cover
Contact Name
Iyan Hardiana
Contact Email
iyanhardiana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpms.stikesbuleleng@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Jl. Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram
ISSN : -     EISSN : 3032128X     DOI : https://doi.org/10.52073/jpms
Core Subject : Health,
JPMS memiliki komitmen dalam menerapkan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Adapun ruang lingkup pada jurnal ini adalah semua kegiatan pelayanan publik di bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
MENINGKATKAN KESEHATAN LANSIA MENUJU LANSIA SEHAT, AKTIF DAN PRODUKTIF : PENGABDIAN MASYARAKAT Ni Luh Linda Ayuni Tania; Ni Ketut Putri Marthasari; Kadek Yudi Aryawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.39

Abstract

Pertambahan usia yang dialami lansia mengakibatkan semua sistem dan fungsi mengalami penurunan. Penurunan fungsi fungsi sistem kardiovaskular memunculkan penyakit hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pada mahasiswa dalam pemahaman mata kuliah seperti gerontik, pendidikan dan promosi kesehatan serta kombinasi dengan mata kuliah keperawatan komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan Service Learning (SL). Adapun mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah 3 orang dosen Program Studi Keperawatan , 35 orang mahasiswa program studi S1 Keperawatan dan 45 orang lansia yang ada di Panti Sosial TWJMP. Hasil Lansia yang memiliki tekanan darah rendah (<120/80mmHg) sebanyak 10 orang, tekanan darah normal (120/80mmHg) sebanyak 15 orang dan lansia dengan tekanan darah tinggi (>120/80mmHg) sebanyak 20 orang. Lansia dengan tekanan darah tinggi sudah mendapatkan edukasi tentang bagaimana cara mengatur makanan, gaya hidup sehat, serta rutin minum obat hipertensi. Seluruh lansia mendapatkan edukasi tentang tekanan darah normal, cara mengontrol tekanan darah melalui makanan, pola hidup sehat dan kebiasaan olahraga. Sehingga dapat disimpulkan kegiatan pengabdian masyarakat dapat menambah pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pola hidup sehat. Simpulan Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu memberikan manfaat pada dua mitra yang terlibat seperti mahasiswa prodi S1 Keperawatan STIKes Buleleng dan Lansia Panti Sosial TWJMP. Kondisi lansia yang ada di Panti Sosial TWJMP termasuk dalam kategori yang masih terkontrol, hanya saja beberapa lansia masih menderita hipertensi karena pola makan yang kurang tepat. Mahasiswa sudah memberikan edukasi terkait dengan pola makan yang tepat bagi penderita lansia.
PENDAMPINGAN SEKAA TRUNA TRUNI DALAM PENCEGAHAN PERNIKAHAN USIA DINI MELALUI EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN METODE PARTICIPATORY LEARNING AND ACTION DI DESA PANJI BULELENG BALI Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Desak Ketut Sugiartini; Cindy Meilinda Sari; Gede Ivan Kresnayana; Ketut Putra Sedana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.40

