harris and Bette L. Harris. Hasil tes konsentrasi kemudian dianalisis menggunakan norma penilaian tes konsentrasi dan memperoleh 30 siswa dengan konsentrasi sangat rendah dan rendah. Sampel yang dipilih mendapatkan 12 sesi treatment senam otak. Analisis data menggunakan paired sampel t-test, maka diperoleh hasil nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 atau probabilitas di bawah 0,05 (0,000 0,05). Artinya terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai pre-test dan nilai post-test siswa setelah diberikan treatment senam otak yaitu 18,9333,733. Selain itu analisis data juga dilakukan dengan menggunakan effect size dan hasilnya terdapat efek yang besar (large effect) terhadap peningkatan konsentrasi siswa. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Ho ditolak. Berdasarkan hasil tersebut maka peneliti merekomendasikan kepada guru untuk mengintruksikan siswa melakukan senam otak sebelum memulai pelajaran di kelas. Kata kunci: Senam otak, konsentrasi belajar
Upaya Guru BK Dalam Mencegah Penyimpangan Orientasi Seksual Pada Remaja SLTA Kecamatan Banda Raya Bahri, Syaiful; Bakar, Abu; Nurmarita, Nurmarita
Jurnal Suloh Vol 9, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v9i2.40117

Abstract

Orientasi seksual merupakan perilaku seksual yang tidak sesuai norma dan nilai masyarakat sehingga perlunya peran guru BK dalam melakukan layanan pencegahan bagi remaja. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan upaya guru BK dalam mencegah penyimpangan orientasi seksual pada remaja SLTA Kecamatan Banda Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data yaitu wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat upaya guru BK di SLTA Banda Raya yaitu mengindentifikasi orientasi seksual seperti observasi dan wawancara, layanan informasi bimbingan dan konseling seperti layanan dan bimbingan klasikal, dukungan kerjasama kepada guru BK seperti kerjasama warga sekolah dan kemitraan sekolah.
The Relationship Between Interpersonal Communication of Guidance and Counseling Teachers and Trust in Problem Disclosure in Public High Schools in Banda Aceh City Yahya, Martunis; Rosita, Dara; Riski, M.
Jurnal Suloh Vol 9, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v9i2.40048

Abstract

Communication helps build strong relationships between students and guidance and counseling teachers so that they can provide confidence in conveying their problems. This research aims to determine the relationship between guidance and counseling teachers' interpersonal communication with students' confidence in presenting problems at Banda Aceh City Public High Schools. This research uses a quantitative approach with a correlation research type. The population in this study were students of Banda Aceh City State High School with a sample of 687 students consisting of classes VII-VIII of Banda Aceh State High School 4 and Banda Aceh State High School 16 using the probability sampling method with cluster random sampling technique. Based on the research results, it shows that the degree of relationship (correlation) between the independent variable and the dependent variable is 44.8%, meaning that the interpersonal communication of guidance and counseling teachers at Banda Aceh City State High School has a moderate level relationship with trust in conveying student problems. If interpersonal communication is in the high category, then trust in conveying problems is also in the high category. The interpersonal communication relationship of guidance and counseling teachers has a significant effect on confidence in conveying problems to Banda Aceh City State High School students.Keywords: Interpersonal Communication, Trust in Conveying Problems.
Tingkat Kecemasan dalam Menghadapi Dunia Kerja pada Mahasiswa Semester Akhir di Lima Fakultas Universitas Syiah Kuala Jannah, Raudhatul; Bahri, Syaiful; Bustamam, Nurbaity
Jurnal Suloh Vol 9, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v9i2.38023

