cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
ISSN : -     EISSN : 30891973     DOI : -
AL-IKTIAR, Journal of Islamic Studies is to publish original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, covering a wide range of issues on Islamic studies in a number of fields including as below. 1. Islamic Education 2. Islamic Thought 3. Islamic Law 4. Islamic Theology 5. Islamic Politics 6. Islamic History and Civilization
Articles 112 Documents
The Importance of Zakat in Building Social and Economic Welfare in Permata Jaya Village, Kubu Raya District, West Kalimantan Abid Abdillah; Sulaiman
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/2ycq6b54

Abstract

Zakat merupakan salah satu pilar penting dalam Islam yang memegang peranan penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi umat Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pentingnya zakat dalam membangun kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Permata Jaya. Penelitian ini termasuk dalam klaster kualitatif, dengan metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zakat memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya di Desa Permata Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Dengan zakat, kesenjangan sosial dapat dikurangi, sehingga memberikan kesempatan yang lebih besar bagi kelompok yang kurang mampu untuk meningkatkan taraf hidupnya. Pentingnya zakat juga terletak pada kemampuannya untuk memberdayakan masyarakat. Dana zakat yang disalurkan secara bijaksana dapat digunakan untuk mendukung kegiatan ekonomi yang produktif. Oleh karena itu, di Desa Permata Jaya, zakat berfungsi sebagai alat yang menghubungkan masyarakat dengan pengelolaan sumber daya yang lebih adil, memastikan bahwa setiap individu menerima hak-haknya tanpa diskriminasi atau ketimpangan yang berarti. AbstractZakat is one of the essential pillars in Islam that plays a significant role in the social and economic life of Muslims. The aim of this research is to describe the importance of zakat in building the social and economic welfare of the community in Permata Jaya Village. This study falls within the qualitative cluster, with data collection methods including observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data condensation, data display, and conclusion drawing. The results of this research indicate that zakat plays a crucial role in improving the social and economic welfare of the community, particularly in Permata Jaya Village, Kubu Raya District, West Kalimantan. With zakat, social gaps can be reduced, providing greater opportunities for less fortunate groups to improve their living conditions. The importance of zakat also lies in its ability to empower the community. The zakat funds that are distributed wisely can be used to support productive economic activities. Therefore, in Permata Jaya Village, zakat serves as a tool that connects the community with more equitable resource management, ensuring that every individual receives their rights without significant discrimination or inequality.
TOXIC PARENTING DALAM AL-QUR’AN Wahidatun Islamia; M. Ikhwanudin; Muhammad Nur Amin
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/qgsej018

Abstract

Pada era modernisasi banyak sekali permasalahan yang berkaitan dengan hubungan anak dengan orang tuanya. Anak tentunya akan tumbuh menjadi baik apabila di asuh dengan baik. Tumbuh menjadi anak yang patuh, tidak membantah, dan mengerti. tentu menjadi harapan para orang tua. Adapun anak yang nakal, suka membantah, dan tidak penurut. Orang tua yang belum bisa memahami anak secara intensif, bagaimana karakternya, apa yang menjadi kehendaknya, orang tua harus tau dan memberi pemahaman secara internal. Jangan diberi tekanan atas tekanan yang sedang dialami pada anak ketika terjadi masalah. Hal tersebut akan membuat pribadi anak tidak baik dan meninggalkan bekas luka hingga dewasa nantinya Tanpa disadari hal tersebut telah merusak mental si anak. Orang tua seperti ini disebut juga dengan toxic parents. Penelitian ini membahas tentang bagaimana solusi Qur’ani dalam menghindari toxic parenting dan bagaimana dampak toxic parenting bagi anak. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan metode kualitatif. sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tematik. Hasil dari penelitian ini menjadikan toxic parenting tidak secara langsung dijelaskan didalam Al-Qur’an, akan tetapi ada beberapa term yang menggambarkan toxic parenting. Adapun dampak dari toxic parenting bagi anak diantaranya: menyebabkan trauma, membunuh rasa percaya diri, tidak dihargai, menyalahkan diri sendiri, lebih parahnya akan terjadi gangguan mental seperti, gangguan fisik dan depresi. Al-Qur’an juga memberikan solusi guna menghadapi toxic parenting yaitu menerapkan pola asuh yang baik sesuai ajaran al-qur’an dan hadist. AbstrakIn the era of modernization, there are many problems related to the relationship between children and their parents. Children will certainly grow up to be good if they are cared for properly. Grow up to be an obedient child, don't argue, and understand. Of course it is the hope of parents. As for children who are naughty, like to argue, and not obedient. Parents who have not been able to understand their child intensively, what is their character, what is their wish, parents must know and provide understanding internally. Do not put pressure on the pressure that is being experienced on children when problems occur. This will make the child's personality not good and leave scars until adulthood. Without realizing it, this has damaged the child's mentality. Parents like this are also called toxic parents. This study discusses how the Qur'anic solution is in avoiding toxic parenting and how toxic parenting impacts children. This research is a literature study with qualitative methods. while the approach used is a thematic approach. The results of this study make toxic parenting not directly explained in the Qur'an, but there are several terms that describe toxic parenting. The effects of toxic parenting for children include: causing trauma, killing self-confidence, not being appreciated, blaming yourself, more severe mental disorders such as physical disorders and depression will occur. The Al-Qur'an also provides a solution to deal with toxic parenting, namely applying good parenting according to the teachings of the Qur'an and hadith.
Pendidikan Akhlak Menurut Pemikiran Imam Al-Ghazali Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Isam Di Era 5.0 Hamdiani
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/6xs5gn08

