cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,464 Documents
Bahasa Kias Sebagai Etika: Telaah Majas Dan Nilai Sosial Dalam Puisi Hujan Bulan Juni Isropiani Isropiani; Aenani Tajrian; Paisal Tami; M Azizaturrahman; Herman Wijaya
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1781

Abstract

Puisi Hujan Bulan Juni yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono, seorang sastrawan terkemuka Indonesia, menunjukkan penggunaan bahasa yang sederhana namun kaya akan makna filosofis dan nilai sosial. Studi ini bertujuan untuk membedah peran majas, yang berfungsi sebagai bahasa kias, bukan hanya sebagai hiasan, tetapi juga sebagai penyampai nilai moral dengan pendekatan stilistika dan analisis kualitatif deskriptif pada teks puisi secara keseluruhan. Sumber data utama berasal dari puisi tersebut, dengan perhatian khusus pada elemen linguistik yang penting. Temuan analisis menunjukkan bahwa personifikasi "hujan yang tabah" menggambarkan etika ketahanan dan pengendalian diri saat menghadapi ketidakpastian; metafora "jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu" merepresentasikan sikap santun dalam mempertimbangkan perasaan dan hak privasstilistiki orang lain; struktur paralel "Tak ada yang lebih sabar / Dari pada hujan. . . " menekankan kekokohan prinsip moral dalam masyarakat; sementara interaksi harmoni antara hujan, jalan, dan pohon memberikan gambaran tentang toleransi dan hidup secara berdampingan dengan damai. Kata kerja aktif seperti menghapus, membiarkan, dan menyerap menekankan etika tindakan yang bijaksana, arif, dan penuh empati. Secara keseluruhan, majas dalam puisi ini berfungsi sebagai alat etika yang paling tinggi: kebijaksanaan dalam keheningan dan ketabahan dalam menahan diri, yang relevan sebagai cermin norma perilaku masyarakat modern. Penelitian ini menggarisbawahi peran sastra sebagai pelatih etika masa kini.
Upaya Pelestarian Kesenian Cupak Gerantang di Sembalun Bumbung Lombok Timur Elvin Febrina; Ela Cahyani; Isropiani Isropiani; Baiq Azmira Antika Husna; Baiq Silvia Zahra Tuhry; Ashwan Kailani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1782

Abstract

Kesenian Cupak Gerantang yang ada di Desa Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur, merupakan salah satu warisan budaya dari komunitas Sasak yang menggabungkan elemen musik, tarian, teater, dan karya sastra lisan dalam sebuah sajian tradisional. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai saluran untuk menyampaikan nilai moral, pendidikan, dan identitas budaya dari masyarakat setempat. Dengan adanya perubahan modernisasi dan transformasi sosial-ekonomi, keberlanjutan praktik serta kontinuitas regenerasi kesenian ini mengalami penurunan disebabkan oleh menurunnya ketertarikan generasi muda, terbatasnya dukungan dari lembaga, kurangnya dana, serta pengaruh budaya modern yang semakin kuat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya pelestarian yang melibatkan berbagai pihak agar keberadaan kesenian ini tetap terjaga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Sasak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keadaan saat ini dari seni Cupak Gerantang, mengidentifikasi beragam tantangan yang dihadapi dalam usaha pelestariannya, serta menganalisis berbagai bentuk penguatan masyarakat yang diimplementasikan untuk memastikan keberlanjutan seni tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada praktisi seni, tokoh masyarakat, dan pihak yang relevan, observasi langsung terhadap aktivitas latihan dan pertunjukan, serta kajian dokumentasi pada berbagai sumber yang mendukung. Hasil studi menunjukkan bahwa untuk melestarikan Cupak Gerantang, dibutuhkan pendekatan menyeluruh dengan meningkatkan kemampuan para pelaku seni, menyusun program untuk regenerasi generasi muda, memajukan sanggar seni, mengintegrasikan seni dalam pendidikan berbasis budaya lokal serta pariwisata budaya, dan menyediakan dukungan pendanaan yang berkelanjutan dari pemerintah dan berbagai pihak terkait. Selain itu, penggunaan media digital untuk mendokumentasikan, mempromosikan, dan menyebarluaskan informasi mengenai Cupak Gerantang merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah kemajuan zaman.
Pengaruh School Well-Being Terhadap Academic Grit Siswa Yang Mengikuti Ekstrakurikuler di SMAN 2 Gowa Ghina Nailah; Andi Halima; Nurfajriyanti Rasyid
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1783

