cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,416 Documents
Peran Aplikasi SiBadra Sebagai Media Komunikasi Pemerintah Kota Bogor Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Prasetyo Adinugroho; Risma Asti Indrianis
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Aplikasi SiBadra (Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran) sebagai media komunikasi Pemerintah Kota Bogor serta menjelaskan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik melalui aplikasi tersebut. Masalah penelitian berpusat pada tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang masih kerap ditandai dengan proses berbelit-belit, biaya mahal, dan ketidakpastian. Sebagai respons atas tuntutan tersebut, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) meluncurkan Aplikasi SiBadra pada April 2019 sebagai inovasi digital berbasis smartphone untuk wadah pengaduan dan saran masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari penanggung jawab aplikasi, admin, tiga pengguna masyarakat, dan satu narasumber triangulasi (Manajer Mall Pelayanan Publik Kota Bogor). Analisis didasarkan pada teori fungsi media komunikasi berteknologi tinggi menurut Burgon & Huffner dalam Hardiyansyah (2015) dan teori lima aspek mendasar kualitas pelayanan publik menurut Safroni dalam Hayat (2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi SiBadra berperan sebagai media komunikasi yang memanfaatkan teknologi tinggi secara efisien, mampu memperkuat eksistensi informasi, berfungsi sebagai alat persuasi dan pengarahan, serta sebagai instrumen kontrol sosial. Selain itu, aplikasi ini telah memenuhi empat dari lima aspek kualitas pelayanan publik, yakni Function, Reliability, Serviceability, dan Assurance. Aspek Confirmance (kepuasan) belum terpenuhi karena sebagian pengguna masih mengeluhkan lambatnya penanganan laporan.
Digitalisasi Proses Pembuktian Dalam Sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi Amanda Jihan Namira; Citra Winona; Maryanih Maryanih; Sidi Ahyar Wiraguna
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17418

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong terjadinya transformasi digital dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sistem peradilan. Dalam konteks penyelesaian sengketa pemilu, meningkatnya kompleksitas perkara serta keterbatasan waktu penanganan menuntut adanya sistem pembuktian yang lebih efisien dan adaptif. Penelitian ini mengkaji digitalisasi proses pembuktian dalam penyelesaian sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembuktian berbasis digital, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menilai efektivitasnya dalam mendukung proses peradilan yang adil. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, dengan memanfaatkan bahan hukum sekunder berupa peraturan, putusan pengadilan, dan literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi dan kemudahan dalam pengajuan serta pengelolaan alat bukti melalui penggunaan dokumen elektronik dan sistem digital. Namun, masih terdapat berbagai kendala seperti keaslian data, belum adanya standar verifikasi yang seragam, risiko keamanan informasi, serta ketimpangan kemampuan teknologi antar pihak. Kondisi tersebut mempengaruhi keandalan dan keseimbangan dalam proses pembuktian. Penguatan regulasi teknis, peningkatan sistem keamanan data, serta pengembangan kapasitas teknologi diperlukan untuk mendukung pembuktian yang lebih efektif dan berkeadilan.
Sistem Komparatif Indonesia Dan Korea Selatan: Pengawasan Peredaran Produk Kecantikan Di Platform e-commerce Nurhidayah Nurhidayah; Muhammad Syaifuddin; Suci Flambonita
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17421

Abstract

The uncontrolled circulation of beauty products lacking official registration permits within Indonesia's rapidly expanding e-commerce ecosystem has emerged as a pressing legal and public health concern. The structural weakness of existing oversight instruments, combined with ambiguous legal obligations assigned to digital platform operators, creates regulatory gaps that are routinely exploited by irresponsible business actors. This study aims to examine and compare the oversight mechanisms governing the distribution of beauty products on e-commerce platforms between Indonesia and South Korea, employing a normative legal research method with a comparative approach. Primary legal materials were drawn from statutory regulations, government decrees, institutional regulations, and official policy documents from both jurisdictions. The findings demonstrate that Indonesia currently lacks an independent cosmetics act, causing regulatory authority to remain fragmented across multiple sectorally unintegrated instruments. In contrast, South Korea established a comprehensive and adaptive Cosmetics Act that explicitly designates platforms as active oversight partners, supported by a risk-based product classification system and robust institutional coordination. These comparative findings underscore the urgent need for Indonesia to pursue three strategic reforms: enacting a standalone cosmetics law, adopting a risk-differentiated product classification framework, and strengthening the legal obligations of e-commerce platforms as active gatekeepers in the national consumer protection system.
Peran Relawan Kemandirian dalam Mengoptimalkan Penyaluran Dana Zakat pada Mustahik di LAZNAS Yatim Mandiri Pasuruan Achmad Rafi Maulana; M. Fahmul Iltiham; Moh. Mukhsinin Syu’aibi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17432

