cover
Contact Name
Mila Karmila
Contact Email
paudia@upgris.ac.id
Phone
+62089685384514
Journal Mail Official
paudia@upgris.ac.id
Editorial Address
Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang Jl. Sidodadi Timur No.24 Kelurahan Karangtempel Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISSN : 20891431     EISSN : 25984047     DOI : https://doi.org/10.26877
Core Subject : Education, Social,
PAUDIA Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini is belongs to PG PAUD Program of Science Education Faculty in Semarang PGRI University It publishes four times a year February May August and November This journal is research outcomes which are talking about early childhood educations Focus and Scope of Journal PAUDIA Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini is research study and analysis related to early childhood education include Childrens Physical motor social emotional cognitive language Moral and Religious Values development Development of Early Childhood Education Curriculum Development of Arts and Creativity Early childhood care program or Early Childhood Parenting Patterns Management of Early Childhood Education Early Childhood Learning Assessment Psychology of Child Development Childrens Rights and Protection Media Learning Resources Information and Communication Technology for Early Childhood Innovation in Early Childhood Education
Articles 113 Documents
Kesiapan Sekolah dalam Melaksanakan Pendidikan Inklusi di PAUD Bety Vitriana; Sri Purwanti; Baldwine Honest; Dian Ramadhani
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13 No 2 Desember 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i2.574

Abstract

Abstract This article was created with the aim of scientifically explaining whether regular early childhood schools will implement inclusive education. This research is motivated by the lack of scientific articles explaining inclusive education in early childhood education units, while the current interest in regular schools is to be able to accept students with special needs at a mild level, so special preparation is needed from school. Descriptive qualitative methodology is applied, and data is gathered via government regulations, books, articles, observations, interviews, and other sources. The article's findings outline a number of requirements that must be met for a preschool or kindergarten to be able to implement inclusive education, including action plans that include hiring teachers or human resources with special training and qualifications as well as sufficient understanding to support ABK students, infrastructure and facilities in schools that meet the needs of ABK students, and a flexible curriculum that can be adjusted to meet those needs as well. Thus, it is hoped that this article can become a reference reading material for early childhood educators when implementing inclusive education in their schools. Keywords: School Readiness; PAUD Inclusive Education Abstrak Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk menjelaskan secara ilmiah apabila sekolah PAUD regular akan melaksanakan Pendidikan Inklusi di sekolah tersebut. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya artikel ilmiah yang menerangkan mengenai Pendidikan inklusi di satuan Pendidikan anak usia dini, sementara minat sekolah reguler saat ini diwacanakan agar dapat menerima siswa dengan kebutuhan khusus yang berada di level ringan, sehingga perlu kesiapan khusus dari sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data melalui sumber buku, artikel, peraturan pemerintah, observasi lapangan secara tatap muka langsung di sekolah PAUD Handayani 4 Balikpapan, wawancara guru, wali murid dan lain lain yang tidak terlepas dari inti masalah. Hasil dari artikel ini memuat beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk sebuah sekolah PAUD/TK dapat melaksanakan Pendidikan inklusi yaitu mulai dari rencana aksi seperti SDM atau tenaga pengajar memiliki kualifikasi dan keterampilan khusus maupun pemahaman yang memadai dalam persiapan mendampingi ABK, sarana dan prasarana di sekolah yang memenuhi kebutuhan ABK, serta tak kalah penting yaitu kurikulum yang fleksibel untuk dapat menyesuaikan dengan kebutuhan siswa ABK tersebut. Dengan demikian diharapkan artikel ini dapat menjadi salah satu refrensi bahan bacaan untuk penggiat pendidik Anak usia dini apabila akan melaksanakan Pendidikan inklusi di sekolahnya. Kata kunci: Kesiapan Sekolah; Pendidikan Inklusi PAUD
Efektivitas Penggunaan Media Virtual Reality Dalam Pembelajaran Sains Yenni Pudji Rahmawati; Arri Handayani; Dini Rakhmawati
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13 No 2 Desember 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i2.766

