cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 887 Documents
Hubungan Persepsi Remaja Mengenai Peran Orang Tua Dengan Kesiapan Remaja Putri Menghadapi Menachere Di SDN Bojong Herang Papat Patimah; Dhinny Novryhanti; Muhammad Jafar Sidiq
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat menginjak remaja setiap individu akan melewati transisi pertumbuhan yang sangat pesat, manusia sebagai individu akan melewati suatu tahap yang disebut masa pubertas, pada seorang remaja putri pubertas ditandai dengan datangnya menarche, Menarhce dikatakan sebagai menstruasi yang pertama dialami remaja perempuan, kebanyakan usia menstruasi pertama diindonesia berada di 12,5 tahun, perubahan pada masa remaja menjadi salah satu keadaan dimana setiap remaja dituntut untuk siap menerima, dan faktor yang menjadi salah satu pembentuk kesiapan seorang remaja mengalami pubertas adalah peran atau dukungan orang tua serta pengetahuan yang di dapatkan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Persepsi remaja mengenai peran dan dukunan orang tua Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Purvose sampling, dengan sasaran anak usia Sekolah Dasar , dengan jumlah responden 30 responden, instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuisioner. Hasil : Hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi remaja mengenai peran dan dukungan orang tua menunjukan Sebagian besar responden berada pada kategori Baik sebanyak 18 (60%) dan sebagian besar dari responden juga memiliki kesiapan menghadapi menarche yang Baik sebanyak 16 (53,3%). Sehingga hasil yang didapatkan bahwa persepsi remaja mengenai peran (dukungan) orang tua memiliki hubungan yang segnifikan dengan kesiapan remaja menghadapi menarche dengan nilai p-value = 0,001 < 0,05. Kesimpulan : Persepsi remaja mengenai peran (Dukungan) orang tua sangat berpengaruh terhadap kesiapan remaja menghadapi menarche tetapi jika di lihat peran orang tua bukan satu-satu nya hal yang dapat mempengaruhi kesiapan menghadapi menarche, salah satunya adalah media masa dan lingkungan sekolah. Saran : Diharapkan untuk setiap remaja putri agar dapat menggali informasi terkait system reproduksi, dan orangtua sebagai factor pendukung utama juga diharkan memberikan pemahaman kepada remaja yang akan menghadapi pubertas sehingga anak memiliki banyak informasi yang dapat digunakan sebagai bekal menghadapi menarche.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Buku KIA Pada Ibu Balita Rizqi Nursasmita; Lisa Trina Arlym; Kristin Wahyu Indah Purwani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat kondisi di lapangan, kualitas penggunaan buku KIA masih sangat rendah. Buku KIA berisi informasi penting mengenai kesehatan ibu dan anak yang perlu dilakukan oleh ibu, suami dan keluarganya termasuk mengenai kewaspadaan keluarga dan masyarakat akan kesakitan dan masalah kegawatdaruratan pada ibu hamil, bayi baru lahir dan balita, sehingga pada akhirnya buku KIA diharapkan dapat mendukung penurunan angka kematian bayi dan balita. Fungsi buku KIA yang belum banyak diketahui masyarakat adalah di antaranya menjadi salah satu instrumen yang bisa dipergunakan orang tua untuk skrining pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan balita secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik, tingkat pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dalam pemanfaatan buku KIA pada ibu yang memiliki anak balita. Penelitian ini menggunakan rancangan studi cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak balita yang memiliki buku KIA. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Sejumlah 30 partisipan terlibat dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki buku KIA dan anak berusia di bawah lima tahun. Faktor-faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan ibu dengan pemanfaatan buku KIA. Ketiga faktor tersebut secara statistik tidak memilki hubungan yang bermakna dengan pemanfaatan buku KIA. Pengetahuan, sikap, dan dukungan tidak memiliki hubungan dengan pemanfaatan buku KIA sehingga perlu dilakukan penelitian kualitatif bagi penelitian selanjutnya.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Dusun Maju Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Kuamang Kuning I Ahmad Nur; Syahputra, Candra; Costarin Enopadria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks Massa Tubuh atau IMT merupakan salah satu indikator yang paling sering digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian Hipertensi Pada Lansia di Dusun Maju Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Kuamang Kuning I Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan metode cross sectional dengan lokasi penelitian di Dusun Maju Jaya. Responden penelitian ini adalah lansia yang mengalami kejadian hipertensi. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yakni sebanyak 62 responden. Berdasarkan uji Chi-Square diproleh hasil Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak ada hubungan yang bermakna dengan hipertensi dengan nilai p = 0,433 > 0,05. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antar Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian hipertensi di Dusun Maju Jaya wilayah kerja Puskesmas Kuamang Kuning I Tahun 2023. Diharapkan kepada Responden agar dapat memantau kondisi tubuhnya dengan melakukan timbang berat badan dan mengukur tinggi badan serta mengukur tekanan darah sehingga dapat menghindari risiko penyakit hipertensi