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas peran Relawan Kemandirian dalam mengoptimalkan penyaluran dana zakat kepada mustahik di LAZNAS Yatim Mandiri Cabang Pasuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan empiris. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan relawan, staf program dan pendayagunaan, serta mustahik sebagai penerima manfaat, serta didukung dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa Relawan Kemandirian memiliki peran penting dalam proses asesmen mustahik, penyaluran bantuan, serta pendampingan program zakat produktif. Peran tersebut berkontribusi dalam meningkatkan ketepatan sasaran dan efektivitas penyaluran dana zakat. Namun demikian, efektivitas peran relawan belum sepenuhnya optimal karena adanya keterbatasan jumlah relawan, perbedaan tingkat kompetensi, serta kendala dalam koordinasi dan evaluasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas relawan, penguatan sistem koordinasi, serta evaluasi berkelanjutan guna mendukung optimalisasi penyaluran dana zakat dan pemberdayaan mustahik.
Implementasi Kepemimpinan Transformasional Dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru Di Upt Sd Negeri 03 Muaradua Riduan Riduan; Pransida Budaya; Arianda Pratama; Zainul Rifqi; Dessy Wardiah; Eni Heldayani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17446

Abstract

Education has an important part in improving the human resources quality, with the principal playing a main part in managing resources and making a conducive work climate. This mini reserch purpose is analyzing and describing the implementation of the head master transformational leadership at the UPT SD Negeri 03 Muaradua and its impact on teacher work motivation. The study focuses on four main dimensions according to Bernard M. Bass: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. Furthermore, this study evaluates the level of teacher work motivation, reflected in the aspects of responsibility, commitment, discipline, work enthusiasm, and professional development, and identifies supporting and inhibiting factors in their implementation. The novelty of this study lies in its location at the UPT level of elementary schools in South OKU Regency, which has rarely been studied empirically, with a particular emphasis on work motivation as the main impact variable. The results are expected providing contributions in theory, theoretically the contributions to the study of educational leadership and practical recommendations for principals to optimize leadership practices to improve the quality of studying and the professionality of teacher.
Pemanfaatan Teknologi Digital Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Pesantren Rizki ramadani Dani; A. Faizul Mubarak
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17460

Abstract

Dalam era digitalisasi, pesantren dihadapkan pada tantangan untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pendidikan tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisional. Penelitian ini mengkaji berbagai aplikasi teknologi digital, seperti platform pembelajaran daring, multimedia interaktif, dan sumber belajar digital, yang berpotensi meningkatkan efektivitas pengajaran. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan analisis kasus penerapan teknologi di beberapa pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital tidak hanya memperluas akses terhadap materi pembelajaran, tetapi juga meningkatkan motivasi siswa dan interaksi antara pengajar dan santri. Oleh karena itu, rekomendasi diberikan agar pesantren secara sistematis mengadopsi teknologi digital sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan responsif terhadap kebutuhan zaman
Peran Guru Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Di Era Modern Ananda Agung Kurniawan; A. Faizul Mubarak
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17461

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan globalisasi memengaruhi perilaku serta cara berpikir siswa, termasuk dalam sikap keagamaan, sehingga menimbulkan tantangan dalam pembentukan karakter religius di sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius siswa di era modern, strategi yang digunakan, serta upaya penyesuaian terhadap perkembangan teknologi dan budaya populer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di MA Bahrul Ulum. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, kepala madrasah, siswa, dan orang tua, serta dokumentasi program sekolah. Informan dipilih secara purposive, kemudian data dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian siswa memahami ajaran agama secara teoritis, namun belum sepenuhnya menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial dan budaya digital turut memengaruhi sikap mereka. Guru yang memberikan keteladanan, membiasakan kegiatan religius, menggunakan pendekatan dialogis-reflektif, serta memanfaatkan teknologi secara positif mampu membantu siswa menghayati nilai agama. Dukungan budaya sekolah dan kerja sama dengan keluarga juga berperan penting. Penelitian menyimpulkan bahwa pembentukan karakter religius di era modern memerlukan peran guru yang aktif, adaptif, dan memiliki literasi digital serta menerapkan pembelajaran partisipatif.
Analisis Penerapan Smart Governance dalam Digitalisasi Layanan Administrasi Pada Dinas Pendidikan Kota Semarang Nindyta Adelya Panjaitan; Anis Susanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17468

