cover
Contact Name
Irawan Wibisono
Contact Email
irawan.wibisono@uwhs.ac.id
Phone
+62895395190079
Journal Mail Official
jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Editorial Address
UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG Jln Subali Raya No 12, Kraprak, Semarang Barat Telepon (024) 7612988, Fax (024) 7612944 Email : jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
ISSN : 26568640     EISSN : 26847272     DOI : https://doi.org/10.33660/jipmk.v6i2
Core Subject : Health,
merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang ilmu dan teknologi kesehatan yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam JIPMK (Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan) Universitas Widya Husada Semarang, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 99 Documents
PKM PENINGKATAN PENGETAHUAN LANSIA TENTANG STATE RESPONSIBILITY DALAM PERLINDUNGAN KESEJAHTERAAN LANJUT USIA PADA LANSIA Kuswardani, Kuswardani; Jamil, Masfufatun; Abidin, Zainal
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 1 (Maret) (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i1.145

Abstract

PKM ini merupakan upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman para lansia RW 06 Kelurahan Krapyak tentang state responsibility dalam perlindungan kesejahteraan lansia di Indonesia. Dengan diadakannya sosialisasi diharapkan lansia RW 6 Kelurahan Krapyak paham atas hak dasar dan kewajibannya sesuai UUD 1945 Pasal 27 (2) dan Pasal 28 huruf H (3), Pasal 34 (1) dan (2) yang mengatur hak warga negara dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Target utama PKM ini memberikan pendampingan dan melatih lansia cara mendapatkan perlindungan kesejahteraan hak dasar lansia. Metode yang digunakan mulai dari melakukan penyuluhan, diskusi, sosialisasi, dan pelatihan sampai para lansia paham cara mendapatkan hak dasar perlindungan kesejahtaraan dan langkah yang harus dilakukan apabila ada pelanggaran hak lansia. Anggaran dan jadwal pelaksanaan pengabdian masyarakat yang diajukan sudah sangat relevan atau sesuai dengan kegiatan yang telah dilaksanakan. Rencana kegiatan program PKM ini adalah a) Pra survei lapangan, b) Persiapan alat dan bahan pelatihan, c) Persiapan metode pemahaman, d) Sosialisasi dan pelatihan perlindungan kesejahteraan kesehatan, e) Pendampingan, f) evaluasi, g) Pembuatan program berlanjutan. Berdasarkan hasil sosialisasi dan pelatihan dapat disimpulkan bila didapatkan hasil yang signifikan yaitu para lansia RW 06 Kelurahan Krapyak dari 23 lansia tidak mengerti sama sekali menjadi mengerti cara mendapatkan hak perlindungan kesejahteraan dan paham langkah yang ditempuh bila ada pelanggaran hak dasar lansia.
PENYULUHAN KEAMANAN LISTRIK DAN BANTUAN ALAT PERAGA RANGKAIAN LISTRIK UNTUK PRAKTIKUM SMA N 12 SEMARANG Rahmat, Basuki; Santoso, Sugeng; Purwaningrum, Dyah
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i1.63

Abstract

      Peningkatan mutu pelayanan pendidikan kepada masyarakat luas merupakan hal yang harus selalu diusahakan oleh setiap pihak-pihak yang berwenang. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan pendidikan kepada  masyarakat antara lain yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan dengan sarana praktikum yang memadai, yaitu alat-alat praktikum di laboratorium yang sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran.       SMA N 12 Semarang sebagai salah satu institusi pendidikan menengah membutuhkan peralatan peraga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa pada pembelajaran praktikum di laboratorium.       Teknik Elektromedik Universitas Widya Husada sebagai institusi pendidikan yang bertujuan untuk mencetak tenaga elektro di bidang alat kedokteran ingin mengambil peran dalam usaha peningkatan mutu praktikum bagi siswa SMA, khususnya untuk mata pelajaran praktikum Fisika. Oleh karena itu akan dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat Penyuluhan dan Pemberian Alat Peraga Rangkaian Listrik untuk Pelajaran Praktikum Fisika oleh dosen dan mahasiswa Teknik Elektromedik Universitas Widya Husada bekerja sama dengan Sekolah Menengah Tingkat Atas Negeri 12 Semarang.
PKM PENDAMPINGAN POSYANDU LANSIA DI RW I KELURAHAN TAMBAKHARJO KECAMATAN SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG oktaviani cahyaningsih; Indah Sulistyowati; Novita Alfiani
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i2.15

