cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,228 Documents
Peran Guru PAI dalam Membina Karakter Semangat Kebangsaan pada Siswa di SMA Arinda Palembang Dina Bahriani Putri; Lathifah Lathifah; Novrian Eka Saputra; Mardiah Astuti; Hartatiana Hartatiana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16356

Abstract

Penelitian ini berfokus pada peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina karakter semangat kebangsaan siswa di SMA Arinda Palembang. Tujuannya untuk mengetahui peran guru PAI dalam proses tersebut dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik Analisis Data menggunakan analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan penting melalui teladan dan bimbingan. Sebagai teladan, guru PAI hadir tepat waktu, berpakaian rapi saat upacara, menggunakan bahasa Indonesia yang baik, mengajak berdiskusi tentang nilai-nilai kebangsaan, berdiskusi tentang sejarah pahlawan, dan melakukan icebreaking dengan menyanyikan lagu-lagu nasional. Sebagai pembimbing, guru PAI memberikan informasi tentang perlombaan, mengaitkan nilai-nilai agama dengan kebangsaan seperti toleransi, persatuan, dan cinta tanah air, serta memanfaatkan contoh sejarah Islam dan isu-isu terkini. Faktor pendukungnya antara lain dukungan guru dan sekolah, relevansi materi pembelajaran, keterlibatan aktif guru PAI, adanya pendidikan karakter,metode pembelajaran yang menarik, dan kegiatan ekstrakurikuler Paskibra. Namun, beberapa kendala yang dihadapi adalah keterbatasan finansial, waktu, pengaruh budaya asing, media sosial, lingkungan sosial, dan jumlah guru. Kesimpulannya, peran guru PAI sangat signifikan dalam membina karakter semangat kebangsaan siswa meskipun menghadapi tantangan. Penelitian ini memberikan wawasan strategis untuk meningkatkan pembinaan karakter semangat kebangsaan melalui pendekatan yang lebih efektif.
Pengaruh Keseimbangan Kerja-Kehidupan dan Kompensasi Terhadap Niat Pindah Kerja Melalui Mediasi Kepuasan Kerja Pada Karyawan Generasi Z Pada Industri Startup Syarini Syarini; Ahmad Shalahuddin; Mazayatul Mufrihah; Nurul Komari; Rizani Ramadhan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16390

Abstract

Dominasi secara demografis serta tingginya tingkat pergantian karyawan Generasi Z di Indonesia, menciptakan peluang pertumbuhan sekaligus ancaman bagi perusahaan atau organisasi. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji bagaimana Keseimbangan Kerja-Kehidupan dan Kompensasi memengaruhi Niat Pindah Kerja dengan Kepuasan Kerja sebagai mediasi pada Generasi Z di industri stratup. Riset ini menggunakan desain kuantitatif, dan data dikimpulkan melalui kuesioner terhadap 190 karyawan Generasi Z yang dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WLB dan CS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TI, bahwa WLB dan CS juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap JS. JS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TI. Selain itu JS terbukti secara parsial memedasi hubungan antara bahwa WLB dan CS terhadap TI. Penelitian ini harapkan dapat memberikan kontribusi praktis dengan membantu perusahaan dalam merancang kebijakan SDM yang lebih baik agar dapat mempertahankan karyawan Gen Z dengan memberikan kebijakan yang jelas terkait Keseimbangan Kerja-Kehidupan (WLB) dan aturan Kompensasi (CS) yang layak dengan kontribusi yang karyawan berikan. Secara teoritis bisa memperkaya literatur dan mengembangkan pemahaman tentang peran Kepuasan Kerja (JS) sebagai mediator antara Keseimbangan Kerja-Kehidupan dan Kompensasi terhadap Niat Pindah Kerja (TI) pada konteks karyawan generasi Z.
Pengaruh Model Problem Based Learning berbantuan Scaffolding terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Putri Hidayatullah; Fitra Suzanti; Wan Syafi’i
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14209

