cover
Contact Name
Media Gizi Pangan
Contact Email
mediagizipangan@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+62411-510197
Journal Mail Official
mediagizipangan@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar, Jl. Paccerakkang KM. 14 Daya
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Gizi Pangan
ISSN : 18584608     EISSN : 26226480     DOI : 10.32382
Core Subject : Health,
Media Gizi Pangan is a scientific periodic journal published by the Makassar Ministry of Health Poltekkes since 2005, with pISSN 1858-4608 and eISSN 2622-6480. Media Gizi Pangan is published twice a year, namely January-June and July-December. Media Gizi Pangan accepts scientific writing in the form of research results with a focus on Community Nutrition, Clinical Nutrition and Food Processing. Media Gizi Pangan is reviewed by experts in the field of food and nutrition in accordance with the scientific field being developed which aims to encourage the development of nutrition and food science in general so that it can become a reference source in supporting the implementation of Evidence Based Practice-based health services in Indonesia. Media Gizi Pangan can be a forum for researchers in the field of nutrition and food science to publish the results of their research so that they can enrich scientific references that can be used to improve the quality of health human resources in Indonesia.
Articles 75 Documents
STATUS SELENIUM DENGAN HIPETRIROIDISM: Selenium Status With Hyperthyroidism Khatimah, Husnul; Siradjuddi, Nur Nikmah; Chaerunnimah; Amir, Aswita
Media Gizi Pangan Vol 31 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i1.629

Abstract

Hyperthyroidism incidence has increased in recent years from 40% in 2018 to 50% in 2019, based on the annual report of Balai Litbangkes Magelang. The increase of iodine intake after fortification in the population experiencing iodine deficiency increases the risk of thyroid autoimmune, which is one of the main factors in hyperthyroid incidence. Hyperthyroid is a clinical disorder caused by the excess of thyroid hormone secretion. Adequate selenium intake is necessary to protect the thyroid from excess hydrogen peroxide. Selenium contributes to converting T4 to T3. 15% of the worldwide population suffers from selenium deficiency in which it affects thyroid hormone metabolism. One of the health problems that arise due to malabsorption of thyroid hormones is hyperthyroid. The aim of this study was to analyze the relationship between intake and serum selenium levels with TSH and FT4 levels in hyperthyroid patients using an observational method with a cross-sectional design in 50 hyperthyroid patients at the Magelang Research and Development Center with the criteria of having TSH levels below 0.3 0.3 mIU/L Those who received treatment were male and female, aged 19 to 59 years, had goiter or not. Selenium intake was obtained using the 2x24 hour recall method, while serum selenium levels were obtained through laboratory examination using the NAA method and for TSH and FT4 levels using the ELISA method. Bivariate test results using the sperm test showed that there was a significant relationship between selenium intake and TSH levels (p<0.05) in hyperthyroid patients but not with FT4 levels (p=0.088) and for serum selenium levels it was statistically significant with TSH levels and FT4 (p<0.05) hyperthyroid patients. Where the average selenium intake, serum selenium, TSH and FT4 levels were around 78.36 µg, 92.92 µg/L, 0.26 µIU/ml and 2.61 ng/dL, respectively. However, based on the results of the linear regression test, neither intake nor serum selenium levels had an impact on TSH and FT4 levels. Selenium intake and serum each have an impact on TSH or FT4 levels, but when combined together they do not have an impact on TSH or FT4 levels.
PERAN KONSELING GIZI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN ASUPAN GIZI IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK): The Role Of Nutrition Counselling In Improving Knowledge and Nutritional Intake Of Pregnant Women With Chronic Energy Deficiency (CHD) Juliastuti, Dika; Hendrayati; Mustamin; Suaib, Fatmawaty; Sukmawati
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.562

