cover
Contact Name
Muhammad Nasir
Contact Email
nasirmuning@gmail.com
Phone
+6285251613000
Journal Mail Official
adminjurnal@globalpustakailmiah.com
Editorial Address
Jl. Norman Umar No. 117 Rt. 7 Kelurahan Kebun Sari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kode Pos 71415
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 30256941     DOI : https://dx.doi.org/10.61590/int
Core Subject : Religion, Social,
NTEGRASI Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan is an open access and peer-reviewed journal of Islamic Studies published by the Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah South Kalimantan. It contains writings from lecturers, education staff, education observers, and others. This journal is published biannually June and December in print and online. The journal focuses on publishing research results related to Islamic issues in connection with social matters such as the study of the Quran and Hadith Islamic philosophy education social studies local wisdom politics economics urbanism multiculturalism and more through interdisciplinary studies.
Articles 131 Documents
Aktivitas Pengelolaan Pangan Lokal Masyarkat Papua dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan Addina Zaharah; Fauziah Hafifah Hasanah; Sonia Julita; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.498

Abstract

Kajian ini dilakukan untuk menyusun strategi konseptual yang efektif dalam menyokong ketahanan pangan berkelanjutan di tanah Papua dengan mengintegrasikan berbagai praktik pengelolaan pangan lokal. Menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis (SLR) yang berbasis panduan PRISMA, pelacakan literatur dijalankan via Google Scholar untuk artikel berkisar tahun 2009–2026. Dari proses penyaringan ketat, 15 artikel ilmiah dipilih untuk dianalisis lebih mendalam lewat metode tematik. Temuan studi mengidentifikasi sejumlah kendala mendasar, mulai dari aspek konseptual, implementasi kebijakan, realitas lapangan, hingga keterbatasan teknologi yang berdampak pada tingginya post-harvest losses dan dominasi konsumsi beras impor. Guna menjawab tantangan tersebut, penelitian ini menawarkan kebaruan berupa model customary collaborative food security. Gagasan ini mengombinasikan tiga pilar utama: formalisasi kearifan lokal ke dalam sistem administrasi publik, pengembangan hilirisasi teknologi pascapanen berbasis wirausaha sosial, serta restorasi hak kelola masyarakat adat terhadap ekosistemnya.
Analisis Strategi Adaptasi Masyarakat Terhadap Krisis Air Bersih Akibat Kekeringan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Awellya Novia Ramadanisa; Giska Ananta; Najla Najla; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.518

Abstract

Pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan karakteristik fisik dan kemampuan lahannya dapat menyebabkan degradasi lingkungan, penurunan kualitas tanah, serta meningkatnya risiko bencana. Kecamatan Kampar memiliki keragaman karakteristik fisik wilayah yang meliputi bentuklahan, kemiringan lereng, kondisi tanah, drainase, dan potensi bencana sehingga diperlukan evaluasi kemampuan lahan sebagai dasar perencanaan ruang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi kemampuan lahan dan daya dukung lingkungan Kecamatan Kampar serta menentukan arahan pemanfaatan ruang berdasarkan karakteristik fisik wilayah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis informasi geospasial dengan memanfaatkan data primer hasil observasi lapangan dan data sekunder berupa peta administrasi, tanah, lereng, drainase, curah hujan, serta dokumen perencanaan wilayah. Analisis dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui metode skoring, pembobotan, dan overlay berbagai parameter kemampuan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Kampar memiliki tiga kelas kemampuan lahan, yaitu kemampuan pengembangan rendah (20%), sedang (45%), dan tinggi (35%). Wilayah kemampuan rendah diarahkan sebagai kawasan lindung, kemampuan sedang sebagai kawasan penyangga dengan penerapan konservasi, sedangkan kemampuan tinggi sebagai kawasan pengembangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan SIG berbasis kemampuan lahan mampu memberikan dasar ilmiah dalam penyusunan arahan pemanfaatan ruang yang adaptif, aman, dan berkelanjutan.
Kajian Potensi Fisik dan Sosial Desa Wisata Pulau Derawan dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata Bahari Ismanul Amanah; M. Rausyan Fikri; Poja Ramandilla; Siti Rahmayani; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.528

