cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,464 Documents
Analisis Kesesuaian Kandungan Zat Gizi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Berdasarkan Kebutuhan Gizi Individu Pada Siswa Di SMPN 3 Telaga Christian Julius Ottay; Saskia Agustina Ali; Ulan Safitri; Nurdin Dali; Gita Syarifah Ali
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1803

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk memenuhi 30–35% kebutuhangizi harian siswa, namun pemenuhannya belum tentu selaras dengan kebutuhan aktualsetiap individu yang dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan komposisi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian kandungan zat gizi menu program MBG dengan kebutuhan aktual siswa di SMPN 3 Telaga. Jenis penelitianadalah analitik kuantitatif dengan pendekatan komparatif yang dilaksanakan pada Mei 2026. Sampel terdiri atas 74 siswa kelas VII yang dipilih dengan teknik total sampling serta menu MBG dalam satu siklus (5 hari). Data antropometri (berat badan dan tinggibadan) digunakan untuk menghitung kebutuhan energi menggunakan rumus Schofield, sedangkan kandungan zat gizi menu dianalisis menggunakan NutriSurvey 2007 berdasarkan TKPI 2020. Uji kesesuaian dilakukan dengan One-Sample Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kandungan zat gizi menu MBG per hari sebesar energi 448,18 kkal, protein 19,06 g, lemak 21,72 g, karbohidrat 44,74 g, vitamin C 8,76 mg, dan zat besi 2,84 mg, sedangkan nilai median kebutuhan aktualsiswa adalah energi 664,55 kkal, protein 25,9 g, lemak 14,75 g, karbohidrat 106,3 g, vitamin C 19,5 mg, dan zat besi 4,5 mg. Hasil uji statistik menunjukkan terdapatperbedaan yang signifikan antara kandungan zat gizi menu MBG dengan 30% kebutuhan aktual siswa pada seluruh variabel (p<0,05). Hanya kandungan lemak yang telah memenuhi ≥30% kebutuhan aktual siswa, sedangkan energi, protein, karbohidrat, vitamin C, dan zat besi belum memenuhi. Disimpulkan bahwa menu program MBG belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan aktual siswa, sehingga diperlukanpenyesuaian komposisi dan porsi menu, khususnya pada sumber energi, protein, karbohidrat, vitamin C, dan zat besi. The Free Nutritious Meal (MBG) Program is designed to provide 30–35% of students' daily nutritional requirements. However, its nutritional content may not align with the specific nutritional needs of each individual, which vary by age, sex, and body composition. This study aims to analyze the suitability of the nutrient content of the MBG program menu with the actual nutritional requirements of students at State Junior High School 3 Telaga. This study employed a quantitative analytical design with a comparative approach and was conducted in May 2026. The sample consisted of 74 VII-grade students selected through total sampling, along with a five-day cycle of MBG menus. Anthropometric data (body weight and height) were used to estimate energy requirements with the Schofield equation, and the nutrient content of the menus was analyzed using NutriSurvey 2007, based on the Indonesian Food Composition Table (TKPI) 2020. The suitability analysis was performed using the One-Sample Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed that the average daily nutrient content of the MBG menus was 448.18 kcal of energy, 19.06 g of protein, 21.72 g of fat, 44.74 g of carbohydrates, 8.76 mg of vitamin C, and 2.84 mg of iron. Meanwhile, the median actual nutritional requirements of the students were 664.55 kcal of energy, 25.9 g of protein, 14.75 g of fat, 106.3 g of carbohydrates, 19.5 mg of vitamin C, and 4.5 mg of iron. Statistical analysis indicated significant differences between the nutrient content of the MBG menus and 30% of the students' actual nutritional requirements for all variables (p < 0.05). Only the fat content met at least 30% of the students' actual nutritional requirements, whereas the energy, protein, carbohydrate, vitamin C, and iron contents did not. The MBG program menu is not fully aligned with the students' actual nutritional requirements. Therefore, adjustments to menu composition and portion sizes, particularly for energy, protein, carbohydrates, vitamin C, and iron, are necessary.
Analisis Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur Di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Tahun 2025 Elsawati Abdul; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1804

