cover
Contact Name
Ali Alamsyah Kusumadinata
Contact Email
nusantaraypn@gmail.com
Phone
+6285210038520
Journal Mail Official
nusantaraypn@gmail.com
Editorial Address
Villa Pasir Mas Blok B 12A, Jl. Jabaru Pasir Kuda, Bogor Barat, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30310784     DOI : 10.62180
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara merupakan wadah untuk menampung artikel-artikel ilmiah yang hasil penelitian lapangan, laboratorium, literatur review, meta analisis atau sejenis bagi para Dosen, praktisi, profesional, mahasiswa atau individu yang memiliki ketertarikan dalam dalam riset berbagai bidang ilmu diantaranya Komunikasi, Penyuluhan, Komunikasi Pembangunan, Sosiologi, Literasi dan Media, Budaya, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan Pedagogik dan Kajian Pendidikan.
Articles 130 Documents
Perbandingan Minat Belanja Offline dan Online Di Kalangan Masyarakat Umum Caesa Anggia Nissa Koto; Kartika Kurnia Hakiki; Lussi Aulia Mailani; Anisa Purnamasari; Fransiska Edowai; Muhamad Alfian Supandi; Ali A Kusumadinata
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/m33nm436

Abstract

Perubahan cara belanja dari toko fisik ke platform digital sudah terjadi di mana-mana. Meskipun belanja online dikenal praktis, alasan mendalam mengapa masyarakat masih memilih antara online atau offline perlu diteliti lebih jauh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pandangan masyarakat terhadap kedua cara belanja tersebut dan menemukan faktor apa saja yang paling sering membuat orang berbelanja online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat umum. Data dianalisis dengan statistik deskriptif (stacked bar chart) dan korelasi heatmap. Pengujian regresi linear berganda (Y = 0.654 + 0.245X₁ + 0.298X₃ + 0.194X₄) dilakukan untuk memprediksi frekuensi belanja berdasarkan harga, promo, dan kemudahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belanja online lebih tinggi (rerata 3,43) dibanding offline (2,75).  Sebanyak 65% responden memilih harga online dan 62% menyukai promo. Promo online menjadi prediktor terkuat (r = 0,48); koefisien 0,298). Sebaliknya, kanal offline unggul mutlak dalam kepercayaan (trust) sebesar 72%. Demografi menunjukkan perempuan lebih aktif berbelanja online. Keamanan online yang masih dinilai netral (48%) menjadi alasan bertahannya toko fisik. Masyarakat cenderung menggunakan belanja online dan offline secara bersamaan untuk saling melengkapi. Secara keseluruhan, penelitian ini mengonfirmasi adanya pergeseran perilaku belanja masyarakat ke arah digital, namun belanja offline tetap relevan karena memberikan nilai tambah berupa keamanan dan pengalaman langsung.
Studi Kajian:Digital Transformation Of Business Communication Jihan Amanda Salsabila; Nurhidaya; Andi Mawar; Raudattul Munawwarah; Mada Aditia Wardhana
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/vk3kwn71