Abstract

Pernikahan usia dini di Indonesia terus meningkat bahkan signifikan terjadi. Dampaknya tidak hanya pada kesiapan pasangan tetapi juga kualitas dan kondisi kesehatan generasi yang dihasilkan. Kasus stunting seringkali berkaitan erat dengan kasus pernikahan usia dini yang terjadi.Pernikahan usia dini menjadi berdampak bagi remaja khususnya remaja perempuan, dampak fisik, psikis dan ekonomi yang dialami.Tujuan pengabdian ini untuk memberikan edukasi dan pemberdayaan melalui program pencegahan pernikahan usia dini dengan pendekatan kearifan lokal sekaa truni di Desa Panji, Buleleng Bali. Kegiatan ini melibatkan 8 orang mahasiswa semester 4 dan 6 dari Prodi Kebidanan. Metode yang digunakan adalah PLA (Participatory Learning and Action) dengan pemberian layanan terdiri dari serta penggunaan aplikasi teknologi untuk membantu petugas program dalam mengumpulkan data pasien di isoter. Jumlah sasaran mitra yaitu 30 orang remaja perempuan dengan didampingi oleh Psikolog Remaja. Kegiatan ini dievaluasi menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara mendalam sebelum dan sesudah kegiata edukasi dan implemnetasi.Hasil dari kegiatan yang dilakukan bahwa seluruh remaja perempuan diukur untuk kesiapan pernikahan, pengetahuan dan sikap terkait pernikahan usia dini yang menunjukkan efektvitasnya mencapai rata-rata 68.95 dan memiliki korelasi kuat dengan nilai p value 0.01 dan nilai kekuatan korelasinya mencapai 0.45. Kegiatan ini dilakukan dengan lancar sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU MENGENAI KONTRASEPSI METODE JANGKA PANJANG DAN PENCEGAHAN KANKER SERVIKS MENGGUNAKAN IVA DI SEKOLAH NON FORMAL SRIKANDIKU DESA KUBUTAMBAHAN Putu Sukma Megaputri; Ni Made Mira Indra Sari; Luh Sheilla Parcelina; Kadek Ernita Sari; Luh Putu Ayu Septianingsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pengetahuan mengenai deteksi dini kanker serviks menggunakan inspeksi visual asam asetat (IVA) serta penggunaan kontrasepsi jangka Panjang merupakan suatu hal yang harus dipahami oleh perempuan. Tanpa terkecuali Perempuan di Desa Kubutambahan dimana cakupan penggunaan kontrasepsi jangka Panjang dan IVA sangat rendah. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan pada Perempuan dengan membentuk sekolah Perempuan non formal dengan sebutan srikandiku Dimana setiap kelompok terdapat 15-20 orang peserta. Metode yang dilakukan dengan tahap pra persiapan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sasaran yang diberikan pengbdian masyarakat adalah 3 kelompok Perempuan srikandiku dengan anggota 15-20 setiap kelompoknya. Tahap pra persiapan mulai dari pendekatan dengan Kepala Desa Kubutambahan, selanjutnya pelaksanaan dengan teknik pemberian edukasi dan pendampingan. Kemudian melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan untuk memantau keberhasilan peningkatan pengetahuan dan pendampingan yang dilakukan. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan penggunaan MKJP dan pemeriksaan IVA sebelum diberikan pendampingan dan sesudah diberikan pendampingan dengan perbedaan proporsi berturut-turut 80,0 menjadi 88,5 dan 82,5 menjadi 87,5.. Simpulannya adalah pendampingan yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan Perempuan di Desa Kubutambahan terkait dengan MKJP dan Deteksi dini kanker serviks menggunakan IVA
PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI EDUKASI TERSTRUKTUR DAN LATIHAN YOGA PADA PASIEN DIABETES DI INDONESIA Ni Kadek Diah Purnamayanti; Dewa Agung Gde Fanji Pradiptha; Ni Made Juliani; Ida Ayu Diah Purnama Sari; Oka Udrayana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.42

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis yang tidak menular memerlukan perawatan sepanjang hayat. Pendekatan perawatan jangka panjang pada pasien diabetes tidak dapat hanya berfokus pada kemampuan pasien merawat diri sendiri namun memerlukan dukungan keluarga. Keluarga yang dapat dilibatkan tidak hanya pasangan pasien namun juga anak kandung. Anak kandung pasien diabetes merupakan sumber daya potensial yang dapat diberdayakan tidak hanya sebagai caregiver yang emiliki kemampuan koginitif dan literasi digital yang baik untuk mengakses informasi. Namun pada sisi lain pemberdayaan anak pasien diabetes dapat menurunkan risiko kejadian diabetes di masa depan karena factor keturunan. Program Young Leader Diabetes -Support Oline Class (YLD-SOC) merupakan bentuk pendekatan intervensi berbasis edukasi dan insersi latihan yoga untuk pasien dan keluarga diabetes yang diberikan secara daring. Program pengabdian ini diharapkan dapat menyentuh pasien dan keluarga untuk lebih berdaya dalam menjaga status kesehatan. Pemberdayaan dilakukan dengan pembekalan edukasi komprehensif dan latihan yoga yang dapat meredakan stress dan kecemasan sehingga kualitas hidup pasien dan keluarga dapat ditingkatkan.
PMP PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PRODUKSI DAN DIVERSIFIKASI PANGAN SEHAT SERTA PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DESA LEMUKIH, KECAMATAN SAWAN G. Nur Widya Putra; Eric Kurnia Abdillah; Gede Adi Kristiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.43

