cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JIS: Journal ISLAMIC STUDIES
ISSN : -     EISSN : 29632072     DOI : https://doi.org/10.71456/jis
JIS : Journal ISLAMIC STUDIES adalah jurnal peer-review sebagai publikasi multi-disiplin yang didedikasikan untuk studi ilmiah tentang semua aspek keislaman dan dunia Islam, khususnya pada karya-karya yang berhubungan dengan pendidikan islam, sejarah islam, politik islam, ekonomi islam, sosiologi islam, hukum islam, Psikologi islam, filsafat islam.
Articles 139 Documents
Ibnu Khaldun: Konsep Sejarah dan Filsafat Pendidikan dalam Perspektif Klasik Iqbal
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i2.1334

Abstract

Ibnu Khaldun dikenal sebagai tokoh pemikir Muslim yang memiliki kontribusi besar dalam bidang sejarah dan filsafat pendidikan. Pemikirannya tidak hanya mencerminkan kedalaman intelektual, tetapi juga memberikan perspektif baru dalam memahami dinamika sosial dan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Ibnu Khaldun tentang konsep sejarah dan filsafat pendidikan, serta menelaah relevansi pemikirannya terhadap perkembangan ilmu sosial dan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu mengkaji secara kualitatif sumber-sumber primer dan sekunder yang berkaitan dengan karya-karya Ibnu Khaldun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun mengembangkan teori siklus sejarah yang menggambarkan pola kebangkitan dan kejatuhan dinasti berdasarkan solidaritas sosial (ashabiyah) dan nilai-nilai agama. Dalam filsafat pendidikan, ia menekankan bahwa pendidikan adalah proses sosial yang alami dan bertujuan membentuk akhlak, keterampilan, serta kematangan intelektual. Pemikiran Ibnu Khaldun tetap relevan dalam menjawab tantangan dunia pendidikan dan sosial saat ini, karena mampu mengintegrasikan dimensi spiritual dan material secara seimbang.
The Caliphate Paradigm as an Antithesis to Imperialism: A Theological and Geopolitical Analysis in the Discourse of Islamic and Western Civilizations Supandi, Muhammad Diaz; Syaputra, Muhammad Bili; Afthon, Hilmi; Pradana, Aditya Rizki; Munawar, Ali Mahfuz
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i2.1394

Abstract

Global civilizational discourse remains entangled in epistemological asymmetries, wherein Western imperialism is exalted as a vehicle of progress while the Caliphate is vilified as a relic of despotism. This study interrogates such distortions, arguing that the Caliphate paradigm rooted in the Qur’anic principle of tawḥīd constitutes a theological and geopolitical antithesis to imperialism’s anthropocentric domination. Employing qualitative library research, this paper integrates critical discourse analysis, thematic Qur’anic exegesis (tafsīr maudūʿī), and comparative geopolitical insights through a decolonial epistemological lens (Santos). The findings reveal that the Caliphate positions sovereignty as a divine amānah, operationalized through maqāṣid al-sharīʿah, in stark contrast to the exploitative structures of imperialism evidenced by historical wealth extractions from colonized territories. Geopolitically, the Qur’anic ideal of ummah waḥidah (Q. 21:92) challenges colonial legacies of fragmentation, such as the Sykes-Picot Agreement, which has left 78% of Muslim-majority nations geopolitically vulnerable (FSI, 2023). Epistemologically, the paper advocates for an autonomous Islamic political framework by decentering Eurocentric constructs like the nation-state and rearticulating khilāfah beyond Orientalist tropes of tyranny (Said). In conclusion, the Caliphate is not a romanticized anachronism but a viable, justice-oriented paradigm—ontologically rooted in tawḥīd, geopolitically structured around unity, and epistemologically enabled through decolonized knowledge ecologies. It demands a reimagining of political theology that transcends imperial residues and asserts an authentically Islamic civilizational vision.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Moderat dalam Kitab Khuluquna Karya Al-Habib Umar Bin Hafidz Masyhuda, Nailul Afroh; Jasminto
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i2.1407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman tentang akhlak serta nilai- nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam Kitab Khuluquna karya Al Habib Umar bin Hafidz, serta menelaah relevansinya terhadap konteks pendidikan Islam masa kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Temuan dari studi ini mengungkap bahwa Khuluquna memuat nilai- nilai akhlak yang moderat dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam mengatasi isu-isu seperti radikalisme, perpecahan sosial, dan tantangan kemajuan teknologi. Nilai-nilai akhlak dalam kitab ini diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yakni akhlak terhadap Allah SWT, akhlak terhadap sesama manusia, dan akhlak terhadap diri sendiri. Berdasarkan hasil tersebut, Khuluquna dapat dijadikan sebagai referensi dalam membangun pendidikan akhlak yang moderat di era modern.
Konten Dakwah Tiktok sebagai Sumber Dukungan Spiritual Mahasiswa PAI UIN Palangka Raya Adilla, Raisa; Santiani
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i2.1356

