cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JIS: Journal ISLAMIC STUDIES
ISSN : -     EISSN : 29632072     DOI : https://doi.org/10.71456/jis
JIS : Journal ISLAMIC STUDIES adalah jurnal peer-review sebagai publikasi multi-disiplin yang didedikasikan untuk studi ilmiah tentang semua aspek keislaman dan dunia Islam, khususnya pada karya-karya yang berhubungan dengan pendidikan islam, sejarah islam, politik islam, ekonomi islam, sosiologi islam, hukum islam, Psikologi islam, filsafat islam.
Articles 139 Documents
Pengenalan Keaksaraan Awal pada Anak Usia Dini Melalui Media Kartu Bergambar Teka Teki di TK Holistik Integratif Mutiara Kecamatan Kapuas Murung Hidayah, Noor; Baiti, Noor; Zulkarnaen, Muhammad
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengenalan keaksaraan awal pada anak usia dini menggunakan media kartu bergambar teka-teki di TK HI Mutiara pada anak Kelompok A. Media Kartu Bergambar Teka-Teki yang digunakan yaitu bermain tebak-tebakan abjad dengan kartu bergambar yang didalam kartu tertampil gambar dan huruf abjad yang beberapa huruf di kosongkan untuk bermain tebak-tebakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan kelas (classroom action research) dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Tanggart. Subjeknya adalah seluruh anak kelompok A TK HI Mutiara yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan dengan jumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan menggunakan lembar observasi sebagai pedoman. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan anak dalam pengenalan keaksaraan awal pada anak dengan memfasilitasi anak untuk melakukan kegiatan terutama menggunakan media kartu bergambar teka-teki. Adapun hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan pada kriteria Belum Berkembang (BB) pada pra siklus kemampuan anak mencapai 25% dan pada siklus 1 meningkat mencapai 70% pada kriteria Berkembang Sesuai Harapan, dan Kembali meningkat pada Siklus II menjadi 85% pada kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB).
Program Doktor Studi Islam UIN Palangka Raya: Implementasi, Tantangan, dan Prospek Latifah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1458

Abstract

Program Doktor Studi Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya merupakan tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Kalimantan Tengah. Program ini memperoleh izin resmi melalui Keputusan Menteri Agama RI Nomor 1100 Tahun 2023 dan diluncurkan pada 31 Agustus 2024. Kehadiran program doktor ini tidak hanya menjadi jawaban atas kebutuhan akademik di tingkat doktoral, tetapi juga bagian dari strategi UIN Palangka Raya dalam memperkuat posisi sebagai pusat kajian Islam unggulan di tingkat regional maupun nasional. Program ini menawarkan lima konsentrasi, yakni Manajemen Pendidikan Islam, Hukum Islam, Ekonomi Syariah, Pendidikan Agama Islam, dan Pemikiran Islam, yang dirancang dengan pendekatan Outcome-Based Curriculum (OBC) dan mengedepankan moderasi beragama. Sejak digagas pada 2017, persiapan penyelenggaraan program dilakukan melalui seminar akademik, penguatan sumber daya manusia, dan pembangunan infrastruktur akademik. Tantangan utama terletak pada upaya menjaga kualitas akademik, penyusunan kurikulum sesuai standar nasional, serta pengelolaan program multidisiplin. Meski demikian, prospeknya sangat menjanjikan: melahirkan intelektual Muslim yang moderat, kontekstual, dan berkontribusi dalam diskursus global. Dengan demikian, Program Doktor Studi Islam UIN Palangka Raya menjadi salah satu inovasi strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat akademik sekaligus memperkokoh peran perguruan tinggi Islam di Indonesia.
Pola Komunikasi Jamaah Keliling dalam Berdakwah di Kota Banjarmasin: Kajian Studi Etnografi Komunikasi Fuadi, Hamdan; Kurniawati, Marhaeni Fajar; Hayat, Muzahid Akbar
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1462

Abstract

Forum Komunikasi Jamaah Keliling (FKJK) di Banjarmasin lahir dari tradisi pengajian rutin di masjid-masjid dan lembaga Islam lain sebagai wadah komunikasi umat yang lebih terorganisasi. Keunikan FKJK terletak pada pola pengajian berpindah tempat secara bergilir, yang tidak hanya mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memperluas jaringan dakwah. Pola komunikasi yang berkembang di FKJK menjadi aspek penting untuk dikaji karena berfungsi sebagai perekat dalam aktivitas keagamaan, sosial, dan ekonomi jamaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi komunikasi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengurus dan jamaah, serta dokumentasi berupa arsip dan pesan digital di grup WhatsApp FKJK. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas diperkuat melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi FKJK terbagi ke dalam bentuk formal dan informal. Komunikasi formal berlangsung melalui struktur organisasi sederhana, sedangkan komunikasi informal lebih dominan melalui interaksi sehari-hari dan media digital. Pola komunikasi FKJK berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi dakwah, penguat ukhuwah, media edukasi keagamaan, sekaligus penjaga moderasi beragama. Implikasi dari pola komunikasi ini tampak pada bertahannya FKJK sebagai organisasi dakwah yang inklusif, meningkatnya partisipasi jamaah, serta perluasan dakwah melalui teknologi digital.
Manajemen Pendidikan Islam di MIS Kalirejo Semarang Rosidi, Ayep; Suprapti; Irwanto
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1463

