cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
ISSN : -     EISSN : 30891973     DOI : -
AL-IKTIAR, Journal of Islamic Studies is to publish original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, covering a wide range of issues on Islamic studies in a number of fields including as below. 1. Islamic Education 2. Islamic Thought 3. Islamic Law 4. Islamic Theology 5. Islamic Politics 6. Islamic History and Civilization
Articles 112 Documents
Perkembangan Pemikiran Politik Islam Moch. Zainul Hasan; Yusuf Hanafi
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pemikiran politik Islam dalam sejarah dan praksisnya, dengan fokus pada empat dimensi utama. Pertama, Historiografi Perkembangan Pemikiran Politik Dalam Lintasan Sejarah Islam mengkaji bagaimana pemikiran politik Islam berkembang dari masa klasik hingga modern, dimulai dari konsep-konsep politik pada era Khulafaur Rasyidin hingga periode kontemporer. Kedua, dalam pembahasan Relasi Agama dan Negara (din wa daulah), penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara ajaran Islam dan institusi negara, dengan menyoroti pandangan para pemikir politik Islam tentang peran agama dalam tata kelola pemerintahan. Ketiga, Problematika Legislasi dan Formasi Syariat Islam menyoroti tantangan dalam penerapan hukum syariat dalam sistem politik modern, serta debat seputar relevansi syariat dalam konteks negara bangsa. Terakhir, dalam pembahasan Demokrasi dalam Praktik Politik Islam, penelitian ini akan melihat sejauh mana konsep demokrasi dapat diadaptasi dalam kerangka politik Islam, dengan mengkaji implementasi nilai-nilai demokrasi dalam praktik pemerintahan di negara-negara Muslim. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan perspektif yang lebih mendalam tentang bagaimana pemikiran politik Islam beradaptasi dan bertransformasi seiring berjalannya waktu, serta bagaimana berbagai permasalahan dalam tata kelola negara dapat diatasi dengan perspektif Islam AbstractThis study aims to analyze the development of Islamic political thought in history and practice, focusing on four main dimensions. First, Historiography of the Development of Political Thought in the Trajectory of Islamic History examines how Islamic political thought developed from classical to modern times, starting from political concepts in the era of the Khulafaur Rasyidin to the contemporary period. Second, in the discussion of the Relationship between Religion and State (din wa daulah), this study explores the relationship between Islamic teachings and state institutions, by highlighting the views of Islamic political thinkers on the role of religion in governance. Third, Problematics of Legislation and the Formation of Islamic Sharia highlights the challenges in implementing sharia law in modern political systems, as well as debates around the relevance of sharia in the context of nation states. Finally, in the discussion of Democracy in Islamic Political Practice, this study will look at the extent to which the concept of democracy can be adapted within the framework of Islamic politics, by examining the implementation of democratic values in the practice of governance in Muslim countries. Overall, this study provides a deeper perspective on how Islamic political thought adapts and transforms over time, and how various problems in state governance can be overcome with an Islamic perspective
Kajian Q.S. Al-Ma’arij Ayat 19-20 Dalam Tafsir Al-Misbah Dan Al-Azhar Arrohman Kenedi Arsina
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah sebuah kajian Q.S. al-Ma’arij ayat 19-20, didalamnya mengandung tentang sifat keluh kesah pada manusia, kemudian ditafsrikan melalui Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka. Ketertarikan untuk melakukan penelitian ini didasari atas keluhan-keluhan yang terjadi dikehidupan sehari-hari. Selain itu juga, bagaimana pandangan mufassir khususnya mufassir di Indonesia yaitu M. Quraish Shihab dan Buya Hamka dalam menyikapi sifat keluh kesah dengan corak tafsir yang sama. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; 1) Bagaimana Penafsiran M. Quraish Shihab dan Hamka tentang sifat keluh kesah dalam al-Qur’an? 2) Bagaimana pandangan M. Quraish Shihab dan Hamka dalam mengatasi sifat keluh kesah?. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan atau Library Research, tentunya memiliki dua jenis sumber yakni sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir al-Azhar karya Hamka, sedangkan sumber sekundernya adalah berupa literatur-literatur tafsir, jurnal, skripsi, dan karya ilmiah lainnya yang mendukung penelitian ini. Corak dari kedua tafsir sama-sama Adabi Ijtim<a’I atau budaya kemasyarakatan. Penulis memperoleh kesimpulan pemahaman bahwa sifat keluh kesah ini adalah salah satu tabiat buruk yang diciptkan Allah SWT, yang mana jika tidak mampu untuk mengendalikannya akan berdampak buruk dan apabila digunakan dengan semestinya akan berdampak baik pada diri manusia. Menurut Quraish Shihab sifat keluh kesah adalah naluri manusia