cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
ISSN : -     EISSN : 30891973     DOI : -
AL-IKTIAR, Journal of Islamic Studies is to publish original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, covering a wide range of issues on Islamic studies in a number of fields including as below. 1. Islamic Education 2. Islamic Thought 3. Islamic Law 4. Islamic Theology 5. Islamic Politics 6. Islamic History and Civilization
Articles 112 Documents
Kehidupan Sosial dan Dinamika Domestik Keluarga di Timur Tengah: Sebuah Analisis Historis, Sosiokultural, dan Teoretis Rio Chaniado Anggara; Mohammad Izdiyan Muttaqin; Muhammad Rafiuddin
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/y2jvbp83

Abstract

This article examines the interconnection between macro-social developments and the dynamics of domestic family life in the Middle East, spanning from the pre-Islamic period to the contemporary era. Using a multidisciplinary approach that combines social science theory, cultural anthropology, and Islamic studies, this research examines the evolution of social structures, shifts in gender roles, and transformations in family fiqh practices. The primary focus is on the reforms introduced by Islam, as well as the impacts of modernization, globalization, and urbanization on both the nuclear family and extended family units. The study also integrates James Fowler’s theoretical perspective on the development of faith and Al-Ghazali’s philosophy on the nature of humanity to provide a holistic understanding of how spiritual and psychological dimensions shape social and domestic life patterns. This article contributes to the literature by presenting a concise evolutionary narrative that highlights the resilience and adaptability of Middle Eastern families.
Analisis Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif Quizizz dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas XI Pada Mata Pelajaran Akhlak di Madarasah Aliyah Negeri 3 Pekanbaru Ramadhani, Indriayu Ramadhani; Ana Susiana; Rahnia Mutari Anli; Miftahir Rizqa
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/zh230473

Abstract

Minat belajar siswa seringkali terkendala oleh persepsi bahwa mata pelajaran tertentu itusulit atau membosankan. Hal ini tampak jelas pada pelajaran Akidah Akhlak, di mana tidak sedikit siswa merasa jenuh sehingga minat belajar mereka menjadi rendah. Padahal, minat belajar adalah kunci keberhasilan siswa. Kondisi ini mendorong para pendidik untuk berinovasi dan berkreasi dalam proses pembelajaran. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif, agar siswa lebih tertarik dan terlibat dalam pelajaran. Dalam penelitian ini, kami menggunakan aplikasi Quizizz dengan fitur Lesson sebagai media interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Quizizz sebagai media interaktif terhadap minat belajar siswa kelas XI MAN 3 Pekanbaru pada pelajaran Akidah Akhlak. Dengan menggunakan penelitian kuantitatif berdesain Quasi Experimental Design dengan Control Group Design, kami mengambil sampel dengan teknik Nonprobability Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berisi 20 pernyataan positif mengenai minat belajar. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS Statistics 25.0 for Windows, meliputi uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov), uji homogenitas (Levene), dan uji hipotesis (uji t-test) dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil perhitungan uji hipotesis menunjukkan bahwa t_{hitung} > t_{tabel} (6,405> 2,042). Ini membuktikan secara signifikan bahwa Quizizz sebagai media interaktif mampu meningkatkan minat belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak di kelas XI MAN 3 Pekanbaru.  
Profesionalisme Guru Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Pada Siswa Agus Fitra Nabila
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/6xx5f092