Abstract

Kecemasan menghadapi dunia kerja merupakan rasa takut atau khawatir pada situasi tertentu yang dapat menyebabkan kegelisahan karena ketidakpastian yang dialami oleh mahasiswa akhir yang sedang menyelesaikan pendidikan dan akan memasuki dunia kerja.Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan tingkat kecemasan dalam menghadapi dunia kerja pada mahasiswa semester akhir di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa akhir angkatan 2018/2019 pada lima Fakultas yaitu KIP, Teknik, Ekonomi dan Bisnis, Pertanian dan Hukum yang berjumlah 10.787 mahasiswa dengan jumlah sampel sebanyak 388 mahasiswa. Sampel diambil menggunakan teknik Clustered Random Sampling menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan skala kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan dalam menghadapi dunia kerja mahasiswa akhir berada pada kategori tinggi dengan persentase 57% (221), hasil analisis berdasarkan Fakultas berada pada kategori tinggi dengan persentase FKIP 60,48% (101) dari 167 mahasiswa, teknik 60% (48) dari 80 mahasiswa, ekonomi dan bisnis 50,98% (26) dari 51 mahasiswa, pertanian 50,77% (33) dari 51 mahasiswa dan hukum 52% (13) dari 25 mahasiswa. Kemudian hasil analisis berdasarkan aspek-aspek kecemasan berada pada kategori tinggi dengan persentase yang berbeda-beda yaitu aspek afektif 53,35% (207), aspek fisiologis 48,97% (190), Aspek kognitif 53,09% (206) dan aspek Perilaku 54.12% (210). Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa semester akhir di Universitas Syiah Kuala mengalami Tingkat kecemasan yang tinggi dalam menghadapi dunia kerja.
Hubungan Antara Regulasi Diri dengan Disiplin Belajar Pada Siswa SMK Negeri 2 Kota Banda Aceh Rudiansyah, Ibnu; Bakar, Abu; Bustamam, Nurbaity
Jurnal Suloh Vol 9, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v9i2.40023

Abstract

Children who have high self-regulation will be diligent in learning and continue to learn continuously without knowing despair and can put aside things that can interfere with learning activities. Self-regulation is the process of directing individuals to be able to control themselves against negative impulses from the environment. This study aims to find out the overview of self-regulation and student learning discipline, as well as to find out the relationship between self-regulation and learning discipline in students of SMK Negeri 2 Banda Aceh City. The total population in this study is 641 students consisting of grades 10 and 11 of SMK Negeri 2 Banda Aceh. This study uses a quantitative approach with a descriptive type of quantitative research. The sampling technique uses the Multistage random sampling technique, so that the number of research samples is 100 students. The data analysis technique in this study uses descriptive statistical analysis and correlation analysis. There are five categorizations, namely Very High, High, Medium, Low and Very Low. Based on statistical analysis, the level of self-regulation and learning discipline of dominant students is in the low category. Based on correlation analysis, it is known that the correlation value between self-regulation variables and learning disciplines has a value of 0.422** and a significance value of 0.000, meaning that there is a positive and significant correlation between self-regulation and learning discipline, with correlations that are at a moderate level.
Principals Administrative Roles on Teachers Job Performance in Private Secondary Schools in Ilorin South Local Government Area, Kwara State Ayoku, Oba Baba; Lawal, Mubarak Oluwatoyin
Jurnal Suloh Vol 9, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v9i2.42100

Abstract

The study assessed principals administrative role on teachers job performance in private secondary schools in Ilorin South local government area, Kwara state. The research design used for this study was a descriptive survey of the correctional-type method. The study was guided by 5 purposes with 3 research questions and 2 hypotheses. The population of the study consisted of 180 respondents from private secondary schools. The sample for this study was selected using the Purposive sampling technique. The sample consisted of 30 principals and 150 teachers from 30 private secondary schools in Ilorin South Local Government Area, Kwara State. The researcher's instrument was titled Principals Administrative Roles Teachers Job Performance Questionnaire (PARTJPQ) which was filled by principals and teachers. The study used a 4-point Likert scale questionnaire with a reliability coefficient of 0.87, and descriptive statistics to answer research questions. In contrast, PPMC was used to test null hypotheses at a significance level 0.05. The findings suggest that principal supervisory roles are effective in enhancing teachers' job performance in private secondary schools in Ilorin South Local Government Area, Kwara State. One of the recommendations of this study is the need for School administrators should provide targeted training for principals to improve their supervisory skills, focusing on effective strategies for discipline, record-keeping, and the use of teaching aids.
Hubungan Need For Dominance dengan Fungsi Kepemimpinan Pada Mahasiswa Aktif Universitas Syiah Kuala Adibah, Ashilah; Bustamam, Nurbaity; Bakar, Abu; Yahya, Martunis; Zuliani, Hetti
Jurnal Suloh Vol 9, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v9i2.40152

