cover
Contact Name
Muhammad Nasir
Contact Email
nasirmuning@gmail.com
Phone
+6285251613000
Journal Mail Official
adminjurnal@globalpustakailmiah.com
Editorial Address
Jl. Norman Umar No. 117 Rt. 7 Kelurahan Kebun Sari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kode Pos 71415
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 30256941     DOI : https://dx.doi.org/10.61590/int
Core Subject : Religion, Social,
NTEGRASI Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan is an open access and peer-reviewed journal of Islamic Studies published by the Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah South Kalimantan. It contains writings from lecturers, education staff, education observers, and others. This journal is published biannually June and December in print and online. The journal focuses on publishing research results related to Islamic issues in connection with social matters such as the study of the Quran and Hadith Islamic philosophy education social studies local wisdom politics economics urbanism multiculturalism and more through interdisciplinary studies.
Articles 131 Documents
Keseimbangan Teologis, Pedagogis dan Kontekstual dalam Pengembangan Materi PAI Supriyadin Supriyadin; Saifuddin Saifuddin; Ikbal Ikbal; Nasaruddin Nasaruddin; Ilham Ilham
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.536

Abstract

Pengembangan materi Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara otoritas teologis sebagai sumber legitimasi nilai, kebutuhan pedagogis sebagai dasar transformasi pembelajaran, dan tuntutan kontekstual sebagai ruang aktualisasi nilai Islam dalam kehidupan peserta didik. Dominasi pendekatan normatif dan tekstual sering menyebabkan materi PAI kurang responsif terhadap perkembangan karakter peserta didik serta dinamika sosial budaya modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi keseimbangan antara aspek teologis, pedagogis, dan kontekstual dalam pengembangan materi PAI, menganalisis model pedagogis dalam mentransformasikan konsep-konsep teologis yang kompleks, serta merumuskan kerangka kontekstualisasi materi PAI berbasis budaya lokal dengan tetap mempertahankan konsistensi nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui analisis kritis terhadap literatur akademik, dokumen kurikulum, dan penelitian terkait pendidikan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan thematic content analysis melalui tahap identifikasi konsep, kategorisasi tema, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan materi PAI yang ideal membutuhkan integrasi tiga dimensi utama, yaitu validitas teologis, aksesibilitas pedagogis, dan relevansi kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan ketiga dimensi tersebut dapat menghasilkan materi PAI yang tidak hanya mempertahankan otoritas keislaman, tetapi juga mampu membangun pembelajaran yang bermakna, adaptif, dan relevan dengan tantangan pendidikan modern.
Analisis Dampak Banjir Tahun 2025 terhadap Tata Ruang dan Pengembangan Pemukiman di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh Adinda Aulia Rahma; Airin Syafira; Enjel Olivia; Syarifa Naila Turrahma; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.499

Abstract

Kabupaten Aceh Tamiang termasuk salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang memiliki kerawanan banjir relatif tinggi. Kerawanan banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayah yang sebagian besar berupa dataran rendah, tingginya curah hujan, serta keberadaan Sungai Tamiang yang berpotensi meluap selama periode musim penghujan. Kabupaten Aceh Tamiang juga dikenal sebagai wilayah yang cukup rentan terhadap kejadian banjir karena faktor-faktor fisik tersebut, terutama pada kawasan yang berada di sekitar aliran sungai dan dataran rendah yang mudah tergenang ketika debit air meningkat. Kejadian banjir pada tahun 2025 memperlihatkan bahwa risiko banjir masih menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan ruang serta perkembangan kawasan permukiman di wilayah ini. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keterkaitan antara kejadian banjir tahun 2025 dengan tata ruang serta perkembangan permukiman di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada penelaahan berbagai dokumen terkait kebencanaan, tata ruang, dan literatur ilmiah yang sesuai dengan focus penelitian. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Sistem Informasi Kebencanaan Kabupaten Aceh Tamiang, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui proses identifikasi, reduksi, interpretasi, dan sintesis data untuk memahami keterkaitan antara kejadian banjir, pemanfaatan ruang, dan perkembangan kawasan permukiman. Tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan bahwa wilayah dengan kategori cukup rawan mendominasi dengan persentase sebesar 46%, sedangkan wilayah yang tergolong sangat rawan mencapai 7%. Di sisi lain, wilayah yang termasuk dalam kategori tidak rawan mencapai 47% dari total wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Kecamatan Bendahara, Manyak Payed, Seruway, Karang Baru, dan Rantau merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerentanan relatif tinggi karena didominasi oleh lahan budidaya dan kawasan permukiman. Banjir tahun 2025 menunjukkan bahwa pengembangan permukiman masih berlangsung pada wilayah yang memiliki tingkat risiko banjir cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi RTRW secara berkala, pengendalian pemanfaatan ruang, serta penegakan zonasi pada kawasan rawan banjir guna mendukung pembangunan wilayah yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Dampak Likuifaksi Terhadap Pembangunan Berkelanjutan: Studi Kasus di Kota Palu, Sulawesi Tengah Ibnu Thayibur Rizqi; Mohd. Sayid Aqil Almunawwar; Nila Armita; Wasila Rahma Sarita; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.529

