cover
Contact Name
MUHAMMAD NURUL FAHMI
Contact Email
fahmi.emnufa@gmail.com
Phone
+6282313345353
Journal Mail Official
al.usariyah.ejournal@gmail.com
Editorial Address
JL. M.H. Thamrin, Gang Kepodang, Kranjingan, Sumbersari, Jember, JAWA TIMUR
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : -     EISSN : 29868157     DOI : https://doi.org/10.37397/almajaalis.v7i1/
Al-Usariyah adalah jurnal hukum keluarga islam yang diterbitkan tiga kali dalam setahun pada Maret, Juli dan November oleh Program Studi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember sejak tahun 2023 dan langsung menggunakan terbitan online (OJS). Artikel yang diterbitkan berfokus pada empat topik utama: Perkawinan, Kewarisan, Perwasiatan, dan Hukum-hukum Keluarga. Artikel yang dikirimkan ke redaksi Al-Usariyah diharapkan menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa PBB yang ditulis mengikuti format tulisan ilmiah murni. Penulis disarankan untuk menggunakan reference manager (seperti; Mendeley atau Zotero) dalam penulisan referensi. Semua artikel yang dikirimkan ke redaksi melalui proses koreksi. Artikel yang diterbitkan oleh Al-Usariyah memiliki nomor Digital Object Identifier (DOI). Al-Usariyah telah terindeks oleh Google Scholar, Moraref dan pengindeks yang lainnya.
Articles 107 Documents
Penyelesaian Sengketa Hak Asuh Anak Pasca Perceraian Menurut Perspektif Gender, Hukum Islam, dan Hukum Positif Di Pengadilan Agama Jember Tahun 2023-2024 Rivai, Muhammad Abu; Amien, Muhammad Yusriel; Zain, Bayu Rizky Fachri
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 2 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i2.833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian sengketa hak asuh anak pasca perceraian di Pengadilan Agama Jember tahun 2023-2024 melalui perspektif gender, hukum Islam, dan hukum positif. Dalam konteks pluralitas hukum di Indonesia, sengketa hak asuh (hadhonah) diatur oleh hukum Islam melalui Kompilasi Hukum Islam, hukum positif yang tertuang dalam berbagai undang-undang, serta norma sosial yang seringkali dipengaruhi stereotip gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang berfokus pada analisis dokumen dan literatur akademik terkait. Data dikumpulkan dari putusan pengadilan, undang-undang, buku referensi, artikel jurnal, dan fatwa ulama, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengeksplorasi keselarasan antara hukum Islam dan hukum positif dalam menyelesaikan sengketa hak asuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bias gender dan norma sosial masih menjadi tantangan dalam implementasi hukum, meskipun hukum Islam dan hukum positif telah memberikan landasan yang kuat untuk melindungi kepentingan terbaik anak. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi akademik terhadap studi hukum keluarga Islam, khususnya dalam meningkatkan keadilan dan kesejahteraan anak dalam penyelesaian sengketa hak asuh.Kata kunci: Hadhanah, Perceraian, Gender, Hukum Islam, Hukum Positif
Implikasi Narsisme pada Wanita terhadap Pemilihan Pasangan dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam: Studi Kasus pada Pengguna Aktif Instagram Halizah, Alifian Nur; Khuluq, Arif Husnul; Hilwa, Hilwa; Ni’am , Wilda Maulidatun
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 2 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i2.871

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena kecenderungan narsisme pada wanita dan pengaruhnya terhadap prefensi dalam pemilihan pasangan, melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada wanita pengguna aktif sosial media Instagram. Penelitian ini mengungkap bahwa narsisme secara signifikan mempengaruhi prefensi dan kriteria dalam memilih pasangan. Beberapa faktor yang teridentifikasi memiliki kontribusi seperti adanya kesulitan menerima kritik, merasa mudah kecewa, serta kebutuhan yang tinggi terhadap validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita narsisme cenderung menginginkan pasangan yang memiliki kesabaran yang tinggi, tidak mudah mengkritik, dapat memberikan apresiasi verbal, serta dukungan emosional secara konsisten. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran kecenderungan narsisme dalam dinamika interpersonal, khususnya dalam konteks pernikahan bagi individu yang hendak menikah untuk melakuakan evaluasi diri dan pasangan secara lebih objektif, seta bagi pasangan yang telah menikah dalam mengelola dan memberikan solusi pada masalah. Melalui pemahaman tentang dinamika narsisme diharapakan pasangan dapat mengembangkan pendekatan yang tepat untuk membangun hubungan yang lebih sehat, dan harmonis dalam pernikahan.Kata kunci: narsisme; kriteria; pemilihan pasangan  
Implementasi Taklik Talak Pada KHI dan Sistem Hukum Ahwal Syakhsiyah Arab Saudi: Studi Komparatif Prespektif Hukum Fikih Usman, Fayyadh; Arifin, Muhamad; Hilmi, Ahmad Faruq; Hafizh, Abid
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 2 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i2.879

