cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 35 Documents clear
EKSPLORASI IMPLEMENTASI KURIKULUM DI INDONESIA DAN INGGRIS: TINJAUAN PADA ASPEK PEMBELAJARAN SAINS Syafitri, Indriani; Wahyuni, Aditiya; Tianita, Tianita; Koto, Irwan
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.4802

Abstract

ABSTRACT Curriculum is a learning plan that is prepared in accordance with national education policies and objectives to be the main guideline in the education process. This study analyzes the curriculum and implementation of science learning in Indonesia and the United Kingdom. This study uses a qualitative method with a comparative approach based on literature review. The results show that Indonesia uses the more flexible Merdeka Curriculum, but the UK uses a more structured National Curriculum with a Key Stages system. Science learning in Indonesia is still theory-oriented with limited experimental activities in the laboratory, while the UK emphasizes experimentation and problem solving. The advantage of the Indonesian curriculum system is its flexibility, but the main challenge in implementing the curriculum is the availability of supporting infrastructure for science learning and the willingness of educators. In contrast, the UK system has strict academic standards, so academic guidance becomes a challenge for students. To improve the quality of science learning in Indonesia, it is necessary to align the requirements of the curriculum documents with their implementation, improve the competence of teachers, and strengthen laboratory facilities to support experiment-based learning. ABSTRAK Kurikulum adalah rancangan pembelajaran yang disusun sesuai kebijakan dan tujuan pendidikan nasional untuk menjadi pedoman utama dalam proses pendidikan. Penelitian ini menganalisis kurikulum dan implementasi pembelajaran sains di Indonesia dan Inggris. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif berbasis studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan Kurikulum Merdeka yang lebih fleksibel, namun Inggris menggunakan National Curriculum yang lebih terstruktur dengan sistem Key Stages. Pembelajaran sains di Indonesia masih berorientasi pada teori dengan keterbatasan kegiatan eksperimen di laboratorium, sedangkan Inggris lebih menekankan eksperimen dan pemecahan masalah. Keunggulan sistem kurukulum di Indonesia adalah fleksibilitasnya tetapi tantangan utamanya untuk mengimplementasi kurikulum adalah ketersedian infrastruktur pendukung pembelajaran sain dan kesiapan tenaga pendidik. Sebaliknya, sistem Inggris memiliki standar akademik yang ketat sehingga tuntanta akademik menjadi tantangan bagi siswa. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains di Indonesia, diperlukan kesesuian tuntutan dokumen kurikulum dengan implementasinya, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan fasilitas laboratorium untuk mendukung pembelajaran berbasis eksperimen.
ANALISIS KOMPARATIF IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA DAN KANADA Rosalia, Rosalia; Putri, Patra Rahmayani; Fitriah, Laely Nurul; Koto, Irwan
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.4845

Abstract

ABSTRACT This study seeks to provide a comparative analysis of the implementation of multicultural education within the educational systems of Indonesia and Canada. This study emphasizes the significance of intercultural education in cultivating an inclusive and tolerant society, particularly in the context of the cultural, ethnic, and religious variety present in both nations. The employed methodology is a literature review utilizing a qualitative approach and comparative examination of policy documents, curriculum, and pertinent research findings. National research findings indicate that Canada has intentionally incorporated multicultural education into its educational framework via curriculum, legislation, teacher training, and community engagement. Conversely, in Indonesia, multicultural principles are implicitly integrated into several disciplines and largely rely on teacher activities and the educational atmosphere. While both are dedicated to diversity, Canada excels in systemic support and lacks a formal policy. This study advocates for Indonesia to establish a more systematic multicultural education strategy, enhance teacher training, and contextually incorporate local cultural values into the curriculum. This study aims to serve as a reference for advancing a more inclusive and responsive educational system that addresses diversity in the context of globalization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif implementasi pendidikan multikultural dalam sistem pendidikan di Indonesia dan Kanada. Latar belakang kajian ini didasari oleh pentingnya pendidikan multikultural dalam membentuk masyarakat yang inklusif dan toleran, terutama di tengah keberagaman budaya, etnis, dan agama yang dimiliki oleh kedua negara. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif dan analisis komparatif terhadap dokumen kebijakan, kurikulum, serta hasil-hasil penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kanada telah mengintegrasikan pendidikan multikultural secara eksplisit dalam sistem pendidikannya melalui kurikulum, kebijakan, pelatihan guru, dan keterlibatan komunitas. Sebaliknya, di Indonesia, nilai-nilai multikultural masih diimplementasikan secara implisit dalam beberapa mata pelajaran dan bergantung pada inisiatif guru serta lingkungan sekolah. Meskipun keduanya memiliki komitmen terhadap keberagaman, Kanada lebih unggul dalam hal dukungan sistemik dan adanya kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan agar Indonesia mengembangkan pendidikan multikultural yang terstruktur, memperkuat pelatihan guru, dan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal secara kontekstual dalam pembelajaran. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi sebagai upaya pengembangan sistem pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap keberagaman di era globalisasi.
PENINGKATAN SIKAP TANGGUNGJAWAB DAN HASIL BELAJAR MATERI WARISAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS MEDIA DIGITAL KELAS V SDK SANG TIMUR Saputri, Erlina; Sumarah, Ignatia Esti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.4891

Abstract

ABSTRACT The 21st century is marked by rapid technological advancements, which demand that teachers go beyond merely delivering subject matter, they must also act as creative and innovative facilitators of learning, capable of integrating technology and instilling character values or attitudes so that students can live well and compete in the global era. Based on interviews with the homeroom teacher of class VA at SDK Sang Timur, it was found that students’ sense of responsibility remains lacking. Observations in class VA revealed that 21 students had not yet shown responsible behavior. In response to the urgency of integrating technology into learning, the researcher implemented digital-based media. This was confirmed by unstructured interviews with students of class VA, who expressed the need for digital media that makes learning interactive and relevant to daily life. The digital media were applied in the IPAS subject, as report card documentation showed some students had not yet met the Minimum Mastery Criteria (KKTP) of 75. A classroomaction research was conducted to improve students’ responsibility and learning outcomes in the topic of Indonesia’s Cultural Heritage using digital-based media. The research was carried out in two cycles, each using the same digital media: E-worksheets (E-LKPD), games, videos, and digital images to support the learning process. Improvements in students’ sense of responsibility were evident in several descriptors, such as expressing opinions during group tasks, collaborating within time limits, responding to teacher questions, and confidently presenting assignments. In cycle 1, learning outcomes increased by 20%, reaching 80%. In cycle 2, 22 students scored above the control value of 80. ABSTRAK Abad ke-21 ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi yang menuntut peran guru tidak hanya menyampaikan materi, namun harus mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang kreatif dan inovatif dalam mengintegrasikan teknologi serta menanamkan nilai-nilai karakter atau sikap agar peserta didik dapat hidup dengan baik dan mampu bersaing di era global ini. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas VA SDK Sang Timur, diketahui bahwa sikap tanggungjawab peserta didik masih kurang. Hasil observasi di kelas VA menunjukkan ada 21 peserta didik belum bertanggungjawab. Sejalan dengan urgensi integrasi teknologi dalam pembelajaran, peneliti menerapkan media berbasis digital. Hal tersebut terkonfirmasi berdasarkan hasil wawancara tidak terstuktur dengan peserta didik kelas VA, mereka membutuhkan media digital yang membuat pembelajaran menjadi interaktif dengan dikaitkan kehidupan sehari-hari. Media digital tersebut diterapkan pada mata pelajaran IPAS karena berdasarkan hasil studi dokumentasi nilai rapor peserta didik masih ada yang belum memenuhi KKTP  (75). Penelitian tindakan kelas dilakukan untuk meningkatkan sikap tanggungjawab dan hasil belajar pada materi Warisan Budaya Indonesia berbasis media digital. Penelitian ini menggunakan dua siklus,  di mana setiap tahap menggunakan media digital yang sama yaitu E-LKPD, Games, video dan gambar digital untuk mendukung pembelajaran. Peningkatan sikap tanggungjawab peserta didik terjadi pada beberapa deskriptor seperti bersedia berpendapat saat mengerjakan tugas kelompok, bekerja sama mengerjakan tugas kelompok sesuai waktu yang telah ditetapkan, menanggapi pertanyaan yang diajukan guru, dan percaya diri mempresentasikan tugas yang diberikan guru. Hasil belajar pada siklus 1 meningkat 20% menjadi 80%. Hasil belajar pada siklus 2 sebanyak 22 peserta didik mendapatkan nilai yang melebihi nilai kontrol yaitu 80.
PENGEMBANGAN BUKU CERITA FABEL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Husain, Fauzia Putri Meylan; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rustam I
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.4905

Abstract

ABSTRACT Focus of the problem in this study is how to define learning using fable story books for second-grade students at SDN 7 Limboto Barat, Gorontalo Regency and how to design, develop, and disseminate fable story books. The purpose of this study is to describe the definition of learning using fable story books for second-grade students at SDN 7 Limboto Barat, Gorontalo Regency, to design, develop, and disseminate fable story books. The method used is the development research method using the Thiagarajan (1974) model design, namely the 4D model consisting of 4 stages, namely definition, design, development, and dissemination. The results of the fable story book development research based on media expert validation obtained a percentage of 90% (very feasible), language expert validation obtained a percentage of 84% (very feasible), practitioner expert validation in terms of language obtained a percentage of 98% (very feasible) and practitioner expert validation in terms of media obtained a percentage of 96% (very feasible). The results of this validation obtained an average percentage of 92% (very feasible). Based on the research results, it can be concluded that the development of fable story books is very suitable for use in the learning process. ABSTRAK Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pendefinisian pembelajaran dengan menggunakan buku cerita fabel pada siswa kelas II di SDN 7 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo dan bagaimana merancang, mengembangkan, dan menyebarkan buku cerita fabel. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pendefinisian pembelajaran dengan menggunakan buku cerita fabel pada siswa kelas II di SDN 7 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo, merancang, mengembangkan, dan menyebarkan buku cerita fabel. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan yang menggunakan desain model Thiagarajan (1974), yaitu model 4D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Hasil penelitian pengembangan buku cerita fabel berdasarkan validasi ahli media memperoleh persentase 90% (sangat layak), validasi ahli bahasa memperoleh persentase 84% (sangat layak), validasi ahli praktisi dari segi bahasa memperoleh persentase 98% (sangat layak) dan validasi ahli praktisi dari segi media memperoleh persentase 96% (sangat layak). Hasil validasi ini memperoleh persentase rata-rata 92% (sangat layak). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan buku cerita fabel sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
KARAKTERISTIK TEORI-TEORI PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN Pujianto, Pujianto; Mudrikah, Mudrikah; Hadi, Imam Anas
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.4922

Abstract

ABSTRACT Education is a conscious effort carried out by guiding, teaching and training students that can cause changes in students with the aim of achieving suitability between students and their environment. Determining appropriate learning theories can also affect the success or failure of learning activities. Related to understanding the characteristics of differences in learning theories, literature review is very important. The purpose of writing this article is to find out: (1) learning theories, and (2) differences in the characteristics of learning theories. The data in this article study is secondary data, with a literature study data collection method and a method for its study using literature study. In this study, the results show that in the ongoing learning activities, various learning theories can be used according to the characteristics and needs of the materials being taught. Choosing the right learning theory is very important in the learning process, because each theory has a different approach that can be adjusted to the characteristics of the material and the needs of students. Some learning theories that are relevant to learning activities include: (1) behaviorism learning theory, (2) cognitive learning theory, (3) constructivism learning theory, and (4) humanism learning theory. Educators need to understand the differences between these theories and use them appropriately to achieve effective learning, maximize learning outcomes, and increase student motivation. ABSTRAK Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar untuk membimbing, mengajar, dan melatih peserta didik, dengan tujuan menciptakan perubahan dalam diri mereka. Hal ini bertujuan agar peserta didik dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Pemilihan teori-teori belajar yang tepat sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik masing-masing teori belajar menjadi sangat penting dan kajian pustaka dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam hal ini. Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk menggali dua hal: (1) berbagai teori belajar yang ada, dan (2) perbedaan karakteristik dari masing-masing teori tersebut. Data yang digunakan dalam kajian artikel ini bersifat sekunder, dengan metode pengumpulan data melalui studi pustaka, dan analisis menggunakan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dapat diterapkan berbagai teori belajar yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan materi yang diajarkan. Pemilihan teori belajar yang tepat sangat penting dalam proses pembelajaran, karena setiap teori memiliki pendekatan yang berbeda yang dapat disesuaikan dengan karakteristik materi dan kebutuhan siswa. Beberapa teori belajar yang relevan untuk kegiatan pembelajaran antara lain: (1) teori belajar behaviorisme, (2) teori belajar kognitivisme, (3) teori belajar konstruktivisme, dan (4) teori belajar humanisme. Pendidik perlu memahami perbedaan antara teori-teori tersebut dan menggunakannya secara tepat untuk mencapai pembelajaran yang efektif, memaksimalkan hasil belajar, serta meningkatkan motivasi siswa.
INTERNALISASI NILAI TOLERANSI BERAGAMA MELALUI PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADIS Septiani, Widya; Hiza, Tri Marissa; Aini, Zuhrotun Nur; Afifah, Zulfa Nur; Jannatyaningsih, Widya; Febriani, Evi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5011

Abstract

ABSTRACT Religious tolerance is a fundamental value in the life of a pluralistic society, including in the context of education in Indonesia. Learning the Qur'an and Hadith as part of Islamic religious education has an important role in instilling these values ??of tolerance in students from an early age. This study aims to examine the process of internalizing the values ??of religious tolerance through learning the Qur'an and Hadith, as well as understanding the strategies, challenges, and successes that accompany it. This study uses a qualitative approach with a library research method. Before the data collection process, the researcher reviewed various relevant literature sources, such as books, scientific journals, and other documents that support the focus of the study. Data were collected through content analysis techniques on these sources. The results of the study indicate that the values ??of tolerance in the teachings of the Qur'an and Hadith can be internalized effectively through an integrative, dialogical, and contextual learning approach. This study is expected to contribute to the development of a learning model for the Qur'an and Hadith that is able to foster inclusive and tolerant attitudes among students, as well as strengthen religious moderation in the world of education. ABSTRAK Toleransi beragama merupakan nilai fundamental dalam kehidupan masyarakat majemuk, termasuk dalam konteks pendidikan di Indonesia. Pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis sebagai bagian dari pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi tersebut kepada peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses internalisasi nilai toleransi beragama melalui pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis, serta memahami strategi, tantangan, dan keberhasilan yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sebelum proses pengumpulan data, peneliti mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen lain yang mendukung fokus kajian. Data dikumpulkan melalui teknik analisis konten terhadap sumber-sumber tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi dalam ajaran Al-Qur’an dan Hadis dapat diinternalisasikan secara efektif melalui pendekatan pembelajaran yang integratif, dialogis, dan kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis yang mampu menumbuhkan sikap inklusif dan toleran di kalangan peserta didik, serta memperkuat moderasi beragama dalam dunia pendidikan.
PENTINGNYA PEMILIHAN METODE PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK Budiasningrum, Retno Setya; Setiawan, Jajang; Efendi, Ali Satri
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5017

Abstract

ABSTRACT Interest in learning is the most important thing in teaching and learning activities. Without interest in learning, the purpose of learning will not be achieved. The main factor driving the emergence of student interest in learning is the teaching method used by a teacher when presenting a material. Choosing a fun learning method will increase interest in learning and student learning outcomes. This study focuses on the importance of choosing a teaching method for student interest in learning. The research employs a descriptive analysis method using direct observation to analyze the learning activity process. The findings obtained are quite significant, by using varied teaching methods, and in accordance with their learning styles, students' interest in learning increases. It can be concluded that using teaching methods that make students active and in accordance with their learning styles, has been proven to create a comfortable and interesting learning atmosphere so that students are motivated to learn, and learning becomes meaningful to them, and learning objectives are achieved. Choosing the right teaching method will increase students' interest in learning, and will have a positive impact on their learning outcomes. ABSTRAK Minat belajar adalah hal terpenting dalam kegiatan belajar mengajar. Tanpa minat belajar maka tujuan dari pembelajaran tidak akan tercapai.  Faktor utama pendorong timbulnya minat belajar siswa adalah metode mengajar yang digunakan oleh seorang pengajar saat menyajikan suatu materi. Pemilihan metode pembelajaran yang menyenangkan akan meningkatkan minat belajar serta hasil belajar peserta didik. Studi ini memfokuskan pada pentingnya pemilihan metode pengajaran terhadap minat belajar peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yaitu dengan pengamatan langsung pada proses kegiatan pembelajaran. Hasil temuan yang diperoleh cukup signifikan, dengan menggunakan metode pengajaran variatif, serta sesuai dengan gaya belajar mereka, minat belajar siswa menjadi meningkat. Dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode pengajaran yang membuat siswa aktif dan sesuai dengan gaya belajar mereka, terbukti dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman serta menarik sehingga membuat siswa termotivasi untuk belajar, dan belajar menjadi bermakna bagi mereka, serta tujuan pembelajaran tercapai. Pemilihan metode pengajaran yang tepat akan meningkatkan minat belajar siswa, dan akan berdampak positif pada hasil belajar mereka.
DIGITAL LEARNING’S IMPACT: MEASURING THE EFFECTIVENESS OF ONLINE ENGLISH SPEAKING INSTRUCTION IN INDONESIA Luruk, Yulita Lenitriana; Panggalih, Wahyun Bardianing; Muharlisiani, Lusy Tunik
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5024

Abstract

ABSTRACT This study investigates the effectiveness of an online English speaking instruction program in improving the speaking skills of adult learners in Indonesia. A total of 60 participants were divided into two groups: the experimental group (received ten weeks of online instruction) and the control group (received no intervention). The program employed a blended learning approach that included instructional videos, interactive exercises, and virtual speaking sessions with both native and non-native English-speaking instructors. Pre-tests and post-tests based on the IELTS speaking rubric were used to assess improvement. Results showed a significant increase in speaking scores in the experimental group, with an average gain of 1.5 points (from 5.2 to 6.7, p<0.01), while the control group showed no significant change (from 5.1 to 5.0). This study demonstrates that well-designed online learning can effectively enhance Indonesian students' English speaking skills, particularly in remote areas. Qualitative feedback highlights several strengths of the program, such as flexibility, convenience, and engaging content, although some participants experienced technical issues and internet connectivity problems. Therefore, online programs should include interactive elements and address technical challenges to optimize learning outcomes. Further research is recommended to explore various online teaching approaches and the impact of internet access disparities. Overall, digital learning is seen as an effective and scalable alternative for English education in Indonesia. ABSTRACT Studi ini meneliti efektivitas program pembelajaran berbicara bahasa Inggris secara daring dalam meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik dewasa di Indonesia. Sebanyak 60 peserta dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen (menerima pembelajaran daring selama sepuluh minggu) dan kelompok kontrol (tidak menerima intervensi). Program ini menggunakan pendekatan pembelajaran campuran yang mencakup video pembelajaran, latihan interaktif, dan sesi berbicara virtual dengan instruktur penutur asli dan non-penutur asli bahasa Inggris. Tes awal dan tes akhir berdasarkan rubrik IELTS speaking digunakan untuk menilai peningkatan kemampuan. Hasil menunjukkan peningkatan skor berbicara yang signifikan pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata peningkatan sebesar 1,5 poin (dari 5,2 menjadi 6,7, p<0,01), sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (dari 5,1 menjadi 5,0). Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran daring yang dirancang dengan baik dapat secara efektif meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris peserta didik di Indonesia, terutama di daerah terpencil. Umpan balik kualitatif mengungkap kelebihan program ini, seperti fleksibilitas, kenyamanan, dan materi yang menarik, meskipun beberapa peserta menghadapi kendala teknis dan masalah koneksi internet. Oleh karena itu, program daring sebaiknya mencakup elemen interaktif dan solusi atas kendala teknis untuk memaksimalkan hasil belajar. Studi lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan pengajaran daring dan dampak perbedaan akses internet. Secara keseluruhan, pembelajaran digital dipandang sebagai alternatif yang efektif dan skalabel untuk pendidikan bahasa Inggris di Indonesia.
PERKEMBANGAN KURIKULUM MADRASAH DI INDONESIA Asrofi, Asrofi; Adibah, Ida Zahara
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5252

