cover
Contact Name
Andi Baso Kaswar
Contact Email
a.baso.kaswar@unm.ac.id
Phone
+6285255981301
Journal Mail Official
nurjannah310807@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdullah Dg. Sirua; Kompleks BTN CV Dewi Blok B6 Nomor 12, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education
ISSN : 30480604     EISSN : 30480590     DOI : https://doi.org/10.61220/pedagogy
This journal publishes research articles on various innovation education that are interesting and have an impact on the development of education. The journal publishes articles on interdisciplinary content and cross-field dimensions related to education from various cultural perspectives. The journal includes, but is not limited to the following fields: Education Method Innovation Education Technology Innovation Cultural Studies Innovation Learning Innovation Training Innovation Teaching Innovation Islamic education Mathematics education Language education Natural science education Social science education Childhood education Informatics and computer education
Articles 32 Documents
Relevansi Keteladanan Orang Tua dalam Pembentukan Kepribadian Muslim Anak Zakiyyah, Onik; Abdullah, Abdullah; Qomariyah, Nur Cita
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 1 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v1i2.251

Abstract

Peranan orang tua dalam keluarga sangat penting keberadaannya. Orang tua yang bertanggung jawab serta menentukan kemana keluarga itu akan dibawa. Dengan demikian, maka jelaslah betapa mutlaknya kedua orang tua harus bertindak bersama-sama dalam mendidik anak-anaknya. Orang tua tanpa ada yang memerintah langsung memikul tugas sebagai pendidik, baik bersifat sebagai  pemelihara, sebagai  pengasuh, sebagai  pembimbing, sebagai  pembina maupun sebagai guru dan pemimpin terhadap anak-anaknya. Dalam masalah ini, masalah pokok yang diteliti adalah peran keteladanan orang tua dalam pembentukan kepribadian muslim anak di MI Islamiyah Plosobuden Deket Lamongan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui cara orang tua anak di MI Islamiyah Plosobuden Deket Lamongan memberi keteladanan terhadap anak-anaknya agar menjadi anak yang berkepribadian muslim, untuk mengetahui kegiatan-kegiatan orang tua agar anak-anak MI Islamiyah Plosobuden Deket Lamongan menjadi anak yang berkepribadian muslim, dan untuk mengetahui hubungan diantara keduanya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif dan korelasi. Sampelnya murid kelas IV, V, dan VI MI Islamiyah Plosobuden Deket Lamongan yang berjumlah 30 anak.  Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, interview, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan kuantitatif, yakni statistik inferensial. Kesimpulan penelitian ini adalah pertama, terbukti dalam penelitian ini, bahwa keteladanan orang tua dan pembentukan kepribadian muslim anak saling berkaitan. Kedua, diterimanya hipotesis yang berbunyi “Ada hubungan antara keteladanan orang tua dengan pembentukan kepribadian muslim anak”. Ini berarti bahwa keteladanan orang tua mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukkan kepribadian muslim anak, yaitu bahwa tanpa keteladanan orang tua pembentukkan kepribadian muslim seorang anak tidak akan sesuai yang diinginkan.
Diagnostik Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Pola Bilangan  Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sinjai Khaerah, Almi; Nurjannah, Nurjannah
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 1 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v1i2.252

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa dalam memahami materi pola bilangan. Penelitian ini diselenggarakan di UPTD SMPN 1 Sinjai, sebuah institusi pendidikan menengah pertama di Kabupaten Sinjai. Metode penelitian ini merupakan studi kasus yang mengadopsi pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di UPTD SMPN 1 Sinjai. Sementara itu, objek penelitian ini adalah kesulitan yang dihadapi siswa dalam memahami materi mengenai pola bilangan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  tes dan wawancara. Soal essai tentang pola bilangan digunakan sebagai tes diagnostik. Wawancara semi terstruktur dilakukan untuk menggali data lebih jauh. Dari analisis dan diskusi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tantangan utama siswa terletak pada proses menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan pola bilangan  (1) Siswa tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dalam permasalahan tersebut; (2) Siswa kesulitan mengidentifikasi pertanyaan; (3) Siswa kurang teliti dalam menuliskan rumus yang digunakannya; (4) Siswa belum memahami konsep menjawab pertanyaan; (5) Siswa mengalami kesulitan dalam proses pengoperasian. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar pada materi pola bilangan antara lain dengan penguatan konsep dasar, pendekatan pengajaran yang berbeda, latihan dan pengulangan serta pengembangan sumber belajar.
Jejak Kebenaran Matematika Menurut Platonisme Setyaningrum, Elisa; Nurhidayah, Nurhidayah; Damayanti, Dina; Andini, Desi Putri; Handayani, Anggun Putri; Mubarik
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.260

