cover
Contact Name
Nurbaity Bustamam
Contact Email
nurbaity.bustamam@gmail.com
Phone
+6282165551099
Journal Mail Official
jurnalsuloh@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tgk Hasan Krueng Kale, Desa Kopelma Darussalam, Kec Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh, Indonesia, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Suloh
ISSN : 24075809     EISSN : 27145484     DOI : 10.24815
Jurnal Suloh is an open access journal by the Department of Guidance and Counseling, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents research and development in the field of Guidance and Counselling In School and Outside School, Psychology Counseling, Career Counseling, Marriage and Family Counseling, Special Needed Child and Mental Health. From the years 2014-2017, Jurnal Suloh published once a year, in Desember. From 2018 onwards, it publishes two times a year in Juni and December.
Articles 104 Documents
KELEKATAN AMAN ORANG TUA-ANAK DAN KAITANNYA DENGAN KEDISIPLINAN SISWA Rismawati Rismawati; Abu Bakar; Jamilah Aini Nasution
Jurnal Suloh Vol 7, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v7i1.25356

Abstract

Keberhasilan seseorang ditunjang oleh kemampuannya dalam mendisiplinkan diri. Kelekatan aman orangtua-anak cenderung menjadi salah satu penyebab tumbuhnya kedisiplinan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran (1) kelekatan aman orangtua-anak; (2) kedisiplinan siswa; serta menunjukkan kaitan antara kelekatan aman orangtua-anak dengan kedisiplinan. Metode penelitian adalah kuantitatif deskriptif dan korelasional. Adapun populasi penelitian yaitu siswa MAN 6 Aceh Besar dengan jumlah 240 orang siswa dan sampel 148 orang siswa. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrument skala. Analisis data deskriptif diuji dengan menggunakan rumus presentasi, sementara hubungan kedua variabel diuji dengan menggunakan analisis korelasional. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1)  Rata-rata tingkat capaian kelekatan aman orangtua-anak yaitu 130 atau berada pada kriteria tinggi; (2) Rata-rata tingkat capaian kedisiplinan siswa yaitu 151 atau berada pada kriteria tinggi; (3) Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa adanya kaitan kelekatan aman orangtua-anak dengan kedisiplinan yaitu sebesal 0,438. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dipaparkan maka dapat disimpulkan bahwa gambaran kelekatan orangtua-anak dan kedisiplinan siswa MAN 6 Aceh Besar adalah baik. Kemudian berdasarkan hasil uji korelasi maka dapat disimpulkan bahwa kelekatan aman orangtua-anak memiliki kaitan dengan kedisiplinan siswa MAN 6 Aceh Besar.
PENGEMBANGAN DIRI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMA NEGERI DI KOTA BANDA ACEH Nur Mutia; Abu Bakar; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i2.14163

Abstract

Abstrak: Sebagai seorang guru profesional guru BK diharuskan untuk melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan seperti mengikuti diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru yang meningkatkan kompetensi atau keprofesian guru. Pengembangan diri secara terus menerus (continuous improvement) juga dapat dilakukan melalui pelatihan, organisasi profesi, internet, membaca buku, mengikuti seminar dan semacamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat arah dari pengembangan diri guru BK serta hambatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah guru BK tingkat SMA di Kota Banda Aceh yang berasal baik dari jurusan BK maupun Non-BK. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan diri yang biasa dilakukan guru BK adalah mengikuti MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling) secara rutin serta mengikuti pelatihan dan seminar yang diselenggarakan oleh dinas. Sedangkan mengikuti lokakarya dan konferensi, tergabung dalam organisasi profesi BK, mengikuti berbagai grup diskusi tentang BK, dan membangun jaringan atau kerjasama antar profesi lain serta kegiatan mandiri lainnya masih jarang dilakukan. Responden penelitian menyatakan bahwa kegiatan  melanjutkan pendidikan (S2) dan mengikuti pendidikan profesi serta melakukan kegiatan penulisan atau publikasi ilmiah oleh guru BK bahkan belum dilakukan sama sekali. Hambatan guru BK dalam melakukan pengembangan diri berkaitan dengan faktor biaya, waktu, tempat  fasilitas dan regulasi (peraturan yang ada). Penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka membantu pengembangan diri guru BK.Kata Kunci : Guru BK SMA, Pengembangan diri profesional Abstract: As a professional, school counselor are required to grow up their profesionalism through functional training and collaborative activities aimed to improve the competence or professionalism. In this study the professional development activities being assessed were training, professional organizations, self-development by internet, books, seminars, group discussion and the like . The purpose of this study is to explain self-development activities and barriers to self-development of school counselor in Banda Aceh. The subjects of this study were high school counselor in Banda Aceh both from counseling and non- counseling educational background. The research data was collected by interview technique. The result showed that the self-development activities usually carried out by counselor was routinely take part ini MGBK (School Counselor Meeting), also attending training and seminars conducted by education offices. Meanwhile independent activities such as attending workshops and conferences, joined in professional counseling organizations, attending various discussion groups on counseling, and building networks or cooperation among other professions were still rarely done. None of the subject reported pursuing master degree or other professional education, neither they write or do scientific publications. The obstacles of teachers counselor in doing self-development was related to cost, time, facilities and regulation. This research is expected to be used by interested parties in order to support self development of school counselors.Keywords: High school counselor, Profesional development
Analisis Pemerolehan bahasa ibu pada anak usia dini di Gampong Maunasah Papeun Aceh Besar Siti Naila Fauzia; Syinta Herliyana; Fakhriah Fakhriah
Jurnal Suloh Vol 5, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v5i1.25504

