cover
Contact Name
Mokh. Yahya
Contact Email
myahyaiainska@gmail.com
Phone
+6285726965279
Journal Mail Official
tabasajurnal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta Jl. Pandawa, Pucangan, Kartasura Sukoharjo 57168, Jawa Tengah Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya
ISSN : 27460789     EISSN : 27460770     DOI : https://doi.org/10.22515/tabasa
Core Subject : Education,
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya facilitates and disseminates scientific articles from academics, teachers, and observers of Indonesian language and literature which includes the following focus and scope. 1. Indonesian language and its development 2. Indonesian literature and its development 3. Teaching Indonesian 4. Teaching Indonesian literature 5. Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA) 6. Malay Language and Literature
Articles 81 Documents
Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis of the Film Budi Pekerti Hilma Erfiani Baroroh; Zalfa, Umni Syahda; Ayu Qurratul A'yuni; Ferdi Arifin
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.11020

Abstract

This study aims to analyze the film Budi Pekerti (2023) directed by Wregas Bhanuteja using Teun A. van Dijk’s critical discourse analysis approach. The background of this research is based on the importance of understanding morality and the influence of social media in contemporary society, particularly within the contexts of education and family. This research employs a qualitative descriptive method, focusing on three levels of discourse structure: macrostructure, superstructure, and microstructure. The findings indicate that Budi Pekerti not only conveys messages of personal ethics but also critiques the social system that reinforces prejudice and stereotypes through media discourse. The study reveals that public perception of individuals is heavily shaped by the dynamics of public opinion constructed through digital media. Thus, the film contributes to a broader understanding of the importance of media literacy and social empathy.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis film Budi Pekerti (2023) karya Wregas Bhanuteja dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya pemaknaan moralitas dan pengaruh media sosial dalam kehidupan masyarakat modern, khususnya dalam konteks pendidikan dan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan fokus pada tiga struktur wacana, yaitu struktur makro, suprastruktur, dan struktur mikro. Hasil analisis menunjukkan bahwa film Budi Pekerti tidak hanya menyampaikan pesan etika personal, tetapi juga mengkritik sistem sosial yang memperkuat prasangka dan stereotip melalui konstruksi wacana media. Temuan ini mengindikasikan bahwa persepsi masyarakat terhadap individu sangat dipengaruhi oleh dinamika opini publik yang terbentuk melalui media digital. Dengan demikian, film ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman masyarakat mengenai pentingnya literasi media dan empati sosial.
The Narrative of Hope in “Suara Muhammadiyah, 02/2025 Edition”: A Critical Discourse Analysis Using Van Dijk’s Approach ulfaafifa; Hanik Mahliatussikah; Khaled Ahmed Mahmoud Ahmed; Aan Khosihan
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.11331

