cover
Contact Name
Nurbaity Bustamam
Contact Email
nurbaity.bustamam@gmail.com
Phone
+6282165551099
Journal Mail Official
jurnalsuloh@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tgk Hasan Krueng Kale, Desa Kopelma Darussalam, Kec Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh, Indonesia, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Suloh
ISSN : 24075809     EISSN : 27145484     DOI : 10.24815
Jurnal Suloh is an open access journal by the Department of Guidance and Counseling, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents research and development in the field of Guidance and Counselling In School and Outside School, Psychology Counseling, Career Counseling, Marriage and Family Counseling, Special Needed Child and Mental Health. From the years 2014-2017, Jurnal Suloh published once a year, in Desember. From 2018 onwards, it publishes two times a year in Juni and December.
Articles 104 Documents
Gambaran Karakteristik Academic Hardiness Siswa Suku Jawa Dan Tionghoa Di Kota Medan Muhammad, Fadhil
Jurnal Suloh Vol 7, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v7i2.29315

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik academic hardiness siswa Santo Thomas Medan yang ditinjau berdasarkan perbedaan budaya Jawa dan Tionghoa. Sampel diambil dengan purposive sample yang terdiri dari mahasiswa Jawa dan Tionghoa. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner academic hardiness. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji t. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara karakteristik academic hardiness siswa yang berlatar belakang suku Jawa dan Tionghoa. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan program BK dalam bidang belajar siswa, terutama studi yang terkait dengan bidang layanan bimbingan dan konseling multibudaya.
HUBUNGAN MOTIF AFILIASI DENGAN PERILAKU ASERTIF SISWA Zulhamdi Zulhamdi; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i1.14167

Abstract

Abstract: Generally students behave non-assertively because of fear of their peers. They are unable to express their most ordinary feelings, needs and opinions so that they always feel guilty for all the actions and decisions they make. The purpose of this study was to describe the affiliation motives, the description of assertive behavior, the relationship of affiliation motives with assertive behavior. This type of research is descriptive correlational research with a quantitative approach. The research location at SMAN 6 Banda Aceh with a total sample of 92 students. Data collection techniques are questionnaires with a psychological scale. Data processing and analysis techniques are percentage and correlational analysis. The results showed an illustration of affiliate motives in the medium category, assertive behavior was also in the medium category and there was a positive and significant relationship between the motives of affiliation with assertive behavior with the calculated r value of 0.749 and in the strong category.. Keywords: Affiliate Motive, Assertive BehaviorAbstrak: Umumnya siswa berperilaku non asertif karena dihinggapi rasa takut pada teman sebayanya. Mereka tidak mampu menyatakan perasaan, kebutuhan dan pendapatnya yang paling biasa sehingga mereka selalu merasa bersalah atas segala tindakan dan keputusan yang diambilnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran motif afiliasi, gambaran perilaku asertif, hubungan motif afiliasi dengan perilaku asertif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di SMAN 6 Banda Aceh dengan jumlah sampel 92 siswa. Teknik pengumpulan data adalah angket dengan bentuk skala psikologis. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis persentase dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan gambaran motif afiliasi berada pada kategori sedang, perilaku asertif juga berada pada kategori sedang dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motif afiliasi dengan perilaku asertif dengan nilai r hitung sebesar 0,749 dan berada pada kategori kuat.Kata kunci: Motif Afiliasi, Perilaku Asertif
KOLABORASI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN PERSONIL SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA KOTA BANDA ACEH Rio Delvino; Syaiful Bahri; M Husen
Jurnal Suloh Vol 7, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v7i1.25366