Abstract

Islam merupakan ajaran yang luwes dalam menegakkan keadilan. Semua hukumnya termasuk perceraian disyariatkan dengan tujuan mulia. Walau demikian pada implementasinya di sistem hukum negara masih sering terjadi kesenjangan antara kondisi ideal dengan fakta di lapangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perceraian bersyarat atau yang dikenal dengan taklik talak dalam fikih Islam, serta membandingkan implementasinya dalam kedua sistem hukum perdata Islam. Perbandingan ini memberikan wawasan tentang bagaimana hukum perdata Islam diterapkan dalam sistem negara yang berbeda serta implikasinya terhadap perlindungan hak-hak pernikahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan memastikan bahwa integrasi hukum fikih tetap mempertahankan nilai-nilai intinya. pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi komparatif dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam fikih, taklik talak dapat terjadi dalam berbagai bentuk, tergantung pada syarat yang ditetapkan oleh suami. Sedang dalam KHI, taklik talak lebih difokuskan pada taklik yang bertujuan melindungi hak istri dan yang memerlukan putusan pengadilan. Sebaliknya, di Arab Saudi, taklik talak lebih fleksibel, dengan prinsip bahwa talak otomatis berlaku jika syaratnya terpenuhi tanpa perlu putusan pengadilan. Studi ini menyimpulkan bahwa regulasi taklik talak dalam KHI lebih ketat dan sempit dibandingkan dengan hukum keluarga di Arab Saudi, yang lebih mendekati prinsip fikih klasik.
Kewajiban Ahli Waris Terhadap Utang Pewaris: Analisis Pasal 175 KHI dalam Perspektif Fikih Syafi’i Zal Farizi, Nur Adli; Misbahuzzulam, Misbahuzzulam; Abdulaziz, Muadz `
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 2 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i2.893

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan kejelasan mengenai kesesuaian antara hukum positif di Indonesia dengan hukum normatif dalam Islam, khususnya dalam persoalan tanggung jawab ahli waris terhadap utang pewaris. Fokus utama penelitian adalah kewajiban ahli waris terhadap utang pewaris, sementara aspek tambahan yang juga dikaji adalah analisis Pasal 175 Kompilasi Hukum Islam (KHI) dalam perspektif fikih mazhab Syafi’i. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap titik temu maupun perbedaan antara ketentuan hukum dalam KHI mengenai pelunasan utang pewaris oleh ahli waris dengan pandangan dalam fikih Syafi’i. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 175 KHI dan pandangan mazhab Syafi’i memiliki kesamaan dalam menetapkan bahwa utang pewaris harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan wasiat dan pembagian warisan, serta pelunasannya terbatas pada harta peninggalan. Namun, terdapat perbedaan dalam hal klasifikasi utang; KHI tidak membedakan jenis utang, sedangkan mazhab Syafi’i membaginya kepada utang kepada Allah dan kepada sesama manusia, dengan perbedaan pendapat ulama dalam hal prioritas pelunasan. Selain itu, karakter KHI sebagai hukum positif negara berbeda dengan fikih Syafi’i yang bersifat normatif-keagamaan dan hasil ijtihad para ulama.
Pilar Hubungan Harmonis Perspektif Yasir Al-Hazimi: Analisis Dan Penerapannya Dalam Hukum Keluarga Islam Tanjung, Arif R.; Husaini, Akhmad; Pranoto, Dia Huda
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 2 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i2.898

Abstract

Penelitian ini membahas konsep hubungan harmonis dalam keluarga dari perspektif Yasir al-Hazimi, seorang cendekiawan Muslim kontemporer yang menekankan pentingnya pengembangan diri dan relasi interpersonal. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis tiga pilar hubungan harmonis menurut Yasir al-Hazimi, yaitu hubungan dengan Allah, hubungan dengan diri sendiri, dan hubungan dengan sesama. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi tokoh, mengkaji karya-karya Yasir al-Hazimi serta literatur Islam yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa ketiga pilar tersebut sberperan sinergis dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Hubungan dengan Allah membangun landasan spiritual, hubungan dengan diri sendiri memperkuat harga diri dan komunikasi yang sehat, sementara hubungan dengan orang lain ditegakkan melalui prinsip keadilan dan ihsan. Pemikiran Yasir al-Hazimi memberikan kontribusi penting dalam menjawab dinamika dan tantangan keharmonisan keluarga Muslim masa kini serta memperkaya diskursus hukum keluarga Islam. 
تحليل الحلول الإسلامية في معالجة ظاهرة عدم الرغبة في الإنجاب بسبب الطفل الداخلي Berlian, Afifah Meiwin; Ashari, Winning Son; Raihana, Siti Nazla; Yugo, Eko Prasetio
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 2 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i2.951