Abstract

Profesionalisme guru menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter disiplin siswa, namun masih banyak guru yang belum maksimal menjalankan peran tersebut secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara profesionalisme guru dengan pembentukan karakter disiplin pada siswa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui penelusuran literatur dari jurnal, buku, dan sumber relevan lainnya yang membahas tentang profesionalisme guru dan disiplin siswa. Analisis dilakukan dengan merangkum, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan temuan dari berbagai sumber. Hasil menunjukkan bahwa profesionalisme guru yang mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter disiplin siswa. Guru yang mampu menunjukkan sikap konsisten, adil, serta menjadi teladan bagi siswa dapat menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan kondusif. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran yang interaktif dan kontekstual turut meningkatkan keterlibatan siswa, yang berdampak pada peningkatan kesadaran terhadap pentingnya disiplin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin tinggi tingkat profesionalisme seorang guru, maka semakin besar kontribusinya dalam membentuk karakter disiplin siswa secara menyeluruh, baik dari aspek sikap, kebiasaan, maupun tanggung jawab dalam proses pembelajaran   Abstract Teacher professionalism is a crucial factor in shaping students' disciplinary character, yet many teachers have not fully performed this role effectively. This study aims to analyze the relationship between teacher professionalism and the development of students’ discipline. The method used is a literature review with a descriptive qualitative approach. Data were obtained through the review of literature from journals, books, and other relevant sources discussing teacher professionalism and student discipline. The analysis was conducted by summarizing, classifying, and interpreting findings from various sources. The results show that teacher professionalism, which includes pedagogical, personal, social, and professional competencies, significantly influences the development of students' discipline. Teachers who demonstrate consistent, fair behavior and serve as role models can create a learning environment that is orderly and conducive. Furthermore, the use of interactive and contextual learning methods increases student engagement, which in turn fosters greater awareness of the importance of discipline. The conclusion of this study is that the higher the level of teacher professionalism, the greater their contribution to holistically shaping student discipline in terms of attitude, habits, and responsibility in the learning process.
Islam Indonesia Pluralitas Aliran Dan Paradigma Normatif-Historis Alfanny, M. Sa'ad; Sirojuddin, Ahmad Sholihin; Kamal Yusuf; Nur Tamimah; Ach Badri Amien
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/3dtx3956

Abstract

Indonesia as a country with religious and cultural plurality presents complex dynamics in the development of Islamic sects. This diversity poses challenges in understanding the changes and sustainability of religious sects holistically. This article examines the normative-historical paradigm as a new approach that integrates the dimensions of religious norms and historical context in the study of Indonesian Islamic sects. The research method used is a literature review with a comparative approach that analyses Islamic literature, historical documents, and the results of previous research on traditionalist, modernist, and contemporary sects. The results of the discussion show that the normative-historical paradigm is able to bridge the tension between normative religious teachings and dynamic socio-historical reality, thus providing a richer understanding of the process of transformation and sustainability of Islamic sects. This paradigm not only helps identify internal and external factors that influence sect change, but also emphasises the importance of accommodating plurality within an inclusive religious framework. Thus, the normative-historical paradigm offers a significant contribution in strengthening the study of Indonesian Islam in an increasingly complex and diverse contemporary era. Abstrak Indonesia sebagai negara dengan pluralitas agama dan budaya menghadirkan dinamika kompleks dalam perkembangan aliran-aliran Islam. Keberagaman ini menimbulkan tantangan dalam memahami perubahan dan keberlanjutan aliran keagamaan secara holistik. Artikel ini mengkaji paradigma normatif-historis sebagai pendekatan baru yang mengintegrasikan dimensi norma keagamaan dan konteks historis dalam studi aliran Islam Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan komparatif yang menganalisis literatur keislaman, dokumen sejarah, dan hasil penelitian terdahulu tentang aliran tradisionalis, modernis, dan kontemporer. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa paradigma normatif-historis mampu menjembatani ketegangan antara ajaran agama yang bersifat normatif dengan realitas sosial-historis yang dinamis, sehingga memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang proses transformasi dan keberlanjutan aliran-aliran Islam. Paradigma ini tidak hanya membantu mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perubahan aliran, tetapi juga menegaskan pentingnya mengakomodasi pluralitas dalam kerangka keagamaan yang inklusif. Dengan demikian, paradigma normatif-historis menawarkan kontribusi signifikan dalam memperkuat kajian Islam Indonesia di era kontemporer yang semakin kompleks dan beragam. 
Manajemen Mutu Kurikulum Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan SMA Darut Taqwa Purwosari Riski Setiawan; Achmat Mubarok
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/ptd49k59

