cover
Contact Name
Khairan Marzuki
Contact Email
jurnalq17@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
jurnalq17@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Education Curiosity
ISSN : 29630339     EISSN : 29630339     DOI : https://doi.org/10.71456/ecu
Core Subject : Education, Social,
Beberapa cakupan di Jurnal Education Curiosity meliputi: Teori dan landasan pendidikan dan pembelajaran, Filsafat pendidikan dan pembelajaran, Teknologi pendidikan dan pembelajaran, Psikologi Pendidikan, Media pendidikan dan pembelajaran, Evaluasi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Inovasi pendidikan dan pembelajaran, Pendidikan untuk semua jenjang, Pendidikan formal, Pendidikan informal, Pendidikan non formal, Pendidikan pedesaan, Pendidikan perkotaan, Kurikulum pendidikan dan pembelajaran, Pendidik dan siswa, Kebijakan pendidikan dan pembelajaran, Metode dan strategi pembelajaran, Penilaian Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sosial budaya, dll.
Articles 441 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Berbantuan Media Padlet terhadap Kemahiran Menulis Teks Berita Siswa Kelas VII SMP Negeri 50 Batam Dian Sari Simanullang; Harry Andheska; Legi Elfitra
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2434

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran think talk write (TTW) berbantuan media padlet terhadap kemahiran menulis pada materi teks berita. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 50 Batam. Penelitian dilaksanakan di dua kelas, pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran think talk write berbantuan media padlet pada kelas VII A sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional pada kelas VII D. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes menulis teks berita yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang didapat dengan menggunakan uji mann whitney diketahui tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan model pembelajaran think talk write berbantuan media padlet terhadap kemahiran menulis teks berita siswa kelas VII SMP Negeri 50 Batam dengan nilai Sig. yaitu 0,162 > 0,05 maka dengan ini dinyatakan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran think talk write (TTW) berbantuan media padlet tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemahiran menulis teks berita siswa. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain seperti terbatasnya durasi dan frekuensi pemberian perlakuan, kondisi lingkungan yang kurang kondusif, adanya hambatan adaptasi teknologi dan kesiapan respon siswa yang turut memengaruhi kemahiran menulis siswa, sehingga disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengondisikan variabel tersebut secara lebih mendalam.
Integrating Dayak Cultural Values into the Education System of Palangka Raya: Perspective Anthropology Suwito; Kadek Sukiada; Mariatie
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2448

Abstract

Education is a cultural process that is not only oriented toward the development of academic abilities but also plays a role in shaping the identity, character, and social values of society. From the perspective of educational anthropology, the education system is understood as part of culture that functions to transmit values, norms, and local knowledge to future generations. This study aims to analyze the integration of Dayak cultural values into the education system in Palangka Raya through the perspective of educational anthropology. The focus of the study is directed toward Dayak cultural values, particularly the philosophy of Huma Betang, which embodies values of togetherness, tolerance, deliberation, respect for diversity, and harmonious relationships between humans and the environment. This research employs a qualitative approach using literature review methods and descriptive analysis of various studies related to Dayak culture and local wisdom-based education. The findings indicate that Dayak cultural values have strong relevance in strengthening character education and developing contextual learning in schools. The integration of local cultural values can be implemented through local wisdom-based curricula, learning strategies, and community involvement in the educational process. This study emphasizes that local culture-based education can serve as an important strategy for preserving the cultural identity of the Dayak community amid the challenges of globalization.
Pendidikan Islam Multikultural dalam Pembelajaran Bahasa di MI Assalam Martapura Juairiah; Latifah
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2472

Abstract

Pendidikan Islam multikultural merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan keberagaman budaya, bahasa, etnis, sosial, dan latar belakang peserta didik sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Pada jenjang madrasah ibtidaiyah, pendidikan multikultural memiliki posisi strategis karena peserta didik sedang berada pada tahap pembentukan identitas, sikap sosial, karakter, dan kemampuan berkomunikasi. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi pendidikan Islam multikultural dalam pembelajaran bahasa di MI Assalam Martapura serta mengidentifikasi nilai-nilai multikultural yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran bahasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dapat menjadi ruang strategis untuk mengintegrasikan nilai tauhid, toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, kesetaraan, gotong royong, empati, kesantunan, dan tanggung jawab sosial. Integrasi tersebut dilakukan melalui pemilihan bahan ajar yang kontekstual, penggunaan bahasa yang santun, diskusi kelompok, cerita tentang keberagaman budaya, serta keteladanan guru. Pendidikan Islam multikultural melalui pembelajaran bahasa tidak hanya meningkatkan kompetensi linguistik peserta didik, tetapi juga membangun karakter Islami yang terbuka, inklusif, komunikatif, dan mampu hidup dalam masyarakat yang beragam.
Strategi Guru Mengelola Dimensi Profil Lulusan Bertema Kearifan Lokal Bebubus untuk Membangun Kesadaran Lingkungan Ekologis Navila Permata Sari; Habibuddin; Ahmad Yasar Ramdan; Burhanuddin
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2504

