cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki@pnl.ac.id
Phone
+6285260462751
Journal Mail Official
jmst@pnl.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh - Medan Km. 280,3, Buketrata, LHOKSEUMAWE 24301, Provinsi Aceh Tel : (0645) 427 85 Fax : (0645) 427 85 Surat-e : jmst@pnl.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mesin Sains Terapan
ISSN : -     EISSN : 25979140     DOI : Prefix 10.30811/jmst by Crossref
Jurnal Mesin Sains Terapan adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen dalam bidang teknik mesin dan sains terapan. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi serta kontribusi ilmiah dalam berbagai topik seperti mekanika, manufaktur, pengelasan, dan pemeliharaan mesin, energi terbarukan, desain mesin, dan aplikasi sains terapan lainnya. Jurnal ini menjadi media dokumentasi dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi akademisi dan praktisi di bidangnya.
Articles 127 Documents
RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK SERBUK KAYU DENGAN RESIN POLIMER MENGGUNAKAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK Taufik Taufik; Azwar Azwar; Bukhari Bukhari
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v1i1.378

Abstract

Kayu merupakan bahan yang paling banyak digunakan untuk keperluan kontruksi, seperti bangunan rumah,skruktur jembatan, perahu, kapal laut, rel kereta api, bahan baku kertas dan lain-lain. Pengolahan kayu selalumenghasilkan sisa proses pemotongan/gergajian dalam berbagai bentuk dan ukuran. Seperti serbuk kayu yangselama ini tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga nilai ekonomisnya hilang. Padahal potensi serbuk kayu yangdihasilkan dari pengolahan kayu sangat besar dan bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku untuk komposit. Olehkarena itu penulis merancang mesin pengaduk serbuk kayu dengan resin polimer untuk mengetahui daya yang diperlukan, dan kapasitas yang di butuhkan sehingga diharapkan serbuk kayu sebagai bahan utama untuk membuatkomposit dengan campuran resin polimerdapat tercampur dengan merata dengan waktu yang relatif lebih cepatbila dibandingkan dengan pengadukan manual. Hasil dari perancangan dan perhitungan, didapat mesin pengadukserbuk kayu dengan resin polimerdengan menggunakan daya motor 1 Hp dengan putaran 1420 rpm direduksimenjadi 483 rpm dengan kapasitas 8 kg dalam asumsi waktu menit.Kata kunci: serbuk kayu,mesin pengaduk, rancang bangun, komposit
Pengaruh Waktu dan Temperatur Proses Elektroplating Terhadap Ketebalan dan Kekerasan Permukaan Baja ASTM A36 Rizki, Teuku Alfazil; Fakhriza, Fakhriza; Saifuddin, Saifuddin; Fathier, Al
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 2 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i2.4486

Abstract

Elektroplating adalah sebuah teknologi pelapisan pada permukaan benda padat Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi pada industri pelapisan logam telah menjadi bidang pekerjaan yang mengalami kemajuan yang sangat pesat mulai dari jenis pelapisan, bahan pelapis yang digunakan, hingga hasil lapisanya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh ketebalan pelapisan spesimen baja ASTM A36  yang paling tinggi adalah spesimen 7 dengan nilai ketebalan sebesar 135,475 µm dengan waktu pencelupan selama 50 menit dan temperatur 60oC, sedangkan ketebalan lapisan yang paling rendah terjadi pada spesimen 3 dengan nilai ketebalan sebesar 54,048 µm dengan waktu pencelupan sebesar 20 menit dan temperatur sebesar 90oC. dari nilai ketebalan tersebut dapat disimpulkan bahwa temperatur yang tinggi tidak menentukan tingginya nilai ketebalan pelapisan melainkan lamanya waktu pencelupan. Pada pengujian kekerasan spesimen diperoleh nilai kekerasan tertinggi terdapat pada spesimen 6 sebesar 450,03 HV pada temperature 90oC dengan waktu prncelupan 35 menit, sedangkan hasil pengujian kekerasan terendah berada pada spesimen 7 sebesar 248.10 HV pada temperatur 60oC dan waktu pencelupan 50 menit. Nilai kekerasan pada spesimen 7 yang ketebalannya paling tinggi namun memiliki nilai kekerasan lebih rendah diakibatkan bahan pelapis yaitu nikel lebih lunak dibandingkan baja ASTM A36 sehingga saat pembacaan pengujian kekerasan nilai yang terbaca merupakan bagian lapisannya. Keywords: Elektroplating, Ketebalan, Kekerasan, Pencelupan, Temperatur.
RANCANG BANGUN MESIN CNC MILLING MENGGUNAKAN SYSTEM KONTROL GRBL UNTUK PEMBUATAN LAYOUT PCB Muhammad Jufrizaldy; Ilyas Ilyas; Marzuki Marzuki
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 4, No 1 (2020): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v4i1.1743