Abstract

Era Society 5.0 membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana menanamkan nilai-nilai akhlak di tengah kemajuan teknologi yang pesat. Akhlak memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian yang sesuai dengan syariat Islam, terutama dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif dari perkembangan zaman. Teknologi, jika dimanfaatkan dengan bijak, dapat menjadi alat yang efektif dalam mengajarkan nilai-nilai akhlak melalui media seperti video edukatif, permainan interaktif, dan aplikasi pembelajaran. Menurut Imam Al-Ghazali, akhlak bukan sekadar tindakan atau pengetahuan, melainkan kondisi jiwa yang mendorong lahirnya perbuatan baik secara konsisten. Akhlak yang mulia adalah hasil dari integrasi antara amal lahiriah dan usaha batiniah yang diarahkan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Pendidikan akhlak, dalam pandangan Al-Ghazali, tidak dapat dipisahkan dari tujuan pendidikan Islam itu sendiri, yaitu mencetak insan kamil yang unggul secara spiritual dan intelektual. Penelitian ini mengkaji konsep pendidikan akhlak menurut Imam Al-Ghazali dan relevansinya dengan tantangan di era Society 5.0. Fokus utama adalah bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung pendidikan akhlak yang sejalan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Dengan memahami pemikiran Al-Ghazali dan memadukannya dengan kemajuan teknologi, pendidikan Islam diharapkan dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi spiritualnya AbstractThe Society 5.0 era has brought significant changes in various aspects of life, including education. One of the main challenges is how to instill moral values amidst rapid technological advancements. Morality plays an essential role in shaping personalities that align with Islamic principles, especially in addressing the negative influences of modern developments. When used wisely, technology can serve as an effective tool for teaching moral values through media such as educational videos, interactive games, and learning applications. According to Imam Al-Ghazali, morality is not merely an action or knowledge but a state of the soul that consistently drives good deeds. Noble character is the result of an integration between outward actions and inward efforts directed toward achieving happiness in both this world and the hereafter. In Al-Ghazali's view, moral education cannot be separated from the ultimate goal of Islamic education, which is to produce insan kamil individuals who excel both spiritually and intellectually. This study examines Imam Al-Ghazali's concept of moral education and its relevance to the challenges of the Society 5.0 era. The primary focus is on how technology can be utilized to support moral education in line with Islamic principles. By understanding Al-Ghazali's thoughts and integrating them with technological advancements, Islamic education is expected to adapt to modern developments without losing its spiritual essence.
Inovasi Pembelajaran Pai Di Era Teknologi: Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Islam Melalui Media Digital A’isy Alya Febriani; Deri Wanhar Sarputra; Yesha Arista Sulistiawati; Herlini Puspika Sari
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/rvmqs045

