cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
ijba.pv@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijba.pv@ung.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Sekolah Vokasi UNG, Jalan Drs. Achmad Nadjamuddin No. 35 (Eks. Jl Raden Saleh) Kel. Limba U2 Kec. Kota Selatan, Kota Gorontalo 96115 Telp. (0435) 821125. 825424 Faksmile (0435) 821752 email : sekolahvokasiung@ung.ac.id
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal Of Building Architecture
ISSN : 29861071     EISSN : 29885531     DOI : https://doi.org/10.56190/jba.v1i1
Core Subject : Education, Art,
Journal Of Building Architecture (JBA) is a peer-reviewed journal published twice a year ( April and October) by the Vocational Program of the State University of Gorontalo. The Vocational Journal of Science and Technology provides direct open access to its content. The aim of this journal is to provide the expression of ideas, as well as places for knowledge fields that can understand applied science and technology issues and knowledge, with a new space of journals covering the fields of science and technology. applied science and technology research including Mathematics, Physics, Technology, and Informatics.
Articles 49 Documents
PENATAAN KAWASAN WISATA DANAU MO’OAT DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI Meryana Apriliani; Zuhriati A. Djailani; Abdi Gunawan Djafar
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 2 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i2.58

Abstract

Pariwisata berperan penting dalam perkembangan Indonesia, terdapat berbagai jenis pariwisata di Indonesia yang banyak diminati wisatawan lokal maupun mancanegara, salah satunya seperti wisata danau. Provinsi Sulawesi Utara lebih tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Kecamatan Mo’oat daerah dengan dataran tinggi 1100 mdpl memiliki danau dengan hawa yang sejuk dan termasuk dalam salah satu kawasan strategis sebagai kawasan wisata. Wisata danau mo’oat berkembang sejak tahun 2017, pengembangannya yang tidak tertata sehingga mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung, fasilitas wisata yang kurang memadai membuat daya tarik wisatawan jadi berkurang. Dalam mendesain kawasan wisata danau mo’oat menerapkan tema arsitektur ekologi dalam perancangan ini bertujuan untuk merancang sebuah bangunan atau lingkungan objek wisata dengan memanfaatkan air, energi dan sumber daya lain, serta mewujudkan perancangan objek yang memperhatikan lingkungan. Metode yang digunakan berupa metode kualitatif dan kuantitatif yaitu mengumpulkan data baik dari perpustakaan, studi dokumen maupun observasi lapangan. Hasil dari rancangan berupa analisis tapak, program ruang, total konsep rancangan dan pra-rancangan dengan tema arsitektur ekologi. Wisata atau pusat rekreasi mewadahi aktivitas wisatawan yang berkunjung sesuai dengan sarana yang dibutuhkan, penempatan ruang disesuaikan dengan zona masing-masing sehingga sirkulasi dan zona ruang teratur.
PERANCANGAN KAMPUS POLITEKNIK PERTANIAN KOTAMOBAGU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK Fahrain Septianda Mokoginta; Niniek Pratiwi; Muh. Rizal Mahanggi
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 2 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i2.59

Abstract

Menurut data BPS tahun 2023, Kota Kotamobagu dan Kabupaten di Bolaang Mongondow Raya memiliki potensi investasi signifikan terutama dalam sektor pertanian yang melibatkan 73.133 petani. Namun partisipasi pemuda masih rendah, hanya mencapai 1% dari total petani. Diperlukan peningkatan kontribusi dalam sektor pertanian melalui peningkatan pendidikan, khususnya pada pendidikan pertanian untuk memajukan sumber daya manusia. Saat ini, Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya menghadapi kendala dengan kurangnya perguruan tinggi yang menawarkan program pendidikan dan pelatihan di bidang pertanian. Oleh karena itu, perlu didirikan politeknik pertanian untuk mendorong kualitas pendidikan dan memajukan sektor pertanian. Selain itu, kesadaran akan hubungan manusia dengan alam menjadi faktor penting dalam proses pembelajaran yang dapat ditingkatkan melalui pendekatan arsitektur biofilik. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan sebuah kampus politeknik pertanian yang memenuhi kebutuhan ruang civitas academika dan mencerminkan identitas sebagai pusat pendidikan pertanian dengan penekanan pada konsep arsitektur biofilik. Desain bangunan politeknik pertanian di Kota Kotamobagu yang mengintegrasikan konsep biofilik diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran yang nyaman dan mempererat keterkaitan manusia dengan alam. Penelitian ini menggunakan metode kualikatif, pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, studi lapangan, dan studi banding untuk membentuk dasar konsep perencanaan dan perancangan. Penerapan arsitektur biofilik dalam desain kampus ini memiliki novelty pada integrasinya sebagai strategi pedagogis, peningkatan kesehatan mental civitas akademika, serta pendekatan kontekstual terhadap iklim tropis, sehingga kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang pendidikan, tetapi juga sebagai ekosistem hidup yang mendukung pembelajaran berkelanjutan. Melalui analisis program ruang dan konsep fisik bangunan, diharapkan politeknik pertanian Kotamobagu dapat menjadi lokomotif bagi kemajuan pendidikan dan ekonomi di sektor pertanian.
KECERDASAN STRUKTURAL VERNAKULAR PADA RUMAH PANGGUNG JATON: MORFOLOGI, SISTEM KONSTRUKSI, DAN ADAPTASI LINGKUNGAN DI DESA REKSONEGORO Amru Siola; Satar Saman
Journal Of Building Architecture Vol. 4 No. 1 (2026): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v4i1.107

