cover
Contact Name
Reza Pratama
Contact Email
reza.pratama@bku.ac.id
Phone
+6281221673803
Journal Mail Official
jfg@bku.ac.id
Editorial Address
https://journal.bku.ac.id/jfg/index.php/jfg/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Galenika
ISSN : 24069299     EISSN : 25794469     DOI : https://doi.org/10.70410/jfg
Core Subject : Health,
The aim of JFG is to become a media for the publication of articles on Pharmaceutical and related practice-oriented subjects in the pharmaceutical sciences and technology. The scope of the journal is Pharmaceutical sciences, its research and its application. The journal aims to cover the latest outstanding developments in the field of Pharmaceutical science and Technology but not limited to the following branches: Pharmaceutics Pharmaceutical technogy International Regulatory Validation Techniques Industrial Pharmacy Nanotechnology Novel Drug Delivery Systems Quality Control Quality Assurance BioTechnology Bioinformatics Proteomics Biochemistry Pharmacognosy Herbal technology Pharmacology Toxicology Pharmacy Practice Pharmacoinformatics Phytochemistry Pharmaceutical Analysis Chiral Chemistry Synthetic Chemistry Drug Development Clinical Pharmacy Pharmacogenomics Pharmacetical Engineering
Articles 190 Documents
A Literature Review : The Effect Of Traditional Medicine In Reduce Uric Acid Levels In The Elderly Rizuna, Gisel Rizuna Qothrunnada
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v9i3.249

Abstract

Lansia adalah individu berusia lebih dari 60 tahun dan mengalami penurunan fungsi dan anatomi dari organ tubuh. Asam urat adalah penyakit pada persendian yang disebabkan karena penumpukan dari kristal asam urat. Asam urat rentan diderita oleh seseorang yang berusia >40 tahun. Pengobatan asam urat secara non farmakologi dinilai lebih aman untuk penanganan pada lansia yang menderita asam urat. Terapi tradisional dapat dilakukan dengan mengkonsumsi buah nanas, sereh, kunyit, secang, buah apel, buah sirsak, wortel, daun salam, kulit kayu manis, daun sirsak dan buah semangka. Metode yang digunakan systematic literature review dengan menentukan topik bahasan dan dikaji dari berbagai literatur dengan topik yang serupa. Hasil penelitian yang dianalisis dari 10 jurnal diperoleh bahwa metode yang dgunakan bersifat kuantitatif dengan desain Eksprimental Design dengan pendekatan pre-test and post-tes. Pada penelitian tersebut digunakan berbagai teknik pengambilan sampel diantaranya Probability, Non Probability (Accidental sampling), Purposive dan Total Sampling. Sampel yang diambil adalah kategori penderita asam urat dengan usia lanjut. Uji statistik dilakukan dari seluruh penelitian pengobatan tradisional terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia dan diperoleh nilai p < 0,005 yang artinya terdapat pengaruh pengobatan tradisional terhadap penurun an kadar asam urat lansia.
Pemanfaatan Hasil Fermentasi Padat Monascus Purpureus (Angkak) Menjadi Sediaan Granul Effervescent Sesuai Standar BPOM Rizkuloh, Lina Rahmawati; Salsabila Adlina; Susanti
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v9i3.253

Abstract

Angkak merupakan hasil fermentasi padat beras dengan menggunakan kapang Monascus purpureus yang menghasilkan metabolit sekunder salah satunya adalah monakolin k, yaitu senyawa yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat dua formulasi sediaan granul effervescent dari serbuk angkak yang sesuai dengan uji mutu standar BPOM. Persyaratan evaluasi yang dilakukan meliputi uji waktu alir, uji kelembaban, uji pH, uji waktu larut, uji angka lempeng total dan dilakukan uji hedonik terhadap 20 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F2 (serbuk angkak 10%, PVP 2%, asam sitrat 20%, asam tartat 20%, natrium bikarbonat 40%, aspartam 1% dan laktosa 7%) adalah formula yang paling memenuhi syarat uji mutu standar BPOM dalam uji kelembaban, uji waktu alir, uji waktu larut, uji pH, dan uji hedonik. Namun pada uji angka lempeng total formula tersebut belum memenuhi syarat.
Docking Tanaman Biji Selasih Sebagai Sedatif Dengan Reseptor Gaba( Gamma Amino Butiric Acid) : Docking Tanaman Biji Selasih Sebagai Sedatif Dengan Reseptor Gaba( Gamma Amino Butiric Acid) Nursanti, Okta
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i2.263