Abstract

Pariwisata bahari merupakan salah satu sektor strategis dalam pembangunan wilayah pesisir yang memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Pulau Derawan sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memiliki potensi fisik berupa kekayaan ekosistem laut, keindahan pantai, terumbu karang, serta keberadaan biota laut yang menjadi daya tarik utama wisatawan. Namun, pengembangan pariwisata bahari tidak hanya bergantung pada kondisi fisik wilayah, tetapi juga dipengaruhi oleh potensi sosial masyarakat dan tata kelola destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi fisik dan sosial Desa Wisata Pulau Derawan dalam mendukung pengembangan pariwisata bahari berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode literature review terhadap 16 artikel ilmiah yang diperoleh melalui basis data Google Scholar pada rentang tahun 2018–2025. Analisis dilakukan melalui sintesis terhadap dua aspek utama, yaitu potensi fisik yang mencakup daya dukung lingkungan, kesesuaian kawasan wisata, dan karakteristik ekosistem pesisir, serta potensi sosial yang meliputi keterlibatan masyarakat, kelembagaan lokal, Community Based Tourism (CBT), dan peran stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Derawan memiliki potensi fisik yang sangat besar untuk pengembangan wisata bahari, tetapi menghadapi tantangan berupa tekanan ekologis, pengelolaan sampah, dan keterbatasan infrastruktur. Pada aspek sosial, keterlibatan masyarakat melalui Pokdarwis dan konsep CBT menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan destinasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara potensi fisik, penguatan modal sosial, dan tata kelola kolaboratif menjadi strategi utama dalam mewujudkan pengembangan pariwisata bahari Pulau Derawan yang berkelanjutan.
Reconstructing Islamic Educational Knowledge Through a Humanistic Approach in the Digital Era Sigit Hidayat AW
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.538

Abstract

The development of digital technology in the Society 5.0 era has significantly transformed various aspects of human life, including Islamic education. Digital transformation provides opportunities for improving information accessibility, learning flexibility, and educational innovation; however, it also creates challenges such as declining social interaction, instant learning culture, weakened empathy, and the dominance of cognitive aspects in educational processes. This study aims to analyze the condition of Islamic Education in the digital era, identify its challenges, and formulate a humanistic-based Islamic Education reconstruction model that is adaptive to digital technological developments. This research employed a mixed-method approach with a sequential explanatory design involving quantitative and qualitative data collected from lecturers and students of Islamic Education programs at Islamic higher education institutions. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that digital transformation enhances information accessibility, learning flexibility, and availability of academic resources; however, it also contributes to reduced direct interaction, instant learning tendencies, and challenges in strengthening moral and spiritual values. This study proposes a humanistic Islamic Education model consisting of three integrated dimensions: technological, humanistic, and spiritual dimensions. The model positions technology as a supporting instrument for learning, while humanistic and spiritual values serve as the foundation for developing learners who are adaptive, ethical, socially responsible, and capable of facing digital-era challenges.
Keraton Kasepuhan sebagai Pusat Pendidikan Budaya Islam Nusantara Amelia Widjastuti; Zaimudin Zaimudin; Iin Kandedes
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.514

