cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai. Lombok Tenga.
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Golden Age and Inclusive Education
ISSN : -     EISSN : 30472016     DOI : https://doi.org/10.61798/galon.v1i2
Core Subject : Education, Social,
Golden Age and Inclusive Education (E-ISSN: 3047-2016), published twice a year in April and October, focuses on information that will improve the lives of young children in early childhood and with special needs and their families. The practical nature of this journal helps professionals improve service delivery systems for preschool children with special needs. Each issue features reports of original research, literature reviews, conceptual statements, position papers, and programme descriptions
Articles 21 Documents
PERAN ORANG TUA PAUD PERTIWI KOTA JAMBI DALAM MENDUKUNG PENDIDIKAN LITERASI ANAK USIA DINI DI RUMAH Rendy Setyowahyudi; Novalia
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 1 (2025): Golden Age and Inclusive Education
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i1.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran orang tua dalam mendukung pendidikan literasi anak usia dini di rumah, khususnya pada PAUD Pertiwi Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek terdiri dari lima orang tua yang dipilih melalui purposive sampling, dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan yang beragam. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian deskriptif naratif, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa orang tua berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pendamping, dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah. Strategi mereka meliputi penyediaan materi edukatif seperti buku cerita dan alat gambar, penggunaan metode berbasis permainan, serta komunikasi rutin dengan guru. Dukungan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi anak, tetapi juga mendorong perkembangan kognitif, emosional, dan sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan guru dalam mendukung pendidikan anak usia dini. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi orang tua untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam pendidikan anak di rumah.
PENDEKATAN NEUROEDUCATION DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN SOSIAL ANAK USIA GOLDEN AGE Ahmar, Dewi Satria; Azzajjad, Muhammad Fath
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 1 (2025): Golden Age and Inclusive Education
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i1.255

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of neuroeducation in improving the social and cognitive development of golden age children (0-6 years). Children's limited social interaction with the outside environment and lack of book reading habits were the problems identified. The method used was a survey filled out by mothers of children in the golden age. The results showed that, based on the principles of neuroeducation, the majority of mothers used various stimulation strategies, including cognitive stimulation (3.3), environmental exploration (3.2), and book reading (2.9). However, there was an issue with the lack of habitual book reading, which impacted on the child's language development and memory. The social aspect shows that the mother has provided opportunities for the child to interact with peers (3.4) and taught basic social skills (3.3). However, the child's interaction with the external environment was limited (2.8) and the mother faced difficulties in teaching the child to resolve social conflicts (2.9). As a result, although neuroeducation methods have been used, children need to get the best developmental foundation for their future.
PENDEKATAN INQUIRY BERBASIS FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH ANAK DI PAUDQ NUR FADLILAH TUBAN Ulya Ainur Rofi’ah; Tining
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 1 (2025): Golden Age and Inclusive Education
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i1.263

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengkaji implementasi metode inquiry di PAUDQ Nur Fadlilah Tuban. Melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pendidik dan orang tua, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran, penelitian ini mengeksplorasi secara komprehensif bagaimana metode inquiry diterapkan dan dampaknya terhadap perkembangan anak. Teknik triangulasi diterapkan untuk memastikan validitas data, sementara analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan makna dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inquiry memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan kreativitas dan keterampilan pemecahan masalah anak. Anak-anak menjadi lebih aktif, mandiri, dan percaya diri dalam mengeksplorasi ide serta mencari solusi. Selain itu, interaksi yang dinamis antara guru dan anak dalam pembelajaran inquiry terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan berkolaborasi. Peran guru sebagai fasilitator sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi dan inovasi. Meskipun ada beberapa tantangan, seperti kesiapan guru dan keterbatasan sumber daya, keberhasilan penerapan metode inquiry membuktikan bahwa pendidikan anak usia dini dapat lebih inovatif dan menyenangkan. Dengan dukungan yang tepat dari guru, orang tua, dan lembaga pendidikan, metode ini berpotensi besar untuk terus dikembangkan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan guru, peningkatan keterlibatan orang tua, serta pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel untuk mengoptimalkan efektivitas pembelajaran berbasis inquiry.
UPAYA ORANG TUA DALAM MENGATASI SPEECH DELAY ANAK USIA 3 – 4 TAHUN DI BTN REMBIGA UTARA Ija Hartin Pua Wadjo; Farida Rohayani
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 1 (2025): Golden Age and Inclusive Education
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i1.268

