cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JIS: Journal ISLAMIC STUDIES
ISSN : -     EISSN : 29632072     DOI : https://doi.org/10.71456/jis
JIS : Journal ISLAMIC STUDIES adalah jurnal peer-review sebagai publikasi multi-disiplin yang didedikasikan untuk studi ilmiah tentang semua aspek keislaman dan dunia Islam, khususnya pada karya-karya yang berhubungan dengan pendidikan islam, sejarah islam, politik islam, ekonomi islam, sosiologi islam, hukum islam, Psikologi islam, filsafat islam.
Articles 197 Documents
The Application of Islamic Values in Decision-Making and Organizational Work Culture: (A Case Study in the Papkis Division of the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs in South Kalimantan Province) Muhammad Ridho; Muhammad Agus Salim; Rochmatunnisa; Norwinda
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1864

Abstract

This study provides an in-depth and comprehensive examination and analysis of the integration of Islamic values and their significant role in decision-making processes and the work environment within organizations engaged in Islamic Religious Education and Religious Education (PAPKIS) at the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs in South Kalimantan Province. The rationale behind this study is the importance of integrating Islamic principles, such as consultation (musyawarah), trustworthiness (amanah), justice, and duty, into the governance of government organizations, particularly those with religious functions. The objective of this study is to understand how Islamic values are applied in the decision-making process by leaders and their impact on employee work culture. This study adopts a descriptive qualitative research method. Data sources consist of primary data collected through observation and interviews with division heads, team leaders, and external informants (partners) in the PAPKIS division of the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of South Kalimantan Province, while secondary data was obtained through documentary data in the form of policy documents, meeting minutes, and standard operating procedures. The instruments for data collection included observation guides, interviews, and document review. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings of the study indicate that Islamic principles have been consistently applied in decision-making processes and workplace culture, thereby fostering a professional and harmonious work environment focused on public service with integrity.
Disparitas Implementasi Kebijakan Pendidikan Antara Madrasah dan Sekolah Umum: Analisis Distribusi Bantuan Teknologi dan Beasiswa di Kabupaten Tabalong Indah Sartika; Junaidi; Nuryadin
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disparitas implementasi kebijakan pendidikan antara madrasah dan sekolah umum, khususnya dalam distribusi bantuan teknologi dan beasiswa di Kabupaten Tabalong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketimpangan distribusi bantuan yang dipengaruhi oleh dualisme kelembagaan pendidikan, perbedaan sistem pendataan, serta kebijakan anggaran yang tidak terintegrasi. Disparitas ini berdampak pada ketimpangan akses terhadap teknologi pembelajaran dan kesempatan pendidikan bagi peserta didik madrasah. Penelitian ini merekomendasikan integrasi kebijakan lintas kementerian sebagai solusi strategis dalam mewujudkan keadilan Pendidikan.
Hadis-Hadis Tamwil (Pembiayaan) dalam Perspektif Manajemen Pendidikan Islam Muhammad Agussalim; Ahmad Sagir; Adi Ansari
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1882

Abstract

Penelitian ini mengkaji hadis-hadis tamwil (pembiayaan) dalam perspektif manajemen pendidikan Islam. Tujuan utama penelitian adalah mengeksplorasi landasan hadis mengenai pengelolaan keuangan pendidikan Islam, prinsip-prinsip pembiayaan, serta etika pengelolaan harta dalam konteks pendidikan. Metode yang digunakan adalah kajian hadis tematik (maudu'i) dengan pendekatan tafsir tematik dan analisis kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari kitab-kitab hadis utama (Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidhi, Sunan An-Nasa'i, dan Sunan Ibn Majah) serta literatur hadis tarbawi, yang kemudian dilakukan takhrij dan kritik hadis untuk memastikan kualitas riwayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi Muhammad SAW menyediakan kerangka komprehensif untuk manajemen pembiayaan pendidikan Islam yang meliputi prinsip keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Hadis-hadis tersebut menggarisbawahi pentingnya mengorbankan harta untuk ilmu, pengelolaan wakaf pendidikan sebagai instrumen sustainable financing, serta etika penggunaan dana pendidikan yang berlandaskan prinsip amanah. Berdasarkan temuan tersebut, dikonstruksi empat model manajemen pembiayaan pendidikan Islam: model filosofis (ilmu sebagai investasi abadi), model instrumental (wakaf dan sedekah jariyah), model operasional (sistem amanah dan transparansi), serta model empowerment (kemandirian peserta didik). Temuan ini memberikan landasan teologis bagi pengembangan sistem manajemen pembiayaan pendidikan Islam yang berkelanjutan dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.
Pendekatan Triad Asesmen dalam Penilaian Holistik Siswa pada Pembelajaran PAI Muhammad Qusairi; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1913