Abstract

Kemajuan teknologi media sosial telah mengubah cara komunikasi keagamaan, termasuk dalam penyampaian ajaran Islam. TikTok, dengan format video pendeknya, kini dimanfaatkan sebagai media dakwah yang edukatif oleh para pendakwah muda. Pesan-pesan keislaman disampaikan secara kreatif dan mudah dipahami, menjadikannya menarik bagi kalangan muda. Fenomena ini menjadi perhatian khusus bagi mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tengah menjalani proses penguatan spiritualitas. Artikel ini membahas bagaimana konten dakwah di TikTok dapat menjadi sarana dukungan spiritual bagi mahasiswa PAI serta cara mereka merespons wacana keagamaan yang disampaikan melalui media digital tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa PAI dari berbagai perguruan tinggi, observasi terhadap akun-akun TikTok dakwah yang populer, dan analisis isi terhadap video yang dinilai inspiratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah di TikTok berdampak positif terhadap peningkatan kesadaran spiritual, motivasi ibadah, serta penguatan nilai-nilai Islam di kalangan mahasiswa. Faktor utama keberhasilan dakwah ini terletak pada gaya penyampaian yang ringan, relevan dengan kehidupan sehari-hari, serta visual yang menarik. Dakwah digital melalui TikTok tidak hanya mencerminkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga berfungsi sebagai media yang efektif dalam memberikan dukungan spiritual bagi generasi muda, khususnya mahasiswa PAI, dalam menghadapi tantangan akademik dan sosial yang kompleks.
Penerapan Permainan Tradisional Belogo dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar pada Anak Usia Dini di TK HI Mutiara Palingkau Baru Kecamatan Kapuas Murung Annisa; Yusuf, Muhammad; Baiti, Noor
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i2.1416

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan permainan tradisional belogo dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia dini dI TK HI Mutiara Palingkau Baru Kecamatan Kapuas Murung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi permainan tradisional Belogo di TK HI Mutiara Palingkau Baru efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan bermakna, aktivitas seperti melempar, memukul, dan melompat mampu menstimulasi kekuatan otot, keseimbangan, serta koordinasi gerak anak. Guru berperan aktif sebagai fasilitator yang memastikan anak memahami aturan, terlibat sosial, dan merasa percaya diri selama bermain. Selain itu, permainan Belogo juga memperkuat nilai budaya lokal dan membentuk karakter anak sesuai tahap perkembangan. Faktor pendukung keberhasilan implementasi meliputi dukungan sekolah, fasilitas memadai, dan keterlibatan orang tua. Adapun hambatan seperti cuaca, keterbatasan alat, dan perbedaan kesiapan anak dapat diatasi melalui strategi pedagogis yang adaptif dan solutif.
Pendidikan Agama sebagai Pilar Etika dalam Praktik Kesehatan Remaja di SMA IT Assalam Martapura Latifah; Arisa, Azura; Utomo
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i2.1417

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap pengaruh negatif seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan pola hidup tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendidikan agama dalam membentuk kesadaran dan etika hidup sehat pada siswa SMA IT Assalam Martapura. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 12 siswa, 2 guru pendidikan agama, dan 1 guru BK. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama memiliki peran signifikan dalam membentuk perilaku hidup sehat siswa. Internalisasi nilai-nilai Islam mendorong siswa untuk menjaga kebersihan diri, menjauhi pergaulan bebas dan narkoba, serta mengembangkan kesadaran spiritual sebagai motivasi menjaga kesehatan secara holistik. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui pembelajaran agama, kegiatan keagamaan sekolah, dan kolaborasi antara guru PAI dan guru BK. Dengan demikian, pendidikan agama di SMA IT Assalam Martapura berkontribusi nyata dalam membentuk generasi yang sehat secara fisik, mental, dan spiritual.
Peran Orang Tua dalam Membimbing dan Mengajarkan Kemandirian untuk Anak Usia Dini di TK HI Mutiara Aminah, Siti; Zulkarnaen, Muhammad; Taufik, Herman
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i2.1419

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orang tua dalam membimbing dan menanamkan kemandirian pada anak usia dini di TK HI Mutiara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membentuk kemandirian anak. Orang tua bertindak sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing, dengan membiasakan anak melakukan tugas sederhana seperti memakai sepatu, merapikan tas, dan memilih alat bermain secara mandiri. Pendekatan yang digunakan orang tua meliputi metode yang menyenangkan dan konsisten, seperti bermain peran, penggunaan media edukatif, serta pembiasaan rutinitas harian yang mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, dan kognitif anak. Observasi di lingkungan TK HI Mutiara menunjukkan anak-anak menunjukkan perilaku mandiri dalam berbagai kegiatan sekolah. Faktor pendukung peran orang tua antara lain suasana rumah yang mendukung, keterlibatan keluarga, komunikasi yang baik dengan sekolah, dan pemanfaatan media edukatif. Namun, terdapat pula hambatan seperti kelelahan orang tua karena pekerjaan rumah, keterbatasan waktu, pengaruh anggota keluarga yang memanjakan anak, dan kurangnya rasa percaya diri anak. Untuk mengatasi hambatan tersebut, orang tua menerapkan strategi seperti pembentukan rutinitas, komunikasi intensif dengan sekolah, dan pemberian dukungan emosional. Kesimpulannya, keterlibatan aktif orang tua dan kerja sama dengan sekolah sangat berpengaruh dalam menumbuhkan kemandirian anak usia dini.
Mengembangkan Media Pembelajaran Berbasis Papan Bergambar Menggunakan Metode Mendongeng dalam Meningkatkan Perkembangan Berbicara Anak di TK HI Mutiara Kecamatan Kapuas Murung Rafikah, Rafikah; Taufik, Herman; Zulkarnaen, Muhammad
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i2.1426