Abstract

Manajemen pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar berbasis Islam. Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kalirejo Semarang menjadi salah satu contoh lembaga pendidikan yang berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kurikulum nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik manajemen pendidikan Islam di MIS Kalirejo dengan fokus pada perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, serta peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran dan manajemen sekolah, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta komite sekolah, dan dokumentasi berupa arsip kurikulum, laporan evaluasi, serta dokumen kelembagaan. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan madrasah dilakukan secara partisipatif, pengorganisasian berbasis kompetensi guru, serta pelaksanaan pembelajaran yang mengintegrasikan kurikulum nasional dan kurikulum keislaman. Evaluasi dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan komite sekolah dan wali murid. Temuan lain mengungkap pentingnya dukungan masyarakat, pengembangan sarana prasarana, dan peningkatan kompetensi guru sebagai faktor pendukung mutu pendidikan. Pembahasan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan manajemen pendidikan Islam di MIS Kalirejo terletak pada sinergi antara madrasah dan masyarakat. Model manajemen partisipatif yang diterapkan dapat menjadi rujukan bagi madrasah lain dalam mewujudkan pendidikan Islam yang berkualitas, adaptif, dan berkarakter.
Epistemologi Ibnu Rusyd, Al-Ghazali, dan Ibnu Sina: Perspektif Filsafat Islam: (The Epistemology of Ibn Rushd, Al-Ghazali, and Ibn Sina: An Islamic Philosophical Perspective) Normuslim; Latifah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1492

Abstract

Epistemologi Islam merupakan bidang kajian yang menelaah hakikat, sumber, dan batas pengetahuan dalam kerangka keislaman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif pemikiran epistemologis tiga tokoh besar dalam tradisi filsafat Islam klasik, yaitu Ibnu Sina, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis komparatif-filosofis, yakni menelaah karya utama ketiga tokoh seperti Al-Syifa’ (Ibnu Sina), Tahafut al-Falasifah dan Ihya’ Ulum al-Din (Al-Ghazali), serta Tahafut al-Tahafut (Ibnu Rusyd). Data dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta relevansi pemikiran mereka terhadap perkembangan epistemologi Islam dan ilmu pengetahuan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiganya memiliki landasan epistemologis yang berbeda namun saling melengkapi. Ibnu Sina menekankan rasionalitas dan proses intelektual sebagai jalan menuju pengetahuan; Al-Ghazali menempatkan intuisi dan iluminasi spiritual sebagai puncak pengetahuan hakiki; sementara Ibnu Rusyd berusaha mengharmonikan akal dan wahyu, menolak dikotomi antara filsafat dan agama. Ketiganya memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan ilmu dan etika berpikir dalam Islam. Implikasi kontemporernya terlihat pada pentingnya integrasi antara rasio, etika, dan spiritualitas dalam pendidikan dan riset ilmiah modern, guna membentuk manusia yang berilmu sekaligus berakhlak.
Metode Pemahaman Hadits: Pendekatan Interdisipliner Haisusyi; Helim, Abdul; Supriadi, Akhmad
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1497

Abstract

Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an yang memiliki fungsi penting dalam membimbing umat pada berbagai aspek kehidupan. Seiring perkembangan zaman, kajian hadis menuntut pendekatan yang lebih komprehensif agar pesan-pesannya tetap relevan dengan kondisi sosial, budaya, dan ekologis kontemporer. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep pendekatan interdisipliner dalam studi hadis serta kontribusinya dalam mengaktualisasikan ajaran Nabi Muhammad SAW pada permasalahan modern. Melalui studi pustaka dengan analisis deskriptif-analitis, penelitian ini mengintegrasikan perspektif ilmu sosial, antropologi, psikologi, ekonomi, dan sains dalam memahami hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi berbagai disiplin ilmu tersebut memungkinkan pemahaman hadis secara tekstual dan kontekstual, sehingga pesan hadis dapat diterapkan untuk menyelesaikan isu-isu kontemporer seperti krisis sosial, ketimpangan ekonomi, masalah kesehatan mental, dan kerusakan lingkungan. Analisis studi kasus hadis tentang pelestarian lingkungan menunjukkan adanya kecocokan nilai antara ajaran Islam dan prinsip ekologi modern, terutama terkait konsep keberlanjutan. Dengan demikian, pendekatan interdisipliner tidak hanya memperkaya metodologi kajian hadis, tetapi juga menguatkan fungsi hadis sebagai pedoman hidup yang solutif dan berorientasi pada kemaslahatan universal.
Keimanan dan Ketuhanan dalam Filsafat Islam Norhidayah; Latifah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1498

