cover
Contact Name
Khairan Marzuki
Contact Email
jurnalq17@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
jurnalq17@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Education Curiosity
ISSN : 29630339     EISSN : 29630339     DOI : https://doi.org/10.71456/ecu
Core Subject : Education, Social,
Beberapa cakupan di Jurnal Education Curiosity meliputi: Teori dan landasan pendidikan dan pembelajaran, Filsafat pendidikan dan pembelajaran, Teknologi pendidikan dan pembelajaran, Psikologi Pendidikan, Media pendidikan dan pembelajaran, Evaluasi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Inovasi pendidikan dan pembelajaran, Pendidikan untuk semua jenjang, Pendidikan formal, Pendidikan informal, Pendidikan non formal, Pendidikan pedesaan, Pendidikan perkotaan, Kurikulum pendidikan dan pembelajaran, Pendidik dan siswa, Kebijakan pendidikan dan pembelajaran, Metode dan strategi pembelajaran, Penilaian Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sosial budaya, dll.
Articles 441 Documents
Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Negeri 12 Banjarmasin Diyanti; Ainun Heiriyah; Sabit Tohari
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama, serta menganalisis pengaruh layanan tersebut terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SMA Negeri 12 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design berbentuk One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 10 siswa kelas X yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan rekomendasi guru Bimbingan dan Konseling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kemampuan berpikir kritis berskala Likert yang disusun berdasarkan indikator Ennis dan telah diuji validitas (11 dari 18 item dinyatakan valid) serta reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,662). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan ratarata skor pretest sebesar 30,50 dan posttest sebesar 32,30, atau meningkat 1,80 poin. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,051 (> 0,05), sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian, secara statistik layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, meskipun secara deskriptif terjadi peningkatan skor setelah pemberian layanan. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknik sosiodrama tetap berpotensi sebagai strategi layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, dengan catatan diperlukan jumlah sampel yang lebih besar dan durasi intervensi yang lebih panjang agar pengaruhnya teruji secara signifikan.
Integrasi Jajanan Tradisional Lombok dengan Teori Van Hiele dalam Memahami Konsep Bangun Datar Siswa Kelas IV MI Nwdi Selong Linda Meilya Maulida; Muh. Yazid; Musabihatul Kudsiah; Iwan Usma Wardani
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teori belajar Van Hiele yang terintegrasi dengan jajanan tradisional Lombok terhadap pemahaman konsep geometri bangun datar siswa kelas IV MI NWDI Selong. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep geometri bangun datar siswa, terutama dalam mengidentifikasi bentuk, membedakan sifat-sifat, dan memahami hubungan antarbangun datar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa kelas IV yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan tes pemahaman konsep berupa pretest dan posttest. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 51 pada pretest menjadi 73,60 pada posttest. Uji normalitas menunjukkan data pretest dan posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi masing-masing 0,270 dan 0,091. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai t = -12,235 dengan signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan teori belajar Van Hiele yang terintegrasi dengan jajanan tradisional Lombok berpengaruh signifikan terhadap pemahaman konsep geometri bangun datar siswa. Integrasi objek budaya lokal memberikan pengalaman belajar yang konkret, kontekstual, dan bermakna.
Manajemen Pemasaran Pendidikan Berbasis Bauran Pemasaran 7P dan Efektivitas PPDB pada Sekolah Islam Terpadu Hana Nafsani Muna; Wahyu Hidayat; Heny Mulyani
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2696

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen pemasaran pendidikan, efektivitas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), serta hubungan keduanya di SIT Halqoh El-Istigotsah Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sampel terdiri atas 20 guru dan staf yang terlibat dalam pemasaran dan PPDB, menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, linearitas, korelasi Pearson, dan koefisien determinasi. Hasil menunjukkan manajemen pemasaran pendidikan berbasis 7P memperoleh rata-rata 4,42 dengan kategori tinggi, sedangkan efektivitas PPDB memperoleh rata-rata 4,31 dengan kategori tinggi. Terdapat hubungan positif dan sangat kuat antara manajemen pemasaran dan efektivitas PPDB (r = 0,846; p = 0,000), dengan koefisien determinasi 71,6%. Semakin baik manajemen pemasaran, semakin tinggi efektivitas PPDB.
Profil Rumah Betang Manggatang Utus di Desa Sei Pasah Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah Jamilah Bulgariah Hanafi
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2716