Abstract

Pelaksanaan layanan BK merupakan implementasi layanan BK yang dilakukan oleh guru BK kepada peserta didik. Tujuan penelitian adalah untuk: (1) Mendeskripsikan mengenai kolaborasi guru BK dengan personil sekolah dalam pelaksanaan layanan BK, (2) Mengetahui faktor penghambat guru BK berkolaborasi dengan personil sekolah dalam pelaksanaan layanan BK di SMA Negeri Kota Banda Aceh. Penelitian  menggunakan  pendekatan  kualitatif. Subyek penelitian adalah bimbingan dan konseling, kepala sekolah serta guru bidang studi di 5 SMA Negeri Kota Banda Aceh.  Obyek penelitian yaitu guru bimbingan dan konseling, kepala sekolah serta guru bidang studi. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa 1) Kolaborasi guru BK dengan personil sekolah dalam pelaksanaan layanan BK di SMA Negeri Kota Banda Aceh dapat dikatakan cukup baik, terlihat dari kolaborasi yang dilakukan mulai dari proses hingga hasil yang didapatkan dari kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh guru BK dengan personil sekolah dalam pelaksanaan layanan BK. Maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu layanan BK disekolah dapat diimplementasikan dengan baik karena kolaborasi dengan personil sekolah terjalin cukup baik sehingga dapat mendukung kelancaran layanan BK.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU BK DALAM LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR DENGAN PENDEKATAN SUPERVISI AKADEMIK (Studi Kasus 3 SMA Kota Banda Aceh) Darnius .
Jurnal Suloh Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i1.14155

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi terkini bimbingan belajar oleh guru BK serta meningkatkan kompetensi guru BK dalam melaksanakan bimbingan belajar. Penelitian merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilaksanakan selama dua siklus, tiap siklus meliputi empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil amatan siklus pertama menunjukkan bahwa guru BK dalam melaksanakan bimbingan belajar ditemukan beberapa ketidaksesuaian. Nilai supervisi akademik selama siklus pertama terendah adalah 62,5 dan tertinggi 90. Nilai supervisi naik pada siklus kedua dengan nilai terendah 70 dan tertinggi 92,5. Pada siklus kedua jumlah nilai supervisi dengan kategori cukup berkurang menjadi dua guru.Kata Kunci: Bimbingan belajar, Guru, Kompetensi, Supervisi akademik
Layanan informasi karir dan pemahaman lanjutan studi siswa SMA Ulfa Mahera; M. Husen; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 6, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v6i1.23033

Abstract

Career information service is a form of career guidance service that can help students prepare for one’s career development. This study is intended to describe students' experiences of career information services, describe the condition of students' understanding of further studies, and use this data to estimate the determination index of providing career information services on students' understanding of further studies. The study used a quantitative approach with descriptive and correlational research designs. The research was conducted at one of the schools in Aceh Besar District. Based on 400 total population, a sample of 121 students was taken using a simple random sampling method. Data were collected using the student experience scale of career information services and the understanding of advanced studies scale. The answer options used for the scale adopt the Likert Scale answer options. The results showed that the dominant student's career information service experience was in the high category (57%), students' understanding of the dominant career information service was in the high category (48.8%). The calculation of the index of determination of these two variables shows that 25.3% of the variation in students' understanding of advanced studies can be explained by the provision of career information services in schools. Keywords: Career information services; understanding of further studies; high school level students; correlational studies ABSTRAK Layanan informasi karir merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan karir yang dapat membantu siswa mempersiapkan diri sehubungan dengan perkembangan karir. Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan pengalaman siswa terhadap layanan infomasi karir yang telah dilaksanakan, menggambarkan kondisi pemahaman siswa mengenai lanjutan studi, serta menggunakan data ini untuk memperkirakan indeks determinasi dari pemberian layanan informasi karir terhadap pemahaman lanjutan studi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuatitatif dengan desain penelitian deskriptif dan korelasional. Penelitian dilakukan pada salah satu sekolah di Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan 400 jumlah populasi diambil sampel sebanyak 121 siswa dengan metode penarikan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan skala pengalaman siswa mengenai layanan informasi karir dan skala pemahaman lanjutan studi. Opsi jawaban yang digunakan untuk skala mengadopsi opsi jawaban Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman layananan informasi karir siswa dominan berada pada kategori tinggi (57%), demikian juga pemahaman siswa terhadap layanan informasi karir dominan berada pada kategori tinggi (48,8%). Perhitungan indeks determinasi dari kedua variabel ini menunjukkan bahwa 25,3% variasi pada pemahaman lanjutan studi siswa dapat dijelaskan oleh pemberian layanan informasi karir di sekolah.
Model pembelajaran anak autis di SMPLB-CD YPAC Banda Aceh Dilla Muftia; Syaiful Bahri; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 5, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v5i1.13026