Abstract

Platonisme dalam matematika mencerminkan keyakinan Plato bahwa ada dunia bentuk atau ide yang lebih nyata dan abadi dibandingkan dunia fisik yang kita lihat sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri kebenaran matematika dalam filsafat matematika ditinjau dari aliran Platonisme. Dalam penelitian ini, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan study literature berdasarkan data-data referensi atau kepustakaan. Hasil pembahasan dari penelitian ini bahwa platonisme dalam matematika adalah pandangan bahwa objek-objek matematika memiliki keberadaan yang nyata dan obyektif dalam suatu alam ideal. matematika dianggap sebagai penemuan, bukan ciptaan manusia, di mana para matematikawan menemukan hubungan dan kebenaran yang sudah ada di alam ideal tersebut. Platonisme telah banyak dikritik oleh para filsuf yang disebut “nominalisme” dengan dua kelemahan utama. Pertama, Platonisme tidak dapat memberikan penjelasan yang memadai tentang bagaimana para matematikawan memperoleh akses ke pengetahuan tentang bidang yang bersifat platonis. Kedua, Platonisme tidak dapat memberikan penjelasan yang memadai tentang matematika, baik secara internal maupun eksternal. Manfaat dari penelitian ini dapat membantu pemahaman akan pandangan Platonisme terhadap kebenaran serta keberadaan matematika. 
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SDN 1 Balangnipa Sajadah, Sajadah; Hasmiati, Hasmiati; Qadrianti, Laeli
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Di SDN 1 Balangnipa (2) Faktor Pendukung Dan Penghambat Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan peserta didik di SDN 1 Balangnipa. Objek penelitian ini adalah Implementasi kurikulum merdeka belajar dalam pelaksanaan pembelajaran dan faktor pengdukung dan penghambat implementasi kurikulum merdeka belajar. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan  pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (drawing conclusions). Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Implementasi kurikulum merdeka belajar di SDN 1 Balangnipa dilakukan melalui beberapa tahap, antara lain: a) perencanaan pembelajaran, perencanaan yang dilakukan guru yaitu dengan  berkolaborasi melalui diskusi terkait capaian pembelajaran (CP), penentuan tujuan, penyusunan alur tujuan (ATP) dan modul ajar untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran, b) pelaksanaan pembelajaran, guru melaksanakan pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran berbasis simulasi dan melaksanakan pembelajaran berdeferensiasi, c) evaluasi pembelajaran, guru melakukan evaluasi secara menyeluruh, dimulai dari stuktur kurikulum, pembelajaran, assesmen, penggunaan perangkat ajar hingga Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). (2) faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi kurikulum merdeka belajar, faktor pendukung  yaitu dari penjelasan narasumber dalam temuan penelitian adanya platform merdeka mengajar sangat membatu kepala sekolah, guru dan peserta didik mengatasi permasalahan yang mereka hadapi serta adanya buku-buku kurikulum merdeka, diskusi antar guru dan webinar, selain itu faktor penghambat kurangnya waktu guru untuk belajar menggunakan platform merdeka mengajar secara optimal.
Diagnostik Kesulitan Belajar Siswa Pada Materi Operasi Bilangan Bulat SMPN 7 Sinjai Nurazizah, Nurazizah; Nurjannah, Nurjannah
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.257

