cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,416 Documents
Penegakan Hukum terhadap Penyebaran Konten Asusila di Media Sosial berdasarkan UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE: Studi di Polrestabes Bandung Aldira Dean Pratama; Dian Rachmat Gumelar; Wawan Kurniawan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17250

Abstract

The development of information technology has transformed social media into a massive communication platform that facilitates the exchange of information, but it also opens opportunities for misuse, including the dissemination of obscene content that violates moral norms and potentially harms public morality. This study employs an empirical legal research method with a juridical-empirical approach to examine law enforcement against this phenomenon based on Law No. 19 of 2016 concerning Electronic Information and Transactions within the jurisdiction of Polrestabes Bandung. Primary data were obtained through an in-depth interview with Bripda Billy Fajar Pratama on January 17, 2026, while secondary data were collected through literature studies of statutory regulations, legal literature, and scientific journals. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis. The results indicate that law enforcement practices follow the procedures stipulated in the Criminal Procedure Code, focusing on Article 27 paragraph (1) in conjunction with Article 45 of the ITE Law, emphasizing the act of content distribution by the perpetrator rather than the behavior of the victim, supported by expert testimony to verify the obscene content. Although the number of cases remains relatively small compared to other ITE offenses, several obstacles persist, including differences in perception between complainants and legal definitions, difficulties in obtaining digital evidence, and limited technical competencies. Law enforcement efforts include strengthening evidentiary processes through expert testimony, referring to the joint ministerial decree of three ministries, and promoting digital privacy awareness among the public as a preventive measure. Overall, law enforcement demonstrates adaptive characteristics but still requires institutional strengthening to effectively address the evolving dynamics of cybercrime
Dampak Coaching pada Karyawan: Tinjauan Literatur Review Azalia Zahra Putri; Dora Titis Berliana; Kentza Arsyafairuz Ramadhan; Titis Rara Candrawati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17261

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis dampakcoaching terhadap kinerja dan pengembangankaryawan dalam organisasi. Penelitian menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode studi literaturmelalui analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan.Hasil kajian menunjukkan bahwa coaching secarakonsisten meningkatkan kinerja karyawan melaluipenguatan kompetensi dan self-efficacy, sertaberkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis.Peningkatan tersebut berdampak pada motivasi kerjadan produktivitas yang mendukung pencapaian tujuanorganisasi. Dengan demikian, coaching merupakanstrategi penting dalam pengembangan sumber dayamanusia yang berkelanjutan.
Pengaruh Digital Marketing, Inovasi Produk, dan Customer Relationship Management (CRM) terhadap Kepuasan Konsumen pada Toko Roti Violet Bakery Probolinggo Himatul Ukyun; R. Abdul Haris; Mufid Andrianata
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital marketing, inovasi produk, dan customer relationship management (CRM) terhadap kepuasan konsumen pada Toko Roti Violet Bakery Probolinggo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya persaingan pada industri roti dan kue yang menuntut pelaku usaha untuk mampu mengoptimalkan strategi pemasaran digital, melakukan inovasi produk secara berkelanjutan, serta membangun hubungan pelanggan yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan aplikasi SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing dan customer relationship management (CRM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen pada Toko Roti Violet Bakery Probolinggo, sehingga hipotesis H1 dan H3 diterima. Sementara itu, inovasi produk berpengaruh positif namun tidak signifikan, sehingga hipotesis H2 ditolak
Studi Tentang Pelaksanaan Program Pelatihan Activity Of Daily Living (ADL) Dalam Memperbaiki Pakaian Pada Penyandang Tunanetra Di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang Megisteria Kaleby Megisteria; Esin Sintawati; Endang Prahastuti; Agus Hery Supadmi Irianti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17294