Abstract

Pembelajaran berbasis kearifan lokal merupakan salah satu cara mengaitkan materi pembelajaran dengan budaya dan lingkungan sekitar sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) strategi guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran berbasis kearifan lokal Bebubus untuk mendukung pencapaian dimensi profil lulusan, (2) faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta (3) hasil penerapannya terhadap perkembangan kesadaran lingkungan ekologis siswa kelas V SD Negeri 03 Masbagik Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru dan siswa kelas V. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merencanakan pembelajaran melalui asesmen diagnostik dan menyusun perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Bebubus. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui kegiatan yang berpusat pada peserta didik sehingga mendukung pencapaian dimensi profil lulusan. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dan lingkungan sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, penyesuaian jadwal dengan narasumber, serta keterbatasan peserta didik dalam mengamati tradisi Bebubus secara langsung. Hambatan tersebut diatasi melalui koordinasi, penyesuaian jadwal, dan penggunaan media video. Penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal Bebubus meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku peduli lingkungan siswa serta mendukung pencapaian dimensi profil lulusan.
Manajemen Peran Pendamping Pengawas Sekolah dalam Membantu Guru Sekolah Dasar Menangani Siswa Inklusi di Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala Patmawati
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 3 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i3.2641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai permasalahan dalam pelaksanaan pendampingan pengawas sekolah terhadap guru SD dalam menangani siswa inklusi di Kecamatan Marabahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara dengan pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru; observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran dan pendampingan; serta dokumentasi berupa laporan supervisi dan data siswa inklusi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menemukan pola dan makna dari fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendampingan pengawas sekolah dalam membantu guru menangani siswa inklusi di Kecamatan Marabahan masih menghadapi hambatan signifikan, terutama terkait rendahnya kompetensi pedagogik guru yang mayoritas tidak memiliki latar belakang pendidikan khusus serta keterbatasan sarana prasarana penunjang yang aksesibel. Pendampingan yang dilakukan pengawas saat ini masih dominan pada aspek administratif daripada bantuan teknis instruksional yang inovatif, ditambah dengan sistem evaluasi dan monitoring yang belum spesifik dalam mengukur perkembangan individual siswa inklusi.
Pengaruh Motivasi Kerja dan Etika Profesi Dosen terhadap Kinerja Dosen untuk Mewujudkan Pencapaian Hasil Belajar Mahasiswa Ubun Bunyamin; Masripah; Ijudin
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2639

Abstract

Stagnasi pencapaian akademik mahasiswa dan ketimpangan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi menjadi tantangan nyata pada perguruan tinggi swasta berbasis keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji model struktural pengaruh motivasi kerja dan etika profesi dosen terhadap kinerja dosen serta implikasinya terhadap pencapaian hasil belajar mahasiswa. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori diterapkan pada populasi 84 dosen tetap dan 1.891 mahasiswa aktif di empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Kabupaten Garut. Sampel penelitian terdiri dari 47 dosen dan 117 mahasiswa yang ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik penarikan sampel acak proporsional. Penyelarasan unit analisis dilakukan melalui teknik agregasi data nilai rata-rata. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 3.0. Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa etika profesi dosen berpengaruh positif dan sangat dominan terhadap kinerja dosen (B=0,756; P=0,000) serta hasil belajar mahasiswa (B=1,241; P=0,000). Motivasi kerja dosen berpengaruh positif terhadap kinerja dosen (B=0,243; P=0,000), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa (B=0,111; P=0,607). Kinerja dosen tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa (B=-0,375; P=0,241). Penelitian menyimpulkan bahwa keteladanan moral dan etika profesi dosen berbasis nilai keislaman merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan di PTKIS. Pimpinan perguruan tinggi disarankan mereorientasi sistem evaluasi kinerja dosen dari pemenuhan administratif birokratis menuju penguatan integritas etis guna mencegah kejenuhan belajar mahasiswa.
Internalisasi Nilai Moderasi Beragama dalam Membentuk Sikap Toleransi dan Mencegah Perundungan di Madrasah Ibtidaiyah Baiq Lusi Farida; Habibuddin; Arif Rahman Hakim; M. Deni Siregar
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai moderasi beragama, dalam  membentuk sikap toleransi dan mencegah perundungan di Madrasah ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi, dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moderasi beragama dilakukan melalui pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan penguatan budaya sekolah. Proses internalisasi dilakukan melalui tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai yang berkontribusi dalam membentuk sikap toleransi dan mencegah perundungan di lingkungan madrasah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai moderasi beragama dapat mendukung terbentuknya sikap toleransi dan menciptakan interaksi yang lebih harmonis di lingkungan sekolah.
Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa SMA Negeri 11 Banjarmasin Siska Muliati; Zainal Fauzi; Ainun Heiriyah
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2631