untuk mencapai kebahagiaan sifat ini akan menjadi tercela apabila manusia salah ketika menggunakannya , sedangkan menurut Hamka sifat keluh kesah ini akan mengiringi manusia kedalam penyakit kejiwaan ketika berlarut dalam keluhan terhadap masalah yang menimpanya. Quraish Shihab dan Hamka berpendapat obat dari sifat keluh kesah yang berlebihan ialah bersabar dan bersyukur. AbstractThis research is a study of Q.S. al-Ma'arij verses 19-20, which contains the nature of complaining in humans, then interpreted through Tafsir al-Misbah by M. Quraish Shihab and Tafsir al-Azhar by Buya Hamka. The interest in doing this research is based on the complaints that occur in everyday life. In addition, how the views of mufassirs, especially mufassirs in Indonesia, namely M. Quraish Shihab and Buya Hamka in addressing the nature of complaints with the same style of interpretation. The formulation of the problem in this study are; 1) How is the interpretation of M. Quraish Shihab and Hamka about the nature of complaining in the Qur'an? 2) How is the view of M. Quraish Shihab and Hamka in overcoming the nature of complaining?. This type of research is a type of library research, of course it has two types of sources, namely primary sources and secondary sources. Primary sources are Tafsir al-Misbah by M. Quraish Shihab and Tafsir al-Azhar by Hamka, while secondary sources are in the form of tafsir literature, journals, theses, and other scientific works that support this research. The style of the two interpretations are both Adabi Ijtim<a'I or societal culture. The author concludes that the nature of complaining is one of the bad traits created by Allah SWT, which if it is unable to control it will have a bad impact and if used properly it will have a good impact on humans. According to Quraish Shihab, the nature of complaining is a human instinct to achieve happiness, this nature will become despicable if humans are wrong when using it, while according to Hamka, this complaining nature will lead humans into mental illness when they complain about the problems that afflict them. Quraish Shihab and Hamka argue that the cure for excessive complaining is to be patient and grateful.
GREEN SUKUK DALAM PERSFEKTIF AL-QURAN (KAJIAN TAFSIR AL-MUNIR) Rio Chaniado Anggara; Nurwahidin; Mulawarman Hanase; Riza Shintia
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi ekonomi syariah beberapa tahun belakangan ini menunjukkan perkembangan yang signifikan, peluncuran lembaga keuangan syariah serta produk-produk keuangan syariah menjadi tolak ukur terhadap perkembangan ekonomi syariah di indonesia. Berbagai penggiat keuangan syariah mulai dari lembaga swasta maupun pemerintahan ikut andil dalam perkembangan keuangan syariah, salah satunya yaitu green sukuk. Green Sukuk merupakan surat berharga syariah negara yang diterbitkan menggunakan prinsip green economy demi kelestarian lingkungan. Produk yang menggunakan prinsip syariah dasar hukumnya berasal dari Al-quran dan hadist. Kajian dalam penelitian ini menguraikan tafsir yang berkaitan dengan ayat-ayat yang berhubungan dengan green sukuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kajian ilmu tafsir pada produk green sukuk yang menjadi perhatian penting dalam lingkup perekonomian terkhusus bagi perkembangan keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uraian tafsir pada surah Al-A’raf ayat 58, Al-A’raf ayat 56, Ar-rum ayat 41 serta surah Al-Baqarah ayat 205 yang menunjukkan larangan terhadap perusakan lingkungan dan kesesuaian praktik green sukuk yang bertujuan kepada pemeliharaan lingkungan dan alam menjadikan produk green sukuk kombinasi yang efektif, bukan hanya halal tetapi juga thayyib. AbstractThe existence of sharia economy in recent years has shown significant development, the launch of sharia financial institutions and sharia financial products has become a benchmark for the development of sharia economy in Indonesia. Various sharia financial activists ranging from private and government institutions have taken part in the development of sharia finance, one of which is green sukuk. Green Sukuk is a state sharia security issued using the principle of green economy for environmental sustainability. Products that use sharia principles have legal basis from the Al-Quran and Hadith. The study in this research describes the interpretation related to the verses related to green sukuk. The purpose of this study is to find out how the study of interpretation on green sukuk products is an important concern in the scope of the economy, especially for the development of sharia finance. The results of the study show that based on the description of the interpretation of Surah Al-A'raf verse 58, Al-A'raf verse 56, Ar-rum verse 41 and Surah Al-Baqarah verse 205 which shows the prohibition of environmental destruction and the suitability of green sukuk practices aimed at maintaining the environment and nature makes green sukuk products an effective combination, not only halal but also thayyib.
Maulid Nabi sebagai Media Integrasi Sosial Etnis Melayu Sambas dan Madura Pascakonflik di Desa Sungai Jaga A, Bengkayang Muhammad Akbar
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/0yqjn912

Abstract

Madura di Sambas, Kalimantan Barat, pada tahun 1999. Situasi pasca-konflik menunjukkan adanya ketegangan dalam interaksi sosial antara suku Melayu dan Madura, yang disebabkan oleh saling curiga dan kecenderungan untuk berpihak pada kelompok masing-masing. Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan sosial antara suku Madura dan Melayu di Kalimantan Barat menunjukkan kedamaian, sehingga keduanya dapat hidup bersama dalam satu ruang sosial sebagai satu komunitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis proses integrasi sosial antara suku Melayu dan Madura pasca-konflik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menyajikan deskripsi data lapangan. Data dikumpulkan di desa Sungai Jaga A melalui wawancara dengan tujuh narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi agama  yang berkembang di Sungai Jaga A berperan penting dalam proses integrasi sosial. Integrasi sosial tercapai melalui norma yang ada, dengan memanfaatkan ritual tradisi keagamaan yang dijalani bersama oleh suku Melayu dan Madura. Tradisi keagamaan seperti perayaan Maulid Nabi, menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar kedua suku. Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi keagamaan memiliki kemampuan untuk mendorong masyarakat untuk berkumpul dan beraktivitas sesuai dengan norma yang berlaku.AbstractSungai Jaga A is one of the areas affected by the conflict between the Malay and Madurese tribes in Sambas, West Kalimantan, in 1999. The post-conflict situation showed tension in social interactions between the Malay and Madurese tribes, caused by mutual suspicion and a tendency to side with each other's groups. However, over time, social relations between the Madurese and Malay tribes in West Kalimantan showed peace, so that both could live together in one social space as one community. Therefore, this study aims to describe and analyze the process of social integration between the Malay and Madurese tribes post-conflict. This study was conducted using a qualitative approach and presents a description of field data. Data were collected in Sungai Jaga A village through interviews with seven informants. The results of the study show that religious traditions that develop in Sungai Jaga A play an important role in the process of social integration. Social integration is achieved through existing norms, by utilizing religious tradition rituals that are shared by the Malay and Madurese tribes. Religious traditions such as the celebration of the Prophet's Birthday, are a means to strengthen relations between the two tribes. This study shows that religious traditions have the ability to encourage people to gather and carry out activities in accordance with applicable norms.
Problematika Permasalahan Di Desa Sungai Kerawang Yang Menimbulkan Konflik, Perspektif Agama Dan Budaya. Nur Ihksan; Dian Vitria
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/kfcd1619

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan berbagai problematika permasalahan yang ada di desa Sungai kerawang, kec. Batu ampar, kab. Kubu raya, Kalimantan barat Perspektif agama dan budaya. Konflik yang muncul seringkali disebabkan oleh tumpang tindih kepentingan, kurangnya komunikasi antarwarga, dan perbedaan sudut pandang terkait adat istiadat serta pemahaman agama. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji problematika tersebut dari perspektif agama dan budaya, dengan fokus pada penyebab konflik, dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, serta solusi yang dapat diterapkan untuk menciptakan harmoni sosial. Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan paham dalam interpretasi ajaran agama dan nilai-nilai budaya menjadi pemicu utama konflik di Desa Sungai Kerawang. Selain itu, kurangnya ruang dialog dan mediasi memperparah situasi. Dalam perspektif agama, pentingnya musyawarah dan perdamaian ditekankan sebagai solusi yang sejalan dengan nilai budaya lokal yang mengutamakan gotong royong. Kesimpulannya, integrasi nilai-nilai agama dan budaya dapat menjadi fondasi untuk menyelesaikan konflik di Desa Sungai Kerawang. Rekomendasi praktis meliputi penguatan pendidikan lintas budaya dan agama, serta pembentukan forum dialog antarwarga yang inklusif. Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih harmonis dan saling menghargai perbedaan. AbstractThis study reveals various problematic issues in Sungai Kerawang Village, Batu Ampar District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan from a religious and cultural perspective. Conflicts that arise are often caused by overlapping interests, lack of communication between residents, and differences in perspectives regarding customs and religious understanding. This article aims to examine these problems from a religious and cultural perspective, focusing on the causes of conflict, its impact on people's lives, and solutions that can be applied to create social harmony. Through a qualitative research method with a case study approach, data were collected through in-depth interviews and observations. The results of the study indicate that differences in understanding in the interpretation of religious teachings and cultural values are the main triggers of conflict in Sungai Kerawang Village. In addition, the lack of space for dialogue and mediation exacerbates the situation. From a religious perspective, the importance of deliberation and peace is emphasized as a solution that is in line with local cultural values that prioritize mutual cooperation. In conclusion, the integration of religious and cultural values can be a foundation for resolving conflicts in Sungai Kerawang Village. Practical recommendations include strengthening cross-cultural and religious education, and establishing an inclusive dialogue forum between residents. With this approach, it is expected to create a more harmonious society that respects differences.
Konflik masyarakat dan perusahaan perkebunan serta alternatif penyelesaian di dusun rasau tanjung Syahril marta; Taufik
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/1tnc8f50

Abstract

Abstrak  Proses pengembangan lahan yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam beberapa tahun yang lalu telah banyak menimbulkan konflik dengan masyarakat. Tidak dipungkiri bahwa didusun rasau jaya memang memiliki potensi daerah yang tinggi pada sektor perkebunan kelapa sawit . Hal ini pula yang membuat perusahaan perkebunan kelapa sawit membangun perusahaan cabang, menguasai dan mengembangkan lahan menjadi perkebunan kelapa sawit didusun rasau tanjung. Melalui metode kualitatif dengan ini dipaparkan situasi dan fenomena yang konflik yang terjadi terutama penyebab dan upaya penyelesaian konflik tersebut.  Tingginya konflik yang terjadi antara masyarakat dan perusahaan, dapat dipaparkan penyebabnya antara lain: tuntutan masyarakat terhadap perusahaan. Kecemburuan sosial masyarakat lokal, penyerobotan lahan oleh masyarakat maupun perusahaan, kurangnya kepedulian pemerintah dalam penyelesaian konflik yang berkepanjangan serta beberapa penyebab lain yang memiliki karakteristik berbeda antar daerah. Beberapa konflik yang terjadi diberikan solusi alternatif penyelesaian diantaranya; berupa kajian kebijakan pemerintah terhadap izin perkebunan, pemetaan areal hutan dan perkebunan agar diperoleh tapal batas yang jelas, menghilangkan dasar konflik dari tindakan-tindakan mereka yang sedang berkonflik, kemenangan pihak yang satu dan kekalahan di pihak yang lain, kompromi, perdamaian dan ketidakmungkinan untuk berdamai, menggiat mediasi antara pihak yang berkonflik serta penerapan ajaran agama sebagai upaya agar intensitas maupun durasi konflik dapat dikurangi atau bahkan dapat direduksi terutama konflik yang telah berlangsung sekian lama akibat repetisi konflikkonflik yang terjadi sebelumnya.  AbstractThe land development process carried out by oil palm plantation companies in the past few years has caused many conflicts with the community. It is undeniable that in the Rasau Jaya hamlet does have high regional potential in the oil palm plantation sector. This is also what makes oil palm plantation companies build branch companies, control and develop land into oil palm plantations in the Rasau Tanjung hamlet. Through qualitative methods, the situations and phenomena of the conflicts that occur are explained, especially the causes and efforts to resolve the conflict. The high level of conflict that occurs between the community and the company can be explained by the causes, including: community demands on the company. Social jealousy of local communities, land grabbing by the community and companies, lack of government concern in resolving prolonged conflicts and several other causes that have different characteristics between regions. Several conflicts that occur are given alternative solutions, including; in the form of a study of government policies on plantation permits, mapping of forest and plantation areas in order to obtain clear boundaries, eliminating the basis of conflict from the actions of those in conflict, the victory of one party and the defeat of the other, compromise, peace and the impossibility of reconciliation, promoting mediation between the conflicting parties and the application of religious teachings as an effort so that the intensity and duration of the conflict can be reduced or even reduced, especially conflicts that have been going on for a long time due to the repetition of previous conflicts.
فاعلية القواميس الرقمية لطلبة تعليم اللغة العربية بجامعة إسلامية حكومية سومطرة شمالية Amanda Yusri; Naima Helwa
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ntjz4v91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kamus digital bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di Perguruan Tinggi Islam Negeri di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara mengumpulkan data berdasarkan data yang diberikan melalui angket kepada 16 partisipan yang merupakan mahasiswa aktif program studi pendidikan bahasa Arab. Dengan kamus digital di zaman modern ini, menjadi mudah bagi siswa untuk mengakses terjemahan kosakata bahasa Arab dan memahami struktur kalimat. Penggunaan kamus digital yang praktis dan efektif dibandingkan kamus cetak serta fitur-fitur canggih yang ditawarkannya dalam menerjemahkan kata dan kalimat, membuat para pelajar tertarik untuk menggunakannya sebagai kebutuhan guna menunjang proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 87,5% dari 16 partisipan menggunakan kamus digital dan sebagian besar dari mereka menyetujui dampak positif penggunaan kamus digital sebagaimana yang diberikan peneliti dalam bentuk kuesioner. Meskipun kamus digital menawarkan banyak manfaat, namun tetap saja memerlukan pemanfaatan yang bijaksana agar penggunaannya benar-benar menunjang proses pembelajaran secara optimal tanpa mengabaikan potensi kekurangannya.Kata kunci: efektivitas, kamus digital, bahasa Arab ملخصيهدف هذا البحث إلى تحديد مدى فاعلية القواميس الرقمية لطلاب برنامج دراسة تعليم اللغة العربية بجامعة إسلامية حكومية سومطرة شمالية. يستخدم هذا البحث المنهج الكمي من خلال جمع البيانات بناءً على البيانات المقدمة من خلال استبيانات مع 16 مشاركًا من الطلاب النشطين في برنامج دراسة تعليم اللغة العربية. مع وجود القواميس الرقمية في هذا العصر الحديث، أصبح من السهل على الطلاب الوصول إلى ترجمات المفردات العربية وفهم بنية الجملة. إن الاستخدام العملي والفعال للقواميس الرقمية مقارنة بالقواميس المطبوعة وما تقدمه من ميزات متقدمة في ترجمة الكلمات والجمل يجذب الطلاب لاستخدامها كضرورة لدعم عملية التعلم. وأظهرت نتائج البحث أن ما يصل إلى 87.5% من المشاركين البالغ عددهم 16 مشاركاً استخدموا القواميس الرقمية، واتفق معظمهم على الأثر الإيجابي لاستخدام القواميس الرقمية التي قدمها الباحثون على شكل استبيان. على الرغم من أن القواميس الرقمية توفر فوائد كبيرة، إلا أنها لا تزال تتطلب الاستخدام الحكيم بحيث يدعم استخدامها حقًا عملية التعلم على النحو الأمثل دون تجاهل أوجه القصور المحتملة
Desain Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Terpusat Pada Mata Pelajaran Huswatul Hasanah
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/p0yym696

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui desain pengembangan kurikulum PAI terpusat pada mata pelajaran. Menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, berupa buku-buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan tema pembahasan. Analisis data menggunakan analisis isi (Content Analysist). Hasil penelitian yaitu desain pengembangan kurikulum PAI terpusat pada mata pelajaran merupakan desain yang menitikberatkan atas konten atau materi ajar dan terdiri dari mata-mata pelajaran yang diajarkan secara terpisah. Desain pengembangan kurikulum PAI terpusat pada mata pelajaran terdiri dari tiga bentuk desain, yaitu: (1) Desain mata pelajaran menyajikan mata pelajaran secara terpisah-pisah dalam bentuk mata-mata pelajaran. Misalnya, hukum Islam, ushul fikih (dari bidang fikih); ilmu tauhid, akhlak (dari bidang akidah akhlak); al-quran, hadis, tafsir (dari bidang al-quran hadis); sejarah Islam (dari bidang SKI). (2) Desain disiplin ilmu, pengembangan pendidikan khusus/kejuruan. Disiplin-disiplin ilmu pada desain ini, seperti: akidah akhlak, fikih, al-quran hadis, SKI. (3) Desain bidang luas, desain ini menggabungkan beberapa mata pelajaran yang berkaitan menjadi satu mata pelajaran. Misalnya, akidah akhlak, fikih, al-quran hadis, SKI, digabungkan menjadi mata pelajaran PAI. AbstractThis paper aims to determine the subject-centered design of the PAI curriculum development. Using the type of library research. Data collection uses documentation techniques, in the form of books and journal articles related to the theme of the discussion. Data analysis using content analysis. The results of the study are that the subject-centered design of the PAI curriculum development is a design that focuses on content or teaching materials and consists of subjects that are taught separately. The design of the subject-centered PAI curriculum development consists of three design forms, namely: (1) Subject design presents subjects separately in the form of subjects. For example, Islamic law, ushul fiqh (from the field of fiqh); the science of monotheism, morality (from the field of moral creed); Al-Quran, Hadith, Tafsir (from the field of Al-Quran Hadith); Islamic history (from the field of SKI). (2) Design of scientific disciplines, development of special/vocational education. Disciplines in this design, such as: moral belief, jurisprudence, al-Quran hadith, SKI. (3) Broad field design, this design combines several related subjects into one subject. For example, moral beliefs, jurisprudence, Al-Quran Hadith, SKI, are combined into PAI subjects
Implementasi Pendidikan Karakter Disiplin Santri Di Pondok Pesantren Nurut Taqwa Desa Grujukan Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso Maulana Kiswanto; Yusuf Suharto
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/jd3d3844

Abstract

Pendidikan karakter disiplin adalah pendidikan berbasis agama melalui tata tertib, keteladanan, arahan, budi pekerti dan pembiasaan. Penelitian ini berfokus pada: (1.) Implementasi Pendidikan Karakter Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Nurut Taqwa? (2.) kendala Pendidikan Karakter Disiplin Santri di Pesantren Nurut Taqwa? Adapun penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus adalah metode analisis data kualitatif yang menitik beratkan pada kasus-kasus khusus, untuk dikaji secara mendalam dengan melibatkan pengumpulan berbagai informasi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi kata, penyajian kesimpulan data dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini bisa dijelaskan sebagai berikut: (1). Implementasi Pendidikan karakter disiplin santri di Pondok Pesantren Nurut Taqwa antara lain: a. Peraturan tersebut sudah berjalan sesuai aturan yang ditetapkan di pesantren. b.pengurus adalah contoh yang baik bagi santrinya. c. Membenarkan segala sesuatu yang benar. d. Pendidikan menanamkan pengertian disiplin dengan memberikan petunjuk dalam bertindak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. (2). Kendala Pendidikan Karakter Disiplin Santri di Pondok Pesantren Nurut Taqwa meliputi: a. Pendidikan karakter disiplin adalah pendidikan tentang nilai moral, budi pekerti dan budi pekerti yang bertujuan untuk membedakan individu dengan individu lainnya. b. Pendidikan karakter disiplin memiliki nilai-nilai religius c. Lingkungan santri tidak akan lepas dari beberapa lembaga yang berada di bawah naungan pondok pesantren, seperti sekolah MI, MA, SMK, MDTA dan lembaga lainnya. d. Tingkat keimanan santri sangat mempengaruhi pendidikan karakter kedisiplinan santri dengan meningkatkan keimanan, santri berakhlak mulia, melaksanakan segala perintah Allah SWT dan jauhi larangannya. AbstractDisciplinary character education is a religion-based education through rules, role models, direction, morals and habits. This study focuses on: (1.) Implementation of Disciplinary Character Education of Students at the Nurut Taqwa Islamic Boarding School? (2.) Obstacles to Disciplinary Character Education of Students at the Nurut Taqwa Islamic Boarding School? This study uses qualitative research with a case study approach. Case studies are qualitative data analysis methods that focus on specific cases, to be studied in depth by involving the collection of various information. Data collection is carried out by observation, interviews and documentation. Data analysis techniques through data collection, word reduction, presentation of data conclusions and verification. The results of this study can be explained as follows: (1). Implementation of Disciplinary Character Education of Students at the Nurut Taqwa Islamic Boarding School include: a. The regulations have been implemented according to the rules set at the Islamic boarding school. b. The management is a good example for its students. c. Justifying everything that is right. d. Education instills an understanding of discipline by providing guidance in acting in accordance with the rules that have been set. (2). Obstacles to Disciplinary Character Education of Students at the Nurut Taqwa Islamic Boarding School include: a. Disciplinary character education is education about moral values, manners and character that aims to differentiate individuals from other individuals. b. Disciplinary character education has religious values. c. The environment of students will not be separated from several institutions under the auspices of the Islamic boarding school, such as MI, MA, SMK, MDTA schools and other institutions. d. The level of faith of students greatly influences the education of disciplined character of students by increasing faith, students have noble morals, carry out all the commands of Allah SWT and avoid His prohibitions.
Integrasi Teori Belajar Sosial Bandura Dalam Pembelajaran Pendidikan Islam Di MI Al-Ishlahuddiny Kediri Nusa Tenggara Barat Nurmiani; Khaerni; Ruslan
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/83gcxj54

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa, terutama melalui metode pembelajaran observasional dan kolaboratif. Model pembelajaran ini menekankan pada keteladanan guru serta interaksi sosial antar siswa dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Islam. Namun, masih terdapat kesenjangan penelitian dalam mengkaji efektivitas kombinasi kedua metode ini dalam membentuk karakter dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model observasional dalam pembelajaran Pendidikan Islam di MI Al-Ishlahuddiny Kediri, menilai efektivitas pembelajaran kolaboratif, serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap guru, siswa, dan orang tua, serta observasi langsung di kelas. Selain itu, analisis dokumen kurikulum dilakukan untuk memahami integrasi teori Bandura dalam praktik pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model observasional efektif dalam membentuk kebiasaan religius siswa, sementara pembelajaran kolaboratif meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan sosial mereka. Namun, terdapat beberapa kendala dalam implementasinya, seperti keterbatasan waktu, variasi tingkat pemahaman siswa, serta faktor lingkungan keluarga yang beragam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi pembelajaran observasional dan kolaboratif dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan karakter Islami siswa, dengan dukungan dari guru dan lingkungan yang kondusif. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih sistematis untuk mengatasi tantangan dalam implementasinya, termasuk pelatihan bagi guru dalam mengelola kelas yang berbasis observasi dan kolaborasi.

Page 4 of 12 | Total Record : 112