Abstract

Following the 2024 General Election, Indonesia has faced a challenging situation marked by social polarization and intense political tensions that threaten national unity. In such conditions, Islamic da’wah cannot rely solely on conveying religious teachings in a normative manner. It is required to serve as a calming force capable of embracing various groups and re-strengthening social bonds within a divided society. This study aims to examine how da’wah communication strategies are employed by Muhammadiyah in constructing a hopeful narrative in the Main Feature Section of Suara Muhammadiyah magazine, 02/2025 edition. Published shortly after the 2024 election, this edition reflects Muhammadiyah’s stance on various sociopolitical issues at the national level. The study is relevant as the da'wah presented not only conveys religious messages but also acts as a form of symbolic intervention in the national public sphere. The study employs a descriptive qualitative approach using documentation and literature review techniques. The primary data source is the Main Feature Section of Suara Muhammadiyah 02/2025 edition, supported by secondary data from scholarly references. The analysis applies Teun A. Van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) framework, which includes three dimensions: textual structure, social cognition, and social context. The findings reveal that the da'wah messages are crafted using optimistic diction, supported by factual data, and reinforced with quotations from national figures. This strategy constructs a credible image while also fostering a sense of unity within society. From an academic perspective, this study contributes to the development of religious discourse studies. Meanwhile, on a practical level, the findings can be utilized in text-based Indonesian language learning, particularly to enhance students’ critical reading and argumentative writing skills.   Setelah Pemilu 2024, bangsa Indonesia menghadapi situasi yang tidak mudah—terjadi polarisasi sosial dan ketegangan politik yang cukup tajam, yang berpotensi meretakkan persatuan. Dalam kondisi seperti ini, dakwah Islam tidak cukup hanya menyampaikan ajaran-ajaran keagamaan secara normatif. Ia dituntut untuk tampil sebagai kekuatan yang menenangkan, yang mampu merangkul berbagai kelompok, serta menguatkan kembali ikatan sosial di tengah masyarakat yang sedang terbelah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana strategi komunikasi dakwah yang diterapkan oleh Muhammadiyah dalam menyusun narasi penuh harapan pada rubrik Sajian Utama majalah Suara Muhammadiyah edisi 02/2025. Edisi ini terbit setelah Pemilu 2024 dan menjadi cerminan bagaimana Muhammadiyah mengambil sikap terhadap berbagai isu sosial-politik yang berkembang di tingkat nasional. Kajian ini menjadi relevan karena dakwah yang disampaikan tidak hanya sebatas menyuarakan ajaran agama, tetapi juga memainkan peran penting sebagai bentuk intervensi simbolik dalam ruang publik kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi dokumentasi dan telaah pustaka. Sumber data utama adalah rubrik 'Sajian Utama' edisi 02/2025 majalah Suara Muhammadiyah, sementara data sekunder diperoleh dari berbagai referensi ilmiah. Analisis dilakukan dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk yang mencakup tiga dimensi: struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial.. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pesan dakwah dirangkai menggunakan pilihan kata yang optimis, dilengkapi data faktual, dan diperkuat dengan kutipan dari tokoh-tokoh nasional.  Strategi  ini  membangun  citra  yang  kredibel  sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Secara akademik, kajian ini memberi kontribusi bagi pengembangan studi wacana keagamaan. Sementara secara praktis, temuan ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks, khususnya untuk melatih kemampuan membaca kritis dan menulis argumentatif.
Action Speech Teacher Directives in Interaction Indonesian Language Learning for Class VII Yesi Oktaviani; Irma Suryani; Deri Rachmad Pratama
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.11722

Abstract

Study This aiming For to reveal and describe various type act speak directives used by teachers in the interaction process learning eye Indonesian language lessons in class VII SMPN 10 Bayung Lencir , Musi Banyuasin Regency . In the research This give Contribution new in field study pragmatic learning Indonesian , especially related use act speak teacher directives in interaction within​ class . Research This use method descriptive qualitative with approach pragmatics . The data studied in the form of speech directives delivered by the teacher during activity learning ongoing . The data sources in study This is sentences that contain element act speak directives spoken by the Indonesian language teacher in class The data collection was carried out through Free Listening and Speaking (SBLC) technique . While that , data analysis was carried out through a number of stages , namely data collection , data reduction , data presentation , and data extraction conclusion . Based on results research , found six form act speak directives , namely : requests , questions , orders , prohibitions , giving permission , and advice. Speech request covers begging , inviting , and requesting . Speech question covers interrogate and ask . Speech order covers command , direct , demand , wish , instruct and regulate . Speech prohibition covers restrict and prohibit . Speech giving permission covers agree , forgive , allow , and grant . Speech advice covers suggest and advise. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan berbagai jenis tindak tutur direktif yang digunakan oleh guru dalam proses interaksi pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMPN 10 Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data yang dikaji berupa tuturan direktif yang disampaikan oleh guru selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang mengandung unsur tindak tutur direktif yang diucapkan oleh guru Bahasa Indonesia di kelas tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC). Sementara itu, analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan enam bentuk tindak tutur direktif, yaitu: permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, pemberian izin, dan nasihat.Tuturan permintaan mencakup memohon, mengajak, dan meminta. Tuturan pertanyaan mencakup mengintrogasi dan bertanya. Tuturan perintah mencakup mengomando, mengarahkan, menuntut, menghendaki, mengintruksikan dan mengatur. Tuturan larangan mencakup membatasi dan melarang. Tuturan pemberian izin mencakup menyetujui, memaafkan, memperbolehkan, dan menganugrahi. Tuturan nasihat mencakup menyarankan dan menasehati.
Language Errors on The News Page of The “President Prabowo Responds” Rubric Muthiah Ahmad; Andi Wicaksono; Susanto, Rahmad Nanda Viky Susanto
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.11757