Abstract

Filsafat Islam merupakan disiplin intelektual yang mengkaji hakikat keberadaan, pengetahuan, dan nilai-nilai melalui pendekatan rasional yang selaras dengan ajaran Islam. Salah satu tema sentral dalam filsafat Islam adalah konsep keimanan (īmān) dan ketuhanan (ulūhiyyah), yang menjadi basis metafisika dan epistemologi pemikiran Islam. Artikel ini bertujuan menjelaskan fondasi teologis dan filosofis konsep keimanan serta ketuhanan dalam khazanah filsafat Islam melalui kajian teks klasik dan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah karya para filsuf Muslim seperti al-Kindī, al-Fārābī, Ibn Sīnā, al-Ghazālī, dan Ibn Rushd. Hasil kajian menunjukkan bahwa keimanan memiliki landasan rasional sekaligus tekstual, yang memadukan dalil wahyu dan akal. Konsep ketuhanan dalam filsafat Islam menegaskan bahwa Tuhan adalah Wujud Niscaya (necessary being; wājib al-wujūd) yang menjadi sumber segala eksistensi. Pembahasan mengenai hubungan Tuhan dengan alam, aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis menunjukkan bahwa filsafat Islam memberikan kerangka komprehensif dalam memahami ketauhidan. Kesimpulan artikel ini menegaskan bahwa filsafat Islam tidak hanya mempertahankan prinsip keimanan yang bersumber dari wahyu, tetapi juga menguatkannya melalui argumentasi rasional sehingga menjembatani iman dan akal dalam satu kesatuan harmonis.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Humanis untuk Membangun Kesadaran Sosial Mahasiswa STIKES Abdi Persada Banjarmasin Zahrah, Aulia; Latifah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1501

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kesadaran sosial mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan yang profesional dan humanis. Namun, perkembangan teknologi, perubahan pola pergaulan, dan globalisasi nilai seringkali menurunkan sensitivitas sosial mahasiswa terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan pendekatan pembelajaran PAI humanis mampu menumbuhkan kesadaran sosial mahasiswa di STIKES Abdi Persada Banjarmasin. Pendekatan humanis menekankan pada penghargaan terhadap martabat manusia, aktualisasi diri, serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran yang relevan dengan realitas sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI humanis mampu meningkatkan empati, kepekaan sosial, sikap inklusif, dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial. Selain itu, dosen memainkan peran penting sebagai fasilitator yang menciptakan suasana pembelajaran dialogis, reflektif, dan kolaboratif. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI humanis efektif dalam membangun kesadaran sosial mahasiswa, khususnya dalam bidang kesehatan yang menuntut integritas moral dan kepekaan terhadap masalah kemanusiaan.
Penguatan Spiritualitas Mahasiswa Melalui Program Pendidikan Agama Islam Alimah, Siti; Latifah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1502

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi memiliki fungsi strategis dalam membentuk karakter dan spiritualitas mahasiswa di tengah arus modernisasi, sekularisasi, serta dinamika sosial budaya yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya penguatan spiritualitas mahasiswa melalui program PAI yang diimplementasikan dalam lingkungan kampus. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan spiritualitas mahasiswa tidak hanya bergantung pada materi perkuliahan, tetapi juga integrasi antara kurikulum, pembiasaan ibadah, mentoring keagamaan, kegiatan sosial, dan internalisasi nilai-nilai keislaman secara komprehensif. Selain itu, peran dosen PAI sebagai teladan moral, fasilitator, dan motivator sangat menentukan keberhasilan pembentukan spiritualitas mahasiswa. Lingkungan kampus yang religius, program keagamaan yang berkesinambungan, serta pemanfaatan media digital turut memperkuat kapasitas mahasiswa dalam mengembangkan kesadaran religius, literasi keagamaan, dan akhlak mulia. Penelitian ini menegaskan bahwa PAI mampu memperkuat spiritualitas mahasiswa melalui strategi sistematis yang melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kesimpulannya, PAI berperan signifikan dalam membangun pribadi mahasiswa yang beriman, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan era digital secara bijaksana.
Relevansi Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Krisis Moral Generasi Milenial Yusuf, Sry Nurlila
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i3.1506

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era digital telah membawa perubahan signifikan dalam gaya hidup generasi milenial. Kemajuan tersebut beriringan dengan munculnya fenomena krisis moral yang ditandai dengan meningkatnya perilaku menyimpang, dekadensi moral, kejahatan siber, serta melemahnya rasa empati dan tanggung jawab sosial. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan spiritualitas generasi milenial agar beradab, beretika, dan berdaya saing. Artikel ini membahas relevansi PAI dalam menghadapi krisis moral melalui analisis peran fungsi PAI, tantangan internal eksternal, serta strategi penguatan karakter berbasis nilai Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur terhadap karya-karya yang relevan di bidang pendidikan, agama, dan perkembangan generasi muda. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI tetap relevan sebagai sarana pembentukan moral dan identitas budaya spiritual, namun membutuhkan pembaruan metodologis, integrasi teknologi, dan pendekatan dialogis agar selaras dengan kebutuhan generasi milenial. Kesimpulannya, PAI berkontribusi signifikan dalam membangun generasi milenial yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.