Teaching Performance Assessment and the Student's Academic Achievement Estiningtyas, Estiningtyas; Christiana Arin Proborini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student achievement has focused on several empirical studies to measure the education output by examining the student performance measured by the standardised test and school resources characteristic concerning educational quality. Teacher performance assessment is a vital aspect of the learning process that directly affects students' knowledge attainment. This study aimed to analyse the difference between the teaching performance assessment and students' academic performance. The design used was an observational analytic study with a cross-sectional approach. The population of the study is the Level 1 Nursing Students at Mitra Husada Health College. The sampling techniques used were total sampling, resulting in 53 respondents. The instrument used was the Teaching Performance Assessment rubrics filled by the students and the final exam scores. The Kolmogorov-Smirnov and Kruskal Wallis were deployed to analyse the data. The study results show that the difference in teaching performance assessment is not associated with students' academic achievements. Teaching performance assessment does not contribute to cognitive outcomes but may significantly impact non-cognitive outcomes. The level of the exam affects the test scores. Teachers and policymakers should rely on more than just the cognitive effects measured by test scores. However, teacher performance may have a high impact on the skill and attitude development of the students.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Puskesmas Andalas Padang Tahun 2023 Weni Mailita; Sari Indah Kesuma
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inspeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus ini banyak menyebar baik dikalangan anak-anak maupun dewasa. Penyakit ISPA ini tidak hanya menjadi masalah di Negara berkembang namun juga menjadi masalah global di negara lain. Menurut Riskesdas 2018, ISPA terjadi biasanya 7 kali per tahun pada anak dan 2 kali pada orang dewasa. ISPA merupakan salah satu infeksi yang menyebabkan dampak sosial dan merupakan salah satu penyebab tingginya kunjungan dokter, konsumsi antibiotik, kehilangan waktu kerja bagi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian ISPA pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study dengan sampel sebanyak 96 orang ibu yang memiliki balita. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioer tingkat pengetahuan dan kuesioner pengukuran sikap dengan teknik analisis data menggunakan uji Chi Square. Bahwa ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian ISPA pada balita di puskesmas andalas padang tahun 2023, Oleh karena itu, perlu adanya mengkaji faktor lain yang lebih mendalam terhadap kejadian ISPA pada balita.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Pasca General Anestesi Di Rsud Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Barus, Gabriel Christian; Amin Susanto; Siti Haniyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum yaitu obesitas. Obat-obatan anestesi yang diberikan dihitung berdasarkan berat badan pasien. Pada pasien obesitas, dosis pemberian obat-obatan anestesi menjadi lebih tinggi dan berlanjut sampai operasi. Semakin banyak dosis obat-obatan anestesi yang diberikan pada pasien obesitas memiliki lemak yang berlebih yang dapat menyebabkan proses ekskresi semakin lama. Hal ini menyebabkan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum menjadi tertunda. Mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar pada pasien pasca anestesi di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik. Sampel pada penelitian ini meliputi 88 responden pasca anestesi dengan teknik sample purposive sampling dan tes yang digunakan adalah uji sparman rank. Hasil penelitian ini didapatkan responden yang mengalami kejadian waktu pulih sadar tertunda sebanyak 31 responden (35,23%} dan proporsi paling banyak terjadi pada indeks massa tubuh lebih dengan 20 responden (22,73%}. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar dengan nilai korelasi 0,628 yang artinya ada hubungan yang kuat dan signifikan dengan hasil 0.000 dengan p value  ≤ (0,05)  yang dinyatakan signifikan atau terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah Tahun 2023 Harmanto; Rina Inda Sari; Wa Ode Nursyuhada; Yuliani Sulistyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2021), mengatakan angka kejadian stunting secara global mencapai 22% atau sebanyak 149,2 juta pada tahun 2020. Angka kejadian stunting di Afrika yaitu 33,1%, Asia Tenggara yaitu 31,9%, Mediterania Timur yaitu 24,7%, Amerika yaitu 6,5% dan Pasifik Barat yaitu 5,4%. Sedangkan secara global, Indonesia menempati urutan ke 34 (36%) dari rata-rata prevalensi dunia yaitu 22%. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study yaitu penelitian dimana variabel independen dan dependen diambil dalam waktu bersamaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 orang. Hasil penelitian yaitu ada hubungan riwayat BBLR terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan dengan nilai (p = 0,022 <a = 0,05), Ada hubungan riwayat imunisasi terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan dengan nilai (p = 0,000 <a = 0,05), Ada hubungan riwayat ASI Eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan dengan nilai (p = 0,000 <a = 0,05), dan Ada hubungan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan dengan nilai (p = 0,001 <a = 0,05) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah. Saran penelitian yaitu bagi puskesmas, agar dapat melakukan monitoring dan edukasi terkait kelengkapan imunisasi balita, pemberian ASI eksklusif pada balita serta terkait sanitasi lingkungan agar dapat menekan terjadinya stunting pada balita. Bagi responden, agar dapat melakukan pemantauan kesehatan balita di fasilitas kesehatan sehingga secara dini dapat mengetahui penyakit balitanya khususnya penyakit stunting sehingga dapat melakukan upaya perbaikan gizi balita serta upaya lain yang dapat mencegah terjadinya penyakit pada balita.