Abstract

Mesin CNC milling adalah mesin potong berbasis komputer yang dapat menjalankan proses secara otomatis pada berbagai macam perintah berbasis bahan yang telah diprogram ke dalam perangkat lunak. Pada tugas akhir kali ini akan dirancang dan diimplementasikan CNC (Computer Numerical Control) Router dengan menggunakan Program G-Code dengan menggunakan GBRL Kontroller sebagai pengontrol mesin CNC. Mikrokontroler digunakan untuk menerima G-Code dari PC yang dikirim ke mikrokontroler yang selanjutnya dikontrol menggunakan GBRL kontroller untuk menggerakan motor Stepper. Mesin CNC ini dikendalikan dengan menggunakan software GRBL dimana ketika program dimasukkan kedalam software tersebut, stepper motor, spindle serta mata bor akan bergerak. Perancangan ini menggunakan 3 buah stepper motor dimana setiap stepper motor berfungsi untuk menggerakkan sumbu X, Y dan Z. Spindle digunakan sebagai pengendali mata bor yang berfungsi untuk mengukir layout pada PCB.Kata kunci : Motor Stepper NEMA , Driver Motor Board T, Breakout Board , Power supply , Spindle Kit
ANALISIS PENGARUH PROSES NORMALIZING PADA SAMBUNGAN LAS SMAW BAJA PLAT SS-400 TERHADAP NILAI IMPACT DAN HARDNESS Suryadi Ramadhan; Syukran Syukran; Nawawi Juhan
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 5, No 2 (2021): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v5i2.2410

Abstract

Sambungan pengelasan pada baja plat SS-400 di proses dengan metode pengelasan SMAW, menggunakan arus DC 100 Ampere, elektroda yang digunakan yaitu E-7016, pengelasan dilakukan dengan mengikuti WPS. Hasil pengelasan dari kedua sisi baja plat SS-400 menghasilkan tiga daerah utama yaitu base metal, HAZ, dan welding. dimana ketiga daerah tersebut memiliki unsur berbeda-beda akibat adanya tegangan sisa pengaruh dari pengelasan. Normalizing adalah proses perlakuan panas terhadap baja dengan tujuan mendapatkan struktur butiran yang halus dan seragam untuk menormalkan kembali dan menghilangkan tegangan akibat pengerjaan dengan mesin. Proses normalizing dilakukan di dalam Furnace dengan pengaturan suhu 850°C, penahanan waktu 30 menit, dengan pendinginan udara. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil nilai impact dan hardness dari pengaruh proses normalizing pada sambungan las SMAW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses normalizing berpengaruh terhadap nilai Impact dan Hardness. Pada spesimen pengelasan SMAW baja plat SS-400 yang tidak mengalami proses normalizing didapatkan nilai Impact rata-rata 3.727 Joule/mm², dan nilai Hardness 60 HRC sedangkan spesimen yang mengalami proses normalizing nilai yang didapatkan adalah nilai Impact Rata-rata 3.14 Joule/mm², dan nilai Hardness 67 HRC. Kata Kunci: Baja SS-400, Las SMAW, Normalizing, Impact, Hardness.
Studi Aplikasi Limbah Karung Pupuk Sebagai Penguat Pada Komposit Gipsum Berlapis Muhammad Riphaldi; Indra Mawardi; Hamdani Hamdani
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 2 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i2.4477

