cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 887 Documents
Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Petugas Dengan Kemandirian Keluarga Rawan Kesehatan Di Puskemas SP II Sekutur Jaya Meri Yulia Fitri; Astuti Ardi Putri; Costarin Enopadria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian keluarga dalam meningkatkan derajat kesehatan merupakan upaya dalam menjaga status kesehatan keluarga namun beberapa masalah kesehatan keluarga cenderung dikaitkan dengan rendahnya pengetahuan dan kemandiran keluarga dalam menentukan status kesehatan secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengetahuan keluarga, petugas kesehatan dan kemandirian keluarga dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas SP II Sekutur Jaya pada bulan januari tahun 2024. Populasi penelitian berjumlah 45 orang. Teknik pengambilan sampel total sampling karena jumlah populasi kurang dari 100. Pengelolaan data dilakukan secaraanalisa univariat dan bivariat, uji statistik yang di pakai adalah chi-sguare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik tentang keluarga rawan hampir 26 (80,0%), perilaku petugas yang baik 27 (60,0%), kemandirian keluarga rawan kategori II yang baik hampir setengah responden 22 responden (48,9%). Kesimpulan pada penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan perilaku petugas terhadap kemandirian keluarga rawan. Saran supaya menginformasikan kepada masyarakat tentang kemandirian keluarga rawan dan pentingnya manfaat tentang kemandirian keluarga rawan.
Pengaruh Pijat Perut Terhadap Volume Residu Lambung Pada Pasien Kritis Yang Terpasang Ngt: Literature Review Maymona Rizqi Hardani; Muhammad Ahsan; Alin Ikmalia; Arina Maliya; Ary Mulyantini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien kritis merupakan pasien yang memiliki resiko tinggi mengalami beberapa masalah pencernaan akibat stress, peningkatan volume residu, diare, sembelit, dan kekurangan gizi. Pemberian nutrisi nasogastrik memiliki risiko khususnya pada pasien kritis. Komplikasi akibat ketidaktepatan dalam pemberian enteral diantaranya adalah nausea dan muntah yang disebabkan karena penundaan pengosongan lambung, posisi baring pasien selama pemberian nutrisi dan efek samping dari obat-obatan selama di ruang perawatan intensif. Pijat perut merupakan terapi komplementer untuk mengurangi volume residu lambung. Tujuan Penerapan hasil penelitian pijat perut ini bertujuan untuk menurunkan volume residu lambung pada pasien- pasien kritis yang terpasang nasogastric tube. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh pijat perut terhadap volume residu lambung pada pasien kritis yang terpasang NGT. Metode penelitian ini menggunakan metode literature review melalui basis pencarian data melalui search engine seperti PubMed, Science Direct, dan Google Scholar, dengan kata kunci yaitu: “Abdominal Massage” OR “Pijat Perut” AND “Gastric Residual Volume” OR “Volume Residu Lambung” AND “Critical Patients” OR “Pasien Kritis” AND “NGT”, dengan rentang waktu tahun 2019-2023. Hasil pencarian didapatkan sejumlah 8 artikel yang layak untuk dilakukan review sesuai dengan diagram alur PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi pijat perut secara efektif dapat menurunkan volume residu lambung pada pasien yang terpasang NGT.
Sleep Hygine Dan Aroma Terapy Lavender Terhadap Kualitas Tidur Remaja Laki Laki Liza Erawati Siregar; Emi Yuliza; Irma Herlina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prevalence of sleep Hygiene in teenagers varies, according to previous research showing that sleep quality at the age of 18 to 80 years is 36% of poor quality. Data in Indonesia shows that the majority of teenagers' sleep quality is inadequate, namely 63%. To determine the effectiveness of providing sleep hygiene and lavender aroma therapy on the sleep quality of adolescent boys in Rt 02, Meruyung Limo District, Depok in 2023. This type of research is analytical research with a quasi-experimental method, and a pre-test and post-test design. The sample used in this research was 23 respondents, using a purposive sampling technique. Place of analysis in this study uses the Wilcoxon test because the data is not normally distributed. Before being given the intervention, 19 (82.6%) teenagers had moderate sleep quality, and 4 (17.4%) teenagers had poor sleep quality. After being given the intervention, it was found that 23 (100%) teenagers (100%) had good sleep quality. In the Wilcoxon test, a p-value of 0.000 was obtained, giving sleep hygiene and lavender aroma therapy improved the sleep quality of teenagers. Providing sleep hygiene and lavender aroma therapy is effective in improving the quality of sleep in teenagers. It is hoped that it can be used as an intervention to improve the quality of sleep for teenagers by utilizing sleep hygiene and lavender aromatherapy in non-pharmacological treatment
