cover
Contact Name
Reza Pratama
Contact Email
reza.pratama@bku.ac.id
Phone
+6281221673803
Journal Mail Official
jfg@bku.ac.id
Editorial Address
https://journal.bku.ac.id/jfg/index.php/jfg/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Galenika
ISSN : 24069299     EISSN : 25794469     DOI : https://doi.org/10.70410/jfg
Core Subject : Health,
The aim of JFG is to become a media for the publication of articles on Pharmaceutical and related practice-oriented subjects in the pharmaceutical sciences and technology. The scope of the journal is Pharmaceutical sciences, its research and its application. The journal aims to cover the latest outstanding developments in the field of Pharmaceutical science and Technology but not limited to the following branches: Pharmaceutics Pharmaceutical technogy International Regulatory Validation Techniques Industrial Pharmacy Nanotechnology Novel Drug Delivery Systems Quality Control Quality Assurance BioTechnology Bioinformatics Proteomics Biochemistry Pharmacognosy Herbal technology Pharmacology Toxicology Pharmacy Practice Pharmacoinformatics Phytochemistry Pharmaceutical Analysis Chiral Chemistry Synthetic Chemistry Drug Development Clinical Pharmacy Pharmacogenomics Pharmacetical Engineering
Articles 190 Documents
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli SECARA IN VITRO Khusnul, Khusnul; Anggraeni, Rima; Arrizqiyani, Tanendri
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v8i1.185

Abstract

Daun pegagan (Centella asiatica) merupakan salah satu tanaman liar yang memiliki daerah penyebaran sangat luas. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai tanaman untuk mengobati diare. Diare dapat bersifat akut atau kronis, penyebabnya selain racun juga higienis dan sanitasi lingkungan serta infeksi bakteri patogen seperti Escherichia coli. Namun, daun pegagan yang memiliki potensi sebagai antibakteri dengan jumlahnya yang banyak, belum diteliti oleh peneliti yang menguji potensi daun pegagan terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan daya hambat ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica) terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Uji daya hambat ekstrak etanol daun pegagan dilakukan dengan metode Kirby-Bauer. Daun pegagan di ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 100%, 90%, 80%, 70%, 60%,50%, 40%, dan 30%. Hasil yang di amati berupa zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
PENETAPAN KADAR FENOL DAN FLAVONOID TOTAL EKSTRAK DAUN Syzygium samarangense (Blume) Merr. & Perry Dan Syzygium aqueum (Burm.f) Alston Fajarwati, Kania; Kusriani, R. Herni; Fauza, M. Reda
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v8i1.186

Abstract

Indonesia memiliki 40000 spesies tumbuhan dan diantaranya 9600 berkhasiat obat, tetapi hanya 300 yang telah digunakan sebagai obat tradisional. Syzygium aqueum (Burm.f) Alston dan Syzygium samarangense (Blume) Merr. & Perry merupakan tumbuhan berkhasiat antioksidan yang banyak ditemukan di Indonesia. Senyawa berkhasiat antioksidan diantaranya flavonoid dan fenol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan flavonoid dan fenol secara kuantitatif. Ekstraksi menggunakan metode refluks dengan pelarut etanol 96%. KLT menggunakan fase diam silica gel GF254 dan fase gerak etil asetat-asam format-air (8:1:1). Penetapan kadar fenol dan flavonoid total menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil yang didapatkan randemen ekstrak sebesar 11.50% b/b untuk S.aqueum dan 9.96% b/b untuk S. samarangense. Dari hasil KLT terlihat adanya fenol dan flavonoid setelah disemprot penampak bercak spesifik FeCl3 1% dan sitroborat. Kadar fenol dan flavonoid total dari S. aqueum lebih tinggi dibandingkan S. samarangense sebesar 160 g GAE/100 g ekstrak dan 43.09 g QE/100 g ekstrak. Dari hasil yang didapat disimpulkan bahwa memiliki kandungan fenol dan flavonoid terbanyak.
Efek Antihiperglikemik Ekstrak Fermentasi Bawang Putih (Allium sativum L.) Pada Model Hewan Hiperglikemia Putra, Hendra Mahakam; Patonah, Patonah; Rosdiana, Maya
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v8i1.187