Hubungan Lama Operasi Dengan Kejadian Shivering Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi Di Ruang Pulih Sadar RSUD Dr R Goeteng Taroenadibrata Yazid Muhammad Fardan; Rahmaya Nova Handayani; Eza Kemal Firdaus
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anestesi spinal menyebabkan gangguan fungsi termogulasi sehingga menghambat respon kompensasi terhadap suhu. Dampak yang timbul pasca tindakan spinal anestesi yang sering terjadi adalah shivering yang merupakan pergerakan otot untuk mengkompensasi kehilangan suhu berlebih. Tujuan: Mengetahui hubungan lama operasi terhadap kejadian shivering pada pasien pasca spinal anestesi di ruangan pulih sadar RSUD Dr R goeteng taroenadibrata. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dan desain menggunakan cross sectional.  Teknik Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling yang berjumlah 82 responden pada penelitin ini analisis data  menggunakan uji spearman rank. Hasil: Penelitian ini menunjukan hasil bahwa lama operasi cepat mendominasi dengan jumlah 48 responden (58.5%) dan kejadian shivering sebanyak 42 reponden (51.2%) dengan derajat 3 yang paling banyak sebanyak 21 responden (25.6%). Kesimpulan: Adanya hubungan antara lama operasi dengan kejadian shivering pasca spinal anestesi di ruang pulih sadar RSUD Dr.R Goeteng Taroenadibrata dengan hasil uji spearman rank p-value 0.000<0.05.
Gambaran Kejadian Hipotermi Intra Anestesi Dan Post Anestesi Pasien Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Umum Daerah Kebumen Rizky Arianda Ketaren; Septian Mixrova Sebayang; Tophan Heri Wibowo; Roro Lintang Suryani; Indri Wijayanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan sectio caesarea (SC) adalah metodepersalinan operatif yang dilakukan dengan indikasi. Sectio caesarea merupakan operasi yang membutuhkan daerah insisi yang luas. Pasien yang menjalani bedah sectio caesarea dengan anestesi spinal memiliki risiko yang lebih tinggi mengalamihipotermia selama periode perioperatif. Hipotermimerupakan keadaan suhu tubuh kurang dari 36℃. Setiap pasien yang menjalani operasi beresikomengalami kejadian hipotermi, Hipotermi yang terjadipada perioperatif dapat berlanjut hingga periode pascaoperatif di ruang pemulihan. Untuk menggambarankejadian hipotermi intra anestesi dan post anestesipada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatifanalitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode Total Sampling dengan jumlah responden sebesar 36. responden yang mengalami hipotermi berdasarkanusia antara 26 – 35 tahun sebanyak 69,4%, denganlama operasi.
Hubungan Lama Operasi Dengan Kejadian Shivering Pasca Anestesi Spinal Di RSUD Brebes Alfaruqi Shilahul Aziz; Amin Susanto; Martyarini Budi S
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menggigil merupakan suatu sindrom yang ditandai dengan peningkatan aktivitas otot yang sering terjadi selama anestesi, khususnya anestesi spinal pada pasien bedah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah menggigil pasca anestesia spinal di ruang pemulihan RSUD Brebes berhubungan dengan lamanya operasi. Penelitian kuantitatif observasional analitik digunakan dalam penelitian ini. Purposive sampling digunakan untuk memilih 50 responden sebagai sampel penelitian ini. Hasil penelitian ini didapatkan responden yang mengalami shivering sebanyak 29 responden (58%), proporsi paling banyak yang mengalami shivering yaitu shivering derajat 3 sebanyak 11 responden (22%) dan proporsi paling sedikit yaitu shivering derajat 1 sebanyak 8 responden (16%). Sedangkan yang tidak mengalami shivering sebanyak 21 responden (42%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa di ruang pemulihan RSUD Brebes, kejadian menggigil setelah anestesi spinal berkorelasi dengan lamanya prosedur pembedahan, dengan nilai signifikansi 0,001 dan nilai p ≤(0,05), keduanya dianggap signifikan.