Abstract

The acquisition of the mother tongue in this study is the use of regional languages which are used as a means of communication in the family. Early childhood is the initial age for forming habits in children, including in acquiring regional languages as the mother tongue which is commonly used in children's daily lives. In acquiring the mother tongue in children, it is necessary to know the suitability of language studies in the acquisition of the mother tongue, consisting of phonology, syntax, and semantics. The study aims to analyze the acquisition of mother tongue in early age children living in Gampong Meunasah Papeun, Aceh Besar District. The research was conducted using qualitative methods with data collection techniques, in the form of interviews with the parents and neighbors of the children concerned, as well as observations on 2 children aged 5-6 years who use the Acehnese language in their daily life. The results of the study show that the Acehnese language as the mother's language for children has been used in the family for a long time. Parents and the playing environments are examples and support for children. From the phonological side, it can be seen that the articulation of language in children is sometimes still not in accordance with the actual sound of the word. In the syntactic study, the child seems to have spoken in complete sentences in the Acehnese language but sometimes suffers from distortion. In the semantic study, children know the meaning of vocabulary and sentences in the Acehnese language, except for the Acehnese language which is rarely heard by children.Keywords: Mother Language Acquisition, Regional Language, Early Childhood ABSTRAKPemerolehan bahasa ibu pada penelitian ini adalah penggunaan bahasa daerah yang digunakan sebagai alat komunikasi dalam keluarga. Anak usia dini merupakan usia awal pembentukan kebiasaan pada anak, termasuk dalam pemerolehan bahasa daerah sebagai bahasa ibu yang biasa digunakan dalam keseharian anak. Pemerolehan bahasa ibu pada anak, perlu diketahui kesesuaian kajian bahasa dalam pemerolehan bahasa ibu tersebut, terdiri dari fonologi, sintaksis dan semantik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemerolehan bahasa ibu pada anak usia dini yang tinggal di Gampong Meunasah Papeun, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data, berupa wawancara dengan orang tua dan tetangga anak yang bersangkutan, serta observasi pada 2 orang anak usia 5-6 tahun yang menggunakan bahasa Aceh dalam kesehariannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Aceh sebagai bahasa ibu pada anak, telah dibiasakan sejak dulu dalam keluarga. Orang tua dan lingkungan bermain menjadi contoh dan dukungan kepada anak. Pemerolehan bahasa Aceh pada anak dalam kajian fonologi, terlihat artikulasi bahasa pada anak terkadang masih belum sesuai dengan bunyi kata sebenarnya. Pada kajian sintaksis, anak terlihat sudah berbicara dengan kalimat lengkap dalam bahasa Aceh, namun terkadang mengalami gangguan distorsion. Pada kajian semantik, anak mengetahui makna kosa kata dan kalimat dalam bahasa Aceh, kecuali bahasa Aceh yang jarang didengar anak. 
Persepsi wanita menopause terhadap diri dan hubungannya dengan tingkat kecemasan Zainap Tunrahmi; Syaiful Bahri; Abu Bakar
Jurnal Suloh Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i2.14102

