cover
Contact Name
Iyan Hardiana
Contact Email
iyanhardiana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpms.stikesbuleleng@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Jl. Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram
ISSN : -     EISSN : 3032128X     DOI : https://doi.org/10.52073/jpms
Core Subject : Health,
JPMS memiliki komitmen dalam menerapkan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Adapun ruang lingkup pada jurnal ini adalah semua kegiatan pelayanan publik di bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
PENYULUHAN DAN PELATIHAN MINUMAN INSTAN DARI BAHAN DASAR JAHE (Zingiber Officinale Rosc.) DESA GITGIT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Ari Permana Putra; Rizka Aisyah; Boy Yunaidy; Silvia Anggraeni; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.26

Abstract

Pendemi covid 19 yang terjadi telah memberikan kekhawatiran kepada ibu rumah tangga untuk menjaga kesehatan keluarga melalui konsumsi makan yang sehat dan sederhana sehigga meningkatkan imun tubuh. Salah satu jenis jenis minuman herbal yang diminati oleh masyarakat saat ini adalah jahe (Zingiber Officinale Rosc.). Jahe (Zinger officinale Roxb) merupakan jenis tanaman yang dimanfaatkan rimpangnya karena memiliki rasa dan aroma yang khas terutama aromaterapi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan dasar dalam membuat obat. Pada saat ini, sebagian besar pemanfaatan jahe oleh Masyarakat Banjar Pumahan Desa Gitgit sebagai bumbu masakan dan minuman herbal dengan cara merebus jahe. Rasa pedas yang dimiliki jahe menyebabkan rimpang ini digunakan sebagai campuran minuman dan dapat menghangatkan tubuh. Minuman jahe sering dikonsumsi dalam keadaan jahe segar tanpa adanya pengawetan. minuman jahe segar akan mengalami penurunan stabilitas bau dan warna dlam jangka waktu 1 hari dengan suhu 40 C. Penurunan kualitas disebabkan tidak adanya penambahan bahan pengawet sehingga memudahkan tumbuhnya mikroorganisme.
SWAMEDIKASI NYERI DI DESA GITGIT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Iyan Hardiana; Ivans Panduwiguna; Fransiskus Samuel Renaldi; Ahmad Sahlan Baniu; Retno Lisnawati; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.27

Abstract

Nyeri merupakan suatu kejadian yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan atau yang berpotensi untuk rusak. Unsur utama yang harus ada untuk dikatakan nyeri adalah rasa tidak menyenangkan. Persepsi nyeri sangat bersifat subjektif yang ditentukan oleh pengalaman dan status emosional (Anesthesiologists 2012). Nyeri dapat dikategorikan sebagai tanda-tanda vital kelima oleh The American Pain Society. Berdasarkan hal tersebut dinyatakan bahwa keluhan nyeri harus dinilai pada semua pasien karena mereka mempunyai hak untuk dikaji dan diberikan penatalaksanaan nyeri secara tepat. Nyeri akut yang tidak berkurang dapat menyebabkan pasien mengalami debilitation (kelemahan tenaga/ kehilangan motivasi), dapat menghambat kualitas hidup, dan bahkan dapat menyebabkan depresi. Solusi permasalahan yang akan dilakukan yaitu sosialisasi swamedikasi yang aman dan efektif untuk mengobati nyeri. Adanya program edukasi kesehatan ini, masyarakat sangat mendukung dan antusias jika edukasi ini bisa terealisasikan, sehingga tingkat terjadinya penyakit nyeri di masyarakat bisa diatasi sendiri.
PELATIHAN PIJAT BAYI UNTUK MENGOPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG SI KECIL Kadek Agustina Puspa Ningrum; Ketut Eka Larasati Wardana; Agus Ari Pratama; Indrie Lutfiana; Putu Monna Frisca Widiastini; Desak Ketut Sugiartini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.28