Abstract

News is an important component in today's social media era. However, not all news can use good and correct language with the aim of providing appropriate knowledge. Based on that, this research aims to find and analyze Indonesian language errors contained in the news with the scope of “Presiden Prabowo Menjawab”. This research study uses a qualitative descriptive approach. The data used in this research is a form of Indonesian language error contained in the news content. The data source used is the news link that discusses “Presiden Prabowo Menjawab”. Data collection uses descriptive observation techniques by listening, reading, and recording. Data analysis uses interactive analysis which is adjusted to the working procedures of language analysis. The results of this study found language errors in the field of spelling as many as seven and syntax as many as four. Keywords: Language error analysis; news; prabowo   Berita termasuk pada komponen yang penting di era media sosial saat ini. Namun, belum semua berita dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar dengan tujuan memberikan pengetahuan yang tepat. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis kesalahan berbahasa Indonesia yang terdapat pada berita dengan ruang lingkup “Presiden Prabowo Menjawab”. Studi penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan bentuk kesalahan dari bahasa Indonesia yang terdapat pada isi berita. Sumber data yang digunakan terdapat pada pranala berita yang membahas mengenai “Presiden Prabowo Menjawab”. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi deskriptif dengan cara menyimak, membaca, dan mencatat. Analisis data menggunakan analisis interaktif yang disesuaikan dengan prosedur kerja analisis bahasa. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya kesalahan berbahasa pada bidang ejaan sebanyak tujuh dan sintaksis sejumlah empat. Kata Kunci: Analisis kesalahan berbahasa; berita; prabowo
Representation of Local Culture in Culinary Vocabulary: Analysis of Lexical and Cultural Meaning of Banyuwangi Using Language Elita Ulfiana; Adista Nur Primantari; Ohod Faisal Ahmed Saleh
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i01.11788

Abstract

This study aims to examine the cultural practices of the Using community in Banyuwangi through vocabulary that has been included in the KBBI entry, especially in the culinary vocabularies. The focus of this study is on literal and cultural meanings associated with ethnosemantic studies. This study uses a qualitative descriptive method. The data amounted to 20 vocabularies obtained through KBBI entries and interviews with informants from the indigenous Banyuwangi community. The analysis of this study shows that the culinary vocabulary of the Javanese Using dialect in the KBBI entry interprets culinary vocabulary not only as food. However, the vocabulary also has cultural values ​​and social beliefs that can provide deep meaning as a guideline for life in behaving, both in terms of how to be grateful and respect each other. Therefore, this study can increase understanding and appreciation of culture through language as an effort to preserve the cultural heritage of the Using community, Banyuwangi.   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik budaya masyarakat Using Banyuwangi melalui kosakata yang sudah masuk pada entri KBBI khususnya ranah kuliner. Fokus penelitian ini adalah pada makna literal dan kultural. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berjumlah 20 kosakata yang didapatkan melalui entri KBBI dan wawancara informan dari masyarakat asli Banyuwangi. Analisis penelitian ini menunjukkan bahwa kosakata kuliner bahasa Jawa dialek Using di dalam entri KBBI, memaknai kosakata kuliner tidak hanya sebagai penganan saja. Namun, mempunyai nilai-nilai budaya dan keyakinan sosial yang dapat memberikan makna mendalam sebagai pedoman hidup dalam berperilaku baik dari segi cara bersyukur dan saling menghargai. Oleh karena itu, melalui penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap budaya melalui bahasa sebagai upaya pelestarian warisan budaya masyarakat Using, Banyuwangi.
The Linguistic Practice in the Construction of the Image of a Muslim Mother on Instagram Arum Rindu Sekar Kasih; Suhandano; Aprilia Firmonasari; Nurdiyana Binti Abd. Ghani
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i02.12789