Abstract

Penggunaan obat tradisional sudah dikenal luas baik di negara berkembang maupun negara maju. Hal ini semakin diperkuat oleh adanya pemikiran back to nature ( kembali ke bahan alam ) salah satuya dalam mengatasi gangguan tidur ( insomnia) dengan enggunakan tanaman biji selasih, selain dapat mengatasi gangguan tidur tanaman biji sealsih juga bisa : menurunkan kolesterol, melancarkan buang air besar, mengatasi gangguan pencernaan ( Agus Kardinan,2007). Kandungan zat aktif biji selasih merupakan essential oil seperti linalool, citral, terpena, yang mempunyai komponen kimia terpenoid dengan komponen kimia senyawa aromatic. Terpenoid berikatan pada reseptor GABA (Gamma Amino Butiric Acid) sehingga berkhasiat sedatif-hipnotik ( Aoshima & Hamamoto,2004). Untuk mengetahui aktivitas kandungan zak aktif dari biji selasih terhadap reseptor yang memegang peranan penting dalam mekanisme gangguan tidur, maka dilakukan studi in silico penamabatan molekul (docking) antara kandungan biji selasih alphapinene ,citral ,eugenol ,geraniol, linalool,limonene,methyl cinnamate, dan ocimene) terhadap reseptor GABA (Gamma Amino Butiric Acid).Perangkat lunak penambatan molekul yang digunakan adalah Arguslab versi 4.0.1 Dari hasil penambatan molekul (Molecular Docking) menunjukan bahwa delapan senyawa diatas aman dan lolos dari uji ADMET, Binding Energy delapan ligan tersebut lebih besar dibandingkan ligan alami Alprazolam pada RMSD < 2 Angstrom,tetapi ada satu ligan yang binding energy nya mendekati alprazolam yaitu alpha phinene dengan nilai binding energy -13.0776 Kcal/mol. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa senyawa yang terkandung dalam tanaman biji selasih ( Ocimum basilicum) dapat digunakan sebagai calon obat sedatif. Kata Kunci: Penapisan Virtual, Molekular Docking, Sedatif.
The Ethanol Extract Fractionation (Peperomia Pellucida (L.) Kunth) On Uric Acid Levels Blood Serum Of Male White Mice Hevira, Linda; Yulion Putra, Rizky; Suciati, Rahma Anggun
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i3.278

Abstract

Research has been carried out on the effect of fractionating the ethanol extract of the messenger herbs (Peperomia pellucida (L.) Kunth) to reduce blood serum uric acid levels in male white mice. Ordered herbs containing flavonoid compounds are thought to be used as lowering uric acid levels in the blood. The purpose of this study was to determine the effect of giving the ethanol extract fraction (Peperomia pellucida (L.) Kunth) on blood serum uric acid levels of male white mice. Simplicia extraction was carried out with 96% ethanol and extract fractionation was carried out using n-hexane, ethyl acetate, and water as solvents. The chicken liver inductor was used using experimental methods in vivo. Uric acid levels in mice were measured using a test-strip out. The results of the analysis using statistical tests on the decrease in uric acid levels in the blood were significant with a value (p 0.05) on the 14th day of the ethyl acetate fraction. This study concludes that there are compounds in the messenger herbs that have the potential to reduce uric acid levels in the blood.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Covid-19 Rawat Inap Dengan Pneumonia Menggunakan Metode Atc/Ddd Nugraha Putra, Oki; Purwaningtyas, Mida; Sofia, Sofia; Ramadhani, Sylvia Rizki
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i1.281