Abstract

قد ارتفع عدد ظاهرة عدم الرغبة في الإنجاب في سنوات أخيرة لدوافع شتى، منها الطفل الداخلي. وعدم الإنجاب بسبب الطفل الداخلي غير جائز شرعا لأن الطفل الداخلي ليس من الضرورة التي أبيح من أجلها عدم الإنجاب، على الرغم من ذلك لا يزال كثير من الناس يقرر عدم الإنجاب بسبب الطفل الداخلي الذي أصابهم لقوة الارتباط بينهما، فلحدوث مخالفة الشريعة في هذه الظاهرة فقد اعتنى الشارع ببيان الحلول الإسلامية في معالجة ظاهرة عدم الرغبة في الإنجاب بسبب الطفل الداخلي. فيهدف هذا البحث إلى معرفة وتحليل الحلول الإسلامية في معالجة ظاهرة عدم الرغبة في الإنجاب بسبب الطفل الداخلي. واستخدم هذا البحث المنهج الكيفي بنوع الدراسة المكتبية. ومن أهم نتائج البحث أن من الحلول الإسلامية في معالجة ظاهرة عدم الرغبة في الإنجاب بسبب الطفل الداخلي: (1) إعلام المسلمين بعظم مكانة الولد في الإسلام وحثهم على احتساب الأجر في إنجاب الولد وتربيته (2) ومسامحة أولئك الذين تسببوا في إحداث الطفل الداخلي (3) وتزكية النفس لمداواة الطفل الداخلي قبل القرار بالإنجاب.
Efektivitas Pendidikan Pranikah Dalam Menciptakan Rumah Tangga Harmonis: Studi Kasus Kua Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen Angriyanti, An Nisa; Kumaini, Ruston; Anwar, Saiful; Al Qoryna, Nayla Husna
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 2 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i2.952

Abstract

Pendidikan pranikah memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan pasangan calon pengantin untuk membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan pranikah yang diselenggarakan oleh KUA Kecamatan Sambirejo dalam membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara menganalisis data wawancara. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan petugas KUA serta pasangan yang mengikuti program pendidikan pranikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pranikah di KUA Sambirejo berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman calon pengantin mengenai hak dan kewajiban suami istri, komunikasi efektif, serta manajemen konflik. Selain itu, program ini juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai agama yang mendukung ketahanan keluarga dan menciptakan rumah tangga yang harmonis. Dengan demikian, pendidikan pranikah ini diharapkan menjadi instrumen strategis dalam menyiapkan calon pengantin untuk memasuki kehidupan keluarga, serta dapat menciptakan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan meminimalisasi potensi konflik dalam rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas dan cakupan program pendidikan pranikah agar lebih efektif dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawadah, dan rahmah.
Sistem Kewarisan Patrilineal Dalam Perspektif Hukum Islam: (Studi Kasus Masyarakat Batak Deli Serdang Sumatera Utara) Naiborhu, Tika Mushlihah; Habibi, Ahyat
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i3.847