Abstract

The curriculum plays an important role in the learning process in an educational institution. A well-designed curriculum will produce students who are competent and think realistically towards the future in accordance with national education goals. Describe the implementation of curriculum management at SMA Darut Taqwa Purwosari in supporting the learning process. To identify and analyze the obstacles faced in the implementation of curriculum management and find effective solutions at SMA Darut Taqwa. The type of research used in this study is a case study. Case Study is a series of scientific activities carried out intensively, in detail and in depth about a program, event, and activity, both at the individual level, a group of people, an institution, or an organization to gain in-depth knowledge of the event. The results of these findings are Efforts to improve the quality of the curriculum through 1). Planning. In planning there are findings through the national curriculum and local curriculum, S1 and certified teachers, learning structure, learning curriculum structure, Workshop, IHT, Supervision and National Assessment. 2). Organizing. In organizing there are findings through. Curriculum grouping, Curriculum, Curriculum developers and Learning Committee. 3). Implementation. In the implementation, there are findings through cognitive, affective and psychomotor competencies, preparation of learning frameworks, CP, TP and ATP. 4). Evaluation. In the evaluation, there are findings through evaluations every semester, Complex, Cluster and Supervision. And there are also supporting and inhibiting factors. For supporting factors, there are two, namely internal and external, while for inhibiting factors there is only one, namely technology. kurikulum memegang peranan penting terhadap proses pembelajaran dalam suatu lembaga pendidikan. Sebuah kurikulum yang dirancang dengan baik maka akan menghasilkan peserta didik yang berkompetensi dan berfikir realistis menuju masa depan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Mendeskripsikan pelaksanaan manajemen kurikulum di SMA Darut Taqwa Purwosari dalam mendukung proses pembelajaran.Untuk mengidentifikasi dan menganalisis kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen kurikulum serta menemukan solusi yang efektif Di SMA Darut Taqwa. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus. Studi Kasus ialah suatu serangkaian kegiatan ilmiah yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam tentang suatu program, peristiwa, dan aktivitas, baik pada tingkat perorangan, sekelompok orang, lembaga, atau organisasi untuk memperoleh pengetahuan mendalam tentang peristiwa tersebut. Hasil dari temuan ini adalah Upaya peningkatan mutu kurikulum melalui 1). Perencanaan. Dalam perencanaan terdapat temuan melalui kurikulum nasional dan kurikulum lokal, Guru S1 dan sudah sertifikasi, Struktur pembelajaran, Struktur kurikulum pembelajaran, Workshop, IHT, Supervisi dan Asesmen Nasional.2). pengorganisasian. Dalam pengorganisasian terdapat temuan melalui. Pengelompokan kurikulum, Kurikulum, Pengembang kurikulum dan Komite pembelajaran. 3). Pelaksanaan. Dalam pelaksanaan terdapat temuan melalui kompetensi kognitif, Afektif dan Psikomotorik, Penyusunan kerangka pembelajaran, CP, TP dan ATP. 4). Evaluasi. Dalam evaluasi terdapat temuan melalui Evaluasi setiap semester, Kombel, Rumpun dan Supervisi. Dan juga ada faktor pendukung dan penghambat, Untuk faktor pendukung itu ada dua yaitu internal dan eksternal sedangkan untuk faktor penghambat Cuma ada satu yaitu pada teknologi
Penerapan Hafalan Kitab Tahrîr al-Aqwâl untuk Pemahaman Nahwu Santriwati Dayah Putri Muslimat Samalanga Bireuen Aceh Yeni Rahmah
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/c4t4df46

