cover
Contact Name
Yenny Merinatul Hasanah
Contact Email
dosen01810@unpam.ac.id
Phone
+6285648411929
Journal Mail Official
mpitadris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Puspitek, Buaran, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Tadris: Manajemen Pendidikan Islam
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 28294947     EISSN : 30643376     DOI : -
Core Subject : Education,
Tadris: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Pamulang dengan ISSN 2829-4947 (Print) dan dapat diakses secara daring di https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/Tadris dengan e-ISSN 3064-3376. Jurnal ini memfokuskan pada publikasi hasil penelitian dan kajian konseptual di bidang manajemen pendidikan Islam dan administrasi pendidikan, yang bermanfaat bagi praktisi pendidikan, guru, pembuat kebijakan, serta peneliti. Artikel-artikel yang dipublikasikan mencakup berbagai topik seperti kepemimpinan, manajemen hubungan masyarakat, perilaku organisasi, budaya organisasi, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, manajemen pembelajaran, supervisi, evaluasi, dan manajemen kelas. Sebagai jurnal peer-review yang terbit dua kali setahun, Tadris hadir sebagai sumber informasi yang kredibel di bidang manajemen pendidikan Islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 53 Documents
Pola Kepemimpinan Kiai Dalam Penerapan Nilai Pesantren di Era Digital Yunus
Tadris: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2024): Tadris : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to determine the role of charismatic leadership in the implementation of Islamic boarding school values ​​at the Assadiyah Belawa Baru Islamic Boarding School. This study uses a qualitative method. Primary data comes from the head of the boarding school, teachers and students. Charismatic kyai have a strategic role in efforts to develop. Kiai are used as role models by the community inside and outside the boarding school. The characteristics of charismatic kyai leadership include: 1) Idealized Influence, a kyai has an influence on, namely: (a) envisioning; (b) energizing; and (c) enabling. Envisioning. 2) Inspirational motivation, as a leader requires a high level of style and skills. 3) Individual Condescension, a Kyai can have an influence on the group in the group. 4) Intellectual Stimulation, the advantage is that intellectuals tend to show a fairly large sense of responsibility. Implementation of Islamic boarding school values ​​in the era of technological revolution 4.0, namely as follows: a) Moral values ​​towards Allah by performing the five daily prayers in congregation; The five daily prayers are a medium of communication between humans and Allah SWT, because the requirements for valid prayers are being sane and having reached puberty. b) Breaking the Sunnah Fast Together. This activity is programmed once a month with the division of those responsible for implementing it per class.
Manajemen Pencegahan Perilaku Bullying di Ma Plus Al Amanah Kota Depok M. Mualif
Tadris: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2024): Tadris : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan bullying di lingkungan sekolah, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun cyber bullying, telah menjadi isu serius yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis dan sosial siswa. Di MA Plus Al Amanah Kota Depok, fenomena ini juga ditemukan dan memerlukan penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen pencegahan perilaku bullying diterapkan di sekolah tersebut guna menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta dokumentasi kebijakan sekolah terkait pencegahan bullying. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih informan yang relevan, seperti guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pencegahan bullying di MA Plus Al Amanah telah diterapkan secara sistematis melalui pembinaan karakter berbasis agama, edukasi tentang bahaya bullying, dan pengawasan ketat oleh guru. Meskipun program ini efektif dalam menekankasus bullying, masih terdapat tantangan dalam mendeteksi cyberbullying yang sering terjadi di luar pengawasan sekolah. Selainitu, keterlibatan orang tuadalamupayapencegahanperluditingkatkan. Rekomendasi yang diberikan mencakup pelatihan guru untuk deteksi cyberbullying dan peningkatan partisipasi orang tua dalam program pencegahan.
Manajemen Penguatan Pendidikan Karakter pada Sekolah Menengah Atas Saepur Rijal; Vina Inayatul Matin
Tadris: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2024): Tadris : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data tentang manajemen penguatan pendidikan karakter. Komponen manajemen tersebut mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi penguatan pendidikan karakter. Hasil penelitian terkait manajemen penguatan pendidikan karakter menunjukkan bahwa, perencanaan penguatan pendidikan karakter harus memenuhi minimal lima aspek yaitu mengacu pada visi dan misi sekolah, melakukan asesmen untuk mengidentifikasi potensi sekolah, merumuskan dan menentukan nilai-nilai karakter utama yang akan dikembangkan, program sekolah disusun secara bersama seluruh komponen sekolah, serta guru membuatan perangkat pembelajaran (RPP) berbasis karakter.