Abstract

Abstract: Physical changes, health and psychological disorders during menopause are reasons for the high level of anxiety of women. A woman who has a negative perception will have a high level of anxiety about menopause, and vice versa. This study raised the problem of self-perception, anxiety and the relationship of perceptions to the level of anxiety in women who experience menopause in Mukim Lam Ara, Darul Imarah District of Aceh Besar. The study population was 360 people. The study sample was taken using a proportionate stratified random sampling using the Slovin formula, so that a sample of 189 people was obtained. Data collection used a questionnaire method with a Likert scale model. Data analysis used descriptive statistical analysis and Product Moment correlation. The results showed that menopausal women generally had a positive self-perception and a low level of anxiety. It also found a negative relationship between the perception and anxiety level. In other words, it is evident that women who have a positive self-perception will have a low level of anxiety about menopause, and vice versa. Research still finds some women who worring the menopausal condition, even though with a minimal percentage; It is expected that the village government, community health center, and related parties in the local area will always strive to facilitate women and the community with various information and debriefing activities about menopause to minimize the development of negative perceptions in women, so as to reduce their anxiety level towards menopause. Thus a healthy society can be created, have a stable psychological development and far from excessive anxiety..Keywords: Perception, Menopause, Anxiety Level Abstrak: Perubahan fisik, gangguan kesehatan dan psikologis pada masa menopause menjadi alasan tingginya tingkat kecemasan para wanita. Wanita yang memiliki persepsi negatif akan memiliki tingkat kecemasan yang tinggi tentang menopause, demikian pula sebaliknya. Penelitian ini mengangkat masalah persepsi diri, tingkat kecemasan dan hubungan persepsi dengan tingkat kecemasan pada wanita yang mengalami menopause di Mukim Lam Ara Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Populasi penelitian adalah 360 wanita, sampel diambil menggunakan proportionate stratified random sampling dengan rumus Slovin, sehingga diperoleh sampel sebanyak 189 orang. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dengan model skala likert. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum wanita menopause memiliki persepsi diri yang positif, tingkat kecemasan yang rendah, serta adanya hubungan yang negatif antara persepsi dan tingkat kecemasan. Dengan kata lain, terbukti bahwa wanita yang memiliki persepsi diri yang positif akan memiliki tingkat kecemasan yang rendah tentang menopause demikian pula sebaliknya.. Dengan masih ditemuinya beberapa wanita yang mencemaskan kondisi dirinya saat menopause, walau dengan persentase yang minim; diharapkan pada pemerintah desa, puskesmas, dan pihak-pihak terkait agar berupaya memfasilitasi para wanita dan masyarakat dengan berbagai informasi dan kegiatan pembekalan tentang menopause guna meminimalisir perkembangan persepsi negatif dalam diri para wanita, sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan terhadap menopause. Dengan demikian dapat tercipta masyarakat yang sehat, memiliki perkembangan psikologis yang stabil dan jauh dari rasa cemas berlebihan.Kata kunci: Persepsi, Menopause, Tingkat Kecemasan
Analisis manajemen konflik single mother dalam pola pengasuhan anak Abu Bakar; Martunis Yahya; Indri Syafitri
Jurnal Suloh Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v5i2.20658

Abstract

Wanita yang berstatus sebagai single mother harus menjalankan peran ganda sebagai ibu sekaligus ayah. Dalam menjalani peran ini mereka terlibat dalam konflik-konflik yang tidak dapat dielakkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk manajemen konflik akibat perceraian dan bentuk-bentuk pola pengasuhan anak yang dilakukan oleh single mother. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif, penyajian dan verifikasi data-data yang diperoleh secara objektif dengan cara menghubungkan informasi-informasi yang diberikan oleh para single mother. Hasil penelitian menemukan bahwa para single mother di kecamatan Bebesen kabupaten Aceh Tengah, pada umumnya bercerai dengan sebab suami yang berselingkuh, tidak memberi nafkah dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Adapun masalah yang dialami oleh single mother dalam menjalani roda kehidupan rumah tangga, terutama dalam pengasuhan anak sangat komplek, pada umumnya mereka mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan keluarga, karena di samping mengurus/mengasuh anak juga harus mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Dalam menyelesaikan persoalan dalam keluarga para single mother menggunakan manajemen konflik terhadap masalah yang dihadapi dengan cara melihat konflik secara utuh, dianalisis dan kompromi menggunakan strategi manajemen konflik secara produktif. Dari hasil penelitian para single mother yang memiliki anak menerapkan pola asuh yang berbeda-beda, termasuk otoriter, demokratis dan permisif. Kaitan manajemen konflik single mother dalam pola pengasuhan anak para single mother mencari nafkah dengan cara bekerja sesuai kemampuan mereka masing-masing. Sehingga para single mother ini jarang berada dirumah untuk melihat tumbuh kembang anaknya. Tetapi masih memantau kegiatan anak-anaknya melalui orang terdekat.
Keputusan Perempuan Menikah Dini Di Desa Pulo Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar Afri Rahmadia Marta
Jurnal Suloh Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i1.13015