Abstract

PT. PIM yang merupakan industri mitra bagi Politeknik Negeri Lhokseumawe memiliki permasalahan berupa limbah karung plastik bekas kemasan pupuk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kembali limbah karung plastik sebagai penguat pada komposit gipsum. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau karakteristik sifat mekanis dan fisis pada komposit gipsum berpenguat karung pupuk. Komposit gipsum diproduksi menggunakan tepung gipsum berjenis casting sebagai matrik dan serat karung pupuk sebagai penguat. Komposit gipsum tersebut dibentuk dengan 4 varian, yaitu variasi jumlah lapisan karung, 1, 2, 3, dan 4 lapis dan diciptakan komposit gipsum tanpa penguat atau 100% gipsum sebagai pembanding. Pengujian mekanis dan fisis berupa pengujian lentur, tekan, densitas, dan daya serap air dipelajari untuk mengetahui kelayakannya sebagai material bangunan. Pada hasil pengujian menunjukan meningkatkan jumlah lapisan karung pupuk mereduksi kekuatan lentur sebesar 53.90% dan kekuatan tekan hingga 52,55%. Namun demikian, semua nilai pengujian mekanis tersebut telah memenuhi persyaratan standar EN 13279-2. Penyebab penurunan tersebut terjadi akibat ikatan gipsum hanya berada di samping saja, tidak adanya ikatan antara gipsum tersebut pada bagian tengah material yang disebabkan karena sifat karung pupuk yang tidak mempunyai rongga atau pori-pori.Keywords: Komposit gypsum, karung plastic, pengujian mekanis, fisis
ANALISA PERFORMA STEAM TURBINE ITEM 61-101-JT PADA BAGIAN AMMONIA-II DI PT PUPUK ISKANDAR MUDA M. Yusuf M. Yusuf; Saifuddin Saifuddin; Luthfi Luthfi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v2i1.640

Abstract

Penggunaan turbin pada suatu pabrik merupakan langkah utama sebagai pembangkit energi untuk pabrik tersebut. Jenis turbin yang paling umum digunakan sebagai pembangkit adalah turbin uap. Di Industri pupuk PT PIM terhitung cukup banyak menggunakan penggerak seperti Tubin Uap yang di hubungkan ke kompresor, pompa, blower, dan fan guna memenuhi kebutuhan dalam proses produksinya. Mesin turbin dengan item 61-101-JT sudah beroperasi sejak tahun 1999 atau 19 tahun yang lalu. Dengan masa penggunaan yang sudah tidak baru lagi, tentunya banyak permasalahan yang terjadi pada turbin tersebut, salah satunya performa yang mulai menurun. Analisa performa dilakukan untuk mengetahui performa steam turbine pada kondisi design dan pada kondisi aktual dengan menggunakan parameter yang mendukung untuk perhitungan performa turbin. Hasil perhitungan yang dilakukan menunjukkan bahwa performa turbin uap pada kondisi design sebesar 86% dan pada kondisi aktual sebesar 74%. Faktor utama yang menyebabkan menurunnya performa turbin uap yaitu menurunnya tekanan uap, menurunnya temperatur uap dan terjadinya kerusakan pada servo cylinder. Tindakan perbaikan yang diusulkan adalah dengan melaksanakan pengecekan kondisi boiler, pengecekan pipa inlet sudah sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan sehingga dapat meningkatkan tekanan uap masuk untuk meningkatkan performa steam turbine.
ANALISA KEGAGALAN POROS POMPA SENTRIFUGAL EBARA TYPE 56-GA 4002 A MELALUI EVALUASI POLA PATAHAN SERTA PENGUJIAN KEKERASAN DAN METALOGRAFI Munawir Munawir; Azwar Azwar; Turmizi Turmizi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 2 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i2.1226

