cover
Contact Name
Yohanes Bowo Widodo
Contact Email
ojslppmumht@gmail.com
Phone
+6281219750110
Journal Mail Official
jkmp.umht@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. H. Bokir Bin Dji’un No.23-25, Kramatjati, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
ISSN : 27760952     EISSN : 27760944     DOI : 10.37012/jkmp
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting health sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. The scope of this journal encompasses to study health research regarding of: 1. Public Health 2. Occupational Health and Safety 3. Communicable Disease 4. Non Communicable Disease 5. Health promotion 6. Hospital Services Management 7. Health Policy 8. Health Behavior 9. Epidemiology and Biostatistics 10. Environmental Health
Articles 125 Documents
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kepatuhan Pasien dalam Pengobatan Diabetes Melitus di Poli Klinik Penyakit Dalam Rumah Sakit DIK PUSDIKKES Jakarta Timur Dewi, Nurma; Suryati, Sri; Pitasari, Pipit
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i1.2234

Abstract

Latar belakang: Dukungan keluarga adalah faktor terpenting yang dapat membantu individu menyelesaikan masalah, dukungan keluarga yang diberikan pada pasien dapat membuat pasien untuk sembuh. Kepatuhan pada klien diabetes melitus adalah perilaku individu yang taat menjalankan nasihat dari dari petugas kesehatan seperti menerapkan gaya hidup yang sehat, melakukan diet yang benar dan minum obat yang teratur serta rajin untuk kontrol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien dalam pengobatan Diabetes Melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RS DIK Pusdikkes Jakarta Timur. Metode: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 22 Januari 2024 sampai dengan 7 Februari 2024 di Poliklinik Penyakit Dalam RS DIK Pusdikkes Jakarta Timur. Sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari kuesioner, dengan perhitungan jumlah sampel menggunakan rumus slovin didapatkan sampel minimal sebanyak 125 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mendapatkan dukungan dari keluarga dengan prevalensi sebanyak 67 orang responden (53.6%). Sebagian besar pasien responden diketahui patuh dalam melakukan pengobatan dengan prevalensi sebanyak 81 orang responden (64.8%). Hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus mendapatkan P.Value 0.001 < 0.005.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit DIK Pusdikkes Jakarta Timur.
Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Protokol Kesehatan Covid-19 di Kota Palopo Sulawesi Selatan Rusman, Ruspa; Endarti, Ajeng Tias; Cicih, Lilis Heri Mis
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i2.2216

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data BPS Sulawesi Selatan sekitar 11,45% khawatir dengan efek samping dan tidak percaya efektivitas vaksin dan 7,83% menyatakan sangat tidak mungkin terinfeksi/tertular Covid-19. Tujuan: Mengetahui faktor yang berpengaruh Covid-19 terhadap kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 di Kota Palopo Sulawesi Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 245 orang. Penelitian ini dilakukan di Kota Palopo Sulawesi selatan. Analisis data pada penelitian ini terdiri dari analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Terdapat 52,7% responden tidak patuh terhadap penerapan protokol kesehatan. Analisis bivariat menunjukkan hubungan antara persepsi kerentanan PR 0,466 (p value 0,001), persepsi keseriusan PR 0,443 (p value 0,000), persepsi hambatan PR 0,390 (p value 0,000), persepsi manfaat PR 0,339 (p value 0,000), isyarat untuk bertindak PR 0,290 (p value 0,000), motivasi sehat atau sembuh PR 0,442 (p value 0,000), pengetahuan PR 0,026 (p value 0,000) dan hubungan antara implementasi PPKM mikro PR 0,3216 (p value 0,000). Hasil analisis multivariat variabel yang paling mempengaruhi kepatuhan protokol kesehatan di Kota Palopo Sulawesi selatan adalah variabel pengetahuan. Rekomendasi: Sosialisasi dan edukasi berkelanjutan kepada masyarkat dengan menggunakan berbagai macam media tentang menjaga protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Selain itu masyarakat diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai budaya di masyarakat, terutama protoko mencuci tangan dan selalu membawa hand sanitizer sehingga kondisi di masyarakat tetap terjaga.
Hubungan Aktivitas Fisik Dan Pola Makan Terhadap Status Obesitas Pada Pekerja Perusahaan Minyak Dan Gas Di Bojonegoro Djaali, Nur Asniati; Prahastuti, Brian Sri; Supriyanto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i2.2337