Abstract

Penilaian dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak cukup dilakukan hanya dengan tes tertulis. PAI bertujuan membentuk pengetahuan agama, penghayatan nilai, kebiasaan baik, dan keterampilan menjalankan ajaran Islam. Karena itu, guru memerlukan cara menilai yang sederhana tetapi tetap utuh. Artikel ini membahas pendekatan Triad Asesmen sebagai kerangka penilaian yang menggabungkan tiga bentuk utama, yaitu asesmen tertulis, asesmen lisan, dan asesmen perbuatan atau unjuk kerja. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah dokumen kebijakan, buku evaluasi pendidikan berbahasa Indonesia, dan artikel ilmiah nasional tentang asesmen PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen tertulis berguna untuk melihat penguasaan konsep, ketepatan pemahaman, dan kemampuan menalar. Asesmen lisan membantu guru melihat kemampuan siswa menjelaskan, membaca, berdialog, dan merefleksikan nilai. Asesmen perbuatan paling tepat untuk menilai praktik ibadah, perilaku nyata, proyek, portofolio, dan pembiasaan. Ketiga bentuk asesmen tersebut saling melengkapi. Jika digunakan secara seimbang, guru tidak hanya memperoleh angka, tetapi juga gambaran perkembangan siswa secara lebih adil. Kendala utama penerapannya ialah keterbatasan waktu, jumlah siswa yang besar, beban administrasi, dan kemampuan guru menyusun rubrik. Artikel ini menyimpulkan bahwa Triad Asesmen dapat menjadi kerangka praktis untuk penilaian holistik PAI selama indikator, rubrik, umpan balik, dan dokumentasi bukti belajar disiapkan dengan baik.
Manajemen Kinerja dan Produktivitas Kerja Dhiya Aulia; Zaskia; Suraijiah; Fahmi Riady; Rusdiana
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kinerja dan produktivitas kerja dalam perspektif manajemen pendidikan Islam serta mengkaji peran profesionalisme dalam meningkatkan kualitas kerja pada lembaga pendidikan Islam. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan sumber daya manusia yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja organisasi, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan moral Islam dalam praktik kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu mengenai manajemen kinerja, produktivitas kerja, profesionalisme, serta manajemen pendidikan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis temuan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa kinerja dalam perspektif Islam merupakan konsep multidimensional yang mencakup aspek produktivitas, kualitas kerja, tanggung jawab moral, dan nilai spiritual. Produktivitas kerja dipengaruhi oleh kompetensi, motivasi, pengembangan karier, serta sistem manajemen kinerja yang efektif. Selain itu, profesionalisme berperan penting dalam meningkatkan kualitas kerja melalui penguatan kompetensi, integritas, dan komitmen terhadap nilai-nilai Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi prinsip amanah, ihsan, dan itqan dengan praktik manajemen modern dapat mendukung peningkatan kinerja dan produktivitas pada lembaga pendidikan Islam. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen pendidikan Islam dan dapat menjadi landasan konseptual dalam perumusan strategi pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Desain Penelitian Tindakan Kelas Dhiya Aulia; Dina Hermina; Salamah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implementasi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai strategi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru dalam praktik pendidikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendekatan pembelajaran yang reflektif dan sistematis untuk membantu guru menyelesaikan permasalahan nyata di kelas serta meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan berbagai hasil penelitian yang relevan dengan Penelitian Tindakan Kelas, pengembangan profesional guru, dan pembelajaran reflektif. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas memiliki peran penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa, motivasi belajar, partisipasi kelas, dan efektivitas pembelajaran. Selain itu, PTK juga berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi pedagogik, kemampuan reflektif, dan profesionalisme guru melalui proses evaluasi dan perbaikan pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi memungkinkan guru menerapkan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan adaptif sesuai kebutuhan peserta didik. PTK juga mendukung terciptanya budaya pembelajaran yang inovatif dan kolaboratif di lingkungan pendidikan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Penelitian Tindakan Kelas merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan profesional guru. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan konsep pembelajaran reflektif dan action research, serta memberikan implikasi praktis bagi guru, sekolah, dan pengambil kebijakan pendidikan dalam menerapkan strategi perbaikan pembelajaran berbasis data dan refleksi ilmiah.
Komponen Utama dalam Instrumen Akreditasi Sekolah/Madrasah: (Mutu Lulusan dan Proses Pembelajaran) Dhiya Aulia; Abdillah Agung Himayanta; Husnul Yaqin; Hilmi Mizani
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu lulusan dan proses pembelajaran dalam sistem akreditasi sekolah/madrasah serta mengevaluasi efektivitas instrumen akreditasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih adanya kesenjangan antara standar akreditasi dengan implementasi proses pembelajaran di lapangan yang berdampak pada mutu lulusan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian terdiri atas sekolah/madrasah yang telah mengikuti proses akreditasi, dengan sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, dokumentasi, dan analisis instrumen akreditasi yang mengacu pada Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP 2020). Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan korelasi untuk mengidentifikasi hubungan antara kualitas proses pembelajaran dan mutu lulusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap mutu lulusan. Sekolah/madrasah dengan kualitas pembelajaran yang baik cenderung memiliki capaian mutu lulusan yang lebih tinggi. Selain itu, implementasi akreditasi berbasis kinerja terbukti mampu mendorong peningkatan budaya mutu, penguatan manajemen sekolah, dan perbaikan proses pembelajaran secara berkelanjutan. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya keterbatasan instrumen akreditasi dalam mengukur aspek karakter dan keterampilan abad ke-21 secara komprehensif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori penjaminan mutu pendidikan dan praktik akreditasi sekolah/madrasah melalui penguatan hubungan antara proses pembelajaran dan mutu lulusan sebagai indikator utama kualitas pendidikan.
Strategi Pengembangan Pendidikan Islam Berbasis Data Kebutuhan di Era Teknologi Modern Dhiya Aulia; Ahmad Salaby; Yahya Mof
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1929