Abstract

Transformasi digital telah mengubah komunikasi bisnis menjadi dialog interaktif dua arah yang melibatkan konsumen sebagai mitra (model Human-to-Human). Kajian literatur sistematis ini bertujuan mengidentifikasi kompetensi digital esensial bagi komunikator bisnis modern. Melalui penelusuran di Directory of Open Access Journals (DOAJ) dengan kata kunci “digital transformation of business communication”, 40 artikel paling relevan dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa transformasi digital adalah masalah kelangsungan hidup organisasi, di mana komunikasi berperan kritis. Kompetensi digital yang diperlukan mencakup: kesadaran digital, kepemimpinan digital, analisis data, otomasi pemasaran dan AI, manajemen media sosial, desain UI/UX, serta etika dan keamanan digital. Integrasi kompetensi ini mendukung keunggulan kompetitif berkelanjutan, transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan. Kajian juga mengungkap celah penelitian, seperti kebutuhan studi longitudinal dan pendalaman aspek “lunak” (soft DT). Organisasi perlu mengembangkan strategi komunikasi adaptif dan meningkatkan kompetensi digital komunikatornya agar bertahan di era digital.  
Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Era Digital Dalam Perspektif Komunikasi Sosial Muhamad Rinaldi Sobirin; Astri Anjani; Nurhaliza Nurhaliza; Ali Alamsyah Kusumadinata
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/ryp74924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif persepsi masyarakat terhadap pengaruh era digital dalam kehidupan sehari-hari, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif terhadap 117 responden. Analisis dilakukan melalui dua pendekatan statistik utama, yaitu uji Correlation Ratio (Eta) untuk mengukur hubungan variabel demografi dengan persepsi, serta uji regresi berganda untuk mengidentifikasi pengaruh simultan variabel fungsional teknologi terhadap persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memiliki persepsi positif terhadap era digital, terutama dalam aspek kemudahan komunikasi (skor rata-rata 4,60), efisiensi aktivitas (4,22), dan kemudahan akses informasi (4,50). Namun, temuan statistik yang signifikan mengungkapkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara karakteristik demografi responden dengan persepsi mereka terhadap era digital, dengan nilai Eta berkisar antara 0,146 hingga 0,281 dan signifikansi di atas 0,05. Demikian pula, model regresi berganda menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan secara statistik, dengan nilai R² sebesar 0,079 yang mengindikasikan bahwa hanya 7,9% variasi persepsi dapat dijelaskan oleh model penelitian. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap transformasi digital lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor kompleks di luar variabel penelitian, seperti pengalaman personal, lingkungan sosial, dan tingkat literasi digital individu.
Pengaruh Intensitas Komunikasi Interpersonal melalui WhatsApp terhadap Kualitas Tidur Tazkia Riska Alviana Azhari; Ali Alamsyah Kusumadinata; Robby Firliandoko
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/xypt7d71

Abstract

Era digital telah mengubah pola komunikasi remaja di Indonesia, dengan WhatsApp sebagai platform dominan (penetrasi 91,7%). Intensitas penggunaan yang tinggi memfasilitasi interaksi sosial, namun berisiko menimbulkan gangguan tidur akibat Fear of Missing Out (FoMO) dan paparan cahaya biru. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intensitas komunikasi interpersonal melalui WhatsApp terhadap kualitas tidur siswa SMP Amaliah dengan FoMO sebagai variabel mediator. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan sampel 209 siswa (usia 12–16 tahun) yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala intensitas WhatsApp (alpha=0,85), FoMO Scale (alpha=0,87), dan Sleep Quality Scale (alpha=0,92). Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif, korelasi Pearson, regresi linear, dan uji mediasi PROCESS Macro Model 4 dengan bootstrap 5.000 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan WhatsApp berada pada kategori tinggi (mean 3,87–4,16), FoMO tinggi (mean 4,10), dan kualitas tidur tergolong rendah (skor SQS 65,2). Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara X-M (r=0,414), X-Y (r=0,412), dan M-Y (r=0,363). FoMO terbukti berperan sebagai mediator penuh (full mediation) dengan efek tidak langsung sebesar 0,0881 (CI [0,0380, 0,1611]). Temuan ini menunjukkan bahwa intensitas komunikasi WhatsApp memengaruhi kualitas tidur siswa sepenuhnya melalui jalur FoMO. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan literasi digital di sekolah dan pembatasan penggunaan gawai pada malam hari.
Self Efficacy dalam Praktik Public Speaking Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Kota Bogor Zakia Azahra Fitrah Soamole; Agustina M Purnomo; Ali Alamsyah Kusumadinata
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/dqpffv06

Abstract

Kemampuan public speaking telah diakui sebagai kompetens komunikasi esensial bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, namun masih banyak mahasiswa yang menghadapi hambatan psikologis berupa rendahnya keyakinan diri ketika berbicara di depan umum. Aspek self-efficacy diketahui berperan penting dalam membentuk kesiapan, ketahanan, dan adaptasi individu dalam situasi komunikasi publik, tetapi gambaran empiris mengenai tingkat self-efficacy mahasiswa Ilmu Komunikasi di tingkat lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan self-efficacy mahasiswa Ilmu Komunikasi di Kota Bogor berdasarkan dimensi level/magnitude, strength, dan generality dalam praktik public speaking. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel snowball sampling terhadap 150 mahasiswa Ilmu Komunikasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy mahasiswa berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 3,80; di mana dimensi strength menjadi aspek paling dominan, diikuti oleh level/magnitude dan generality. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa memiliki keyakinan diri yang relatif stabil dalam menghadapi tantangan public speaking, meskipun masih terdapat variasi pada kemampuan generalisasi kepercayaan diri dalam situasi komunikasi tertentu. Keterbatasan penelitian ini terletak pada desain deskriptif dan cakupan wilayah yang terbatas, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan pendekatan analitik atau kualitatif guna mengkaji dinamika self-efficacy dan implikasinya terhadap performa public speaking secara lebih mendalam.
Strategi Kebijakan Luar Negeri Arab Saudi Melalui Diversifikasi Ekonomi: Analisis Dampak Stabilitas Kawasan dan Peran Resource Reallocation dalam Konfigurasi Ekonomi-Politik Timur Tengah Assyiffah Aulia
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/swxnmh11