Abstract

Diabetes adalah sekelompok gangguan metabolisme dengan dicirikan adanya hiperglikemia. Selain hiperglikemia, diabetes juga dapat disertai komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada penderita diabetes. Lebih dari 350 tanaman yang secara tradisional digunakan untuk mengobati diabetes dan hanya sebagian kecil telah dievaluasi secara ilmiah untuk menilai khasiatnya salah satunya bawang putih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak fermentasi bawang putih (Allium sativum L.)/black garlic sebagai anti hiperglikemia. Penelitian ini dilakukan dengan prinsip kuratif pada hewan coba yang diinduksi 25% fruktosa dalam air minum, serta emulsi kolesterol 4% dan asam kolat 0,2% dan suspensi PTU 12,5 mg/kgBB selama 28 hari. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal, kontrol positif, pembanding, dan 3 kelompok ekstrak black garlic dengan dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak etanol black garlic pada semua dosis dapat menurunkan kadar glukosa pada hari ke-28 dan juga dapat meningkatkan jumlah sel-â dan menurunkan sel-á pada hasil histopatologi pankreas tikus. Dosis black garlic yang paling baik adalah pada dosis 100 mg/kgBB dilihat dari penurunan kadar glukosa darah dan juga jumlah sel-â yang paling banyak.
UJI LARVASIDA MIRISTISIN (Myristica fragrans Houtt) TERHADAP Aedes aegypti INSTAR III Arrizqiyani, Tanendri; Nurhamidah, Siti
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v8i1.188

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang masih banyak menimbulkan kematian. Untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit DBD dilakukan melalui penggunaan larvasida alami yang berasal dari tanaman pala. Salah satu zat aktif dari tanaman pala yaitu miristisin yang diduga memiliki aktivitas psikofarmakologis sebagai insektisida. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui LC50 dari miristisin dengan variasi konsentrasi 5, 10, 15, dan 20 ppm. Objek yang digunakan yaitu larva Aedes aegypti instar III. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi miristisin (Myristica fragrans Houtt) yang dapat membunuh larva Aedes aegypti Instar III berdasarkan LC50 yaitu pada konsentrasi 11,655 ppm pada jam ke-12 dan 15,230 ppm pada jam ke-24.
UJI POTENSI ANTIMIKROBA EKSTRAK BIJI BUAH KUP ( Syzygium polycephalum Miq. ) Yuliana, Anna; Rahmiyani, Ira; Nurfauziyah, Annisa
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v8i2.190

Abstract

Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh jamur, virus dan bakteri. Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans merupakan flora normal dalam tubuh manusia, dapat menjadi patogen apabila terjadi ketidak seimbangan dalam tubuh manusia. Tanaman kupa merupakan salah satu tanaman endemik Indonesia yang hanya ditemukan di pulau Jawa. Biji buah kupa mengandung metabolit sekunder golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, polifenol, steroid, mono dan seskuiterpen yang berpotensi sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba, konsentrasi hambat minimal serta mengetahui daya hambat paling baik dari ekstrak biji buah kupa (Syzygium policephalum Miq) terhadap pertumbuhan mikroba Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Candida albicans. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 70%. Metode yang digunakan pada pengujian antimikroba adalah difusi agar sumuran. Hasil menunjukan bahwa ekstrak biji buah kupa terbukti memiliki potensi antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Candida albicans. Ekstrak yang memiliki daya hambat terbesar terdapat pada ekstrak etil asetat. Pada ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antimikroba terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans dengan nilai KHM berturut-turut sebesar 1%, 2%, dan 24% yang setara dengan 96,71 µg/mL, 7,96 µg/mL tetrasiklin HCl dan 9,13 µg/mL nistatin.
POTENSI MIKROALAGA SIMBION SPONS DI PERAIRAN TELUK LAMPUNG SEBAGAI SUMBER SENYAWA EKSOPOLISKARIDA (EPS) Mulyani, Laida Neti; Asmadi, Ardani; Setiawan, Andi
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v8i2.191

