cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,464 Documents
Hubungan Penggunaan Media Sosial, Lingkungan Sosial, Dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Masalah Psikososial Pada Remaja Di Smp 3 Bae Kudus Rinuf Eviati Devita; Indanah Indanah; Ashri Maulida Rahmawati; Sukarmin Sukarmin
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial, lingkungan sosial, dan pola asuh orang tua dengan masalah psikososial pada remaja di SMP 3 Bae Kudus. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan siswa sebagai populasi dengan sampel yang dipilih secara proporsional berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan meliputi PSC-17 untuk mengukur masalah psikososial, BSMAS untuk menilai penggunaan media sosial, CASSS untuk mengukur dukungan lingkungan sosial, serta PSDQ untuk mengidentifikasi pola asuh orang tua. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik non-parametrik karena data berskala ordinal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan media sosial, lingkungan sosial, dan pola asuh orang tua dengan masalah psikososial remaja. Penggunaan media sosial yang berlebihan berkaitan dengan meningkatnya gangguan emosional dan perilaku. Lingkungan sosial yang kurang mendukung dari teman sebaya, keluarga, dan sekolah juga berkontribusi terhadap meningkatnya masalah psikososial. Selain itu, pola asuh orang tua yang tidak tepat, seperti otoriter dan permisif, meningkatkan risiko gangguan dibandingkan pola asuh demokratis. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya peran ketiga faktor tersebut serta perlunya keterlibatan aktif orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan, pengawasan, dan pembinaan guna mendukung perkembangan mental remaja secara optimal.
Pengembangan Fungsi Evaluasi Dalam Manajemen Pendidikan Untuk Mewujudkan Sekolah Menegah Pertama Yang Berkualitas Nisrina Luthfiya Azam; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1199

Abstract

Manajemen pendidikan adalah serangkaian langkah pengelolaan institusi pendidikan yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencapai tujuan pendidikan dengan cara yang efisien dan efektif. Di lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP), evaluasi berperan penting sebagai alat untuk mengukur keberhasilan program, menemukan kendala dalam pelaksanaan, dan merumuskan langkah-langkah perbaikan yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan fungsi evaluasi di dalam manajemen pendidikan sebagai langkah untuk menciptakan Sekolah Menengah Pertama yang berkualitas. Metode yang diterapkan adalah studi literatur dengan meneliti berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan dokumen akademis yang berkaitan dengan evaluasi pendidikan dan pengelolaan sekolah. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa pengembangan fungsi evaluasi yang dilakukan secara sistematis, terencana, objektif, dan terus-menerus dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sekolah, kualitas pembelajaran, profesionalisme pengajar, serta akuntabilitas institusi pendidikan. Selain itu, evaluasi yang berbasis pada data dan kebutuhan sekolah dapat dijadikan pijakan untuk pengambilan keputusan yang tepat dalam merumuskan kebijakan pendidikan di tingkat sekolah. Pelaksanaan evaluasi yang maksimal juga mendukung terbentuknya budaya mutu, inovasi, dan perbaikan yang berkelanjutan dalam semua aspek pengelolaan pendidikan. Oleh karena itu, pengembangan fungsi evaluasi dalam manajemen pendidikan sangat krusial untuk menciptakan SMP yang responsif terhadap perubahan, unggul dalam penyampaian layanan pendidikan, dan mampu menghasilkan siswa yang berkualitas sejalan dengan tujuan pendidikan nasional.
Pengaruh Discount Dan Online Review Terhadap Impulsive Buying Dengan Mediasi Perceived Risk Pada Pengguna Aplikasi Qpon Tanti Mardiana; Asep Nuryadin; Muhammad Rizki Nugraha
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diskon dan ulasan online terhadap pembelian impulsif pada pengguna aplikasi voucher digital Qpon, dengan persepsi risiko sebagai variabel mediasi dalam kerangka teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Data dikumpulkan dari 147 pengguna aplikasi Qpon melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskon tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi risiko (β = 0,062; p = 0,522) maupun terhadap pembelian impulsif (β = -0,126; p = 0,517). Ulasan online berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi risiko (β = 0,322; p = 0,001), tetapi tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap pembelian impulsif (β = 0,260; p = 0,063). Persepsi risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian impulsif (β = 0,378; p = 0,000) serta berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara ulasan online dan pembelian impulsif (β = 0,122; p = 0,010). Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel eksogen mampu menjelaskan 23,8% variasi dalam pembelian impulsif (R² = 0,238), yang tergolong dalam kategori moderat. Temuan ini menunjukkan bahwa pada platform voucher digital, pengelolaan ulasan online yang secara efektif membentuk persepsi risiko lebih berpengaruh dalam mendorong perilaku pembelian impulsif dibandingkan strategi pemberian diskon.
Analisis Faktor Keterlambatan Proses Bongkar Muat Batu Bara Studi Kasus MV. Ruby Indah Faishal Sauqi Rammadhani; Melia Handayani; Syifa Fajar Maulani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1201

Abstract

Kegiatan bongkar muat batu bara merupakan bagian penting dalam rantai pasok logistik maritim karena berpengaruh terhadap produktivitas pelabuhan, waktu sandar kapal, dan biaya operasional. Namun, pada periode Januari-Mei 2025, produktivitas bongkar muat batu bara kapal MV. Ruby Indah di Pelabuhan XYZ hanya mencapai rata-rata 7.333,40 MT/day atau masih berada di bawah target operasional sebesar 10.000 MT/day. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan proses bongkar muat, menentukan faktor yang paling dominan, serta merumuskan upaya perbaikan operasional yang dapat dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan menggunakan Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan dan metode 5 Whys untuk menemukan akar permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan dipengaruhi oleh faktor peralatan bongkar muat, sumber daya manusia, metode operasional, Material, dan kondisi cuaca. Faktor peralatan bongkar muat menjadi penyebab dominan dengan total downtime sebesar 203,55 jam, lebih tinggi dibandingkan weather delay sebesar 54,42 jam. Gangguan paling banyak terjadi pada sistem conveyor, chute, dan gantry ship unloader. Analisis 5 Whys menunjukkan bahwa akar permasalahan utama berasal dari belum optimalnya pelaksanaan preventive maintenance dan monitoring kondisi peralatan secara terstruktur. Oleh karena itu, penguatan program preventive maintenance serta peningkatan koordinasi operasional diperlukan untuk mengurangi downtime dan meningkatkan produktivitas bongkar muat batu bara di pelabuhan.
Political Ethics Of The Sultanate Of Buton: Integration Of Sharia And Customary Law In The Leadership System Of Modern Buton Society Junaid Gazalin; La Ode Ardin Talawa; Razzak Aderista; Andre Setyawan; Aulia Aulia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1203

Abstract

This study aims to examine political ethics within the governmental system of the Buton Sultanate, particularly regarding the integration of Islamic law (syara) and customary law (adat) in the leadership system of modern Buton society. This research is motivated by various issues emerging in contemporary political and governmental life, such as the decline of political ethics, the increasing practice of corruption, abuse of power, and the growth of pragmatic politics that prioritize political interests over public welfare. These conditions highlight the importance of revitalizing local wisdom values as a moral foundation for building leadership that is just, ethical, and oriented toward social welfare. This study employs a qualitative method with a library research approach. The research data were obtained from various literary sources, including books, academic journals, historical documents, cultural archives, and previous studies related to the Buton Sultanate, customary law, Islamic law, and the political culture of the Buton community. Data analysis was conducted descriptively and analytically through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the governmental system of the Buton Sultanate possessed a strong foundation of political ethics through the integration of religious values, Islamic law, customary law, and social morality in the administration of governance. This integration is reflected in the philosophy of Sarapatanguna, which consists of the elements of religion (agama), Islamic law (syara), deliberation (bicara), and customary law (sara) as the basis of the socio-political life of the Buton community. Furthermore, the concept of leadership in the Buton political tradition emphasizes morality, spirituality, integrity, and social responsibility, as reflected in the leadership philosophy “Inda-inda mo lipu somanamu syara, inda-inda mo syara somanamu agama,” which places religion and law as the primary foundations of political and governmental life. This study confirms that the political ethical values of the Buton Sultanate remain relevant in modern society and can serve as a source of local wisdom in strengthening political morality, governance, and the development of humane and just leadership in Indonesia, particularly in Southeast Sulawesi.  
Pincangnya Fungsi Keluarga Dalam Ikatan Sah (Studi Sosiologi Hukum Keluarga Terhadap Fenomena Pisah Rumah Di Lingkungan Kodim 0307/Tanah Datar) Majid Majid; Irma Suryani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status perkawinan pasangan suami istri yang hidup pisah rumah tanpa perceraian serta mengkaji pelaksanaan hak dan kewajiban suami istri setelah terjadinya pemisahan tersebut di lingkungan Kodim 0307/Tanah Datar. Fenomena pisah rumah tanpa perceraian merupakan realitas sosial yang sering terjadi akibat konflik rumah tangga berkepanjangan, namun tidak diikuti dengan penyelesaian hukum melalui perceraian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pasangan suami istri yang mengalami pisah rumah tanpa perceraian, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik menurut hukum Islam maupun hukum positif Indonesia, pisah rumah tanpa adanya talak, khulu’, fasakh, maupun putusan pengadilan tidak mengakibatkan putusnya ikatan perkawinan. Dengan demikian, status suami istri tetap sah secara hukum dan seluruh hak serta kewajiban perkawinan masih melekat pada kedua belah pihak. Namun, dalam praktiknya, kondisi pisah rumah menyebabkan pelaksanaan hak dan kewajiban suami istri tidak berjalan secara optimal, terutama dalam aspek nafkah, komunikasi, perhatian, dan keharmonisan keluarga. Ditinjau dari perspektif maqashid syariah, pisah rumah dapat dipahami sebagai bentuk upaya menghindari konflik yang lebih besar dan termasuk dalam kategori hajiyyat (kebutuhan sekunder). Akan tetapi, apabila berlangsung dalam waktu yang lama tanpa penyelesaian yang jelas, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kemudaratan baru, mengganggu fungsi keluarga, serta berdampak terhadap kesejahteraan psikologis anggota keluarga, khususnya anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya penyelesaian yang konstruktif guna mewujudkan tujuan perkawinan yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Kontrak Finansial dan Disintegrasi Domestik (Studi Sosiologi Hukum terhadap Fenomena Pinjaman Mekaar di Nagari Saruaso) Nurul Amaliah; Irma Suryani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong masyarakat melakukan pinjaman Mekaar serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi, hubungan sosial, dan keharmonisan keluarga di Nagari Saruaso. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap beberapa nasabah Mekaar yang terdiri dari ibu rumah tangga, perempuan lajang, dan janda lanjut usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama masyarakat melakukan pinjaman adalah desakan kebutuhan ekonomi, rendahnya pendapatan, keterbatasan akses ke lembaga keuangan formal, serta pemenuhan modal usaha dan kebutuhan hidup sehari-hari. Meskipun pinjaman Mekaar membantu masyarakat memperoleh dana secara cepat, sistem pembayaran berkala (mingguan atau dua mingguan) sering kali menimbulkan tekanan ekonomi baru bagi keluarga dengan penghasilan tidak stabil. Kondisi tersebut berdampak negatif pada meningkatnya stres psikologis, pertengkaran, dan konflik internal yang berpotensi merusak keharmonisan rumah tangga. Di sisi lain, penerapan sistem tanggung renteng dalam kelompok nasabah memicu tekanan sosial dan konflik horizontal antaranggota ketika salah satu dari mereka tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pinjaman Mekaar dapat menjadi solusi ekonomi jangka pendek untuk mengatasi keterbatasan modal. Namun, program ini berpotensi menimbulkan perpecahan keluarga dan masalah sosial di masyarakat apabila tidak dibarengi dengan pengelolaan keuangan yang matang serta pemanfaatan dana yang benar-benar produktif.
Perundungan Di Sekolah Dasar Pada Era Modern Dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Anak Dea Ajeng A; Dina Nur E; Devlina Fatimah M; Tita Nur A; Sri Suwartini
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1207