Abstract

The decision is a process that begins with a plan, implementation up to the control stage. In making decisions to get married early women are often faced with several factors that cause women to think wisely in determining the right decisions. These factors include education, economy, the culture of the local community, peers, parents, and mass media. The purpose of this study was to find the main factors that caused women to decide to get married early. The research method used is descriptive with a qualitative approach. The research subjects were village women who were married at an early age. Data collection techniques carried out by interview and observation methods. Processing and data analysis techniques utilized qualitative descriptive analysis. The results showed that the decision of village women to get married early was dominated by the factors of education and culture of the local community that is thick with Islamic religious culture. Non-formal education that is followed up to class II traditional boarding schools provides knowledge about marriage through the books taught by the Tengku. The existence of peers in married neighborhoods also encourages women to carry out marriages at an early age. Keywords: Women, Early Marriage, Decision ABSTRAK Keputusan merupakan suatu proses yang diawali dengan suatu perencanaan, pelaksanaan hingga pada tahap kontrol. Dalam pengambilan keputusan untuk menikah dini perempuan sering dihadapkan pada beberapa faktor yang menyebabkan perempuan harus berpikir bijak dalam menentukan keputusan yang tepat. Faktor tersebut meliputi pendidikan, ekonomi, budaya masyarakat setempat, teman sebaya, orangtua, dan media massa. Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan faktor utama yang menyebabkan perempuan memutuskan untuk menikah dini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah perempuan desa yang telah menikah pada usia dini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan perempuan desa untuk menikah dini didominasi oleh faktor pendidikan dan budaya masyarakat setempat yang kental dengan budaya religius islami. Pendidikan non formal yang diikuti hingga kelas II pesantren tradisional memberikan pengetahuan mengenai pernikahan melalui kitab yang diajarkan oleh para Tengku. Keberadaan teman sebaya di lingkungan tempat tinggal yang telah menikah juga mendorong perempuan untuk melaksanakan pernikahan di usia dini.Keywords: Keputusan, Perempuan, Menikah Dini.
Gambaran Stres Akademik Mahasiswa Selama Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19 Risma, Rini Utari; Nurhasanah, Nurhasanah; Nasution, Jamilah Aini
Jurnal Suloh Vol 7, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v7i2.40624

Abstract

The purpose of the study is to explain the picture of student academic stress during online learning during the COVID-19 pandemic. The research method used is descriptive quantitative. The population in this study was an active student at the undergraduate level of Syiah Kuala University, and samples were taken based on simple random sampling techniques of 393 people from the class of 2017 to 2021. The data collection technique used is an academic stress scale adapted and modified from Gadzella's Student Life Stress Inventory (SLSI) measuring instrument consisting of 48 statement items. Data collection is done using the Google form platform. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results showed that the level of academic stress during online learning during the COVID-19 pandemic experienced by respondents in this study was in the medium category of 285 people with a percentage of 72.5%, in the high category as many as 79 people with a percentage of 20.1%, and in the low category as many as 29 people with a percentage of 7.4%.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Kata Menggunakan Media Kartu Bergambar Pada Siswa Tunagrahita Ringan Ronvy, Al Shaffaat; Hidayat, Hafiz
Jurnal Suloh Vol 9, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v9i1.40495

Abstract

The research began with problems found in mildly mentally retarded students who had difficulty reading at SLB C Payakumbuh. After examining the characteristics of students, it is easier to read using picture word cards as media. The aim of the research is to prove that picture word card media can improve the word reading ability of mildly mentally retarded students at SLB C Payakumbuh. The type of research used is an experiment in the form of an SSR with an ABA design. Data collection uses techniques in the form of action tests with visual graphic data analysis. There have been 16 meeting sessions divided into 3 conditions. After using picture word card media as a form of intervention, it was proven that this media could improve the word reading ability of students with mild intellectual disabilities.
IDENTIFIKASI MASALAH-MASALAH YANG DIALAMI MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK DAN EKONOMI UNSYIAH Martunis Yahya; Syaiful Bahri
Jurnal Suloh Vol 1, No 1 (2016): SULOH Desember 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v1i1.8257

