cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
J-CEKI
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 3,650 Documents
Perbandingan Teori Behaviorisme, Kognitivisme, dan Konstruktivisme dalam Pembelajaran Abad 21 di Indonesia: Tinjauan Literatur Siregar, Julinda; Ferdianty, Fera; Nurhasanah, Hanna; Salasri, Layni; Rachmawati, Rachmawati; Syaifudin, Riza; Sunarya, Sunarya
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membandingkan teori behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme dalam konteks pembelajaran abad ke-21 di Indonesia melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 30 artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan ketiga teori belajar tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa behaviorisme berkontribusi pada pembentukan perilaku belajar, disiplin akademik, dan kebiasaan belajar yang terstruktur, termasuk dalam konteks pembelajaran digital. Kognitivisme berperan penting dalam pengembangan proses berpikir, pemahaman konseptual, regulasi diri, serta pengelolaan beban kognitif siswa. Sementara itu, konstruktivisme memberikan kontribusi signifikan terhadap pembelajaran kolaboratif, kreatif, dan berbasis pengalaman nyata melalui model pembelajaran aktif seperti project-based learning dan problem-based learning. Sintesis literatur menegaskan bahwa tidak ada satu teori belajar yang mampu menjawab seluruh kebutuhan pembelajaran abad ke-21 secara mandiri. Oleh karena itu, integrasi behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme secara proporsional dan kontekstual menjadi pendekatan pedagogis yang paling relevan bagi pengembangan pembelajaran abad ke-21 di Indonesia.
Analisis Regulasi Hukum Lembaga Keuangan Syariah: Perspektif Hukum Positif dan Syariah di Indonesia Mustafaenal, Mustafaenal; Ilyas, Muhammad; S, Sawitri Yuli Hartati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14607

Abstract

Lembaga keuangan syariah di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sistem keuangan yang lebih adil dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi hukum yang mengatur lembaga keuangan syariah di Indonesia, dengan fokus pada pengaturan perundang-undangan dan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan untuk menganalisis Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) sebagai pedoman kepatuhan syariah dalam produk keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi hukum sudah ada, masih terdapat tantangan signifikan, seperti dualisme sistem keuangan, rendahnya literasi keuangan syariah, dan tumpang tindih kewenangan antara OJK dan DSN-MUI. Tantangan ini menghambat efektivitas pengawasan dan implementasi prinsip syariah di lapangan. Penelitian ini juga menyoroti peran penting lembaga keuangan syariah dalam memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Diperlukan kerangka regulasi yang lebih harmonis, penguatan pengawasan, serta peningkatan literasi keuangan syariah untuk mengatasi tantangan yang ada dan mendukung pengembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia.
Coping Through Aesthetics: Psikoedukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Stres dan Strategi Coping pada Siswa SMA Irba Chalisha Amaly; Djudiyah, Djudiyah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14609

Abstract

Stres merupakan kondisi yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mengetahui dengan tepat definisi stres, faktor yang memengaruhi serta upaya untuk mengelola stres dengan baik melalui psikoedukasi diharapkan dapat membantu siswa untuk mencapai well-being. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas psikoedukasi berbasis estetika dalam meningkatkan pemahaman siswa SMA mengenai stres dan strategi coping. Penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan partisipan sebanyak 10 siswa yang aktif berorganisasi. Intervensi diberikan dalam lima sesi melalui metode presentasi dan simulasi yang dipadukan dengan aktivitas estetis, seperti musik, seni, visual alam, dan menulis. Pengukuran pemahaman dilakukan menggunakan angket dengan pertanyaan terbuka. Hasil analisis menunjukkan nilai uji t test (t = -7,184) dengan (p<0,001). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan siswa tentang tentang stress, faktor yang memengaruhi serta cara mengelola stres. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis estetika efektif membantu siswa memahami konsep stres, mengenali pemicu dan responsnya, serta mengidentifikasi strategi coping yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini berpotensi menjadi alternatif edukasi preventif yang mudah diterapkan di sekolah.
Harmonisasi Definisi Jasa Pelayanan Kesehatan dalam UU Kesehatan dan UU PPN terhadap Kepastian Hukum Pajak Tindakan Estetika Medis Andromeda, Anggind Grandika
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disharmoni pengaturan antara rezim Hukum Kesehatan dan rezim Hukum Perpajakan terkait definisi Jasa Pelayanan Kesehatan, khususnya dalam pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas tindakan estetika medis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mendasar antara Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagai lex specialis medis yang mendefinisikan pelayanan kesehatan secara luas dan holistik, dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan beserta peraturan pelaksanaannya sebagai lex specialis fiskal yang menerapkan penafsiran ekonomi secara restriktif. Otoritas pajak kerap menggunakan pendekatan subjektif berupa purpose test (tujuan kecantikan) untuk mengecualikan tindakan estetika medis dari jasa bebas PPN, meskipun tindakan tersebut dilakukan oleh dokter berdasarkan indikasi medis. Disharmoni ini menimbulkan ketidakpastian hukum dan ketidakadilan, baik bagi wajib pajak maupun masyarakat, serta berpotensi menciptakan distorsi persaingan usaha. Penelitian ini merekomendasikan harmonisasi hukum melalui rekonstruksi parameter penentuan objek PPN dari pendekatan subjektif menuju pendekatan objektif medis (medical indication test), dengan merujuk sepenuhnya pada otoritas medis sebagaimana diatur dalam UU Kesehatan. Dengan demikian, tindakan estetika medis yang memiliki indikasi medis, dilakukan oleh tenaga medis berwenang, didasarkan pada diagnosis sesuai standar ICD-10, dan terdokumentasi dalam rekam medis, seharusnya dikualifikasikan sebagai bukan objek PPN, sedangkan tindakan estetika murni tanpa indikasi medis tetap dapat dikenakan PPN.
Digitalisasi Sumber Daya Manusia sebagai Pendorong Efisiensi SDM dan Kepuasan Layanan di Organisasi Manufaktur Darmawan, Didit
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14664