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam sistem struktur rumah panggung Jawa Tondano (Jaton) sebagai representasi kecerdasan struktural vernakular yang belum banyak diungkap dalam studi sebelumnya. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang cenderung menekankan aspek tipologi dan budaya, studi ini berfokus pada analisis pola struktur, sistem sambungan, dan mekanisme distribusi beban dalam konteks adaptasi lingkungan tropis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif–eksploratif melalui observasi lapangan, pengukuran dimensi, dokumentasi visual, serta penggambaran ulang struktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya sistem struktur modular berbasis grid kolom dengan pondasi umpak kayu yang menggunakan sistem lubang dudukan dan penguncian pasak. Sistem ini memungkinkan fleksibilitas struktur tanpa ketergantungan pada material modern seperti paku atau beton. Selain itu, ditemukan bahwa konfigurasi struktur tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga sebagai mekanisme adaptif terhadap kelembaban dan iklim tropis. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan logika struktur dan konstruksi sebagai sistem rekayasa empiris, yang menunjukkan bahwa rumah panggung Jaton merupakan bentuk integrasi antara struktur, lingkungan, dan pengetahuan lokal dalam satu sistem yang efisien dan berkelanjutan.
PENERAPAN ARSITEKTUR BIOFILIK PADA PUSAT WISATA PERMAINAN TRADISIONAL DI PROVINSI GORONTALO Febiyani Nuralifa Paneo; Kalih Trumansyahjaya; Ernawati
Journal Of Building Architecture Vol. 4 No. 1 (2026): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v4i1.62

Abstract

Perkembangan teknologi telah mengubah pola bermain masyarakat, sehingga permainan tradisional semakin ditinggalkan dan tergantikan oleh permainan modern, khususnya permainan daring. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pelestarian budaya lokal serta nilai-nilai sosial, edukatif, dan lingkungan yang terkandung dalam permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan merancang Pusat Wisata Permainan Tradisional di Provinsi Gorontalo sebagai sarana rekreasi, edukasi, dan pelestarian budaya dengan menerapkan pendekatan Arsitektur Biofilik.   Metode yang digunakan adalah metode perancangan arsitektur melalui tahapan identifikasi masalah, pengumpulan dan analisis data, studi literatur, studi preseden, analisis kebutuhan ruang, analisis tapak, serta penerapan prinsip-prinsip Arsitektur Biofilik ke dalam konsep desain. Hasil perancangan menghasilkan sebuah kawasan wisata edukatif yang mengakomodasi berbagai aktivitas permainan tradisional, ruang edukasi budaya, area interaksi sosial, serta ruang terbuka hijau yang terintegrasi dengan elemen alam untuk meningkatkan kenyamanan, pengalaman ruang, dan kualitas lingkungan. Penerapan prinsip Arsitektur Biofilik diwujudkan melalui pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami, vegetasi, elemen air, material alami, serta hubungan visual dan fisik antara pengguna dengan lingkungan. Perancangan ini diharapkan menjadi fasilitas yang mendukung pelestarian permainan tradisional, memperkuat identitas budaya lokal, meningkatkan daya tarik wisata budaya di Provinsi Gorontalo, serta memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat.
PERANCANGAN PUSAT PENDIDIKAN LATIHAN OLAHRAGA PELAJAR DAERAH DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS Aswandi Dotulung; Nurnaningsih Nico Abdul; Abdi Gunawan Djafar
Journal Of Building Architecture Vol. 3 No. 2 (2025): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v3i2.64