Abstract

Penyandang tunanetra memiliki keterbatasan fisik dalam hal penglihatan. Hal ini menyebabkan mereka memiliki keterbatasan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Negara hadir bagi para penyandang tunanetra melalui UPT RSBN Malang dengan memberikan bekal pengetahuan terkait kegiatan sehari-hari yang salah satunya adalah memperbaiki pakaian mereka secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program pelatihan ADL yang meliputi tahap pelaksanaan hingga evaluasi. Metode yang digunakan yakni metode penelitian kualitatif dengan menghimpun data melalui observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Kemudian data yang sudah didapatkan dianalisa serta disajikan secara sistematis sehingga mudah dipahami. Subjek penelitian terdapat tiga orang yakni Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial UPT RSBN Malang, instruktur program ADL dan penyandang tunanetra penerima manfaat program ADL. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa program pelatihan ADL meliputi 1) Pelaksanaan pelatihan yang diawali dengan pembukaan oleh lembaga, pemberian materi oleh instruktur, kemudian praktik secara langsung oleh penerima manfaat. Setiap indikator dalam pelaksanaan pelatihan berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun. 2) Evaluasi pelatihan dinilai dari kesesuaian antara indikator perencanaan dengan pelaksanaan. Program pelatihan ADL dinilai berhasil karena pelatihan berjalan sesuai perencanaan yakni membuat para tunanetra penerima manfaat pelatihan mampu memperbaiki pakaian mereka sendiri. Saran yang dapat peneliti berikan pada program pelatihan ADL antara lain, 1) Menambah instruktur pada program pelatihan ADL agar dapat mempermudah pelaksanaan program. 2) Membuat dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk setiap pertemuan agar mempermudah proses pelaksanaan program. 3) Penelitian yang lebih mendalam bagi peneliti selanjutnya terkait tindak lanjut bagi penyandang tunanetra yang kurang mampu menerima materi saat pelatihan. 4) Penelitian ini dapat dijadikan tindak lanjut penelitian yang lebih mendalam terkait metode dan teknik pembelajaran di bidang busana bagi tunanetra. 5) Perlu adanya peran masyarakat sekitar terhadap penerima manfaat dalam rangka mendukung terlaksananya program pelatihan sebagai upaya peningkatan ketrampilan penyandang tunanetra.
Fenomenologi Permukiman Vernakular Pesisir Sebagai Media Edukasi Nilai Sosial Budaya Masyarakat Lokal Dalam Pendidikan Arsitektur Berkelanjutan Valeria Theresia Woy; Brigitha Raco; Mutiara Lisa Allokendek
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17295

Abstract

Permukiman vernakular pesisir merepresentasikan relasi kompleks antara manusia, ruang, dan budaya yang terbentuk melalui pengalaman hidup sehari-hari. Namun, dalam pendidikan arsitektur kontemporer, nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung di dalamnya hanya dipandang sebagai aspek fisik dan visual semata. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran arsitektur masih didominasi oleh analisis bentuk, fungsi dan teknologi, sehingga mahasiswa kurang memahami bagaimana nilai sosial dan budaya lokal sebenarnya terbentuk dan hidup dalam suatu objek arsitektur. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna pengalaman ruang pada permukiman vernakular pesisir sebagai media edukasi nilai sosial dan budaya masyarakat lokal dalam kerangka pendidikan arsitektur berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi interpretatif dengan eksplorasi genius loci, pengalaman berhuni, dan persepsi inderawi melalui observasi mendalam, wawancara, serta interpretasi naratif. Metode ini mengintegrasikan dimensi pengalaman spasial dengan konstruksi nilai edukatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman ruang tidak hanya membentuk identitas fisik, tetapi juga memberikan nilai sosial budaya suatu tempat yang dapat ditransformasikan menjadi metode desain arsitektur yang kontekstual. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan fenomenologis dalam mengembangkan pendidikan arsitektur yang lebih humanistik, kontekstual, dan berkelanjutan.
Kepailitan PT Sritex Akibat Pembatalan Perjanjian Perdamaian Dalam PKPU Ditinjau Dari Teori Keadilan Muhamad Ashil Firdaus; Annalisa Y; Muhamad Erwin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17310

Abstract

Sebagai salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia, PT Sritex dinyatakan pailit pada tahun 2024 setelah perjanjian perdamaian dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dibatalkan karena ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban utangnya. Total utang mencapai sekitar Rp29,8 triliun dan berdampak pada pemutusan hubungan kerja lebih dari 11.000 pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepailitan PT Sritex ditinjau dari teori keadilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan serta pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatalan perjanjian perdamaian dan penetapan pailit telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Namun, dari perspektif keadilan, pelaksanaan pemberesan harta pailit belum sepenuhnya memberikan perlindungan yang proporsional bagi kreditur dan pekerja. Selain itu, masih terdapat kendala dalam efektivitas, transparansi, dan kepastian waktu pembayaran hak kreditur. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan dan transparansi dalam proses kepailitan.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Internalisasi Nilai-Nilai Keislaman pada Siswa Down Syndrome: Studi di SLB Negeri Tenggarong Isna Radiyah; Maryam; Sheva Hero Christian; Niya Armita Sari; Arbiah; Rani Aulia
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17346