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh besar terhadap sektor pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Studi ini bertujuan mengeksplorasi berbagai inovasi dalam pembelajaran PAI yang memanfaatkan media digital serta menyusun model pembelajaran yang relevan dan efektif di era digital. Penggunaan media digital tidak hanya memperdalam pemahaman peserta didik terhadap ajaran Islam, tetapi juga mendorong partisipasi aktif mereka dan memungkinkan integrasi nilai-nilai spiritual dalam konteks kehidupan modern. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat fondasi teoritis dan praktis untuk mendorong transformasi pembelajaran PAI menuju sistem pendidikan yang lebih responsif dan transformatif. AbstractAdvancements in information and communication technology have had a major impact on the education sector, including the learning process of Islamic Religious Education (PAI). This study aims to explore various innovations in PAI learning that utilize digital media and to develop a relevant and effective instructional model for the digital era. The use of digital media not only deepens students' understanding of Islamic teachings but also encourages their active participation and allows for the integration of spiritual values within the context of modern life. The findings of this study contribute to strengthening both theoretical and practical foundations to support the transformation of PAI learning toward a more responsive and transformative educational system.
Strategi Pembelajaran  Inklusif Dalam Pendidikan Islam : Tantangan dan Solusi Nurshafitri; Rini Andriani; Herlini Puspika Sari
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/g6jcyh63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran inklusif dalam konteks pendidikan Islam, serta mengidentifikasi berbagai tantangan dan solusi yang relevan dalam implementasinya. Pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa diskriminasi. Dalam perspektif Islam, prinsip inklusivitas sejalan dengan nilai-nilai keadilan, kasih sayang, dan penghargaan terhadap keberagaman. Namun, penerapan strategi ini di lembaga pendidikan Islam masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan pemahaman guru, kurangnya pelatihan, minimnya fasilitas pendukung, serta resistensi budaya dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan sebagai metode utama untuk menganalisis literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang efektif mencakup pelatihan guru secara berkelanjutan, pengembangan kurikulum yang adaptif, penyediaan lingkungan belajar yang ramah disabilitas, serta penguatan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Dengan strategi yang tepat, pendidikan Islam inklusif dapat diwujudkan sebagai bentuk nyata implementasi nilai-nilai Islam yang humanis dan universal. AbstractThis study aims to examine inclusive learning strategies in the context of Islamic education, and to identify various challenges and relevant solutions in its implementation. Inclusive education is an approach that provides equal opportunities for all students, including those with special needs, to obtain quality education services without discrimination. From an Islamic perspective, the principle of inclusivity is in line with the values of justice, compassion, and respect for diversity. However, the implementation of this strategy in Islamic educational institutions still faces a number of obstacles, including limited teacher understanding, lack of training, minimal supporting facilities, and cultural and social resistance. This study uses a qualitative approach with literature studies as the main method to analyze related literature. The results of the study indicate that effective strategies include ongoing teacher training, adaptive curriculum development, provision of disability-friendly learning environments, and strengthening synergy between schools, parents, and the community. With the right strategy, inclusive Islamic education can be realized as a real form of implementing humanistic and universal Islamic values.  
Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Terhadap Tingkat Kemiskinan Kota Pontianak Nurul Khaffifah
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/rbt2cx79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap tingkat kemiskinan di Kota Pontianak selama periode 2014-2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan data deret waktu (time series) yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui jurnal, dokumentasi buku, serta laporan terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kota Pontianak. Nilai R² = 0.7134 berarti 71.34% perubahan dalam jumlah kemiskinan dapat dijelaskan oleh perubahan PDRB, sementara 28.66% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan PDRB berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan, sedangkan penurunan PDRB dapat meningkatkan angka kemiskinan di Kota Medan. AbstractThis study aims to analyze the effect of Gross Regional Domestic Product (GRDP) on the poverty rate in Pontianak City during the period 2014-2024. The method used is quantitative with a descriptive approach, using time series data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Pontianak City. Data collection techniques are carried out through journals, book documentation, and previous reports. The results of the study indicate that GRDP has a significant effect on the poverty rate in Pontianak City. The R² value = 0.7134 means that 71.34% of the change in the number of poor people can be explained by changes in GRDP, while 28.66% is influenced by other factors outside this research model. Thus, it can be concluded that an increase in GRDP contributes to a decrease in the poverty rate, while a decrease in GRDP can increase the poverty rate in Medan City.
Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Menumbuhkan Karakter Siswa Putri Deby Ramona; Dwi Noviani; Edi Sumanto
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/phsffb87

