cover
Contact Name
Sukmawati
Contact Email
lppm@mail.unasman.ac.id
Phone
+6285213633358
Journal Mail Official
agroterpadu@mail.unasman.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pertanian Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar Jl. Budi Utomo No. 2 Manding Polewali Manda
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
Jurnal Agroterpadu
ISSN : -     EISSN : 28296168     DOI : http://dx.doi.org/10.35329/ja.v3i2 [Add to Citavi
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroterpadu adalah jurnal Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Al Asyariah Mandar. Jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu pertanian mencakup Agronomi, Manajemen dan Produksi, Sosial Ekonomi, Hortikultura, Ilmu Tanah, Ekologi, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, dan Bioteknologi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. Agroterpadu terbit tiga kali dalam setahun yaitu Maret, Juli dan November. Jurnal Agroterpadu mengundang kepada para pakar dan akademisi agar menyumbangkan naskah, baik berupa hasil penelitian, kajian mendalam, sesuai dengan disiplin Ilmu Pertanian. Naskah yang diajukan adalah naskah Asli (tidak plagiat) dan belum pernah dipublikasikan.
Articles 202 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK LIMBAH BUAH TOMAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) Dahliah Nurdin; Muhammad Supri; Muh. Rifky Auliah
Jurnal Agroterpadu Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Agroterpadu Volume 5, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v5i1.6645

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi tomat di Kabupaten Polewali Mandar mengalami penurunan dari tahun 2020 ke tahun 2021. Pada tahun 2020, produksi tomat sebesar 1.273 ton dari luas panen 76 hektar, sedangkan pada tahun 2021, produksi menurun menjadi 1.127 ton dari luas panen 82 hektar (BPS, 2022). Penelitian akan dilaksanakan di Desa Manding, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar mulai bulan Januari sampai dengan April 2025. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rencana acak kelompok (RAK) 4 taraf, yaitu kontrol/tanpa perlakuan (S0), pengelolaan limbah buah tomat POC (S1), pengelolaan limbah buah dengan POC tomat + pengomposan limbah buah tomat (S2), dan pengelolaan limbah buah tomat (S3). Penelitian ini sampai pada kesimpulan sebagai berikut: Analisis statistik hasil menunjukkan bahwa pemberian POC dari limbah buah tomat (S1) berpengaruh positif terhadap tinggi tanaman tomat umur 29 hari tanam dan 43 hari setelah tanam.
STRATEGI PENGEMBANGAN JAMUR TIRAM DI DESA KUAJANG KECAMATAN BINUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR (Studi Kasus Pada Usaha PT. Timur Mushroom Farm) Mutmainna Mutmainna; muh. Arman Yamin Pagala; Andi Baso
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 3, November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i3.5252