Abstract

Latar belakang penelitian ini berakar pada realitas kesenjangan yang semakin lebar antara model penyelenggaraan pendidikan Islam konvensional dengan dinamika kebutuhan peserta didik, tenaga pendidik, dan masyarakat di era revolusi industri keempat. Transformasi digital yang masif belum sepenuhnya terakomodasi dalam sistem pendidikan Islam, sehingga terjadi mismatch antara output lembaga pendidikan dengan tuntutan kompetensi abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kesenjangan antara kondisi aktual penyelenggaraan pendidikan Islam dengan kebutuhan nyata stakeholder; (2) memetakan strategi pengembangan berbasis data kebutuhan yang relevan; dan (3) merumuskan model integratif yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan pemanfaatan teknologi modern secara sinergis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur sistematis (systematic literature review) yang diperkuat dengan analisis dokumen kebijakan pendidikan nasional dan komparatif antar lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pendidikan Islam yang efektif di era teknologi modern harus bertumpu pada empat pilar: analisis kebutuhan berbasis data digital, transformasi kurikulum yang mengintegrasikan literasi digital dengan nilai-nilai Islami, penguatan kapasitas sumber daya manusia pendidik melalui pelatihan berbasis teknologi, serta tata kelola lembaga yang transparan dan akuntabel berbasis sistem informasi manajemen. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan pendidikan Islam di era modern tidak terletak pada penolakan terhadap teknologi, melainkan pada kemampuan kelembagaan untuk mengadopsi inovasi sambil mempertahankan substansi nilai dan tujuan pendidikan Islam yang autentik.
Paradigma dan Karakteristik Penelitian Positivistik/Kuantitatif dan Interpretatif/Kualitatif Alfisyah; Dina Hermina; Salamah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1936