Abstract

Pendidikan Agama Islam yang merupakan bagian integral dari sistem pendidikan mengalami perubahan besar seiring dengan perkembangan teknologi di era digital. Mengembangkan metode pembelajaran penting untuk memastikan siswa mampu mengintegrasikan nilai-nilai Agama Islam ke dalam konteks kehidupan digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti dan mengembangkan metode pembelajaran inovatif dalam pendidikan agama Islam di era digital. Kami menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis perubahan perilaku siswa dan kebutuhan belajar dalam menghadapi tantangan zaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi, seperti penggunaan aplikasi seluler, platform online, dan multimedia interaktif, dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai etika dan moral Islam ke dalam desain pembelajaran digital.Dengan menggabungkan aspek Islam dengan teknologi, metode pembelajaran ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang Islam, namun juga mempersiapkan siswa menghadapi tantangan etika di era digital. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam.Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam di era digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk mendidik generasi yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga dibekali landasan moral yang kokoh sejalan dengan ajaran Islam. Abstract Islamic religious education, which is an integral part of the education system, is experiencing major changes along with technological developments in the digital era. Developing learning methods is important to ensure students are able to integrate Islamic religious values into the context of digital life. The aim of this research is to research and develop innovative learning methods in Islamic religious education in the digital era. We use qualitative and quantitative research approaches to analyze changes in student behavior and learning needs in facing the challenges of the times. The results of this research indicate that technology-based approaches, such as the use of mobile applications, online platforms, and interactive multimedia, can increase student engagement and learning effectiveness. This research also highlights the importance of integrating Islamic ethical and moral values into digital learning designs. By combining aspects of Islam with technology, this learning method not only provides a deep understanding of Islam, but also prepares students to face ethical challenges in the digital era. It is hoped that the results of this research can make a positive contribution to the development of the curriculum and learning practices of Islamic religious education. Therefore, Islamic religious education in the digital era can be an effective means of educating a generation that is not only technically competent but also equipped with a solid moral foundation in line with with Islamic teachings.
Sistem Pendidikan Ta’lim Pada Majelis Ta’lim Bahrul ‘Ulum Kelurahan Sungai Jawi Kota Pontianak Ridha Nurhaliza
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/139w5k22

Abstract

Eksistensi Majelis Ta’lim di Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi di kalangan masyarakat Muslim. Seluruh masyarakat muslim Indonesia bahkan yang berasal dari daerah terpencil sekalipun sudah mengetahui peranan Majelis Ta’lim di Indonesia. Namun, terdapat perbedaan pada sistem pendidikan ta’lim yang diterapkan pada setiap Majelis Ta’lim yang dipelajari oleh masyarakat. Maka dari itu, dalam penelitian ini peneliti membahas sistem pendidikan yang diterapkan pada salah satu Majelis Ta’lim di Kota Pontianak, yaitu Majelis Ta’lim Bahrul ‘Ulum. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa; pertama, Majelis Ta’lim Bahrul ‘Ulum memiliki 8 pengajaran yang dilaksanakan secara bergiliran setiap pelaksanaan pengajian. Kedua, terdapat 3 faktor penghambat dan 2 faktor pendukung dalam Majelis Ta’lim ini. Ketiga, terdapat 3 strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas Majelis Ta’lim Bahrul ‘Ulum, berkaca pada faktor penghambat dan faktor pendukungnya. AbstractThere is no need to doubt the existence of the Ta'lim Council in Indonesia in the Indonesian Muslim Community. The entire Indonesian Muslim community, even those from remote areas, already know the role of the Ta'lim Council in Indonesia. However, there are differences in the ta'lim education system applied in each Ta'lim Assembly studied by the community. Therefore, in this research the researcher discusses the education system implemented in one of the Ta'lim Councils in Pontinakan City, namely the Bahrul 'ulum Ta'lim Council. The research method used in this research is a qualitative method with a case study approach. The results of this research state that; Firstly, the Bahrul 'Ulum Ta'lim Council has 8 lectures which are carried out in turns at each recitation event. Second, there are 3 inhibiting factors and 2 supporting factors in this Ta'lim Assembly. Third, there are 3 strategies that can be implemented to improve the quality of the Bahrul 'Ulum Ta'lim Council, looking at the inhibiting and supporting factors.
Resiliensi Multikulturalisme: Integrasi Moderasi Beragama dan Pendidikan Parenting Dwiki Winata
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/5cg77134