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang penting dikembangkan dalam pembelajaran biologi. Namun, pembelajaran di sekolah masih cenderung berorientasi pada hafalan sehingga belum optimal melatih kemampuan tersebut, terutama pada materi yang bersifat kompleks seperti sistem pertahanan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan scaffolding terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain non-equivalent control group, melibatkan kelas eksperimen yang menerapkan PBL berbantuan scaffolding IMWR dan kelas kontrol yang menerapkan PBL tanpa scaffolding. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen berada pada kategori kritis, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang berada pada kategori cukup kritis. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya pengaruh signifikan penerapan PBL berbantuan scaffolding terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, integrasi scaffolding dalam model PBL berpengaruh nyata dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi.
Rancangan E-Booklet Pembelajaran Biologi SMA dari Jenis Tanaman Pekarangan dan Pemanfaatan oleh Masyarakat Kenegerian Taluk Kecamatan Kuantan Tengah Silmi Zahrani; Nursal Nursal; Irda Sayuti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan E-Booklet pembelajaran biologi SMA tentang jenis tanaman pekarangan dan pemanfaatannya oleh masyarakat Kenegerian Taluk Kecamatan Kuantan Tengah. Metode penelitian yaitu deskriptif kuantitatif dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu (Analyze, Design, Development, Implement dan Evaluate), perancangan E-Booklet ini dilakukan hanya sampai tahap Development. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada pembuatan E-Booklet ini adalah menyusun serta mengembangkan materi, melengkapi materi dengan gambar,foto, serta video keanekaragaman tanaman pekarangan serta manfaatnya di Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah. E-Booklet yang telah dirancang kemudian divalidasi oleh dua orang validator, yaitu validator ahli media dan ahli materi. Penilaian validator terhadap E-Booklet dilihat berdasarkan indikator validitas E-Booklet yang terdiri dari 4 aspek validitas yang akan dinilai, yaitu Kelayakan Isi, Kebahasaan, Penyajian, dan Kegrafikan. Hasil validasi dari kedua validator menunjukkan rata-rata skor sebesar 3,53 dengan kategori sangat valid. Hal ini menunjukkan, E-Booklet jenis tanaman pekarangan dan pemanfaatan oleh masyarakat Kenegerian Taluk yang dikembangkan dinyatakan layak dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengayaan dalam pembelajaran biologi. Hasil ini juga mengindikasikan bahwa isi, bahasa, dan kegrafisan dalam E-Booklet telah sesuai dengan kriteria penilaian, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai jenis tanaman pekarangan dan pemanfaatan oleh masyarakat Kenegerian Taluk.
Jaminan HAM Di Indonesia (Perbandingan Jaminan Konstitusional Indonesia Vs Jerman/AS) Safira Nur Apriliani; Diana Rosmawati; Sahbila Sahbila; May Nafillya Putri; Uut Rahayuningsih
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jaminan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia melalui perspektif konstitusional, serta membandingkannya dengan jaminan HAM di Jerman dan Amerika Serikat. Pendekatan penelitian menggunakan metode normatif dengan kajian yuridis, menganalisis konstitusi, undang-undang, serta doktrin hukum terkait HAM di masing-masing negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menjamin HAM melalui Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan pelaksanaannya, namun masih menghadapi tantangan implementasi di lapangan terkait efektivitas perlindungan dan mekanisme penegakan hukum. Sementara itu, Jerman dan Amerika Serikat memiliki sistem perlindungan HAM yang lebih mapan melalui mekanisme pengadilan konstitusi dan judicial review, meskipun masing-masing memiliki karakteristik historis dan budaya hukum yang berbeda. Perbandingan ini memberikan pemahaman tentang kelebihan dan kelemahan sistem jaminan HAM di Indonesia serta rekomendasi untuk memperkuat perlindungan HAM secara konstitusional.
Menelusuri Metodologi Tafsir bi al-Ma’tsur: Sumber, Prinsip, dan Validitas Riwayat Wahyu Akbar; Muhammad Irham; Rahmi Damis
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14488

Abstract

Tafsir bi al-ma'tsur merupakan metodologi dasar dalam tradisi tafsir Islam yang mengandalkan sumber riwayat otoritatif dari Al-Qur'an, Sunnah, sahabat, dan tabi'in untuk menjaga kemurnian makna wahyu. Penelitian library research ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis untuk mengkaji sumber, prinsip metodologis, dan mekanisme validitas riwayat. Populasi mencakup kitab tafsir klasik (al-Ṭabari, Ibn Katsir, al-Baghawi) dan jurnal terindeks Scopus/Sinta (2016-2025), dengan purposive sampling berfokus pada analisis metodologis. Analisis data mengikuti model interaktif kualitatif melalui reduksi, display, verifikasi dengan kritik sanad-matn dan teori jarh-wa-ta'dil. Hasil penelitian mengungkap struktur hierarkis penafsiran yang mengutamakan otentisitas riwayat melalui tafsir Al-Qur'an dengan Al-Qur'an dan penjelasan Sunnah, namun menghadapi tantangan israiliyyat dan keterbatasan kontekstual. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi hibrida dengan pendekatan rasional-kontekstual diperlukan untuk menjaga relevansi tafsir bi al-ma'tsur dalam studi Al-Qur'an kontemporer.
Pengaruh Teknologi Pembelajaran Dan Dukungan Sosial Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Muara Sugihan Desi Anjas Sasmita; Syaiful Eddy; Suherman Suherman
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15573