Abstract

Jamur tiram merupakan jamur yang dapat dimakan yang bentuknya menyerupai cangkang tiram, bagian tengahnya agak cekung, dan berwarna putih hingga krem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal dan eksternal strategi pengembangan jamur tiram di Desa Kuajang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT dengan menggunakan matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary) untuk mengidentifikasi faktor lingkungan eksternal dan Identifikasi faktor lingkungan internal. Menganalisis strategi pengembangan usaha Jamur Tiram khususnya faktor internal terdapat koefisien kekuatan dengan nilai total sebesar 1,84 lebih besar dibandingkan dengan koefisien kelemahan dengan nilai total sebesar 1,35. Hal ini menunjukkan bahwa kelemahan tersebut terus-menerus menghambat pertumbuhan jamur tiram. Sebaliknya, koefisien peluang keseluruhan untuk faktor eksternal adalah 1,67, lebih tinggi dari nilai keseluruhan faktor ancaman, yaitu 1,43. Hal ini menunjukkan bahwa PT. Timur Mushroom Farm menawarkan potensi yang cukup besar. Hasil analisis strategi pengembangan jamur tiram pada kegiatan ini berada pada kuadran I (positif), menunjukkan bahwa strategi ini berfokus pada aspek pengembangan usaha PT. Timur Mushroom Farm dengan strategi SO (Strength-Opportunity), memanfaatkan seluruh kekuatan dan memanfaatkan peluang. Perusahaan perlu membangun model kerjasama yang baik dan  mengerahkan karyawan yang memiliki keterampilan teknis untuk tidak hanya meningkatkan stabilitas hasil panen sehari-hari, tetapi juga mempromosikan produknya sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnisnya.
Pengaruh Topografi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kakao Di Kelurahan Amassangan Rahmawati Rahmawati; Zulkifli Basri; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i2.6227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh topografi lahan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kakao (Theobroma cacao L.) di Kelurahan Amassangan, dengan membandingkan dua bentuk topografi, yaitu lahan hamparan dan lahan terasan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2025 menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen lapangan. Parameter agronomi yang diamati meliputi berat tandan, jumlah dan panjang pelepah, ukuran petiol, jumlah dan rasio bunga jantan dan betina (sex ratio), serta jumlah dan berat brondolan per tandan. Hasil analisis statistik menggunakan Uji-T pada taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa sebagian besar parameter menunjukkan perbedaan yang signifikan antara dua jenis topografi. Tanaman kakao pada lahan terasan menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik, didukung oleh drainase tanah yang optimal, ketersediaan unsur hara mikro, dan kondisi mikrolingkungan yang lebih stabil. Selain itu, tingginya jumlah bunga betina dan sex ratio yang lebih seimbang pada lahan terasan meningkatkan peluang keberhasilan pembuahan dan jumlah brondolan yang dihasilkan. Dengan demikian, sistem terasering terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas kakao melalui optimalisasi pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan budidaya kakao pada lahan terasan serta pelatihan agronomi berbasis topografi bagi petani di wilayah dengan kondisi agroklimat serupa.
RESPON PEMBERIAN PUPUK ECOENZIM DAN WAKTU APLIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Iinaninengseh Iinaninengseh; Abdul Jamal; Adjo Nurzamzih
Jurnal Agroterpadu Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Agroterpadu Volume 5, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v5i1.6660