Abstract

Speechdelay pada anak usia dini dapat mempengaruhi perkembangan dan kemampuan komunikasi dan sosial anak. Sehingga peran aktif orang tua sangat diperlukan dalam menangani masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis upaya yang dilakukan oleh orang tua dalam mengatasi masalah keterlambatan berbicara (speechdelay) pada anak usia 3-4 tahun di BTN Rembiga Utara. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari empat orang tua yang memiliki anak dengan speech delay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua melakukan berbagai upaya, antara lain mengawasi penggunaan gawai, mengajak anak berinteraksi, menyekolahkan anak, dan menggunakan penanganan medis seperti terapi wicara. Ditemukan bahwa permasalahan speech delay di BTN Rembiga Utara meliputi kosakata yang terbatas, dominasi kemampuan non-verbal, dan kesulitan dalam mengekspresikan diri. Faktor penyebab utama keterlambatan berbicara ini adalah penggunaan gawai tanpa pengawasan, minimnya interaksi orang tua dengan anak, serta Kurangnya interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi orang tua dan pihak terkait dalam mendukung perkembangan bahasa anak.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN PENGENALAN HEWAN BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK ANAK USIA DINI DI TKN 26 LELAMASE Niningsih; Agus Salam; Syahru Ramadhan
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 1 (2025): Golden Age and Inclusive Education
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i1.275

Abstract

Pengenalan hewan kepada anak usia dini merupakan bagian penting dari pendidikan awal untuk mengembangkan pengetahuan dasar tentang dunia sekitar. Namun, metode pembelajaran konvensional yang hanya mengandalkan buku atau gambar statis sering kali kurang menarik dan tidak efektif dalam meningkatkan minat serta pemahaman anak. Untuk mengatasi masalah ini penelitian ini mengeksplorasi penerapan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) di TKN 26 Lelamase. Teknologi AR dipilih karena kemampuannya menghadirkan objek tiga dimensi yang interaktif memungkinkan anak-anak melihat, mendengar, dan bahkan "berinteraksi" dengan model hewan secara virtual. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam kepada guru dan kepala sekolah. Penelitian ini melibatkan analisis data dari kegiatan pembelajaran yang diterapkan di kelas serta hasil wawancara dengan pihak terkait untuk mendapatkan gambaran mengenai penerapan media pembelajaran pengenalan hewan berbasis augmented reality untuk anak usia dini. Hasil penenelitian menunjukan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis AR di TKN 26 Lelamase terbukti efektif dalam mengenalkan hewan kepada anak usia dini. Teknologi ini tidak hanya menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, tetapi juga mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal.
Analisis Kesulitan Berbicara Siswa Kelas III SDN 307 Benteng dalam Mengungkapkan Pikiran dan Perasaan Muhsyanur
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 2 (2025): : IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i2.289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan berbicara yang dialami oleh siswa kelas III SDN 307 Benteng dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas III SDN 307 Benteng. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan tes performansi berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan berbicara yang dialami siswa dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori utama, yaitu: (1) kesulitan linguistik, meliputi keterbatasan kosakata (57%), kesalahan tata bahasa (43%), dan artikulasi yang kurang jelas (38%); (2) kesulitan kognitif, meliputi kesulitan menyusun gagasan sistematis (62%), kesulitan mengembangkan ide (54%), dan kesulitan memberikan alasan logis (49%); (3) kesulitan psikologis, meliputi rendahnya kepercayaan diri (68%), kecemasan berbicara di depan umum (59%), dan ketakutan akan penilaian negatif (51%); serta (4) kesulitan sosio-kultural, meliputi pola pengasuhan yang kurang mendukung (47%), penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pertama (43%), dan kurangnya stimulasi berbicara di lingkungan keluarga (39%). Penelitian ini menyimpulkan perlunya pendekatan holistik dalam pembelajaran berbicara yang mengakomodasi kebutuhan linguistik dan kognitif siswa, menciptakan lingkungan psikologis yang suportif, serta mempertimbangkan konteks sosio-kultural siswa.
Peran Permainan Terstruktur dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme Zanziarti; Ria Astuti
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 2 (2025): : IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i2.290

Abstract

Gangguan Spektrum Autisme (GSA) menyebabkan kesulitan interaksi sosial pada anak didik yang berdampak pada perkembangan keterampilan sosialnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran permainan terstruktur dalam meningkatkan keterampilan sosial anak didik dengan GSA. Studi pustaka dengan analisis konten kualitatif digunakan untuk mengkaji literatur ilmiah terkait permainan terstruktur dan GSA yang diterbitkan tahun 2018-2023. Hasil penelitian menunjukkan empat kategori permainan terstruktur efektif meningkatkan keterampilan sosial: permainan berbagi dan bergiliran, permainan pengenalan emosi, permainan peran sosial, dan permainan komunikasi terstruktur. Kontribusi akademik penelitian ini berupa model konseptual pengembangan intervensi sosial bertahap dari aktivitas paralel ke kolaboratif yang menjembatani preferensi soliter anak didik GSA dengan kebutuhan pengembangan keterampilan sosial. Kontribusi praktis meliputi panduan implementasi permainan terstruktur berdasarkan lima faktor keberhasilan: personalisasi minat anak didik, dukungan visual jelas, intensitas program, keterlibatan orang tua, dan penerapan prinsip pembelajaran kooperatif.
No Student Left Behind? Tantangan dan Solusi Pendidikan STEM Inklusif di Sekolah Dasar Barokah, Rifqa Gusmida Syahrun; Hermita, Neni
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 2 (2025): : IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i2.291