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya permasalahan yang ditemukan mengenai keterbatasan dalam media pembelajaran dan sulitnya dalam mengungkapkan suara dalam memainkan peran mendongeng serta belum meningkatnya perkembangan berbicara pada anak di TK HI Mutiara. Sehubung dengan adanya hal tersebut, peneliti mengembangkan media pembelajaran berbasis papan bergambar menggunakan metode mendongeng dalam meningkatkan perkembangan berbicara pada anak di TK HI Mutiara. Peneliti ini menggunakan metode (Research & Development) Model R&D 4D dengan 4 tahapan yaitu (1) Define (2) Design (3) Development (4) Dessiminaet. Teknik pengambilan data ini menggunakan observasi dan wawancara serta validasi ahli yang dilakukan oleh validator ahli media, ahli materi dan Reviewer. Hasil Validasi Ahli media sebesar 95,15%, Ahli Materi 94,54%, dan Reviewer 91,66%. Hasil ketiga validator tersebut dinyatakan sangat layak. Pada hasil uji coba skala kecil mendapatkan memperoleh nilai rata-rata 36% dan 62% serta uji coba skala besar memperoleh nilai rata-rata 44% dan 69%. di TK HI Mutiara Kec. Kapuas Murung Kab. Kapuas Prov. Kalteng ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis papan bergambar ini telah berhasil untuk meningkatkan perkembangan berbicara pada anak dan memenuhi kreteria efektif dan diakategorikan media ini layak dan berhasil dikembangkan dan dapat disebar luaskan.
Penggunakan Media Pembelajaran Kolase Angka 1-10 Menggunakan Loosepart dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak pada Usia 4-5 Tahun di TK HI Mutiara Palingkau Baru Handayani, Annisa; Taufik, Herman; Zulkarnaen, Muhammad
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i2.1432

Abstract

Kurangnya minat belajar anak usia dini mengenai bilangan angka mempunyai tujuan akhir dari penelitian ini mengarahkan untuk meningkatkan minat belajar anak usia dini dalam konsep bilangan melalui teknik pembelajaran media kolase yang berbahan loosepart. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kurt Lewin. Subjeknya adalah seluruh anak pada kelompok A TK HI Mutiara Palingkau Baru, yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan dengan jumlah 15 orang anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan lembar unjuk kerja. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukan adanya peningkatan dalam minat belajar anak pada konsep bilangan melalui media pembelajaran kolase angka 1-10 menggunakan loose part. Kemudian hasil dari karya seluruh anak dikumpulkan dan dievaluasi disetiap akhir pertemuan tindakan siklus I dan siklus II. Adapun hasil dari observasi pratindakan menunjukan bahwa kemampuan minat belajar anak tentang angka mencapai 53,33% dengan kriteria belum berkembang, pada siklus I pertemuan pertama menunjukan 33,33% dengan kriteria Mulai Berkembang, pada siklus I pertemuan kedua menunjukan 87,67% dengan kriteria Mulai Berkembang, pada siklus II pertemuan pertama menunjukan 66,67% dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan, dan pada siklus II pertemuan kedua menunjukan 73,33% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik.
Meningkatkan Kemampuan Matematika Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Anak Kelompok A Sekolah Penggerak KB Harapan Kita Khairiah; Yusuf, Muhammad; Zulkarnaen, Muhammad
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v3i2.1436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana pembelajaran berdiferensiasi berhasil meningkatkan kemampuan matematika anak-anak di kelompok A di Sekolah Penggerak KB Harapan Kita dan untuk menemukan faktor- faktor yang mempengaruhi penerapan metode ini. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digunakan, yang dilakukan dalam dua siklus, dengan dua pertemuan masing- masing. Subjek penelitian adalah dua belas anak dari kelompok A, dan metode pengumpulan data termasuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi meningkatkan kemampuan matematika anak. Pada tahap pra-tindakan, terdapat 9 anak (75%) dalam kategori Belum Berkembang (BB), 1 anak (8%) Mulai Berkembang (MB), dan 2 anak (17%) Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada siklus I, pertemuan kedua menunjukkan kemajuan: 1 anak (8%) BB, 5 anak (42%) MB, 4 anak (33%) BSH, dan 2 anak (17%) Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada siklus II, pertemuan kedua menunjukkan peningkatan, dengan hasil 4 anak (33%) BSH dan 8 anak Refleksi menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat menghasilkan pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan anak. Hasilnya, pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan kemampuan matematika anak usia dini. Ini adalah metode yang layak untuk digunakan sebagai alternatif untuk mengajar anak usia dini.

Page 11 of 14 | Total Record : 139