Abstract

Rumah Betang Manggatang Utus merupakan salah satu rumah adat masyarakat Dayak Ngaju yang berada di Desa Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Keberadaan Rumah Betang tidak hanya menunjukkan karakteristik arsitektur tradisional masyarakat Dayak Ngaju, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil Rumah Betang Manggatang Utus yang meliputi lokasi, kondisi fisik, karakteristik bangunan, ornamen, sejarah, perubahan pemanfaatan, dan pengelolaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah tiga orang, yaitu Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kapuas serta dua orang pegawai pada instansi tersebut. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Betang Manggatang Utus terletak di Desa Sei Pasah dan masih berada dalam kondisi cukup baik serta terawat. Bangunan mempertahankan karakteristik rumah panggung dengan bentuk memanjang dan penggunaan material kayu pada struktur bangunan. Beberapa ornamen dan ukiran khas Dayak masih dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya. Rumah Betang yang pada masa lalu digunakan sebagai tempat tinggal bersama beberapa keluarga kini tidak lagi berfungsi sebagai hunian komunal. Pemanfaatannya telah mengalami perubahan menjadi ruang untuk kegiatan sosial, adat, budaya, penyambutan tamu, dan pengenalan budaya Dayak Ngaju. Pengelolaan Rumah Betang berada di bawah Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kapuas sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya. Dengan demikian, Rumah Betang Manggatang Utus tetap memiliki nilai penting sebagai representasi sejarah dan identitas budaya masyarakat Dayak Ngaju di Kabupaten Kapuas.
Konsumsi Konten Keagamaan di Media Sosial dan Dinamika Praktik Tradisi Keagamaan Masyarakat Desa Masbagik Timur Fathul Pajri; Siti Nurul Fitriani; Khairul Hapizin
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola konsumsi konten keagamaan di media sosial, mengkaji bentuk dan pelaksanaan tradisi keagamaan, serta menganalisis implikasinya terhadap dinamika praktik keagamaan masyarakat Desa Masbagik Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Kemudian untuk mengecek keabsahaan data digunakan teknik Triangulasi, Persistent Observation, dan Member Check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi sumber tambahan pengetahuan agama melalui ceramah, kajian, nasehat, dan informasi keagamaan, dengan pola konsumsi yang aktif, beragam, dan selektif. Meskipun memperoleh berbagai pemahaman melalui media digital, masyarakat tetap mempertahankan tradisi seperti pengajian, doa bersama, dzikir, pembacaan Al-Qur’an, dan peringatan hari besar Islam. Konsumsi konten digital lebih banyak mendorong perubahan dalam cara memahami, membandingkan, dan mendiskusikan tradisi daripada menghilangkannya. Dengan demikian, media sosial berperan dalam membentuk dinamika keberagamaan melalui proses adaptasi antara pengetahuan digital dan tradisi keagamaan lokal.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Siswa di SMP Negeri 5 Sikur Rudi Hamdani; Muh. Sya’rani
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter siswa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya di SMP Negeri 5 Sikur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAI berperan sebagai pendidik, teladan, pembimbing, motivator, penggerak pembiasaan, pengawas, dan evaluator dalam menanamkan nilai religius, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kesopanan, dan kepedulian siswa. Pembentukan karakter dilakukan melalui pembelajaran, keteladanan, nasihat, pendampingan, serta pembiasaan perilaku positif secara berkelanjutan. Adapun pelaksanaannya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kompetensi dan keteladanan guru, lingkungan sekolah, keluarga, teman sebaya, kesadaran siswa, serta perkembangan teknologi dan media sosial. Faktor-faktor tersebut dapat menjadi pendukung maupun penghambat dalam proses pembentukan karakter. Oleh karena itu, pembentukan karakter siswa memerlukan pembinaan yang konsisten serta kerja sama antara guru, sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial. Secara keseluruhan, peran guru PAI berkontribusi positif terhadap perkembangan karakter siswa, terutama dalam meningkatkan religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kesopanan, kepedulian, dan kesadaran moral dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Lingkungan Keluarga dalam Membentuk Kecerdasan Emosional (EQ) Remaja Masjid Jami’ Asy Syura Penedagandor Masruruddin; Muh. Sya’rani
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran lingkungan keluarga dalam membentuk kecerdasan emosional (EQ) remaja serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan kecerdasan emosional (EQ) Remaja Masjid Jami’ Asy Syura Penedagandor. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatakan fenomenologi. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kecerdasan emosional (EQ) remaja, yang terlihat melalui perhatian keluarga, komunikasi yang terjalin, nasihat dan bimbingan, serta keteladanan orang tua. Keempat aspek tersebut membantu remaja dalam mengembangkan kemampuan mengelola emosi, berinteraksi sosial, serta bersikap lebih dewasa dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ditemukan faktor pendukung berupa lingkungan masjid yang aktif, hubungan teman sebaya yang positif, serta lingkungan keluarga yang religius. Adapun faktor penghambat meliputi komunikasi keluarga yang belum optimal, kurangnya perhatian orang tua, serta penggunaan handphone dan media sosial yang tidak terkontrol. Secara keseluruhan, kecerdasan emosional (EQ) remaja sangat dipengaruhi oleh kualitas interaksi dalam lingkungan keluarga dan sosial di sekitarnya.
Strategi Guru Fikih dalam Pembinaan Karakter Siswa Kelas XI Melalui Pembiasaan Ibadah Shalat Berjama’ah di Ponpes Tarbiyatul Muslimin Dasan Malang Tahun Pembelajaran 2025/2026 Muh. Halki Majdi; Lalu Awaludin Akbar; Sujono
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru fikih dalam pembinaan karakter siswa kelas XI melalui pembiasaan ibadah shalat berjamaah, mengetahui nilai-nilai karakter yang terbentuk, serta menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaannya di Ponpes Tarbiyatul Muslimin Dasan Malang Tahun Pembelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru fikih dilakukan melalui pembiasaan shalat berjamaah secara rutin, keteladanan, pemberian bimbingan dan motivasi, serta pengawasan dan evaluasi yang berkesinambungan. Pembiasaan tersebut mampu membentuk nilai karakter pada siswa, meliputi religius, disiplin, tanggung jawab, peduli sosial, kebersamaan, dan kepatuhan terhadap aturan. Adapun kendala yang dihadapi meliputi belum meratanya kesadaran siswa, perbedaan karakter dan latar belakang, pengaruh teman sebaya, serta keterbatasan pengawasan. Meskipun demikian, berbagai kendala tersebut dapat diatasi melalui pembinaan yang berkelanjutan, pendekatan persuasif, keteladanan guru, dan kerja sama dengan pengurus pesantren. Dengan demikian, pembiasaan ibadah shalat berjamaah bisa berperan dalam mendukung pembinaan karakter siswa secara berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an, Tradisi Literasi, dan Relevansinya terhadap Pengembangan Pendidikan Islam Ngalimun; Amirul Bakhri
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2759