Abstract

Efisiensi penggunaan tempat tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menilai pemanfaatan sumber daya, mutu pelayanan, dan kinerja operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi penggunaan tempat tidur di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie tahun 2025 berdasarkan empat indikator Grafik Barber Johnson, yaitu Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi sekaligus sampel penelitian mencakup seluruh pasien rawat inap selama tahun 2025 sebanyak 7.411 pasien. Data diperoleh dari rekapitulasi sensus harian rawat inap dan laporan statistik unit rekam medis, kemudian diolah melalui perhitungan indikator serta pemetaan titik koordinat pada Grafik Barber Johnson. Hasil penelitian menunjukkan nilai BOR sebesar 52%, yang masih berada di bawah standar ideal 60%-85%; AvLOS sebesar 3 hari, yang belum memenuhi standar 6-9 hari; TOI sebesar 3 hari, yang telah sesuai dengan standar 1-3 hari; dan BTO sebesar 57 kali per tahun, yang melebihi standar 40-50 kali. Pemetaan keempat indikator menunjukkan bahwa posisi koordinat masih berada di luar zona efisiensi. Dengan demikian, penggunaan tempat tidur secara keseluruhan belum efisien. Rumah sakit disarankan meningkatkan promosi dan akses layanan, mengevaluasi distribusi serta kebutuhan tempat tidur setiap ruang, mempercepat proses administrasi pasien masuk dan keluar, memperkuat ketepatan sensus harian, dan melakukan pemantauan indikator secara berkala sebagai dasar perencanaan pelayanan rawat inap.
Prediksi Gender Member GYM Menggunakan Algoritma Decision Tree Bayu Eka Susanto; Sujatmiko Ginting; Aidul Safii
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1806

Abstract

Perkembangan data mining memberikan peluang untuk mengolah data member gym menjadi informasi prediktif yang dapat mendukung pengambilan keputusan dan peningkatan layanan. Penelitian ini bertujuan memprediksi gender member gym menggunakan algoritma Decision Tree pada aplikasi RapidMiner serta mengidentifikasi atribut yang paling berpengaruh dalam proses klasifikasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen data mining. Dataset terdiri atas atribut usia, tinggi badan, berat badan, Body Mass Index (BMI), frekuensi latihan, durasi latihan, jenis aktivitas olahraga, dan gender sebagai label. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, pembersihan nilai kosong dan duplikasi, transformasi atribut kategorikal, pembagian data training dan testing, pembentukan model Decision Tree, serta evaluasi menggunakan confusion matrix dan accuracy. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model menghasilkan 45 prediksi laki-laki dan 46 prediksi perempuan yang benar, dengan lima false positive dan empat false negative. Berdasarkan hasil tersebut, model memperoleh accuracy sebesar 91%, yang menunjukkan kemampuan klasifikasi yang baik pada dataset yang digunakan. Struktur pohon keputusan memperlihatkan bahwa BMI dan frekuensi latihan menjadi atribut dominan dalam pembentukan aturan klasifikasi. RapidMiner memudahkan integrasi proses preprocessing, pemodelan, dan evaluasi melalui antarmuka visual yang sistematis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Decision Tree dapat digunakan sebagai metode yang efektif dan mudah diinterpretasikan untuk menganalisis karakteristik member gym. Meskipun demikian, penerapan model perlu memperhatikan representativitas data, potensi bias, perlindungan data pribadi, dan validasi pada dataset yang lebih besar sebelum digunakan dalam pengambilan keputusan operasional.  
Transformasi Keterampilan Berbicara Siswa Melalui Integrasi Literasi Dan Teknologi Digital: Kajian Literatur Oktavian Ilham Ramadhani; Safrina Safrina; Yanti Linarsih; Laili Amalia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1809