Abstract

Pendahuluan: Pertumbuhan bayi dan anak merupakan bagian penting dari pengawasan kesehatan anak. Berat badan bayi yang baru lahir saat lahir adalah penting penanda kesehatan ibu dan janin dan nutrisi. Mereka yang bertahan lebih mungkin menderita dari pertumbuhan terhambat dan IQ yang lebih rendah. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk dapat memberdayakan orang tua dalam pelaksanaan dan keikutsertaan pemantauaan pertumbuhan bayi. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan di ruang SBCC Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng. Responden dalam pengabdian ini sebanyak 10 orang. Hasil pengabdian dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan Berat Badan Bayi sesudah dilakukannya pijat bayi pada bayi 3-12 bulan. Pemantauan pertumbuhan bayi sebaiknya dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan Kesehatan anak, dan diharapkan adanya tindak lanjut yang dilakukan oleh dosen STIKes Buleleng dengan temuan gangguan pertumbuhan pada bayi. Pengabdian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi STIKes Buleleng bahwa ada hasil “evidence based” tentang salah satu intervensi kebidanan yang dapat digunakan untuk meningkatkan berat badan bayi melalui pemberian teknik pemijatan, sehingga menjadi pedoman dalam memberikan asuhan pada bayi secara profesional, memberikan pendidikan kesehatan pada ibu bayi untuk perawatan kesehatan bayi dan mencegah masalah-masalah Kesehatan bayi lainnya yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi melalui teknik pijat bayi
EDUKASI DALAM RAYA UPAYA PENURUNAN STIGMA TERHADAP PENDERITA HIV/AIDS DI DESA AMBENGAN Luh Yenny Armayanti; Agus Ari Pratama; Karlina Sumiari Tangkas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.29

Abstract

Stigma masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS sampai saat ini berpengaruh besar terhadap kualitas hidup penderita HIV yang berdampak juga terhadap akses ke pelayanan kesehatan dan keteraturan minum obat. Pengetahuan yang kurang mengenai HIV/AIDS dapat menyebabkan seseorang memberikan stigma negative kepada penderita HIV/AIDS. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk dapat memberikan edukasi tentang HIV/AID yang diharapkan dapat menurunkan stigma. Jumlah sasaran mitra yaitu 35 orang masyarakat perempuan dan laki-laki. Kegiatan ini dievaluasi menggunakan kuesioner yang meliputi identitas dan pertanyaan seputar pengetahuan dan stigma. Bahan yang disiapkan adalah LCD, proyektor, materi yang disampaikan secara bergantian oleh dosen pelakasana. Metode yang dilaksanakan dimulai dengan tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian ini tampak bahwa terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan dan stigma sebelum diberikan edukasi dan sesudah diberikan edukasi dinilai dari pengetahuan sebelum dengan rata-rata 60,21 dan pengetahuan sesudah diberikan edukasi meningkat menjadi 80,46. Sedangkan rerata skor stigma juga mengalami peningkatan dari 56,72 menjadi 82,31. Simpulannya bahwa edukasi efektif dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan stigma negative terhadap penderita HIV/AIDS
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN AKAN KESEHATAN PADA GENERASI Z UNTUK AKTIF HIDUP SEHAT Iftah Mahfuroh; Masita Sari Dewi; Anisa Arbalia Putri; Elsah Dwiyanti; Nazwa Alaidarahman; Novia Maharani; Nuzul Gyanata Adiwisastra; Salma Hilmy Rusydi Hashim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.32

Abstract

Kesadaran akan kesehatan pada remaja penting untuk mencegah terjadinya penyakit dan masalah kesehatan di masa yang akan datang, namun kesadaran akan kesehatan pada remaja masih cukup rendah terkhususnya di Indonesia. Oleh karena itu, dilakukannya kegiatan sosialisasi penyuluhan tentang kesadaran akan kesehatan yang dilakukan pada siswa/i SMP Islam Al-Amin. Tujuan dilakukan penyuluhan ini untuk meningkatkan pengetahuan pada siswa/i SMP Islam Al-Amin terkait pentingnya kesehatan. Metode yang digunakan berupa peyuluhan dengan cara ceramah merupakan salah satu bentuk metode yang sering digunakan agar terdapat adanya interaksi antara sasaran penyuluhan dengan pemberi informasi. Kegiatan dilaksanakan selama 120 menit dan jumlah peserta yang hadir 30 siswa/i dari SMP Islam Al-Amin. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan metode pretest sebelum melaksanakan kegiatan nilai rata-rata keseluruhan yang diperoleh oleh para siswa/i sebesar 39,33% dan berdasarkan hasil posttest setelah melaksanakan kegiatan nilai rata-rata keseluruhan yang diperoleh oleh para siswa/i sebesar 81,33%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan peserta yang sangat signifikan.
EDUKASI PMT (PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN) BERBAHAN PANGAN LOKAL DUSUN TINGA, DESA SEKARDADI, KINTAMANI Dewi Aprelia Meriyani; Putu Sukma Mega Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.33