Nabi Muhammad sebagai Pemimpin Transformatif Muhammad Zidni Ilman
Tadris: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2024): Tadris : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nabi Muhammad SAW disamping sebagai seorang Nabi juga menjadi pemimpin pada dua kota yang menjadi ciri khas Arab saat itu, yaitu Kota Mekkah dan Madinah. Dua Kota dengan karakteristik yang berbeda bukan lantas menjadi beban atau alasan bagi Nabi, dengan berbagai masalah yang dihadapi dari mulai serangan fisik sampai menguji keilmuan Nabi. Sebagai ummat islam tentu kita harus menjadikan Nabi Muhammad sebagai role model dalam kehidupan kita dan dalam persoalan apapun, baik dalam kehidupan berkeluarga atau yang kaitannya dengan Masyarakat. Dalam penelitian ini yang akan penulis singgung adalah persoalan bagaimana Nabi menjadi pemimpin yang baik yang mengalami kesuksesan yang sangat gemilang, tentunya tujuan dari penelitian ini adalah agar kita mampu menerapkan sikap, metodologi, dan bagaimana cara Nabi dalam menyelesaikan problem yang dihadapi oleh ummat. Tentu dalam melakukan penelitian seperti ini maka akan sangat erat kaitannya dengan sejarah daripada Nabi, dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode library reseach, mengumpulkan dari berbagai macam literatur tentang perjalanan Nabi, baik yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia maupun kitab yang masih berbahasa Arab. Dari penelitian ini maka dapat dihasilkan bahwa kesuksesan yang diraih oleh Nabi tidak lain karena disamping bimbingan wahyu dari Allah juga karena adanya konsep yang jelas, kesabaran, dan menjadikan ummat sebagi prioritas utama.
Pembinaan Tenaga Kependidikan di UPTD SMPN 12 Kota Tangerang Selatan Nurilah Hanum
Tadris: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2024): Tadris : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui pelaksanaan pengembangan tenaga kependidikan di UPTD SMPN 12 Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Hasil penelitian adalah Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pengembangan yang dilakukan oleh UPTD SMPN 12 Kota Tangerang Selatan adalah cara-cara yang bisa dilakukan sendiri-sendiri (self propelling growth) atau bersama-sama (collaborative effort), misalnya mengikuti kegiatan atau kesempatan ; pre-service training, on the job training, seminar, workshop, diskusi panel, rapat-rapat, simposium, konferensi, belajar mandiri melalui PMM (Platform Merdeka Mengajar)
Pembentukan Karakter Agamis Peserta Didik (Perbandingan SMP IT dan SMP Negeri) Nasution, Mursyidan Auliya; Novebri
Tadris: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2024): Tadris : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to compare the formation of students' religious character in Integrated Islamic Middle Schools (SMP IT) and State Junior High Schools (SMP Negeri). This research uses a qualitative descriptive method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews, participant observation and documentation studies. The research results show that SMP IT tends to be more structured in its efforts to build religious character through the integration of a curriculum based on Islamic values, religious extracurricular programs, and a school environment that is conducive to the habituation of Islamic values. In contrast, State Middle Schools focus more on general character education programs mandated by the government, without an approach that specifically addresses religious character. This research concludes that there is a significant difference in the approach to forming religious character between SMP IT and SMP Negeri, where SMP IT is more effective in forming the religious character of students. Discussion Research shows that the formation of religious character in SMP IT students is more integrated through a value-based curriculum -religious values, extracurricular activities, and a supportive school culture. In contrast, State Middle Schools tend to rely on Islamic Religious Education (PAI) lessons as the main means without reinforcement through structured school programs. School environmental factors and family support also influence differences in the implementation of character formation in these two types of schools. The impact of this research provides insight to school managers and policy makers about the importance of a holistic approach in forming religious character, especially through synergy between the curriculum, school culture and human participation old.
Implementasi Manajemen Risiko dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di SD Negeri Puncakmulya Kecamatan Kertasari Muhammad Akbar Haikal; Asep Saepudin
Tadris: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2024): Tadris : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the implementation of risk management at SD Negeri Puncakmulya Elementary School and understand how effective risk management can contribute to improving educational quality. The research employed a qualitative approach with purposive and snowball sampling techniques, involving school principals, teachers, and school committee members as key informants through in-depth interviews, participatory observation, and documentation study conducted from August to October 2024. The findings reveal that SD Negeri Puncakmulya faces both internal risks, including low teacher performance, high student absenteeism, and inadequate facilities, and external risks such as natural disasters and changes in educational policies, with risk management implemented through systematic steps of identification, measurement, prevention, risk transfer, and continuous evaluation. The discussion emphasizes that the school's risk management approach aligns with ISO 9001:2015 standards, focusing on managing both speculative and pure risks through proactive strategies such as teacher training programs, student attendance monitoring, and facility improvements, which have shown positive results in maintaining educational quality. This research contributes significant insights for other educational institutions in adopting risk management approaches to enhance their educational quality and sustainability, particularly in the context of elementary education in Indonesia.