Abstract

Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan salah satu warisan budaya Islam Nusantara yang tidak hanya memiliki nilai historis dan arsitektural, tetapi juga berperan sebagai ruang pendidikan budaya, karakter, dan nilai-nilai keislaman. Di tengah arus globalisasi yang menyebabkan melemahnya keterikatan masyarakat terhadap budaya lokal, keberadaan keraton menjadi penting sebagai media pelestarian identitas serta penguatan pendidikan Islam berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai pusat pendidikan budaya Islam Nusantara, khususnya dalam pewarisan nilai religius, pendidikan karakter, moderasi beragama, dan pelestarian budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode field research. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kajian literatur yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keraton Kasepuhan berfungsi sebagai pusat transmisi nilai Islam melalui tradisi, petatah-petitih Sunan Gunung Jati, artefak budaya, aktivitas keagamaan, dan pendidikan masyarakat. Nilai utama yang diwariskan meliputi tauhid, toleransi, dakwah bil hikmah, keteladanan, moderasi beragama, kepedulian sosial, akulturasi budaya, dan perdamaian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Keraton Kasepuhan bukan sekadar situs sejarah, tetapi juga merupakan institusi budaya-edukatif yang relevan dalam pengembangan pendidikan Islam Nusantara yang moderat, humanis, dan berbasis kearifan lokal.
Keterlibatan Calon Istri dalam Menentukan Mahar Perkawinan: Perspektif Mazhab Syafi’i Wildan Saila Rizqi; Abdullah Afif
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan mahar dalam hukum Islam, menelaah pandangan hukum Islam tentang keterlibatan calon istri dalam menentukan mahar, serta mengkaji bagaimana Mazhab Syafi’i memandang batas kewenangan wali dan partisipasi perempuan dalam penentuan mahar perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif, tekstual, dan konseptual. Sumber data primer berasal dari kitab-kitab fiqh Mazhab Syafi’i, al-Qur’an, dan hadis, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur hukum keluarga Islam kontemporer, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar dalam hukum Islam merupakan hak eksklusif perempuan yang wajib diberikan oleh calon suami sebagai konsekuensi dari akad nikah. Mazhab Syafi’i memang menempatkan wali sebagai rukun nikah, tetapi hal tersebut tidak menghilangkan hak perempuan untuk mengetahui, menyetujui, dan terlibat dalam penentuan mahar. Prinsip ridha dan kemaslahatan dalam Mazhab Syafi’i justru membuka ruang legitimasi terhadap partisipasi perempuan dalam penentuan mahar. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan calon istri dalam menentukan mahar dapat dipandang sebagai bentuk perlindungan hak perempuan dan penguatan nilai keadilan dalam perkawinan Islam.
Analisis Dinamika Pemanfaatan Sumber Daya Alam Nikel dan Implikasinya Terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara Nefa Syafitri Fauzir; Rahmatul Khusna; Shallu Madina; Nabila Putri Rahma; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.530

Abstract

Indonesia memiliki posisi strategis dalam industri nikel global karena menjadi salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar yang berperan penting dalam pengembangan industri baterai, stainless steel, dan hilirisasi mineral. Namun, percepatan eksploitasi nikel di Sulawesi Tenggara menimbulkan konsekuensi kompleks terhadap lingkungan, sosial-ekonomi, dan tata kelola sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pemanfaatan sumber daya alam nikel serta implikasinya terhadap lingkungan di Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan analisis tematik-deskriptif melalui kajian terhadap berbagai publikasi ilmiah yang relevan mengenai aktivitas pertambangan nikel, dampak ekologis, perubahan sosial, dan kebijakan pengelolaan sumber daya alam. Sebanyak 18 literatur dianalisis berdasarkan tema utama meliputi eksploitasi nikel, kualitas lingkungan, perubahan tata ruang, sosial-ekonomi masyarakat, dan tata kelola keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri nikel memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi dan aktivitas hilirisasi, tetapi juga menyebabkan tekanan ekologis berupa deforestasi, degradasi kualitas air, sedimentasi pesisir, kerusakan ekosistem laut, serta perubahan mata pencaharian masyarakat lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika pemanfaatan nikel di Sulawesi Tenggara mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara orientasi ekonomi dan kapasitas daya dukung lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola pertambangan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, ekologi, sosial, dan kebijakan.
Transformasi Wilayah Bali Akibat Tekanan Overtourism Haliza Rahma Dea; Hawwa Assalwa; Harby Harby; Nadeatul Asyira; Adhi Munajar
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.523