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana fisik dan perkembangan anak terhambat dari biasanya, hal ini bisa terjadi di 1000 pertama hari kehidupan. Stunting dapat terjadi karena kurangnya asupan nutrisi saat kehamilan sampai anak umur 5 tahun. Asupan nutrisi yang terpenting saat 1000 HPK adalah terpenuhinya unsur utama yaitu protein, energi dan zat gizi lainnya yang di perlukan untuk pertumbuhan yang optimal. Pemerintah mengelurkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan. Di Kabupaten Bangli saat ini sedang melaksanakan pemberian PMT berbahan pangan lokal yang merupakan salah satu strategi untuk pencegahan stunting. Di Dusun Tinga, cara pengolahan PMT berbahan pangan lokal merupakan masalah yang sangat krusila dalam memenuhi gizi pada balita. Tujuan dari pengambidan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara pengolan dan pemberian PMT berbahan pangan lokal. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan bahwa pemberian penyuluhan tentang cara pengolahan PMT berbahan pangan lokal memberikan dampak yang sangat signifikan pada peningkatan pengetahuan ibu balita.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN SKRINING GANGGUAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI DESA KUBUTAMBAHAN Luh Ayu Purnami; Lina Anggaraeni Dwijayanti; Ni Ketut Ayu Wulandari; Kadek Ayu Suarmini; Cindy Meilinda Sari; Luh Ayu Dianati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.34

Abstract

Menjaga kesehatan reproduksi adalah suatu hal yang penting yang harus dilakukan oleh remaja. Minimnya informasi terhadap kesehatan reproduksi remaja akan berakibat pada terjadinya masalah dan gangguan kesehatan reproduksi bahkan akan dapat memicu juga masalah kesehatan lainnya seperti seks pranikah, penyakit menular seksual, kehamilan usia dini, aborsi yang dapat mengancam nyawa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi melalui pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi sehingga terbentuk perilaku yang postif untuk menjaga kesehatan reproduksinya. Kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui pemberian informasi dalam bentuk penyuluhan kepada 25 orang remaja putra dan putri di Desa Kubutambahan. Materi yang diberikan terkait pengenalan anatomi dan fisiologi alat kesehatan reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan remaja, perubahan-perubahan fisik remaja dan skrining masalah serta gangguan kesehatan reproduksi pada remaja. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pengisian pretest dan posttest dan selanjutnya dilakukan perbandingan nilai reratanya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor rerata nilai test dari 68,5 (sebelum diberikan edukasi) menjadi 82,8 (setelah diberikan edukasi). Adanya peningkatan skor rerata menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan melalui pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan remaja terhadap materi yang diberikan. Kegiatan ini dapat menjadi salah satu strategi dalam upaya peningkatan kesehatan reproduksi remaja.
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN ANAK MELALUI PEMERIKSAAN KESEHATAN PADA SISWA SD N 5 BEBETIN Lina Anggaraeni Dwijayanti; I Made Sundayana; Gede Ivan Kresnayana; Ketut Putra Sedana; Putu Yunika Wulandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.35