Abstract

Transformasi keterampilan berbicara siswa merupakan kebutuhan penting dalam pembelajaran abad ke-21 karena kemampuan komunikasi berkaitan erat dengan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan partisipasi akademik. Meskipun demikian, banyak siswa masih mengalami kesulitan menyampaikan gagasan, membangun argumentasi, memilih kosakata yang tepat, dan berbicara secara percaya diri, sementara pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi integrasi literasi dan teknologi digital terhadap pengembangan keterampilan berbicara siswa, mengidentifikasi bentuk media yang efektif, serta memetakan tantangan penerapannya. Penelitian menggunakan metode kajian literatur dengan menelaah artikel ilmiah, jurnal, dan hasil penelitian relevan yang diterbitkan terutama pada periode 2020-2025. Literatur ditelusuri melalui basis data ilmiah, diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, kemudian diklasifikasikan dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan video pembelajaran, podcast, presentasi daring, media sosial edukatif, gamifikasi, dan aplikasi interaktif dapat memperluas kesempatan siswa untuk berlatih berbicara, memperoleh umpan balik, dan menghasilkan konten komunikasi. Integrasi tersebut meningkatkan keberanian, kelancaran, ketepatan berbahasa, penguasaan kosakata, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterlibatan siswa. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur, pemerataan akses, kompetensi digital guru, pendampingan, dan etika penggunaan teknologi. Dengan demikian, integrasi literasi dan teknologi digital merupakan strategi pembelajaran yang relevan untuk mentransformasi keterampilan berbicara siswa secara aktif, kontekstual, dan berkelanjutan.
Pengembangan Game Edukasi Dengan Pendekatan Game-Based Learning Pada Mata Pelajaran Informatika Di SMP Negeri 3 Sawan Komang Ervian Puspa Sandebhy; Dewa Gede Hendra Divayana; I Ketut Andika Pradnyana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan game edukasi dengan pendekatan Game-Based Learning (GBL) pada mata pelajaran Informatika di SMP Negeri 3 Sawan, serta mengetahui respon guru dan murid terhadap produk yang dikembangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian melibatkan 36 murid dan seorang guru mata pelajaran Informatika kelas VIII. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli isi dan media, angket uji coba perorangan, kelompok kecil, lapangan, serta angket respon guru dan murid. Hasil validasi ahli isi dan ahli media masing-masing memperoleh skor 1,00 dengan kriteria "Sangat Tinggi". Uji coba perorangan memperoleh persentase 92%, uji kelompok kecil 90,07%, dan uji lapangan 94,06%, seluruhnya berkualifikasi "Sangat Baik". Respon guru memperoleh rata-rata skor 45 dan respon murid 67,5, keduanya berkategori "Sangat Positif". Dengan demikian, game edukasi yang dikembangkan dinyatakan valid, sangat baik dalam kepraktisan, dan mendapatkan respons yang sangat positif dari pengguna, sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran Informatika.
Analisis Manajemen Risiko PT Unilever Indonesia Tbk Akibat Isu Boikot Tahun 2025 Menggunakan Kerangka ISO 31000:2018 Ira Rohaeny; Yoyo Sudaryo; Eko Djoko Prabowo
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara PT Unilever Indonesia Tbk mengelola risiko yang muncul karena isu boikot yang terjadi pada tahun 2025, dengan menggunakan kerangka kerja yang diusulkan oleh ISO 31000:2018. Isu boikot yang berkelanjutan di kalangan masyarakat memengaruhi cara masyarakat memandang perusahaan, sehingga menyebabkan perubahan dalam cara belanja, menurunnya jumlah penjualan, dan menurunnya keuntungan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari laporan tahunan PT Unilever Indonesia Tbk tahun 2025, laporan keuangan perusahaan, jurnal ilmiah, serta berbagai publikasi yang terkait. Analisis data dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah manajemen risiko berdasarkan standar ISO 31000:2018, yaitu mengidentifikasi risiko, menganalisis risiko, mengevaluasi risiko, serta menentukan tindakan yang perlu dilakukan terhadap risiko tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi tiga jenis risiko besar, yaitu risiko terkait masyarakat, risiko terkait nama baik, dan risiko terkait ekonomi. Risiko reputasi memiliki prioritas tertinggi karena langsung memengaruhi kepercayaan pelanggan, gambaran perusahaan, dan hasil keuangan. Risiko sosial bisa membuat masyarakat memiliki pandangan negatif, sedangkan risiko ekonomi adalah akibatnya yang terlihat dari penurunan penjualan di beberapa bagian bisnis dan pengurangan laba perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa menerapkan ISO 31000:2018 dapat membantu perusahaan dalam mengenali, menilai, dan membuat rencana untuk mengurangi risiko secara teratur, sehingga perusahaan bisa tetap berjalan dengan baik meskipun menghadapi perubahan di sekitar mereka.
Hubungan Personal Hygiene Penata Rambut Dengan Kepuasan Pelanggan Tempat Pangkas Rambut Di Wilayah Kota Banjarbaru Muhammad Khairul Azmi; Isnawati Isnawati; Erminawati Erminawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1815