Abstract

Digitalisasi pelayanan publik merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan responsif. Dinas Pendidikan Kota Semarang telah mengembangkan berbagai layanan administrasi berbasis digital sebagai bentuk penerapan smart governance, namun implementasinya masih menghadapi sejumlah kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan smart governance dalam digitalisasi layanan administrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap aparatur serta masyarakat pengguna layanan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan smart governance mampu meningkatkan kemudahan akses, efisiensi proses, dan kualitas pelayanan. Dukungan pimpinan, koordinasi antarunit, serta pemanfaatan media komunikasi digital menjadi faktor yang memperkuat implementasi. Namun demikian, masih ditemukan hambatan berupa gangguan server, keterbatasan integrasi sistem, serta kesenjangan literasi digital antara aparatur dan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi pelayanan tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi pada kapasitas organisasi dalam memastikan kesiapan tata kelola dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Hubungan Antara Mindset Dan Grit Pada Mahasiswa Catherine Catherine; Heru Astikasari Setya Murti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17473

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya grit sebagai kemampuan individu dalam mempertahankan usaha dan konsistensi untuk mencapai tujuan jangka panjang ditengah tuntutan akademik yang dihadapi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mindset dan grit pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 351 mahasiswa berusia 18-25 tahun dengan teknik incidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Learning Mindset Scale untuk mengukur mindset dan Short Grit Scale (GRIT-S) untuk mengukur grit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara growth mindset dengan grit (ρ = 0,329; p < 0,05) dengan kekuatan hubungan pada kategori rendah hingga sedang. Selain itu, fixed mindset juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan grit (ρ = 0,572; p < 0,05) dengan kekuatan hubungan pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua jenis mindset memiliki keterkaitan dengan grit, namun fixed mindset menunjukkan hubungan yang lebih kuat dibandingkan growth mindset. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mindset memiliki hubungan yang signifikan dengan grit pada mahasiswa, namun hubungan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti tekanan akademik dan tuntutan lingkungan. Oleh karena itu, pengembangan mindset yang adaptif serta pengelolaan motivasi menjadi penting dalam meningkatkan ketekunan mahasiswa.
Disharmoni Perlindungan Hukum Investor Asing dan Direksi PT PMA dalam Sistem Hukum Indonesia Budiharjo Hardisurjo; MS Tumanggor; St Laksanto Utomo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17498

Abstract

Penelitian ini mengkaji disharmoni perlindungan hukum antara investor asing dan direksi dalam Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing (PT PMA) dalam sistem hukum Indonesia. Secara normatif, investor memperoleh jaminan perlindungan melalui prinsip non-diskriminasi, kepastian hukum, dan tanggung jawab terbatas. Namun, dalam praktik, perlindungan tersebut tidak terintegrasi dengan berbagai rezim hukum sektoral seperti ketenagakerjaan, keimigrasian, perpajakan, dan hukum pidana yang justru meningkatkan eksposur risiko bagi direksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk disharmoni tersebut serta merumuskan model perlindungan hukum yang lebih terintegrasi. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum masih bersifat parsial dan tidak seimbang, di mana investor terlindungi secara normatif, sementara direksi menanggung risiko hukum yang luas dan berlapis. Sebagai solusi, penelitian ini menawarkan model integrasi perlindungan hukum berbasis compliance melalui prinsip legal, prudent, dan accountable yang didukung sistem pengendalian internal, transparansi, dan dokumentasi hukum. Model ini penting untuk menciptakan keseimbangan perlindungan, meningkatkan kepastian hukum, serta menjamin keberlanjutan investasi secara lebih sistemik.