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu infeksi sekunder yang sering ditemukan pada pasien COVID-19 dan memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Penggunaan antibiotik yang tepat pada pasien COVID-19 dengan pneumonia akan mempercepat proses kesembuhan dan menurunkan mortalitas. Penggunaan antibiotik yang berlebihan akan berisiko menimbulkan resistensi antibiotik, oleh karena itu diperlukan suatu evaluasi tingkat penggunaan antibiotik demi terwujudnya penggunaan antibiotik yang rasional. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik untuk pasien COVID-19 dengan pneumonia yang dirawat di unit perawatan non-ICU rumah sakit H.S Samsoeri Mertojoso, secara kuantitatif menggunakan metode ATC/DDD. Penelitian ini merupakan penelitian observasional retrospektif menggunakan data rekam medik pasien COVID-19 pneumonia yang dirawat pada bulan Januari hingga Maret 2021. Data diambil pada bulan Desember 2021 hingga Maret 2022. Data antibiotik ditampilkan sebagai DDD/100 patient-days dan diklasifikasikan yang masuk dalam Drug Utilization 90% (DU 90%). Diperoleh 71 pasien COVID-19 dengan pneumonia yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan metode ATC/DDD didapatkan tiga antibiotik dengan tingkat penggunaan terbanyak yaitu levofloksasin, moksifloksasin, dan azitromisin sebesar 66,42; 15,73; dan 13,55 DDD/100 patient-days, secara berturut-turut. Antibiotik dengan tingkat penggunaan yang paling sedikit yaitu seftazidim sebesar 0,18 DDD/100 patient-days. Antibiotik yang masuk dalam klasifikasi DU 90% yaitu levofloksasin, moksifloksasin, dan azitromisin. Tingkat penggunaan antibiotik terbanyak dalam tatalaksana pasien COVID-19 dengan pneumonia ialah levofloksasin, moksifloksasin, dan azitromisin. Diperlukan evaluasi secara berkala penggunaan antibiotik yang disesuaikan dengan peta kuman, profil resistensi, dan luaran klinis pasien untuk terwujudnya penggunaan antibiotik yang rasional. Kata Kunci: COVID-19, Pneumonia, Antibiotik, ATC/DDD, non-ICU
The Potential Development Of Lerak (Sapindus Rarak) As A Useful Ingredient In The Pharmaceutical Field: POTENSI PENGEMBANGAN LERAK (Sapindus rarak) SEBAGAI BAHAN BERMANFAAT DI BIDANG FARMASI Putri, Dina Christin Ayuning; Putri, Ni Putu Aryaswari; Listyawati, Margaretta Berlinda
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i2.283

Abstract

Lerak (Sapindus rarak) adalah salah satu tanaman tropis yang tumbuh dengan baik di Indonesia. Secara tradisional, lerak dapat dipergunakan di berbagai bidang seperti kesehatan, pertanian, makanan, hingga fashion. Kandungan aktif pada lerak masih terus ditinjau dan dipelajari untuk dapat dimanfaatkan lebih lanjut. Artikel ini bertujuan untuk memberikan tinjauan mengenai buah lerak beserta potensi pengembangan dan pemanfaatannya di bidang farmasi. Buah, biji, daun, kulit batang lerak dapat digunakan untuk berbagai manfaat. Banyak potensi pengembangan lerak untuk dibuat menjadi suatu bentuk sediaan farmasi yang memiliki nilai jual dan kebermanfaatan yang lebih tinggi.
Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Salep Zink oksida Sebagai Pengobatan Dermatitis Popok Berbasis Cera Alba Qomariyah, Zumrotul; Ratnasari, Diah
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i1.284

Abstract

Penggunan popok yang terlalu lama dapat mengakibatkan peradangan dan iritasi pada kulit bayi, hal ini disebut dengan istilah ruam popok. Tingkat kelembapan pada area popok juga dapat meningkatkan resiko dermatitis popok pada bayi. Pengatasan masalah ruam pada kulit akibat popok dapat dilakukan dengan pengobatan farmakologi, yaitu dengan cara memberikan salep pada kulit yang terkena iritasi. Zink oksida merupakan salah satu bahan aktif yang dapat digunakan untuk mengatasi ruam popok. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula optimal salep zink oksida dengan variasi konsentrasi cera alba. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental untuk membedakan hasil formulasi dan evaluasi fisik salep zink oksida berbasis variasi konsentrasi cera alba. Hasil penelitian menyatakan pada sediaan salep zink oksida formula I memenuhi spesifikasi evaluasi organoleptis, pH, daya sebar, dan homogenitas. Sedangkan pada formula II tidak memenuhi spesifikasi pada evaluasi daya sebar. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh variasi konsentrasi cera alba sebagai basis terhadap formulasi dan evaluasi fisik salep zink oksida. Formula paling optimal dari penelitian ini adalah formula I. Kata kunci: Dermatitis Popok, Cera Alba, Salelp, Zink oksida
Analisis Perbandingan Swamedikasi Pada Masyarakat Di Desa Kadumaneuh Dan Desa Cikeusik Yusransyah, Yusransyah; Insani, Nurul; Masfuah, Imas; Bahaudin, Bahaudin
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i1.285