Abstract

Obesitas adalah suatu keadaan ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar dalam jangka waktu yang lama. Banyaknya konsumsi energi dari makanan yang dicerna melebihi energi yang digunakan untuk metabolisme dan aktivitas kesehariannya. Kelebihan energi akan disimpan dalam bentuk lemak dan jaringan lemak sehingga dapat mengakibatkan kenaikan berat badan. Terdapat 80.4% pekerja perusahaan minyak dan gas di Bojonegoro yang mengalami over weight dan Obesitas dan kondisi ini kecenderungan meningkat dari waktu ke waktu bila tidak dilakukan tindakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan pola makan terhadap status obesitas pada pekerja perusahaan minyak dan gas setelah mendapatkan program Wellness Our Way Plus. Metode penelitian dengan studi kuantitatif desain cross-sectional dan Sampel penelitian sebanyak 157 responden. Analisis data dengan menggunakan uji univariat dan bivariat. Terdapat hubungan signifikan antara aktifitas fisik dengan status obesitas pada pekerja perusahaan minyak dan gas setelah mendapatkan program Wellness Our Way Plus (p-value=0,005;OR=15,2) dan terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan status obesitas pada pekerja perusahaan minyak dan gas setelah mendapatkan program Wellness Our Way Plus (p-value=0,005;OR=7,2). Terdapat hubungan signifikan antara aktifitas fisik dan pola makan dengan status obesitas pada pekerja perusahaan minyak dan gas di Bojonegoro setelah program Wellness Our Way Plus.
Hubungan Response Time Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat RS MH Thamrin Cileungsi Rinestaelsa, Ursula Arus; Manikam, Ratna Mutu; Ridwan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i2.2499

Abstract

Latar Belakang: Respon time atau waktu tanggap pelayanan gawat darurat merupakan lamanya waktu saat pasien datang ke IGD sampai pasien dilakukan penanganan pertama kali dalam hitungan menit. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi hubungan antara response time perawat dengan tingkat kepuasan pasien di IGD Rumah Sakit MH Thamrin Cileungsi. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan desain Cross Sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Non-Probability, khususnya teknik Acidental. Dengan menggunakan rumus Slovin, diperoleh jumlah sampel sebanyak 93, peneliti memutuskan untuk menambahkan 10% dari jumlah sampel, sehingga total sampel 102. Hasil: Hasil uji Chi Square diperoleh p-value (0,000). pasien yang mendapatkan response time ≤ 5 dan merasa puas lebih tinggi 2.062 dibandingkan pasien yang mendapat response time 5 menit. Sebagian besar responden mendapatkan response time cepat ≤ 5 menit dari perawat sebanyak dengan (72.5%). Kesimpulan: Sebagian besar responden berada ditingkat kepuasan merasa puas. Adanya Hubungan Antara Hubungan Response Time Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien.
Analisis Hubungan Sikap terhadap Perilaku Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) COVID-19 pada Perawat Pelaksana di Puskesmas Kabupaten Karawang Putri, Shinta Andika; Prahastuti, Brian Sri; Djaali , Nur Asniati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i2.2491