Abstract

Pompa Raw Water Transfer Pump 56-GA4002 A yang terdapat di PT Pupuk Iskandar Muda berfungsi untuk memindahkan air sungai dari basin di water intake peusangan ke PT Pupuk Iskandar Muda. Kegagalan yang terjadi pada Pompa Raw Water Transfer Pump 56-GA4002 A ini adalah patahnya poros (shaft fracture). Adapun kasus awal yang terjadi ketika rusaknya pompa Raw Water Transfer Pump 56-GA4002 A ini adalah ketika pompa sedang beroperasi, tiba-tiba aliran listrik dari PLN yang digunakan oleh PT Pupuk Iskandar Muda terjadi blackout (mati) sehingga pompa tersebut berhenti beroperasi. Hasil dari analisa kegagalan patahnya poros pompa sentrifugal Ebara type 56 GA 4002 A disebabkan faktor fatik, dikarenakan pompa tersebut telah beroperasi melebihi dari ambang batas kelelahan yakni sebanyak 15.019.200 RPM per minggu, sedangkan batas aman maksimum dari fatik poros AISI 1020 tersebut sebanyak 10.000.000 RPM. Hasil pemeriksaan visual memperlihatkan bahwa poros tersebut dikategorikan patah getas karena pada daerah patahan tampak mengkilap. Hasil pengujian komposisi kimia menunjukkan bahwa poros yang digunakan pada pompa tersebut tergolong pada material AISI 1020 jenis baja carbon rendah sehingga sering mengalami patah, sedangkan pada data sheet menggunakan material poros S35C jenis baja carbon menengah. Hasil pengujian metalografi menunjukkan bahwa struktur mikro yang dimiliki pada patahan poros AISI 1020 didominasi oleh perlit dan sedikit ferit. Bentuk perlit agak lancip jika dibandingkan dengan permukaan penjalaran retak dan ukuran perlit juga terlihat lebih besar. Perbandingan struktur mikro tanpa patahan dengan struktur mikro pada area patahan terlihat tidak sama dikarenakan pada permukaan yang patah telah mengalami strain hardening.Kata Kunci : AISI 1020,  Metalografi, Fatik, Kekerasan, Positive Material Identification.
ANALISA KERUSAKAN BAUT PENGIKAT KEPALA MESIN FRAIS VERTIKAL Jufrianda Jufrianda; Akhyar Ibrahim; Turmizi Turmizi; Arskadius Arskadius
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 5, No 1 (2021): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v5i1.2144

Abstract

Baut merupakan pengikat dua komponen atau lebih yang ikatannya bersifat semi permanen dan digunakan secara luas oleh masyarakat. Pemilihan baut juga merupakan faktor yang penting untuk menghindari terjadinya kegagalan/ kerusakan pada baut. Sejarah kegagalan baut pengikat kepala mesin frais vertikal dimana baut pengikat kepala mesin frais bawaan dari pabrik sudah pernah di ganti sebelumnya, faktor pergantian baut pengikat kepala mesin frais bawaan dari pabrik yaitu terjadinya patahan terhadap baut tersebut. Teknisi laboratorium produksi dan permesinan mengambil keputusan untuk melakukan pergantian baut bawaan dari pabrik dengan menggunakan material Amutit. Pada bulan April tahun 2018, baut pengikat kepala mesin frais vertikal telah patah beberapa kali. Hasil pengujian fraktografi pada patahan awal memperlihatkan adanya pola pembebanan dinamis yang terus berulang pada baut sehingga permukaan patahan baut mengalami patah getas intergranular. Hasil pengujian Komposisi kimia antara baut dari pabrik, baut patah pertama, dan baut patah kedua tidak jauh berbeda dan terdapat nilai gradess C, dimana material baut tersebut telah mengalami prose carburizing dimana suhu carburizing mencapai 150-200oC sedangkan pada kulitnya mencapai suhu 800-1200 oC. Hasil pengujian kekerasan tertinggi terjadi pada baut pabrik yakni sebesar 47.7 HRC, diikuti baut batah 2 sebesar 44.8 HRC dan 43.8 HRC pada baut patah 3. Hasil pengujian SEM baut pertama terlihat terjadi inclusion dan porosity dan pada baut kedua terlihat adanya patah brittle fracture dan fatique dimana terjadi dengan adanya penjalaran retak yang lebih cepat dengan penyerapan energy yang lebih sedikit.Kata Kunci : Baja Amutit, Scanning Electron Microscopy, Mesin Frais Vertikal, dan Analisa Kerusakan
Pengaruh Variasi Kecepatan Potong Dan Kedalaman Pemakanan Proses Bubut Baja St-37 Dan St-60 Terhadap Kekasaran Permukaan Abdul Karim; Hamdani Hamdani; Ariefin Ariefin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 1 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i1.3919