Abstract

In the era of social media, public figures do not merely share their personal lives but also construct self-image through linguistic practices that reflect social and religious identities. One such practice is sharenting, the act of sharing content about children or family life accompanied by specific narratives. Linguistic practices on social media, particularly sharenting by public figures, serve as a means of constructing and expressing intertwined social and religious identities. This study explores how language choices in the image captions of sharenting content posted by Oki Setiana Dewi, a Muslim celebrity known as both a preacher and a mother, reflect the construction of a Muslim mother identity in digital spaces. The research employs a qualitative sociolinguistic approach to analyze the language choices in the captions. The analysis reveals that the use of religious diction, prayerful expressions, and spiritual narratives serves as a linguistic strategy to affirm the mother's role as a moral educator and guardian of Islamic values within the family. Language functions not only as a means of conveying information but also as a tool for establishing social relations, constructing a religious self-image, and expressing the speaker's ideological position. Linguistic practices on social media can be understood as a means of representing Islamic identity while simultaneously reinforcing social credibility as a Muslim female public figure.   Di era media sosial, figur publik tidak hanya membagikan kehidupan pribadi, tetapi juga membangun citra diri melalui praktik kebahasaan yang mencerminkan identitas sosial dan religius. Salah satu bentuknya adalah konten sharenting, yakni aktivitas membagikan kehidupan anak atau keluarga yang disertai narasi tertentu. Kajian ini berfokus pada takarir gambar (caption) dalam konten sharenting yang diunggah oleh Oki Setiana Dewi, seorang selebritas Muslimah yang dikenal sebagai pendakwah dan ibu. Dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik secara kualitatif, penelitian ini menelaah bagaimana pilihan bahasa dalam caption mencerminkan konstruksi identitas sebagai ibu Muslimah di ruang digital. Analisis menunjukkan bahwa penggunaan diksi religius, ungkapan doa, serta narasi spiritual menjadi strategi kebahasaan yang menegaskan peran ibu sebagai pendidik moral dan penjaga nilai-nilai Islam dalam keluarga. Bahasa tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk relasi sosial, membangun citra diri religius, dan menunjukkan posisi ideologis pembicara. Dengan demikian, praktik kebahasaan dalam media sosial dapat dipahami sebagai sarana representasi identitas keislaman sekaligus upaya membangun kredibilitas sosial sebagai figur publik Muslimah.
Character Values of Dewi Siti Sarijati's Oral Stories in Sluke Village, Rembang Regency Kanzunnudin, Mohammad; Riyono, Ahdi; Kastatria, Noor Rina; Arceli R. Millan
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i02.13012

Abstract

Sluke Village, Sluke District, Rembang Regency, Central Java, is a coastal area. The characteristics of coastal areas produce a culture in the form of folklore with various forms, such as fairy tales, proverbs, parikan (pantun), and seloka. One of the oral folklore that is very famous and has not been studied by other researchers from the perspective of character values, namely the oral story "Dewi Siti Sarijati". Therefore, it is very appropriate to be studied. The purpose of this study is to analyze the character values contained in the oral story of Dewi Siti Sarijati. This study uses descriptive qualitative methods. The data are in the form of fragments of the story of Dewi Siti Sarijati, and the data sources are the results of interviews with informants (community leaders, practitioners, teachers, writers, and officials, who understand the story of Dewi Siti Sarijati). Data collection techniques include (1) literature study, (2) observation, (3) interviews, (4) recording, (5) note-taking, and (6) transcription. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the oral story of Dewi Siti Sarijati has comprehensive character values in the form of religious values, nationalism, independence, mutual cooperation, and integrity. This proves that the oral story "Dewi Siti Sarijati" from Sluke Village, Sluke District, Rembang Regency, Central Java, can be used as material for character education. Therefore, in general, folklore can be used as a means to strengthen national character.    Desa Sluke, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah,  merupakan wilayah pesisir. Karakteristik wilayah pesisir menghasilkan kebudayaan berupa cerita rakyat dengan berbagi bentuknya, seperti dongeng, pepatah, parikan (pantun), dan seloka. Salah satu cerita rakyat lisan yang sangat terrkenal dan belum diteliti oleh peneliti lain dari sudut nilai karakter, yakni cerita lisan “Dewi Siti Sarijati”. Oleh sebab itu, sangat tepat untuk diteliti. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai karakter yang terdapat dalam cerita lisan Dewi Siti Sarijati. Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Data berupa penggalan cerita Dewi Siti Sarijati dan sumber datanya hasil wawancara pada para narasumber (tokoh masyarakat, praktisi, guru, penulis, pejabat, yang memahami cerita Dewi Siti Sarijati). Teknik pengumpulan data melalui (1) studi pustaka, (2) observasi, (3) wawancara, (4) perekaman, (5) pencatatan, dan (6) transkripsi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita lisan Dewi Siti Sarijati memiliki nilai karakter secara komprehensi berupa nilai religius, nasionalisme, mandiri, gotong royong, dan integritas. Hal ini membuktikan bahwa cerita lisan “Dewi Siti Sarijati”  di Desa Sluke, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah; dapat dijadikan materi dalam pendidikan karakter. Oleh sebab itu,  secara umum cerita rakyat dapat dijadikan sarana untuk penguatan karakter bangsa.
Utilizing Dhatu Handmade YouTube Content as a Learning Medium for Procedural Text Writing Based on Local Wisdom Saputri Ainaulmardiyah; Inderasari, Elen; Nurus Saadah
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i02.13339