Abstract

This study aims to describe and analyze the application of the Tahrir al-Aqwal memorization method to improve the understanding of grammar among first-grade female students at the Muslimat Samalanga Islamic Boarding School in Bireuen Regency, Aceh Province. Tahrir al-Aqwal is a classical text used in basic grammar instruction, particularly regarding the factors (awâmil) that influence word endings in Arabic. The memorization method was chosen because it is considered effective in developing a strong grammatical framework and deeply embedding the rules in the students' minds. This study employed a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The key informants were the teaching staff, first-grade female students, and the Islamic boarding school principal. Data analysis employed the Miles and Huberman interactive model, which encompasses data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was strengthened by triangulation of sources and techniques. The results of this study indicate that the memorization method of the Tahrir al-Aqwal book not only helps female students memorize the rules of grammar but also improves their understanding of Arabic sentence structure in a practical way. The memorization activity is carried out in stages, accompanied by sima'an (recitation), explanations of meaning, and sentence analysis exercises. This process fosters discipline, perseverance, and logical thinking skills in the female students. Despite challenges in maintaining consistency and understanding, the teacher's contextual approach overcomes these obstacles. Thus, the memorization method of classical books remains relevant as an effective strategy for teaching the science of tools in Islamic boarding schools.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan metode hafalan kitab Tahrîr al-Aqwâl dalam meningkatkan pemahaman ilmu nahwu pada santriwati kelas I di Dayah Putri Muslimat Samalanga, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Kitab Tahrîr al-Aqwâl merupakan salah satu teks klasik yang digunakan dalam pembelajaran dasar ilmu nahwu, khususnya mengenai faktor-faktor (‘awâmil) yang memengaruhi perubahan akhir kata dalam bahasa Arab. Metode hafalan dipilih karena dianggap efektif dalam membentuk kerangka berpikir gramatikal yang kuat serta menanamkan kaidah secara mendalam dalam ingatan santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan utama terdiri dari guru pengampu, santriwati kelas I, dan pimpinan dayah. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hafalan kitab Tahrîr al-Aqwâl tidak hanya membantu santriwati dalam mengingat kaidah-kaidah nahwu, tetapi juga meningkatkan pemahaman mereka terhadap struktur kalimat bahasa Arab secara aplikatif. Kegiatan hafalan dilakukan secara bertahap, disertai dengan sima’an, penjelasan makna, dan latihan analisis kalimat. Proses ini membentuk kedisiplinan, ketekunan, dan kemampuan berpikir logis santriwati. Meskipun terdapat tantangan dalam menjaga konsistensi dan pemahaman, pendekatan kontekstual dari guru mampu mengatasi kendala tersebut. Dengan demikian, metode hafalan kitab klasik tetap relevan sebagai strategi efektif dalam pembelajaran ilmu alat di pesantren.
Penerapan Media Pembelajaran Permainan Ular Tangga Dalam Meningkatkan Belajar Aqidah Akhlaq Di MI Darut Taqwa Pasuruan Kavita Nurroin; M. Jamhuri
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/6bk98967

Abstract

This research is motivated by the low learning motivation of first-grade students at MI Darut Taqwa Sengonagung, Purwosari, Pasuruan, in the Aqidah Akhlaq (Islamic Faith and Morals) subject. This low learning motivation is caused by the limited use of engaging learning media that align with the characteristics of early childhood, who tend to enjoy playful activities. To address this problem, this study aims to: (1) describe the application of the Snakes and Ladders game in Aqidah Akhlaq learning, and (2) evaluate the effectiveness of this media in increasing student learning enthusiasm. This study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results show that the use of the Snakes and Ladders game in Aqidah Akhlaq learning can create a more enjoyable, engaging, and interactive classroom atmosphere. Students appear more enthusiastic, active, and highly engaged throughout the learning process. The Snakes and Ladders game also allows teachers to deliver material in a more enjoyable way, through questions placed on the game board. With this approach, the learning process becomes more dynamic and aligns with the characteristics of children who enjoy playful activities. The Snakes and Ladders game has been proven effective in increasing student enthusiasm for learning, reducing boredom, and encouraging greater self-confidence and participation in learning. In conclusion, this game is an innovative alternative worthy of implementation in teaching Aqidah Akhlaq (Islamic Faith) in lower grades. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya semangat belajar siswa kelas I di MI Darut Taqwa Sengonagung, Purwosari, Pasuruan dalam mata pelajaran Aqidah Akhlaq. Rendahnya motivasi belajar ini disebabkan oleh minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang cenderung menyukai kegiatan bermain. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan media permainan ular tangga dalam pembelajaran Aqidah Akhlaq, dan (2) mengevaluasi efektivitas media tersebut dalam meningkatkan semangat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media permainan ular tangga dalam pembelajaran Aqidah Akhlaq dapat menciptakan suasana kelas yang lebih menyenangkan, menarik, dan interaktif. Siswa terlihat lebih antusias, aktif, serta menunjukkan keterlibatan tinggi selama proses pembelajaran berlangsung. Permainan ular tangga juga memungkinkan guru untuk menyampaikan materi dengan cara yang lebih menyenangkan, melalui soal-soal yang ditempatkan pada papan permainan. Dengan pendekatan ini, proses belajar menjadi lebih dinamis dan sesuai dengan karakter anak-anak yang menyukai aktivitas bermain. Media ular tangga terbukti efektif dalam meningkatkan semangat belajar siswa, mengurangi kejenuhan, dan mendorong siswa untuk lebih percaya diri serta berani berpartisipasi dalam pembelajaran. Kesimpulannya, media ini merupakan alternatif inovatif yang layak diterapkan dalam pembelajaran Aqidah Akhlaq di kelas rendah
Implementasi Metode Sorogan Dalam Meningkatkan Pemahaman Kitab Fathul Qorib Pada Santri Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan Oktariani Dwi Ningtiyas
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/x05yvj20