Abstract

Latar Belakang : Pedoman sementara yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) terkait Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) COVID-19 adalah dengan menekan beberapa hal tindakan, diantaranya menerapkan kewaspadaan standar untuk semua pasien dan petugas kesehatan, memastikan triase awal, dan memakai masker untuk tindakan pencegahan tambahan. Perilaku penggunaan alat pelindung diri yang baik merupakan salah satu unsur dalam kewaspadaan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) COVID-19 diharapkan dapat menurunkan risiko penularan virus melalui darah dan droplet. Adanya risiko penularan yang cukup tinggi inilah yang menjadi dasar diperlukannya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan yang mencakup handscoon (sarung tangan), masker medis, kaca mata pelindung, dan pakaian pelindung diri. Perawat berperan sebagai pemberi asuhan keperawatan, kolaborator, pendidik, agent of change, dan peneliti di era pandemi. Hal ini dilakukan karena perawat sebagai garda terdepan dunia kesehatan dalam menghadapi pandemi. Tujuan : Hasil laporan penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model perilaku perawat pelaksana Puskesmas dan mengetahui hubungan sikap dan perilaku perawat pelaksana Puskesmas di Kabupaten Karawang dalam Perilaku Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) COVID-19 setelah dikontrol oleh variabel lain. Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang, menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 208 perawat pelaksana Puskesmas di Kabupaten Karawang tahun 2022. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada perawat pelaksana puskesmas di kabupaten karawang 62,3% responden berperilaku baik dan 37,7% responden berperilaku buruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 vaiabel yang memiliki hubungan yang bermakna terhadap Perilaku Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) COVID-19 pada perawat pelaksana Puskesmas di Kabupaten Karawang meliputi sikap, masa kerja dan riwayat keterpaparan COVID-19.
Pengaruh Terapi Musik terhadap Kecemasan pada Pasien Pre Operasi di Ruang Instalasi Bedah Sentral RS Bhayangkara TK.1 Pusdokkes Polri Sitorus, Seven; Elita, Ayu Centya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i2.2511

Abstract

Latar belakang: Kecemasan pre-operasi merupakan masalah umum yang dialami pasien sebelum menjalani pembedahan. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis pasien, seperti peningkatan denyut jantung, tekanan darah, dan gangguan tidur. Salah satu metode non-farmakologis yang terbukti efektif untuk mengurangi kecemasan adalah terapi musik. Musik dapat memberikan efek relaksasi melalui pengaturan hormon yang terkait dengan stres, seperti peningkatan endorfin yang dapat menurunkan rasa sakit dan ketegangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi di RS Bhayangkara Tk.1 Pusdokkes Polri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 85 pasien yang akan menjalani operasi. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner APAIS (Amsterdam Pre Operative Anxiety and Information Scale) dengan analisis data menggunakan uji parametrik paired t test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terapi musik terhadap kecemasan pada pasien pre operasi secara signifikan mengurangi kecemasan pada pasien dengan hasil nilai p-value 0,001 (α: >0,05). Dari 85 responden, sebanyak 95% diyakini rata-rata responden mengalami kecemasan. Kesimpulan: Pemberian terapi musik efektif dalam mengurangi kecemasan pada pasien pre operasi.
Feeding Behavior of Toddlers from HIV/AIDS Positive Women: A Case Study in Jayapura District Naa, Martince; Prahastuti, Brian Sri; Endarti, Ajeng Tias
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i1.2618

Abstract

Background: HIV infection in pregnant women is a significant problem in the global health world because it has a serious impact on the health of the mother and the baby she is carrying. Objective: To explore the impact of HIV infection on pregnant women, particularly in the context of transmission of the virus to the baby during pregnancy and childbirth. In addition, this study also focuses on preventive measures that can be taken during pregnancy to reduce the risk of transmission of HIV from mother to baby, practice caring for the baby and giving food, looking at the mother's knowledge of transmission, which can present an evidence-based picture that can be held accountable and become an advocacy material. Methods: This study is a case study with a Qualitative approach with a specific approach of in-depth interviews. Results: This study can provide in-depth insights into the behavior of HIV mothers feeding their babies and effective preventive measures. Recommendation: There needs to be cross-sectoral cooperation to increase HIV-AIDS Education to the community, especially mothers so that it can help in improving the health of mothers and babies and reduce HIV virus transmission to generations      
The Effect of Nutritional Status Empowerment on the Incidence of Preeclampsia in Pregnant Women in the 3rd Trimester (Literature Review) As-sa'diah, Dini; Solida, Adila
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i1.2649