Abstract

AbtrakMentimun (Cucumis sativus L.) adalah tanaman menjalar yang tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia. Tanaman mentimun masih digolongkan dalam famili Cucurbitaceae atau keluarga labu-labuan sama seperti tanaman semangka dan melon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk eco-enzim dan waktu pemberian terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Tapango Barat, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat pada Januari sampai Maret 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok  faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah dosis ekoenzim (0, 15, 20, dan 25 ml/L), dan faktor kedua adalah waktu pemberian (1 kali/minggu dan 1 kali/2 minggu), dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 24 satuan percobaan dan 96 tanaman. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang buah, jumlah buah, dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara dosis dan waktu pemberian ekoenzim terhadap seluruh parameter pengamatan. Namun demikian, perlakuan dosis 15 ml/L dengan interval pemberian 1 kali/minggu memberikan hasil terbaik pada parameter berat buah (367,25 g), sedangkan dosis 20 ml/L dengan frekuensi pemberian 1 kali/minggu menghasilkan jumlah daun terbanyak (31,92 helai). Dosis ekoenzim 15–25 ml/L berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun, namun pengaruhnya belum signifikan secara statistik. Perlu dilakuan penelitian yang lebih seksama dengan penerapan pupuk Eco-enzim pada konsentrasi dan waktu pemberian yang lebih bervariasi di lahan agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.  Kata kunci:  Cucumis sativus L., pupuk organik cair eco-enzim,
Analisis Kelayakan Usaha Industri Rumah Tangga (Studi Kasus Usaha Keripik Pisang Dan Singkong “Aminah Semoga Laris”) Di Desa Bunga-Bunga Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar. Muhammad Furkan; Muh. Arman Yamin Pagala; Siadina Siadina
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 3, November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i3.6491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha industri rumah tangga yang memproduksi keripik pisang dan keripik singkong dengan merek "Aminah Semoga Laris" di Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar. Sektor pertanian, khususnya subsektor hortikultura, memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, dan industri rumah tangga memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian serta menciptakan lapangan kerja. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti industri keripik ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha keripik pisang dan singkong "Aminah Semoga Laris" menghasilkan pendapatan yang cukup signifikan bagi pemiliknya. Rata-rata Pendapatan per-produksi yang diperoleh dari penjualan keripik singkong adalah sebesar Rp. 463.000,00 sedangkan dari penjualan keripik pisang adalah sebesar Rp. 495.500,00. Analisis kelayakan usaha berdasarkan R/C Ratio menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan dan dikembangkan. Nilai R/C Ratio untuk keripik singkong adalah 0,14,. Sementara itu, nilai R/C Ratio untuk keripik pisang adalah 0,15, menunjukkan bahwa usaha keripik pisang lebih menguntungkan dibandingkan keripik singkong
KUALITAS KIMIA BIOURIN KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) DENGAN PENAMBAHAN (MIKROORGANISME LOKAL) PADA LEVEL YANG BERBEDA Pahresi Paturrahman; Andi Tenri Bau Astuti Mahmud; Santi Santi
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 3, November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i3.6229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi untuk kualitas kimia biourin kambing Peranakan Etawa (PE) dengan penambahan Mikroorganisme Lokal (MOL) pada level yang berbeda. Urine kambing PE, yang kaya akan nitrogen,fosfor, dan kalium, berpotensi sebagai pupuk organik cair yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang melibatkan 4 perlakuan dengan 3 ulangan, yaitu dengan penambahan MOL (P0) urine control, (P1) 5% (P2) 10% dan (P3) 15%. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan MOL secara signifikan meningkatkan kadar nitrogen,fosfor, dan kalium (3,28%). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan MOL dapat memperbaiki kualitas biourin dan menjadikannya sebagai sumber hara yang efektif untuk pertanian berkelanjutan. Penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasinya yang berguna bagi petani dalam memanfaatkan biourin kambing PE sebagai pupuk organic cair yang ramah lingkungan.
PENGARUH PEMBERIAN SEKAM PADI DAN BERBAGAI PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KENTANG Wardi Demmallipu; Harli A Karim; Dahlia Nurdin
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i2.4045

Abstract

Produk kentang di Indonesia saat ini berkisar 18 ton per hektare (ha), dibandingkan di negara maju lebih dari 30 ton per ha. Produksitivitas tersebut masih terbilang rendah dibandingkan dengan produktivitas optimal yang mampu mencapai rata-rata 32,10 ton per .Berdasarkan hal, tersebut maka dilakukanlah penelitian dengan judul: Pengaruh Pemberian Sekam Padi dan Berbagai Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kentang’’ Penelitian ini dilaksanakan di desa mannababa, kecamatan tanduk kalua, kabupaten mamasa, provinsi Sulawesi barat, pada bulan oktober 2022 sampi pada bulan januari 2023.  Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari faktor pertama, yaitu tanpa pemberian sekam padi,pemberian sekamlapuk dan pemberian arang sekam dan paktor kedua yaitu berbagai pupuk kandang yang terdiri dari pupuk kandang kambing, ayam ,dan sapi dari kedua faktor tersebut di berikan takarang masin-masing 1kg. dari hasil penelitian ini didapatkan hasil yaitu tidak terdapat pengaruh pemberian sekam padi dan berbagai pupuk kandang dan interaksinya.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI PADA PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI KATOKKON (Capsicum chinense Jacq.) ALVIAN YUDI PRATAMA; HARLI A. KARIM; MASDAR FATMAN
Jurnal Agroterpadu Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Agroterpadu Volume 5, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v5i1.6306