Abstract

Abstract The Independent Curriculum encourages qualified teachers to utilize technology with the aim of improving the quality of learning in schools. It focuses on key elements of the Independent Curriculum, including basic skills and digital skills. In fact, there are still many kindergarten teachers who are not yet technologically literate and do not have access to the latest applications for create learning media. The urgency of this research is based on poor student learning outcomes due to less than optimal understanding of the material. This must be approached in an effort to improve students' cognitive skills. This research uses data collection techniques through surveys conducted with parents of students, the extent of students' understanding in learning science at school. The results show that many students have difficulty learning science. So the existence of virtual realty media can increase students' understanding in learning science. Keywords: Virtual Reality; Learning Media; Learning Effectiveness Abstrak Kurikulum Merdeka mendorong guru yang berkualitas untuk memanfaatkan teknologi dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Berfokus pada elemen kunci dari kurikulum merdeka, termasuk keterampilan dasar dan keterampilan digital. Faktanya, masih banyak guru TK yang belum melek teknologi dan belum memiliki akses terhadap aplikasi terkini untuk membuat media pembelajaran. Urgensi penelitian ini didasari oleh buruknya hasil belajar siswa akibat pemahaman materi yang kurang optimal. Hal ini harus didekati dalam upaya meningkatkan keterampilan kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman bahan ajar sebelum dan sesudah penerapan media pembelajaran berbasis virtual reality serta mengetahui efektivitas media pembelajaran berbasis virtual reality dalam meningkatkan keterampilan pemahaman siswa Taman kanak kanak. Penelitian ini menggunakan tehnik pengumpulan data melalui survey yang dilakukan kepada orang tua siswa, sejauh mana pemahaman siswa dalam pembelajaran sains disekolah. Hasilnya menyatakan  bahwa banyak siswa yang kesulitan dalam mempelajari sains. Sehingga dengan adanya media virtual realty dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran sains. Kata kunci: Virtual Reality; Media pembelajaran; Efektivitas pembelajaran
Peningkatan Motorik Kasar Anak Usia Dini Usia 4-5 Tahun Melalui Kegiatan Senam Irama Desy Sinta Dewi; Iman Nurjaman; Evy Fitria
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13 No 2 Desember 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i2.776

Abstract

Abstract This study looks at how rhythmic gymnastics practices may help young children (ages 4-5) develop their gross motor abilities. Evidence from previous studies shows that the formative years of a child's early years are crucial for the maturation of their gross motor skills, which include the use of their limbs and other major muscles. 17 students from TK Islam Al Bayan Tangerang participated as the subject research in this study, which followed a CAR methodology with two cycles of planning, doing, observing, and reflecting. A quantitative analysis was performed on data that had been gathered via observation, interviews, and documentation. According to the study's findings, 41% of the kids' gross motor abilities were in the "Starting to Develop" stage prior to the intervention. Cycle II saw a substantial rise to 82% in the "Developing Very Well" category, after a 60% gain in the "Developing as Expected" category after cycle I. Rhythmic gymnastics programs are great for helping preschoolers develop their gross motor abilities. According to these studies, rhythmic gymnastics is a great way for kids to improve their gross motor abilities.   Keywords: Early-Childhood; Gross Motor Skill, Rhythmic Gymnastics; CAR Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengimplementasikan senam ritmik terhadap peningkatan perkembangan motorik kasar anak 4-5 tahun. Penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa kemampuan motorik kasarnya anak, yang meliputi penggunaan anggota tubuh serta otot utama lainnya, sebagian besar berkembang selama beberapa tahun pertama dalam kehidupannya. Penelitian yang melibatkan 17 siswa TK A dari TK Islam Al Bayan Tangerang sebagi subjek penelitian ini menggunakan teknik PTK, yang terdiri dari dua siklus yaitu persiapan, pelaksanaan, dan refleksi. Setelah mengumpulkan informasi melalui wawancara, dokumentasi, serta observasi, analisis kuantitatif dilakukan terhadap data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 41% kemampuan motorik kasar anak berada pada tahap "MB". Pada siklus II, persentase siswa yang dinilai "BSB" meningkat secara signifikan menjadi 82%, dibandingkan dengan 60% pada siklus I yang hanya 60%. Anak-anak prasekolah dapat memperoleh manfaat yang besar dari pelatihan senam ritmik dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar mereka. Penelitian ini menemukan bahwa senam ritmik sangat membantu anak dalam mengembangkan kemampuan motorik kasarnya mereka. Kata kunci: AUD; Motorik Kasar; Senam Irama; PTK
Kegiatan Jurnal Pagi Sebagai Upaya Mengembangkan Kemampuan Pra Literasi Anak Usia Dini Nida Ulfadilah; Ocih Setiasih
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13 No 2 Desember 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i2.1062