Terapi Menggambar Pada Pasien skizofrenia Sebagai Strategi Untuk Mengontrol Halusinasi Pendengaran: Studi Kasus Maymona Rizqi Hardani; Arum Pratiwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa berat yang berdampak signifikan pada pikiran, perilaku, dan emosi. Halusinasi merupakan gejala positif yang sering muncul yaitu terganggunya persepsi sensori pada pasien. Salah satu tipe halusinasi adalah halusinasi pendengaran yang menjadi tipe halusinasi yang paling banyak. Laporan kasus ini bertujuan untuk membuktikan intervensi terapi menggambar pada pasien halusinasi. Gambaran kasus: Seorang laki-laki berusia 53 tahun sudah menikah dibawa ke RSJ oleh keluarganya dengan alasan pasien sering berbicara sendiri, mondar mandir. Pasien mengatakan mendengar suara yang mengajaknya berbicara terus-menerus. Hal itu membuatnya kesal dan mengamuk. Saat ini pasien mengatakan lebih senang sendirian dan kurang berminat untuk berbicara dengan orang lain. Metode: Pengelolaan kasus melalui pendekatan proses keperawatan dengan diberikan intervensi berdasarkan Evidence based Practice (EBP) yaitu terapi menggambar. Intervensi diberikan sehari sekali selama empat hari berturut-turut. Jenis menggambar yang diaplikasikan bertahap dari pengenalan halusinasi yang dialami, perasaan atau emosi yang dirasakan, dan harapan atau cita-cita yang ingin dicapai. Hasil: Tanda dan gejala halusinasi menurun dibuktikan dengan pasien sudah tidak berjalan mondar mandir, tidak berbicara terus-menerus, dan dapat membedakan yang nyata dan tidak nyata. Pada mulanya halusinasi muncul setiap saat saat pasien sendirian, setelah diberikan intervensi halusinasi muncul sehari 3 kali saja saat pasien bangun tidur. Respon marah membaik setelah diberikan intervensi menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak marah tanpa sebab lagi. Sebelum intervensi menunjukkan sikap pasien mudah tersinggung, bersikap curiga, sering mengamuk dan marah tanpa sebab. Interaksi sosial pasien terjalin membaik setelah diberikan intervensi pasien mau berbaur dengan teman sekamarnya, memiliki kontak mata saat diajak bicara dan pandangan menghadap ke lawan bicara. Awalnya sebelum diberikan intervensi pasien menarik diri dari lingkungan sekitar memiliki tatapan mata yang kosong, sering melamun, dan pandangan selalu menghadap ke bawah.Pada saat terapi menggambar sesi satu sampai sesi tiga pasien dapat menggambarkan halusinasinya, perasaannya dan harapannya di masa depan. Kesimpulan: Terapi menggambar efektif untuk penurunan tanda gejala hausinasi dan mengontrol halusinasi. Kata Kunci: Halusinasi Pendengaran, Skizofrenia, Terapi Menggambar Abstrack Background: Schizophrenia is a serious mental disorder that has a significant impact on thoughts, behavior and emotions. Hallucinations are positive symptoms that often appear, namely disruption of sensory perception in patients. One type of hallucination is auditory hallucination which is the most common type of hallucination. This case report aims to prove drawing therapy intervention in patients with hallucinations. Case description: A 53 years old married man was brought to RSJ by his family on the grounds that the patient often talked to himself, pacing back and forth. The patient said he heard a voice that kept him talking. This made him annoyed and angry. Currently the patient says he prefers to be alone and is less interested in talking to other people. Method: Case management through a nursing process approach with intervention based on Evidence Based Practice (EBP), namely drawing therapy. Intervention was given once a day for four consecutive days. This type of drawing is applied in stages from the recognition of the hallucinations experienced, the feelings or emotions felt, and the hopes or ideals to be achieved. Results: Signs and symptoms of hallucinations decreased as evidenced by the patient no longer pacing back and forth, not talking continuously, and being able to distinguish between what is real and what is not real. At first the hallucinations appeared all the time when the patient was alone, after being given intervention the hallucinations appeared only 3 times a day when the patient woke up. The angry response improved after being given the intervention, becoming less irritable and no longer angry for no reason. Before the intervention, the patient showed that he was irritable, suspicious, often had tantrums and was angry for no reason. The patient's social interactions improved after being given the intervention. The patient wanted to mingle with his roommates, had eye contact when spoken to and looked at the person he was talking to. Initially, before the intervention was given, the patient withdrew from the surrounding environment, had a blank gaze, often daydreamed, and his gaze was always facing downwards. During drawing therapy sessions one to three, the patient was able to describe his hallucinations, feelings and hopes for the future. Conclusion: Drawing therapy is effective for reducing signs of thirst and controlling hallucinations. Keywords: Auditory Hallucinations, Schizophrenia, Drawing Therapy