Abstract

Perdebatan antara paradigma positivistik dan interpretatif merupakan isu fundamental dalam metodologi penelitian ilmiah yang relevan bagi pengembangan ilmu di Indonesia. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan paradigma positivistik/kuantitatif dan interpretatif/kualitatif dari empat dimensi analisis secara integratif, yaitu ontologi, epistemologi, aksiologi, dan metodologi, serta mengkaji posisi mixed methods research sebagai pendekatan integratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur (library research) dengan metode analisis isi dan analisis komparatif-konseptual terhadap sumber-sumber kepustakaan primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma positivistik berpijak pada realisme objektif dengan pendekatan deduktif yang berorientasi pada pengujian hipotesis dan generalisasi, sementara paradigma interpretatif menganut relativisme dengan pendekatan induktif yang berorientasi pada pemahaman makna kontekstual. Kedua paradigma memiliki perbedaan mendasar pada level ontologis yang menentukan seluruh perbedaan epistemologis, aksiologis, dan metodologisnya, namun keduanya sama-sama berkomitmen terhadap rigour ilmiah. Dikotomi antara keduanya dapat dilampaui melalui mixed methods research yang berpijak pada landasan pragmatis. Kajian ini menyimpulkan bahwa tidak ada paradigma yang secara universal lebih unggul; pilihan paradigma harus didasarkan pada koherensi antara pertanyaan penelitian, ontologi, epistemologi, dan metodologi yang dianut peneliti.
Legitimasi Politik Perempuan dalam Perspektif Fikih Siyasah dan Maqashid Syariah Andri Suryani; Normuslim; Euis Nurlaelawati; Hamdanah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1942

Abstract

Kepemimpinan perempuan dalam jabatan publik masih menjadi perdebatan dalam diskursus hukum Islam kontemporer. Perbedaan pandangan muncul antara ulama klasik yang cenderung membatasi kepemimpinan politik perempuan dan ulama kontemporer yang lebih menekankan prinsip keadilan, kemaslahatan, dan kesetaraan dalam syariat Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis legitimasi politik perempuan dalam perspektif fikih siyasah dan maqashid syariah, serta menelaah relevansinya dalam konteks hukum tata negara modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan maqashid syariah melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber hukum Islam klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legitimasi politik perempuan dalam Islam bersifat ijtihadiyah dan tidak dapat dipahami secara tekstual semata. Dalam perspektif fikih siyasah klasik, sebagian ulama membatasi kepemimpinan perempuan pada jabatan tertentu dengan mendasarkan argumentasi pada hadis dan struktur sosial patriarkal masa lalu. Namun, pendekatan maqashid syariah menempatkan kemaslahatan, keadilan, kompetensi, dan kemampuan mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagai dasar utama legitimasi kepemimpinan. Perkembangan sistem ketatanegaraan modern juga menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas yang setara dalam menjalankan jabatan publik dan pemerintahan. Oleh karena itu, kepemimpinan politik perempuan dapat diterima sepanjang mampu mewujudkan tujuan syariat dan kepentingan masyarakat secara luas. Penelitian ini menegaskan bahwa reinterpretasi hukum Islam terhadap kepemimpinan perempuan perlu dilakukan secara kontekstual agar selaras dengan prinsip keadilan dan dinamika sosial kontemporer.