Abstract

 Abstak Pertambahan usia dan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular, merupakan faktor utama penyebab penurunan fungsi kognitif yang kelak akan meningkatkan penyakit pada kelompok Lansia. Berbagai upaya kesehatan yang komprehensif harus dilaksanakan  yang  tujuan untuk menurunkan angka kesakitan pada lansia. Di wilayah Kelurahan Tambakharjo Wilayah Kerja Puskesmas Lebdosari terutama diwilayah RW I terdapat berbagai penyakit yang rata-rata diderita oleh para lansia seperti Jantung, Hipertensi, Diabetes Militus, Stroke bahkan ada beberapa diantaranya meninggal mendadak tanpa mengetahui penyakit yang ternyata sudah diderita. Maka perlu dilakukan deteksi dini untuk menyiapkan para lansia terhadap keluhan atau penyakit yang sudah mulai muncul maupun yang belum muncul melalui kegiatan yang bisa dilakukan dan dilaksanakan secara mandiri dimasyarakat melalui kegiatan posyandu lansia.Upaya pembentukan posyandu lansia yaitu terdiri dari pelaksana kegiatan dan pengelola Posyandu. Dalam  merealisasikan pembentukan posyandu lansia diperlukan langka-langkah  yaitu : Ceramah yang terkait dengan konsep dan teori posyandu lansia, Praktek yang terkait dengan peningkatan ketrampilan  kader, Vidio dan Foto untuk menggambarkan kadaan  kesehatan kesehatan lansia, Role Play yaitu latihan bergantian diantara peserta pelatihan, Studi Kasus dan diskusi yang terkait kesehatan lansia, evaluasi untuk memahami pemahaman peserta pelatihan mengenai materi pelatihan, serta Pendampingan pelaksanaan posyandu  lansia.Terbentuknya  kader kesehatan dari masing-masing RT di RW I yang ditunjuk oleh masyarakat dimana kader yang sudah dibentuk akan dapat mengaktifkan kegiatan lansia, terutama dalam melakukan deteksi dini status kesehatan lansia. Terbentuknya kader posyandu lansia dan meningkatnya ketrampilan kader dalam melakukan deteksi kesehatan pada lansia. Harapannya setelah terbentuknya kader posyandu lansia terjadi peningkatan keperdulian dan partipasi dari para masyarakat lansia setiap bulannya pada saat penyelenggaraan kegiatan posyandu lansia. Kata Kunci : Kader, Lansia, Posyandu Lansia Abstract          Age and increase in the prevalence of non-communicable diseases, are the main factors causing a decrease in cognitive function which will increase the disease in the elderly group. Various comprehensive health efforts must be carried out with the aim of reducing morbidity in the elderly. In the Tambakharjo sub-district, the Lebdosari Community Health Center, especially in the RW I area, has a variety of diseases that are mostly suffered by the elderly, such as heart disease, hypertension, diabetes mellitus, stroke, and even some of them died suddenly without knowing the disease that was already suffered. So early detection to prepare the elderly for complaints or diseases that have started to emerge or those that have not yet emerged through activities that can be carried out and carried out independently in the community through the activities of the elderly posyandu.         Efforts to establish an elderly Posyandu, which consists of implementing activities and managers of Posyandu. In realizing the formation of the elderly posyandu required rare steps, namely: Lectures related to the concepts and theories of the elderly posyandu, practices related to improving cadre skills, video and photos to describe the health condition of elderly health, Role Play is alternating training among trainees, Case Studies and discussions related to elderly health, evaluations to understand trainees, understanding of the training material, as well as the assistance of the implementation of the elderly posyandu.         The formation of health cadres from each RT in RW I appointed by the community where cadres that have been formed will be able to activate the activities of the elderly, especially in conducting early detection of the health status of the elderly. The formation of elderly posyandu cadres and the increased cadre skills in conducting health detection in the elderly. It is hoped that after the formation of the elderly Posyandu cadres there will be an increase in the care and participation of the elderly community each month during the holding of the elderly Posyandu activities. Keywords: Cadre, Elderly, Elderly Posyandu
PERAN KADER DASA WISMA DALAM APLIKASI PHBS, GEMAS DAN ANTISEPTIK PADA PENGASUHAN KELUARGA BALITA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RT VII KELURAHAN GONDORIYO SEMARANG Tri Sakti Widyaningsih; Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.51