Gambaran Kualitas Kehidupan Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap RSUD Ajibarang Safik Setya Purnomo; Tri Sumarni; Wasis Eko Kurniawan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga kesehatan terbanyak di rumah sakit adalah perawat yang memiliki tanggung jawab penting dalam memberikan pelayanan kesehatan. Perawat selain jumlahnya yang dominan (50%- 60% dari seluruh tenaga kerja), perawat memberikan pelayanan 24 jam sehari, selama 7 hari serta mempunyai kontak dengan pasien. Selain itu, perawat juga adalah manusia yang tidak luput dari beban kerja baik di instansi tempat bekerja maupun di keluarga atau di masyarakat, yang secara tidak langsung membutuhkan kontrol dan kesesuaian dalam kehidupan dirinya. Kualitas kehidupan kerja perawat merupakan persepsi atau penilaian perawat mengenai seluruh dimensi yang mempengaruhi kualitas kehidupan kerjanya dan berhubungan dengan pengalamannya dalam bekerja serta demi mencapai tujuan. Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 67 responden menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dengan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berusia 26-35 tahun dengan kualitas kehidupan kerja yang baik sebanyak 30 responden (44,8%), pada karakteristik jenis kelamin mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan kualitas kehidupan kerja yang baik sebanyak 36 responden (53,7%), pada karakteristik pendidikan mayoritas responden D3 dengan kualitas kehidupan kerja yang baik sebanyak 29 responden (43,3%), pada karakteristik masa kerja mayoritas responden dengan masa kerja ≥ 5 tahun dengan kualitas kehidupan kerja yang baik sebanyak 33 responden (49,3%).
Pengaruh Konseling Dengan Metode Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Terhadap Kejadian Insomnia Pada Remaja Mutiara Anggraeny; Ro‘isah; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 5 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang dialami remaja kesulitan untuk tidur atau mempertahankan kualitas tidur, gejala tersebut biasanya akan mengganggu aktivitas fisik Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Konseling dengan Metode Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Terhadap Kejadian Insomnia Pada Remaja di Pondok Mahasiswi Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong.Jenis penelitian ini adalah pra experiment dengan desain one-group pre- post test design. Populasi sebanyak 42 responden dan sampel sebanyak 38 responden sesuai dengan syarat inklusi penelitian dan dipilih dengan cara tekhnik purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner kejadian insomnia dengan intervensi konseling yang dilakukan oleh psikolog kemudian data dikumpulkan melalui proses Editing, Coding, Scoring, dan Tabulating. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistic dan uji Wilcoxon dari SPSS.Hasil penelitian sebelum diberikan Konseling dengan Metode Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) yaitu mayoritas mengalami insomnia berat sebanyak 27 responden (71,1%) dan setelah diberikan Konseling dengan Metode Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) mayoritas Tidak Ada Keluhan dan insomnia Ringan sebanyak 15 responden (39,5%). Hasil uji analisis didapatkan Ada Pengaruh Konseling dengan Metode Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Terhadap Kejadian Insomnia Pada Remaja di Pondok Mahasiswi Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong dengan nilai (ρ=0,000 0<α=0,05).Konseling dengan Metode Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Terhadap Kejadian Insomnia dapat diterapkan pada responden yang mengalami insomnia. Dan diharapkan responden dapat mengaplikasikan setiap pembahasan yang telah dilakukan bersama konselor.
Penerapan Inhalasi Aromaterapi Lemon Terhadap Penurunan Mual Dan Muntah Pada Anak Yang Menjalani Kemoterapi Di Ruang Rawat Inap Flamboyan 9 RSUD Dr. Moewardi Indriana Astuti; Sitti Rahma Soleman; Suciana Ratrinaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 5 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemoterapi pada anak dapat menimbulkan efek samping salah satunya yaitu mual muntah. Meskipun dengan perkembangan terapi farmakologis mual muntah tetap menjadi masalah utama dari kemoterapi. Dengan bertambahnya terapi nonfarmakologis salah satunya pemberian aromaterapi diharapkan mampu membantu mengurangi mual muntah pada anak kemoterapi. Tujuan : Untuk mengetahui hasil penerapan inhalasi aromaterapi lemon terhadap penurunan mual dan muntah pada anak yang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi. Metode : Metode penerapan deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menerapkan dua pasien dengan pre test dan post test, instrument penerapan dengan kuesioner Rhodes Index Of Nausea Vomiting And Retching (INVR). Pemberian intervensi inhalasi aromaterapi lemon selama 1x24 jam. Hasil : Sebelum diberikan inhalasi aromaterapi lemon didapatkan hasil An. Am dengan skor 20 termasuk mual muntah berat dan An. Mf dengan skor 14 termasuk kategori mual muntah sedang. sesudah diberikan inhalasi aromaterapi lemon didapatkan An. Am skor mual muntah 12 termasuk kategori mual muntah sedang dan An. Mf dengan skor mual muntah 8 termasuk kategori mual muntah ringan. Kesimpulan : Hasil penerapan menunjukkan intervensi yang diberikan dapat menurunkan tingkat mual muntah pada anak yang menjalani kemoterapi.