Abstract

Identifikasi ini dimaksudkan untuk mengetahui masalah-masalah yang banyak dialami Mahasiswa program sarjana (S-1) Fakultas Teknik dan Ekonomi Universitas Syiah. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitik, dengan sasaran penelitian adalah mahasiswa angkatan 2011/2012 yang berjumlah 300 mahasiswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Alat Ungkap Masalah yang dimodifikasi dari Mooney Problem Chek List (MPCL). Hasil penelitian menemukan bahwa: Masalah-masalah yang menonjol banyak dialami oleh Mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah termasuk dalam kategori berat sekali adalah: masalah keuangan, keadaan kehidupan dan pekerjaan (77,69%), masalah hubungan personal psikologis (63,07%), masalah, rumah tangga dan keluarga (66,15%), masalah penyesuaian terhadap tugas kuliah (66,15%), serta masalah masa depan dan pekerjaan (66,15%). Masalah yang paling menonjol dialami mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsyiah adalah masalah keuangan, keadaan kehidupan dan pekerjaan (72,54%), masalah hubungan personal psikologis (64,11%), masalah rumah tangga dan keluarga (66,15%), masalah penyesuaian terhadap tugas kuliah (63,35%), masalah masa depan dan pekerjaan (67,21%). Sedangkan bentuk-bentuk layanan yang telah dilakukan pada masa-masa sebelumnya adalah layanan bimbingan pembelajaran, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling individual dan konseling kelompok. Kata Kunci: Identifikasi masalah, mahasiswa, Fakultas Teknik dan Ekonomi Unsyiah
Strategi Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Pengentasan Stress Beban Kerja di Sekolah Septian, Muhammad Rizki; Bahri, Syaiful; Rosita, Dara
Jurnal Suloh Vol 8, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v8i1.32696

Abstract

Strategi pengentasan stres beban kerja merupakan kemampuan menggunakan sumber dayasecara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon) terhadap beban kerja. Stres beban kerja disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan kerja yang negatif seperti konflik peran, kekaburan peran dan beban kerja yang berlebihan sehingga menimbulkan stres. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan stres beban kerja Guru BK dan strategi Guru BK dalam pengentasan stres beban kerja di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru BK di SMAN Banda Aceh dan Guru BK di SMPN Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam. Teknik analisis data yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres beban kerja yang dialami oleh Guru BK disebabkan jumlah siswa yang ditangani melebihi dari batas yang seharusnya ditangani oleh 1 orang Guru BK, adanya perbedaan pendapat dengan orangtua siswa ketika melakukan bimbingan serta adanya tugas ganda yang dilakukan oleh Guru BK seperti tugas jadi bendahara. Strategi Guru BK dalam pengentasan stres beban kerja yaitu membuat skala prioritas dan menyelesaikan permasalahan secara langsung. Ada juga yang memilih strategi menunda menghadapi beban kerja dalam artian istirahat sejenak, jalan-jalan (refresing) baik sendiri maupun dengan keluarga, melakukan keterampilan seperti memasak, menulis, menonton, berolahraga, termasuk juga menjalankan ibadah, hal tersebut merupakan cara terampuh yang dilakukan Guru BK dalam pengentasan stres beban kerja.Abstract Workload stress alleviation strategies are the ability to use resources effectively to overcome mental and emotional disturbances or chaos arising from responses (responses) to workload. Workload stress is caused by negative work environment factors such as role conflict, role confusion, and excessive workload that cause stress. This study aims to describe the workload stress of counseling teachers and counseling teachers' strategies for alleviating workload stress at school. This research uses a qualitative descriptive approach. The subjects in this study were counseling teachers at Banda Aceh State Senior High School and counseling teachers at Banda Aceh State Junior High School. Data collection techniques in this study used in-depth interview techniques. Data analysis techniques are reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the workload stress experienced by the counseling teacher is due to the number of students handled exceeding the limit that one counseling teacher should take; there are differences of opinion between the parents of students when conducting guidance and the existence of double duties performed by the counseling teacher such as the task of being a treasurer. The counseling teachers' strategy for alleviating workload stress is prioritizing and solving problems directly. Some choose the strategy of delaying the workload in the sense of taking a short break, traveling (refreshing) both alone and with family, and doing skills such as cooking, writing, watching, exercising, including practicing worship; this is the most effective way done by BK teachers in alleviating workload stress.

Page 8 of 11 | Total Record : 104