Abstract

Tingginya presentase swamedikasi menjadi salah satu penyebab munculnya kesalahan pengobatan. Pengetahuan yang cukup diharapkan menimbulkan sikap yang positif dan memaksimalkan kewaspadaan agar tidak terjadi gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan dan sikap antara Desa Kadumaneuh dan Desa Cikeusik, serta menganalisis hubungan tingkat pengetahuan terkait swamedikasi dengan faktor sosiodemografi dan sikap. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 100 orang responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan pengambilan data dilakukan dengan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat, Chi Square, Mann Whitney dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara Desa Kadumaneuh dan Desa Cikeusik dan mayoritas responden di kedua desa tersebut mempunyai kriteria sikap negatif terhadap swamedikasi. Hasil penelitian terkait hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan, yang mempunyai hubungan signifikan yaitu pendidikan terakhir (P<0,05), sedangkan faktor sosiodemografi yang lain (jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendapatan dan status perkawinan) tidak mempunyai hubungan yang signifikan (P>0,05). Hasil hubungan antara sikap dengan tingkat pengetahuan yaitu tidak mempunyai hubungan yang signifikan (P>0,05).
Formulasi Dan Uji Efektivitas Sediaan Sampo Anti Ketombe Ekstrak Tongkol Jagung (Zea Mays L.) Terhadap Jamur Malassezia Furfur Stiani, Sofi Nurmay; Saeffurrohman, Aditia; Nur Shobah, Afifah; Yusransyah, Yusransyah
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i1.289

Abstract

Ekstrak tongkol jagung dinilai berkhasiat atau bermanfaat sebagi zat aktif anti ketombe yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur yang merupakan flora normal pada kulit kepala. Sampo ekstrak tongkol jagung merupakan sediaan kosmetik yang dibuat dari bahan dasar ekstrak tongkol jagung dan penambahan bahan lain yang tidak dapat menimbulkan reaksi iritasi pada kulit kepala, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas sediaan sampo tongkol jagung terhadap jamur Malassezia furfur dan memformulasikan tongkol jagung menjadi sediaan sampo anti ketombe yang memenuhi peryaratan uji evaluasi fisik sediaan. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan beberapa pengujian yaitu, skrining fitokimia, evaluasi organoleptis, pengukuran pH, uji tinggi busa, viskositas, dan uji homogenitas. Hasil penelitian ini menunjukan formula sampo antiketombe ekstrak tongkol jagung menunjukan bahwa telah memenuhi evaluasi sifat fisik serta terbuktu dapat menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur dengan nilai rata-rata zona hambat terbesar yaitu 7mm yang termasuk ketegori sedang 6-8mm.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Prodi S1-Farmasi STIKes Salsabila Serang Terkait Praktik Tenaga Teknis Kefarmasian Setelah Mendapatkan Praktikum Farmasi Komunitas Yusransyah, Yusransyah; Stiani, Sofi Nurmay; Udin, Baha
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i2.307

Abstract

Meningkatnya arus globalisasi, semakin canggihnya teknologi farmasi dan kedokteran, pasar terbuka, dan perubahan gaya hidup, menyebabkan perubahan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian di pelayanan kesehatan yang tidak lagi hanya berorientasi pada obat tetapi lebih berorientasi kepada pasien, sehingga TTK (Tenaga Teknis Kefarmasian) diharapkan dapat membantu memberikan pelayanan prima sesuai standar kompetensi farmasis komunitas. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahuai pengaruh praktikum farmasi komunitas sebagai upaya dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mahasiswa farmasi mengenai pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa S1 Farmasi STIKes Salsabila Serang setelah mendapatkan mata kuliah Praktikum Farmasi Komunitas, yaitu pada level baik (52%). Hasil uji statistik menunjukkan perolehan nilai p-value 0,001 (<0,05) pada analisis hubungan antara karakteristik (jenis kelamin dan usia) reponden dengan tingkat pengetahuan responden terkait praktik TTK, sehingga dapat dinyatakan terdapat hubungan antara karakteristik jenis kelamin dan usia reponden dengan tingkat pengetahuan terkait praktik TTK di fasilitas kesehatan.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Galenika Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 3 Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 2 Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 1 Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 3 Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 2 Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 1 Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 3 Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 2 Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 1 Vol 8 No 3 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 3 Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 2 Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 1 Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Vol 7 No 3 Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2 Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1 Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3 Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 2 Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1 Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018 Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 2, 2018 Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 1, 2018 Vol 4 No 3 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 3, 2017 Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 2, 2017 Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No 1, 2017 Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indone Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Farmasi Galenika Volume 3 No. 2, 2016 Vol 3 No 01 (2016): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 02 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 01 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 02 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 01 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA More Issue