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan antara Need for Dominance dengan fungsi kepemimpinan pada mahasiswa aktif berorganisasi Universitas Syiah Kuala. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaf dengan teknik deskriptif korelasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pengurus harian organisasi kemahasiswaan dengan jumlah 29 organisasi dan populasi yang ditujukan kepada 87 mahasiswa yaitu ketua, wakil ketua dan sekretaris. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu Need for Dominance dan fungsi kepemimpinan dengan jenis skala likert yang disebarkan secara online kepada mahasiswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Need for Dominance pada mahasiswa aktif berorganisasi 71% (62 mahasiswa) berada pada kategori sangat tinggi, 26% (23 mahasiswa) berada pada kategori tinggi dan 2% (2 mahasiswa) pada kategori sedang, dan hasil pada fungsi kepemimpinan mahasiswa aktif berorganisasi menunjukkan 90% (78 mahasiswa) berada pada kategori sangat tinggi dan 10% (9 mahasiswa) berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji korelasi Rank Speaerman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,969 yang artinya adanya korelasi yang positif dan signifikan ini termasuk kedalam kategori sempurna antara Need for Dominance dengan fungsi kepemipinan pada mahasiswa aktif berorganisasi Universitas Syiah Kuala.
Quarter life crisis mahasiswa akhir Jurusan Bimbingan Dan Konseling Universitas Syiah Kuala Br Lingga, Aprianita Br Lingga; Yahya, Martunis; Bakar, Abu
Jurnal Suloh Vol 9, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v9i1.42262

Abstract

Final-year students completing their final project have to do many tasks related to writing their final project and are involved in various other tasks and burdens related to preparing themselves to work and live more independently. This allows them to experience various crises in their lives, experiencing confusion, worry, and fear. This research was conducted on seventh-year students totaling six subjects. This research uses a descriptive qualitative approach with interview and documentation techniques. The results showed that students experienced a quarter-life crisis, namely hesitation in realizing the things they had planned, worrying about not being able to complete their studies in the specified time, low self-confidence, tending to compare themselves with the achievements of others, doubting their abilities, anxious about other people's opinions about education, work and finance, overthinking about future life, and worrying about future relationships with the opposite sex and friend.Abstrak Mahasiswa akhir yang sedang dalam proses menyelesaikan tugas akhir harus mengerjakan banyak tugas terkait dengan penulisan tugas akhirnya dan terlibat dalam berbagai tugas dan beban lainnya terkait menyiapkan diri untuk bekerja dan hidup lebih mandiri. Hal ini memungkinkan mereka mengalami berbagai krisis dalam kehidupannya, mengalami kebingungan, kekhawatiran dan rasa takut. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa tahun ketujuh yang berjumlah enam subjek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami quarter life crisis yaitu ragu-ragu dalam mewujudkan hal yang telah mereka rencanakan, khawatir tidak dapat menyelesaikan studi pada waktunya yang telah ditentukan, kepercayaan dirinya rendah, memiliki kecendrungan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, meragukan kemampuan yang ada pada dirinya, gelisah akan pendapat orang lain mengenai pendidikan, pekerjan dan finansial, berpikir berlebihan mengenai kehidupan masa depan, serta mengkhawatirkan hubungan masa depan dengan lawan jenis dan teman.

Page 9 of 11 | Total Record : 104