Determinan Tindakan Personal Higiene Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas Lapai Afzahul Rahmi; Rischa Hamdanesti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 5 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kesehatan anak banyak ditemukan pada periode anak usia sekolah, anak usia sekolah merupakan generasi penerus sebagai sumber daya masa mendatang dengan jumlah sekitar 20% dari jumlah penduduk Indonesia, sehingga merupakan investasi bangsa yang potensial tetapi rawan karena berada dalam periode pertumbuhan dan perkembangan (Dinkes, 2017). Personal Hygiene (kebersihan diri) merupakan kebersihan diri yang dilakukan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan diri sendiri baik secara fisik maupun mental. Data Dinas Kesehatan Kota Padang 2022 menyebutkan, hasil pemeriksaan gigi tersebut menemukan 12.479 murid yang memerlukan perawatan gigi dan yang mendapat perawatan gigi sebanyak 8.964 murid (71,8%) dari target 100%. Faktor yang mempengaruhi personal hygiene adalah pengetahuan, dukungan guru, dan pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan tindakan personal higiene pada anak usia sekolah dasar di Kota Padang Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan metode angket. Variabel yang dikumpulkan meliputi variabel tindakan personel higiene, pengetahuan, peran orang tua, peran guru. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SDN di kota padang berjumlah 192 respoden. Sampel diambil dengan teknik cluster sampling, sebanyak 85 respoden Analisis data menggunakan analsis univariat dan bivariat dan uji yang digunakan adalah chi-square test.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Dengan Kekambuhan Pasien Hipertensi Di Ruang Poli Rumah Sakit Harapan Keluarga Mataram Ernawati; Bidari; Baik Heni Rispawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 5 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia yang dapat terjadi akibat dari salah satu masalah yang sering muncul dari perubahan gaya hidup, seperti mengkonsumsi makanan yang kadar garamnya tinggi, hipertensi diperkirakan sebagai penyebab berbagai penyakit berat beserta komplikasinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Menjelaskan hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi terhadap kekambuhan pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross Sectional menggunakan teknik sampling purposive sampling dengan jumlah sampel 62 orang responden. Hasil: Hasil uji chi-sequare menunjukkan nilai probabilitas atau taraf kesalahan (p : 0,000) jauh lebih kecil dari standart signifikan (α: 0,05), maka H1 diterima Ho ditolak yang berarti ada Hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi terhadap kekambuhan pada pasien hipertensi di Ruang Poli Rumah Sakit Harapan Keluarga Kesimpulan: Terdapat Hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kekambuhan hipertensi pada pasien hipertensi di Ruang Poli Rumah Sakit Harapan Keluarga
Pengaruh Senam Tera Terhadap Skala Nyeri Dan Penurunan Kadar Asam Urat Di Desa Triwung Lor Kota Probolinggo Lia Barkatur Rohmniah; Achmad Kusyairi; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 5 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit asam urat merupakan suatu penyakit radang sendi yang disebabkan penumpukan kristal asam urat. Masalah umum yang sering di temukan di lingkungan sehari-hari adalah keluhan terkaitn yeri asam urat dan kadar asam urat yang meningkat secara tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam tera terrhadap skala nyeri dan penurunan kadar asam urat di desa triwung lor. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan pendekatan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian berjumlah 50 orang, teknik sampling menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Pengambilan data dengan menggunakan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS) dan pengecekan asam urat menggunakan alat glucose cholesterol urid acid (GCU). Pengumpulan data meliputi coding, editing, dan tabulating. Metode analisis menggunakan uji statistik Paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan senam tera mayoritas dari 44 responden mengalami skala nyeri 6-7 dan kadar asam urat melebihi 6,5-7 mg/dL.Kemudian setelah dilakukan intervensi senam tera terjadi perubahan yang cukup baik dari nilai skala nyeri rentang nilai 7 menjadi 5 dan nilai kadar asam urat yang didapat nilai minimal asam urat 5 mg/dL dan nilai maksimal 11.2 mg/dL Analisis hasil penelitian menggunakan uji paired t-test di dapatkan p=0,000 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh senam tera terhadap skala nyeri dan penurunan kadar asam urat. Intervensi senam tera dilakukan selama 8 kali selama 1 bulan dengan waktu selama 15-30 menit. Senam tera merupakan latihan pernapasan yang dipadukan dengan gerakan. Prinsip gerak dalam senam tera ada 3 yaitu peregangan, persendian dan pernafasan.