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai transformasi ekonomi dan kebijakan luar negeri Arab Saudi dalam kerangka Vision 2030 serta implikasinya terhadap diversifikasi ekonomi, diplomasi regional, dan dinamika hak asasi manusia. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi dokumen, penelitian ini menelaah sumber-sumber sekunder berupa dokumen resmi pemerintah, laporan lembaga internasional, dan kajian akademik untuk memahami arah perubahan strategi Saudi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vision 2030 menjadi instrumen utama dalam mengurangi ketergantungan pada minyak melalui penguatan sektor non-migas, pengembangan energi terbarukan, reformasi tata kelola ekonomi, dan proyek strategis seperti NEOM sebagai sarana menarik  investasi global. Di sisi eksternal, Arab Saudi menggeser pendekatan kebijakan luar negerinya dari pola konfrontatif menuju pragmatisme geoekonomi dan diplomasi multilateral melalui GCC, OIC, BRICS, serta kerjasama dengan Tiongkok. Namun demikian, transformasi ini belum sepenuhnya menghilangkan persoalan hak asasi manusia, karena represi domestik dan kritik terhadap transparansi proyek menjadi tantangan bagi legitimasi internasional Saudi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonsiliasi regional dan diplomasi ekonomi telah memperkuat posisi Saudi sebagai aktor utama dalam tatanan multipolar Timur Tengah.    
Identifikasi Faktor Mempengaruhi Kinerja Poktan Binaan BPP Sekojo dalam Mendukung  Wasembada Pangan di Kota Palembang Tasya Salsabillah Fitriyani; Selly Oktarina; Akbar Saefudin
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/562q2h39

Abstract

Ketahanan pangan nasional tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh efektivitas penyuluhan pertanian yang mampu meningkatkan kapasitas kelompok tani. Kelompok tani berperan sebagai wadah belajar, kerja sama, dan penguatan posisi tawar petani, sehingga kinerjanya menjadi faktor penting dalam mendukung swasembada pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja kelompok tani binaan BPP Sekojo di Kota Palembang dalam mendukung program swasembada pangan. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 dengan metode deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara 15 petani responden menggunakan kuesioner skala Likert, serta observasi dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kelompok tani secara umum berada pada kategori efektif dengan skor rata-rata 90,91. Indikator minat petani, kesadaran akan pentingnya program, penggunaan teknologi, peran penyuluh, serta akses sarana prasarana memperoleh nilai tinggi, sedangkan keterampilan manajerial dan akses permodalan masih tergolong kurang efektif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas manajerial dan dukungan pembiayaan, di samping peran aktif penyuluh pertanian, agar kelompok tani lebih mandiri dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan.
Ilmu Komunikasi Dalam Desain Penelitian Kualitatif Neka Fitriyah
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/jn5bmj28