Abstract

Cabai katokkon (Capsicum chinense Jacq.) merupakan cabai lokal (endemik) Mamasa dan kawasan Toraja pada umumnya. Jenis cabai ini rasanya sangat pedas dan memiliki aroma yang berbeda dan khas, menjadikannya berbeda dari tanaman cabai jenis lainnya.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi dan interval waktu pemberian pupuk hayati pada pertumbuhan tanaman cabai katokkon (Capsicum chinense Jacq.). Penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan acak kelompok (RAK) dimana terdapat 9 perlakuan dan 3 pengulangan, pada setiap pengulangan terdapat 18 tanaman, sehingga diperoleh  54 tanaman untuk percobaan. Perlakuan yang dicobakan yakni Konsentrasi pemberian pupuk hayati greenway dengan perbandingan 1 : 100, 2 : 100 dan 3 : 100 serta Interval waktu pemberian pupuk hayati greenway dengan pemberian satu kali sebulan, pemberian dua kali sebulan, dan pemberian tiga kali sebulan Hasilnya, pemberian konsentrasi 3 ml pupuk hayati greenway berbanding 100 ml air (K3) dan Interval waktu 3 kali sebulan (I3) mampu memberikan pengaruh yang baik pada  pertumbuhan dan produksi tanaman cabai katokkon yaitu pada tinggi tanaman, waktu munculnya bunga, jumlah cabang, jumlah buah yang dipanen, dan bobot berat buah. Kata kunci : cabai katokkon, pupuk hayati greenway, konsentrasi, interval waktu.
KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK BIBIT KAKAO (Theobroma cacaoL.) PADA BERBAGAI MATATUNASENTRIS DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH Benzyl Amino Purine Yuspar Yuspar; Dahlia Nurdin; Nurul Iqraini. D; Masdar Fatman
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 3, November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i3.6389

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat sesuai dibudidayakan di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya untuk berbunga dan berbuah sepanjang tahun, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan yang berkesinambungan, baik harian maupun mingguan, bagi para petani. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) bertujuan untuk mempengaruhi bagian tanaman tertentu dengan membawa senyawa aktif dari satu bagian ke bagian lainnya. Salah satu jenis ZPT yang digunakan adalah hormon golongan purin, yaitu benzyl amino purine. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah jumlah mata tunas pada entres (T), terdiri atas: T1 = 2 mata tunas, T2 = 3 mata tunas, dan T3 = 4 mata tunas. Faktor kedua adalah pemberian konsentrasi benzyl amino purine (Z), yaitu: Z0 = tanpa ZPT per liter air, Z1 = 7,5 cc ZPT per liter air, dan Z2 = 15 cc ZPT per liter air.
Analisis Peluang Usaha Tomat Rasa Kurma Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Di Desa Binanga Karaeng Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang Irmayanti Irwan; Haeruddin Haeruddin; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i2.3942

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan bahan baku yang strategis karena merupakan salah satu sayuran yang digunakan oleh masyarakat sebagai bahan pangan dan bahan baku industri makanan dan minuman di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peluang usaha Rasa Tomat Kurma serta strategi yang dapat diterapkan untuk mengembangkan Rasa Tomat Kurma di Desa Binanga Karaeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT dengan menggunakan matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary), yang mengidentifikasi faktor lingkungan eksternal dan internal yang menentukan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang mewakili. itu. bisnis tomat. Rasa kurma. Untuk menganalisis strategi pengembangan kurma rasa tomat faktor internal adalah faktor kuat dengan total skor 2,23 lebih besar dari faktor lemah dengan total skor 2,02. Meskipun faktor eksternal memiliki peluang dengan total nilai 2,19 lebih besar dari faktor ancaman dengan total nilai 2,12, hal ini menunjukkan bahwa bisnis Kurma Rasa Tomat memiliki potensi peluang yang sangat tinggi. Hasil analisis peluang bisnis Tomat Rasa Kurma berada pada Kuadran I (Agresif), menunjukkan strategi yang menitikberatkan pada aspek peluang bisnis Tomat Rasa Kurma dengan strategi SO (Strength-Opportunity), menekankan pada semua kekuatan yang dimanfaatkan dan peluang. dieksploitasi. Pengusaha harus meningkatkan produksi dan memperkuat promosi penjualan. Keyword : peluang usaha, tomat, SWOT