Abstract

The need for tailored educational services for students with special needs, particularly in character and spiritual development through Islamic Religious Education (PAI), is the primary foundation of this study. This research aims to analyze how PAI teachers carry out their duties, understand the learning strategies implemented, identify obstacles encountered, and evaluate efforts to optimize the instillation of Islamic values ​​in Down Syndrome students at Tenggarong State Special Needs School. Using a qualitative descriptive case study method, data collection was conducted through structured interviews, direct observation, and document review. The findings indicate that PAI teachers play a crucial role as supporters, guides, and role models for students. The strategies used are multisensory and flexible, including demonstration techniques, repetition-based teaching, and the integration of visual media and music to address students' cognitive limitations. Key obstacles include short-term memory difficulties and low focus, which are addressed through a compassionate, emotionally nurturing approach and individualized content adjustments. The study concludes that the success of value instillation is largely determined by consistent daily routines and close collaboration with parents. These results provide a valuable contribution to the development of an inclusive and humanistic-oriented model of religious education.
Optimizing Whatsapp Groups As A Multilayer Information Bridge From PPIC To Production: Rotogravure Flexible Packaging Industry In Sidoarjo I Gede Putu Suardana; Melania Melania; Asruni Asruni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17354

Abstract

The Rotogravure Flexible Packaging industry plays a strategic role in supporting the manufacturing supply chain by providing high-quality packaging with protective and promotional functions. However, the success of the production process is highly dependent on the effectiveness of internal communication, particularly in delivering instructions from Production Planning and Inventory Control (PPIC) to production units. Layered communication patterns through Production Admins often lead to delays, miscommunication, and loss of critical information that may hinder production targets. This study aims to analyze the role of WhatsApp Groups as a digital communication medium to accelerate information flow and improve operational coordination effectiveness. This research uses a descriptive qualitative approach with data collected through in-depth interviews and observations involving PPIC, Production Admins, and operational units (Printing, Dry Lamination, Extrusion Lamination, Slitting, and Bag Making).The results show that WhatsApp Groups improve speed and accuracy of communication, provide traceable documentation, reduce idle time, and minimize instruction errors. Additionally, WhatsApp Groups support digital transformation through a paperless working system. Thus, WhatsApp Groups serve as an efficient and responsive communication bridge in the Rotogravure Flexible Packaging industry.
Pengaruh Literasi Keuangan Dan Pengendalian Diri Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Pengguna Electronic Wallet Jurusan PIPS FKIP Universitas Jambi Luvita Khanza; Arpizal; Sri Wahyuni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan dan pengendalian diri terhadap perilaku konsumtif mahasiswa pengguna electronic wallet (e-wallet) pada Jurusan PIPS FKIP Universitas Jambi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Penelitian kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan sampel sebanyak 146 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan yaitu: (1) literasi keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan koefisien sebesar -0,417 dan nilai signifikansi 0,001; (2) pengendalian diri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan koefisien sebesar -0,865 dan nilai signifikansi 0,000; (3) literasi keuangan dan pengendalian diri secara bersama-sama berpengaruh terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi keuangan dan pengendalian diri, maka perilaku konsumtif mahasiswa akan semakin menurun.
Diskursus Sekolah Rakyat dalam Agenda SDGs 4: Respons Kebijakan terhadap Ketimpangan Akses Pendidikan di Kota Pasuruan Nayshira Rieva Candra; Alifatu Azwa Shoima; Firre An Supraptop; Indah Prabawati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17367

Abstract

This study analyses the discourse surrounding the People’s School as an innovative policy response to inequalities in access to education education within the framework of Sustainable Development Goals (SDGs) 4 in Pasuruan City, East Java. Adopting a qualitative approaach through literature review and policy document analysis, this study reveals the dynamics of structural exlusion underpinning disparities in access to education. The finding indicate that the School Participation Rate (TPS) is quite high at primary and lower secondary levels, there is a significant decline at upper secondary level. This reflects the economic, geographical and social barries faced by vulnerable groups, such as children who do not continue their  education from poor families living in urban areas and girls in sub urban areas. People’s Schools have emerged as an alternative inclusive policy that not only expands access to free and flexible education, but also funcions as an affirmative instrument through socio economic support programmes, such as living cost assistance, career conselling, and avocational curriculum integrity. These findings suggest the potential for people’s to accerelate the realisation SDGs 4, whils suggesting improvements to national regulations so that similar models can be replicated in other regions to sustainably reduce structural inequalities.