cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,002 Documents
Resiliensi Pasca Perceraian Pada Perempuan Di Usia Muda Sarmila; Eva Meizara Puspita Dewi; Harlina Hamid
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3: April 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i3.3420

Abstract

Berakhirnya hubungan pernikahan pada perempuan di usia muda menimbulkan dampak psikologis, sikap penolakan dan perubahan pada diri hingga pada tekanan sosial. Resiliensi dibutuhkan individu agar mampu bangkit dari kondisi terpuruk akibat dampak negatif perceraian. Penelitian ini berfokus mengetahui pemaknaan perceraian dan gambaran resiliensi pada perempuan di usia muda. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden penelitian berjumlah tiga perempuan dengan status cerai di usia 18-25 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa responden memaknai perceraian secara positif sebagai bentuk pembelajaran diri di masa depan dan negatif, yaitu sebagai perkara yang menyakitkan, memalukan, kegagalan pernikahan, dan solusi akhir dalam penyelesaian masalah problematika pernikahan. Responden melakukan berbagai upaya dalam mencapai resiliensi, yaitu dengan menumbuhkan pikiran positif dalam diri, upaya beradaptasi dan menerima kondisi diri dengan mengelola perasaan maupun emosi, menyibukkan diri dengan aktivitas positif, dan adanya dukungan sosial dalam bentuk motivasi, nasihat dan pembelaan. Implikasi dalam penelitian ini memberikan gambaran pemaknaan perceraian, dampak dan resiliensi perempuan pasca bercerai di usia muda agar mampu bangkit dari keterpurukan.
Pengaruh Bystander Effect Terhadap Perilaku Kekerasan Bullying Pada Remaja Di Universitas Negeri Makassar Andi Muhammad Yusran Atjo; Basti Tetteng
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3: April 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i3.3421

Abstract

This study aims to explore the effect of bystander effect on bullying violent behavior in adolescents at Makassar State University. The main focus of the study is to identify factors that influence the bystander effect on the occurrence of violent events in the campus environment. This study used two measurement instruments, namely the bystander effect scale and the bullying scale. The research sample consisted of 306 students of Makassar State University. Data were collected through questionnaires administered using purposive sampling techniques. Data analysis was conducted using relevant statistical techniques to identify the relationship between the bystander effect and bullying behavior in adolescents. The results showed that the significance score 0,00 (value under 0.05) showed a significant relationship between the bystander effect and bullying behavior in adolescents. In other words, participants who experienced the bystander effect tended to be more likely to engage in violent bullying behavior. These findings provide further understanding of the role of the bystander effect in the context of violent behavior among adolescents in the campus environment. This research makes an important contribution to understanding the dynamics of social interaction and the role of witnesses in cases of bullying violence in the university environment. The results of this study can be a foundation for developing more effective bullying prevention strategies and supporting the creation of a safe and friendly campus environment for all members.
Gambaran Motivasi Berorganisasi Pada Kader Himpunan Mahasiswa Islam (Ditinjau Dari Teori Motivasi Mcclelland) Awan Ilmiah; Eva Meizara Puspita; Dian Novita Siswanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3: April 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i3.3474

Abstract

Organisasi merupakan sebuah tempat bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri selain di tempat perkuliahan. Selain aktif dalam hal akademik, mahasiswa juga diharapkan aktif di organisasi untuk mengembangkan soft skill. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan motivasi berorganisasi pada mahasiswa dengan melihat kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan untuk berafiliasi, dan kebutuhan untuk berkuasa. Penelitian ini menggunakan analisis interpretatif fenomenologi. Responden penelitian ini adalah pengurus inti komisariat Himpunan Mahasiswa Islam di Universitas Negeri Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara semi terstruktur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kader himpunan mahasiswa islam memiliki kebutuhan berprestasi, kebutuhan untuk berafiliasi dan kebutuhan untuk berkuasa yang kuat. Kader HMI memiliki kebutuhan untuk berprestasi yang kuat dengan memiliki rasa bangga dan senang terlibat dalam organisasi, karena menjadikan organisasi sebagai tempat mengaktualkan potensi, mengabdi, dan tempat memperbaiki diri. Kader HMI memiliki kebutuhan untuk berafiliasi yang kuat dengan bersilaturahmi untuk membangun hubungan dan menjaga hubungan dengan semua pihak demi kepentingan organisasi. Kader HMI memiliki kebutuhan untuk berkuasa yang kuat karena memang diajarkan dalam training untuk memengaruhi orang lain sebagai bentuk manajemen organisasi. Implikasi penelitian ini adalah sebagai bahan rujukan pada kader HMI untuk melihat kebutuhan mahasiswa dalam membuat program sebagai peningkatan kinerja dalam berorganisasi.
Evolusi Kurikulum Pendidikan Indonesia: Sejarah Dan Perubahan Dari Masa Ke Masa Dwi Chairunnisa; Luthfiyah Syam Almazini Tahir; Aulya Ramadhani; Andi Sadriani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3: April 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i3.3506