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak digitalisasi sumber daya manusia (SDM) terhadap efisiensi operasional SDM dan kepuasan karyawan terhadap layanan SDM di perusahaan manufaktur yang berlokasi di Sidoarjo. Digital HR, yang ditandai dengan penerapan sistem informasi SDM (HRIS), proses SDM otomatis, integrasi alur kerja digital, dan platform layanan mandiri karyawan, semakin menjadi komponen strategis dalam manajemen SDM modern. Sebanyak 100 karyawan berpartisipasi dalam survei ini, yang dipilih melalui sampling purposif untuk memastikan paparan yang memadai terhadap praktik digital HR. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert delapan poin dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi SDM secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional SDM, tercermin dalam peningkatan kecepatan proses, pengurangan biaya administratif, pengurangan pekerjaan manual, dan akurasi data yang lebih tinggi. Hasil juga menunjukkan bahwa digitalisasi secara positif mempengaruhi kepuasan karyawan terhadap layanan SDM, terutama dalam hal efisiensi layanan, akurasi proses SDM, dukungan SDM, kejelasan komunikasi, dan kemudahan akses. Hasil ini menunjukkan bahwa SDM digital berkontribusi secara bersamaan pada efisiensi internal dan pengalaman karyawan. Studi ini menyimpulkan bahwa digitalisasi SDM memainkan peran strategis dalam memperkuat kinerja organisasi dan merekomendasikan agar perusahaan memprioritaskan integrasi digital dalam SDM untuk meningkatkan kualitas administratif dan layanan.
Pola Maternal Feeding Ibu dengan Anak Stunting di Wilayah Pesisir Kusumawardhani, Anindiyati; Suryanto, Suryanto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14702

Abstract

Permasalahan stunting perlu mendapatkan penanganan mengingat dampaknya yang cukup signifikan bagi pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Di Kota Pasuruan, angka stunting tertinggi berada pada kelurahan yang terletak di wilayah pesisir, padahal ketersediaan protein hewani melimpah. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan pola maternal feeding Ibu dengan anak stunting di wilayah pesisir dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perilaku tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang dipilih adalah studi kasus intrinsik. Subjek dari penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak stunting dan bertempat tinggal di wilayah pesisir. Pengumpulan informasi menggunakan metode wawancara mendalam–semi terstruktur. Dalam analisis data peneliti menggunakan teknik analisis tematik deduktif–theory driven. Teori yang digunakan yaitu Teori Division of Responsibility in Feeding Satter dan Teori Sistem Ekologi Bronfenbrenner. Hasil dari penelitian ini adalah semua partisipan memiliki pola maternal feeding yang belum tepat. Dibutuhkan intervensi untuk menambah pengetahuan ibu terkait sumber makanan yang bergizi dan cara pemberian makan yang tepat
Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Remote atau Tenaga Kerja Digital di Indonesia Dahlan, Dahlan; Sodikin, Sodikin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14725