Abstract

Kedisiplinan merupakan aspek penting dalam pendidikan yang berperan membentuk karakter dan perilaku siswa, namun sebagian siswa kelas X SMA Negeri 11 Banjarmasin masih menunjukkan perilaku kurang disiplin seperti datang terlambat, tidak mematuhi tata tertib sekolah, dan kurang bertanggung jawab terhadap tugas. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kedisiplinan siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik behavior contract, serta menganalisis pengaruh layanan tersebut terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design jenis one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah delapan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 96 siswa kelas X berdasarkan rekomendasi guru Bimbingan dan Konseling. Data dikumpulkan menggunakan angket kedisiplinan berisi 25 pernyataan yang diberikan sebelum dan sesudah lima kali pertemuan konseling kelompok, kemudian dianalisis dengan uji paired sample t-test berbantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata kedisiplinan siswa dari 71,88 pada pretest menjadi 88,25 pada posttest. Uji hipotesis memperoleh nilai t sebesar -5,406 dengan signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, layanan konseling kelompok dengan teknik behavior contract berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa SMA Negeri 11 Banjarmasin.       Abstract Discipline is an important aspect of education that shapes students’ character and behavior, yet some tenth-grade students at SMA Negeri 11 Banjarmasin still displayed undisciplined behavior such as arriving late, failing to comply with school rules, and lacking responsibility for assignments. This study aimed to determine students’ discipline levels before and after group counseling with the behavior contract technique and to examine the effect of this service on improving student discipline. The study used a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of eight students selected through purposive sampling from a population of 96 tenth-grade students based on recommendations from the Guidance and Counseling teacher. Data were collected using a 25-item discipline questionnaire administered before and after five group counseling sessions, then analyzed using a paired sample t-test with SPSS version 25. Results showed an increase in students’ average discipline score from 71.88 in the pretest to 88.25 in the posttest. The hypothesis test yielded a t value of -5.406 with a significance of 0.001, smaller than 0.05, so the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis accepted. It can therefore be concluded that group counseling with the behavior contract technique has a significant effect on improving student discipline at SMA Negeri 11 Banjarmasin.
Pengaruh Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Disiplin Diri Siswa Menggunakan Teknik Behavior Contract di SMK Negeri 5 Banjarmasin Norhalidah; Ainun Heiriyah; Zainal Fauzi
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2632

Abstract

Disiplin diri merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan siswa dalam proses pendidikan. Namun, masih ditemukan siswa yang melanggar tata tertib sekolah, seperti datang terlambat, tidak menggunakan atribut sekolah, membolos, dan kurang menaati peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik behavior contract dalam meningkatkan disiplin diri siswa kelas X Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMK Negeri 5 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design melalui desain One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian berjumlah 33 siswa dengan sampel 10 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria memiliki disiplin diri rendah. Data dikumpulkan menggunakan angket disiplin diri sebanyak 22 item yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dan uji t dengan bantuan SPSS versi 27. Perlakuan diberikan melalui tiga kali pertemuan bimbingan kelompok menggunakan teknik behavior contract. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan disiplin diri siswa. Rata-rata skor pretest sebesar 52,80 berada pada kategori sedang, sedangkan skor posttest sebesar 83,70 berada pada kategori tinggi. Hasil uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 16,733 > t tabel 2,262 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari bimbingan kelompok dengan teknik behavior contract terhadap peningkatan disiplin diri siswa.
Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Role Play untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMA Negeri 11 Banjarmasin Januari Selamat Rifandi; Heiriyah Ainun; Tohari Sabit
EduCurio: Education Curiosity Vol 5 No 1 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v5i1.2633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepercayaan diri siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing dan untuk mengetahui besarnya pengaruh layanan tersebut terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa kelas X SMA Negeri 11 Banjarmasin. Fenomena rendahnya kepercayaan diri siswa tampak dari keengganan mengemukakan pendapat, kecemasan tampil di depan kelas, serta kecenderungan menarik diri dari aktivitas kelompok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa kelas X yang ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria memiliki tingkat kepercayaan diri rendah. Data dikumpulkan menggunakan angket skala kepercayaan diri model Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,885) dan dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov serta uji-t berpasangan (paired sample t-test). Hasil pretest menunjukkan seluruh sampel berada pada kategori kepercayaan diri rendah dengan rata-rata skor 30,7. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing sebanyak tiga kali pertemuan, hasil posttest menunjukkan delapan dari sepuluh siswa mengalami peningkatan kepercayaan diri menjadi kategori sedang, sedangkan dua siswa masih berada pada kategori rendah. Hasil uji-t menunjukkan nilai t = -3,619 dan signifikansi sebesar 0,006 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Simpulan penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif strategi bagi guru bimbingan dan konseling di sekolah.