cover
Contact Name
Yohanes Bowo Widodo
Contact Email
ojslppmumht@gmail.com
Phone
+6281219750110
Journal Mail Official
jkmp.umht@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. H. Bokir Bin Dji’un No.23-25, Kramatjati, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
ISSN : 27760952     EISSN : 27760944     DOI : 10.37012/jkmp
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting health sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. The scope of this journal encompasses to study health research regarding of: 1. Public Health 2. Occupational Health and Safety 3. Communicable Disease 4. Non Communicable Disease 5. Health promotion 6. Hospital Services Management 7. Health Policy 8. Health Behavior 9. Epidemiology and Biostatistics 10. Environmental Health
Articles 125 Documents
Factors Associated with Mortality at Harapan Kita Hospital (RSAB Harapan Kita) Secondary Data for 2024 Nurhasanah; Indriyati, Titi; Prahastuti, Brian Sri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i2.3092

Abstract

Neonatal mortality remains a key public health indicator in Indonesia and represents a serious challenge in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs). Although Jakarta has the lowest infant mortality rate compared to other provinces, the number of neonatal deaths at national referral hospitals like Harapan Kita Hospital remains quite high. Based on 2024 data, 220 deaths were recorded out of 1,634 births, with the main causes including low birth weight (LBW), asphyxia, prematurity, and infection. This situation highlights the importance of examining risk factors for both mothers and infants in neonatal mortality, particularly at Harapan Kita Hospital, Jakarta.  The research method used a quantitative approach with a retrospective case-control study design. Secondary data were obtained from maternal and infant medical records from January to December 2024. The study sample consisted of 94 respondents, consisting of 47 cases (neonatal deaths) and 47 controls (infants living >28 days or dying after >28 days), selected using a purposive sampling technique. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with chi-square tests. The study showed that maternal factors associated with neonatal mortality were maternal nutritional status (p=0.021), type of delivery (p=0.014), and parity (p=0.037). Infant factors associated with neonatal mortality included low birth weight (p=0.000), prematurity (p=0.012), birth asphyxia (p=0.000), neonatal infection (p=0.001), and congenital abnormalities (p=0.018). Harapan Kita Jakarta Hospital needs to strengthen the referral system and coordination between hospitals, optimize the quality of antenatal care services, and improve human resource competency through training and workshops specifically for handling high-risk infants.
Pengaruh Pemberdayaan Status Gizi Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Trimester 3 Harahap, Erwinsyah Hasyim; Jumhati, Siti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i1.2070

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi serius yang dapat terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga, dan memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan ibu hamil dan janin. Pemberdayaan status gizi dapat menjadi faktor yang berpotensi mengurangi risiko preeklampsia dengan meningkatkan pengetahuan dan praktik gizi ibu hamil.Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan two-group pretest posttest, melibatkan 64 responden ibu hamil yang dipilih secara purposive. Kelompok intervensi menerima pemberdayaan terkait dengan status gizi, sementara kelompok kontrol tidak menerima intervensi. Data pengetahuan ibu hamil tentang status gizi dikumpulkan sebelum dan setelah intervensi, dan dianalisis menggunakan Uji t-dependent/Paired T-Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu hamil tentang status gizi setelah mendapatkan pemberdayaan. Terdapat peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan ibu hamil tentang status gizi dari pretest ke posttest, baik di kelompok intervensi maupun kontrol. Analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan tentang gizi terkait dengan penurunan risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil trimester 3.Kesimpulan dan Saran: Pemberdayaan status gizi dapat berperan dalam mengurangi risiko preeklampsia pada ibu hamil dengan meningkatkan pengetahuan dan praktik gizi. Implikasi klinis dari temuan ini menyoroti pentingnya pemberdayaan status gizi dalam upaya pencegahan preeklampsia pada ibu hamil. Hasil ini memberikan dasar bagi pengembangan intervensi yang lebih efektif dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan janin.
Pemanfaatan Buku KIA Dan Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Tanda Bahaya Kehamilan Chadaryanti, Diyah; Harahap, Erwinsyah Hasyim
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i1.2071