Abstract

Education in Islamic boarding schools currently faces challenges in improving reading skills, especially at the elementary level. Ngalah Islamic Boarding School is a modern Islamic boarding school that still uses traditional learning methods. One such method is the sorogan method, which utilizes the Fathul Qorib book. The sorogan method involves students individually approaching a Kyai (Islamic teacher), who will read several lines of an Arabic text and translate them into a specific language. The students then repeat and translate, or "murodi" (translation). This research still employs a qualitative approach. The methods employed in this study include observation, interviews, and documentation. The researcher's findings include: a) the implementation of the sorogan method in teaching the yellow book; b) innovations in the sorogan method in improving understanding of the book; and c) supporting and inhibiting factors within Dormitory I in the sorogan program. The results indicate that the implementation of the sorogan method involves meeting one-on-one with female teachers at each level. This innovation in the sorogan method has made students more enthusiastic about completing or completing the book according to their respective levels. Supporting factors for the sorogan method include the competence of the Ustadzah and teachers, the availability of adequate books and facilities, a conducive environment, and the presence of Takziran and punishments. However, there are also obstacles to the sorogan method, such as time constraints, where the sorogan program is carried out after the Madin teaching and learning activities (KBM Madin), and a lack of awareness and motivation among students. Abstrak Pendidikan di pesantren saat ini sedang menghadapi tantangan dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab terutama pada tingkat dasar. Pondok Pesantren Ngalah adalah salah satu pondok pesantren modern yang sampai saat ini masih menggunakan metode pembelajaran tradisional. Salah satu metode tradisional yang digunakan adalah metode sorogan dengan menggunakan Kitab Fathul Qorib. Metode  sorogan  adalah  metode  yang  dilaksanakan  dengan  cara  Santri  satu persatu  mendatangi Kyai yang akan membacakan beberapa baris kitab Bahasa arab dan mengartikannya kedalam  bahasa tertentu,  kemudian  Santri mengulangi dan menerjemahkan atau dalam istilah murodi. Yang masih saja penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah metode observasi, metode wawancara, metode dokumentasi. Temuan peneliti a) implementasi metode sorogan dalam pembelajaran kitab kuning.  b)  inovasi  metode sorogan  dalam meningkatkan pemahaman kitab.  serta,  c)  faktor pendukung dan penghambat di dalam Asrama I dalam program sorogan Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode sorogan dilakukan dengan cara menghadap satu persatu kepada Ustadzah sesuai dengan jenjang masing-masing. Dan inovasi dalam metode sorogan ini Santri lebih memiliki semangat dalam menyelasaikan kitab atau mengkhatamkan kitab sesuai jenjang masing-masing. Dan faktor pendukung dari metode sorogan  Kompetensi Ustadzah dan guru serta  Ketersedian kitab dan sarana yang memadai, juga  Lingkungan yang kondusif dan adanya Takziran dan hukuman. Namun juga terdapat hambatan dalam metode sorogan seperti keterbatasan waktu yang mana program sorogan ini dilakukan setelah KBM madin. Dan kurangnya kesadaran dan motivasi untuk Santri
Tradisionalisme Dalam Pemikiran Aliran Islam Nahdlatul Wathan Dan Nahdlatul Ulama Ach Badri Amien; M. Sa’ad Alfanny; Kamal Yusuf; Musdalifa
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/6wmxcf53