Abstract

Pendidikan di Indonesia telah mengalami banyak perubahan seiring perkembangan sosial, teknologi, dan pendekatan pendidikan. Sebelum kemerdekaan, fokusnya adalah pembentukan karakter pribumi bangsa melalui pendidikan keagamaan. Selama penjajahan Belanda, digunakan sistem leer plan yang menekankan pendidikan pikiran dan karakter warga negara Indonesia. Setelah kemerdekaan, kurikulum pendidikan nasional berubah sejumlah kali, selalu berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Perkembangan Center Point Indonesia (CPI) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan telah membawa perubahan sosial ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pesisir. Studi ini menyelidiki perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan mengumpulkan data dari sumber sekunder seperti laporan dan artikel mengenai perkembangan kurikulum pendidikan di indonesia dan pergantian menjadi kurikulum merdeka. Hasilnya menunjukkan bahwa kurikulum Merdeka berada pada fase dimana implementasi kurikulum Merdeka di tingkatan satuan pendidikan memerlukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang baik. Perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka menggunakan modul ajar, pelaksanaan pembelajaran banyak menggunakan sistem proyek, dan evaluasinya dilakukan dengan penilaian diagnostik. Penerapan kurikulum Merdeka dengan perencanaan yang baik, diharapkan dapat mengembangkan profil pelajar Pancasila pada peserta didik secara maksimal.
Analisis Perilaku Impulsive Buying pada Pegawai PPNPN di PTN X Makassar yang Menggunakan E-Commerce Anwar, Elshafa Salsabil; Hendra Suwardi; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i4.3691

Abstract

Abstract: Impulsive buying mengarah kepada perilaku yang didasarkan motif individu dalam membeli tanpa pertimbangan, dengan lebih mengutamakan emosi, dan saat ini ditunjang oleh keberadaan e-commerce. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran perilaku impulsive buying pada pegawai yang menggunakan e-commerce dan mengapa perilaku impulsive buying pada e-commerce dilakukan oleh pegawai PPNPN di PTN X Makassar, Metode penelitian yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendeatan studi kasus. Responden penelitian ini yaitu dua pegawai PPNPN yang suka berbelanja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai PPNPN di PTN X Makassar yang menggunakan e-commerce menunjukkan perilaku impulsive buying yang tampak dari aspek kognitif, afektif, spontanitas, kekuatan dan intensitas, kegairahan dan stimulasi, mengabaikan dampak negatif, serta pertentangan kontrol diri dan kesenangan. Faktor yang memengaruhi perilaku impulsive yang diperoleh meliputi pengaruh teman, pengaruh orang tua, dan aksebilitas ke situs e-commerce. Implikasi penelitian ini memberikan analisis secara deskriptif terkait perilaku, penyebab, dan dampak dari impulsive buying.
Hubungan antara Nomophobia dengan Kontrol Diri pada Mahasiswa Universitas Negeri Makassar A Rizqa Nurfithrah; Ahmad Ridfah; Ismalandari Ismail
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i4.3810

Abstract

Nomophobia is anxiety due to being away from a smartphone. Students in the current digital era really follow technological developments, especially smartphones. This makes students unable to stay away from their smartphones, causing feelings of anxiety when they cannot use their smartphones, which makes students experience nomophobia (no mobile phone phobia). Nomophobia is influenced by several factors, one of which is self-control. The aim of this research is to determine the relationship between self-control and nomophobia in Makassar State University students. The respondents in this study were 385 students aged 18-24 years and actively using smartphones. The sampling technique uses accidental sampling. The measuring instrument used is the No Mobile Phone Questionnaire (NMP-Q) to measure the nomophobia variable and the self-control scale to measure the self-control variable. This research uses the Spearman's rho hypothesis testing analysis technique. The results of the research show that the self-control variable has a significant relationship with a significance value of 0.004 towards nomophobia with a correlation coefficient of -0.145, which means the direction of the relationship is negative. The implication of this research is that it is a reference source that can contribute to other people regarding self-control and nomophobia.
Ketimpangan Sosial dan Kemiskinan Pada Masyarakat Perkotaan Muh. Watif; Aulya Ramadhani.JT; Jumiati; Luthfiyah Syam Almazini Tahir; Nurul Hikmah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i4.3811