Abstract

Siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sering kali menghadapi berbagai tuntutan akademik dan nonakademik yang dapat memengaruhi ketekunan mereka dalam mencapai tujuan belajar. Kondisi tersebut berkaitan dengan Academic grit , yaitu kemampuan siswa untuk tetap tekun, konsisten, dan bertahan dalam menghadapi tantangan akademik. Salah satu faktor yang memengaruhi Academic grit  adalah School well-being, yaitu kondisi kesejahteraan siswa di lingkungan sekolah yang ditandai dengan rasa nyaman, aman, dan pengalaman positif selama berada di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh School well-being terhadap Academic grit  pada siswa SMA Negeri 2 Gowa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Responden penelitian berjumlah 303 siswa yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan School well-being terhadap Academic grit  dengan nilai signifikansi sebesar p<0,001 (p<0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,239 menunjukkan bahwa School well-being memberikan kontribusi sebesar 23,9% terhadap Academic grit . Hasil penelitian menunjukkan bahwa School well-being berpengaruh positif dan signifikan terhadap Academic grit . Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kesejahteraan siswa di sekolah dapat mendukung berkembangnya ketekunan dan kegigihan siswa dalam mencapai tujuan akademik. Implikasi penelitian ini adalah penting bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan suportif guna mendukung berkembangnya Academic grit  pada siswa, khususnya bagi siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.  
Mitigasi Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Produksi Krimer Menggunakan House of Risk Muhammad Farhan Hanafi; Andarmadi Jati Abdhi Wasesa
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1784

Abstract

Proses produksi krimer bubuk memiliki karakteristik bahaya yang kompleks karena melibatkan bahan berbentuk serbuk halus, mesin bertekanan, temperatur tinggi, bahan kimia pembersih, perpindahan material, dan aktivitas manual berulang. Kondisi tersebut menuntut pemetaan risiko yang tidak hanya menilai kejadian kecelakaan, tetapi juga memprioritaskan penyebab yang mampu memicu beberapa kejadian sekaligus. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kejadian dan agen risiko keselamatan dan kesehatan kerja, menentukan agen risiko prioritas, serta menyusun urutan strategi mitigasi pada proses produksi PT. XYZ. Penelitian menggunakan studi kasus deskriptif dengan data kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 25 responden yang dipilih secara purposif dari area penerimaan bahan, pencampuran, pengeringan semprot, produksi, pengemasan, laboratorium pengendalian mutu, dan fungsi keselamatan kerja. Analisis dilakukan menggunakan House of Risk dua fase. Hasil penelitian mengidentifikasi 16 kejadian risiko dan 16 agen risiko. Agen dengan Aggregate Risk Potential tertinggi adalah paparan debu halus bahan baku dengan nilai 470, diikuti sumber percikan dari gumpalan krimer hangus dengan nilai 369. Sepuluh agen prioritas menyumbang 87,88% dari total potensi risiko agregat. Pada fase mitigasi, prosedur Clean as You Go memperoleh nilai Effectiveness to Difficulty tertinggi sebesar 3.033, disusul penggunaan alat pelindung diri lengkap sebesar 1.896 dan pelatihan pengangkatan manual sebesar 1.611. Temuan menunjukkan bahwa pengendalian segera berbasis kebersihan area dan kepatuhan pekerja perlu dipadukan dengan investasi rekayasa berupa pengendalian debu dan proteksi kebakaran. Pendekatan bertahap tersebut memberikan dasar operasional bagi perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya keselamatan secara lebih terarah.
Pengaruh Workload Dan Work Stress Terhadap Turnover Intention Pada Karyawan Sektor Retail Di CV. XYZ Azka Qisthiya Putri; Pras Rendy; Benny Bernadus
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1785