Abstract

Pendidikan inklusif menjadi fondasi utama dalam mewujudkan sistem pendidikan yang adil bagi seluruh peserta didik. Pada abad ke-21, pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dinilai sebagai sarana strategis untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, literasi digital, dan pemecahan masalah. Namun, penerapan STEM di tingkat sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam menjangkau kelompok siswa yang beragam. Artikel ini menyajikan kajian literatur sistematis menggunakan pendekatan PRISMA untuk mengidentifikasi hambatan dan solusi dalam membangun pendidikan STEM yang inklusif di Indonesia. Hasil kajian mengungkapkan lima dimensi utama: (1) strategi pembelajaran personal, (2) pelatihan dan kesiapan guru, (3) hambatan struktural dan sosial, (4) kebijakan pendidikan inklusif, serta (5) peran komunitas dan keluarga. Selain itu, Kurikulum Merdeka dianalisis sebagai peluang sistemik untuk mengintegrasikan inklusivitas dalam pembelajaran STEM. Kajian ini merekomendasikan sinergi antar pemangku kepentingan, peningkatan kapasitas guru, penggunaan teknologi berbasis lokal, dan evaluasi kebijakan berbasis data guna mewujudkan visi no student left behind dalam pendidikan dasar di Indonesia.
Peran Parenting Partnership dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 4–5 Tahun melalui Home-Based Learning: Studi Kasus di RA Nurul Huda Ulya Ainur Rofi’ah; Rifqi Aulia; Widya Fajar Oktaviana
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 2 (2025): : IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i2.292

Abstract

This study analyzes the effectiveness of home-based learning through a parenting partnership in enhancing the independence of children aged 4-5 years at RA Nurul Huda Semarang. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate a significant improvement in children's independence, such as eating independently (40% to 75%) and dressing themselves (25% to 60%). This success was supported by improved parental communication patterns and consistent positive reinforcement. This study confirms that the collaboration between teachers and parents in home-based learning is effective in fostering children's independence. Children become more confident and self-sufficient in completing daily tasks, demonstrating that proper parental guidance can optimally support their development.
Implementasi Bermain Peran Mikro dengan Media Wayang dalam Ekstrakurikuler Assembling untuk Mengembangkan Bahasa AUD Indah Ayu Kusuma; Mila Faila Shofa
Golden Age and Inclusive Education Vol. 2 No. 2 (2025): : IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/galon.v2i2.295

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah adanya kegiatan bermain peran mikro dengan media wayang dalam ekstrakurikuler assembling yang di sediakan oleh PAUD Islam Makarima Kartasura. Kegiatan tersebut belum pernah di terapkan di PAUD sekitarnya. Kegiatan tersebut dapat mengembangkan bahasa anak, khususnya pada bahasa ekspresif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi bermain peran mikro dengan media wayang dalam kegiatan ekstrakurikuler assembling untuk mengembangkan aspek bahasa pada anak usia dini di PAUD Islam Makarima. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah guru ekstrakurikuler assembling dan anak yang mengikuti kegiatan bermain wayang serta informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi maka disimpulkan bahwa kegiatan bermain peran mikro dengan media wayang dalam ekstrakurikuler assembling dapat mengembangkan aspek bahasa anak, khususnya bahasa ekspresifnya. Adapun perkembangan bahasanya yaitu dapat mengulangi kalimat yang lebih sulit, menjawab pertanyaan dengan lengkap, berkomunikasi secara lisan, meneruskan cerita yang didengarkan, dan mengucapkan keinginan atau gagasan. Kegiatan ini melalui beberapa tahapan. Tahap pertama perencanaan dengan mulai menentukan jadwal terkait hari dan waktu pelaksanaan. Tahap kedua pelaksanaan, guru mengenalkan dan mencontohkan cara memainkan wayang serta alat musik pengiring dan kemudian anak menirukannya. Tahap ketiga penyelesaian, ditahap ini guru merecalling atau mengulas kembali kegiatan yang telah dilakukan. Adapun evaluasi anatar guru dan kepala sekolah setiap tiga bulan sekali serta dilakukan setiap satu semester bersama guru, kepala sekolah dan orang tua.

Page 2 of 3 | Total Record : 21