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) yang tinggi masih menjadi masalah serius di Indonesia, terutama di Provinsi Jawa Barat. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah memperkenalkan Program Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan kehamilan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Ciracas.Metodologi Penelitian: Studi ini dilakukan dengan pendekatan desain analitik dan rancangan cross-sectional pada bulan Desember 2022. Populasi studi mencakup seluruh ibu hamil yang terdaftar di Puskesmas Ciracas, dengan jumlah responden sebanyak 38 ibu hamil. Data primer diperoleh melalui pengisian kuesioner, dan analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat.Hasil: Mayoritas ibu hamil memiliki usia 20-35 tahun dan pendidikan tingkat SMA. Pemanfaatan Buku KIA mayoritas baik, tetapi pengetahuan tentang tanda-tanda bahaya kehamilan masih kurang memadai. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.Kesimpulan dan Saran: Temuan ini menunjukkan bahwa Buku KIA memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan kehamilan. Namun, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas dan cakupan program ini. Perlu dilakukan edukasi yang lebih intensif kepada ibu hamil tentang pentingnya memanfaatkan Buku KIA secara optimal. Selain itu, peran petugas kesehatan dalam memberikan informasi yang tepat dan edukasi kepada ibu hamil juga perlu ditingkatkan
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap Ibu dan Dukungan Suami dengan Pemberian Asi Ekslusif Dharmayanti, Ni Deni; Damayanti, Dewi Suri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i1.2072

Abstract

Latar Belakang : ASI eksklusif sangat bermanfaat bagi bayi dan ibu. Meskipun demikian, cakupan ASI eksklusif masih rendah. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif, diantaranya adalah pengetahuan ibu dan dukungan suami.Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami terhadap keberhasilan ASI eksklusif.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional poupulasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang menyusui bayi usia 6-12 bulan yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Ciracas yang berjumlah 208 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data secara univariat dan bivariat. Penelitian dilakukan pada bulan November 2022Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah Pengetahuan ibu (p=0,000),OR (74,880), Dukungan Suami (p=0,000) (OR=41,741).Kesimpulan dan saran: Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif, terdapat hubungan Dukungan suami terhadap pemberian ASI Eksklusif. Diharapkan pelayanan Kesehatan
Hubungan Tingkat Kecemasan dan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester dengan Kesiapan Menghadapi Persalinan di Puskesmas Ciracas Alam, Nur; Fatimah, Sundari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v3i2.2073

Abstract

Latar Belakang : Kecemasan selama kehamilan memiliki prevalensi yang signifikan, memengaruhi sekitar 29,2% ibu hamil dibandingkan dengan 16,5% pada ibu yang telah melahirkan (Sinesi et al., 2019). dampak tingkat kecemasan pada ibu hamil terhadap kesejahteraan psikologis dan fisik ibu, bahkan dapat memengaruhi proses persalinan.Tujuan: Untuk mengeksplorasi hubungan antara tingkat kecemasan, pengetahuan, dan kesiapan menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Ciracas.Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 48 ibu hamil trimester III sebagai sampel. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang mengukur tingkat kecemasan dan pengetahuan ibu hamil. Analisis data menggunakan uji statistic bivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel.Penelitian dilakukan di Puskesmas Ciracas pada bulan Desember 2022Hasil Penelitian  : penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang persalinan (50%), namun mayoritas mengalami kecemasan pada tingkat yang dianggap ringan (56,3%). Meskipun demikian, sebagian besar ibu hamil menyatakan kesiapan menghadapi persalinan (75%). Analisis bivariat menemukan korelasi signifikan antara tingkat pengetahuan dan kesiapan ibu hamil menghadapi persalinan (p=0,003, koefisien korelasi=0,426*), serta antara tingkat kecemasan dan kesiapan ibu hamil menghadapi persalinan (p=0,006, koefisien korelasi=-0,388*).Kesimpulan dan Rekomendasi: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kecemasan ibu hamil dengan kesiapan menghadapi persalinan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan mengurangi kecemasan ibu hamil melalui penyuluhan dan dukungan psikologis. Rekomendasi meliputi peningkatan ketersediaan layanan kesehatan yang memadai, penyediaan informasi yang akurat tentang persiapan menghadapi persalinan, dan pemberian dukungan yang kontinu bagi ibu hamil, terutama di masa pandemi Covid-19.
Efektitas Prenatal Yoga terhadap Kesehatan Mental Ibu Hamil Fatimah, Sundari; Alam, Nur; Harahap, Erwinsyah Hasyim
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v1i1.2074