Abstract

Tingginya angka perputaran karyawan di industri retail menjadi tantangan signifikan yang memengaruhi stabilitas operasional organisasi. Studi ini diarahkan untuk menganalisis sejauh mana dampak workload dan work stress terhadap keinginan keluar karyawan (turnover intention) di sektor retail. Penelitian ini menerapkan desain kuantitatif dengan berfokus pada populasi seluruh karyawan CV. XYZ. Melalui teknik penarikan sampel yang ditentukan, diperoleh sampel sebanyak 40 orang responden. Instrumen kuesioner digunakan sebagai perangkat utama untuk menjaring data dari responden, yang kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, workload tidak memiliki pengaruh nyata terhadap keinginan keluar karyawan (t hitung = -0,946; p = 0,350 > 0,05). Fenomena ini mengindikasikan bahwa volume tugas yang padat dan ritme kerja yang cepat di industri retail cenderung dipandang sebagai konsekuensi logis dari profesi tersebut, sehingga tidak menjadi faktor pendorong mandiri bagi karyawan untuk mengundurkan diri. Sebaliknya, stres kerja secara parsial terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan yang kuat terhadap keinginan keluar karyawan (t hitung = 6,185; p = 0,000 < 0,05), yang menegaskan bahwa ketegangan emosional dan tekanan psikologis menjadi pemicu utama munculnya niat penarikan diri dari organisasi. Melalui pengujian simultan, workload dan work stress terbukti berpengaruh secara nyata terhadap keinginan keluar karyawan (F hitung = 21,088; p = 0,000 < 0,05), dengan kombinasi kedua variabel tersebut memberikan kontribusi besar (R-Square sebesar 53,3%) dalam menjelaskan fluktuasi intensi mengundurkan diri. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penanganan perputaran karyawan di sektor retail tidak dapat bertumpu pada pengurangan volume kerja semata, melainkan memerlukan intervensi manajemen stres yang komprehensif serta penciptaan iklim kerja yang suportif guna menjaga kesejahteraan mental karyawan.
The Effect Of Perceived Organizational Support And Proactive Coping On The Performance Of Generation Z Employees At Farel Patisserie Cafe Windy Anisa Putri; Pras Rendy; Benny Bernadus
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1786

Abstract

Produktivitas merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan bisnis jangka panjang, terutama pada industri Food and Beverage (F&B) yang kini didominasi oleh Generasi Z. Fenomena fluktuasi kinerja di Farel Patisserie Cafe, yang ditandai dengan peningkatan product reject sebesar 15% dan pemborosan bahan baku (food waste) mencapai 12%, mengindikasikan belum optimalnya kinerja tugas karyawan. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Proactive Coping baik secara mandiri maupun kolektif terhadap kinerja individu karyawan Generasi Z di Farel Patisserie Cafe. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode sensus yang melibatkan 42 orang staf, dengan teknik analisis regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Perceived Organizational Support tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja (; ), sedangkan Proactive Coping terbukti berdampak positif dan signifikan (; ). Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan (; ). Berdasarkan nilai koefisien determinasi sebesar 20,2%, model penelitian ini menjelaskan sebagian dari variasi kinerja karyawan, sedangkan 79,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar cakupan riset ini. Kesimpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa inisiatif individu melalui proactive coping memegang peranan krusial bagi kinerja karyawan di lingkungan F&B yang dinamis, sementara dukungan organisasi yang saat ini diterapkan perlu dievaluasi efektivitasnya agar dapat terintegrasi dengan kebutuhan spesifik Generasi Z dalam mencapai target efisiensi Perusahaan.
Akidah dan Transformasi Umat Muslim: Urgensi Membaca dan Memahami Al-Qur'an dalam Perspektif Literasi Qur'ani Apriyati Dewi; Iba Muhibba; Muhammad Farid Wajidi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1787