Abstract

Latar belakang: Tingginya angka kematian balita di Masa Pandemi Covid-19 perlu adanya perhatian khusus dalam menerapkan protokol kesehatan. Kader Dasa Wisma merupakan lingkup terkecil dari kelompok kader yang terlibat dalam penyebaran informasi kesehatan dan aktif dalam penanggulangan masalah kesehatan, dimana kelompok tersebut adalah lingkungan terdekat dalam pengasuhan keluarga di lingkup RT khususnya keluarga yang memiliki balita. Terdapat 26 balita di RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang yang bermain bersama tanpa memperhatikan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19.Tujuan: Tujuan PKM ini adalah upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan peran kader Dasa Wisma serta perubahan perilaku pengasuhan keluarga yang memiliki balita RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang selama Masa Pandemi Covid-19 untuk mencegah penularan virus corona.Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan metode 1) Pemberian pendidikan kesehatan tentang PHBS, Gemas, dan penggunaan Antiseptik, 2) Pendampingan Kader Dasa Wisma dalam aplikasi PHBS, Gemas, dan penggunaan Antiseptik di masyarakat, 3) Sosialisasi protokol kesehatan kepada pengasuhan keluarga yang memiliki balita dalam praktik PHBS, Gemas, dan penggunaan Antiseptik, 4) Evaluasi kemampuan dan pemahaman kader dan keluarga balita.Waktu Pelaksanaan: Kegiatan PKM dilaksanakan pada bulan September 2020 - April 2021.Hasil kegiatan: Seluruh rencana kegiatan terlaksana dengan baik. Terlatih 6 kader kesehatan RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang; pengetahuan dan keterampilan kader meningkat. Hasil edukasi dan pendampingan kader Dasa Wisma berhasil meningkat hingga 90% dalam melakukan pengasuhan keluarga balita dan mengaplikasikan perilaku hidup bersih sehat, menggunakan masker dan antiseptik dalam setiap kegiatan di lingkungan tersebut.Implikasi Keperawatan: Pemberdayaan dan Pengasuhan Keluarga balita dilibatkan dalam setiap kegiatan di lingkungan RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, supaya dapat secara aktif dilakukan monitoring evaluasi serta tetap berperan aktif menerapkan PHBS, Gerakan menggunakan masker dan penggunaan antiseptik.Kata Kunci: Pendampingan Kader Dasa Wisma, PHBS, Gemas, Antiseptik, Pengasuhan Keluarga Balita
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KESEHATAN TUBUH PETANI LEBIH PENTING DARI KESEHATAN TANAMAN Sri Suparti; Untung Suparman
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.4

Abstract

Petani tidak terlepas dari tanaman, masyarakat kecik dengan mengutamakan tanaman supaya hasil panen berlimpah, untuk melindungi tanaman dari serangan hama petani aktif dalam pemakaian pestisida hingga kurang peduli dampak pestisida terhadap  kesehatan tubuhnya. Tujuan memberikan pengetahuan tentang risiko mengutamakan tanaman dibandingkan dengan tubuh petani, pengetahuan tentang dampak pestisida bagi tubuh petani. Metode Pengabdian masyarakat digunakan dalam Pengabdian masyarakat ini mengugunakan metode yang langsung (direct communication/face to face communication)Hasil menunjukan petani kategori tua 36 orang (43.9%), pendidikan rendah  40 orang (48.8%) yang mengalami sakit 16 orang (19.5%) yang melakukan pemeriksaan 7 orang(8.5%) kebiasaan merokok 37 orang (45.1%) memakai APD masuk  kategori buruk 59 orang (72.0%). Dilakukan pemeriksaan mata mengenai katarak yang menderita 24 orang(29.3%), pengelolaan pestisida kategori buruk 50 orang (61.0%), semua masyarakat memakai pestisida untuk melindungi tanaman dari seranngan  hama, masa kerja kategori lama  60 orang (73.2%).Kesimpulan didapat lebih mengutamakan tanaman untuk hasil yang sesuai dengan harapan dibandingkan dengan kesehatan tubuh petani. Kebiasaan merokok 45.1% dan pemakaian APD ketegori buruk 72%. Paparan pestisida pada petani 82 orang (100%) mengunakan pestisida untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Pemeriksaan kesehatan mata  24 orang (29.3%) mengalami katarak. Sebaiknya kesehatan tubuh di utamakan. Meminimalisasi pemakainan pestisida, lakukan pengelolaan dengan baik dan biasakan memakai APDKata kunci : Kesehatan, Tanaman, Petani Farmer can not be separated from the plant. Kecik society improve the growth of the plant,and the priority is abundant crops. For protecting the plant from insects,farmer use pestisides,but many of them forget with their healthy.Aims :The aims of this counseling are to give knowledge about the risk of forgotten the body health compared with the plant health,and also about the impact of pesticides for farmer’s health.Methode :This counseling uses direct communication method or face to face communication.Result :The result of this counseling are category old farmer 36 people(43,9%),low education 40 people(48,8%) there is 16 people sick(19,5%) has examination 7 people(8,5%),smoking activity 37 people(45,1%),people with APD is bad category 59 people(72,0%),eye examinations there are 24 people with cataract(29,3%),waste management were bad category 50 people(61,0%),in field society use pesticides for protecting the plant from insects,there are 60 people (73,2%) were monitoring the body health.Conclution:There are caring the plant more preferred than caring the body health.,smoking activity 45,1% and use APD bad category 72%, pesticides contact 82 people(100%) use pesticides for protecting the plant from insects. Eye Examination 24 people(29,3%) are cataract,priority the body health,use lowest pesticides,use the best APD.Key:Healthy,Plant,Farmer
SOSIALISASI SADARI TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI SMP 28 SEMARANG triyanita, maya
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 2 (Sept) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i2.91