Abstract

Proses bubut merupakan proses pembentukan material dengan membuang sebagian material dalam bentuk geram akibat adanya gerak relatif pahat terhadap benda kerja, kualitas dari hasil pembubutan terutama pada bagian permukaan sangat dipengaruhi oleh tiga parameter yaitu kecepatan spindle (Speed), gerak makan (Feed), dan kedalaman pemakanan (Depth Of Cut). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kekasaran permukaan (Roughness) dan kekerasan (Hardness) terbaik dengan variasi kecepatan potong 17.03 m/menit, 30.22 m/menit, 60.44 m/menit dan kedalaman pemakanan 0.25 mm dan 0.75 mm setelah dilakukan pembubutan. Pengujian dilakukan dengan mesin bubut Pindad model PL-1000 G dengan spesimen baja ST 37 dan ST 60. Dengan alat uji kekasaran permukaan Mitutoyo SJ-310 dan alat uji Kekerasan Rockwell C. Hasilnya yaitu Nilai Kekasaran permukaan terbaik pada Kecepatan potong 60.44 m/menit kedalaman pemakanan 0.25 mm ialah 3.329 µm dan kekerasan tertinggi 24.5 HRC pada kecepatan potong 30.22 m/menit dan kedalaman pemakanan 0.75 mm pada Baja ST 37,  sedang kan Nilai Kekasaran permukaan terbaik pada kecepatan pototng 60.44 m/menit kedalaman pemakanan 0.25 mm ialah 2.936 µm dan kekerasan tertinggi 31 HRC pada kecepatan potong 17.03 m/menit kedalaman pemakanan 0.75 mm pada Baja ST 60. Kata kunci: Kekasaran Permukaan, Kecepatan Potong, HSS
RANCANG BANGUN CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT MAKSIMAL 1 TON Fendi Wahyudi Siregar; Hasrin Lubis; Ramli Usman
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v2i2.529

Abstract

Peralatan pengangkat dewasa ini sangat beragam baik bentuk model alatnya maupun fungsinya. Prosespemindahan barang dari suatu tingkat ke tingkat lainnya yang relative tinggi masih langsung di angkat denganmenggunakan katrol manual, sehingga hanya akan memperlambat proses produksi dan bisa menimbulkanrawan kecelakaan. Maka dari kendala yang ada direncankanlah alat yang lebih simpel dan sederhana dengankapasitas yang tidak terlalu besar dengan nama crane dengan kapasitas angkat maksimal 1 ton. Alat inidioperasikan dengan motor sebagai penggerak drum dengan transmisi gearbox dan tali yang digunakan sebagaimedia angkat adalah tali baja. sangat mudah digunakan dan alat ini juga dapat dibongkar pasang.Perencanaan crane ditujukan pada komponen pengangkat utama yang meliputi Tali Baja, Drum, Kait, MotorPenggerak.Kata Kunci : Crane Portable, Pesawat Angkat, Komponen Utama

Page 6 of 13 | Total Record : 127