Agent of Change Lansia Melalui Metode Persistent Life Situations Amaliyah
Tadris: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2024): Tadris : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas LANSIA sebagai agent of change merupakan upaya mewariskan kepada generasi selanjutnya untuk sistem yang berkelanjutan dan berdaya guna. Masalah yang utama pada lansia adalah kesehatan dan daya ingat (kepikunan). Sehingga kesan yang didapat LANSIA tidak dapat aktif, tidak mandiri dan tidak produktif. LANSIA bukan komunitas yang memberi beban, akan tetapi membangun dengan pola yang berbeda dalam kiprahnya. Kebutuhan fisik (physiological needs) Kebutuhan ketentraman (safety needs) Kebutuhan sosial (social needs) Kebutuhan harga diri (esteem needs) Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization needs). Tujuan penelitian ini yaitu analisis potensial LANSIA sebagai agent of change. Metode penelitian menggunakan metode persistent life situations yaitu sebuah cara konsistensi sikap gigih untuk mencapai tujuan. Hasil penelitian, pertama, generalisasi untuk kompetensi lANSIA. Kedua, adaptif pada perubahan dan perkembangan zaman. Ketiga, Transferable untuk kemafaatan sehari-hari. Keempat, aplikatif pada penggunaan secara luas.
Dilema Kenaikan Pangkat Guru: Antara Beban Pajak dan Persyaratan Kinerja yang Tidak Seimbang Aris Suharyadi; Fastabiq Falasiva Ahmada; Fayyaz Faryal Aziz; Sevina Putri Maharani4; Yovianes Maya Suranto; Stefanie Erlita Sulistyawati
Tadris: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2024): Tadris : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) kurang termotivasi untuk naik pangkat. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga orang PNS yaitu Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum, tenaga pendidik urusan kepegawaian, dan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen.Teknik pemilihan responden dalam riset ini dilakukan dengan teknik pusposif. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data menggunakan kondensasi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi, aktivitasnya dilakukan dalam bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data sebagai suatu proses yang berlanjut, berulang, dan terus-menerus hingga membentuk sebuah siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan penghasilan yang signifikan ketika PNS naik pangkat.PNS guru golongan I dan II memiliki 0% wajib pajak sedangkan golongan III memiliki kewajiban pajak sebesar 15% dan akan bertambah seiring kenaikan pangkat PNS. Setiap kenaikan pangkat membutuhkan waktu yang lama setidaknya minimal 4 tahun dan harus memenuhi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Apabila hal tersebut tidak sesuai yang diharapkan maka terdapat konsekuensi, misalnya tidak mendapatkan tunjangan. Selain itu persyaratan untuk naik pangkat dari IIIc ke IIId membutuhkan 100 poin. Hal itu dirasa sangat memberatkan karena apabila PNS bekerja dengan intensitas normal maka biasanya hanya mendapatkan sekitar kurang dari satu poin. Sedangkan jika membuat karya tulis hanya mendapatkan empat poin. Oleh karena itu, banyak PNS yang merasa pajak pendapatan yang berlaku tidak sepadan dengan usaha untuk mereka menaikkan pangkat.
Kemampuan Manajemen Pendidikan Islam terhadap Kemampuan Manajemen Organisasi AL MUBAROK, MOH SAFIK
Tadris: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2025): Tadris : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education management is an important aspect in the management of educational institutions based on the values of the Qur'an and Hadith. This study aims to analyze the role of Islamic education management in improving the effectiveness of educational organizations, especially through the application of Islamic sharia principles. The approach used is qualitative research based on literature studies, with data sources in the form of secondary literature such as books, journal articles, and relevant magazines. The results of the study indicate that the application of Islamic-based management provides significant benefits, such as increasing the integrity of the institution, the effectiveness of resource management, and the formation of student character based on Islamic teachings. However, there are a number of obstacles, including a lack of in-depth understanding of sharia principles in management and limited competent human resources in this field. In conclusion, Islamic education management has a strategic contribution in the management of educational institutions by instilling Islamic spiritual and ethical values, so that it is able to answer the challenges of modern education while still adhering to religious teachings.