Abstract

Olahraga memiliki peran penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia serta peningkatan prestasi daerah dan nasional. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memiliki potensi atlet pelajar yang cukup besar dan didukung oleh berbagai program pembinaan pemerintah daerah. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan sarana dan prasarana olahraga yang memadai, sehingga kegiatan latihan dan pertandingan masih dilakukan pada fasilitas yang tidak sesuai standar. Penelitian ini bertujuan merancang fasilitas Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan pendekatan arsitektur tropis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder, meliputi survei lapangan, studi preseden, wawancara, studi literatur, serta analisis deskriptif rasionalistik. Hasil penelitian berupa konsep dan rancangan PPLPD yang adaptif terhadap iklim tropis, memenuhi standar fungsi dan kenyamanan ruang, serta mampu mendukung pembinaan dan pengembangan prestasi atlet pelajar secara berkelanjutan.
MENARA HULONTALANGI SEBAGAI LANDMARK KOTA GORONTALO Sucipto Hulalata; Moh. Faisal Dunggio; Abdi Gunawan Djafar
Journal Of Building Architecture Vol. 4 No. 1 (2026): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v4i1.70

Abstract

Untuk mewujudkan citra kota yang lebih baik maka perlu adanya pendekatan melalui landmark. Suatu objek fisik dapat mudah dikenali sebagai landmark jika memenuhi nilai tinggi pada ketiga aspek yaitu kepentingan fungsi, kepentingan sudut pandang, dan kepentingan bentuk. Tahapan pembentukan citra dan identitas kota diawali dari perkembangan kota tersebut. Meninjau perkembangan ekonomi menurut Bappeda Kota Gorontalo, pada tahun 2019 struktur perekonomian Kota Gorontalo didominasi oleh tersier dan sektor sekunder yakni perdagangan dan konstruksi. Peranan yang besar dari kedua sektor tersebut sejalan dengan kedudukan Kota Gorontalo sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan di wilayah Provinsi Gorontalo dan sekitarnya, dimana dapat dilihat bahwa sedang terjadi pembangunan pusat – pusat perdagangan baru dan infrastruktur yang terus dibenahi. Tantangan selanjutnya bagaimana memenuhi kriteria yang telah disebutkan sebelumnya dengan merespon masalah dalam perencanaan yakni kemampuan lahan yang kurang sehingga bisa memaksimalkan kepentingan fungsi bangunan pada sektor perdagangan dan jasa. Sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai identitas kota yang memiliki keistimewaan fisik dan harapannya bisa menjadi landmark. Tujuan yang ingin dicapai pada perencanaan ini adalah menghasilkan rancangan bangunan shopping mall serta apartemen sebagai objek menara yang merupakan point of interest pada kawasan tersebut yang dijadikan pengamat sebagai acuan (landmark) hal ini menjadikannya obyek yang mudah diingat yang mencirikan kawasannya. Metode yang digunakan dalam pembahasan ini adalah mencari data-data yang terkait dengan objek rancangan melalui buku-buku, majalah, internet dan media lainnya kemudian mentranformasikan kedalam rancangan sendiri.
PENERAPAN ARSITEKTUR EKOLOGI PADA SENTRA PRODUKSI IKAN TUNA DI KABUPATEN BONE BOLANGO Annisa Rahmatia; Kalih Tryumansyahjaya; Moh. Faisal Dunggio
Journal Of Building Architecture Vol. 4 No. 1 (2026): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v4i1.75