Abstract

Kesehatan anak usia sekolah perlu mendapat perhatian yang serius mengingat pada usia tersebut kondisi fisiknya rentan terkena infeksi dan anak sudah mulai aktif terpapar dengan lingkungan luar saat bermain. Upaya peningkatan kesehatan anak penting dilakukan salah satunya dengan melakukan skrining melalui pemeriksaan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar pada anak yang meliputi pemeriksaan antropometri dengan pengukuran tinggi dan berat badan anak, pemeriksaan kesehatan mata, pemeriksaan kesehatan telinga, pemeriksaan kebersihan kuku, serta pemeriksaan kesehatan mulut dangigi. Kegiatan ini dilakukan di SD N 5 Bebetin yang menyasar siswa kelas 3,4 dan 5 yang berjumlah 81 orang. Hasil pemeriksaan ditemukan sebagian besar siswa berjenis kelamin perempuan, dengan usia rentang 9 sampai 12 tahun. Pada kegiatan ini ditemukan sebagian besar siswa memiliki status gizi normal, kuku tampak bersih, pemeriksaan visus mata, telinga, serta mulut dan gigi dalam batas normal. Namun beberapa permasalahan kesehatan juga ditemukan seperti 2,5% siswa masuk ke dalam kategori status gizi kurang, 6,2% status gizi gemuk, 11,1% kuku ditemukan panjang dan kotor, 6,2% ditemukan mengalami ganggguan visus mata ringan, 14,8% telinga berisi serumen, 11,1% mengalami karies gigi, 18,5% gigi berlubang dan 2,5% mengalami pembesaran tonsil. Setelah dilakukan pemeriksaan, siswa juga diberikan edukasi mengenai cara mencui tangan yang baik dan benar, cara menggosok gigi serta waktu yang tepat untuk menggosok gigi. Hasil kegiatan ini dapat menjadi data dasar untuk upaya peningkatan kesehatan pada anak.
PENDAMPINGAN SISWA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DI SEKOLAH PROGRAM KAMPUS MENGAJAR SD 3 BUBUNAN I Komang Indra Wijaya; Ida Bagus Andika Wiguna; I Made Artha Mulyasa; K. Rheina Anggaresha; Putu Tegar Dewantara; Gede Mahardika; Putu Sukma Megaputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.36

Abstract

Perundungan merupakan salah satu dosa dalam dunia Pendidikan, saat ini perundungan banyak terjadi pada lingkungan Pendidikan dan menyebabkan berbagai masalah serta dampak yang dirasakan oleh siswa. Perubahan karakter anak bahkan penurunan kesehatan mental sering dirasakan oleh anak usia sekolah dan dapat berujung menjadi depresi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan pada siswa di SDN 3 Bubunan untuk melakukan pencegahan perundungan kepada sesama temannya. Metode yang dilakukan dengan tahap pra persiapan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sasaran yang diberikan pengbdian masyarakat adalah 40-50 orang siswa SDN 3 Bubunan dari kelas 4,5 dan 6. Tahap pra persiapan mulai dari pendekatan dengan Kepala Sekolah dan Guru, selanjutnya pelaksanaan dengan teknik pemberian edukasi dan pendampingan. Selanjutnya melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan untuk memantau keberhasilan peningkatan pengetahuan dan pendampingan yang dilakukan. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan sebelum diberikan pendampingan dengan proporsi 60,5% dan setelah diberikan pendampingan pencegahan perundungan menjadi 88,5. Simpulannya adalah pendampingan yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.
PENDIDIKAN KESEHATAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DALAM UPAYA DETEKSI DINI ULKUS KAKI I Dewa Ayu Rismayanti; Ni Ketut Putri Marthasari; I Made Sundayana; I Wayan Antariksawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.38

Abstract

Pendahuluan: Penyakit tidak menular /Non-communicable diseases (NCD) adalah permasalahan yang secara global mengancam kesehatan setiap individu. Di Indonesia beberapa kelompok PTM menunjukkan kecenderungan meningkat yaitu hipertensi, penyakit jantung, stroke dan diabetes. Pendidikan kesehatan tentang upaya deteksi dini ulkus kaki diabetes mellitus tipe 2 ini sangat penting dilakukan karena dengan mencegah komplikasi ulkus kaki, peningkatan kualitas hidup, dan pembiayaan jaminan kesehatan yang efektif dan efisien. Metode Kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan kesehatan dalam upaya peningkatan tingkat pengetahuan dan diharapkan dapat merubah perilaku penderita diabetes mellitus. Untuk hasil Pre Test didapatkan hasil presentase pengetahuan pasien diabetes mellitus kurang 20 orang (36,67%), kategori cukup 30 orang (54,54%), kategori baik 5 orang (9,09%). Post test setelah dilakukan edukasi mengenai bagaimana cara pencegahan diabetes melitus, didapatkan hasil nilai presentase pengetahuan masyarakat, yaitu untuk kategori kurang 5 orang (9,09%), kategori baik 8 orang (14,54%), dan kategori baik 42 orang (76,36%).