Abstract

Keterlibatan umat Muslim dengan Al-Qur’an sering kali menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan membaca teks dan aktualisasi pesan-pesannya dalam kehidupan sehari-hari. Persoalan ini menunjukkan bahwa literasi Qur’ani tidak dapat dipahami secara memadai hanya sebagai kompetensi teknis membaca, tetapi harus mencakup proses pemahaman, refleksi, internalisasi, dan aktualisasi nilai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi Qur’ani, akidah (‘aqīdah), dan transformasi umat Muslim serta merumuskan model konseptual yang menjelaskan mekanisme bagaimana akses terhadap teks berkembang menjadi praksis Qur’ani. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menerapkan analisis konseptual-tematik terhadap literatur mengenai tafsir Al-Qur’an, Islamic Worldview, tadabbur, dan literasi Qur’ani. Hasil penelitian merumuskan Model Literasi Qur’ani Transformatif yang mencakup alur fungsional berupa qirā’ah fondasional, fahm terbimbing, tadabbur transformatif, internalisasi ‘aqīdah, penguatan Islamic Worldview, aktualisasi orientasional, perluasan praksis Qur’ani, serta transformasi individual-sosial. Tadabbur menempati posisi sentral melalui mekanisme konfrontatif, evaluatif, dan reorientatif yang menghubungkan pemahaman pesan Al-Qur’an dengan penguatan fungsi orientasional ‘aqīdah. Penelitian ini juga mengidentifikasi empat titik keterputusan literasi, yaitu stagnasi qirā’ah, kesenjangan akses teks-pesan, kesenjangan pemahaman-internalisasi, dan kesenjangan internalisasi-aktualisasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada konstruksi model eksplanatif-diagnostik yang menempatkan ‘aqīdah dan Islamic Worldview sebagai mekanisme orientasional yang menghubungkan refleksi Qur’ani dengan praksis kehidupan. Model ini menunjukkan perlunya pendekatan literasi Qur’ani yang lebih terdiferensiasi dan diagnostik agar pendidikan Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi berkembang menuju pembentukan orientasi Qur’ani dan aktualisasi nilai dalam kehidupan individual maupun sosial.  
Integrasi Riqâbah, Tablîgh, Dan Akuntabilitas Dalam Tata Kelola Lembaga Pendidikan Islam Nora Triana; Dwi Sulastri; Ansori Ansori
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1788

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi riqâbah, tablîgh, dan akuntabilitas sebagai fondasi tata kelola lembaga pendidikan Islam yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, buku manajemen pendidikan Islam, artikel ilmiah, standar tata kelola, serta laporan kelembagaan yang relevan. Data dianalisis melalui seleksi sumber, pengelompokan tema, analisis isi, perbandingan konsep, dan penyusunan sintesis implementatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa riqâbah membangun pengawasan internal berbasis kesadaran ihsan sekaligus mendorong pengendalian kelembagaan melalui standar kerja, pemantauan risiko, evaluasi, dan tindak lanjut. Tablîgh memperkuat transparansi melalui penyampaian informasi yang benar, tepat waktu, mudah dipahami, dan dapat diverifikasi kepada pemangku kepentingan. Akuntabilitas menegaskan pertanggungjawaban vertikal kepada Allah SWT dan pertanggungjawaban horizontal kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, pemerintah, serta mitra lembaga. Integrasi ketiga prinsip tersebut membentuk siklus tata kelola yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, evaluasi, koreksi, dan perbaikan berkelanjutan. Penerapannya dapat diperkuat melalui kebijakan tertulis, pembagian kewenangan yang jelas, sistem informasi terintegrasi, audit internal, partisipasi pemangku kepentingan, serta indikator kinerja yang terukur. Kajian ini menyimpulkan bahwa integrasi riqâbah, tablîgh, dan akuntabilitas dapat mengurangi penyimpangan, meningkatkan kualitas keputusan, memperkuat budaya amanah, dan membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan Islam. Kerangka ini juga menempatkan nilai spiritual bukan sebagai simbol, melainkan sebagai pedoman operasional dalam pengelolaan sumber daya dan layanan pendidikan.
Dispensasi Kawin dan Perlindungan Anak dalam Kerangka Hukum Indonesia Amanda Amanda; Susi Susilawati; Ashar Ridwan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1789