Abstract

Mikroalga banyak dimanfaatkan dalam bidang pertanian, obat-obatan, industri pangan dan sumber energi alternatif. Potensi mikroalga ini terkait dengan kandungan senyawa bahan alam yang dimilikinya, salah satu diantaranya adalah eksopoliskarida yang menunjukkan aktivitas antihiperglikemia dan antivirus. Mikroalga dapat dijumpai hidup bebas di perairan atau hidup bersimbiosis dengan inangnya. Biota laut yang memiliki karakteristik unik sebagai inang mikroalgaadalah spon. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan eksplorasi senyawa eksopoliskarida dari isolat mikroalga yang bersimbiosis dengan spon di wilayah perairan Teluk Lampung. Isolasi mikroalga dari spon dilakukan dengan metode dilusi dan seleksi fase pertumbuhan. Kultivasi mikroalga dilakukan pada suhu 25oC pada media f/2 Guilard dan f/2-Si. Ekstraksi eksopolisakarida menggunakan etanol, dilakukan terhadap supernatan dari sentrifugasi kultur. Kadar eksopolisakarida dan karakterisasi secara berurutan ditentukan dengan metode kolorimetri dan spektroskopi-IR.Dua sampel spon yang diperoleh merupakan famili chalinidae dan didapatkan enam isolat mikroalga (LD082A,LD082B, LD083A, LD071A, LD081B, LD083B) dari hasil isolasi terhadap kedua sampel. Hasil ekstraksi eksopoliskarida dari tiga isolat mikroalgaterpilih (LD071A, LD082A dan LD083)memberikan kadar gula masing-masing,95 mg/L, 238 mg/L, 170 mg/L. Karakterisasi eksopoliskarida dari ketiga isolat dengan spektroskopi-IR tidak menunjukkan adanya variasi gugus fungsional yang spesifik dari masing-masing EPS. Spektrum dari ketiganya menunjukkan pola serapan yang sama yaitu adanya uluran O-H, N-H dan vibrasi ikatan C-O yang merupakan karakteristik serapan dari gugus fungsi pada eksopolisakarida. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa isolat mikroalga simbion spon dari perairan Teluk Lampung memiliki potensi sebagai sumber senyawa eksopolisakarida laut.
DETEKSI ADULTERAN PADA BAHAN BAKU SEDIAAN KOPI INSTAN SECARA FT-IR FINGERPRINT ANALYSIS Muttaqin, Fauzan Zein; Ramdanawati, Liska; Ilham, Syaiful
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v8i2.192

Abstract

Kopi merupakan bahan minuman yang sangat terkenal bukan hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia, jenis yang sering dijumpai yaitu Arabika dan Robusta. Kedua spesies ini merupakan sumber yang kaya akan senyawa aktif seperti asam nikotinat, trigonelin, asam quinolinat, dan kafein. Banyaknya penikmat kopi menyebabkan penggunaan kopi dimasyarakat semakin meningkat, semakin meningkatnya penggunaan kopi maka perlu adanya jaminan kualitas. Pentingnya kontrol kualitas produk pangan terdiri dari campuran beberapa komponen, zat aktif dan tambahan dalam kopi instan umumnya belum diketahui. Fourier Transform Infra Red fingerprint analysis merupakan salah satu metode yang dapat dimanfaatkan untuk evaluasi dan kontrol kualitas multikomponen dari bahan baku pangan. Biji kopi robusta diperoleh dari tiga daerah berbeda yaitu Bandung, Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ekstraksi dilakukan dengan metode meserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengukuran Spektrum inframerah daerah sidik jari dilakukan menggunakan alat FT-IR (Agilent Cary 630 FT-IR, USA). Spektrum FT-IR dibaca pada Frekuensi 4000-650 cm-1 dan resolusi 4 cm-1, dengan teknik penanganan sampel secara reflectant dengan mengukur absorban dan diolah dengan aplikasi Microlab Expert untuk menhasilkan spektrogram dan titik koordinat x dan y. Analisis spektrogram secara kemometrik menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dengan menentukan nilai loadings dan scores. Hasil loading PC yang digunakan adalah PC1 terhadap PC1 karena dari PC tersebut hasil loadings mendapatkan data yang linear.
PENGARUH PENGOLAHAN TERHADAP KANDUNGAN RUTIN PADA DAUN SINGKONG Rachmawati, Winasih; Yuliantini, Anne; Saeful, Ade Kurnia
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v8i2.193

Abstract

Daun singkong diketahui mengandung rutin sebagai senyawa bioaktif. Tanaman ini memberikan banyak manfaat dalam pengobatan salah satunya sebagai antioksidan. Telah dilakukan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan pengolahan daun singkong (Manihot esculenta Crantz) terhadap kandungan rutin. Adapun pengolahan daunnya adalah sebagai berikut: segar, dikukus dan direbus. Analisis senyawa rutin ditentukan dengan spektrofotometer sinar tampak setelah dikompleksasi dengan aluminium klorida. Prosedur yang dilakukan telah divalidasi untuk larutan standar menunjukkan linieritas (R2>0,99) dengan batas deteksi dan batas kuantifikasi masing-masing sebesar 0,66 dan 2,21 g/mL. Metode validasi spektrofotometri tampak untuk kuantifikasi rutin pada daun singkong memenuhi persyaratan linieritas, sensitif, presisi, spesifik, dan akurat. Kadar rutin pada daun singkong segar, kukus dan rebus masing-masing adalah 1,94, 1,7 dan 1,22% b/b. Dapat disimpulkan bahwa pengolahan daun singkong dapat menurunkan kadar rutin.
THE IMPACT OF ADVERSE DRUG REACTION OCCURRENCE TO DRUG ADHERENCE LEVEL: A CROSS-SECTIONAL STUDY IN PATIENTS WITH TUBERCULOSIS Bakri, Tedy Kurniawan; Akmal, Raihanul; Vonna, Azizah; Sari, Fitrah
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v8i2.194

