cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,464 Documents
Analisis KAP Dalam Mekanisme Rantai Pasok Sampah Domestik Rumah Tangga Pada Kawasan Padat Penduduk Di Kelurahan Gilingan Kota Surakarta Gerson Benik; Richardus Indra Gunawan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1187

Abstract

Pengelolaan sampah domestik di kawasan padat penduduk perkotaan menghadapi tantangan sistemik yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga melibatkan dinamika perilaku masyarakat dan kesiapan infrastruktur logistik secara simultan. Penelitian ini berangkat dari fenomena kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan (knowledge-action gap) yang persisten, di mana sebagian besar warga memiliki pengetahuan memadai tentang klasifikasi sampah namun gagal mengimplementasikannya dalam praktik pemilahan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme rantai pasok sampah domestik serta faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan transisi dari pengetahuan menuju praktik pemilahan di kawasan padat penduduk Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan 24 informan kunci yang terdiri atas perwakilan rumah tangga, petugas Kelompok Swadaya Masyarakat, dan pengurus lingkungan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan kerangka integrasi Knowledge, Attitude, Practice (KAP) dan Theory of Planned Behavior (TPB). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa 68,75 persen warga memiliki pengetahuan yang baik tentang klasifikasi sampah, namun hanya 31,25 persen yang melakukan pemilahan secara konsisten. Kegagalan ini bukan disebabkan oleh rendahnya kesadaran, melainkan oleh lemahnya perceived behavioral control akibat keterbatasan infrastruktur serta persepsi kolektif bahwa pemilahan adalah tindakan sia-sia. Penelitian ini juga mengidentifikasi fenomena kritis re-mixing, yaitu pencampuran kembali sampah yang telah dipilah akibat penggunaan armada pengangkut tanpa sekat pemisah, serta bottleneck spasial berupa gang sempit selebar 2 meter yang membatasi mobilitas logistik pengangkutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa infrastruktur bukan sekadar alat angkut, melainkan enabler utama yang menentukan keberlanjutan praktik pemilahan dan kualitas aliran material dalam sistem reverse logistics. Secara teoretis, integrasi KAP, TPB, dan konsep reverse logistics pada skala rumah tangga di kawasan urban enclave mengisi kesenjangan penelitian yang selama ini terfragmentasi. Secara praktis, modifikasi armada pengangkut mikro dengan sekat kedap air direkomendasikan sebagai intervensi paling mendesak dan cost-effective untuk memutus lingkaran setan re-mixing sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengelolaan sampah.
Optimalisasi Instrumen Keuangan Sosial Islam dalam Pembiayaan Pendidikan: Kajian Literatur Atas Tamwil, Zakat, Wakaf, dan Dana Sosial Yuliatriani Yuliatriani; Muta’ Alem; Ansori Ansori
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1188

Abstract

Artikel ini mengkaji optimalisasi instrumen keuangan sosial Islam dalam pembiayaan pendidikan, dengan fokus pada tamwil, zakat, wakaf, dan dana sosial seperti infak, sedekah, serta hibah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembiayaan pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan akuntabel, terutama bagi peserta didik serta masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur melalui sintesis sumber normatif Islam, publikasi akademik, dokumen perundang-undangan, dan laporan resmi lembaga yang relevan dengan keuangan sosial Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa zakat relevan untuk bantuan pendidikan langsung dan jangka pendek, wakaf tepat untuk pembangunan aset jangka panjang dan keberlanjutan lembaga, sedangkan dana sosial sukarela bersifat fleksibel untuk mendukung operasional, bantuan darurat, dan program pendidikan berbasis masyarakat. Pembahasan menawarkan model integrasi tamwil yang menggabungkan keadilan distributif, pengelolaan aset produktif, transparansi, serta nilai amanah dan kompetensi sebagaimana tercermin dalam kisah Nabi Yusuf AS. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi zakat, wakaf, dan dana sosial dapat memperkuat akses pendidikan, ketahanan kelembagaan, serta realisasi maqasid al-shariah dalam perlindungan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Reaktualisasi Konsep Al-Nafs Ibnu Miskawaih: Strategi Pendidikan Karakter Berbasis Self-Regulation di Era Digital Mey Kusnia Dewi; MOH. Sahrul Gunawan Noviandi; Hisyam Nasirudin Ramadhan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1189