Abstract

Perubahan batas usia minimum perkawinan menjadi 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan dimaksudkan untuk memperkuat perlindungan anak, tetapi mekanisme dispensasi kawin tetap membuka kemungkinan perkawinan sebelum usia tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan dispensasi kawin dalam sistem hukum Indonesia, menilai kesesuaiannya dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, serta merumuskan standar pertimbangan yang lebih protektif bagi hakim. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konteks, dan kasus. Bahan hukum primer meliputi undang-undang perkawinan, undang-undang perlindungan anak, putusan Mahkamah Konstitusi, dan pedoman Mahkamah Agung mengenai dispensasi kawin. Bahan hukum sekunder berupa artikel jurnal olahan diterjemahkan secara kualitatif melalui interpretasi sistematis, harmonisasi norma, dan argumentasi preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dispensasi pernikahan harus ditempatkan sebagai sesuatu yang ketat, bukan jalur alternatif untuk melegalkan perkawinan anak. Frasa alasan yang sangat mendesak tidak cukup ditunjukkan hanya dengan kehamilan, tekanan sosial, atau kekhawatiran terhadap hubungan anak, melainkan harus diuji bersama kesiapan fisik dan psikologis, keinginan pendidikan, kebebasan persetujuan, risiko kekerasan, kondisi sosial-ekonomi, dan pendapat anak. Penelitian ini menyusun uji kebutuhan perlindungan yang menuntut pembuktian urgensi, proporsionalitas, partisipasi anak, dan jaminan tindak lanjut setelah penetapan. Disimpulkan bahwa konsistensi penerapan uji tersebut dapat mengurangi hukuman subjektivitas, memperkuat akuntabilitas propaganda, dan mengarahkan dispensasi kawin pada perlindungan hak anak secara nyata.
EFEKTIVITAS LARUTAN SERBUK BIJI PEPAYA KERING (Carica Papaya) SEBAGAI LARVASIDA VEKTOR Aedes Sp. Noor Zakiyyatus Syifa; Syarifudin Syarifudin; Joko Supriyadi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1790

Abstract

Nyamuk Aedes sp. merupakan vektor penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penggunaan larvasida kimia secara terus-menerus dapat menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan sehingga diperlukan alternatif larvasida alami, salah satunya larutan serbuk biji pepaya kering (Carica papaya). Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai LC50 larutan serbuk biji pepaya kering serta mengetahui perbedaan kematian larva Aedes sp. pada berbagai variasi konsentrasi dengan waktu kontak 24 jam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai pemanfaatan biji pepaya sebagai bahan larvasida nabati yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan true experimental design dengan variasi konsentrasi 0%, 3%, 6%, 9%, 12%, dan 15% dalam 100 mL air. Setiap perlakuan menggunakan 25 ekor larva Aedes sp. instar III dengan empat kali pengulangan selama 24 jam. Analisis data menggunakan uji probit, Shapiro–Wilk, Levene, Kruskal–Wallis, dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring bertambahnya konsentrasi, yaitu 0%, 28%, 44%, 68%, 80%, dan 96%. Nilai LC50 diperoleh sebesar 6,557% dengan batas bawah 4,731% dan batas atas 7,936%. Uji Kruskal–Wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar variasi konsentrasi (p=0,000), dengan konsentrasi 15% sebagai perlakuan paling efektif. Larutan serbuk biji pepaya kering (Carica papaya) efektif digunakan sebagai larvasida alami terhadap larva Aedes sp. dan berpotensi menjadi alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode ekstraksi, mengukur kandungan senyawa aktif, serta mengendalikan pH secara lebih optimal.