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental pada kehamilan dapat menjadi terganggu karena adanya rasa khawatir berlebih terhadap keterbatasan aktifitas yang bisa dilakukan, serta kesehatan dan keselamatan janin. Hal ini menjadi pemicu terjadinya cemas dan depresi pada masa kehamilan. Yoga saat masa kehamilan atau disebut prenatal yoga merupakan latihan fisik yang dapat mengurangi ketidaknyamanan fisik ibu hamil serta bisa menigkatkan rasa nyaman menjalani masa kehamilan.Tujuan :  Mengetahui efek prenatal yoga terhadap kesehatan mental ibu hamil.Metode Penelitian: metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan design pendekatan posttest-only control. Penlitian dilakukan pada bulan juni 2020Hasil Penelitian: Hasil penelitian uji independent t-test didapatkan tingkat kesehatan mental dalam kecemasan (p-value=0,002) dan depresi (p-value=0,007) ibu hamil yang artinya terdapat perbedaan kesehatan mental ibu hamil antara kelas control (tidak mengikuti kelas prenatal yoga) dan kelompok perlakuan mengikuti kelas prenatal yogaKesimpulan dan saran: prenatal yoga memberikan dampak berbeda terhadap kesehatan mental ibu hamil, rerata ibu hamil yang mengikuti kelas prenatal yoga memiliki kesehatan mental yang normal.
Hubungan Antara Karakteristik Individu dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal di Ruang Hemodialisa RS Bhayangkara Tk I Raden Said Sukanto Golang, Helena; Muhafilah, Ilah; Wulan, Qyan Anting
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i1.2123

Abstract

Gagal ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius, penderita gagal ginjal kronik harus menjalani terapi hemodialisa seumur hidupnya dan akan berpengaruh terhadap kualitas hidupnya. Kualitas hidup adalah keadaan dimana seseorang bisa melakukan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari secara fisik, psikologis, sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan survei analitik dengan desain cross sectional. Sampel diambil sebanyak 96 responden secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer dan instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan terdiri dari kuesioner A (karakteristik individu: usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan) dengan 4 pertanyaan dan kuesioner B (kualitas hidup) dengan 26 pertanyaan. Teknik pengolahan data terdiri dari editing, coding, entry dan cleaning. Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan bahwa usia berhubungan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal (p = 0,014). Jenis kelamin berhubungan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal (p = 0,024). Pekerjaan berhubungan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal (p = 0,027). Dan pendidikan tidak ada hubungan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal (p = 0,888). Jadi terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin dan pekerjaan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal, sedangkan tidak terdapat hubungan antara pendidikan dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal.
Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Protokol Kesehatan Covid-19 di Kota Palopo Sulawesi Selatan Rusman, Ruspa; Endarti, Ajeng Tias; Cicih, Lilis Heri Mis
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i2.2216

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data BPS Sulawesi Selatan sekitar 11,45% khawatir dengan efek samping dan tidak percaya efektivitas vaksin dan 7,83% menyatakan sangat tidak mungkin terinfeksi/tertular Covid-19. Tujuan: Mengetahui faktor yang berpengaruh Covid-19 terhadap kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 di Kota Palopo Sulawesi Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 245 orang. Penelitian ini dilakukan di Kota Palopo Sulawesi selatan. Analisis data pada penelitian ini terdiri dari analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Terdapat 52,7% responden tidak patuh terhadap penerapan protokol kesehatan. Analisis bivariat menunjukkan hubungan antara persepsi kerentanan PR 0,466 (p value 0,001), persepsi keseriusan PR 0,443 (p value 0,000), persepsi hambatan PR 0,390 (p value 0,000), persepsi manfaat PR 0,339 (p value 0,000), isyarat untuk bertindak PR 0,290 (p value 0,000), motivasi sehat atau sembuh PR 0,442 (p value 0,000), pengetahuan PR 0,026 (p value 0,000) dan hubungan antara implementasi PPKM mikro PR 0,3216 (p value 0,000). Hasil analisis multivariat variabel yang paling mempengaruhi kepatuhan protokol kesehatan di Kota Palopo Sulawesi selatan adalah variabel pengetahuan. Rekomendasi: Sosialisasi dan edukasi berkelanjutan kepada masyarkat dengan menggunakan berbagai macam media tentang menjaga protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Selain itu masyarakat diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai budaya di masyarakat, terutama protoko mencuci tangan dan selalu membawa hand sanitizer sehingga kondisi di masyarakat tetap terjaga.
Hubungan Posisi Kerja terhadap Keluhan LBP (Low Back Pain) pada Pekerja Buruh Lapangan Bekisting di PT Cipta Dimensi Usdayana, I Gusti Ngurah Yoga; Djaali, Nur Asniati; Endarti, Ajeng Tias
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i1.2218