Abstract

The aim of this research is to investigate the factors causing social inequality and poverty in urban communities and identify effective coping strategies. The research method used is a qualitative literature study approach, where data is collected through searching and analyzing various literature sources relevant to the research topic. The results of the analysis show that social inequality and poverty in urban communities are influenced by various factors such as uneven economic growth, limited access to basic services, housing problems, and differences in access to education and health. The impacts of this inequality include health problems, low education, social instability, and deep economic disparities. To overcome social inequality and poverty in urban communities, a holistic response strategy is needed, including investment in inclusive education, strengthening basic infrastructure, community economic empowerment, and affordable housing policies. Collaboration between various stakeholders is also key in creating a more inclusive and sustainable urban society.
Hubungan Harga Diri Dengan Kecemasan Dalam Memilih Pasangan Hidup Pada Perempuan Dewasa Awal Yang Pernah Mengalami Putus Cinta Nurul Ismi Fauziah Jumadi; Sitti Murdiana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i4.3812

Abstract

Pada fase dewasa awal, individu akan dihadapkan dengan berbagai masalah baik dalam kemandirian, menentukan pilihan yang akan dijalani, serta memilih pasangan hidup. Dalam memilih pasangan hidup Perempuan dewasa awal akan diberatkan dengan berbagai macam pilihan sehingga menimbulkan kecemasan pada diri individu yang dipengaruhi oleh harga diri.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mencari tahu hubungan antara harga diri dengan kecemasan dalam memilih pasangan hidup pada perempuan dewasa awal yang pernah mengalami putus cinta. Responden dalam penelitian ini adalah perempuan dewasa awal berusia 18-40 tahun yang belum menikah dan pernah mengalami putus cinta (N = 123). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala harga diri dan kecemasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya nilai signifikan p = 0,000 (p>0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,298. Dengan demikian terdapat hubungan negatif antara harga diri dengan kecemasan. Implikasi dalam penelitian ini adalah untuk mengurangi kecemasan perempuan dewasa awal dalam memilih pasangan hidup serta meningkatkan harga diri.
Representasi Kekuasaan Mutlak Atas Individu (Analisis Semiotika pada Film Beau is Afraid) Perdi Juanda; Muhammad Wildan Ramadhani; Shalfian Agung Prasetyo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i4.3847

Abstract

Dalam konteks pemerintahan absolut, kekuasaan yang dimiliki oleh seorang penguasa dipandang sebagai otoritas tanpa batas, yang tidak tunduk pada pengawasan atau penilaian eksternal. Membahas mengenai kekusaan berfokus pada kontrol dan dominasi ibu Beau, Mona, yang mengendalikan segala sesuatu di sekitar kehidupan Beau pada film Beau is Afraid. Dalam tahap analisis, penelitian ini menggunakan pendekatan analisis semiotika dari Roland Barthes. Analisis ini berfokus pada menginvestigasi tanda-tanda, seperti kata, gambar, suara, gerakan, dan objek yang terdapat dalam film Beau is Afraid. Analisis dilakukan dengan menguraikan makna-makna konotasi, denotasi yang terkandung dalam adegan-adegan film tersebut.. Selanjutnya, representasi yang dihasilkan melalui objek atau gambar dapat menghasilkan makna atau yang kita pahami atau menghubungkannya dengan suatu makna. Pada analisis ini dibagi berdasar phase dan simbolisme yang merepresentasikan hubungan Mona dan Beau.
Pemikiran (Religius Rasional) Menurut Nasikh Ulwan Tentang Pendidikan Islam Serta Relevansinya Dengan Pendidikan Islam Kontemporer Muhammad Afrizal Sauqi Billah; Maragustam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i4.3912

Abstract

Pendidikan Islam memiliki tujuan yang jelas dan spesifik, yakni menghasilkan anak yang lurus imannya, berakhlaq, bermoral, cerdas, terlatih fisik, serta berjiwa bersih. Abdullah Nashih Ulwan berpendapat bahwa pendidikan Islam harus berfokus pada pengembangan kualitas moral, spiritual, serta sosial pada anak. Ulwan mengemukakan lima metode pendidikan Islam, yaitu keteladanan, pembiasaan, nasihat, perhatian dan pengawasan, serta hukuman. Metode keteladanan melibatkan meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin dan teladan. Pembiasaan melibatkan peran pendidik dalam menuntun anak kepada tauhid murni, berakhlak, dan berjiwa mulia. Nasihat sangat efektif dalam mendidik anak agar terbentuk keimanan, psikis, sosial, serta moralnya. Pendidikan Islam yang berfokus pada pengembangan kualitas moral, spiritual, serta sosial pada anak sangat relevan dengan pendidikan Islam kontemporer. Pengembangan karakter anak juga penting, serta metode pendidikan yang digunakan harus efektif dan sesuai dengan tujuan pendidikan Islam. Pendidikan Islam harus berfokus pada pengembangan kualitas moral, spiritual, serta sosial pada anak. Metode pendidikan yang digunakan harus efektif dan sesuai dengan tujuan pendidikan Islam.

Page 27 of 201 | Total Record : 2002