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi yang terjadi pada ibu hamil di Indonesia dengan prevalensi sebesar 8,4% sedangkan target World Health Organization adalah <5%. KEK pada ibu hamil disebabkan oleh adanya defisiensi zat gizi akibat kurangnya asupan energi dan zat gizi. Salah satu penyebab asupan yang rendah adalah pengetahuan gizi yang kurang   sehingga  menyebabkan sikap dan perilaku ibu terhadap gizi tidak benar, dengan demikian perlu dilakukan pendekatan melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) misalnya pemberian konseling gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemberian konseling gizi terhadap pengetahuan dan asupan gizi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK). Desain penelitian yang digunakan adalah pre experimental dengan rancangan one group pre-post test design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2022 – Mei 2023 di Puskesmas Paccerakkang Kota Makassar. Sampel penelitian sebanyak 25 orang ibu hamil KEK yang ditetapkan secara purposive sampling. Pelaksanaan intervensi dilakukan empat kali selama dua minggu. Analisis data menggunakan Uji paired t-test dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian konseling gizi terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil KEK dengan p = 0.001 < 0.05 dan tidak terdapat pengaruh pada peningkatan asupan energi (p = 0.179), protein (p = 0.070), lemak (p = 0.197) dan karbohidrat (p = 0.326) ibu hamil KEK. Implementasi konseling gizi dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil KEK namun belum mampu meningkatkan  asupan energi dan zat gizi makro hingga terpenuhinya kebutuhan gizi.
PENGARUH PENGETAHUAN GIZI DAN UANG SAKU TERHADAP KONSUMSI JAJANAN ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 274 BONTOSUNGGU KABUPATEN BULUKUMBA: The Effect of Nutrition Knowledge and Pocket Money on Consumption of Snacks for Children of 274 Bontosunggu Elementary School Bulukumba Regency Sunarto; Chaerunimmah; Fitri Ramadani, Rezki
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.588

Abstract

Konsumsi Makanan Jajanan merupakan salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Umumnya, semakin besar uang saku anak sekolah, maka akan semakin besar kemampuan membeli makanan dan mendorong konsumsi berlebih. Jumlah uang saku yang lebih besar membuat anak sering mengonsumsi makanan jajanan yang mereka sukai tanpa menghiraukan kandungan gizinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengetahuan gizi, menentukan besaran jumlah uang saku, menentukan konsumsi makanan jajanan, dan menganalisis pengaruh pengetahuan gizi dan uang saku terhadap konsumsi makanan jajanan pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu desain penelitian kuantitatif bersifat deskriptik analitik untuk mengetahui pengaruh pengetahuan gizi dan besarnya uang saku terhadap konsumsi makanan jajanan Anak Sekolah Dasar yang dilakukan dengan desain Cross Sectional. Populasi siswa SD kelas IV, V, VI. Besar sampel sebanyak 57. Pengetahuan gizi dikumpulkan melalui kuesioner, Status gizi diketahui melalui nilai IMT/U Konsumsi jajanan diketahui melalui wawancara food recall, uang saku diketahui dengan cara wawancara. Uji statistik dengan Chi-Square. Hasil penelitian diketahui Status gizi normal (75,4%), Pengetahuan gizi pada umumnya baik (68,9%), Uang saku lebih (50,9%), Konsumsi energi jajanan kategori cukup (43,9%), Konsumsi protein jajanan kategori cukup (86,0%). Analisis statistik dinyatakan tidak ada pengaruh pengetahuan gizi dengan konsumsi energi jajanan P=0,363 dan  protein jajanan P=0,209. Tidak ada pengaruh uang saku dengan konsumsi energi jajanan P=0,171dan protein jajanan P=0,138. Kesimpulan diketahui tidak ada pengaruh pengetahuan gizi dan uang saku terhadap konsumsi jajanan anak Sekolah Dasar Negeri 274 Bontosunggu Kabupaten Bulukumba. Disarankan bagi siswa-siswi dapat mengetahui segala bentuk jajanan yang sehat dan bergizi.
TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA, POLA PENGASUHAN DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN WASTING PADA BALITA : Education Level, Parenting Patterns, and Environmental Sanitation on the Occurrence of Wasting in Toddlers Sulistiani, Anggun Dwi; Riski Sefrina , Linda; Elvandari, Milliyantri
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.681