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui diagnosis kesulitan belajar siswa kelas VII SMP 7 Sinjai mengenai operasi bilangan bulat pada pelajaran matematika. Penelitian dilakukan dengan mengunakan pendekatan kualitatif. Populasi yang diteliti adalah seluruh siswa kelas VII SMP 7 Sinjai. Dua siswa, SAN dan AB, dipilih sebagai subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Dengan demikian jenis kelamin dari subjek tersebut adalah jenis kelamin perempuan dan laki-laki dan mempunyai pemahaman matematika rata-rata serta respon yang cukup baik. Teknik pengumpulan dataunakan terdiri dari dua yaitu tes diagnostik dan wawancara.  Tes diagnostik berisi soal-soal matematika, soal terdiri dari empat nomor soal. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi lebih mendalam terkait hasil jawaban tes yang telah diberikan kepada subjek. Subjek penelitian mengalami dua jenis kesulitan. Pertama, kurang teliti dalam mengerjakan soal, terutama pada operasi pengurangan. Kedua, ketergantungan pada kalkulator, yang terlihat dari hasil jawaban pada soal perkalian dan temuan dalam wawancar. Hal yang dapat mengatasi kesulitan tersebut adalah Guru sebaiknya sering memberikan latihan soal, sementara subjek perlu lebih fokus pada pemahaman proses pengerjaan daripada hanya mengejar kecepatan menyelesaikan soal.
Efektivitas Model Pembelajaran Make A Match Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik Kelas IV MIN 1 Sinjai Ramadani, Risky; Takdir, Takdir; Nurhasanah, Nurhasanah
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.256

Abstract

Model pembelajaran make a match  merupakan model pembelajaran kooperatif yang mengutamakan pengembangan sosial, khususnya keterampilan bekerja sama, berkomunikasi, serta berpikir cepat saat bermain kartu untuk mencari pasangan. Motivasi belajar dapat didefenisikan sebagai dorongan yang mendorong seseorang untuk memulai suatu proses dan mempertahankan perilaku tersebut sampai tujuan tersebut tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran make a match terhadap motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran tematik kelas IV MIN 1 Sinjai. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan One Group Pretest Posttest Design dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini terdiri dari peserta didik kelas IV MIN 1 Sinjai yang berjumlah 23 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, kuesioner (angket) dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan teknik statistik inferensial. Hasil penelitian didasarkan pada analisis dari uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan spss versi 25 Paired Sample T-test, data yang diuji adalah hasil pretest dan posttest yang diolah dengan aplikasi spss versi 25. Didapatkan nilai sig. (2 tailed) untuk nilainya sebesar 0,021 dengan menggunakan taraf signifikansi α = 0,05. Karena sig (2 tailed) < α = 0,05 (0,021 < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Atau dengan kata lain, bahwa proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran make a match efektif terhadap motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran tematik kelas IV MIN 1 Sinjai. 
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Sinjai: Peran Guru dan Tantangannya Urva, Magfira; Jamaluddin, Jamaluddin; Nurhayati, R.
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.253

Abstract

Hadirnya pembelajaran berdiferensiasi menjadi jawaban dari kesenjangan belajar yang terjadi sehingga dibutuhkan model pembelajaran yang mampu mengakomodasi hal tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data dilakukan dengan; triangulasi sumber, teknik dan waktu. Subjek pada penelitian ini sebanyak 7 orang meliputi wakasek kurikulum, guru PAI, dan peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Peran guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi dilakukan guru dengan modifikasi kurikulum, bahan ajar bervariasi, materi yang selaras dengan gaya dan kebutuhan belajar, keaktifan, pertanyaan pemantik, assessment diagnostik, kebebasan berinovasi dan suasana kelas yang nyaman dan 2) Faktor pendukung berupa guru berkualitas, dukungan kepala sekolah, fasilitas, kolaborasi antara guru, orang tua dan peserta didik terjalin baik, dan lingkungan belajar sedangkan faktor penghambat meliputi waktu terbatas, psikologis, keterbatasan LCD, workshop berkelanjutan, jaringan internet, dan ketidakselarasan diferensiasi dengan keinginan peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi menjadi solusi dalam menyelaraskan kesenjangan dalam kegiatan pembelajaran yang memberikan dampak pada keberagaman yang dimiliki oleh setiap peserta didik karena guru menjadi pemeran utama tercapainya keberhasilan dalam pembelajaran.
Pengaruh Kegiatan Literasi Al-Qur'an terhadap Pembentukan Karakter Religius Siswa: Studi Kuantitatif di SMK Negeri 1 Sinjai Khaerati, Pasta Bikul; Nurhayati, R.; P, Sudirman
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.261