Abstract

This study aims to determine and analyze: (1) the influence of learning technology on teacher performance; (2) the influence of social support on teacher performance; and (3) the simultaneous influence of learning technology and social support on teacher performance. This research is a quantitative study using a multiple correlation method. The study was conducted at public elementary schools in Muara Sugihan District, with 92 teachers as respondents. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation. The validity test used construct validity, while the reliability test employed Cronbach’s Alpha. The prerequisite tests included normality, homogeneity, and linearity tests. The data were analyzed using simple and multiple linear regression techniques. The results showed that learning technology and social support have both partial and simultaneous influences on teacher performance in public elementary schools in Muara Sugihan District. The contribution of learning technology and social support variables to teacher performance was 28.2%, while the remaining 71.8% was influenced by other variables not examined in this study.
Pengaruh Artificial Intelligence dan Motivasi terhadap Kreativitas Guru Sekolah Dasar Gugus IV Kecamatan Air Sugihan Gadis Trans Damayanti; Nur Ahyani; Sri Wahyu Indrawati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15574

Abstract

This study aims to determine the influence of Artificial Intelligence and motivation on teacher creativity. The research method used a quantitative approach with a multiple linear regression model. Based on the results of statistical analysis using SPSS 26, it was found that the motivation variable obtained an R Square value of 0.420, which means that motivation contributes 42% to teacher creativity, while the remaining percentage is influenced by other variables outside this research. The t- test results show a significance value of 0.000 with a t-count of 6.654 > t-table of 2.00, indicating that motivation has a significant effect on teacher creativity. Likewise, the use of Artificial Intelligence also shows a significant influence and contributes to improving teacher creativity. Simultaneously, both variables are proven to have a significant effect on teacher creativity. Therefore, increasing the use of AI and maintaining high work motivation are important steps in enhancing teacher creativity in the learning process.
Desain E-Modul Berbasis Etnomatematika Barongan Blora Dengan Pendekatan Open Ended Pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Dina Alvin Nurkhasanah; Venissa Dian Mawarsari; Dwi Sulistyaningsih
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15621

Abstract

Media pembelajaran yang digunakan di sekolah umumnya masih terbatas pada buku cetak dan penjelasan guru, sehingga membuat siswa cenderung pasif serta mengalami kesulitan dalam menghungkan konsep matematika dengan konteks yang lebih luas. Dengan demikian, penting untuk mendesain media pembelajaran yang memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga mudah diakses oleh siswa, serta dapat digunakan kapan saja dan dimana saja. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain E-Modul berbasis etnomatematika Barongan Blora dengan pendekatan Open ended pada materi Bangun Ruang Sisi Lengkung. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang berfokus pada tahap Design, dan Development. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis validasi ahli media dan ahli materi. Penelitian ini menghasilkan desain E-modul beserta validasi dari ahli media dan materi yang menunjukkan bahwa E-Modul memperoleh rata-rata penilaian dari ahli media sebesar 3,7 dan ahli materi sebesar 3,75, dengan rata-rata keseluruhan 3,72 yang tergolong kategori sangat valid. E-Modul ini diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran. Penulis menyarankan bahwa media pembelajaran yang telah didesain dapat diujicobakan oleh siswa dan dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran yang telah didesain.
Beyond Equality Before the Law: Konstruksi Perlindungan Hak Perempuan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Perspektif Hak Asasi Manusia Bella Ayu Aranta; Muhammad Adil; K.A. Bukhori
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15634

Abstract

Law No. 11 of 2020 concerning Job Creation, whose validity was later reaffirmed through Law No. 6 of 2023, has brought about a fundamental shift in labor law regulations in Indonesia. This legislation was designed within a deregulation policy framework with an emphasis on increasing labor market flexibility as an instrument to strengthen the investment climate and stimulate national economic growth. However, this policy direction raises normative issues, particularly regarding the certainty of protecting the rights of women workers, who are structurally vulnerable in employment relations. Within the framework of human rights, as affirmed in Law Number 39 of 1999 concerning Human Rights, legal protection cannot be understood solely as equal treatment before the law. Furthermore, legal protection necessitates the application of substantive justice that takes into account the differences in social, biological, and economic conditions inherent in vulnerable groups. Departing from this perspective, this research aims to examine the normative construction of women's rights protection in the Job Creation Law by positioning the human rights regime as the analytical framework and assessing the extent to which the regulation accommodates the principle of substantive justice in protecting women workers. This study employs normative legal research methods with a statutory and conceptual approach, complemented by a review of the Constitutional Court's ruling on the Job Creation Law. The research findings indicate that the provisions for protecting women's rights in the Job Creation Law still rely on a formal equality approach that tends to be gender-neutral. This approach fails to fully address the specific protection needs based on gender vulnerabilities, resulting in the suboptimal fulfillment of women workers' human rights within the national labor law system.