Abstract

Communication is a scientific discipline that can be studied in a variety of methods, various approaches, and various theories. However, communication science as a science refers to proven scientific methods to gain a deep understanding of an eventTherefore, this study aims to describe qualitative research design in diverse perspectives that can be applied to communication science. The results of this study illustrate that qualitative research is a series of interpretive practices that use many methods in examining research problems. Qualitative research is intended as an effort to explain a phenomenon related to what individuals experience holistically through the description of words, language that takes place in a natural context with a variety of methods. The emphasis of qualitative research lies in processes and interactions, the instruments are self-research, logic that is built deductively, data in the form of narrative and descriptive, data collection through observation, interviews, FGDs, documentation. Theory in qualitative research is temporary and dynamic. Qualitative research has five approaches, namely, narrative, phenomenology, ethnography, grounded theori and case studies. The strategy of data analysis is carried out by making contradictions and comparisons between variables, displaying research findings in tables, figures, diagrams and comparing with standard cases. This research contributes to the development and strengthening of understanding in designing qualitative communication research. Qualitative research has five approaches, namely, narrative, phenomenology, ethnography, grounded theori and case studies. The strategy of data analysis is carried out by making contradictions and comparisons between variables, displaying research findings in tables, figures, diagrams and comparing with standard cases. This research contributes to the development and strengthening of understanding in designing qualitative communication research.  
Analisis Pola Kriminalitas C3 Dan Pengaruhnya Terhadap Efektivitas Penegakan Hukum Di Wilayah Polda Riau Erdiansyah; Muhammad Rizky Sholeh Harahap; Alfin Zikra; Andre Agung Kristian; Dimas Maulana Rasyidi; Hamizan Miftah; Jelita Br Tamba; Kanaya Sava Nabira; Syaza Zahra Latifa
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/my5hf604

Abstract

Kejahatan terhadap harta benda kategori C3 mencakup Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) merupakan permasalahan ketertiban umum yang paling menonjol di Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi dan intensitas kriminalitas C3, menguji pengaruh jenis tindak pidana C3 terhadap jumlah tersangka yang berhasil diamankan sebagai indikator efektivitas penegakan hukum, serta mengidentifikasi perbedaan distribusi kasus antarwilayah di lingkungan Kepolisian Daerah Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda, korelasi Pearson, dan One-Way ANOVA menggunakan SPSS 26. Data primer berupa 466 Laporan Polisi C3 yang dihimpun dari 12 Polres se-Polda Riau periode Januari–Mei 2026 melalui kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Curat mendominasi dengan 78,5% dari total kasus, diikuti Curanmor 13,5% dan Curas 7,9%. Model regresi menghasilkan R² = 0,762, artinya 76,2% variasi jumlah tersangka dijelaskan oleh ketiga variabel independen. Secara parsial, Curat (t = 4,493; p = 0,002) dan Curanmor (t = 2,334; p = 0,048) berpengaruh signifikan, sementara Curas tidak signifikan (p = 0,351). Uji ANOVA mengonfirmasi perbedaan distribusi antarwilayah yang signifikan (F = 5,319; p = 0,003). Temuan ini diinterpretasikan melalui Routine Activity Theory dan General Strain Theory, dengan implikasi bahwa strategi penegakan hukum harus bersifat kontekstual-wilayah, mempertimbangkan karakteristik sosio-spasial masing-masing Polres.
Analisis  PENCILS Terhadap Brand Awareness Dan Keputusan Pembelian UMKM Dendasing Sayu Puti Taffana Maharani; Ali Alamsyah Kusumadinata; Ruhimat Ruhimat
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/jxjg6e65

Abstract

UMKM harus mengetahui cara memasarkan produknya dengan tepat, menganalisis kesempatan pasarnya dan mengelola usaha pemasaran yang efektif yang didukung oleh tingkat kesadaran produk. Hal ini menjadi tolak ukur bagi konsumen dalam memutuskan untuk membeli sebuah produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan strategi Public Relations UMKM Dendasing dalam meningkatkan brand awareness dan memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengacu pada teori P.E.N.C.I.L.S oleh Thomas L. Harris dan Piramida Brand Awareness oleh David A. Aaker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Dendasing mengimplementasikan ketujuh pilar strategi PR secara terpadu: Publications, Events, News, Community Involvement, Identity Media, Lobbying & Negotiation, dan Social Investment. Penerapan strategi tersebut berhasil meningkatkan kesadaran merek konsumen dari tahap Unaware hingga Top of Mind di wilayah Bogor. Pilar Events melalui partisipasi bazar dan pemberian tester terbukti paling efektif dalam mempercepat pengenalan merek karena memfasilitasi interaksi langsung dan edukasi sensori. Strategi PR memberikan hasil yang signifikan untuk memengaruhi keputusan pembelian: Events dan News menarik minat awal, legalitas Halal dan P-IRT hasil Lobbying memotong keraguan konsumen, sementara Identity Media dan diferensiasi produk mendorong transaksi dan repeat order. Dampak jangka panjangnya adalah terbentuknya Word of Mouth masif dari konsumen yang puas, sehingga promosi berjalan berkelanjutan tanpa biaya iklan tambahan.

Page 13 of 13 | Total Record : 130