Abstract

Fenomena pekerja remote telah menjadi transformasi signifikan dalam lanskap ketenagakerjaan Indonesia, yang dipicu oleh kemajuan teknologi digital dan dipercepat oleh pandemi Covid-19. Namun, realitas kerja yang fleksibel ini berhadapan dengan kerangka hukum ketenagakerjaan yang masih bersifat konvensional. Penelitian normatif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan hukum antara Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dengan karakteristik kerja digital serta mengkaji bentuk perlindungan hukum yang diperlukan. Melalui metode studi dokumen dan analisis kesenjangan (gap analysis), penelitian ini mengungkap bahwa definisi “tempat kerja”, pengaturan “waktu kerja dan lembur”, serta tanggung jawab “Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)” dalam regulasi yang ada tidak lagi relevan dan menciptakan kerentanan hukum bagi pekerja remote. Kerentanan utama teridentifikasi dalam aspek K3 digital (ergonomi dan kesehatan mental), status hubungan kerja yang ambigu, serta akses terhadap jaminan sosial. Ketidakjelasan ini berpotensi memicu sengketa hubungan industrial dan mengikis kepastian hukum. Meskipun terdapat respons awal dari beberapa kebijakan parsial dan praktik terbaik di tingkat perusahaan, temuan penelitian menegaskan urgensi harmonisasi hukum secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan amendemen terbatas terhadap Undang-undang Ketenagakerjaan atau penerbitan peraturan khusus yang mencakup redefinisi konsep kerja, pengaturan K3 digital, skema jaminan sosial inklusif, dan mekanisme penyelesaian sengketa yang adaptif untuk menjamin keadilan dan perlindungan bagi tenaga kerja digital di Indonesia.
Experiential Marketing Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Dalam Membangun Kepuasan Pelanggan Rohaisah, Rohaisah; Lasmana, Mety
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran experiential marketing sebagai strategi komunikasi pemasaran dalam membangun kepuasan pelanggan, dengan mempertimbangkan nilai pelanggan sebagai variabel pendukung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kausal melalui metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pelanggan perusahaan jasa instalasi dan maintenance AC di PT Menara Kreatif. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran berbasis pengalaman berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Selain itu, nilai pelanggan juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara simultan, experiential marketing dan nilai pelanggan berkontribusi dalam membentuk kepuasan pelanggan melalui pengalaman komunikasi yang bersifat sensorik, emosional, kognitif, dan relasional. Temuan ini menegaskan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang berorientasi pada pengalaman mampu membangun hubungan jangka panjang antara perusahaan dan pelanggan.
Supervisi Akademik di SMK: Sebuah Refleksi Kritis terhadap Praktik Seremonial Fauziyah Proktama Resi; Barokah Isdaryanti; Hadromi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14761

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan pembahaman mendalam mengenai praktik supervisi akademik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang kerap berlangsung secara seremonial dan berorientasi administratif. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana praktik seremonial tersebut memengaruhi perkembangan pforesional guru serta kualitas pembelajaran dikelas. Studi ini menggunakan pendekatan critical literature review dengan menelaah artikel nasional dan internasional terbitan 2020-2025 yang membahasa supervisi akedemik, supervisi klins, instructional coaching, dan budaya organisasi pendidikan. Analisis dilalakukan melalui proses thematic coding untuk mengidentifikasi pola dan kecenderungan dalam praktik supervisi. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi akademik di banyak SMK masih didominasi pemeriksaan dokumen, observasi formalitas, dan pengisisan instrumen yang tidak diikuti umpan balik mendalam. Guru sering memaknae supervisi sebagai kegiatan adminstratif sehingga manfaat pedagogisnya tidak optimal. Studi ini juga mengungkap tiga faktor utama penyebab munculnya praktik seremonia: yaitu, 1) beban administratif yang tinggi, 2) keterbatasan kompetensi supervisor dalam memberikan umpan balik berbasis bukti, dan 3) budaya sekolah yang menghindari kritik langsung. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi konsep supervisi klinis, coaching berkelanjutan, dan bukti kelas sebagai dasar rekonstruksi model supervisi akademik di SMK. Studi ini menegaskan bahwa supervisis yang transformatif hanya dapat dicapai dengan mengadopsi pendekatan kolaboratif, reflektif, dan berorientasi pengembangan profesional guru, bukan sekadar kepatuhan prosedural.
Integrasi Pentahelix Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menghadapi Ancaman Keamanan Non-Militer Di Kepulauan Riau Hakim, Siti Rabbani; Yusnaldi, Yusnaldi; Uksan, Arifuddin; Setiawibawa, Rachmat
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14767

Abstract

Wilayah Kepulauan Riau memiliki posisi geopolitik strategis sebagai beranda terdepan Indonesia, namun hal ini menciptakan kerentanan tinggi terhadap ancaman keamanan non-militer seperti illegal fishing, penyelundupan, dan perdagangan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi model Pentahelix dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Riau dalam menghadapi ancaman tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain analisis sistem Input-Process-Output (IPO), penelitian ini memetakan sinergi antara lima aktor utama: Pemerintah, Akademisi, Badan Usaha, Masyarakat, dan Media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman non-militer di wilayah perbatasan bersifat asimetris dan transnasional, sehingga menuntut pergeseran paradigma dari pendekatan militeristik ke arah keamanan insani (human security). Integrasi Pentahelix berperan penting dalam menutup celah koordinasi dan ego sektoral antar-instansi. Namun, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural berupa keterbatasan infrastruktur maritim, rendahnya literasi digital masyarakat pesisir, dan tumpang tindih kewenangan regulasi. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan masyarakat sebagai "pagar hidup" negara melalui dukungan teknologi komunikasi, kemandirian ekonomi, dan revisi kerangka hukum kolaboratif sangat krusial untuk menciptakan ketahanan wilayah yang berkelanjutan serta menjaga kedaulatan nasional di perbatasan