Abstract

ABSTRACT Madrasahs have existed since before independence and were officially recognized as part of the national education system after Indonesia gained independence. The madrasah curriculum was then adjusted to align with general education without losing its Islamic identity. This article discusses the dynamics and long journey of madrasah curriculum development in Indonesia from the colonial era to the post-independence period. Through a literature study method, this article explores educational policies governing madrasahs as part of the national education system, including the integration of religious and general curricula, by collecting and analyzing relevant written sources from various academic databases using specific keywords. The collected data are then descriptively analyzed to provide an overview. Madrasahs have transformed from religious-based self-help institutions into formal educational institutions legally recognized by the state. Amid challenges such as limited resources and the quality of teaching staff, madrasahs continue to make a significant contribution to the nation's intellectual development. This article emphasizes the importance of developing a madrasah curriculum based on Islamic values that can also respond to global challenges through a holistic and contextual approach. With a strong philosophical, psychological, sociological, and organizational foundation, the madrasah curriculum is expected to meet the needs of an inclusive and quality national education. ABSTRAK Madrasah telah ada sejak sebelum kemerdekaan dan mulai diakui secara resmi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional setelah Indonesia merdeka. Kurikulum madrasah pun disesuaikan agar selaras dengan pendidikan umum tanpa menghilangkan identitas keislamannya. Artikel ini membahas dinamika dan perjalanan panjang perkembangan kurikulum madrasah di Indonesia sejak masa kolonial hingga era pasca kemerdekaan. Melalui Melalui metode studi literatur, artikel ini menelusuri kebijakan-kebijakan pendidikan yang mengatur madrasah sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, termasuk integrasi kurikulum agama dan umum, dengan mengumpulkan dan menganalisis sumber-sumber tertulis yang relevan dari berbagai database akademik menggunakan kata kunci tertentu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran. Madrasah mengalami transformasi dari lembaga swadaya berbasis keagamaan menjadi institusi pendidikan formal yang diakui secara yuridis oleh negara. Di tengah tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan kualitas tenaga pengajar, madrasah tetap memiliki kontribusi signifikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Artikel ini menekankan pentingnya pengembangan kurikulum madrasah yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam serta mampu merespons tantangan global melalui pendekatan yang holistik dan kontekstual. Dengan landasan filosofis, psikologis, sosiologis, dan organisatoris yang kuat, kurikulum madrasah diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan nasional yang inklusif dan berkualitas.
EDUKASI STATISTIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI PENELITI PEMULA Hardjito, Koekoeh
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5257

Abstract

ABSTRACT Statistical literacy is an essential skill for researchers, including early-career researchers. A lack of understanding of statistical concepts and applications can reduce the quality and credibility of research outcomes. This study aims to evaluate the effectiveness of statistical education in improving statistical literacy among novice researchers. A one-group pretest-posttest design was employed involving 30 final-year undergraduate students as participants. A statistical literacy test was administered before and after the educational intervention. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and paired sample t-test. The results showed that the average score increased from 63.17 (pretest) to 76.83 (posttest), with a mean difference of 13.67 points. The paired t-test revealed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference before and after the intervention. These findings suggest that structured and practical statistical education can significantly enhance the statistical literacy of early-stage researchers. Therefore, similar training programs should be widely implemented and integrated into research capacity development efforts in academic and research institutions. ABSTRAK Literasi statistik merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh peneliti, termasuk peneliti pemula. Kurangnya pemahaman terhadap konsep dan penerapan statistik dapat menurunkan kualitas penelitian yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi statistik dalam meningkatkan literasi statistik peneliti pemula. Penelitian menggunakan desain one group pretest-posttest dengan melibatkan 30 mahasiswa tingkat akhir sebagai responden. Instrumen yang digunakan adalah tes literasi statistik sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji t dua sampel berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum intervensi sebesar 63,17 meningkat menjadi 76,83 setelah intervensi, dengan selisih rata-rata sebesar 13,67 poin. Uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi statistik yang terstruktur dan aplikatif dapat meningkatkan pemahaman statistik peneliti pemula secara signifikan. Oleh karena itu, pelatihan serupa perlu diterapkan secara lebih luas dan terintegrasi dalam pengembangan kapasitas penelitian di institusi pendidikan dan penelitian.

Page 1 of 4 | Total Record : 35