Abstract

Wasting merupakan kondisi yang perlu diperhatikan karena dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan balita. UNICEF 2021 melaporkan sebanyak 45 juta atau 6,7% anak berusia di bawah 5 tahun menderita wasting. Dibandingkan dengan balita yang tidak kekurangan gizi, balita yang kekurangan gizi memiliki risiko lebih besar untuk meninggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, pola pengasuhan, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian wasting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ciampel Kabupaten Karawang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Analisis data dilakukan dengan uji Spearmen. Hasil uji statistik diperoleh pendidikan ayah dengan nilai p-value sebesar 0.023 dan pendidikan ibu dengan nilai p value sebesar 0.005 (p-value < 0,05). Pada pola pengasuhan diperoleh nilai p-value sebesar 0.005 (p-value< 0.05). Sedangkan pada sanitasi lingkungan diperoleh nilai p-value sebesar 0.042 (p-value < 0.05), yang artinya terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, pola pengasuhan, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian wasting pada balita di Puskesmas Ciampel.
KORELASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN STATUS GIZI SISWA SDN TELUKJAMBE II: Correlation of Clean and Healthy Living Behavior With The Nutritional Status of SDN Telukjambe II Students Agiesna; Sefrina, Linda Riski; Elvandari, Milliyantri
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.690

Abstract

Anak-anak sekolah bertanggung jawab atas peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah perilaku hidup bersih dan sehat dalam struktur sekolah. Anak-anak harus dididik untuk menjalani gaya hidup yang bersih dan sehat sejak kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana status gizi siswa sekolah dasar kelas IV di SDN Telukjambe II berkorelasi dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan analitik observasional cross-sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu siswa dan siswi kelas IV berjumlah 31 siswa. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan uji Spearman sebagai analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa kelas IV SDN Telukjambe II memiliki status gizi baik dengan perilaku hidup bersih sehat termasuk ke dalam kategori baik. Namun, hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status gizi siswa kelas IV SDN Telukjambe II dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai p-value sebesar 0,411. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Status Gizi siswa kelas IV SDN Telukjambe II.
TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN MAKAN DENGAN DAYA TERIMA MAKANAN BIASA PASIEN RSU AZ – ZAHRA KALIREJO: The Level of Satisfaction with Food Service and the Acceptability of Regular Food at Az – Zahra Hospital Sindi, Mesayu Ade Aprilia; Nurhayati, Aftulesi; Wati, Desti Ambar; Khairani, Masayu Dian
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.820

Abstract

Kepuasan pelayanan makan merupakan salah satu indikator keberhasilan rumah sakit. Daya terima merupakan kemampuan seseorang menerima makanan yang disajikan sesuai dengan kebutuhan dan sisa makanan yaitu ≤ 20%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan tingkat kepuasan pelayanan makan dengan daya terima makanan biasa. Rancangan penelitian ini adalah analitik cross sectional, dengan instrument yang digunakan camstock dan angket kepuasan pelayanan. Sampel yang di gunakan dalam penelitian ini sebanyak 73 responden yang di ambil dengan teknik Purposive Sampling. Kriteria Inkulsi meliputi : Pasien bersusia ≥ 15 tahun dan mendapatkan 9x makan biasa. Analisis bivariate dalam penelitian ini menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian ini terdapat responden berjenis kelamin perempuan 64,4% dan laki – laki sebanyak 35,6%. Tingkat kepuasan paling banyak dalam kategori sangat puas 45,2% dengan daya terima makanan sebanyak 76,6%. Analisis statistika menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat kepuasan pelayanan makan dengan daya terima makanan makanan biasa (p = 0,003). Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara tingkat kepuasan dengan daya terima.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN TINGKAT KEBUGARAN PADA SISWI MTSN 2 TANGGAMUS: Correlation between nutritional status and body fat percentage with fitness level in students of MTSN 2 Tanggamus Nugraha, David Arta Yoga; Abdullah; Nurhayati, Aftulesi; Khairani, Masayu Dian
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.831

Abstract

Kebugaran jasmani dimaknai sebagai kemampuan manusia untuk mengkondisikan fungsi organ tubuh dengan kondisi secara efektif dan tanpa mengalami kelelahan tubuh dalam batas fisiologis, sehingga masih dapat menjalankan aktifitas lainnya. Kebugaran pada anak-anak dan remaja dapat dikatakan sebagai  indikator  yang penting dari kesehatan dan hasil psikologis dan dirancang sebagai ukuran komprehensif kebugaran kardiorespirasi, fleksibilitas, kekuatan otot, dan komposisi tubuh. Selain itu, penurunan kebugaran pada masa anak-anak dan remaja dapat menimbulkan gangguan kesehatan dalam masa pendek maupun masa yang panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi, persentase lemak tubuh, dengan kebugaran pada siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tanggamus. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini 94 siswi yang dari kelas 7 dan 8 dengan rentang usia 13-15 tahun. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji gamma. Hasil analisis menggunakan uji gamma mendapatkan hasil hubungan antara Status gizi dan tingkat kebugaran dengan p-value 0,011 (<0,05) dan terdapat hubungan antara persentase lemak tubuh dan tingkat kebugaran dengan p-value 0,000 (<0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan yang antara status gizi, persentase lemak tubuh, dengan tingkat kebugaran pada siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Tanggamus.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERKAIT GIZI DAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN GIZI KURANG PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI DESA PAKUAN AJI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR: Level Of Mother's Knowledge Regarding Nutrition And Reduced Feeding Patterns In Toddler Age 6-59 Months In Pakuan Aji Village, East Lampung District Sefty, Ananda Dwi; Khairani, Masayu Dian; Abdullah; Muharramah, Alifiyanti
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.856

Abstract

Masalah Gizi kurang (wasted) merupakan suatu keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh konsumsi gizi yang tidak cukup. Gizi Kurang pada balita disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor langsung   dan faktor tidak langsung. Faktor langsung yang dapat mempengaruhi adalah adanya penyakit infeksi dan asupan makanan, sedangkan faktor tidak langsung yang mempengaruhi gizi kurang pada balita adalah ketahanan pangan di dalam keluarga, pola asuh, sanitasi lingkungan, akses terhadap pelayanan kesehatan, umur anak, jenis kelamin anak, tempat tinggal, pendidikan, dan pekerjaan orang tua. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terkait gizi dan pola pemberian makan dengan gizi kurang pada balita usia 6-59 bulan di Desa Pakuan Aji Kabupaten Lampung Timur. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah balita usia 6-59 bulan sebanyak 88 balita. Teknik yang digunakan dalam pemilihan subyek menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri (berat badan dan Panjang/tinggi badan). Analisa data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi gizi kurang di Desa Pakuan Aji sebanyak 70,5% dan frekuensi gizi baik 29,5%. Tingkat pengetahuan ibu yang kurang sebanyak 44,3% dan tingkat pengetahuan ibu yang baik sebanyak 18,2%. Pola Pemberian makan yang kurang sebanyak 43,2% dan pola pemberian makan yang baik sebanyak 23,9%. Hasil analisis terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu terkait gizi p- value 0,000 (p <0,05) dan pola pemberian makan ibu p-value 0,002 (p <0,05) dengan gizi kurang di Desa Pakuan Aji Kabupaten Lampung Timur. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan bukti empiris bahwa peningkatan pengetahuan ibu terkait gizi dan perbaikan pola pemberian makan dapat menjadi intervensi kunci dalam mengatasi masalah gizi kurang pada balita di Indonesia. Temuan ini relevan untuk mendukung kebijakan pemerintah dan program intervensi berbasis masyarakat, terutama di daerah pedesaan, dalam upaya menurunkan prevalensi gizi kurang secara nasional.
UANG SAKU SEBAGAI FAKTOR PENENTU STATUS GIZI SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 2 MINGGIR: Pocket Money As A Determining Factor Of Students' Nutritional Status At Smp Muhammadiyah 2 Minggir Nur Aprillia, Rosi; Nugroho, Agung; Rahmawati Hidayanti, Arie
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.857

Abstract

Masalah gizi remaja di Indonesia menunjukkan prevalensi yang signifikan terhadap gizi buruk dan obesitas. Uang saku berperan dalam status gizi remaja, di mana jumlah yang lebih besar cenderung mendorong pola konsumsi berlebihan. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi korelasi antara uang saku dan status gizi siswa SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Studi yang digunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder diperoleh pada 21 Juli 2023 di SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Data berat badan, tinggi badan, diukur langsung di sekolahan menggunakan timbangan digital dan stadiometer oleh petugas terlatih. Tanggal lahir dan uang saku menggunakan kuesioner ditanyakan langsung kepada responden. Sampel penelitian berjumlah 131 responden dipilih menggunakan teknik total sampling dengan uji statistik regresi linear sederhana. Hasil pengkajian menyatakan adanya hubungan positif yang signifikan antara uang saku dengan status gizi siswa (coef = 0,0000601, p = 0,0325). Distribusi uang saku dan status gizi (z-score) menunjukkan mean z-score responden sebesar -0,31 dengan standar deviasi 1,36, sedangkan mean uang saku 10.809,16 dengan standar deviasi 4.237,41. Uang saku berperan terhadap varians nilai z-score sebesar 2,8%. Terdapat hubungan antara uang saku dan status gizi, di mana peningkatan uang saku berkorelasi dengan peningkatan status gizi, meskipun dampaknya lemah. Kesimpulan terdapat hubungan signifikan antara uang saku terhadap status gizi.
POLA ASUH MAKAN, PEMILIHAN MAKANAN DAN PERILAKU PILIH MAKANAN DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 26 JATI UTARA: Parental Feeding Style, Food Choice, Picky Eating with Nutritional Status of School Aged Children in Elementary School 26 Jati Utara Firman, Alifya Nurhanif; Azrimaidaliza; Resmiati
Media Gizi Pangan Vol 31 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i2.1031

Abstract

Usia sekolah dasar dapat digunakan sebagai alat untuk mengubah perilaku gizi seseorang dan keluarga, karena usia anak sekolah adalah usia emas yang akan menentukan masa depan negara, kualitas sumber daya manusia, oleh karena itu generasi muda harus mulai diperhatikan sejak usia anak-anak. Masalah yang saat ini muncul pada anak usia Sekolah Dasar (SD) adalah keterlambatan pertumbuhan, penurunan kecerdasan, dan penurunan daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh makan, pemilihan makanan pada ibu dan perilaku pilih-pilih makanan dengan status gizi anak usia sekolah di SDN 26 Jati Utara. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 140 anak usia sekolah di SDN 26 Jati Utara kelas 1-6 yang diambil dengan teknik propotional random sampling. Data dikumpulkan dengan pengisian angket dan observasi. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan 70% anak memiliki status gizi baik, 66,4% diasuh dengan pola asuh makan tidak tepat, 55,7% pemilihan makanan dengan mementingkan kesehatan, 57,1% anak tidak memiliki perilaku pilih-pilih makanan. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh makan dengan status gizi anak (p-value=0,001) dan tidak terdapat hubungan antara pemilihan makanan ibu (p-value=0,419) dan perilaku pilih-pilih makanan pada anak (p-value=0,593) dengan status gizi. Variabel riwayat konsumsi obat cacing merupakan confounding.