Abstract

Latar belakang menurut Data Keselamatan CIPTA di tahun 2021 kecelakaan kerja mengalami kenaikan menjadi 189 kasus. Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal akibat dari aktivitas posisi kerja yang kurang baik, seperti memanggul barang dengan berat yang melebihi kemampuan tubuh pada pekerja buruh lapangan. Tujuan untuk mengetahui pengaruh posisi kerja terhadap keluhan LBP pada pekerja buruh lapangan bekisting di PT Cipta Dimensi. Metode penelitian ini menggunakan studi kuantitatif cross-sectional bertujuan untuk memahami dinamika hubungan antara variabel dan efek terkait keluhan melalui pertimbangan metodologis, observasi, atau pengumpulan data. Hasil penelitian ini ada hubungan signifikan antara keluhan LBP dengan posisi kerja, dengan kata lain pekerja dengan posisi kerja yang berisiko sedang & rendah cenderung tidak banyak memiliki keluhan LBP, sebaliknya pekerja dengan posisi kerja yang kurang baik memiliki risiko sangat tinggi dan tinggi cenderung memiliki keluhan LBP. Rekomendasi perlunya tinjauan yang berkelanjutan terhadap program K3. Penerapan rotasi kerja yang sebelumnya pekerja harian bekisting dirotasi menjadi pekerja harian finishing. Perlunyua pengaturan waktu lembur. Sosialisasi terhadap pekerja harian bekisting secara komprehensif terkait pola makan sehat dan istirahat yang cukup. Perlunya memaksimalkan alat bantu seperti gerobak dorong, handpallet dan chain bucket hoise sebagai bentuk pengendalian rekayasa engineering. Memaksimalkan waktu dengan estimasi 30 – 60 menit kegiatan senam dilakukan serta dipandu oleh trainer yang terlatih. Melakukan medical check up yang dilakukan secara berkala agar pekerja harian bekisting dapat dimonitoring status kesehatannya dan peran jaminan BPJS yang disesuaikan oleh masing-masing proyek berdasarkan indentifikasi potensi bahaya ditempat kerja sehingga dapat tepat sasaran mengurangi penyakit akibat kerja (PAK) khususnya pada keluhan LBP.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kepatuhan Pasien dalam Pengobatan Diabetes Melitus di Poli Klinik Penyakit Dalam Rumah Sakit DIK PUSDIKKES Jakarta Timur Dewi, Nurma; Suryati, Sri; Pitasari, Pipit
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i1.2234

Abstract

Latar belakang: Dukungan keluarga adalah faktor terpenting yang dapat membantu individu menyelesaikan masalah, dukungan keluarga yang diberikan pada pasien dapat membuat pasien untuk sembuh. Kepatuhan pada klien diabetes melitus adalah perilaku individu yang taat menjalankan nasihat dari dari petugas kesehatan seperti menerapkan gaya hidup yang sehat, melakukan diet yang benar dan minum obat yang teratur serta rajin untuk kontrol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien dalam pengobatan Diabetes Melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RS DIK Pusdikkes Jakarta Timur. Metode: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 22 Januari 2024 sampai dengan 7 Februari 2024 di Poliklinik Penyakit Dalam RS DIK Pusdikkes Jakarta Timur. Sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari kuesioner, dengan perhitungan jumlah sampel menggunakan rumus slovin didapatkan sampel minimal sebanyak 125 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mendapatkan dukungan dari keluarga dengan prevalensi sebanyak 67 orang responden (53.6%). Sebagian besar pasien responden diketahui patuh dalam melakukan pengobatan dengan prevalensi sebanyak 81 orang responden (64.8%). Hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus mendapatkan P.Value 0.001 < 0.005.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit DIK Pusdikkes Jakarta Timur.

Page 8 of 13 | Total Record : 125