Abstract

Kesemrawutan masyarakat multikultural apabila ditilik lebih jauh dan dari berbagai sudut pandang, ternyata masih memunculkan kemungkinan-kemungkinan bara api menyala kembali (konflik kelam). Selain itu, sifat eksklusif yang bersekongkol dalam pikiran dan berwujud-hingga menjadi tradisi yang mengakar di komunitasnya, apalagi isu stereotip yang akhir-akhir ini selalu bergulir di media maya era-globalisasi semakin memperkeruh. Semulanya agama melalui institusi sebagai mediasi dalam membenteng pelbagai problem tersebut, namun harus menelan pahit akan realita yang ada serta merangkak-rangkak demi mencetuskan kurikulum yang mutakhir dengan tujuan tadi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan study literature. Sumber data diperoleh melalui e-book, artikel & jurnal, artikel website, makalah dan penelitian-penelitian yang relevan. Kemudian, dianalisis secara tematik dan di sajikan secara naratif. Kehadiran penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan pendidikan parenting oleh kedua orang tua dengan moderasi beragama sebagai upaya beradaptasi dan mempertahankan wawasan multikulturalisme, karena dikhawatirkan pada saat anak tumbuh dewasa, ia berkelakuan rasis dan diskmriminatif kepada selainnya. Temuan dari penelitian ini meliputi pertama, moderasi beragama sebagai prinsip yang adil, seimbang, dan toleran, yang menjadi kunci dalam mencegah konflik dan memelihara harmoni dalam masyarakat multikultural dan multiagama. Kedua, Pentingnya mempertahankan paradigma multikulturalisme di tengah masyaraakt heterogen. Relevansi integrasi pendidikan parenting dan konsep moderasi beragama dalam lingkungan keluarga, sehingga dapat melahirkan generasi yang moderat dan berwawasan multikulturalisme. AbstractThe chaos of multicultural society when viewed further and from various perspectives, it turns out that it still raises the possibility of embers rekindling (dark conflicts). In addition, the exclusive nature that colludes in the mind and manifests itself - until it becomes a tradition that is rooted in its community, especially the issue of stereotypes that have recently been rolling in the virtual media of the globalization era is increasingly confusing. Initially, religion through institutions as a mediation in fortifying various problems, but had to swallow the bitterness of the existing reality and crawl in order to create a modern curriculum with the aforementioned goals. This research is a qualitative research using a literature study approach. Data sources were obtained through e-books, articles & journals, website articles, papers and relevant research. Then, it was analyzed thematically and presented narratively. The presence of this research aims to connect parenting education by both parents with religious moderation as an effort to adapt and maintain multiculturalism insight, because it is feared that when children grow up, they will behave racistly and discriminate against others. The findings of this study include first, religious moderation as a just, balanced, and tolerant principle, which is the key to preventing conflict and maintaining harmony in a multicultural and multireligious society. Second, the importance of maintaining a multiculturalism paradigm in a heterogeneous society. The relevance of integrating parenting education and the concept of religious moderation in the family environment, so that it can produce a moderate generation with a multicultural perspective
Isu Pendidikan Di Luar Sekolah (Keluarga Dan Masyakarat) Sukari; Sabila Nurul Azizah; Nur Ali Rahmatullah
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/0jhw4b07

Abstract

Pendidikan di luar sekolah, terutama dalam konteks keluarga dan masyarakat, memiliki peranan yang sangat signifikan dalam pembentukan karakter serta peningkatan kompetensi individu. Selain pendidikan formal yang diperoleh di sekolah, keluarga bertindak sebagai lingkungan pertama yang membentuk nilai-nilai moral, etika, dan keterampilan sosial anak-anak. Peranan orang tua sebagai pendidik utama memiliki dampak yang krusial terhadap perkembangan intelektual dan emosional anak. Di sisi lain, masyarakat juga memberikan kontribusi dalam mendukung proses pendidikan melalui berbagai aktivitas sosial, budaya, dan teknologi yang dapat memperkaya pengalaman belajar. Namun, terdapat sejumlah isu yang dihadapi dalam pendidikan di luar sekolah, di antaranya kurangnya perhatian orang tua dalam mendampingi anak-anak, keterbatasan akses terhadap sumber daya pendidikan di komunitas tertentu, serta dampak negatif dari perkembangan teknologi dan lingkungan sosial yang mungkin tidak mendukung. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang baik antara keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan berkelanjutan, demi mendukung perkembangan anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan membahas tentang isu pendidikan di luar sekolah yang terdapat pada keluarga dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). AbstractOut-of-school education, especially in the context of family and community, plays a very important role in building character and enhancing individual competencies. In addition to the formal education received at school, the family is the first environment that shapes children's moral values, ethics and social skills. The role of parents as primary educators has a crucial impact on the intellectual and emotional development of children. On the other hand, the community also contributes to the educational process through various social, cultural and technological activities that can enrich the learning experience. However, there are a number of problems in out-of-school education, including lack of parental attention in accompanying children, limited access to educational resources in certain communities, as well as the negative impact of technological developments and social environments that may not be supportive. Therefore, a good synergy between families, communities and educational institutions is needed to create an effective and sustainable learning environment to support the optimal development of children. This research aims to discuss the issue of out-of-school education in families and communities. The method used in this research is a qualitative approach with the type of library research.

Page 5 of 12 | Total Record : 112