Abstract

Sejarah kodifikasi Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam perkembangan tradisi keilmuan Islam sekaligus memiliki relevansi kuat terhadap pendidikan. Proses pemeliharaan Al-Qur’an sejak masa Nabi Muhammad saw., penghimpunan pada masa Abu Bakar al-Shiddiq, hingga standardisasi mushaf pada masa Utsman bin Affan menunjukkan adanya hubungan erat antara tradisi lisan, tradisi tulis, dan pengembangan literasi umat Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis sejarah kodifikasi Al-Qur’an, perkembangan tradisi literasi yang menyertainya, serta relevansinya terhadap pengembangan pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis historis-deskriptif. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, kitab ulum Al-Qur’an, buku sejarah, serta artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kodifikasi Al-Qur’an berlangsung secara bertahap melalui proses hafalan, penulisan, verifikasi, penghimpunan, dan standardisasi. Proses tersebut menunjukkan bahwa tradisi literasi Islam sejak awal dibangun melalui integrasi kemampuan membaca, menulis, menghafal, memahami, dan mentransmisikan pengetahuan. Dalam konteks pendidikan Islam, sejarah kodifikasi memberikan prinsip penting berupa ketelitian sumber, verifikasi pengetahuan, penghargaan terhadap tradisi keilmuan, budaya membaca-menulis, dan integrasi literasi lisan dengan literasi tertulis. Dengan demikian, kodifikasi Al-Qur’an tidak hanya memiliki makna historis-teologis, tetapi juga menjadi inspirasi epistemologis dan pedagogis bagi pengembangan pendidikan Islam.
Relasi Agama dan Budaya dalam Praktik Pendidikan Keagamaan Hindu di Kalimantan Tengah Ni Made Ratini; Mariatie; Suwito
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2760

Abstract

Relasi agama dan budaya merupakan aspek penting dalam memahami praktik pendidikan keagamaan Hindu di Kalimantan Tengah. Pendidikan agama tidak berlangsung dalam ruang sosial yang terpisah, tetapi berinteraksi dengan nilai, tradisi, bahasa, simbol, ritual, dan identitas budaya masyarakat. Dalam konteks Kalimantan Tengah, Hindu Kaharingan memperlihatkan hubungan erat antara ajaran keagamaan dan budaya Dayak, khususnya Dayak Ngaju. Artikel ini bertujuan menganalisis bentuk relasi agama dan budaya dalam praktik pendidikan keagamaan Hindu serta kontribusinya terhadap pembentukan identitas, karakter, dan keberlanjutan budaya lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan. Data bersumber dari buku, artikel jurnal, dokumen akademik, dan hasil penelitian mengenai Hindu Kaharingan, pendidikan agama Hindu, budaya Dayak, serta kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa relasi agama dan budaya terwujud melalui empat bentuk utama, yaitu integrasi ajaran Hindu dengan kearifan lokal Kaharingan, pemanfaatan ritual dan tradisi sebagai sumber belajar, penggunaan bahasa dan simbol budaya dalam pembelajaran, serta pendidikan agama sebagai sarana pelestarian identitas dan pembentukan karakter. Pendidikan keagamaan Hindu tidak hanya mentransmisikan pengetahuan agama, tetapi juga memperkuat nilai budaya dan identitas masyarakat. Karena itu, pendidikan Hindu perlu menyeimbangkan universalitas ajaran dengan kekhasan budaya lokal.