Abstract

Kanker payudara muncul karena adanya pertumbuhan sel sel yang tidak normal dan tidak terkontrol. Tingginya angka kematian paling banyak disebabkan karena keterlambatan diagnosa yang diikuti keterlambatan pengobatan. Keterlambatan diagnosa biasanya dikarenakan kedatangan pasien ke rumah sakit pada stadium lanjut (stage III dan IV). Masyarakat perlu mengetahui dengan pasti terkait kanker payudara, agar penderitanya tidak bertambah dan menimbulkan dampak sosial yang besar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat menambah manfaat dalam hal pengetahuan, pemahaman kepada masyarakat umum terkait kanker payudara yang penderitanya selalu bertambah. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan didapatkan hasil masyarakat telah memahami terkait kanker payudara, bagaimana cara pencegahannya dan gambaran rehabilitasi yang dapat diterapkan pada masyarakat umum.Kata kunci: Kanker payudara
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN TENTANG DIABETES SELF MANAGEMENT DI KECAMATAN TUGU Prihati, Dyah Restuning; Prasetyorini, Heny
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i2.150

Abstract

Hyperglycaemia causes circulatory obstruction especially in the lower legs. Blockages that appear in the flow of medium or large blood vessels in the legs cause diabetic gangrene. Self-management of diabetes for DM patients includes dietary management, daily activities and exercise, regular medication and avoiding stress. Objective: Community service activities are expected to increase the knowledge of health cadres about diabetes self management. Methods: provision of material on diabetes self management and demonstration of stress management in DM patients with progressive muscle relaxation. Evaluation of activities is carried out by distributing knowledge questionnaires about diabetes self management. Results: PKM participants before being given material about diabetes self management mostly lacked 70% knowledge level. Meanwhile, after being given material about diabetes self management, most of the knowledge levels were good at 90%. The output results include journal publications and publications in online media. Conclusion: Education about diabetes self management can increase the knowledge of cadres in the Tugu District area, besides that it is expected to be able to identify and prevent people who have a risk of DM disease.
EDUKASI PENGGUNAAN ALAT PROTEKSI DIRI (APD) TERHADAP TENAGA MEDIS DI PARAHITA DIAGNOSTIC CENTER SEMARANG Alfiani, Novita; Suraningsih, Nanik
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.94

Abstract

ABSTRAK Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan instrument yang penting untuk memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat Kecelakaan Akibat kerja (KAK) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK).Laboratorium klinik merupakan laboratorium kesehatan yang berisiko menimbulkan potensi bahaya yang dapat menimbulkan dampak kesehatan. Laboratorium klinik memungkinkan terjadinya KAK dan PAK bagi pegawainya. Salah satu cara untuk menanggulangi terjadi KAK dan PAK adalah dengan cara menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).Alat pelindung diri (APD) adalah seperangkat alat yang digunakan tenaga kerja untuk melindungi seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja. Perlengkapan pelindung diri atau sering disebut dengan APD adalah perlengkapan yang digunakan untuk melindungi mikroorganisme yang terdapat pada petugas yang bekerja pada suatu perawatan kesehatan.Oleh karena itu, untuk mengurangi terjadinya KAK dan PAK perlu dilakukan peningkatan pemahaman mengenai penggunaan APD yang baik dan benar. Sehingga, dengan adanya peningkatan pemahaman terkait penggunaan APD mampu mengurangi terjadinya KAK dan PAK. Setelah dilakukan kegiatan ini para petugas di Parahita Diagnostic Center Semarang semakin paham tentang APD dan mempergunakan APD  dengan baik dan benar ketika sedang mengangani klien. Kata Kunci : Alat Pelindung Diri (APD), pemahaman APD ABSTRACT Occupational Safety and Health is an important instrument to protect workers, companies, the environment, and the surrounding community from the dangers of occupational accidents and occupational diseases. which can have health effects. The clinical laboratory allows the occurrence of occupational accidents and occupational diseases for its employees. One way to overcome the occurrence of KAK and PAK is by using Personal Protective Equipment (PPE).Personal protective equipment (PPE) is a set of tools used by workers to protect their entire body from potential work hazards/accidents. Personal protective equipment or often referred to as PPE is equipment used to protect microorganisms found in health care workers.Therefore, to reduce the occurrence of occupational accidents and occupational diseases, it is necessary to increase the understanding of the proper and proper use of PPE. So, with an increase in understanding related to the use of PPE, it can reduce the occurrence of occupational accidents and occupational diseases. After this activity was carried out, the officers at Parahita Diagnostic Center Semarang increasingly understood about PPE and used PPE properly and correctly when handling clients. Keywords: Personal Protective equipment (PPE), comprehension of PPE
PELATIHAN PENDIDIKAN KETRAMPILAN HIDUP SEHAT PADA REMAJA DI SMP NEGERI 6 KOTA GORONTALO Endah Yulianingsih
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i2.28

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanan ke masa dewasa. pada masa ini remaja akan mengalami berbagai perubahan dan perkembangan yang cepat, baik secara fisik, mental, maupun psikososial. Disaat mereka tidak mengetahui perubahan yang akan mereka alami pada masa ini, maka remaja cenderung memiliki tingkat stres yang tinggi sehingga akan mempengaruhinya dalam pergaulan social. Perubahan ini akan berdampak pada remaja,  remaja rawan terhadap praktik prilaku bersisiko seperti hubungan seks pranikah yang dapat meningkatkan infeksi menular seksual, HIV/AIDS, penyalahgunaan NAPZA termasuk rokok dan tawuran pelajar. Kondisi tersebut sringkali menyebabkan remaja gagal mencapai keberhasilan dibidang pendidikan ataupun kesuksesan dalam kehidupan masa depan.Upaya dasar mencegah terjadinya masalah sosial pada remaja adalah memberikan informasi secara berkesinambungan dan terus menerus melalui Pendidikan Kesehatan. Pendidikan kesehatan tentang Pendidikan Ketrampilan Hidup Sehat merupakan salah satu pendekatan dalam meningkatkan kemampuan psikososial sremaja untuk memenuhi kebutuhan dan mengatasi kehidupan sehari-hari secara efektif. Pendekatan ini adalah pendekatan pendidikan secara interaktif yang tidak hanya berfokus pada informasi, akan tetapi juga pada perubahan perilaku. Pendidikan ketrampilan hidup sehat ini berorientasi pada 10 kemampuan ketrampilan psikososial. Kemampuan ini membatu remaja dalam pergaulan dan perubahan social.
PKM PEMBERDAYAAN ORANG TUA DAN GURU DALAM UPAYA PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI TK PEMBINA ABA 54 KOTA SEMARANG Zulaika, Chusnul; Sulistyowati, Indah
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i2.79

Abstract

Usia dini (0 - 6 tahun) atau yang dikenal dengan “golden period” merupakan periode yang sangat mendasar bagi perkembangan individu karena pada masa ini terjadi pembentukan kepribadian dasar individu, penuh dengan kejadian-kejadian penting dan unik yang meletakkan dasar bagi kehidupan seseorang pada masa dewasa. Kesehatan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Jika kesehatan anak tidak diperhatikan sejak dini maka anak sering sakit-sakitan dan mengalami kelambatan atau kesulitan dalam perkembangannya (Novan Ardy Wiyani, 2014). Oleh karena itu, lembaga PAUD dan lembaga pendidikan sederajat lainnya merupakan sasaran strategis untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak usia dini, serta memperkenalkan dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan perbedaan pengetahuan dari hasil pre test dan post test mengenai pengetahuan tentang PHBS baik terhadap orang tua maupun guru dengan hasil P Value 0,000. Sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), peningkatan kesadaran penerapan PHBS dan peningkatan keterampilan dalam melaksanakan PHBS pada orang tua, guru dan siswa siswi TK Pembina ABA 54 Kota Semarang

Page 3 of 10 | Total Record : 99