Abstract

Abstract Literacy is one of the competencies that every individual must have in the current era of globalization, so that every individual can compete and can obtain information and apply it. In Indonesia itself, interest in literacy is still very low. Pre-literacy is the term for the introduction of literacy at the PAUD level where this pre-literacy is related to the introduction of reading and writing. One of the strategies used to increase pre-literacy in PAUD children is morning journaling. The objective of this research is to determine how Morning Journal Activities are an Effort to Develop Early Childhood Literacy and to explore the extent of the importance of implementing morning journals in early childhood education today as an effort to develop children's literacy. The research method employed involves conducting a library research or literature review. Researchers took literature from relevant journals and new journal years. This morning's journal activity is very important because it is able to stimulate pre-literacy in early childhood, both in writing, remembering what compass to read, telling stories and communicating well. Through these activities, we can create effective, free and enjoyable activities for children. Keywords: Morning Journal; Pre-literacy; Early childhood   Abstrak Literasi adalah kemampuan yang wajib dimiliki setiap individu diera globalisasi saat ini, agar setiap individu dapat bersaing serta dapat meraih informasi dan menerapkanya. di Indonesia sendiri minat literasi masih sangat rendah terlihat dalam hasil PISA 2022 hasil penilaian mengenai minat literasi di Indonesia masih berada di peringkat bawah. Pra literasi merupakan sebutan pengenalan literasi pada jenjang PAUD dimana pra literasi ini berkaitan dengan pengenalan membaca, menulis. Salah satu cara yang digunakan untuk peningkatan pra literasi anak PAUD yakni Jurnal pagi. Tujuan dari penelitian ini mengetahui bagaimana kegiatan jurnal pagi sebagai upaya pengembangan literasi anak usia dini serta mengeksplorasi sejauh mana pentingnya penerapan jurnal pagi dalam pendidikan anak usia dini saat ini sebagai upaya pengembangan literasi anak. Metode penelitian yang digunakan melalui studi pustaka atau studi literatur. Peneliti mengambil literatur dari jurnal yang relevan serta tahun jurnal yang masih baru. Kegiatan Jurnal pagi ini sangat penting dilakukan karena mampu menstimulasi pra literasi anak usia dini, baik dalam menulis, mengingat kosakata membaca, bercerita serta berkomunikasi dengan baik. Melalui kegiatan tersebut dapat menciptakan kegiatan yang efektif, bebas serta menyenangkan bagi anak Kata kunci: Jurnal Pagi; Pra literasi; Anak Usia Dini
Apa yang Dipikirkan Orang Tua: Perspektif Kesiapan Sekolah Hapidin Hapidin; Yuli Pujianti; Nurbiana Dhieni
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13 No 2 Desember 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i2.1083

Abstract

Abstract School readiness is an essential factor for the academic success of primary school students, and children's social skills influence it, as well as teachers' understanding of transitional learning and parental support. This study examines students' school readiness, focusing on these three variables. Through a survey using tests, questionnaires, interviews and document analysis, this study was conducted among elementary school students in DKI Jakarta. It also developed a standardized school readiness instrument and a transition learning model for early-grade teachers. Results show that 50% of parents prioritize reading, 48.8% writing and 38.1% arithmetic as academic readiness. However, non-academic aspects such as disciplinary behaviour (98.8%), social skills (98.8%), emotion regulation (98.9%), independence (98.9%), and self-confidence (100%) were highly prioritized. In addition, 100% of parents supported a conducive educational atmosphere, teachers who respect students, a playful approach in the early grades, and fun learning media. In conclusion, school readiness covers academic and non-academic aspects in a balanced way, contributing to national policies to support developmentally appropriate transition learning in the early grades of primary school. The findings support Government policy in developing developmentally appropriate transition learning models for young children in the early grades of primary school. Keywords: School Readiness; Transitional Learning Model; Literacy Numeracy; Social Skills Abstrak Kesiapan sekolah merupakan faktor penting bagi keberhasilan akademis siswa sekolah dasar, dipengaruhi oleh keterampilan sosial anak, pemahaman guru tentang pembelajaran transisi, dan dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan menguji kesiapan siswa masuk sekolah, dengan fokus pada ketiga variabel tersebut. Melalui survei menggunakan tes, kuesioner, wawancara, dan analisis dokumen, penelitian ini dilakukan pada siswa sekolah dasar di DKI Jakarta. Penelitian ini juga mengembangkan instrumen standar kesiapan sekolah dan model pembelajaran transisi bagi guru kelas awal. Hasil menunjukkan bahwa 50% orang tua memprioritaskan kemampuan membaca, 48,8% menulis, dan 38,1% berhitung sebagai kesiapan akademik. Namun, aspek non-akademik seperti perilaku disiplin (98,8%), keterampilan sosial (98,8%), regulasi emosi (98,9%), kemandirian (98,9%), dan kepercayaan diri (100%) sangat diprioritaskan. Selain itu, 100% orang tua mendukung suasana pendidikan kondusif, guru yang menghargai siswa, pendekatan bermain di kelas awal, dan penggunaan media pembelajaran yang menyenangkan. Kesimpulannya, kesiapan sekolah mencakup aspek akademik dan non-akademik secara seimbang, berkontribusi pada kebijakan nasional untuk mendukung pembelajaran transisi yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini di kelas awal sekolah dasar. Temuan ini mendukung kebijakan pemerintah dalam mengembangkan model pembelajaran transisi yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini di kelas awal sekolah dasar. Kata kunci: Kesiapan Sekolah; Model Pembelajaran Transisi; Literasi Numerasi; Keterampilan Sosial
Analysis of Parenting in Shaping Character in Early Childhood: Analisis Pola Asuh Orang Tua dalam Membentuk Karakter pada Anak Usia Dini Novia, Bagas Oktaris Novia; Rachmawati, Yeni
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14 No 1 Periode Desember - Februari
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v14i1.1102

Abstract

Abstract Parents have a significant role in shaping their children's character from an early age through proper parenting. The parenting style applied by each parent varies greatly, adjusted to the conditions of the parents and also the needs of the child and is influenced by many other factors. Therefore, the purpose of this study is to analyze the parenting patterns applied by parents in shaping certain characters in early childhood. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method. Data searches were conducted using the google scholar electronic database. Then analyzed descriptively by setting inclusion and exclusion criteria. Based on the results of the study, 3 forms of parenting were obtained, namely democratic, authoritarian, and permissive in shaping character in children. Parents can combine these forms of parenting according to the situation, conditions and the right portion. The character values that can be formed through the combination of parenting are tolerance, independence, polite, religious, respectful, disciplined, caring, adaptable, honest, responsible, confident, hard work, friendly, open attitude, simple, brave, fair, patient, and leadership. From the results of this study, it is hoped that parents can be wiser in applying parenting patterns for their children and not only focus on one parenting pattern that is considered the best. Keywords: Parenting; Character; Early Childhood Abstrak Orang tua memiliki peran cukup besar dalam membentuk karakter anaknya sejak dini melalui pola asuh yang tepat. Pola asuh yang diterapkan setiap orang tua sangat bervariasi, disesuaikan dengan kondisi orang tua dan juga kebutuhan anak serta dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola asuh yang diterapkan orang tua dalam membentuk karakter tertentu pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian data dilakukan menggunakan database elektronik google scholar. Kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 3 bentuk pola asuh yaitu demokratis, otoriter, dan permisif dalam membentuk karakter pada anak. Orang tua dapat mengombinasikan bentuk pola asuh tersebut sesuai dengan situasi, kondisi dan porsi yang tepat. Adapun nilai karakter yang dapat dibentuk melalui kombinasi pola asuh tersebut adalah toleransi, kemandirian, sopan, religius, hormat, disiplin, peduli, mudah menyesuaikan diri, jujur, bertanggungjawab, percaya diri, kerja keras, bersahabat, sikap terbuka, sederhana, berani, adil, sabar, dan kepemimpinan. Dari hasil penelitian ini, diharapkan orang tua dapat lebih bijak lagi dalam menerapkan pola asuh bagi anaknya dan tidak hanya terfokus pada satu pola asuh yang dianggap paling baik. Kata kunci: Pola Asuh; Karakter; Anak Usia Dini
Exploring Science Literacy for Early Childhood: Eksplorasi Literasi Sains untuk Anak Usia Dini Rizki Febriandani; Yetti, Elindra; Utami, Ade Dwi
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14 No 1 Periode Desember - Februari
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v14i1.1118

Abstract

Abstract Science literacy in early childhood is an essential competency that must be cultivated from an early age to address the challenges of the 21st century. This article aims to answer key questions regarding the concept of science literacy in early childhood. The study employs a Literature Review method, analyzing 30 relevant scholarly articles published within the last decade. The findings indicate that science literacy in early childhood encompasses the ability to understand basic scientific concepts, think critically, and apply this knowledge in daily life. Effective strategies for developing science literacy include storytelling with fiction and non-fiction books, simple experiments, observation, and the use of interactive media supported by technology. Furthermore, science literacy is influenced by several supporting factors, such as the active role of teachers, the integration of technology in learning, and a conducive learning environment for exploration. This article concludes that fostering optimal science literacy in early childhood not only enhances scientific thinking skills but also prepares children to navigate the advancements in science and technology in the future. Keywords: Scientific Literacy; Early Childhood; Science Literacy Abstrak Literasi sains pada anak usia dini merupakan kompetensi esensial yang perlu ditanamkan sejak dini untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Artikel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan utama terkait konsep literasi sains pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan menganalisis 30 artikel ilmiah yang relevan dalam 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi sains pada anak usia dini mencakup kemampuan untuk memahami konsep-konsep dasar sains, berpikir kritis, dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa strategi yang efektif untuk mengembangkan literasi sains meliputi penggunaan metode bercerita dengan buku fiksi dan non-fiksi, eksperimen sederhana, observasi, serta pemanfaatan media interaktif berbasis teknologi. Selain itu, literasi sains dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, seperti peran aktif guru, keterlibatan teknologi dalam pembelajaran, dan lingkungan belajar yang kondusif untuk eksplorasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengembangan literasi sains yang optimal pada anak usia dini tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah, tetapi juga mempersiapkan anak untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan. Kata kunci: Literasi Sains; Literasi Sains; Anak Usia Dini
The Effect of Home Literacy on Preschoolers' Early Reading Skills: Pengaruh Literasi Rumah terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Prasekolah Kusumawardhani, Trully; Dhieni, Nurbiana; Yetti, Elindra
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14 No 1 Periode Desember - Februari
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v14i1.1119

Abstract

Abstract Early reading and writing skills, or known as early literacy, is crucial for supporting successful reading and writing during school age. Early literacy is closely related to home literacy, as the two influence each other. However, early reading skills remains low in Indonesia. Therefore, the aim of this study is to determine how home literacy affects the early reading skills of preschool children., both with or without controlling for parental age, occupation, and education. The method used in this study is a quantitative descriptive method using a multiple regression model approach. The samples in this study consist of preschool children and their parents from Little Bee Moslem Kindergarten and Al Kayyisah Kindergarten. Sampling was determined using multistage random sampling. The results of this study show that, with or without controlling for parents' age, parents' occupation, and parents' education, home literacy affects preschool children's early reading skills. All effects were equally influential, except for the impact of constraints on reading with children and the parents' occupation. Keywords: Early Reading; Home Literacy; Preschool Children Abstrak Kemampuan membaca permulaan merupakan kemampuan penting untuk menunjang keberhasilan membaca dan menulis di usia sekolah. Kemampuan membaca permulaan erat hubungannya dengan literasi rumah, karena keduanya saling memengaruhi. Namun kenyataannya, di Indonesia masih rendah kemampuan membaca permulaannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui, bagaimana pengaruh literasi rumah terhadap kemampuan membaca permulaan anak prasekolah. Baik dengan atau tanpa mengontrol usia orang tua, pekerjaan orang tua, maupun pendidikan orang tua. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan model multiple regression. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 86 dengan rincian 48 anak prasekolah dan 38 orang tua anak prasekolah TK Little Bee Moslem, TK Al Kayyisah. Penentuan sampel dengan menggunakan multistage random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dengan maupun tanpa mengontrol usia orang tua, pekerjaan orang tua, dan pendidikan orang tua, literasi rumah memengaruhi kemampuan membaca awal anak prasekolah. Semua pengaruhnya sama kecuali pengaruh kendala dalam kegiatan membaca bersama anak dan pekerjaan orang tua. Kata kunci: Anak Prasekolah; Literasi Rumah; Membaca Permulaan
Analisis Penggunaan Aplikasi Youtube Terhadap Perkembangan Sosial Anak Usia Dini 5-6 Tahun Di Desa Kebonharjo Kecamatan Patebon Nabila Pramesthi Salma Reghita; Anita Chandra Dewi Sagala; Purwadi Purwadi; Ismatul Khasanah; Mila Karmila; Agung Prasetyo; Nila Kusumaningtyas
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13 No 2 Desember 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i2.1134

Abstract

AbstractParental supervision and parental policies while scolding their children whether they are allowed to watchYoutube alone or not have a great influence on children's social development because basically users ofthe Youtube application who are less controlled will have a negative influence on children. The purpose of thisstudy was to describe how the Use of the Youtube Application in the Psychosocial Development of ChildrenAged 5-6 Years in Kebonharjo Village, Patebon District, Kendal Regency. The research method used qualitativewith 5 children as research objects and the research technique used interviews, observations and documentation,with the results of the study that there were positive and negative influences on children's psychosocialdevelopment. The negative impact is that children are less social and less enthusiastic about learning, while thepositive impact is that children can obey the rules in the duration of using Youtube. The contribution in this studyprovides insight to parents to increase supervision of Youtube use in children which can have an impact on theirpsychosocial development.Keywords: Youtube; Child psychosocialAbstrakPengawasan orang tua dan kebijakan orang tua sambil memarahi anaknya sudah boleh menonton youtube sendiriatau belum sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosial anak karena pada dasarnya penggunaaplikasi youtube yang kurang terkontrol akan menjadi pengaruh negatif buat anak. Tujuan penelitian ini untukmendeskripsikan bagaimana penggunaan aplikasi youtube dalam perkembangan psikososial anak usia 5-6 tahundi Desa Kebonharjo Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Metode penelitian menggunakan kualitatif denganobyek penelitian 5 anak dan teknik penelitian menggunakan wawancara, observasi serta dokumentasi,dengananalisis deskriptif. Hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh positif dan negative pada perkembangan psikososialanak. Dampak negative anak kurang bersosialisasi dan kurang bersemangat belajar, sedangkan dampakpositifnya yaitu anak dapat menaati aturan dalam durasi penggunaan youtube. Kontribusi dalam penelitian inimemberikan wawasan terhadap para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan penggunakan Youtube padaanak yang dapat berdampak pada perkembangan perkembangan sosialnya.Kata kunci: Youtube; Perkembangan sosial anak
Implementation of Merdeka Belajar Curriculum in the Process of Developing Independence and Creativity in Kindergartens in Juwana District: Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Proses Pengembangan Kemandirian dan Kreatifitas di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Juwana Handayani, Ita Kris; Diana; Hartono
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14 No 1 Periode Desember - Februari
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v14i1.1146

Abstract

Abstract Based on preliminary observations at Juwana District Kindergarten, most of the learning process still focuses a lot on students' cognitive abilities so that students' independence and creativity are less developed. This study aims to determine the effect of implementing the Merdeka Curriculum on students' independence and creativity in kindergartens in Juwana District. This research is qualitative research. Research data were obtained through observations and interviews with principals, teachers, and parents of students. The results showed that the Merdeka curriculum has been implemented in Juwana District Kindergarten with a learning process tailored to the needs of students, creativity, and innovation in accordance with the objectives of the independent curriculum in accordance with applicable regulations. The implementation of the Merdeka Curriculum in Juwana District Kindergarten and the role of parents at home greatly help the development of early childhood independence so that the level of independence and creativity of students is mostly in the developing as expected category. These results indicate that the implementation of the independent curriculum has an effect on the development of students' independence and creativity in kindergartens in Juwana District. Keywords: Implementation, Kurikulum Merdeka, Autonomy, Creativity, Kindergarten Abstrak Berdasarkan observasi awal di Taman Kanak – Kanak Kecamatan Juwana, sebagian besar proses pembelajaran masih banyak berfokus pada kemampuan kognitif peserta didik sehingga kemandirian dan kreativitas peserta didik kurang dikembangkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh implementasi Kurikulum Merdeka terhadap kemandirian dan kreativitas peserta didik di Taman Kanak – Kanak Kecamatan Juwana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap 4 orang kepala sekolah, 8 orang guru, dan 4 orang tua peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Merdeka telah dilaksanakan di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Juwana dengan adanya proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, kreativitas, dan inovasi sesuai dengan dapat tercapai tujuan dari kurikulum merdeka sesuai dengan peraturan yang berlaku. Implementasi Kurikulum Merdeka di Taman Kanak- Kanak Kecamatan Juwana dan peran orang tua di rumah sangat membantu perkembangan kemandirian anak usia dini sehingga diperoleh tingkat kemandirian dan kreativitas peserta didik paling banyak berada pada kategori berkembang sesuai harapan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka berpengaruh terhadap pengembangan kemandirian dan kreativitas peserta didik di Taman Kanak – Kanak Kecamatan Juwana. Kata kunci: Implementasi, Kurikulum Merdeka Belajar, Kemandirian, Kreativitas, Taman Kanak – Kanak

Page 2 of 12 | Total Record : 113