Abstract

Permasalahan : (1) Pemahaman mitra dalam pencegahan stunting pada anak sejak dini masih kurang, (2) Pengetahuan mitra dalam pencegahan stunting pada anak sejak dini masih kurang, (3) Mitra belum mengetahui teknik cuci tangan yang baik dan sehat, (4) Mitra belum mampu memproduksi makanan dan minuman sehat bagi tumbuh kembang anak, (5) Mitra belum mempunyai kotak P3K, (6) Mitra belum mengetahui manajemen K3 dalam kesehatan, (7) Penerapan protokol kesehatan Covid-19 percepatan vaksin booster di lokasi mitra perlu ditingkatkan. Solusi : (1) Sosialisasi strategi pencegahan stunting pada anak, (2) Edukasi strategi pencegahan stunting pada anak, (3) Pelatihan, pendampingan dan praktek langsung Hand Hygiene Education kepada Mitra, (4) Pelatihan dan pendampingan produksi makanan dan minuman sehat untuk anak, (5) Pengadaan kotak P3K dan isinya, serta cara penggunaannya, (6) Pelatihan dan pendampingan K3 bagi Mitra, (7) Sosialisasi dan edukasi protocol kesehatan Covid-19, pemercepatan vaksinasi booster. Luaran sementara yang dicapai : (1) Publikasi artikel ilmiah di jurnal nasional ber-ISSN (Draft), (2) Peningkatan level keberdayaan mitra secara kuantitatif dan kualitatif sesuai permasalahan yang dihadapi (Tercapai), (3) Publikasi artikel populer di media massa (Draft), (4) Publikasi video kegiatan di media sosial (Publish), (5) Pemahaman mitra tentang pencegahan dan penanggulangan stunting meningkat (Tercapai), (6) Pengetahuan mitra tentang pencegahan dan penanggulangan stunting meningkat (Tercapai). Pelaksanaan dan Hasil kegiatan PMP : (1) Melaksanakan sosialisasi program-program PMP kepada Mitra, (2) Melaksanakan edukasi Hand Higyene Education kepada Mitra, (3) Melaksanakan edukasi Pencegahan Stunting kepada Mitra, (4) Melaksanakan pelatihan dan pendampingan produksi makanan dan minuman sehat bagi Mitra, (5) Melaksanakan transfer Iptek pencegahan dan penanggulangan Stunting sejak dini pada anak, (6) Melaksanakan manajemen kesehatan kepada Mitra, (7) Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan PMP oleh tim reviewer internal PT. Noble Purpose: Ikut berpartisipasi dan berkontribusi membantu pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan stunting pada anak sejak dini, demi terwujudnya generasi Indonesia yang cerdas dan sehat.
PEMBERDAYAAN ISTRI NELAYAN DALAM PENINGKATAN KAPASITAS KESEHATAN DAN EKONOMI MELALUI PRODUK “SUDANG LEPET” DI PESISIR DESA SANGSIT Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Ni Made Ayu Laksmi Dewi; Kadek Ayu Suarmini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.44

Abstract

Sebagian besar masyarakat yang tinggal di pesisir Pantai Desa Sangsit sering mengalami penyakit yang berkaitan dengan masalah pencernaan. Hasil observasi awal tampak bahwa Masyarakat di pesisir Pantai belum memiliki perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini sangat memprihatinkan karena banyak juga penyalahgunaan fungsi tempat sehingga secara kasat mata kebersihan dari rumah atau pemukiman warga sangat rendah. Ekonomi yang kurang juga mengakibatkan rencahnya perekonomian disana. Adapun Tujuan kegiatan ini adalah membantu desa untuk meningkatkan pengetahuan terkait dengan kesehatan masyarakat serta meningkatkan kapasitas ekonomi melalui produk sudang lepet. Metode yang dilakukan mencakup 5 tahapan. Hasil kegiatan Pengabdian masyarakat dengan membentuk kelompok istri nelayan dengan nama “Sari Mina Segara” merupakan salah satu pengembangan kapasitas UKM Musik untuk dapat melakukan pengabdian di Desa khusunya Desa Sangsit, Banjar Dinas Pabean. Pembentukan kelompok ini menjadi salah satu jawaban untuk dapat meningkatkan kemampuan atau kapasitas Kesehatan dan ekonomi melalui pemberdayaan kelompok. Hasil pre tes dan post tes pengetahuan PHBS menunjukkan bahwa beda rerata sebelum dan sesudah diberikan pengetahuan mengenai PHBS mengalami peningkatan dari sebanyak 4,78 dan hasil ini signifikan secara statistic dengan nilai p < 0,05 artinya bahwa terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan informasi mengenai PHBS. Selain itu tampak jika istri nelayan dan keluarga sudah dangat menjaga kesehatan terutama saat melakukan pengolahan ikan. Terkait dengan kapasistas ekonomi didapatkan jika omzet yang didapat perbulan meningkat sebesar 25% dari sebelumnya. Simpulan yang didapatkan yakni terdapat peningkatan kapasistas Kesehatan dan ekonomi kelompok
EDUKASI PENCEGAHAN BUNUH DIRI DI KALANGAN REMAJA Ni Made Dwi Yunica Astriani; Putu Indah Sintya Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.49