Abstract

The development of the digital era has significantly changed the style of education, making the learning process more interactive. In Indonesian language learning, there are four skills, namely listening, speaking, reading, and writing. Writing is a bridge for someone to convey their ideas and aspirations. This study aims to determine the quality of writing by students at Taqiyya Rosyida Junior High School after using the Dhatu Handmade YouTube account as a learning medium. This account was chosen because it suits the needs of students and focuses on handicrafts, so that students will indirectly learn about cultural arts. Learning using YouTube can help students understand and apply procedural texts in writing, so that students become more independent in their learning. The research method used was descriptive qualitative with a case study type of research. The case study approach is a process in which the researcher observes learning comprehensively, starting from the interaction between teachers and students, the use of YouTube media during learning activities, to changes in students' writing results. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the steps of grouping data, presenting data findings, and drawing conclusions to obtain the learning process and results. The subjects of this study included Indonesian language teacher, Indaryati, S.Pd., and male seventh-grade students at Taqiyya Rosyida Junior High School. The results showed that all groups 1-5 obtained scores above the minimum passing grade, ranging from 80 to 90, indicating that the use of YouTube media had a positive contribution to students' writing skills. The assessment, which was conducted using the covered structure (title, purpose, tools, materials, steps) and linguistic aspects (imperative sentences, temporal conjunctions, and detail words). Perkembangan era digital telah mengubah gaya Pendidikan secara signifikan sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terdapat empat keterampilan yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menulis menjadi jembatan seseorang dalam menyalurkan gagasan dan aspirasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas tulisan siswa SMP Taqiyya Rosyida setelah memanfaatkan akun Youtube Dhatu Handmade sebagai media belajar. Akun ini dipilih karena menyesuaikan kebutuhan siswa, berfokus pada seni kerajinan tangan, sehingga secara tidak langsung siswa akan belajar seni budaya. Pembelajaran dengan menggunakan Youtube, dapat membantu siswa dalam memahami dan mengaplikasikan teks prosedur menjadi tulisan, sehingga siswa lebih mandiri dalam belajar. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pendekatan studi kasus merupakan proses peneliti mengamati pembelajaran secara komprehensif, mulai dari interaksi guru dan siswa, pemanfaatan media Youtube selama kegiatan belajar, hingga perubahan hasil tulisan siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah mengelompokkan data, menyajikan temuan data, dan menarik kesimpulan untuk memperoleh proses dan hasil pembelajaran. Subjek penelitian ini meliputi guru Bahasa Indonesia, Indaryati, S.Pd., serta siswa kelas VII putra SMP Taqiyya Rosyida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok 1-5 memperoleh nilai di atas KKTP, yaitu berkisar antara 80-90, sehingga dapat dinyatakan bahwa penggunaan media Youtube memberikan kontribusi positif terhadap keterampilan menulis siswa. Penilaian yang dilakukan meliputi struktur (judul, tujuan, alat, bahan, langkah-langkah) dan aspek kebahasaan (kalimat perintah, konjungsi temporal, kata perincian).
Surakarta Gastronomy in Student Presentations to Increase Self-Confidence and Reduce Speaking Anxiety Mulyawati, Ika Martanti
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i02.13366