Abstract

Pregnancy is the period from the time the egg is fertilized until the baby is born, which usually lasts for about 280 days or nine months. Many pregnancies go well, but there are also some that may face serious problems or complications. One that can affect the occurrence of complications during pregnancy is preeclampsia. Preeclampsia is a potentially life-threatening pregnancy complication for the mother and baby. This condition is clinically characterized by the onset of gestational hypertension (high blood pressure) and proteinuria (the presence of protein in the urine) that occurs after 20 weeks of gestation. Empowerment of the nutritional status of pregnant women is believed to reduce the risk of preeclampsia. This study aims to analyze the effect of empowerment of nutritional status on the incidence of preeclampsia in pregnant women in the third trimester through a literature review. The method used is a literature review by reviewing five recent journals from sources obtained through Google Scholar, which discuss the relationship between nutritional status and preeclampsia. The results of the analysis show that increasing knowledge and empowerment through education and nutritional interventions have a positive effect on reducing the risk of preeclampsia. Several journals show a relationship between poor nutritional status and the incidence of preeclampsia, while other factors such as hypertension and an unbalanced diet also influence the risk. The recommendation from this study is the need for a holistic approach involving education, supplementation, and social support to improve the nutritional status of pregnant women, so that it can reduce the rate of preeclampsia and improve maternal and infant health.
The Relationship between Primary Tooth Caries and Stunting in Toddlers S, Eti Wiyanti; Endarti, Ajeng Tias; Indriyati, Titi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i1.2659

Abstract

Stunting is a condition where a child's growth and development are disrupted due to chronic malnutrition. Stunting is a failure of ideal growth caused by a lack of nutrition that lasts for a long time. One of the factors that influences the incidence of stunting is the status of dental caries. Many efforts have been made to prevent stunting, one of which is preventing dental caries. This requires research on the relationship between primary dental caries and the incidence of stunting in toddlers. This study used a sampling method with a random sampling technique and involved 53 respondents. The instrument used was the def-t index to measure dental caries and stunting status based on the TB/U z-score. Statistical analysis was carried out using the chi square test to assess the relationship between dental caries and the incidence of stunting. The results of the study showed that the incidence of very short stunting was less in children with high dental caries, namely 20.8% compared to those with moderate dental caries, namely 55.2%. This means that the incidence of stunting in the very short category has a lower risk in toddlers with high dental caries compared to the moderate category. This study emphasizes the importance of the role of parents in increasing knowledge related to children's health and nutritional status. In addition, parental education and utilization of health service access are important aspects that need to be considered. Health centers, health workers, and the Health Office play an important role in encouraging efforts to control stunting in toddlers.
The Effect of Lighting on Unsafe Conditions at PT. X Setyowati, Wulan; Inayah, Zufra
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i1.2713

Abstract

Occupational Safety and Health (OHS) is an important component in supporting protection for workers. Lighting is an essential physical element in the implementation of the Occupational Safety and Health (OHS) program. Light intensity that does not meet standards can cause visual fatigue, decrease worker concentration levels, and increase the risk of unsafe conditions in the workplace. This study aims to determine the effect of lighting on unsafe conditions at PT. X. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 80 respondents who were randomly selected using a simple random sampling technique. Data were collected through observation and questionnaires, then analyzed using a simple logistic regression test assisted by SPSS software. The results showed a statistically significant relationship between lighting and unsafe conditions (p = 0.002). Workers who work in areas with lighting levels that do not meet standards are 4.95 times more likely to experience unsafe conditions compared to those who work in areas with lighting according to regulations (Exp(B) = 4.951). Based on these findings, it is concluded that non-standard lighting significantly affects the occurrence of unsafe conditions, so it is necessary to adjust the lighting intensity in accordance with the Regulation of the Minister of Manpower No. 5 of 2018 in order to create a safer and more comfortable working environment.

Page 4 of 13 | Total Record : 125