Abstract

The learning model is a systematic procedure in organizing learning experiences to achieve learning goals. Autistic children are children who experience obstacles in behavioral development such as communication, socialization, emotions, and intelligence. This study aims to determine the learning model used in the learning of autistic children, obstacles encountered in the learning of autistic children, and the results of evaluations achieved by autistic children in learning. The approach and type of research used in this study is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of in-depth interviews and observations. The qualitative data analysis technique used is the Miles and Huberman models. The results of the study show that the teacher uses the DTT (Discrete Trial Training) learning model. Some obstacles in learning autistic children include obstructed communication of children, inadequate facilities and infrastructure and collaboration of parents in supporting learning programs. Seeing the results of the evaluation of autistic children through immediate assessment, autistic children give a good reaction marked by being able to respond through eye contact, repeat instructions, and provide a positive response to their friends. Keywords: Learning model, autistic child ABSTRAK Model pembelajaran merupakan suatu prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Anak autis merupakan anak yang mengalami hambatan dalam perkembangan perilaku seperti komunikasi, sosialisasi, emosi serta intelegensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran anak autis, hambatan-hambatan yang ditemui dalam pembelajaran anak autis, dan hasil evaluasi yang dicapai anak autis dalam pembelajaran. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisa data kualitatif yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan model pembelajaran DTT (Discrete Trial Training). Beberapa hambatan dalam pembelajaran anak autis meliputi komunikasi anak yang terhambat, sarana dan prasarana yang kurang memadai dan kerjasama orang tua dalam mendukung program pembelajaran. Melihat hasil evaluasi anak autis melalui penilaian segera, anak autis memberikan reaksi yang baik ditandai dengan mampu memberikan respon melalui kontak mata, mengulang kembali intruksi, serta memberikan respon yang positif pada teman-temannya. Keywords: Model pembelajaran, anak autis
Hubungan Need For Dominance Dengan Fungsi Kepemimpinan Pada Mahasiswa Aktif Universitas Syiah Kuala Shila, Ashilah; Bustamam, Nurbaity; Bakar, Abu; Yahya, Martunis
Jurnal Suloh Vol 8, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v8i2.40050

Abstract

Need for Dominance merupakan suatu kebutuhan manusia pada kategori sikap sosial, need for dominance salah satu kebutuhan manusia untuk bisa memenuhi fungsi-fungsi kepemimpinan pada suatu organisasi. Fungsi kepemimpinan seseorang akan lebih efektif apabila seseorang memiliki need for dominance diatas rata-rata. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan antara need for dominance dengan fungsi kepemimpinan pada mahasiswa aktif berorganisasi Universitas Syiah Kuala. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaf dengan teknik deskriptif korelasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pengurus harian organisasi kemahasiswaan dengan jumlah 29 organisasi dan populasi yang ditujukan kepada 87 mahasiswa yaitu ketua, wakil ketua dan sekretaris. Teknikpengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu need for dominance dan fungsi kepemimpinan dengan jenis skala likert yang disebarkan secara online kepada mahasiswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa need for dominance pada mahasiswa aktif berorganisasi 71%(62 mahasiswa) berada pada kategori sangat tinggi, 26%(23 mahasiswa) berada pada kategori tinggi dan 2%(2 mahasiswa) pada kategori sedang, dan hasil pada fungsi kepemimpinan mahasiswa aktif berorganisasi menunjukkan 90%(78 mahasiswa) berada pada kategori sangat tinggi dan 10%(9 mahasiswa) berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji korelasi Rank Speaerman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,969 yang artinya adanya korelasi yang positif dan signifikan ini termasuk kedalam kategori sempurna antara need for dominance dengan fungsi kepemipinan pada mahasiswa aktif berorganisasi Universitas Syiah Kuala.
PENGGUNAAN MUSIK DALAM PERKEMBANGAN KOGNITIF, EMOSI DAN MOTOR KASAR MURID BERMASALAH PEMBELAJARAN (TUNA GRAHITA) Khairiah Asfaruddin
Jurnal Suloh Vol 1, No 1 (2016): SULOH Desember 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v1i1.8301