Abstract

Pendidikan karakter di lingkungan kampus saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dari satu dekade lalu. Mahasiswa tumbuh dalam lingkungan digital yang menuntut mereka mengelola dorongan, emosi, dan perhatian secara mandiri, sementara kerangka pendidikan karakter yang tersedia masih banyak bertumpu pada nilai-nilai normatif tanpa mekanisme psikologis yang jelas tentang bagaimana nilai tersebut diinternalisasi. Artikel ini mengkaji kembali konsep al-nafs (jiwa) dalam pemikiran Ibnu Miskawaih, khususnya pembagian tiga daya jiwa—al-syahwiyyah, al-ghadhabiyyah, dan al-nathiqah—serta empat kebajikan utama (al-hikmah, al-'iffah, al-syaja'ah, al-'adalah), dan menempatkannya sebagai kerangka konseptual untuk strategi self-regulation di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) yang bersifat analitis-konseptual, menelaah teks primer Tahdzib al-Akhlaq beserta literatur sekunder tentang self-regulated learning dan dinamika psikologi digital kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerangka al-nafs Ibnu Miskawaih memiliki struktur yang paralel dengan model regulasi diri Zimmerman, terutama pada fungsi al-nathiqah sebagai instans pengawas (monitoring) yang menyerupai tahap self-reflection, sementara al-syahwiyyah dan al-ghadhabiyyah memetakan dorongan impulsif yang dalam literatur modern dikaitkan dengan kecanduan media sosial, FOMO, dan perilaku cyberbullying. Artikel ini menawarkan tiga strategi penerapan—pembiasaan (al-'adah) dalam bentuk digital detox terjadwal, keteladanan (al-adab) melalui netiket kampus, dan muhasabah digital sebagai bentuk refleksi mingguan—yang dirumuskan sebagai jembatan operasional antara etika klasik dan kebutuhan literasi digital generasi Z. Implikasinya, pendidikan karakter berbasis al-nafs tidak perlu diposisikan sebagai doktrin yang terpisah dari psikologi modern, melainkan sebagai fondasi filosofis yang memberi makna dan arah bagi praktik regulasi diri yang sudah lebih dulu dikenal dalam dunia pendidikan kontemporer.
Hadits Tentang Anjuran Silaturahmi Dalam Islam Marlina Marlina
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1190

Abstract

Manusia adalah mahluk sosial yang selalu membutuhkan perhatian, teman dan kasih sayang dari sesamanya. Setiap diri terikat dengan berbagai bentuk ikatan dan hubungan, diantaranya hubungan emosional, sosial, ekonomi dan hubungan kemanusiaan lainnya. Maka, demi mencapai kebutuhan tersebut adalah fitrah untuk selalu berusaha berbuat baik terhadap sesamanya. Fitrah inilah yang ditegaskan oleh Islam. Lebih lagi terhadap sesama muslim. Sebagai seorang muslim diwajibkan untuk menjalin tali persaudaraan dengan muslim lainnya. Dimana persaudaraan itu merupakan pertalian persahabatan yang serupa dengan hubungan kekeluargaan. Islam sangat memahami hal tersebut, oleh sebab itu, hubungan persaudaraan harus dilaksanakan dengan baik. Persaudaraan sesama muslim biasanya dalam kontek agama diartikan sebagai Ukhuwah Islamiyah. Sesama umat Islam hendaknya saling tolong-menolong, tidak ada kedengkian dan hasad sehingga menjadikan persaudaraan muslim menjadi jauh karenanya. Dalam Al-Qur’an dan Hadits telah banyak disebutkan tentang hak dan kewajiban antara sesama muslim. Dan darinya dapat dirasakan nikmatnya iman.
Antara Gadget dan Konsentrasi: Dinamika Pembelajaran di Era Digital Darmawan Saputra; Rizkia Handayani; Nazmiatun Nanda Saidah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1191

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan, terutama melalui penggunaan gadget di kalangan peserta didik. Gadget memberikan berbagai kemudahan dalam mengakses informasi dan mendukung proses pembelajaran. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan juga berpotensi memengaruhi konsentrasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penggunaan gadget dan pengaruhnya terhadap konsentrasi belajar siswa di era digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel pendidikan, dan sumber digital lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget memberikan dampak positif berupa kemudahan akses informasi, perluasan sumber belajar, serta dukungan terhadap pembelajaran berbasis digital. Namun, penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi belajar siswa karena adanya distraksi dari media sosial, permainan daring, dan berbagai bentuk hiburan digital lainnya. Oleh karena itu, penggunaan gadget perlu dilakukan secara bijak dan terarah agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi proses pembelajaran. Peran guru, orang tua, dan siswa sangat diperlukan dalam mengawasi serta mengelola penggunaan gadget agar mampu mendukung peningkatan kualitas belajar di era digital.
Analisis Limbah Ikan Giling Berbasis Ekologi Industri Callysta Aurelia; Gabriella Shany Tetalonika Galingging; Wahyu Hidayat; Muhammad Athallah Ghibrandi; Vincensius Dika Ivanda; Adrian Tanaka; Maria Keristin Novianti Panggabean
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1192

Abstract

UMKM Ikan Giling “X” di Kota Palembang menghasilkan ikan giling tenggiri dan gabus dengan proses pemisahan daging, tulang, kulit, dan jeroan yang masih manual. Kondisi tersebut menimbulkan kehilangan material dan pembuangan limbah organik tanpa pemilahan, sehingga berpotensi menciptakan bau, pencemaran area produksi, serta hilangnya peluang nilai tambah. Penelitian ini bertujuan menganalisis aliran material, mengidentifikasi akar penyebab permasalahan limbah, dan merumuskan rekomendasi penerapan ekologi industri pada UMKM ikan giling. Penelitian menggunakan studi kasus deskriptif kualitatif dengan dukungan pengukuran kuantitatif melalui Material Flow Analysis, observasi proses, wawancara pemilik dan pekerja, serta pemetaan akar masalah menggunakan Fishbone Diagram. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata input ikan segar sebesar 85 kg per hari menghasilkan 62 kg ikan giling dan 23 kg limbah, atau 27,1% dari total material masuk. Limbah terdiri atas tulang ikan 9 kg, kulit ikan 7 kg, jeroan ikan 5 kg, dan limbah cair pencucian 2 kg per hari. Faktor utama penyebabnya meliputi ketiadaan SOP, rendahnya pemilahan, keterbatasan alat, dan belum adanya mitra pemanfaatan limbah. Rekomendasi penelitian diarahkan pada pemilahan limbah, penguatan prosedur kerja, penggunaan alat bantu, dan pengembangan produk turunan berupa tepung tulang, keripik kulit, pupuk organik, serta kerja sama simbiosis industri.
Rekonstruksi Pendidikan Agama Islam Berbasis Multiliterasi Digital dalam Penguatan Moderasi Beragama di Era Artificial Intelligence Ngadiman Ngadiman; Rustam Ibrahim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1193

Abstract

Artikel ini menganalisis rekonstruksi Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multiliterasi digital dalam penguatan moderasi beragama di era Artificial Intelligence (AI). Perkembangan AI, algoritma media sosial, dan transformasi ekosistem digital telah mengubah pola produksi, distribusi, dan konsumsi pengetahuan keagamaan secara fundamental. Kondisi ini memunculkan tantangan berupa disinformasi keagamaan, polarisasi ideologi berbasis algoritma, reduksionisme pemahaman agama yang tekstual-literalistik, serta krisis otoritas keilmuan di ruang digital. Dalam konteks ini, PAI yang berorientasi pada transmisi pengetahuan normatif tidak lagi memadai, melainkan perlu direkonstruksi melalui pendekatan multiliterasi digital yang integratif, meliputi literasi digital, literasi kritis, literasi media, literasi kultural, dan literasi spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan analisis kritis terhadap literatur pendidikan Islam kontemporer, multiliterasi digital, moderasi beragama, dan AI dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi multiliterasi digital dalam pembelajaran PAI mampu memperkuat kemampuan peserta didik dalam memverifikasi informasi keagamaan, memahami teks secara kontekstual, membangun kesadaran etis dalam penggunaan teknologi, serta menumbuhkan sikap inklusif, dialogis, dan moderat. Rekonstruksi PAI berbasis multiliterasi digital merupakan paradigma pedagogis yang relevan dalam membangun moderasi beragama yang adaptif, reflektif, dan humanis di era AI.
Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Rasio Operasional, Efektifitas Penagihan dan Jumlah Pelanggan di Perumdam Maja Tirta Kota Mojokerto Bambang Ribut Sugiatmono; Rieke Luthfiah Anggraini; Athaya Miftahul Rizky
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Perumdam Maja Tirta Kota Mojokerto berdasarkan rasio operasional, efektivitas penagihan, dan jumlah pelanggan selama periode 2022–2024. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien dalam mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan, laporan penjualan air, data rekening tertagih, dan data jumlah pelanggan Perumdam Maja Tirta Kota Mojokerto. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan menghitung rasio operasional, rasio efektivitas penagihan, dan perkembangan jumlah pelanggan setiap tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio operasional mengalami peningkatan dari 1,03 pada tahun 2022 menjadi 1,17 pada tahun 2024, yang mengindikasikan menurunnya tingkat efisiensi operasional perusahaan karena biaya operasional lebih besar dibandingkan pendapatan operasional. Sebaliknya, efektivitas penagihan meningkat dari 83% menjadi 91%, yang menunjukkan semakin baiknya kemampuan perusahaan dalam mengelola piutang pelanggan. Selain itu, jumlah pelanggan yang sempat menurun pada tahun 2022 kembali mengalami peningkatan pada tahun 2023 dan 2024. Secara keseluruhan, kinerja keuangan perusahaan menunjukkan kondisi yang cukup baik dari aspek efektivitas penagihan dan pertumbuhan pelanggan, namun masih memerlukan peningkatan efisiensi operasional untuk mencapai kondisi keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Transformasi Ritel Syariah di Era Digital: Model Sharia Digital Retail Ecosystem (SDRE) sebagai Strategi Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah di Indonesia Syamsudin Syamsudin; A. Rasikhu Z. Haramain
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1196

Abstract

Transformasi digital telah mengubah lanskap industri ritel secara global, termasuk sektor ritel syariah di Indonesia. Perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya persaingan bisnis menuntut pelaku ritel syariah untuk melakukan inovasi agar tetap kompetitif tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan, prospek, dan strategi pengembangan ritel syariah di era digital melalui pendekatan Islamic Digital Ecosystem. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah, buku, regulasi, dan laporan lembaga nasional maupun internasional yang relevan dengan digitalisasi ritel syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama pengembangan ritel syariah meliputi rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, meningkatnya persaingan dengan platform digital global, perubahan perilaku konsumen, serta belum optimalnya integrasi ekosistem halal berbasis digital. Di sisi lain, perkembangan teknologi finansial syariah, meningkatnya populasi Muslim, dukungan pemerintah terhadap ekonomi syariah, serta pesatnya perkembangan perdagangan elektronik membuka peluang yang besar bagi penguatan daya saing ritel syariah. Penelitian ini menawarkan konsep Islamic Digital Ecosystem sebagai model integratif yang menghubungkan ritel syariah, halal supply chain, Islamic fintech, digital payment, serta tata kelola berbasis maqāṣid al-syarī‘ah. Model tersebut diharapkan mampu memperkuat transformasi digital ritel syariah yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan, keadilan, dan kemaslahatan. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan model transformasi digital ritel syariah sekaligus menjadi rekomendasi bagi regulator, pelaku usaha, dan akademisi dalam membangun ekosistem ritel syariah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Do Your Own Research (DYOR) And Not Financial Advice (NFA) As A Liability-Limiting Doctrine In Indonesian Capital Market Law Rifqon Khairazi; I Putu Endra Wijaya Negara; Berd Elkiopas Pelupessy
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1197

Abstract

The rapid digitalization of capital markets has transformed the production and dissemination of investment information, enabling individual investors to share analyses and opinions through social media and online platforms. This development has increased the use of disclaimers such as Do Your Own Research (DYOR) and Not Financial Advice (NFA), which are frequently employed to indicate that published content does not constitute professional investment advice. Despite their widespread adoption, the legal status and liability-limiting function of these disclaimers remain largely unexplored within Indonesian capital market law. This study examines whether DYOR and NFA may operate as normative instruments that limit legal responsibility arising from publicly disseminated investment analyses. Employing a normative juridical method with statutory, conceptual, and comparative approaches, the research analyzes Indonesian capital market regulations alongside relevant doctrines of liability, reliance, and financial communication. The study finds that DYOR and NFA should not be understood merely as informal expressions but as contextual disclaimers that may clarify the absence of advisory relationships and reduce reasonable reliance by audiences. However, their effectiveness depends on the substance of the communication rather than the disclaimer itself. Where content contains personalized recommendations, inducement of reliance, misleading statements, or undisclosed conflicts of interest, disclaimers cannot negate regulatory obligations or legal liability. The study proposes doctrinal criteria for distinguishing protected investment opinions from actionable investment advice and argues that Indonesian regulators should adopt a substance-based approach that balances investor protection with freedom of expression in digital investment discourse.

Page 78 of 147 | Total Record : 1464