Abstract

ABSTRACT This research aims to examine the perspective of Islamic law on the patrilineal inheritance system in the Batak community of Deli Serdang, North Sumatra. This research uses an empirical legal method with a descriptive analysis approach and is qualitative in nature. This research uses direct communication techniques that use interview guidelines as primary data used as a data collection tool by asking questions to Batak customary leaders and several Batak communities in Deli Serdang Regency, North Sumatra. In addition to using primary data, researchers also use secondary data as a reference in the form of library materials from previous studies, journals, articles, theses, papers, books, the internet and other scientific literature related to the title of this study. The results showed that the patrilineal inheritance system applied by the Batak community has positive and negative impacts. In addition, based on the review of the Islamic legal perspective, Batak customary values can be categorized into two groups, namely Batak customary values that are in accordance with Islamic law and customary values that are not in accordance with Islamic law. The Batak customary values that are not in accordance with Islamic values should be a concern for the Batak Muslim community to be able to carry out the distribution of inheritance by referring to the correct Islamic law. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif hukum Islam mengenai sistem kewarisan patrilineal pada masyarakat Batak Deli Serdang Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan deskriptif analisis serta bersifat kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik komunikasi langsung yang menggunakan pedoman wawancara (interview) sebagai data primer yang digunakan sebagai alat pengumpulan data peneliti dengan memberikan pertanyaan kepada pemangku adat Batak dan beberapa masyarakat Batak di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Selain menggunakan data primer, peneliti juga menggunakan data sekunder sebagai rujukan berupa bahan-bahan pustaka dari penelitian terdahulu, jurnal, artikel, skripsi, makalah, buku-buku, internet dan literatur ilmiah lainnya yang berhubungan dengan judul penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kewarisan patrilineal yang diterapkan oleh masyarakat Batak memiliki dampak positif dan negatif. Selain itu, berdasarkan tinjauan perspektif hukum Islam nilai adat Batak dapat dikategorikan menjadi dua kelompok yakni nilai adat Batak yang sesuai syariat Islam dan nilai adat yang tidak sesuai syariat Islam. Adapun nilai adat Batak yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keislaman semestinya dapat menjadi perhatian bagi masyarakat muslim Batak untuk dapat melaksanakan pembagian waris dengan merujuk hukum Islam yang benar.
Analisis Life Style Istri dalam Membentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Warohmah : Studi Kasus di Desa Setia Marga Lubuklinggau Munawaroh, Unzila; Irsan, Irsan; Jamal, Khairunnas; Firyal, Adipa
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i3.858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya hidup istri di Desa Setia Marga dalam konteks membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah. Keluarga sebagai institusi sosial fundamental memiliki peran penting dalam membentuk karakter individu, terutama dalam masyarakat Muslim. Gaya hidup istri yang aktif dan berperan dalam pendidikan, keterlibatan sosial, dan praktik spiritual diharapkan dapat menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, penelitian ini melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memahami dinamika kehidupan para istri di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri-istri di Desa Setia Marga secara aktif terlibat dalam pendidikan formal dan non-formal, berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti pengajian dan arisan, serta menjalankan praktik spiritual yang mendalam. Partisipasi dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan istri, tetapi juga memperkuat peran mereka dalam mendidik anak-anak. Keterlibatan dalam kegiatan sosial memperkuat solidaritas dan kebersamaan di lingkungan masyarakat, sehingga menciptakan jaringan dukungan yang kuat. Selain itu, praktik spiritual yang konsisten memberikan dampak positif terhadap ketenangan jiwa dan keharmonisan keluarga. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup istri yang proaktif dan sesuai dengan nilai-nilai Islam berkontribusi signifikan dalam membentuk keluarga yang harmonis dan sejahtera. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan kebijakan dan program yang mendukung peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
Manajemen Konflik dalam Rumah Tangga Perspektif Aisah Dahlan Khonsa, Khonsa; Muhsan, Muhsan; Mamlu'ah, Aya; Jalil, Abdul
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i3.860

Abstract

Pernikahan adalah pengumpulan dua insan dengan perjanjian untuk menjalankan ibadah rumah tangga bersama. Mendapatkan ketenangan dan kasih sayang dalam menjalankan sebuah pernikahan hal yang diharapkan setiap individu, namun realitanya sebuah rumah tangga tidak terlepas dari konflik, karena sejatinya pernikahan adalah bagian dari ujian di kehidupan ini, bahkan manusia terbaik Nabi Muhammad mengalami konflik dalam rumah tangganya. Peneliti memilih pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi kepustakaan dalam melakukan penelitian. Dengan mengumpulkan data primer dari rekaman video webinar Aisah Dahlan yang diunggah di laman Youtube SUAS Video, dan data sekunder dari artikel yang kredibel, buku, jurnal ilmiah, dan referensi lainnya mengenai manajemen konflik dalam rumah tangga untuk mendukung penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor, serta akibat, dan cara mengatasi konflik dalam rumah tangga perspektif Aisah Dahlan. Hasilnya menemukan bahwa terdapat 5 faktor terjadinya konflik dalam rumah tangga: 1) Beda gender, 2) Beda watak, 3) Beda usia, 4) Beda pola pikir, 5) Beda pola asuh budaya, 6) Beda Pengendalian diri. Dampak konflik dalam rumah tangga adalah emosi. Adapun cara mengatasi konflik tersebut dengan 1) Tarik napas dan buang napas, 2) Membaca taawuz, 3) Memperbanyak istigfar, 4) Mengubah posisi, 5) Diam dan berikan sentuhan.

Page 10 of 11 | Total Record : 107