Abstract

Kegiatan literasi Al-Qur'an diimplementasikan sebagai agenda rutin di berbagai sekolah. Penting untuk mengkaji secara ilmiah sejauh mana kegiatan literasi Al-Qur'an berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa. Sedangkan, penelusuran literatur menunjukkan belum banyak penelitian terkait hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah kegiatan literasi Al-Qur’an berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa di kelas XI SMK Negeri 1 Sinjai. Jenis penelitian ini adalah ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Negeri 1 Sinjai, sebanyak 307 siswa. Penentuan sampel menggunakan rumus slovin dan diperoleh sebanyak 174 siswa sebagai sampel. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi Al-Qur'an berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa di kelas XI SMK Negeri 1 Sinjai, dibuktikan dengan uji hipotesis yang menunjukkan bahwa P Value (Sig a) 0,000 < 0,05, artinya kegiatan literasi Al-Qur'an berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa di kelas XI SMK Negeri 1 Sinjai. Adapun, nilai R Square (Koefisien Determinasi) sebesar 0,648 atau jika dipresentasikan sebesar 64,8%, dengan demikian tingkat hubungan antara kegiatan literasi Al-Qur'an dan karakter religius siswa berada dalam kategori kuat. Temuan ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan kegiatan literasi Al-Qur'an sehingga dapat berpengaruh lebih maksimal terhadap karakter religius siswa.
Penggunaan Anagram Games dalam Pembelajaran Kosakata Siswa Kelas X IPA 2 SMAN 12 Sinjai Asrini, Asrini; Harmilawati, Harmilawati; P, Sudirman
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.254

Abstract

Penguasaan kosakata merupakan komponen mendasar dalam pembelajaran Bahasa Inggris, namun masih menjadi tantangan bagi siswa di tingkat sekolah menengah. Di SMAN 12 Sinjai, rendahnya pencapaian siswa dalam penguasaan kosakata menunjukkan perlunya inovasi dalam strategi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Anagram Games terhadap peningkatan penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa kelas X IPA 2. Pertanyaan utama yang ingin dijawab adalah: Apakah penggunaan Anagram Games berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kosakata siswa? Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental berupa pretest-posttest without control group. Data dikumpulkan melalui tes penguasaan kosakata sebelum dan sesudah perlakuan, lalu dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata siswa setelah diterapkannya anagram game, dengan rata-rata peningkatan berada dalam kategori sedang dengan nilai signifikansi p < 0,05. Temuan ini mengonfirmasi bahwa Anagram Games dapat menjadi metode alternatif yang efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa SMA. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran berbasis permainan yang menyenangkan dan partisipatif. Disarankan agar penelitian selanjutnya mengeksplorasi implementasi metode ini dalam durasi lebih panjang dan pada populasi yang lebih luas.
Perbedaan Gender dalam Penggunaan Bahasa Indonesia-Bugis di Kalangan Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris Sitti Aminah; Azhar, Adzra Atifah; Sukmawati, Sukmawati; Akmal, Akmal
Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/pedagogy.v2i1.258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan penggunaan bahasa antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam percakapan sehari-hari di kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana. Data dikumpulkan melalui observasi dan perekaman percakapan di kelas tanpa intervensi topik dari peneliti sehingga percakapan yang direkam mencerminkan penggunaan bahasa yang autentik dalam situasi akademis di IAI Muhammdiyah Sinjai. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam empat aspek utama yaitu pengucapan dan intonasi, pemilihan kata, struktur kalimat, serta gaya bahasa yang terkait dengan makna langsung atau tidak langsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa perempuan cenderung menggunakan intonasi yang lebih ekspresif dan beragam, serta memilih kata-kata yang mendukung interaksi emosional dan kolaboratif. Sebaliknya, laki-laki lebih sering menggunakan intonasi yang lebih datar dan langsung, dengan pemilihan kata yang lebih fokus pada informasi dan efisiensi. Dalam hal struktur kalimat, perempuan lebih suka menggunakan kalimat yang kompleks dan mendetail, sementara laki-laki lebih memilih kalimat yang sederhana dan jelas. Gaya bahasa perempuan sering kali bersifat implisit dan kontekstual, sedangkan laki-laki cenderung lebih eksplisit dan langsung. Penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan dalam penggunaan bahasa ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis, tetapi juga oleh norma sosial dan ekspektasi gender yang berlaku dalam masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai dinamika komunikasi gender di lingkungan akademik, serta implikasi bagi pengembangan program pelatihan komunikasi yang lebih sensitif terhadap perbedaan gender.

Page 2 of 4 | Total Record : 32