Abstract

Tempat pangkas rambut merupakan tempat pelayanan umum yang berisiko terhadap penularan penyakit akibat kontak fisik langsung antara penata rambut dan pelanggan. Personal hygiene penata rambut berperan penting dalam mencegah penularan penyakit selama proses pelayanan sekaligus membentuk persepsi pelanggan terhadap kualitas pelayanan yang berdampak pada kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene penata rambut dengan kepuasan pelanggan pada tempat pangkas rambut di Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam meningkatkan penerapan personal hygiene serta kualitas pelayanan pada tempat pangkas rambut. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 30 penata rambut yang diobservasi menggunakan lembar observasi dan 90 pelanggan yang mengisi kuesioner kepuasan, dipilih secara purposive sampling dan accidental sampling. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara tahun 2026. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan Continuity Correction dan perhitungan Odds Ratio (OR). Sebagian besar penata rambut memiliki personal hygiene kategori kurang baik (63,3%). Indikator paling bermasalah adalah kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun yang tidak dilakukan oleh seluruh penata rambut (100%), diikuti tidak menggunakan celemek/apron dan alas kaki tertutup (masing-masing 90,0%). Sebanyak 43,3% pelanggan menyatakan tidak puas. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,003; OR = 4,754; 95% CI: 1,775–12,731). Personal hygiene penata rambut yang kurang baik terbukti berhubungan secara signifikan dengan ketidakpuasan pelanggan. Penata rambut disarankan untuk membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan menggunakan alat pelindung diri secara konsisten. Pemilik usaha diharapkan menyediakan fasilitas kebersihan yang memadai untuk menunjang penerapan personal hygiene di tempat pangkas rambut.
Pengaruh Rotasi Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Kepuasan Kerja Pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Provinsi Sumatera Utara Aknes Aktif Sipasi Daeli; Barham Siregar; Saima Rambe; Romi Kurniawan Zai
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rotasi kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena menurunnya kinerja pegawai yang dipengaruhi oleh kebosanan akibat pekerjaan rutin, rendahnya motivasi karena kompensasi dan pengakuan yang kurang memadai, serta ketidakpuasan kerja yang memengaruhi produktivitas. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah rotasi kerja (X₁) dan motivasi kerja (X₂), variabel mediasi adalah kepuasan kerja (Z), dan variabel terikat adalah kinerja pegawai (Y).Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, populasi sebanyak 628 pegawai, dan sampel 86 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, koefisien determinasi (R²), serta analisis jalur (path analysis) dengan bantuan SPSS 25.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rotasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, (2) motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, (3) rotasi kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, (4) motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, (5) rotasi kerja dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, (6) rotasi kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, serta (7) kepuasan kerja memediasi pengaruh rotasi kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai.Kesimpulannya, peningkatan rotasi kerja yang tepat dan motivasi kerja yang optimal akan mendorong kepuasan kerja pegawai, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja pegawai secara keseluruhan. Hasil ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen instansi untuk memperhatikan desain rotasi kerja, pemberian kompensasi, peluang pengembangan karir, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.
Analisis Pengaruh Biaya Produksi dan Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih Pada Industri Foods and Beverage di Sektor Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2024 Fredy Sanjaya Kusuma; Aditya Adhi Flesia; Muhamad Azully; Ricco Kantona Setiawan; Shevani Dwinov; Dede Puspa Pujia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih pada perusahaan subsektor foods and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2024. Laba bersih merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kinerja keuangan perusahaan, sehingga pengelolaan biaya produksi dan biaya operasional menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research untuk menguji hubungan kausal antara variabel independen dan variabel dependen. Populasi penelitian terdiri atas seluruh perusahaan subsektor foods and beverages yang terdaftar di BEI. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga diperoleh sebanyak 66 observasi yang dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa biaya produksi tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan nilai signifikansi sebesar 0,548 (>0,05). Sebaliknya, biaya operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih dengan nilai signifikansi <0,001 (<0,05). Hasil uji simultan (uji F) menunjukkan bahwa biaya produksi dan biaya operasional secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap laba bersih dengan nilai signifikansi <0,001. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan 68,4% variasi laba bersih, sedangkan 31,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan biaya operasional merupakan faktor yang lebih berperan dalam memengaruhi laba bersih dibandingkan biaya produksi. Sementara itu, biaya produksi tidak terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih pada perusahaan subsektor foods and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian.
Penjadwalan Aliran Material Berbasis RCPSP pada Fasilitas Lift Barang Terbatas Muhammad Tajuddin; Manik Ayu Titisari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1822

Abstract

Fasilitas material handling yang digunakan secara bersama dapat menjadi sumber ketidakpastian operasional ketika perusahaan belum memiliki aturan penggunaan yang formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi penjadwalan aliran material, memetakan kendala fasilitas, serta menyusun jadwal penggunaan lift barang pada pabrik krimer melalui Resource Constrained Project Scheduling Problem. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi proses, wawancara dengan personel produksi dan pergudangan, telaah dokumen operasional, serta pengukuran waktu terhadap 18 aktivitas pada Departemen Material Planner, Oracle, dan Retail dalam shift pagi. Aktivitas disusun berdasarkan hubungan finish-to-start, durasi, kebutuhan sumber daya, kapasitas angkut, jumlah perjalanan, serta perbedaan jam kerja dan istirahat. Hasil menunjukkan bahwa satu lift harus melayani 37 pallet melalui 15 perjalanan. Jadwal berbasis batasan sumber daya memberikan slot penggunaan yang jelas: Retail menggunakan lift pada menit 39,41-113,31 dan Oracle mulai menit 169,86. Makespan tetap 441,06 menit, utilisasi lift 64,64%, dan waktu tunggu kedua departemen 0 menit. Temuan tersebut menunjukkan bahwa manfaat utama model bukan penurunan indikator waktu pada kondisi data saat ini, melainkan pembentukan jadwal yang layak, terdokumentasi, dan mudah dijadwalkan ulang. Model ini berimplikasi pada peningkatan kepastian koordinasi antar-departemen dan menyediakan dasar pengendalian fasilitas bersama ketika volume material, jadwal shift, atau kondisi lift berubah.