Abstract

Musik adalah suatu seni, musik tidak hanya digunakan dalam kehidupan hiburan, namun musik juga dapat digunakan untuk pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk meneliti penggunaan musik dalam perkembangan kognitif, emosi dan motor kasar murid tuna grahita. Alat penelitian yang digunakan adalah temu bual, pemerhati turut serta dan dokumen. Peserta penelitian terdiri dari dua orang guru Program Pendidikan Khas (Pendidikan Luar Biasa) Masalah Pembelajaran di Sekolah A dan Sekolah B serta seorang guru arus perdana di Sekolah C. Adapun hasil penelitian, musik dapat mengembangkan kognitif murid tuna grahita karena musik dapat membuat murid mudah untuk ingat kemahiran yang diberikan oleh guru. Penelitian juga mendapati musik dapat mengembangkan emosi murid tuna grahita karena musik dapat membuat murid termotivasi untuk belajar. Penelitian juga mendapati musik dapat mengembangkan motor kasar murid tuna grahita karena dengan musik murid menjadi lebih bebas untuk bergerak. Adapun rekomendasi penelitian ini adalah penggunaan terapi musik untuk murid tuna grahita. Kata Kunci : Musik, kognitif, emosi, motor kasar dan tuna grahita
Efektivitas Teknik Konseling Menulis Ekspresif untuk Mereduksi Motif Agresi Siswa MAN 4 Aceh Besar Rahmi, Nurul; Yahya, Martunis; Bakar, Abu
Jurnal Suloh Vol 9, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v9i1.25512

Abstract

Motif agresi merupakan suatu penggerak timbulnya perilaku-perilaku agresi yang dilakukan oleh individu. Penelitian ini berjudul Efektivitas Teknik Konseling Menulis Ekspresif untuk Mereduksi Motif Agresi Siswa MAN 4 Aceh Besar. Tujuan penelitian untuk melihat ada tidaknya penurunan tingkat motif agresi yang signifikan setelah diberikan teknik konseling menulis ekspresif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dalam bentuk pre-ekspreriment, one grup pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 2 MAN 4 Aceh Besar yang memiliki tingkat motif agresi yang tinggi. Sampel yang diperoleh berjumlah 11 orang yang memiliki tingkat motif agresi yang tinggi. Penarikan sampel dilakukan secara random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan skala 1-5. Analisis statistik menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa teknik konseling menulis ekspresif memiliki efektivitas untuk mereduksi motif agresi siswa MAN 4 Aceh Besar. Sebelum diberikan (pretest) skor motif agresi 179.64 dan skor setelah diberikan (posttest) adalah 104.55. Tingkat motif agresi siswa mengalami penurunan yang signifikan setelah diberikan teknik konseling menulis ekspresif. Hasil uji statistik paired sample t-test didapati bahwa mean untuk pretest posttest adalah 179.64 104.55, sedangkan untuk nilai sebesar 10.621 dan (0.05;11) sebesar 2.228 oleh karena artinya terdapat penurunan yang signifikan pada tingkat motif agresi siswa MAN 4 Aceh Besar yang mempunyai tingkat motif agresi yang tinggi setelah diberikan teknik konseling menulis ekspresif.
Perkembangan nilai agama dan moral anak dalam keluarga broken home Dina Amalia
Jurnal Suloh Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i2.15330

Abstract

Perkembangan nilai agama dan moral merupakan tahap perkembangan kepribadian anak untuk membentuk karakter, menanamkan sifat-sifat terpuji dan melatih anak untuk dapat beribadah sesuai dengan agama yang dianutnya. Keluarga merupakan dasar peletakan nilai-nilai moral dan sebagai dasar proses pembentukan karakter bagi anak. Perkembangan anak akan menjadi cenderung terhambat apabila anak berada di dalam situasi keluarga yang kacau dan penuh dengan keributan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana perkembangan nilai agama dan moral anak dalam keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah dua orang ibu yang telah bercerai secara sah menurut agama dan negara. Objek penelitian adalah 2 orang anak berusia 5-6 tahun dengan jenis kelamin laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan nilai agama dan moral pada anak usia 5-6 tahun sebagian besar belum terlihat pada anak, anak masih menunjukkan perilaku-perilaku tidak sopan saat berkomunikasi, tidak menghormati tamu dan lain sebagainya, kemudian anak belum dapat mengerjakan ibadah shalat dengan benar, akan tetapi ada sebagian indikator sudah mulai terlihat seperti anak sudah dapat mengucapkan terimakasih kepada orang lain dan perilaku jujur.Kata Kunci: Perkembangan Nilai Agama dan Moral, Keluarga Broken Home.

Page 7 of 11 | Total Record : 104