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat memberikan dampak yang serius terhadap perkembangan anak. Pada era modern, bentuk perundungan tidak hanya terjadi secara fisik dan verbal, tetapi juga berkembang melalui media digital dalam bentuk cyberbullying. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji pengertian dan bentuk-bentuk perundungan, faktor-faktor penyebabnya, dampak yang ditimbulkan terhadap perkembangan anak, serta upaya pencegahannya di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perundungan dipengaruhi oleh faktor keluarga, sekolah, teman sebaya, serta paparan media. Dampak perundungan dapat dirasakan oleh korban, pelaku, maupun saksi, baik dalam aspek psikologis, sosial, akademik, maupun fisik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang melibatkan seluruh pihak, termasuk peserta didik, sekolah, orang tua, dan masyarakat, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.
Manajemen Perencanaan Peningkatan Sarana Dan Prasarana Sekolah Ramah Anak Di SDN 2 Brebes Farah Abidah Maryam; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1208

Abstract

Pemenuhan sarana dan prasarana yang aman, sehat, dan inklusif masih menjadi tantangan dalam implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di sekolah dasar, terutama terkait keterbatasan lahan dan anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen perencanaan peningkatan sarana dan prasarana Sekolah Ramah Anak di SDN 2 Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sarana dan prasarana SRA di SDN 2 Brebes dilaksanakan secara partisipatif dan integratif dengan melibatkan kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua, dan siswa. Perencanaan diawali dengan evaluasi kebutuhan dan penentuan skala prioritas yang terintegrasi dalam RKAS. Prioritas pengembangan meliputi ruang kelas sehat, sanitasi terpisah berdasarkan gender, Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), fasilitas aksesibilitas bagi peserta didik disabilitas, serta sarana keselamatan dan mitigasi bencana. Faktor pendukung utama adalah komitmen kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah, sedangkan keterbatasan anggaran dan lahan menjadi hambatan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan yang partisipatif mampu mendukung pemenuhan indikator Sekolah Ramah Anak secara lebih efektif. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan serta penguatan kemitraan eksternal untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Responsivitas Pemerintah Kota Pekanbaru dalam Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Tahun 2024 Alaisya Amana Fazira; Auradian Marta
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1209

Abstract

Kota Pekanbaru pada tahun 2024 menjadi 551 kasus setelah sempat menurun menjadi 291 kasus pada tahun 2023, dengan disertai dua korban jiwa. Peningkatan kasus sebesar 89,3% dalam satu tahun ini mengindikasikan adanya persoalan serius dalam keberlanjutan program penanggulangan DBD yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan menganalisis responsivitas Pemerintah Kota Pekanbaru dalam penanggulangan DBD tahun 2024 serta mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif dan desain studi kasus pada Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi terhadap informan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Sidomulyo, Dinas PUPR, dan Kecamatan Tuah Madani. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responsivitas Pemerintah Kota Pekanbaru termasuk kategori cukup memadai namun belum optimal. Pada dimensi listening capacity, pemerintah telah memiliki mekanisme pelaporan berjenjang, namun belum didukung integrasi data lintas sektor. Pada dimensi learning capacity, evaluasi berkala mendorong pergeseran dari fogging reaktif menuju PSN yang lebih preventif. Pada dimensi acting/adaptive capacity, pemerintah memiliki SOP dan cadangan logistik, namun kapasitas operasional kecamatan masih terbatas. Pada dimensi collaborative capacity, kolaborasi lintas sektor belum terlembaga secara formal. Penelitian merekomendasikan formalisasi Pokjanal DBD, integrasi data surveilans dan lingkungan, penguatan kapasitas kecamatan, serta penguatan partisipasi masyarakat berbasis komunitas.

Page 79 of 147 | Total Record : 1464