Abstract

Tuberculosis is well-known as an ancient disease that remains a global challenge until this era. The main goals of the treatment are to eradicate the colonization of acid-resistant basil and to prevent the occurrence of drug resistance. However, the accomplishment of this multi-drugs therapy is not always achieved due to several obstacles, one of is patient adherence to the treatment. Patient adherence is a considerable determinator that influenced by a number factors including the adverse drug reaction (ADR) which appeared to the patients. This study aimed to examine the correlation between adverse drug reaction and patients’ adherence to the anti-tuberculosis category 1 regimen during the intensive phase. This observational analytic study used cross sectional method and involved 35 subjects. Drug adherence level was measured using Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) questionnaire, the characteristics of ADR were collected using check list sheet of ADR, and the probability of ADR was analyzed using Naranjo Algorithm. The results showed that the majority of patients in this study were adherence to anti tuberculosis drugs (62,8%) and experienced ADR (74,3%). Bivariate analysis using chi-square statistical test showed there was significant correlation between adverse drug reaction and adherence to anti-tuberculosis drugs during the intensive phase treatment (P-value = 0,02288).
Hubungan Pengetahuan Dan Laporan Ibu Terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Pada Bayi 0-24 Bulan Di Puskesmas Batoh Banda Aceh Bakri, Tedy Kurniawan; Fitria, Nanda; Desiyana, Lydia Septa; Vonna, Azizah; Sari, Fitrah
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 8 No 3 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v8i3.195

Abstract

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan semua kejadian medis yang tidak diinginkan terjadi dalam satu bulan setelah imunisasi dan belum tentu memiliki hubungan kausalitas dengan vaksin. Data laporan KIPI dicatat apabila ibu dari anak yang mengalami KIPI melapor ke pelayanan kesehatan. Salah satu hal yang mempengaruhi penanganan dan sikap ibu terkait KIPI pada anak adalah pengetahuan ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui reaksi KIPI yang dialami oleh bayi 0-24 bulan, mengetahui proporsi tingkat pengetahuan ibu yang melaporkan KIPI atau tidak melaporkan KIPI serta hubungan antara pengetahuan ibu dan laporan ibu terkait KIPI pada anak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan metode cross-sectional. Dilakukan wawancara terhadap 68 responden yang diperoleh berdasarkan teknik quota sampling. Data pengetahuan ibu diperoleh dengan menggunakan kuesioner pengetahuan ibu dan data terkait KIPI diperoleh dari formulir KIPI yang diterbitkan oleh Menteri Kesehatan RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua reaksi KIPI termasuk dalam reaksi KIPI ringan diantaranya demam (85,2%), bengkak (29,4%) dan kemerahan di lokasi penyuntikan (22%), diare (4,4%), muntah (4,4%), alergi (1,4%), sesak napas (1,4%), dan abses (1,4%). Ibu yang tidak melaporkan KIPI sebanyak 86,7% didominasi oleh ibu dengan tingkat pengetahuan cukup yaitu 47%, sedangkan ibu yang melaporkan KIPI sebanyak 13,2% didominasi oleh ibu dengan tingkat pengetahuan baik yaitu 5,8%. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Fisher’s Exact sebagai uji alternatif menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan laporan ibu terkait KIPI pada anak (p-value = 0,231).

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Galenika Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 3 Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 2 Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 1 Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 3 Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 2 Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 1 Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 3 Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 2 Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 1 Vol 8 No 3 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 3 Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 2 Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 1 Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Vol 7 No 3 Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2 Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1 Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3 Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 2 Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1 Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018 Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 2, 2018 Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 1, 2018 Vol 4 No 3 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 3, 2017 Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 2, 2017 Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No 1, 2017 Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indone Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Farmasi Galenika Volume 3 No. 2, 2016 Vol 3 No 01 (2016): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 02 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 01 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 02 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 01 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA More Issue