Abstract

The diversity of Islamic schools in Indonesia reflects the principle of rahmatan li al-'Ālamīn. Among the schools based on the teachings of Ahlus Sunnah wal Jama'ah are Nahdlatul Wathan (NW) and Nahdlatul Ulama (NU). Both have different views on traditionalism in introducing Islam comprehensively. This study aims to analyze the understanding and application of traditionalism by NW and NU in religious, social, and educational aspects, as well as identify similarities and differences in approaches. The method used is descriptive qualitative with a literature approach through scientific sources such as books, journals, and thesis. The results of the study show that NW and NU are both committed to maintaining Islamic values based on the Qur'an, As-Sunnah, and the ijtihad of classical scholars. Both integrate local Islamic values in social and educational practices, including through pesantren. The main difference lies in the focus of da'wah: NW emphasizes more on education and the preservation of local Islam, while NU is broader in the preservation of Islamic traditions. Although they have different approaches, both play an active role as agents of change in the development of the people and nation through relevant socio-economic programs. Thus, NW and NU are not only preserving traditions, but also motorizing inclusive and sustainable development. Abstrak Keberagaman aliran Islam di Indonesia mencerminkan prinsip rahmatan li al-‘Ālamīn. Di antara aliran yang berlandaskan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah Nahdlatul Wathan (NW) dan Nahdlatul Ulama (NU). Keduanya memiliki pandangan tradisionalisme yang berbeda dalam memperkenalkan Islam secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan penerapan tradisionalisme oleh NW dan NU dalam aspek keagamaan, sosial, dan pendidikan, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pendekatannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kepustakaan melalui sumber-sumber ilmiah seperti buku, jurnal, dan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NW dan NU sama-sama berkomitmen mempertahankan nilai Islam berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijtihad ulama klasik. Keduanya mengintegrasikan nilai-nilai Islam lokal dalam praktik sosial dan pendidikan, termasuk melalui pesantren. Perbedaan utama terletak pada fokus dakwah: NW lebih menekankan pendidikan dan pelestarian Islam lokal, sedangkan NU lebih luas dalam pelestarian tradisi Islam. Meski berbeda pendekatan, keduanya berperan aktif sebagai agen perubahan dalam pembangunan umat dan bangsa melalui program sosial-ekonomi yang relevan. Dengan demikian, NW dan NU bukan hanya pelestari tradisi, tetapi juga motor pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemahaman Santri Terhadap Hisab dan Rukyah dalam Penentuan Waktu Ibadah di Raudlatul Ulum 1 Malang Ismail; Muhammad Hasbulloh Huda
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/7qpve531

Abstract

This study aims to explore students' understanding of hisab (astronomical calculation) and rukyah (moon sighting) techniques in determining worship times at Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran Gondanglegi, Malang. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, participant observations, and document analysis. The findings indicate that while most students possess a basic theoretical understanding of hisab and rukyah, they lack practical experience in their application. The hisab method is more widely relied upon due to its practicality and alignment with modern technology, while rukyah remains underutilized in practice. Factors such as the quality of instructors, students' educational background, and curriculum structure significantly influence their level of comprehension. This study recommends the systematic integration of Islamic astronomy (ilmu falak) into the pesantren curriculum, enhancement of teacher competencies, and the implementation of regular rukyah and astronomical observation practices to foster students who are critical, independent, and responsible in determining worship times. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman santri terhadap teknik hisab dan rukyah dalam penentuan waktu ibadah di Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran Gondanglegi Malang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar santri memahami konsep dasar hisab dan rukyah, pemahaman mereka masih bersifat teoritis tanpa banyak pengalaman praktik langsung. Metode hisab cenderung lebih diandalkan karena dianggap lebih praktis dan relevan dengan teknologi modern, sedangkan praktik rukyah belum banyak dilakukan secara sistematis di pesantren. Faktor-faktor seperti kualitas tenaga pengajar, latar belakang pendidikan santri, dan struktur kurikulum sangat memengaruhi tingkat pemahaman tersebut. Penelitian ini merekomendasikan integrasi ilmu falak dalam kurikulum pesantren, peningkatan kompetensi guru, serta pelaksanaan kegiatan praktikum rukyah dan observasi astronomis secara berkala untuk membentuk santri yang kritis, mandiri, dan bertanggung jawab dalam penentuan waktu ibadah

Page 7 of 12 | Total Record : 112