Abstract

Kekayaan sumber daya laut Indonesia, yang memainkan peran penting dalam ekonomi perikanan, mengalami peningkatan hasil makanan laut sekitar 7% per tahun, menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar di Asia Tenggara. Namun, hanya 10% dari lahan pertanian di Indonesia yang telah dioptimalkan, dengan potensi terbesar terletak di pulau Sulawesi dan daerah pesisir lainnya. Provinsi Gorontalo, khususnya Kabupaten Bone Bolango, memiliki potensi besar dalam produksi ikan tuna, yang mencapai 141.121 ton pada tahun 2021. Meskipun demikian, pemanfaatan potensi ini masih terbatas, dengan belum adanya ekspor produk yang signifikan ke pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sentra produksi ikan tuna di Kabupaten Bone Bolango dengan pendekatan arsitektur ekologi. Pendekatan ini memfokuskan pada pemeliharaan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Konsep arsitektur ekologi mencakup penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan perlindungan biodiversitas lokal. Penerapan prinsip-prinsip ini bertujuan untuk menciptakan fasilitas produksi yang tidak hanya efisien dalam operasional tetapi juga minim dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Lokasi strategis Kabupaten Bone Bolango, yang dikelilingi oleh Teluk Gorontalo dan Laut Sulawesi, memberikan keuntungan dalam hal aksesibilitas dan efisiensi operasional. Tata letak pabrik yang dirancang secara efisien akan mengoptimalkan alur produksi dan penggunaan ruang, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan produktivitas. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi ekonomi lokal dengan penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan nelayan, dan peluang ekspor. Dengan memanfaatkan potensi perikanan secara berkelanjutan dan meningkatkan daya saing produk ikan tuna, proyek ini bertujuan untuk memperkuat posisi Kabupaten Bone Bolango sebagai pusat produksi utama dan meningkatkan daya saing produk perikanan di pasar global.
PERANCANGAN PASAR TRADISIONAL MOODU KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN RAMLAH IBRAHIM; HERYATI; KALIH TRUMANSYAHJAYA
Journal Of Building Architecture Vol. 4 No. 1 (2026): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v4i1.103

Abstract

Perkembangan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas perdagangan yang nyaman, bersih, dan tertata mendorong perlunya pembaruan pasar tradisional. Penelitian ini mengkaji perancangan Pasar Tradisional Moodu di Kota Gorontalo yang masih menghadapi permasalahan berupa kondisi fisik bangunan yang kurang memadai, sirkulasi yang tidak teratur, serta minimnya fasilitas penunjang. Penelitian bertujuan menerapkan konsep arsitektur modern untuk menghasilkan pasar yang fungsional, efisien, nyaman, dan tetap mempertahankan karakter pasar tradisional. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, studi literatur, dan studi banding. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui analisis tapak, kebutuhan ruang, zonasi, sirkulasi, serta aspek iklim sebagai dasar penyusunan konsep perancangan. Hasil perancangan menunjukkan penerapan konsep arsitektur modern menghasilkan zonasi ruang berdasarkan jenis komoditas dan aktivitas, sistem sirkulasi yang memisahkan jalur pengunjung, pedagang, dan distribusi barang sehingga lebih efektif, serta strategi pencahayaan alami melalui bukaan dan skylight yang didukung ventilasi silang untuk meningkatkan kenyamanan termal dan kualitas udara. Selain itu, penyediaan fasilitas pendukung dan penataan massa bangunan yang lebih efisien meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kualitas visual pasar. Perancangan ini diharapkan mewujudkan Pasar Tradisional Moodu sebagai pusat perdagangan yang modern, representatif, dan tetap mempertahankan identitas lokal.
EVALUASI PENINGKATAN KENYAMANAN TERMAL RUMAH TINGGAL MELALUI IMPROVEMENT MATERIAL SELUBUNG BANGUNAN DI KOTA MAKASSAR Nurhayati Kamaruddin; Nurhasanah H; Muh. Rahmansyah Alfian
Journal Of Building Architecture Vol. 4 No. 1 (2026): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v4i1.120

Abstract

Thermal comfort is an important aspect of residential building design in tropical regions such as Makassar City. This study aims to analyze the effect of material improvement on the thermal performance of a two-story residential building using Autodesk Ecotect Analysis 2011. The analyzed parameters include Mean Radiant Temperature (MRT), Predicted Mean Vote (PMV), Hourly Temperature Profile, Internal Gains, and Direct Solar Gains. Material improvement was conducted by replacing Brick Plaster walls with Brick Cavity Concrete Block Plaster and Single Glazed Timber Frame windows with Double Glazed Low-E Timber Frame. The simulation results indicate that the existing building did not meet thermal comfort criteria, with MRT values ranging from 32–39°C on the first floor and 29–34°C on the second floor, while PMV values were generally above +3. The master bedroom recorded the highest Direct Solar Gains value of 284 Wh and a maximum indoor temperature of 32.5°C. After the material improvement, indoor temperatures decreased by 0.9–1.3°C. The findings demonstrate that building envelope materials with better thermal performance can reduce heat transfer into the building and improve indoor thermal conditions.