Abstract

Remaja menghadapi berbagai perubahan fisik, mental, dan sosial yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap gangguan kesehatan mental dan risiko menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri. Bunuh diri pada remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang serius dengan penyebab yang kompleks, meliputi faktor sosial, budaya, biologis, psikologis, dan lingkungan sepanjang hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mencegah kasus bunuh diri di kalangan remaja melalui peningkatan pengetahuan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan pencegahan bunuh diri yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dari 65% sebelum penyuluhan menjadi 85% setelahnya. Penyuluhan ini menyimpulkan bahwa pemahaman tentang edukasi pencegahan bunuh diri melalui konsep ketahanan kesehatan mental dapat meningkatkan pengetahuan remaja.
BAKTI SOSIAL DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI PANTI ASUHAN NARRAYAN SEVA DAN PANTI ASUHAN DESTAWAN Ni Luh Linda Ayuni Tania; I Dewa Ayu Rismayanti; Ni Putu Diah Ayu Rusmeni; Ni Ketut Putri Marthasari; I Made Sundayana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.50

Abstract

Pendahuluan : Panti Asuhan adalah lembaga sosial yang menyediakan tempat tinggal, perawatan, dan pendidikan bagi anak-anak yang kehilangan orang tua mereka atau tidak mampu untuk merawat mereka. Panti Asuhan Destawan didirikan pada tanggal 9 Februari 2009, saat ini memiliki 35 orang anak asuh yang sebagian besar berasal dari keluarga tidak mampu di daerah Buleleng. Panti asuhan Narayan Seva adalah panti asuhan yang berdiri di Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Bakti sosial (baksos) adalah kegiatan yang dilakukan untuk menunjukkan rasa kemanusiaan dan kepedulian kepada sesama.  Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Narrayan Seva dan Panti Asuhan Destawan menjadi momen yang tepat bagi dosen Keperawatan STIKes Buleleng dan mahasiswa keperawatan STIKes Buleleng untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi yaitu salah satunya Pengabdian Masyarakat Tujuan : Tujuan  kegiatan  pengabdian  masyarakat  ini  adalah adanya  peningkatan  pengetahuan  pada mahasiswa  dalam  pemahaman  mata  kuliah  keperawatan anak,  pendidikan  dan  promosi  kesehatan  serta kombinasi dengan mata kuliah keperawatan komunitas. Metode : Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan Service Learning (SL). Adapun mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah 5 orang dosen Program Studi Keperawatan , 35 orang mahasiswa program studi S1 Keperawatan. Hasil Strategi service  learning adalah  suatu  strategi  holistik  yang  bertujuan  untuk  memahami makna  materi  pelajaran  yang  dipelajarinya  dengan  konteks  anak - anak, komunitas dan keluarga.  Dengan  adanya  metode service  learning  ini,  akan terjadi  hubungan  timbal  balik  antara  mahasiswa  dan  anak - anak  serta mengasah  kepedulian  kepada  anak - anak  dan  mengembangkan  keterampilan  berinteraksi  dan berkomunikasi mahasiswa dengan anak – anak. Sehingga jika diterapkan di masyarakat akan  memberikan  rasa  tanggung  jawab  sebagai  bagian  dari  masyarakat  dengan  berkontribusi langsung  terhadap  masyarakat  disekitarnya  dan  memahami  bagaimana  menerapkan  ilmunya  di lapangan. Kesimpulan : Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu memberikan manfaat pada dua mitra yang terlibat seperti mahasiswa prodi S1 Keperawatan STIKes Buleleng dan anak – anak panti asuhan. Kondisi kesehtaan anak – anak panti asuhan termasuk dalam kategori yang masih terkontrol, hanya saja beberapa anak masih belum bisa menjaga kebersihan diri dan cara menjaga kesehatan dengan baik dan benar.  Adapun manfaat bagi mahasiswa yaitu mendapatkan pengalaman belajar yang berharga dengan memberikan pelayanan kesehatan berupa pengecekan berat badan, lingkar kepala, lingkar perut dan tinggi badan, sehingga kedepannya mahasiswa mampu menerapkan pemeriksaan fisik umum kepada masyarakat khususnya anak – anak.
PENDAMPINGAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA POKDARWIS DI DESA WISATA AIR TERJUN JEMBONG Desak Ketut Sugiartini; Putu Sukma Megaputri; Kadek Rika Lestarini; Indrie Lutfiana; Cindy Meilinda Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.51