Abstract

Pembangunan berkelanjutan pada wilayah rawan bencana menghadapi tantangan besar akibat interaksi antara dinamika alam dan kerentanan sosial manusia. Gempa bumi berkekuatan 7,4 Mw yang melanda Kota Palu tahun 2018 memicu fenomena likuifaksi yang menyebabkan perubahan bentang alam, kerusakan infrastruktur, hilangnya aset produktif, serta gangguan terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak likuifaksi terhadap keberlanjutan pembangunan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, melalui perspektif lingkungan, sosial, ekonomi, dan tata kelola wilayah. Penelitian menggunakan metode studi pustaka sistematis dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui sintesis berbagai literatur ilmiah terkait fenomena likuifaksi, mitigasi bencana, dan pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuifaksi menyebabkan transformasi spasial yang signifikan melalui perubahan fungsi lahan, degradasi lingkungan, serta terbentuknya kawasan tidak layak huni. Selain itu, bencana ini menimbulkan dampak sosial berupa kehilangan tempat tinggal, perubahan struktur komunitas, serta tekanan psikososial masyarakat, sementara pada aspek ekonomi menyebabkan terganggunya mata pencaharian dan meningkatnya kerentanan ekonomi rumah tangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak likuifaksi tidak hanya bersifat geologis, tetapi menjadi persoalan pembangunan multidimensi yang membutuhkan integrasi pengurangan risiko bencana (Disaster Risk Reduction) dalam perencanaan pembangunan wilayah untuk menciptakan Kota Palu yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Analisis Ketimpangan Pengembangan Pariwisata antara Bali Utara dan Bali Selatan: Studi Kasus Kabupaten Buleleng Ardiansyah Ardiansyah; Johana Marsela Zalianti; Zahara Zafria Rahma; Zidane Zidane; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.527

Abstract

Ketimpangan pembangunan pariwisata menjadi salah satu tantangan utama dalam mewujudkan pemerataan ekonomi wilayah, terutama pada destinasi yang mengalami konsentrasi aktivitas wisata secara spasial. Pulau Bali sebagai destinasi pariwisata internasional menghadapi fenomena disparitas antara Bali Selatan sebagai pusat pertumbuhan pariwisata massal dan Bali Utara, khususnya Kabupaten Buleleng, yang belum memperoleh manfaat ekonomi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketimpangan pengembangan pariwisata Bali Utara dan Bali Selatan serta merumuskan strategi pemerataan pariwisata berkelanjutan berbasis pendekatan spasial dan komunitas. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan literature review dengan menganalisis 15 artikel ilmiah yang diterbitkan tahun 2017–2025 dari basis data Google Scholar dan ScienceDirect. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik terhadap aspek aksesibilitas, amenitas, investasi, tata kelola, dan keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pariwisata Bali dipengaruhi oleh konsentrasi infrastruktur, akumulasi investasi, hambatan geografis, kesenjangan amenitas, serta lemahnya integrasi kebijakan antarwilayah. Strategi pemerataan yang direkomendasikan meliputi penguatan community-based tourism, peningkatan konektivitas infrastruktur, reformasi tata kelola fiskal, dan pengembangan pemasaran digital destinasi Bali Utara. Penelitian ini menegaskan bahwa pemerataan pariwisata Bali membutuhkan pendekatan integratif yang menggabungkan aspek spasial, ekonomi, sosial, dan ekologis.
Etika Pengembangan dan Penerapan IPTEK dalam Pandangan Islam Supriyadin Supriyadin; Saifuddin Saifuddin; Ikbal Ikbal; Luthfiyah Luthfiyah; Zuhrah Zuhrah
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.511

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada era Society 5.0 telah menghadirkan berbagai transformasi dalam kehidupan manusia sekaligus memunculkan persoalan etika terkait arah, dampak, dan distribusi teknologi. Teknologi modern seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), big data, dan transformasi digital tidak dapat dipandang sebagai entitas bebas nilai karena berpotensi menimbulkan ketimpangan, pelanggaran privasi, serta pergeseran nilai kemanusiaan apabila tidak diarahkan secara etis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip etika Islam dalam pengembangan dan penerapan IPTEK, mengkaji implementasi nilai-nilai Islam dalam menghadapi tantangan digitalisasi, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat integrasi etika Islam dalam teknologi modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui analisis deskriptif-analitis terhadap sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika Islam menawarkan kerangka integratif berbasis prinsip tauhid, amanah, maslahah, dan ‘adl sebagai pedoman pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi antara IPTEK dan nilai Islam diperlukan untuk mewujudkan inovasi teknologi yang berorientasi pada kemaslahatan manusia, keadilan sosial, dan keberlanjutan peradaban.
Optimalisasi Peran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Sebagai Instrumen Pembiayaan Pembangunan Nasional Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Andi Setyo Pambudi
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.380

Abstract

Kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional Indonesia terus meningkat seiring dengan agenda transformasi ekonomi, pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan dan energi, serta pencapaian target pembangunan berkelanjutan dalam kerangka Indonesia Emas 2045. Di sisi lain, keterbatasan kapasitas fiskal pemerintah mendorong perlunya sumber pembiayaan alternatif yang inovatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan prinsip syariah. Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) telah berkembang menjadi salah satu instrumen pembiayaan strategis yang tidak hanya mendukung APBN, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sektor riil dan penguatan ekonomi syariah nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan SBSN dalam perspektif hukum ekonomi syariah, mengkaji kontribusinya terhadap pembangunan nasional dan daerah, serta merumuskan strategi optimalisasi SBSN sebagai instrumen pembiayaan pembangunan yang efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian hukum normatif yang dipadukan dengan analisis kebijakan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap regulasi, literatur ilmiah, dokumen kebijakan, dan data statistik terkait SBSN. Analisis dilakukan menggunakan content analysis, thematic analysis, dan SWOT analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SBSN memiliki legitimasi kuat dalam hukum ekonomi syariah melalui prinsip Maqasid al-Syariah, berkontribusi signifikan terhadap pembangunan infrastruktur nasional, mendukung pemerataan pembangunan daerah, serta berpotensi menjadi instrumen pembiayaan berkelanjutan melalui Green Sukuk dan SDGs Sukuk. Namun demikian, optimalisasi SBSN masih menghadapi tantangan berupa sinkronisasi perencanaan pembangunan, kapasitas kelembagaan, dan tata kelola proyek. Oleh karena itu, diperlukan penguatan integrasi SBSN dalam sistem perencanaan pembangunan, peningkatan kapasitas institusi pelaksana, pengembangan sistem evaluasi berbasis dampak, serta diversifikasi instrumen SBSN untuk mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Dampak Kekeringan Berkepanjangan Terhadap Perubahan Struktur Ekonomi Rumah Tangga Petani di Wilayah Lahan Kering Kabupaten Sabu Raijua Nusa Tenggara Timur Nurul Aulia; Saidatul Ahmalia; Dwi Natasya; Lia Afiqah; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.522

Abstract

Wilayah lahan kering di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Sabu Raijua, memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap perubahan iklim akibat karakteristik geografis pulau kecil, kondisi semi-arid, keterbatasan sumber daya air, serta dominasi sistem pertanian tadah hujan. Fenomena kekeringan berkepanjangan tidak hanya berdampak terhadap produktivitas pertanian, tetapi juga memengaruhi keberlanjutan ekonomi rumah tangga petani melalui perubahan struktur nafkah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi strategi nafkah rumah tangga petani lahan kering dalam menghadapi tekanan iklim menggunakan pendekatan Sustainable Livelihoods Framework (SLF). Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan modifikasi kerangka PRISMA melalui proses identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi terhadap 16 artikel serta laporan penelitian yang relevan. Data dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi tematik dengan mengkaji perubahan lima modal nafkah, yaitu modal alam, finansial, manusia, fisik, dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekeringan menyebabkan kontraksi sektor pertanian (on-farm) akibat kegagalan panen, sehingga rumah tangga petani melakukan diversifikasi nafkah melalui sektor peternakan, pengolahan lontar, tenun ikat, produksi garam, dan migrasi tenaga kerja. Transformasi tersebut menunjukkan kemampuan adaptasi masyarakat dalam mengonversi keterbatasan modal alam menjadi strategi bertahan hidup berbasis modal sosial dan ekonomi lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan ketahanan rumah tangga petani di wilayah kering tidak dapat hanya bergantung pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi harus diarahkan pada diversifikasi nafkah berbasis potensi lokal dan adaptasi iklim berkelanjutan.
Analisis Strategi Pengelolaan Objek Wisata Riam Bajandik di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Muhammad Rafly Anshari; Rusdiansyah Rusdiansyah
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.534

Abstract

Objek wisata Riam Bajandik di Kabupaten Hulu Sungai Tengah memiliki potensi wisata alam yang besar, namun pengelolaannya masih menghadapi berbagai kendala yang dapat memengaruhi keberlanjutan pengembangan pariwisata daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelolaan objek wisata Riam Bajandik berdasarkan kondisi daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas penunjang, dan dukungan kelembagaan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan menggunakan konsep 4A (attraction, accessibility, amenity, dan ancillary) serta analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengelolaan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Riam Bajandik memiliki kekuatan berupa panorama alam sungai dan pegunungan yang menarik serta peluang pengembangan wisata berbasis alam. Namun, masih ditemukan kelemahan berupa keterbatasan fasilitas, promosi yang belum optimal, dan dukungan pemerintah yang belum maksimal. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi pengelolaan yang direkomendasikan meliputi peningkatan fasilitas wisata, penguatan promosi digital, pelestarian lingkungan, serta penguatan kolaborasi antara pengelola, masyarakat, dan pemerintah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan dapat meningkatkan daya saing serta mendukung pengembangan pariwisata daerah.
Daya Dukung Lingkungan Berbasis Kemampuan Lahan di Kecamatan Kampar Annisa Mardhatillah; Fathir Muchtar; Mila Khoirunisa; Nurul Hidayati; Almegi Almegi
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.516

Abstract

Pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan karakteristik fisik dan kemampuan lahannya dapat menyebabkan degradasi lingkungan, penurunan kualitas tanah, serta meningkatnya risiko bencana. Kecamatan Kampar memiliki keragaman karakteristik fisik wilayah yang meliputi bentuklahan, kemiringan lereng, kondisi tanah, drainase, dan potensi bencana sehingga diperlukan evaluasi kemampuan lahan sebagai dasar perencanaan ruang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi kemampuan lahan dan daya dukung lingkungan Kecamatan Kampar serta menentukan arahan pemanfaatan ruang berdasarkan karakteristik fisik wilayah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis informasi geospasial dengan memanfaatkan data primer hasil observasi lapangan dan data sekunder berupa peta administrasi, tanah, lereng, drainase, curah hujan, serta dokumen perencanaan wilayah. Analisis dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui metode skoring, pembobotan, dan overlay berbagai parameter kemampuan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Kampar memiliki tiga kelas kemampuan lahan, yaitu kemampuan pengembangan rendah (20%), sedang (45%), dan tinggi (35%). Wilayah kemampuan rendah diarahkan sebagai kawasan lindung, kemampuan sedang sebagai kawasan penyangga dengan penerapan konservasi, sedangkan kemampuan tinggi sebagai kawasan pengembangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan SIG berbasis kemampuan lahan mampu memberikan dasar ilmiah dalam penyusunan arahan pemanfaatan ruang yang adaptif, aman, dan berkelanjutan.
Analisis Hubungan Kausalitas Lingkungan: Ancaman Banjir dan Determinan Keputusan Migrasi Warga di Kawasan Pesisir Utara Pulau Jawa (Periode 2020–2025) Alya Zhafira; Balqist Salsabila Mukharomah; Nicken Octavia Suparno; Rorisa Adela Jengka; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.513

Abstract

Perubahan iklim global telah meningkatkan intensitas kejadian hidrometeorologi, terutama banjir di kawasan pesisir yang berdampak terhadap keberlanjutan kehidupan masyarakat. Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi akibat kombinasi faktor perubahan curah hujan, banjir rob, amblesan tanah, serta tekanan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan curah hujan terhadap risiko banjir dan implikasinya terhadap fenomena environmental migration masyarakat pesisir Pantura Jawa periode 2020–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui analisis data sekunder dari BMKG, BNPB, InaRISK, BPS, Dukcapil, serta literatur ilmiah terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan variabilitas curah hujan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir, terutama di Semarang, Demak, Pekalongan, dan Jakarta Utara, yang kemudian mendorong peningkatan perpindahan penduduk akibat degradasi lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko banjir berperan sebagai variabel penghubung antara perubahan iklim dan mobilitas penduduk, sehingga diperlukan strategi adaptasi dan mitigasi terpadu untuk memperkuat ketahanan masyarakat pesisir.