Abstract

Bali sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia mengalami perkembangan sektor pariwisata yang sangat pesat dan memberikan pengaruh besar terhadap perubahan kondisi wilayah dan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif fenomena overtourism dan implikasinya terhadap transformasi spasial serta struktural wilayah di Provinsi Bali. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal dan artikel akademik yang membahas pariwisata, perubahan penggunaan lahan, serta dampak sosial dan lingkungan di Bali. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan pariwisata yang tidak terkontrol telah menyebabkan perubahan struktur wilayah, yang ditandai dengan alih fungsi lahan dari kawasan pertanian menjadi kawasan ekonomi berbasis pariwisata, meningkatnya kawasan terbangun, serta ketimpangan perkembangan antarwilayah dan di samping itu, fenomena overtourism turut memicu degradasi kualitas lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang masif, eskalasi volume timbulan sampah, serta tekanan yang signifikan terhadap daya dukung wilayah. Dari sisi sosial, terjadi pergeseran mata pencaharian masyarakat, perubahan nilai budaya, serta meningkatnya interaksi antara masyarakat lokal dan wisatawan yang memengaruhi struktur sosial. Secara komprehensif, fenomena overtourism tidak hanya mendistorsi aspek fisik wilayah, melainkan juga menekan kondisi lingkungan dan tatanan sosial secara simultan. Oleh karena itu, implementasi tata kelola pariwisata berbasis keberlanjutan mutlak diperlukan guna mengoptimalkan dinamika keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, konservasi lingkungan, serta eksistensi sosial-budaya masyarakat di Provinsi Bali.
Pendekatan Fiqih Wahbah Zuhaili dalam Penafsiran Ayat Rukhsah: Q.S Al-Baqarah: 184 Alfian Nugraha Rauf; Achmad Abubakar; Rahmi Damis
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.388

Abstract

Rukhsah dalam ibadah puasa merupakan bentuk kemudahan yang diberikan syariat Islam kepada mukallaf yang mengalami kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan, lanjut usia, serta kondisi lain yang menyebabkan kesulitan dalam menjalankan puasa. Perbedaan pandangan ulama mengenai batasan kondisi yang memperoleh rukhsah menunjukkan pentingnya kajian mendalam terhadap konsep keringanan dalam perspektif ulama kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep rukhsah dalam QS. Al-Baqarah ayat 184 menurut pemikiran Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir serta memahami pendekatan fiqh yang digunakan dalam menentukan kelompok yang memperoleh keringanan puasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap sumber primer berupa Tafsir Al-Munir dan berbagai literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahbah az-Zuhaili memandang rukhsah sebagai bentuk kemudahan syariat yang tetap mempertahankan kewajiban melalui mekanisme qadha atau fidyah sesuai kondisi individu. Konsep rukhsah tidak hanya menekankan aspek hukum, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan manusia dan prinsip kemudahan dalam Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran Wahbah az-Zuhaili memberikan pemahaman kontekstual mengenai keseimbangan antara kewajiban ibadah dan kondisi manusia dalam menjalankan syariat.
Analisis Pola Persebaran dan Kepadatan Permukiman serta Ketersediaan Sarana Prasarana di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Dian Kumala Sari; Dwi Fani Yulia Putri; Gita Adelya Putri; Stevani Claudia Ginting; Almegi Almegi
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.519

Abstract

Perkembangan wilayah Kecamatan Tambang yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru telah mendorong pertumbuhan permukiman yang pesat dan peningkatan kebutuhan terhadap sarana serta prasarana wilayah. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pola persebaran permukiman, tingkat kepadatan bangunan, dan pemerataan fasilitas pelayanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran dan kepadatan permukiman serta mengkaji ketersediaan sarana dan prasarana di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Pola persebaran permukiman dianalisis menggunakan metode Nearest Neighbor Analysis (NNA), sedangkan kepadatan permukiman dianalisis dengan Calculate Density. Analisis sarana dan prasarana dilakukan melalui perhitungan rasio, persentase, dan evaluasi persebaran fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola persebaran permukiman cenderung mengelompok pada wilayah yang memiliki aksesibilitas tinggi dan berada di sekitar jaringan jalan utama. Tingkat kepadatan permukiman bervariasi antar desa, sedangkan ketersediaan sarana dan prasarana secara umum telah mendukung aktivitas masyarakat meskipun masih terdapat ketimpangan distribusi fasilitas pada beberapa wilayah. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemerataan sarana dan prasarana untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan.

Page 11 of 14 | Total Record : 131