Abstract

Kesehatan daerah wisata merupakan salah satu prioritas yang dikembangkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng. Sehingga pelatihan pada pokdarwis utamanya untuk wisata air sangat diharapkan dan diperlukan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan kepada pokdarwis dalam pencegahan dan penanaganan awal risiko kejadian kecelakaan di daerah wisata air melalui bantuan hidup dasar (BHD). Metode pengabdian ini menggunakan Teknik identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring kegiatan. Sasaranya adalah pokdarwis Air Terjun Jembong sejumlah 28 orang. Pendampingan ini dilaksanakan selama 2 hari dan menilai pre serta posttest dari pendampingan yang dilakukan. Hasilnya bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada pokdarwis setelah diberikan pendampingan mengenai BHD. Selanjutnya jika dilihat dari trend kunjungan tampak peningkatan kunjungan wisatawan ke air terjun jembong. Simpulannya bahwa pendampingan yang dilakukan kepada pokdarwis membawa hal yang baik selain meningkatkan pemahaman pokdarwis mengenai pencegahan kecelakaan wisatawan dan BHD terjadi juga peningkatan kunjungan wisatawan ke air terjun jembong.
PELAKSANAAN SOSIALISASI: SIMULASI TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR BAGI MASYARAKAT AWAM KEPADA JEMAAT DI GEREJA PNIEL SINGARAJA BALI Made Martini; Mochamad Heri; I Wayan Antariksawan; Agus Ari Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.52

Abstract

Pada kasus kegawatdaruratan pasien yang mengalami henti jantung (cardiac arrest ), henti nafas maka aliran darah yang banyak mengandung zat makanan dan oksigen ke dalam organ akan terhenti, sehingga organ vital dengan cepat mengalami kerusakan. Keadaan yang dapat mengancam jiwa yakni henti jantung (cardiac arrest ), henti nafas, tenggelam, kecelakaan. Pendidikan kesehatan adalah sejumlah pengalaman yang berpengaruh secara menguntungkan terhadap sikap, pengetahuan dan kebiasaan yang ada hubunganya dengan kesehatan perorangan, masyarakat dan bangsa. Semua ini dipersiapkan dalam rangka mempermudah diterimanya secara sukarela perilaku yang yang akan meningkatkan atau memelihara suatu kesehatan. Salah satu metode yang bisa digunakan dalam pemberian pendidikan kesehatan yakni dengan simulasi. Metode simulasi merupakan suatu bentuk dari metode pemberian yang diatur sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar yang dilakukan oleh kelompok atau masyarakat. Belajar mempunyai tujuan untuk menjadikan pengetahuan menjadi lebih baik dan dapat merubah sikap menjadi poitif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dari 30 jumlah peserta, terdapat peningkatan skor rerata nilai test dari 65,5 (sebelum diberikan edukasi) menjadi 85,5 (setelah diberikan edukasi). Adanya peningkatan skor rerata menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan melalui pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan.