cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
ISSN : -     EISSN : 30891973     DOI : -
AL-IKTIAR, Journal of Islamic Studies is to publish original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, covering a wide range of issues on Islamic studies in a number of fields including as below. 1. Islamic Education 2. Islamic Thought 3. Islamic Law 4. Islamic Theology 5. Islamic Politics 6. Islamic History and Civilization
Articles 141 Documents
The Urgency of Time Perspective in Hadith (Thematic Study of Islamic Education in the Era of Generation z) M. Asy’ari; Nur Aini
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/bxmvt157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hadis-hadis yang membahas tentang pentingnya waktu dan menganalisis relevansinya dalam pendidikan Islam di era Generasi Z, khususnya tentang manajemen waktu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tematik terhadap enam hadis yang terkait dengan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tersebut menekankan pentingnya memanfaatkan waktu sebelum menghadapi keadaan yang penuh tantangan, seperti usia tua, sakit, kesibukan, dan kematian. Lebih jauh, hadis-hadis tersebut menegaskan bahwa waktu merupakan nikmat yang sangat besar yang seringkali diabaikan oleh manusia. Relevansi hadis-hadis tersebut dalam pendidikan Generasi Z menjadi signifikan, mengingat tantangan modern seperti distraksi teknologi dan kurangnya kesadaran tentang manajemen waktu. Pendidikan Islam dapat berperan penting dengan menanamkan kesadaran tentang pentingnya manajemen waktu melalui pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan Generasi Z. Dengan demikian, generasi muda dapat dibimbing untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, produktif, dan bertanggung jawab dalam menghadapi kehidupan modern.. AbstractThis study aims to identify the hadiths that discuss the importance of time and  analyze their relevance in Islamic education in the era of Generation z, particularly  concerning time management. The research uses a qualitative method with a thematic  approach to six hadiths related to time. The results show that these hadiths emphasize the  importance of utilizing time before facing challenging circumstances, such as old age,  illness, busyness, and death. Furthermore, these hadiths highlight that time is a great  blessing that is often neglected by humans. The relevance of these hadiths in the  education of Generation z is significant, given modern challenges such as technological  distractions and a lack of awareness about time management. Islamic education can play  a vital role by instilling an awareness of the importance of time management through  contextual learning that meets the needs of Generation z. Thus, the younger generation  can be guided to become more disciplined, productive, and responsible individuals in  facing modern life. 
Konsep Pendidikan Islam Dalam Pemikiran Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Modern M. Zaini
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/v9v01w18

Abstract

Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari merupakan salah satu ulama besar dari Nusantara yang memiliki pengaruh kuat dalam pengembangan pendidikan Islam di wilayah Kalimantan. Pemikirannya tentang pendidikan Islam tercermin dalam karya-karyanya, terutama dalam kitab Sabil al-Muhtadin, yang menekankan pendidikan berbasis akhlak, keilmuan syariah, serta keseimbangan antara ilmu duniawi dan ukhrawi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan dalam pemikiran Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dan mengeksplorasi relevansinya terhadap sistem pendidikan modern. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, artikel ini menemukan bahwa pemikiran Syekh Muhammad Arsyad berfokus pada integrasi antara ilmu dan akhlak, yang sesuai dengan tujuan pendidikan modern dalam membentuk karakter, moral, serta kemampuan intelektual peserta didik. Konsep yang dikembangkan oleh beliau memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya nilai-nilai pendidikan Islam yang relevan hingga kini, khususnya dalam menciptakan manusia yang berpengetahuan sekaligus berkarakter     Abstract Sheikh Muhammad Arsyad al-Banjari is one of the great scholars from the archipelago who has a strong influence on the development of Islamic education in the Kalimantan region. His thoughts on Islamic education are reflected in his works, especially in the book Sabil al-Muhtadin, which emphasizes moral-based education, sharia science, and the balance between worldly and ukhrawi knowledge. This article aims to examine the concept of education in the thought of Sheikh Muhammad Arsyad al-Banjari and explore its relevance to the modern education system. With a qualitative approach through literature study, this article finds that Sheikh Muhammad Arsyad's thinking focuses on the integration of science and morals, which is in accordance with the goals of modern education in shaping the character, morals, and intellectual abilities of students. The concept developed by him has made a significant contribution in enriching the relevant Islamic educational values to this day, especially in creating knowledgeable and characterful human beings.
Analisis Indeks Kelembagaan Zakat BAZNAS Bantul dalam Perspektif Indeks Zakat Nasional Mustainullah; Siti Nikmatul Arafah; Ibi Satibi
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/111h0587

Abstract

Penelitian ini menganalisis kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bantul menggunakan kerangka Indeks Zakat Nasional (IZN) yang terdiri dari dimensi mikro dan makro. Dimensi mikro mencakup aspek kelembagaan dan dampak zakat terhadap mustahik, sedangkan dimensi makro meliputi regulasi, dukungan APBD, dan database lembaga zakat. Data penelitian diperoleh dari kuesioner (primer) dan berbagai publikasi (sekunder). Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja dimensi mikro memperoleh indeks 0,285 (kategori kurang baik), sementara dimensi makro mendapatkan indeks 0,895 (kategori sangat baik). Secara keseluruhan, Indeks Zakat Nasional BAZNAS Kabupaten Bantul adalah 0,468, yang termasuk dalam kategori cukup baik. Studi ini merekomendasikan perbaikan tata kelola kelembagaan dan penguatan dampak zakat untuk meningkatkan kinerja zakat di masa mendatang.   Abstract This study analyzes the institutional performance of zakat at the National Zakat Agency (BAZNAS) of Bantul Regency using the National Zakat Index (IZN) framework consisting of micro and macro dimensions. The micro dimension includes institutional aspects and the impact of zakat on mustahik, while the macro dimension includes regulations, APBD support, and zakat institution databases. The research data were obtained from questionnaires (primary) and various publications (secondary). The results of the analysis show that the performance of the micro dimension obtained an index of 0.285 (less good category), while the macro dimension obtained an index of 0.895 (very good category). Overall, the National Zakat Index of BAZNAS Bantul Regency is 0.468, which is included in the fairly good category. This study recommends improving institutional governance and strengthening the impact of zakat to improve zakat performance in the future.  
Efektivitas Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Ahmad Ansori; Nurul Faizah; Putri Fajariah; Resky Saputra
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/z2ezjn11

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan sarana dan prasarana yang efektif, serta untuk menganalisis hubungan antara sarana dan prasarana dengan kualitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi literatur. pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara mengumpulkan, memeriksa informasi atau data dari buku, artikel, dan jurnal serta skripsi terdahulu. Data yang dikumpulkan kemudian dikaji dan dianalisis lalu dikritisi secara sistematis menjadi uraian yang naratif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektifitas pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan yang baik itu seperti, perencanaan berdasarkan kebutuhan dan standar, pengadaan yang transparan, pemeliharaan berkala, evaluasi dan monitoring, serta pelibatan semua pihak. Hubungan antara sarana dan prasarana dengan kualitas pendidikan sangatlah erat, karena sapras yang memadai menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan belajar yang efektif dan proses pembelajaran akan berjalan dengan optimal, sehingga akan berdampak pada kualitas pembelajaran. Abstract The purpose of this study is to examine the effective management of educational facilities and infrastructure, as well as to analyze the relationship between these elements and the quality of learning. This research employs a qualitative method with a literature review as the data collection technique. Data were gathered through the collection and examination of information from books, articles, journals, and previous theses. The collected data were then critically analyzed and synthesized into a systematic and narrative explanation. The findings indicate that effective management of educational facilities and infrastructure includes need- and standard-based planning, transparent procurement, regular maintenance, continuous evaluation and monitoring, and the involvement of all stakeholders. The relationship between facilities and infrastructure and the quality of education is very strong, as adequate resources provide the foundation for a conducive learning environment, allowing the teaching and learning process to run optimally and thus improving learning outcomes.
Ragam Pemaknaan Kata Hijrah dan Implikasinya di Era Post Truth dalam Perspektif Analisis Permainan Bahasa L. Wittgenstein Khotibul Umam; Abd. Muhaimin
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/h7h1ym24

Abstract

Seiring perkembangan zaman, penggunaan kata “hijrah” mengalami perubahan makna dan maksud yang berbeda-beda. Perbedaan pemaknaan itu sejatinya dilatarbelakangi oleh konteks yang melingkarinya. Beragam pemaknaan kata hijrah, ditambah dengan munculnya gerakan hijrah yang beberapa tahun terakhir menjadi tren di kalangan anak muda, sering disalahpahami oleh masyarakat, terlebih di era pasca kebenaran (post truth). Atas dasar itu, penelitian ini mengangkat dua problem: Pertama, bagaimana penggunaan kata “hijrah” perspektif permainan bahasa L. Wittgenstein; Kedua, bagaimana konteks penggunaan kata “hijrah” di era post truth? Untuk menjawab problem tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Untuk membantu analisis, penelitian menggunakan teori Language Game yang digagas oleh L. Wittgenstein. Adapun hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa, penggunaan kata hijrah, selain bermakna “berpindah dari satu tempat ke tempat lain” sebagaimana peristiwa hijrah Nabi, hijrah juga bermakna jihad, dakwah, dan kesalehan. Penggunaan teori permainan bahasa, berguna untuk mengurai dan mengetahui bagaimana ragam pemaknaan kata hijrah sesuai konteksnya masing-masing agar tak terjadi kesalahpahaman di masa pasca-kebenaran. Abstract Along with the development of the era, the use of the word "hijrah" has experienced changes in meaning and different intentions. The difference in meaning is actually based on the context surrounding it. Various meanings of the word hijrah, coupled with the emergence of the hijrah movement which in recent years has become a trend among young people, are often misunderstood by the public, especially in the post-truth era. On that basis, this study raises two problems: First, how is the use of the word "hijrah" from the perspective of L. Wittgenstein's language game; Second, what is the context of the use of the word "hijrah" in the post-truth era? To answer this problem, this study uses a qualitative method with a library research type. To assist in the analysis, the study uses the Language Game theory initiated by L. Wittgenstein. The results of this study prove that the use of the word hijrah, in addition to meaning "moving from one place to another" as in the event of the Prophet's hijrah, hijrah also means jihad, da'wah, and piety. The use of language game theory is useful for analyzing and understanding the various meanings of the word hijrah according to their respective contexts so that there are no misunderstandings in the post-truth era
Strategi Efektif Dalam Inventarisasi Sarana Dan Prasarana Dalam  Upaya Mewujudkan Efisiensi Peningkatan Mutu Pembelajaran Islam Winarsih, Putri; Sedya Santoso
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/9xpv8b08

Abstract

Inventarisasi sarana dan prasarana merupakan aspek penting dalam pengelolaan pendidikan Islam yang berpengaruh langsung terhadap efisiensi dan mutu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi efektif dalam inventarisasi sarana dan prasarana sebagai upaya mewujudkan efisiensi penggunaan sumber daya serta peningkatan mutu pembelajaran Islam. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai literatur relevan mengenai pengelolaan aset pendidikan, teknologi informasi dalam inventarisasi, serta manajemen mutu pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi inventarisasi yang terstruktur, berbasis teknologi, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, serta disertai evaluasi dan pemeliharaan berkala mampu meningkatkan akurasi data, transparansi, dan efektivitas penggunaan sarana dan prasarana. Dengan demikian, strategi tersebut berkontribusi pada efisiensi pengelolaan sumber daya dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif sehingga mutu pembelajaran Islam dapat terus ditingkatkan. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi lembaga pendidikan Islam untuk mengadopsi strategi inventarisasi yang efektif guna mendukung tujuan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Abstract Inventory of facilities and infrastructure is an important aspect in the management of Islamic education that directly affects the efficiency and quality of learning. This study aims to examine effective strategies in inventorying facilities and infrastructure as an effort to realize efficient use of resources and improve the quality of Islamic learning. The method used is a literature review by collecting and analyzing various relevant literature on educational asset management, information technology in inventory, and quality management of Islamic education. The results of the study indicate that a structured inventory strategy, technology-based, involving all stakeholders, and accompanied by periodic evaluation and maintenance can improve data accuracy, transparency, and the effectiveness of the use of facilities and infrastructure. Thus, this strategy contributes to the efficiency of resource management and creates a conducive learning environment so that the quality of Islamic learning can continue to be improved. This study provides recommendations for Islamic educational institutions to adopt an effective inventory strategy to support the goals of quality and sustainable education.
Merumuskan Arah Kebijakan Pengembangan Pendidikan Islam yang Berbasis Kearifan Lokal Rahmat Yoza Mandela; Nadi Ainul yaqin; Rezky Saputra; Nikita Ramadeno; Eli Saprifha
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/zt20eq63

Abstract

Pengembangan pendidikan Islam di Indonesia memerlukan pendekatan yang lebih kontekstual dan relevan dengan kondisi lokal masyarakat. Kearifan lokal sebagai nilai-nilai tradisional yang hidup dalam masyarakat memiliki potensi besar untuk menjadi fondasi penguatan identitas dan karakter dalam sistem pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan arah kebijakan pengembangan pendidikan Islam yang berbasis pada kearifan lokal. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka komprehensif dengan pendekatan analisis kritis terhadap literatur, regulasi pendidikan, dan dokumen kebijakan terkait. Tahapan penelitian mencakup pengumpulan sumber primer (peraturan pemerintah, kurikulum, pedoman pendidikan) dan sekunder (artikel jurnal, buku, serta laporan penelitian). Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk mengidentifikasi titik temu antara nilai-nilai lokal dan kebutuhan pendidikan Islam masa depan. Hasil menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dapat meningkatkan relevansi pendidikan Islam dengan realitas sosial budaya masyarakat setempat, sekaligus menjaga nilai-nilai universal ajaran Islam. Rekomendasi kebijakan mencakup perlunya adaptasi kurikulum, pelatihan guru berbasis lokalitas, dan sinergi antara lembaga pendidikan dengan tokoh adat atau agama setempa. Abstract The development of Islamic education in Indonesia requires a more contextual approach and is relevant to the local conditions of the community. Local wisdom as traditional values ​​that live in society have great potential to become the foundation for strengthening identity and character in the Islamic education system. This article aims to formulate the direction of Islamic education development policies based on local wisdom. The research was conducted through a comprehensive literature study with a critical analysis approach to literature, education regulations, and related policy documents. The research stages include collecting primary sources (government regulations, curriculum, education guidelines) and secondary sources (journal articles, books, and research reports). Data were analyzed descriptively-qualitatively to identify common ground between local values ​​and future Islamic education needs. The results show that the integration of local wisdom can increase the relevance of Islamic education to the socio-cultural realities of the local community, while maintaining the universal values ​​of Islamic teachings. Policy recommendations include the need for curriculum adaptation, locality-based teacher training, and synergy between educational institutions and local traditional or religious figures
Membangun Akhlak yang Indah Pada Era Globalisasi Dalam Perspektif Al-Qur’an Terhadap Interaksi Agama Muhammad Ghoust Muslim; Halimatussadiyah; Kusnadi; Pathur Rahman
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/g8jscg40

Abstract

Globalisasi sebagai sebuah fenomena multidimensional telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam aspek sosial, budaya, dan keagamaan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat menyebabkan batas-batas geografis dan ideologis menjadi semakin kabur, sehingga intensitas interaksi antarumat beragama meningkat secara signifikan. Dalam kondisi ini, dibutuhkan landasan moral dan spiritual yang kuat agar interaksi tersebut berlangsung secara damai, saling menghargai, dan produktif. Salah satu pilar penting dalam membangun masyarakat global yang harmonis adalah pembentukan akhlak yang indah (husnul khuluq), sebagaimana yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep akhlak dalam Al-Qur’an dan relevansinya terhadap pola interaksi antaragama di era globalisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), penulis menganalisis sejumlah ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang akhlak, toleransi, dan hubungan sosial lintas agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan perhatian besar terhadap pembentukan akhlak mulia seperti kejujuran, kesabaran, keadilan, kasih sayang, dan sikap saling menghormati. Nilai-nilai tersebut bukan hanya berlaku dalam lingkup internal umat Islam, tetapi juga dalam membangun hubungan harmonis dengan umat beragama lain. Dalam konteks globalisasi yang sering memunculkan konflik identitas dan intoleransi, ajaran Al-Qur’an tentang akhlak karimah menjadi solusi alternatif untuk memperkuat kohesi sosial dan menciptakan perdamaian lintas agama. Abstract Globalization as a multidimensional phenomenon has brought about major changes in human life, including in social, cultural, and religious aspects. The rapid development of information and communication technology has caused geographical and ideological boundaries to become increasingly blurred, so that the intensity of interaction between religious communities has increased significantly. In this condition, a strong moral and spiritual foundation is needed so that the interaction takes place peacefully, with mutual respect, and is productive. One of the important pillars in building a harmonious global society is the formation of beautiful morals (husnul khuluq), as taught in the Qur'an. This study aims to examine the concept of morals in the Qur'an and its relevance to patterns of interreligious interaction in the era of globalization. Using a qualitative approach based on library research, the author analyzes a number of verses of the Qur'an that talk about morals, tolerance, and interfaith social relations. The results of the study show that the Qur'an pays great attention to the formation of noble morals such as honesty, patience, justice, compassion, and mutual respect. These values ​​are not only applicable within the internal scope of Muslims, but also in building harmonious relationships with other religious communities. In the context of globalization that often gives rise to identity conflicts and intolerance, the teachings of the Qur'an on noble morals are an alternative solution to strengthen social cohesion and create interfaith peace
Tafsir Jawi Dan Relevansinya Dengan  Penafsiran KH. Shaleh Darat Pada QS Al-Fatihah Ayat 4-5 Dan QS Al-Baqarah Ayat 173 Kgs. M. Choirul Muchlis; Halimatussadiyah; Kusnadi; Pathur Rahman
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/tad5e271

Abstract

Penafsiran Al-Qur'an dalam tradisi lokal memiliki peran penting dalam menyebarkan ajaran Islam secara kontekstual. Salah satu tokoh penting dalam khazanah tafsir Nusantara adalah KH Shaleh Darat, ulama asal Semarang yang dikenal melalui karya-karya tafsirnya dalam bahasa Jawi (Melayu beraksara Arab). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode dan substansi penafsiran KH Shaleh Darat terhadap Surah al-Fatihah ayat 4–5 dan Surah al-Baqarah ayat 173, serta menilai relevansi pemikirannya dalam konteks kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis) terhadap teks tafsir yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH Shaleh Darat menggunakan pendekatan sufistik-moral dalam penafsirannya, dengan menekankan makna penghambaan dan tauhid pada ayat-ayat al-Fatihah, serta urgensi menjaga kesucian dalam konsumsi makanan pada Surah al-Baqarah. Relevansi tafsir beliau tampak dalam upayanya mengaitkan nilai-nilai al-Qur’an dengan kehidupan masyarakat lokal, menjadikan tafsir Jawi sebagai media dakwah dan pendidikan yang efektif pada masanya dan tetap relevan dalam pengembangan kajian tafsir kontekstual di era modern.   Abstract Qur'anic interpretation within local traditions plays a significant role in conveying Islamic teachings contextually. One of the prominent figures in the archipelago’s exegetical tradition is KH Shaleh Darat, a scholar from Semarang renowned for his tafsir works written in Jawi (Malay in Arabic script). This study aims to examine KH Shaleh Darat’s interpretation of Surah al-Fatihah verses 4–5 and Surah al-Baqarah verse 173, focusing on his interpretive method and the relevance of his thought in contemporary contexts. The research employs a qualitative-descriptive approach using content analysis of the relevant tafsir texts. The findings reveal that KH Shaleh Darat adopted a Sufi-ethical approach in his interpretations, emphasizing servitude and monotheism in al-Fatihah, as well as the importance of maintaining purity in food consumption in al-Baqarah. His interpretations are contextually relevant, particularly in how he connects Qur'anic values with local life realities, making his Jawi tafsir an effective medium of da'wah and education in his time and a valuable reference for contextual Qur'anic studies in the modern era
Metodologi Pemikiran dalam Perspektif Teori Imam Al-Ghazali Whan Nurdiana; Usman
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/089zrc62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pendekatan ilmiah Imam Al-Ghazali yang bersifat integratif, mencakup dimensi inderawi, rasional dan spiritual dalam proses pencapaian pengetahuan. Kajian ini dilakukan melalui metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap karya-karya utama Al-Ghazali sebagai data primer, terutama Al-Munqidz min al-Dhalal dan Tahafut al-Falasifah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali membangun sistem keilmuan melalui empat tahap metodologis: tahap pra-penelitian (identifikasi masalah, tujuan ilmu, dan sikap skeptis), tahap proses penelitian (pembentukan asumsi dasar), tahap epistemologis (penggunaan akal, intuisi, dan metode ilmiah), dan tahap aksiologis (penerapan ilmu menuju kebahagiaan abadi). Pendekatan ini menegaskan bahwa pengetahuan sejati tidak hanya bersumber dari akal dan pengalaman inderawi, tetapi juga memerlukan penyucian jiwa dan bimbingan ilahiah. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah filsafat ilmu Islam serta menjadi kontribusi konseptual dalam membangun metodologi ilmiah yang lebih utuh dan transformatif di era kontemporer. Abstract This study aims to examine the integrative scientific approach model of Imam Al-Ghazali, encompassing sensory, rational and spiritual dimensions in the process of achieving knowledge. This study was conducted through a literature study method with a qualitative descriptive approach to Al-Ghazali's main works as primary data, especially Al-Munqidz min al-Dhalal and Tahafut al-Falasifah. The results of the study indicate that Al-Ghazali built a scientific system through four methodological stages: the pre-research stage (problem identification, scientific objectives, and skeptical attitudes), the research process stage (formation of basic assumptions), the epistemological stage (use of reason, intuition, and scientific methods), and the axiological stage (application of science towards eternal happiness). This approach emphasizes that true knowledge does not only come from reason and sensory experience, but also requires purification of the soul and divine guidance. This study is expected to enrich the treasury of Islamic philosophy of science and become a conceptual contribution in building a more complete and transformative scientific methodology in the contemporary era.

Page 6 of 15 | Total Record : 141