cover
Contact Name
syamsul muqorrobin
Contact Email
syamsulrobin@gmail.com
Phone
+6289603002091
Journal Mail Official
semogaberkahya579@gmail.com
Editorial Address
semogaberkahya579@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Hikamatzu Journal of Multidisciplinary Research
ISSN : -     EISSN : 30324890     DOI : -
The Hikamatzu Journal of Multidisciplinary Research stands as a beacon of intellectual exploration and collaboration, providing a scholarly platform for the intersection of diverse fields of study. Rooted in the pursuit of knowledge across a broad spectrum, this esteemed journal fosters a dynamic exchange of ideas, encouraging researchers, scholars, and professionals to contribute to the collective advancement of human understanding.The journal embraces an expansive definition of multidisciplinarity, recognizing the interconnectedness of various academic domains. As a result, Hikamatzu serves as a bridge, facilitating dialogue and collaboration among disciplines ranging from natural sciences, social sciences, and humanities to technology, arts, and beyond. By showcasing research that transcends traditional boundaries, the journal contributes to a richer and more holistic understanding of complex issues facing our world.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 222 Documents
Khalifah Ali Bin Abi Thalib : Gerakan Oposisi Terhadap Pemerintah/Khalifah dahrani; Muhammad Fitriyadi
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article intends to review how the history of the government of Ali bin Abhi Talib's friends who later got a rebellion from the community at that time. This is inseparable from the aftermath of the policies taken by Ali ibn Abhi Talib who was considered so rash because he dared to bring down officials who were appointed by Uthman ibn Affan's friends before his supporters officially pledged Ali as Khalifah. Moreover, efforts to demand the death of Uthman by his family are like Aisha, Talha, and Zubair, which was then used by Muawiyah ibn Abu Suffyan as an opportunity to bring down Ali ibn Abhi Talib. So the polemic gave birth to the Jamal war, the Siffin war, and the legendary events of Tahkim. Amr's cunning diplomatic power then lowered Ali as Caliph and raised Muawiyah as the official Caliph. The emergence of Khawarij as a rebel who intends to kill Ali, Muawiyah and Amr increasingly adds suspicion to the Muawiyah camp. Considering that only Ali was killed by the Khawarij, while Amr and Muawiyah survived. Ali's death also started a new chapter of the emergence of the Umayyad dynasty
Pemikiran Manajemen Pendidikan Islam Pada Masa Dinasti Abbasiyah dahrani; Muhammad Syaifuddin
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah tempat berlangsungnya proses belajar mengajar melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Lembaga pendidikan islam adalah tempat yang berupaya untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman siswa tentang agama islam sehingga menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan Islam mulai berkembang sejak masa Rasulullah SAW., Khulafaur Rasyidin, Bani Ummayah, Bani Abbasiyah, dan masih terus berkembang hingga saat ini. Pendidikan Islam mengalami kemajuan terutama pada masa Dinasti Abbasiyah. Penulisan artikel ini bertujuan untuk membahas tentang konsep pendidikan Islam pada masa dinasti Abbasiyah dan perkembangan Islam masa modern. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, sumber informasi penelitian ini diperoleh melalui berbagai sumber, media cetak, media online mengenai topik yang dibahas. Hasil penelitian dalam artikel ini dilihat dari bentuk dan sifat lembaga pendidikan Islam yang ada pada zaman dinasti Abbasiyah dapat dikategorikan menjadi 3 jenis. Yang terdiri dari lembaga pendidikan informal; seperti rumah para ulama’, lembaga pendidikan nonformal; seperti kutab, masjid, toko buku, perpustakaan dan lembaga pendidikan formal contohnya adalah madrasah. Banyaknya lembaga pendidikan tersebut menunjukkan bahwa hal ini sesuai dengan keyakinan dalam Islam yang mewajibkan menuntut ilmu dan dianggap sebagai suatu ibadah. Oleh karenanya tempat untuk belajar sangatlah beragam, tidak hanya terpusat pada tempat tertentu
Kemunduran Dan Keruntuhan Daulah Bani Umayyah Di Damaskus Dan Andalusia Rizadiliyawati; Muhammad Fitriyadi
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa pemerintahan kekhalifahan Bani Ummayyah telah menorahkan peradaban Islam pada masanya. Tahun 41 H (661), dimulailah kekuasaan bani Umawiyah dalam sejarah politik Islam di Damaskus. Adapun perkembangan peradapan meliputi bidang arsitektur, organisasi militer, perdagangan dan reformasi fiscal. Kemudian mengalami kemunduran yang pada akhirnya mengalami keruntuhan disebabkan antara lain (1). Lemahnya para khafilah. (2). Munculnya konflik antar golongan. Penyebab langsung tergulingnya munculnya kekuatan baru  yang  dipelopori oleh  keturunan  Al-Abbas  ibn  Abd  Al-Muthalib, gerakan  ini didukung oleh Bani Hasyim dan golongan Syi’ah dari kaum mawali yang merasa dikelasduakan oleh pemerintahan Bani Umawiyah.Pada tanggal 14 Mei 756, Kardova berhasil ditaklukkan oleh Abdur Rahman dan pengikutnya. Dalam masa lebih dari 7 abad kekuasaan Islam di Andalusia (Spanyol) mencapai kejayaannya dalam bidang kemajuan intelektual : filsafat, sains, fikih, musik dan keseniaan, bahasa dan sastra. Kemudian pembangunan fisik antara lain di Cordova (Ibukota Spanyol), pohon-pohon dan bunga-bunga di impor dari timur, terdapat 491 masjid, 900 tempat pemandian, mendirikan saluran air dari pegunungan panjangnya 80 km) sedangkan di Granada adalah Istana Al-Hamra, istana al-Gajar, menara Girilda. Kemajuan yang dicapai daulah bani Umawiyah Barat (Andalusia), pada akhirnya mengalami kemunduran dan keruntuhan. Adapun faktor kemunduran hingga menyebabkan keruntuhan antara lain: (1). Tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan. (2) Kesulitan Ekonomi. (3). Tidak adanya ideologi pemersatu. (4) terjadinya konflik Islam dengan Kristen.
Mengenang Pendidikan Islam Pada Massa Dinasti Fatimiyah Di Mesir (909-1171 M) Rizadiliyawati; Muhammad Syaifuddin
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinasti  Fatimiyah  di  Mesir, maka dapat disimpulkan bahwa Dinasti Fatimiyah adalah Dinasti Syi¶ah yang  didirikan  oleh  Ubaidillah  Al-Mahdi.  Dinasti  ini  berkuasa  dari tahun 909 M sampai dengan tahun 1171 M, atas dasar bukti keturunan Nabi lewat Fahtimah dan Ali bin Abi Thalib dari Ismail anak Jafar Sidik. Dinasti ini didirikan sebagai tandingan bagi penguasa dunia muslim  saat  itu  yang  terpusat  di  Bagdad,  yaitu  Bani  Abbasiyah. Wilayah kekuasaan Dinasti Fatimiyah meliputi Afrika Utara, Mesir, dan Suriah. Berdirinya Dinasti Fatimiyah dilatarbelakangi oleh melemahnya Dinasti Abbasiyah. Pada masa Dinasti Fatimiyah, lembaga Pendidikan yang digunakan sebagai basis pengembangan pendidikan terdiri dari; Masjid, Istana, Perpusakaan dan Dar al-‘Ilm atau  disebut Jamiah Ilmiyah  Akademi  (lembaga  riset).  Perkembangan  ilmu  pengetahuan pada masa Dinasti  Fatimiyah meliputi beberapa bidang ilmu seperti; Bahasa dan Sastra, Ilmu Kedokteran, Syair dan Filsafat. Berkenaan dengan   hal   tersebut,   universitas    Al-azhar   merupakan   lembaga pendidikan tinggi, sekaligus menjadi bukti sejarah peradaban Dinasti Fatimiyah dalam pengembangan pendidikan, dan sampai sekarang menjadi  kiblat  pendidikan  yang  bernuansa  Islam.  Dari  sisi pengajarannya, al-Azhar pada masa Dinasti Fatimiyah dilaksanakan dengan sistem kelas. Metode pengajaran menggunakan metode berhalaqah dan metode diskusi. Sedangkan kurikulum yang dipakai di al-Azhar pada mula  fiqih dan al-Azhar pada mula fiqih dan al-Qur’an dan ilmu agama lainnya
Membangun Karakter di Era AI (Menggabungkan Teknologi dan Nilai Kemanusiaan dalam Pendidikan) muqorrobin, syamsul; Risma Fahrul Amin; Urwatul Wutsqah; Zakaria Bintang Pamungkas
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Membangun Karakter di Era AI (Menggabungkan Teknologi dan Nilai Kemanusiaan dalam Pendidikan). Jenis penelitian ini adalah iiterature reviw. Teknik pengambilan data dengan dokumentasi. Hasil penelitin adalah di era AI, membangun karakter dalam pendidikan memerlukan keseimbangan antara teknologi canggih dan nilai-nilai kemanusiaan. Teknologi AI menawarkan banyak keuntungan dalam proses pembelajaran, namun penting untuk memastikan bahwa penggunaannya tidak mengesampingkan nilai-nilai etika, empati, dan moralitas. Pendidikan harus dirancang sedemikian rupa sehingga siswa tidak hanya menjadi cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berintegritas. Dengan menggabungkan AI dan nilai-nilai kemanusiaan, kita dapat menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan bijaksana dan berperilaku etis
Pangan Lokal : Mie Umbi Suweg Dengan Pewarna   Alami Bunga Sepatu (Hibiscus Rosa Sinensis Linn) Anita; Ahmad Nuril; Sutrisno Eko; Azqiyah S L
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umbi suweg (Amorphophorus campanulatus) merupakan tanaman liar yang sering dipelihara di tempat lembab dan terlindung dari sinar matahari. Kandungan serat sweg adalah 15,10%, lebih tinggi dibandingkan umbi umbi lain seperti umbi garut sekitar 9,78%, ubi jalar 3,00%, dan singkong 6,9%. Umbi sweg memiliki indeks glikemik 36 dan kadar gula darah 10. Umbi sweg sebagai makanan dengan indeks glikemik rendah sehingga sesuai dikonsumsi oleh penderita diabetes. Indonesia adalah negara tropis yang setiap tahunnya mengekspor tepung terigu sebagai bahan baku pembuatan mie basah. Penelitian ini fokus pada pembuatan mie basah dengan bahan dasar umbi suweg serta penggunaan pewarna alami yaitu larutan bunga kembang sepatu . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur simpan mie basah berbahan dasar suweg, perubahan warna, rasa, dan preferensi konsumen. Jenis penelitian ini merupakan observasi eksperimental. Hasil penelitian dideskripsikan menggunakan metode deskripsi kualitatif dan  dianalisis menggunakan teknik uji hedonis dengan partisipasi 30 panelis. Perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian pewarna alami pada mie suweg dengan perbedaan konsentrasi yaitu  larutan bunga sepatu 25 ml, 50 ml, dan 75 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umur simpan mie suweg terbaik adalah pemberian pewarana alami larutan bunga sepatu  25 ml dengan umur simpan 40 jam, dan hasil uji hedonic terbaik yaitu sampel ST1 dengan larutan bunga sepatu 25 m
Analisis Yuridis Terhadap Penetapan Hukum Tindak Pidana Pelecehan Seksual Verbal (Catcalling) Dalam Pandangan Mazhab Syafi'i Dan Hukum Positif Di Indonesia Affan Muhammad Hasibuan
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelecehan seksual bukanlah hal yang baru terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk kejahatan serius yang harus menjadi perhatian serius pemerintah. Tindakan ini sangat mengganggu rasa keamanan dan ketentraman sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. Perbuatan pelecehan seksual yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat merupakan pelecehan seksual verbal (catcalling) yang biasanya pelaku hanya melontarkan komentar seperti rayuan bahkan perkataan tidak senonoh yang tidak bisa dikatakan sebagai candaan karena mencakup harga diri si korban. Tindakan ini  bukanlah suatu hal yang wajar, namun merupakan suatu permasalahan global yang merugikan orang lain yang dapat menimbulkan gangguan psikologi dan masalah mental lainya. Catcalling merupakan suatu tindak pidana yang terjadi di ruang publik, seperti di jalan, pasar, angkutan umum, dan lain-lain. Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana catcalling harus dilaksanakan secara tegas berdasarkan keadilan untuk mewujudkan kepastian hukum untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan dalam sosial masyarakat. Dalam pandangan mazhab Syafi’i, sanksi pidana bagi pelaku pelecehan seksual verbal ini diberlakukan hukuman ta’zir, merupakan jarimah yang ditentukan oleh penguasa, baik bentuk, macam, ataupun sanksinya. Dalam sistem hukum yang berlaku di Indonesia, catcalling dapat dikenakan ketentuan yang ada dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, undang-undang tentang pornografi dan undang-undang tentang tindak pidana pelecehan seksual
Pergeseran Makna dalam Penggunaan Bahasa Gaul di Tiktok: Analisis Disfemisme dalam Konteks Media Sosial Fuza Anggriana; Inayah Kenia Pratiwi; Zahra Tussyifa Izzati; Yuliana Sari
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran makna disfemisme dalam bahasa gaul di platform media sosial TikTok. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap komentar-komentar di TikTok dan studi literatur terkait. Analisis dilakukan menggunakan metode agih untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan makna disfemisme dalam bahasa gaul yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran makna disfemisme yang signifikan dalam bahasa gaul di TikTok, dengan beberapa contoh kalimat yang mencerminkan peningkatan tingkat kekasaran dan kekerasan verbal. Pergeseran ini mencerminkan eskalasi dari tindakan verbal yang merugikan menjadi ancaman yang lebih serius. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi dampak negatif dari penggunaan bahasa gaul disfemisme, termasuk memperburuk lingkungan online dan memengaruhi pola pikir serta perilaku pengguna, terutama generasi muda. Solusi yang diusulkan meliputi edukasi pengguna, peningkatan sistem moderasi, pemberlakuan sanksi tegas, promosi konten positif, dan kolaborasi dengan ahli bahasa serta psikolog untuk menciptakan lingkungan online yang lebih aman dan inklusif.
Penerapan Sistem Dry Lot Fattening Dalam Manajemen Penggemukan Sapi Di Desa Jatirejo Kecamatan Loceret Nganjuk Diyah Ayu Candra; Rico Anggriawan
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze the application of the dry lot fattening system in the management of cattle fattening in Jatirejo Village, Loceret Nganjuk District. The method used in this study was descriptive qualitative. how to collect qualitative data through observation, interviews, or study of documents. Data analysis with the theory of Miles and Huberman. research results Cattle fattening system using the dry lot fattening method can be implemented effectively in Jatirejo Village, Loceret District, Nganjuk. the application of the dry lot fattening system in the management of cattle fattening in Jatirejo Village, Loceret District, Nganjuk can be a solution to increase cattle production and beef quality. However, it is necessary to pay attention to important aspects such as providing adequate and quality feed, cleanliness of the stables, and the health of the cows to achieve optimal results.
Level Of Job Satisfaction And Organizational Culture: The Key To Teacher Commitment At The Al Jahidiyah Foundation, Geger, Bangkalan Sahid; Didit Darmawan
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In an effort to improve the quality of education, teacher involvement and commitment need to be considered. Job satisfaction and organizational culture can be factors that influence teacher organizational commitment. This research aims to identify and analyse the influence of job satisfaction and organizational culture on teacher organizational commitment at the Al Jahidiyah Foundation, Geger District, Bangkalan Regency. The population of this study was all teachers at the Al Jahidiyah Foundation, Geger District, Bangkalan Regency, totaling 33 teachers. The analysis technique is multiple linear regression. The results show that job satisfaction and organizational culture have a significant role in forming teachers' organizational commitment. This shows that the higher the level of teacher job satisfaction, the higher their level of organizational commitment. Apart from that, organizational culture also has a positive and significant influence on teacher organizational commitment. The implication is that teachers who perceive a positive organizational culture tend to have higher levels of organizational commitment. These factors mutually strengthen their influence on organizational commitment. Therefore, increasing job satisfaction and establishing a positive organizational culture can increase organizational commitment, contributing to improving the quality of education.

Page 4 of 23 | Total Record : 222