Abstract

This study aims to analyze how Surakarta gastronomy can be utilized as a cultural context to reduce students' speaking anxiety and increase their confidence in academic presentations. The phenomenon of speaking anxiety remains a dominant issue for Indonesian Language Education students, especially when they have to demonstrate their oral skills in front of the class. This anxiety generally arises from performative pressure, fear of making mistakes, and a lack of relevant and meaningful speaking experiences. Given the importance of context in language learning, the Project-Based Learning (PjBL) approach is considered an effective strategy because it emphasizes authentic experiences, collaboration, and the production of concrete artifacts. This qualitative study used presentation observation, in-depth interviews, visual documentation, and performance assessment to collect data. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The results showed that using Surakarta gastronomy as a project context was able to reduce students' speaking anxiety by providing a topic that was familiar, emotionally close, and rich in cultural values. Through involvement in the culinary project, students appeared more confident, more expressive, and better able to convey ideas coherently. Learning also became more collaborative and dialogic, thus providing a safe space for students to experiment with language. These findings confirm that gastronomy-based PjBL is an innovative and relevant pedagogical alternative for teaching speaking skills in higher education.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gastronomi Surakarta dapat dimanfaatkan sebagai konteks budaya untuk mengurangi kecemasan berbicara mahasiswa dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam kegiatan presentasi akademik. Fenomena kecemasan berbicara masih menjadi persoalan dominan bagi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, terutama ketika harus menampilkan kemampuan lisan di depan kelas. Kecemasan ini umumnya muncul akibat tekanan performatif, ketakutan melakukan kesalahan, serta minimnya pengalaman berbicara yang relevan dan bermakna. Mengingat pentingnya konteks dalam pembelajaran bahasa, pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dipandang sebagai strategi efektif karena menekankan pengalaman autentik, kolaborasi, dan produksi artefak konkret. Penelitian kualitatif ini menggunakan observasi kegiatan presentasi, wawancara mendalam, dokumentasi visual, serta penilaian performansi untuk mengumpulkan data. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gastronomi Surakarta sebagai konteks proyek mampu menurunkan kecemasan berbicara mahasiswa dengan menyediakan topik yang familiar, dekat secara emosional, dan kaya nilai budaya. Melalui keterlibatan dalam proyek kuliner, mahasiswa tampak lebih percaya diri, lebih ekspresif, dan lebih mampu menyampaikan gagasan secara runtut. Pembelajaran juga menjadi lebih kolaboratif dan dialogis, sehingga memberikan ruang aman bagi mahasiswa untuk bereksperimen dengan bahasa. Temuan ini menegaskan bahwa PjBL berbasis gastronomi merupakan alternatif pedagogis yang inovatif dan relevan untuk pembelajaran keterampilan berbicara di perguruan tinggi.  
The Effectiveness of Mindful Learning-Based Restitution Strategies “Berani Pidato” (Berapi) to Improve Speech Writing Skills Bhayu Anggita Subarkah; Eko Suroso
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v6i02.13394

Abstract

The abstract (in english) should concisely summarize the following: (1) brief background (if necessary); (2) aim and/or scope of the study; (3) brief description of the methodology used; (4) summary of the findings; and (5) conclusion. The abstract must be written in English in a single paragraph containing 150–250 words, without references, footnotes, or citations. Use Arial 11, single-spaced, and italicized font.  This study aims to analyze the effectiveness of implementing the Mindful Learning-based BERAPI (Berani Pidato) Strategy in improving the speech writing skills of eighth-grade students at SMP Negeri 2 Kroya in 2025. The research used a quantitative approach with a quasi-experimental design through a nonequivalent control group design. The research subjects included all 256 eighth-grade students, with a sample of 64 students who had initial scores ranging from 60 to 70. The sample was divided into two groups, namely the experimental group and the control group, each consisting of 32 students. Data collection was conducted through a speech writing test assessed using a speech writing skill assessment rubric that had undergone validity and reliability testing. Data analysis was performed using descriptive statistics, normality tests, initial ability equivalence tests, Wilcoxon tests, Mann–Whitney tests, and effect size calculations. The results showed a significant difference between the speech writing skills of students who learned using the BERAPI Restitution Strategy based on mindful learning and students who followed conventional learning (p < 0.05). In addition, the effect size calculation showed a very strong influence (r = 0.86), so it can be concluded that the BERAPI strategy is statistically and practically effective. Thus, the application of the BERAPI Restitution Strategy based on mindful learning has been proven to improve speech writing skills while strengthening the internal motivation of eighth-grade junior high school students.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Strategi Restitusi Berani Pidato (BERAPI) berbasis mindful learning dalam meningkatkan keterampilan menulis pidato siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kroya pada tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi experimental melalui desain nonequivalent control group. Subjek penelitian mencakup seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 256 siswa, dengan penentuan sampel sebanyak 64 siswa yang memiliki rentang nilai awal antara 60 hingga 70. Sampel tersebut dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis pidato yang dinilai menggunakan rubrik penilaian keterampilan menulis pidato yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji kesetaraan kemampuan awal, uji Wilcoxon, uji Mann–Whitney, serta perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara keterampilan menulis pidato siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan Strategi Restitusi BERAPI berbasis mindful learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (p < 0,05). Selain itu, hasil perhitungan effect size menunjukkan pengaruh yang sangat kuat (r = 0,86), sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi BERAPI efektif secara statistik maupun praktis. Dengan demikian, penerapan Strategi Restitusi Berani Pidato (BERAPI) berbasis mindful learning terbukti mampu meningkatkan keterampilan menulis pidato sekaligus memperkuat motivasi internal siswa kelas VIII SMP.